• Tidak ada hasil yang ditemukan

Posting langsung dengan mesin atau payroll board

E. PERHITUGAN GAJI UPAH

2. Posting langsung dengan mesin atau payroll board

2. Metode tanpa buku pembantu

(1). Metode Tangan

a. Langkah Persiapan

Bagian gaji dan upah menerima catatan waktu hadir dan waktu kerja dari pencatat waktu. Catatan waktu hadir mingguan dibandingkan dengan catatan waktu kerja, kemudian catatan waktu hadir digunakan sebagai dasar untuk menyusun daftar gaji dan upah.

b. Langkah Penyusunan

tarif dan mengalikan angka-angka dalam daftar gaji dilakukan dengan tangan atau dengan mesin tik. Setelah hasil perkalian diperoleh, ditambahkan dengan tunjangan-tunjangan sehingga didapat gaji kotor masing-masing karyawan.

Langkah berikutnya memasukkan potongan-potongan terhadap gaji sehingga dapat diperoleh jumlah gaji bersih. Penyusunan daftar gaji dengan cara pen dan ink memiliki kelemahan yakni adanya penulisan yang sama secara berulang-ulang, misalnya nama pegawai, nomor kartu kredit, dan sebagainya. Untuk menghindari pekerjaan yang berulang-ulang ini maka dapat digunakan cara dengan mesin.

(2). Posting Langsung Dengan Mesin

karyawan, sedangkan formulir-formulir lainnya diletakkan dibawah cek gaji, diberi karbon, sehingga data dalam cek gaji akan tembus ke formulir lainya. Tembusan itu sesuai yang dinginkan maka bentuk-bentuk formulirnya dibuat sedemikian rupa sehingga sekali menulis dapat diperoleh beberapa formulir.

(3). Metode Tanpa Buku Pembantu

Dengan cara ini cek gaji dibuat rangkap empat, dimana tembusannya digunakan untuk berbagai macam tujuan. Pertama kali dibuat dulu daftar gaji, kemudian cek gaji rangkap emapat, menunjukkan data nama karyawan, tanggal, priode pembayaran, potongan-potongan gaji bersih. Lembar I lembar asli untuk karyawan, lembar II untuk laporan gaji karyawan, lembar III untuk disimpan dalam map untuk setiap karyawan, urut nomor karyawan dan dapat digunakan sebagai catatan gaji karyawan, dan lembar IV sebagai jurnal pengeluaran uang (cek register).

Prosedur Pembayaran Gaji dan Upah

Dalam prosedur pendistribusian gaji dan upah biaya tenaga kerja didistribusikan kepada departemen-departemen yang menikmati manfaat tenaga kerja. Distribusi biaya tenaga kerja ini dimaksudkan untuk pengendalian biaya.

Prosedur Pembayaran Gaji dan upah

Prosedur pemberian gaji dan upah melibatkan bagian hutang dan bagian kas. Bagian hutang membuat perintah pengeluaran kas menguangkan cek tersebut ke bank dan memasukkan ke amplop gaji dan upah. Pembayaran gaji dan upah dapat dikakukan dengan membagikan cek gaji dan upah kepada karyawan .

Metode-metode pembayaran gaji dan upah dikelompokkan kedalam dua golongan yaitu:

a. Pembayaran atas dasar waktu ; jam-jam, mingguan, bulanan, atau tahunan.

b. Pembayaran atas dasar hasil ; tiap potong atau kesatuan hasil kerja.

Kedua metode masing-masing mempunyai kelemahan dan kebaikan. Kabaikan metode atas dasar waktu adalah jumlah waktu yang digunakan pekerja mudah diperiksa melalui Time Keeping System. Kelemahan metode ini kurang menekankan pada dorongan sehingga dapat mengakibatkan pekerjaan hanya sebagai pekerja rutin saja tanpa ada dorongan untuk produktivitas pekerja.

Menurut metode kedua, upah didasarkan pada hasil kerja hanya dapat diterapkan bila kesatuan hasil kerja dapat diukur. Kebaikan dari metode kedua ini adalah adanya dorongan peningkatan produktivitas, manajemen tidak mengawasi

karyawan hanya akan meningkatkan produktivitas tanpa memperhatikan kualitas sehingga membutuhkan pengawasan kualitas.

Metode penghitung waktu lebih banyak digunakan perusahaan mengingat metode ini lebih sederhana dan pengawasanya lebih mudah.

Akuntansi Gaji dan upah pada perusahaan

Sebagaimana telah kita uraikan di atas bahwa kegunaan pokok dari pengawasan intern gaji dan upah adalah untuk mengawasi jumlah gaji dan upah yang diterima karyawan, orang yang menerima gaji dan upah tersebut adalah memang karyawan perusahaan. Untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai pengawasan intern gaji dan upah yang diterapkan oleh perusahaan, maka penulis akan menguraikan bagaimana prosedur pembayaran bagian-bagian dan orang – orang yang terlibat dalam gaji dan upah tersebut.

Prosedur Pembayaran Gaji dan Upah

(1). Karyawan Staff Mingguan

Umumnya penggajian ini dilakukan dua minggu sekali, dimana jumlah gaji yang diterima relatif sama. Prosedur pembayaran sebagai berikut : karyawan untuk mengisi daftar hadir dimasukkan dalam mesin pencatatan waktu untuk pelaksanaan karyawan yang diletakkan dalam bagian ruangan kantor tanpa ada yang mengawasi. Kasir akan menghitung lamanya jam kerja dikali dengan gaji pokok dikurangi dengan potongan-potongan yang dikenakan kepada karyawan bersangkutan. Kasir akan melaporkan perincian untuk pengeluaran gaji pada direktur dari laporan kasir akan dibukukan pada biaya gaji.

Pembayaran gaji dilakukan oleh kasir sendiri, hasil perhitungan dari kartu hadir dan gaji dimasukkan kedalam amplop gaji dan diberikan kepada karyawan. Karyawan tersebut dapat menghitung kebenaran gajinya, setelah merasa cocok kartu tersebut ditanda tangani dan dikembalikan pada kasir. Kartu pengembalian ini akan diserahkan pada direktur untuk diperiksa.

(2). Karyawan Staff Bulanan

Penggajian ini langsung diberikan oleh direktur, dimana jumlah gaji yang diterima selalu sama setiap bulannya. Prosedur pembayarannya sebagai berikut : Karyawan staff bulanan juga diwajibkan untuk mengisi daftar hadir melalui mesin pencatatan waktu. Besarnya gaji yang akan diterima dihitung dari jam kerja berdasarkan daftar hadir dan dikalikan gaji pokok dan setelah itu dikurangi potongan-potongan. Pembayaran gaji untuk karyawan staf bulanan ini dilakukan pada akhir bulan.

(3) Karyawan Non staff

Cara penggajian karyawan non staf sama, setiap karyawan memasukkan daftar hadir ke mesin pencatat waktu yang diletakkan di kamar piket. Kamar ini ditemui setelah melewati pintu gerbang masuk ke perusahaan dan diawasi oleh piket yang berfungsi sebagi time keeping. Kartu ini juga dipakai seminggu sekali, penggajian dilakukan pada hari jum`at dan sabtu. Bagi karyawan yang istirahat pada hari minggu penggajian dilakukan pada hari sabtu. Bagian penggajian ini akan menghitung besarnya upah karyawan non Staff dari daftar hadir dan untuk lembur dan potongan dibuat dalam lampiran.

Setelah bagian penggajian selesai menghitung kartu hadir untuk upah karyawan non staf, kartu tersebut akan diserahkan pada kasir untuk dicek lagi, setelah diceking itu barulah kasir akan melaporkan pada direktur besarnya upah karyawan non staff dan direktur akan menarik uang dari bank. Hasil penarikan uang tunai akan diberikan kepada bagian penggajian.

Pada saat penggajian, setiap karyawan menyebutkan namanya, nomor dan bagiannya masing-masing untuk mendapatkan kartu. Kemudian yang bersangkutan menandatangani dan upah akan diberikan kepada bagian penggajian secara langsung. Kartu yang telah ditanda tangani harus dikembalikan pada bagian penggajian. Bagian penggajian ini akan memuat laporan ringkasan pada kasir bersama kartu tersebut dan terakhir kasir memberikannya pada direktur.

BAB III

ANALISA DAN EVALUASI

Dokumen terkait