• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pada babak Kualifikasi (QTT), maka posisi start ditentukan berdasarkan catatan waktu terbaik dicapai masing-masing Pembalap

Apabila tidak dilakukan babak Kualifikasi (berdasarkan waktu tercepat)

Maka dapat dilakukan dengan cara start bersamaan untuk mencari grid position, (QTT 5 lap), maka penentuan posisi start pada saat QTT 5 Lap, harus dilakukan dengan cara undian, dimana dipisahkan undian untuk pembalap kelas FFA (start pada row terdepan), Pemula A (start pada row tengah), Pemula B (start pada row belakang)

Apabila karena satu dan lain hal, sautu kelas, tidak dapat dilakukan penentuan grid dengan cara waktu tercepat atau , QTT

maka posisi start dapat ditentukan dengan cara :

Page 33 of 36 Susunan Posisi Start.

berdasarkan posisi grid pada sirkuit

(jarak antara pembalap minimal 180cm – diukur dari ban ke ban, pada kondisi sirkuit tanpa tanda grid)

Posisi Start disusun miring (eselon) dengan jarak minimal 1 x ukuran ban untuk setiap row nya Baris pertama (row 1) : minimal 3 pembalap, maksimal 5 pembalap,

(pada kondisi sirkuit tanpa tanda grid)

Baris kedua : minimal 3 pembalap, maksimal 4 pembalap, (posisi baris kedua di sela sela baris pertama)

Baris ketiga : minimal 3 pembalap, maksimal 5 pembalap, (posisi baris ketiga di sela sela baris kedua)

Dst

Maksimal Baris 10 baris

Maksimal jumlah peserta dalam 1 x balapan 30 peserta (minimal panjang lintasan balap diatas >1.000Meter)

Jika panjang lintasan balap (sirkuit) dibawah <1.000Meter, maka peserta dibatasi hanya 20 Peserta.

Page 34 of 36 Draft Jadwal Balapan Vespa

Kode Jam Minimal Kegiatan

5 mnt Persiapan kendaraan kelas S masuk ke sirkuit

WL1 1 Lap (2 mnt) Warming Up Lap

RACE1

30 Menit atau Jarak 10Km atau Min 8 Lap (max 10 Lap)

Balapan Kelas S

Rest 5 mnt Istirahat

5 mnt Persiapan kendaraan kelas T masuk ke sirkuit

WL2 1 Lap (2 mnt) Warming Up Lap Kelas T

RACE2

30 Menit atau Jarak 10Km atau Min 8 Lap (max 10 Lap)

Balapan Kelas T

Rest 5 mnt Istirahat

5 mnt Persiapan kendaraan kelas FFA masuk ke sirkuit

WL3 1 Lap (2 mnt) Warming Up Lap Kelas FFA

RACE3

30 Menit atau Jarak 10Km atau Min 8 Lap (max 10 Lap)

Balapan Kelas FFA

Rest 30 mnt Istirahat

SCE 90 mnt Scrutineering bagian dalam mesin (khusus pemenang perlombaan)

Piala 1 10 mnt Pembagian piala Kelas S

Piala 2 10 mnt Pembagian piala Kelas T

Piala 3 10 mnt Pembagian piala Kelas FFA

11. SISTEM PERLOMBAAN.

Dengan mempertimbangkan jumlah Pembalap yang mengikuti perlombaan serta panjang dan lebar jalur balap, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan aspek “Safety”, maka perlombaan dapat dilaksanakan dengan sistem-sistem sebagai berikut :

11.1. Sistem Nilai/Point System.

Pembalap-Pembalap yang menyelesaikan tiap race (finisher), memperoleh nilai sesuai dengan ketentuan yang berlaku (lihat pasal : 17, Peraturan Umum Balap Sepeda Motor). Urutan pemenang perlombaan yang mempergunakan sistem ini, ditentukan oleh jumlah nilai yang diperoleh masing-masing Pembalap pada kelas yang di ikuti.

Apabila terdapat lebih dari seorang Pembalap yang memperoleh nilai sama, maka urutan/peringkatnya ditentukan sesuai peraturan yang berlaku (lihat pasal 17 : Peraturan Umum Balap Motor Indonesia). Dimana pembalap yang mengikuti kejuaraan seri yang diselenggarakan oleh VBI, wajib mengikuti seluruh seri kejuaraan atau berdasarkan keputusan panitia penyelenggara. Dan jika seorang pembalap tidak mengikuti salah satu seri, maka point yang telah diperoleh dihapus.

11.2. Sistem Penyisihan (khusus untuk balapan dimana 1 kelas diikuti lebih dari 30 peserta). Dalam sistem ini perlombaan dibagi menjadi Babak Penyisihan dan Babak Final.

Pembalap yang mengikuti perlombaan ini, dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengikuti Babak Penyisihan.

Page 35 of 36 11.2.1 Babak Penyisihan.

Babak Penyisihan dilaksanakan secara kelompok demi kelompok. Pembalap seeded berhak langsung mengikuti Babak Final, tanpa melalui babak penyisihan.

Jumlah Pembalap yang berhak mengikuti Babak Final, ditentukan berdasarkan urutan finish pada saat babak penyisihan.

peserta yang mengikuti babak penyisihan diumumkan pada saat Briefing Peserta. 11.2.2 Babak Final.

Jumlah Pembalap yang berhak mengikuti ke Babak Final, ditentukan dan tercantum dalam Peraturan Pelengkap.

Tenggang waktu (interval) antara start Babak Final dengan start Babak Penyisihan, setidak-tidaknya 20 menit.

12. START.

Start dilakukan dalam keadaan mesin hidup/menyala. Tata cara start tercantum dalam pasal 7.1.1. Peraturan Umum Balap Motor.

Untuk start dengan jumlah peserta diatas 25 peserta, untuk faktor keamanan, maka start dilakukan dengan cara rolling start sebanyak sekurang kurangnya 1 lap atau berdasarkan keputusan pemimpin perlombaan dengan tetap memperhatikan faktor keamanan pembalap. Balapan dimulai dengan tanda dikibarkannya bendera start atau tanda lampu hijau menyala Melakukan jump start (sanksi hukuman masuk pit)

13. PADA SAAT PERLOMBAAN

Start ditandai dengan pengibaran bendera start atau lampu hijau menyala

Dilarang menyusul pada saat terjadi kecelakaan atau gangguan di lintasan balap (ditandai dengan dikibarkannya bendera kuning), dimana peserta dilarang untuk mendahului peserta yang didepannya.

Peserta yang di over lap, wajib member jalan kepada peserta yang dibelakangnya maksimal 3 tikungan, ditandai dengan pengibaran bendera berwarna biru (sanksi hukuman masuk pit). Junjung tinggi sportivitas selama balapan.

14. URUTAN PEMENANG / PERINGKAT.

Penentuan peringkat, di sesuai dengan pasal : 12.1, Peraturan Umum Balap Sepeda Motor Nasional atau berdasarkan sepekatan penyelenggara kejuaraan serie khusus Vespa. e. PROTES DAN BANDING.

Hak dan tatacara pengajuan protes dan/atau banding diatur dalam Peraturan Dasar tentang Disiplin dan Peradilan (Peraturan Dasar Olahraga Sepeda Motor Nasional) atau berdasarkan sepekatan penyelenggara balap motor khusus Vespa atau mengacu pada peraturan no 8 tentang PEMERIKSAAN TEKNIK (SCRUTINEERING),

Protes harus dilakukan dengan mengajukan secara tertulis, di kertas dan ditanda tangani oleh para pihak yang melakukan protes, selambat lambat nya 30 menit setelah balapan pada kelas yang diprotes selesai.

Dokumen protes wajib menuliskan nama / team yang melakukan protes, hal yang ingin diprotes (maksimum 3 hal yang dicurigai telah dilakukan kecurangan).

Protes tidak dapat diterima jika hanya bersifat lisan.

Protes (khusus untuk Vespa 2T) hanya dapat dilakukan jika ada protes minimal 3

pembalap dan atau 3 team balap, dan harus mewakili 3 bengkel yang berbeda, dan masing masing pihak yang protes memberikan uang jaminan Rp. 500.000,- /pembalap kepada panitia penyelenggara (dana digunakan untuk keperluan penggantian biaya bongkar mesin) .

Page 36 of 36

Protes (khusus untuk Vespa 4T) hanya dapat dilakukan jika ada protes minimal 3

pembalap dan atau 3 team balap, dan harus mewakili 3 bengkel yang berbeda, dan masing masing pihak yang protes memberikan uang jaminan Rp. 1.500.000,- /pembalap atau per team, kepada panitia penyelenggara (dana digunakan untuk keperluan penggantian biaya bongkar mesin dan kerusakan parts akibat pembongkaran) .

Jika tidak terjadi titik temu dan tidak ada keputusan dari protes yang diajukan, maka

Dokumen terkait