• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

D. Teori Portofolio Modern

6. Portofolio Optimal

Seorang investor akan dihadapkan pada banyak pilihan yang memerlukan analisis serta perhitungan yang matang agar memperoleh return yang sesuai dengan harapan serta risiko yang dapat dikelola dengan baik. Yang penting bagi investor adalah bagaimana menentukkan portofolio yang dapat memberikan kombinasi return dan risk yang optimum. Portofolio efisien adalah portofolio yang menyediakan tingkat keuntungan diharapkan yang maksimum dengan tingkat risiko tertentu, atau portofolio yang menawarkan risiko terendah dengan tingkat return tertentu.

Sedangkan portofolio optimal adalah portofolio yang dipilih investor dari sekian banyak pilihan yang ada pada portofolio efisien. Pemilihan portofolio optimal didasarkan pada preferensi investor terhadap return harapan dan risiko yang ditunjukkan pada kurva berikut ini:33

Gambar 2.4

Portofolio Efisien dan Portofolio Optimal

Return yang diharapkan, Rp

U2 U1 Garis Permukaan Efisien B-C-D-E D E C G B H Titik-titik Portofolio A Optimal B, C, D, E Risiko, σp

Sumber : Eduardus Tandelilin, Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio, h. 161

Garis vertikal pada Gambar 2.1 di atas menunjukkan tingkat return harapan, sedangkan garis horizontal menggambarkan tingkat risiko portofolio. Bidang ABCDEGH dalam gambar diatas menunjukkan kumpulan portofolio yang tersedia bagi investor. Bagian yang ditunjukkan oleh garis BCDE disebut sebagai permukaan

33

efisien (Efficient Frontier), yaitu kombinasi aset-aset yang membentuk portofolio yang efisien. Bagian ini merupakan bagian yang mendominasi (lebih baik) dibandingkan dengan titik-titik lainnya (A,G,H). Bagian yang ditunjukkan oleh titik BCDE merupakan pilihan-pilihan portofolio terbaik bagi investor dibanding AGH, karena BCDE mampu menawarkan tingkat return yang lebih tinggi dengan risiko yang sama dibanding bagian AGH. Sebagai contoh, jika portofolio pada titik B kita bandingkan dengan portofolio titik A, maka akan terlihat bahwa portofolio B mampu memberikan tingkat return yang lebih tinggi pada tingkat risiko yang hampir sama dengan titik A. Demikian pula halnya dengan titik-titik C, D, dan E yang terlihat lebih baik (dominan) dibanding titik G dan H, karena mampu menawarkan tingkat return yang lebih tinggi pada tingkat risiko yang sama dengan titik. Oleh karenanya, pilihan investor nantinya akan berada di titik-titik yang ditunjukkan oleh garis BCDE dalam gambar tersebut.

Salah satu titik kombinasi portofolio yang dipilih investor dari garis BCDE disebut sebagai portofolio optimal. Pemilihan portofolio optimal ditentukan oleh preferensi investor terhadap return harapan dan risiko. Preferensi investor ditunjukkan oleh kurva indeferen (u1, dan u2). Dalam gambar di atas, terlihat bahwa

kurva indeferen investor bertemu dengan permukaan efisien pada titik D. Artinya, portofolio optimal bagi investor tersebut adalah portofolio pada titik D, karena portofolio D tersebut menawarkan return harapan dan risiko yang sesuai dengan preferensi investor tersebut.

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dari Model Markowitz, yaitu:34

a. Semua titik portofolio yang ada dalam permukaan efisien mempunyai kedudukan yang sama antara satu dengan lainnya. Artinya, tidak ada titik- titik portofolio di sepanjang garis permukaan efisien yang mendominasi titik portofolio lainnya yang sama-sama berada pada garis permukaan efisien. b. Model Markowitz tidak memasukkan isu bahwa investor boleh meminjam

dana untuk membiayai investasi portofolio pada aset yang berisiko. Model Markowitz juga belum memperhitungkan kemungkinan investor untuk melakukan investasi pada aset bebas risiko.

c. Dalam kenyataannya, investor yang berbeda-beda akan mengestimasi input yang berbeda pula ke dalam Model Markowitz, sehingga garis permukaan efisien yang dihasilkan juga berbeda-beda bagi masing-masing investor tersebut.

E. TIPE INVESTOR

Orientasi investasi keuangan setiap orang berbeda-beda. Hal ini bergantung pada kondisi ekonomi dan tingkat pemahaman serta pengetahuan seseorang terhadap masalah-masalah yang berhubungan dengan pengelolaan keuangan. Perbedaan ini akan berpengaruh kepada keputusan seseorang dalam memilih jenis investasi yang akan ia gunakan untuk mengelola kelebihan dana yang dimilikinya.

34

Secara umum orang yang berinvestasi (investor) ada 3 tipe yaitu:35

1. Konservatif : Sangat takut / tidak berani menghadapi resiko investasi. Tipe Konservatif akan memilih jenis investasi berpendapatan tetap misalnya deposito, pasar uang, reksadana pendapatan tetap dan obligasi. Tipe investor yang cenderung bermain di instrumen investasi yang aman dan risikonya rendah.

2. Moderat : Bersikap berhati-hati ketika melakukan investasi dan cenderung tidak berani mengambil resiko. Tipe Moderat akan menempatkan dananya pada jenis investasi pasar modal (ekuitas), reksadana campuran dan jenis investasi berpendapatan tetap dan dan sebagian kecil saham. Investor moderat, adalah investor yang memiliki tingkat toleransi terhadap risiko lebih tinggi asalkan imbal hasilnya sepadan.

3. Agresif: Disebut juga dengan Risk Taker. Tipe ini sangat berani menghadapi resiko. Risk Taker merasa tidak nyaman apabila berinvestasi pada jenis investasi yang memberikan hasil (return) kecil. Ia sangat percaya bahwa berinvestasi pada instrumen yang beresiko tinggi berarti ia berpotensi mendapatkan hasil yang tinggi (high risk – high return). Tipe Agresif akan menempatkan dananya pada jenis investasi dominan ke saham (ekuitas). Investor agresif, adalah investor dengan tingkat toleransi risiko yang tinggi.

35“Tipe Investor”

artikel diakses pada tanggal 10 September 2011 dari http://asuransitakaful.net/tips- memilih-asuransi/tipe-tipe-investor/

Pada investor ini, justru gembira bila bertemu dengan instrumen investasi yang risikonya tinggi. Bahkan pada skala ekstrim, ia menjadi spekulan.

Banyak ahli mengasosiasikan usia dengan ketiga jenis investor tersebut. Dikatakan, usia 20an-35 adalah investor tipe agresif, usia 35-50 adalah tipe moderat, sedangkan 50-dst adalah orang cenderung bertipe konservatif.

Pada tabel di bawah ini terdapat beberapa strategi yang bisa Anda pakai sesuai dengan kemampuan menanggung risiko. Pada prinsipnya semakin konservatif, time horizon investasi investor sebaiknya semakin panjang. 36

Tabel 2.5 Tipe Investor

Investor Konservatif Investor Moderat Investor Agresif

Reksa dana / Unit Link. Jika ingin bertransaksi sendiri, belilah saham blue chip atau yang liquiditasnya tinggi. Saham seperti ini biarpun turun, suatu saat pasti naik lagi. Hindari saham-saham yang tidak jelas/gorengan.

Selain membeli saham blue chip, Anda juga bisa membeli saham lapis kedua. Kira-kira porsi sahamnya blue chip : lapis kedua = 70% : 30% atau 80% : 20%

Selain saham blue chip dan lapis kedua, lapis ketiga juga bisa menjadi sasaran (saham

gorengan). Namun jangan semua uang Anda di mainkan saham gorengan

Long term investment (investasi jangka panjang), memegang saham 1-5 tahun. Bisa melakukan investasi jangka menengah, yaitu memegang saham 3 bulan-1 tahun.

Strategi lebih bervariasi. Bahkan bisa menjadi day trader.

Bisa juga Anda melakukan swing trading, memegang saham dalam kurun waktu beberapa hari-3 bulan.

36 “Tipe

-tipe Investor” artikel diakses pada tanggal 10 September 2011 dari

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan pada sekumpulan data saham syariah yang terdaftar pada Daftar Efek Syariah (DES) ter-update yang dikeluarkan pada bulan November 2010 berdasarkan keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep- 523/BL/2010. Data saham tersebut untuk kurun waktu Januari – Desember 2010.

Dokumen terkait