OPERASIONALISASI VARIABEL
3.5 Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling .1 Populasi .1 Populasi
Sugiyono (2011:61) mengemukakan populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang di tetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Berdasarkan pengertian di atas, maka populasi bukan hanya
82
Liana Sukmawati, 2013
Pengaruh Kinerja Bauran Promosi Terhadap Keputusan Menggunakan Paket Outbound Di
orang, tetapi juga objek dan benda–benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek itu.
Langkah awal seorang peneliti harus menentukan jelas mengenai populasi yang menjadi sasaran penelitian yang disebut dengan populasi sasaran (target population) yaitu populasi yang nantinya akan menjadi cakupan kesimpulan penelitian. Maka dari itu dalam penelitian ini yang menjadi populasi yaitu wisatawan yang datang berkunjung ke Ciwangun Indah Camp tahun 2011 adalah 104890 yang memutuskan menggunakan paket outbound.
3.5.2 Sampel
Menurut Malhotra (2005:364), agar diperoleh sampel yang representatif dari populasi maka setiap subjek diupayakan untuk memiliki peluang yang sama untuk menjadi sampel. Dalam suatu penelitian tidak mungkin semua populasi diteliti, dalam hal ini disebabkan beberapa faktor, diantaranya keterbatasan biaya, tenaga, dan waktu yang tersedia. Maka dari itulah peneliti diperkenankan mengambil sebagian dari objek populasi yang ditentukan, dengan catatan bagian yang diambil tersebut mewakili yang lain yang tidak diteliti. Menurut Sugiyono (2011:62) mengemukakan bahwa:
Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga, dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili).
Ukuran sampel tersebut diperoleh berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan rumus Slovin Husein Umar (2009:78) yaitu sebagai berikut:
Dimana:
n = Ukuran sampel N = Ukuran populasi
e = Kelonggaran ketidak telitian karena kesalahan sampel yang dapat ditolelir
n = 104890
1+ 104890 (0,1)2
= 99,905≈ 100
Berdasarkan dari hasil perhitungan di atas, maka ukuran sampel minimal dalam penelitian ini adalah sebanyak 100. Menurut Winarno Sirakhmad (2002:100) bahwa, “untuk menjamin ada baiknya sampel selalu ditambah sedikit
lagi dari jumlah matematik.” Hal tersebut bertujuan agar sempel yang digunakan
dalam penelitian ini berjumlah 100 orang responden. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini untuk masing-masing subpopulasi berbeda, sehingga perlu dicari faktor pembanding dari tiap subpopulasi yang sering disebut sample fraction (f) yaitu sebagai berikut:
(Husein Umar, 2009:89) fi = Ni
84
Liana Sukmawati, 2013
Pengaruh Kinerja Bauran Promosi Terhadap Keputusan Menggunakan Paket Outbound Di
3.5.3 Teknik Sampling
Teknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian. Sugiyono (2011: 62) mengemukakan bahwa teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik systematic random sampling. Menurut Sugiyono (2011: 64) mengemukakan bahwa ” metode
pengambilan acak sistematis adalah metode untuk mengambil sampel secara sistematis dengan jarak atau interval tertentu dari suatu kerangka sampel yang
telah diuraikan. ” Dengan demikian tersedianya suatu populasi sasaran yang tersusun (ordered population target) merupakan pra-syarat penting bgi dimungkinkannya pelaksanaan pengambilan sampel dengan metode acak sistematis.
Langkah-langkah teknik penarikan sampel dalam penelitian ini, sebagai berikut:
1. Menentukan populasi sasaran. Dalam hal ini populasi sasaran adalah wisatawan yang menggunakan paket outbound di Ciwangun Indah Camp. 2. Menentukan sebuah check point pada objek yang akan diteliti, dalam hal
ini check pointnya adalah Ciwangun Indah Camp.
3. Menentukan waktu yang akan digunakan untuk menentukan sampling. Dalam penelitian ini waktu konkrit yang digunakan peneliti adalah pukul 10.00-16.00 WIB, yang dilakukan pada hari sabtu dan minggu. Kenapa? Karena wisatawan yang datang kebanyakan pada hari libur tepatnya pada hari sabtu dan minggu.
4. Melakukan orientasi secara cermat terhadap check point, dengan memperhatikan secara cermat berapa jumlah wisatawan yang datang dan penyebaran dilakukan di sekitar area mana saja.
5. Menentukan ukuran kecukupan sampel yang diambil.
3.6Teknik Pengumpulan Data, Pengujian Validitas dan Reliabilitas
3.6.1 Teknik Pengumpulan Data
Menurut Sugiyono (2011:401) mengatakan bahwa teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Cara untuk mencari dan memperoleh data mengenai variabel (x) yaitu kinerja bauran promosi dan variabel (y) yaitu keputusan menggunakan paket outbound. Menurut Sugiyono (2011: 29) mengatakan bahwa setiap peneliti harus dapat menyajikan data yang telah diperoleh, baik yang diperoleh melalui observasi, wawancara kuesioner (angket), maupun dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang peneliti lakukan dalam teknik pengumpulan data untuk dapat menjawab tujuan hipotesis yaitu dengan cara penyebaran kuesioner (angket). Kuesioner (angket) menurut Sugiyono (2011: 172) merupakan teknik pengumpulan data melalui penyebaran seperangkat daftar pertanyaan tertulis yang digunakan bila responden jumlahnya besar dapat membaca dengan baik, dan dapat mengungkapkan hal – hal yang sifatnya rahasia. 3.6.2 Hasil Pengujian Validitas dan Reliabilitas.
3.6.2.1 Hasil Pengujian Validitas
Menurut Arikunto (2009: 145) yang dimaksud dengan validitas adalah
”Suatu ukuran yang menunjukan tingkat kevalidan dan kesahihan suatu
86
Liana Sukmawati, 2013
Pengaruh Kinerja Bauran Promosi Terhadap Keputusan Menggunakan Paket Outbound Di
alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrument tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur. Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas yang tinggi. Sebaliknya instrumen yang kurang memiliki validitas rendah. Setelah data diubah menjadi data interval, maka dapat dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas.
Teknik perhitungan yang digunakan untuk menganalisa validitas ini adalah teknik korelasional biasa, yaitu korelasi antara skor-skor yang divalidasikan dengan skor tolak ukurnya dari responden yang sama. Oleh karena itu benar atau tidaknya data sangat menentukan mutu hasil penelitian. Sedangkan benar tidaknya data tergantung dari baik tidaknya instrumen. Dengan menggunakan instrument yang valid dan reliabel dalam pengumpulan data, maka diharapkan hasil penelitian akan menjadi valid dan reliabel.
Tipe validitas yang digunakan adalah validitas konstruk. Validitas konstruk dapat digunakan menurut pendapat dari para ahli (judgment experts), lalu instrument dikonstruksi tentang aspek–aspek yang akan diukur berlandaskan teori. Setelah instrument disetujui oleh para ahli, maka untuk menguji validitas konstruk yaitu dilakukan dengan analisis faktor. Analisis faktor adalah dengan mengkorelasikan antar skor item instrument dalam suatu faktor, dan mengkorelasikan skor faktor dengan skor total. Korelasi antara skor faktor dengan skor totalnya harus signifikan. Berdasarkan ukuran statistik, bila ternyata skor semua item yang disusun berdasarkan dimensi konsep korelasi skor totalnya, maka dapat dikatakan bahwa alat ukur tersebut mempunyai validitas.
Adapun rumus yang digunakan adalah rumus korelasi product moment yang dikemukakan oleh Pearson sebagai berikut:
(Husein Umar, 2009:131) Dimana:
r = korelasi antara variabel X dan variabel Y, dua variabel yang dikorelasikan.
X = skor untuk pernyataan yang dipilih Y = skor total
n = jumlah responden
Nilai t dibandingkan dengan rumus harga ttabel dengan dk=n-2, dan taraf signifikasi =0,1. Jika thitung ≥ ttabel maka data tersebut valid. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan software komputer SPSS 20.0 menunjukan item-item dalam pertanyaan valid karena lebih besar dibandingkan dengan
yang bernilai 0,306.
TABEL 3.2