BAB III METODE PENELITIAN
D. Populasi, Sampel, dan Teknik Penarikan Sampel
Populasi adalah keseluruhan unsur-unsur yang memiliki satu atau beberapa ciri atau karakter yang sama. Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SD, SMP, dan SMA di Kabupaten Sleman. Jumlah populasi penelitian adalah lebih kurang 8.608 guru, yang terdiri dari 5.347 guru tetap dan 3.261 guru tidak tetap.
2. Sampel
Sampel adalah sebagian yang diambil dari populasi dengan menggunakan cara-cara tertentu. Sampel penelitian ini adalah guru yang mengajar di SDN1 Cebongan berjumlah 21 guru dan SD Kanisius Sleman berjumlah 7 guru, SMPN1 Sleman berjumlah 50 guru dan SMP Kanisius Sleman berjumlah 8 guru, dan SMAN1 Sleman berjumlah 61 guru dan SMA Santo Michael Warak berjumlah 21 guru. Jadi jumlah sampel penelitian ini adalah 168 guru
3. Teknik Penarikan Sampel
Teknik penarikan sampel yang dilakukan adalah purposive sampling
dimana tujuan dari penarikan sampel ini dimaksudkan untuk tujuan penelitian dan dilakukan dengan melihat karakteristik sekolah (swasta dan negeri) serta jenjang sekolah yang berbeda (SD, SMP, dan SMA).
E. Operasionalisasi Variabel
Variabel penelitian ini adalah persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan. Sedangkan persepsi dilihat dari tingkat pendidikan, masa kerja, beban mengajar dan status guru. Berikut ini disajikan operasionalisasi variabel penelitian:
1. Variabel Persepsi Guru Terhadap Program Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan
Sertifikasi bagi guru dalam jabatan adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru dalam jabatan melalui uji kompetensi dalam bentuk penilaian portofolio. Portofolio adalah bukti fisik (dokumen) yang menggambarkan pengalaman berkarya atau prestasi yang dicapai dalam menjalankan tugas dalam interval waktu tertentu. Dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasiona l RI No. 18 Tahun 2007 tentang sertifikasi guru dalam jabatan, disebutkan komponen portofolio meliputi: (a) kualifikasi akademik; (b) pendidikan dan pelatihan; (c) pengalaman mengajar; (d) perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran; (e) penilaian dari atasan dan pengawas; (f) prestasi akademik; (g) karya pengembangan profesi; (h)
keikutsertaan dalam forum ilmiah; (i) pengalaman organisasi di bidang ilmiah; dan (j) penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan. Dimana ke-10 komponen portofolio tersebut, merupakan penjabaran dari kompetensi guru, harus dipenuhi guru dengan cara mengumpulkan dokumen keprofesiannya yang disusun dengan sistematika sebagaimana diatur dalam surar Ditjen Pendidikan Tinggi Depdiknas tentang pedoman penyusunan portofolio. Secara umum dimensi program sertifikasi guru dalam jabatan mencakup empat kompetensi pokok guru, yaitu: kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Berikut ini disajikan tabel operasionalisasi variabel persepsi guru terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan:
Tabel 3.1
Operasionalisasi Variabel Persepsi Guru Terhadap Program Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan
Pernyataan No Dimensi Indikator
Positif Negatif 1. Kompetensi
kepribadian
a. Memiliki kepribadian yang mantap dan stabil
b.Memiliki kepribadian yang dewasa
c. Memiliki keprib adian yang arif dan berwibawa
d.Memiliki kepribadian yang disiplin
e. Memiliki akhlak mulia dan dapat menjadi teladan
1 2 3 5 4 2. Kompetensi pedagogik
a. Memahami peserta didik b.Merancang dan melaksanakan pembelajaran c. Merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran d.Mengembangkan peserta 9,10, 11 15,16, 6 7,8 12,13, 14,17, 18,19
didik untuk mengaktualisasikan potensi yang dimiliki 3. Kompetensi profesional a. Menguasi substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi
b.Menguasai langkah- langkah penelitian dan kajian kritis untuk menambah wawasan dan memperdalam
pengetahuan atau materi bidang studi. 20 26,27 21,22, 23,24, 25 4. Kompetensi sosial
a. Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik b.Mampu berkomunikasi dan
bergaul secara efektif dengan sesama pendidik dan tenaga kependidikan c. Mampu berkomunikasi dan
bergaul secara efektif dengan orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar
28
29
31 30
Masing- masing indikator tersebut di atas dalam penelitian ini akan dinyatakan dalam bentuk pernyataan dan diukur dalam skala sikap dari skala Likert: SS (sangat setuju) =5, S (setuju) =4, RR (ragu-ragu) =3, TS (tidak setuju) =2, STS (sangat tidak setuju) =1 untuk pernyataan positif. Sedangkan untuk pernyataan negatif akan dinyatakan sebaga i berikut: SS (sangat setuju) =1, S (setuju) =2, RR (ragu-ragu) =3, TS (tidak setuju) =4, STS (sangat tidak setuju) =5.
Tingkat pendidikan guru adalah tingkat pendidikan yang diselenggarakan secara berkelanjutan yang berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik dan tingkat kerumitan pembelajaran (Siagian, 1988:185). Berikut ini disajikan tabel pemberian skor terhadap variabel tingkat pendidikan guru.
Tabel 3.2
Operasionalisasi Variabel Tingkat Pendidikan Guru
No Tingkat Pendidikan Guru Skor
1. <D4/S1 1
2. D4/S1 2
3. >D4/S1 3
3. Masa Kerja Guru
Masa kerja guru adalah lamanya pengalaman mengajar seseorang setelah menjadi guru. Masa kerja dihitung selama seseorang menjadi guru. Bagi guru PNS masa kerja dihitung mulai dari diterbitkannya surat keterangan melaksanakan tugas berdasarkan SK CPNS. Bagi guru non PNS masa kerja dihitung selama guru mengajar yang dibuktikan dengan surat keputusan dari Sekolah berdasarkan surat pengangkatan dari Yayasan (http://faq04_pdf - pdf2html_files). Berikut ini disajikan pemberian skor masa kerja guru:
Tabel 3.3
Operasionalisasi Variabel Masa Kerja Guru
No Masa Kerja Guru Skor
1. 2 – 4 tahun 1 2. 5 – 7 tahun 2 3. 8 – 10 tahun 3 4. 11 – 13 tahun 4 5. 14 – 16 tahun 5 6. 17 – 19 tahun 6 7. 20 – 22 tahun 7
8. 23 – 25 tahun 8
9. >25 tahun 9
4. Beban Mengajar Guru
Beban mengajar guru adalah jumlah jam mengajar per minggu yang dilakukan oleh guru. Mengajar merupakan tugas pokok yang harus dilakukan guru sebelum guru memperole h haknya. Beban mengajar merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk dapat mengikuti program sertifikasi guru dalam jabatan. Seperti tercantum dalam Peraturan Menteri No. 18 Tahun 2007, pasal 6, dan atau dalam pasal 35 ayat (1) UU Guru dan Dosen dimana untuk dapat mengikuti program sertifikasi, beban mengajar guru sekurang-kurangnya 24 jam tatap muka dan sebanyak-banyaknya 40 jam tatap muka per minggu, baik untuk guru PNS maupun guru non PNS (guru swasta). Berikut ini disajikan tabel operasionalisasi variabel beban mengajar guru:
Tabel 3.4
Operasionalisasi Variabel Beban Mengajar Guru
No Beban Mengajar Guru Skor
1 < 24 jam mengajar 1
2 = 24 jam mengajar 2
5. Status Guru
Status guru adalah kedudukan guru dilihat dari prototipenya dalam suatu sistem sosial (Sahertian, 1994:10). Guru dikatakan berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), bilamana sistem pengangkatan, penempatan, pemindahan, dan pemberhentian diatur oleh peraturan pemerintah (PP Nomor 48 Tahun 2005 pasal 1). Sebelum menjadi diangkat menjadi PNS, guru berstatus CPNS
(Calon Pegawai Negeri Sipil) atau guru bantu/honorer. Sedangkan guru yang berstatus swasta adalah guru yang diangkat oleh satuan kerja dengan kesepakatan kerja bersama. Guru non PNS dibedakan menjadi guru tetap dan guru kontrak. Yang dimaksud guru dalam jabatan dalam program sertifikasi guru dalam jabatan adalah guru PNS dan non PNS yang sudah mengajar pada satuan pendidik, baik yang diselenggarakan pemerintah, pemerintah daerah, maupun masyarakat, dan sudah mempunyai perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama (http://pedoman_penetapan_ peserta_pdf-df2html.htm). Berikut ini disajikan tabel operasionalisasi variabel status guru:
Tabel 3.5
Operasionalisasi Variabel Status Guru
No Status Guru Skor
1 Guru honorer dan guru kontrak 1
2 Guru PNS dan guru tetap yayasan 2