• Tidak ada hasil yang ditemukan

Posyandu mandiri

Dalam dokumen To Ukdi Unhas (Halaman 53-65)

D. Patologi forensik E. Biomolekuler forensik

4. Posyandu mandiri

Posyandu ini berarti sudah dapat melakukan kegiatan secara teratur, cakupan 5 program utama sudah bagus, ada program tambahan dan Dana Sehat telah menjangkau lebih dari 50% KK. Intervensinya adalah pembinaan Dana Sehat, yaitu diarahkan agar Dana Sehat tersebut menggunakan prinsip JPKM.

222. Jumlah penduduk pada 1 Januari 2008 yaitu 90.000 jiwa, dan pada 31 Desember 2008 menjadi 110.000 jiwa. Kasus lama bulan Januari 50, kasus baru 10. Kasus baru bulan Maret 15, bulan Mei 10 kasus, bulan Juli 5 kasus, Agustus 10 kasus, September 20 kasus, Desember 10 kasus. Berapa angka kesakitan ? a. Insidens rate .... % b. Prevalence rate ...% c. Attack rate ...% d. .... e. .... Jawaban :

Insiden rate = Jumlah kasus baru di wilayah ttt pada periode tertentu /populasi yg beresiko yah di wilapd periode waktu yg sama x 100%

Prevalensi rate = Jumlah kasus lama dan barupenyakit ttt, di wilayah ttt, pd periode ttt / Jumlah penduduk beresiko di wilayah ttt, periode ttt x 100%

Attack Rate=Jumlah kasus penyakit ditemukan/Jumlah resiko terpapar x100%

223. Seorang Peneliti ingin meneliti hubungan kanker hepar dengan konsumsi alkohol selama 5 tahun. Jenis penelitian yang digunakan? a. Kohort b. Cross-sectional c. Retrospective d. Case-control e. Deskriptif Jawaban : D

- Di lihat kasusnya dulu, kemudian di cari faktor resiko  retrospektif

224. Sekeluarga tinggal di rumah bambu, tidak punya jendela, lantai pasir. Salah satu anggota keluarga terkena TB. Penanganan non-farmakologis dari Puskesmas yaitu :

a. Konsultasi keluarga b. Membuatkan jendela c. ...

225. Peneliti meneliti suatu daerah dengan jumlah populasi 1000 orang, terdapat 300 orang merokok dan 75 orang terkena peny.jantung koroner, sisanya (700orang) yang tidak merokok 50 orang di antaranya terkena peny.jantung koroner dalam 5 tahun. Jenis penelitian yang digunakan?

a. Kohort

b. Cross-sectional c. Retrospective d. Case-control e. Deskriptif

226. Attack rate dari kasus di atas? (n0.8) = 80/300 x 100% = 26,6 %

227. Peneliti meneliti vaksinasi campak. Dari 1000 orang divaksinasi, 10 orang terkena campak. Dan dari 1000 orang yang tidak divaksinasi, 100 orang terkena campak. Jenis penelitian yg digunakan? Kohort

228. Resiko kena campak pada anak-anak yg tidak divaksinasi? RR = penyakit +

100 900

a/(a+b) : c/(c+d) = 10/(10+990) : 100/(100+900) = 0,1 229. Attack rate pada kasus di atas? 110/1000 x 100% = 11%

230. 8 orang anak masuk Puskesmas dengan mual, muntah, diare, dicurigai kolera. Tindakan dari Puskesmas?

a. Identifikasi etiologi b. Menentukan KLB c. ....

d. .... e. ....

231. Seorang peneliti ingin meneliti, tetapi waktunya tidak banyak. Jenis penelitian yang cocok?

a. Cross sectional b. Kohort

c. Case-kontrol d. ....

Jawaban : A

Dalam arti kata luas, studi cross sectional mencakup semua jenis penelitian yang pengukuran variabel-variabelnya dilakukan hanya satu kali, pada satu saat.

- Pada soal peneliti tidak banyak memiliki waktu buat meneliti  cross sectional

KULKEL

232. Perempuan 20 tahun, datang ke Puskesmas dengan keluhan gatal pada kedua ketiak, disertai bengkak dan luka. Riwayat pemakaian deodoran (+) pada kedua ketiak. Pada fisis ditemukan : bercak eritema, udem, papul, vesikel, dan erosi. Terapi yang tepat diberikan adalah :

a. Kompres terbuka dan antibiotik sistemik b. Antihistamin dan kortikosteroid topikal

c. Kompres tertutup, antihistamin, dan kortikosteroid topikal d. Antihistamin dan antibiotik topikal

e. Kortikosteroid topikal, antibiotik sistemik Jawaban : B

- Dignosis kasus di atas adalah DKA : suatu dermatiti (peradangan kulit) yang timbul setelah kontak dengan alergen melalui prosen sesitisasi

- Penyebab : alergen = kontaktan = sensitizer. Biasanya berupa bahan logam berat, -kosmetik (lipstik, deodoran, cat rambut), bahan perhiasan (kacamata, jam tangan, anting-anting), oba-obatan (obat kumur, sulfa, penisilin), karet (sepatu, sandal), dll

- Terapi :

o UMUM  hindari faktor penyebab o KHUSUS

 Sistemik : Antihistamin, kortikosteroid

 Topikal : Jika lesi basah diberi kompres KmnO4 1/5000. Jika sudah kering diberi kortikosteroid topikal.

233. Anak 7 tahun dengan keluhan gatal pada kedua lipatan siku dan lutut. Fisis ditemukan: kulit kering dan erosi. Riwayat penyakit yang sama (+) dan sembuh setelah diberi berobat. Riwayat

bersin-bersin setelah bermain dengan kucing. Riwayat orang tua menderita asma (+).

Reaksi hipersensitivitas pada pasien ini: a. Tipe 1 b. Tipe 2 c. Tipe 3 d. Tipe 4 e. Tipe 1 dan 2 Jawaban :

234. Laki-laki 30 tahun dengan keluhan gatal pada seluruh badan, gatal terutama jika sedang berkeringat. (Ada gambar: Kulit punggung pasien terkupas-kupas + skuama tipis di pinggir lesi). Diagnosis: a. Tinea incognita b. Tinea imbrikata c. Tinea corporis d. Tinea barbe e. Tinea manun Jawaban : C

- Tinea korporis : penyakit kulit yang di sebabkan oleh jamur soperfisial golongan dermatofita, menyerang daerah kulit tak berambut pada wajah, badan, lengan dan tungkai.

- Gejala subjektif : keluhan gatal, jika berkeringat

- Gejala objektif : makula hiperpigmentasi dengan tepi yang lebih aktif

235. Perempuan 25 tahun dengan keluhan utama timbul benjolan kecil pada wajah dan punggung. Awalnya hanya sedikit, lama kelamaan semakin banyak. Fisis ditemukan : komedo, papul, pustul, nodul. Pengobatan yang tepat pada pasien ini :

a. Retinoid topikal, antibiotik sistemik b. Retinoid topikal, antibiotik topika

c. Retinoid topical

d. Antibiotik topikal, antibiotik sistemik e. Oral isotretinoin

236. Laki-laki, 70 tahun, gatal pada kedua lengan dan lutut sejak 7 hari yang lalu, terutama di siang hari saat berada di kamarnya yang panas, sehingga pasien harus memasang kipas angin di kamarnya. Fisis: kulit kering dan erosi. Diagnosis:

a. Pruritus senilis b. Neurodermatitis c. Psoriasis gutata d. Tinea cruris e. Dermatitis atopik

237. Laki-laki 30 tahun dengan keluhan bercak putih pada punggung dan dada. Gatal bila berkeringat. Awalnya hanya muncul bercak putih berukuran kecil di punggung, tetapi lama-kelamaan semakin meluas. Fisis: makula hipopigmentasi dengan skuama tipis, berukuran variasi, numuler, berbatas tegas.

Diagnosis : Tinea Versicolor (PVC)

- Tinea versikolor adl infeksi jamur superfisial yang ditandai dengan adanya makula di kulit, skuama halus disertai rasa gatal.

- Px kulit lokalisasi : dapat terjadi dimana saja di permukaan kulit, lipat paha, ketiak, leher, punggung, dada, lengan, wajah, dan tempat-tempat tak tertutup pakaian.

- Px efloresensi / sifat-sifatnya : makula yang dapat hipopigmentasi, kecoklatan, keabuan, atau kehitam-hitaman dalam berbagai ukuran, dengan skuama halus di atasnya.

a. P. Ovale

b. T. Mentagrophyt c. T. Rubrum

d. Malassezia furfur/Pityrosporum orbiculare

239. Pada pemeriksaan KOH dapat ditemukan :

a. Hifa panjang, tidak bersepta dan bercabang --> Candidiasis b. Hifa pendek, spora di luar hifa --> bisa juga buat PV c. Sphageti dan meatball appearance

d. Swiss Chess Appearance

e. Pseudohifa, spora di luar hifa --> Candidiasis intertriginosa 240. Anak 4 tahun dengan keluhan gatal pada sela jari dan sekitar

kelaminnya, terutama di malam hari. Fisis: bintik-bintik terowangan pada sela jari. Riwayat keluarga menderita penyakit yang sama (+). Diagnosis: Skabies

241. Terapi pasien di atas : Permetrin 5%

242. Laki-laki 35 tahun dengan keluhan bintik-bintik merah dan kulit terkupas berwarna kekuningan pada wajah terutama di daerah lipatan hidung, kepala, dan dada. Gatal jika berkeringat.

Diagnosis : Dermatitis Seboroik

- Dermatitis soboroik adl peradangan kulit pada daerah yang banyak mengandung kelenjar sebasea.

- Px lokalisasi : kulit kepala. Belakang telinga, alis mata, cuping hidung, keyiak, dada, antara skapula, dan daerah supra pubis.

- Px efloresensi/sifat-sifatnya : makula eritematosa,yang ditutupi oleh papul-papul milier berbatas tak tegas, dan

skuama halus putih berminyak. Kadang-kadang ditemukan erosi dengan krusta yang sudah mengering berwarna kekuningan.

243. Terapi pasien di atas:

a. Kortikosteroid rendah d. Kortikosteroid sangat kuat b. Kortikosteroid sedang e. Kortikosteroid sedang-kuat c. Kortikosteroid kuat

Pembahasan :

• Pengobatan topical : sampo sulfur atau selenium sulfide 2%, 2-3 kali seminggu 5-10 menit. Atau sampo yg mengandung sulfur, asam salisil, zing pirition 1-2%. Kemudian steroid topical potensi sedang, krim untuk tempat tidak berambut dan losio/gel untuk daerah berambut.

(Ilmu Penyakit Kulit. Marwali harahap. Hipokrates )

244. Perempuan 25 tahun, dengan bercak kemerahan pada bagian tubuh yang terkena sentuhan pakaian, disertai gatal dan rasa perih. Diagnosis:

a. Miliaria superficial d. Miliaria kristalina b. Miliaria rubra e. Miliaria pustulosa c. Miliaria profunda

Pembahasan :

Miliaria/ keringet buntet/ biang keringat/ prickle heat adl kelainan kulit akibat retensi keringat.

Ada 3 bentuk yaitu :

• Miliaria kristalina : sumbatan di stratum korneum. di badan yg tertutup pakaian, vesikel 1-2mm putih seperti Kristal jernih,

bergerombol,menyerupai titik2 air, tanpa radang, tidak memberikan keluhan.

Miliaria rubra : sumbatan di epidermis. di badan dan tempat yg mengalami penekanan atau gesekan pakaian. Berupa papul eritematosa atau papul vesicular dg keluhan gatal dan pedih.

• Miliaria profunda : sumbatan di dermo-epidermal junction. di badan dan ektremitas berupa appul putih, keras, ukuran 1-3mm. tidak disertai gatal dan tanda peradangan.

(Ilmu Penyakit Kulit. Marwali harahap. Hipokrates & Penyakit Kulit yg Umum di Indonesia. UI)

245. Perempuan 30 tahun, dengan keluhan kulit terkupas pada daerah periorbita dan perioral. Riwayat penggunaan krim malam (+). Terapi:

a. Azitromicin 1 gram d. Eritromicin 2 gram b. Tetrasiklin 1 gram e. Doxycyclin 400 mg 5

hari

c. Metronidazole 1 gram

246. Laki-laki 35 tahun dengan bercak kemerahan pada dada dan punggung. Awalnya hanya muncul 2 bercak merah kecil pada dada, kemudian semakin meluas dan mengikuti arah sejajar kosta. Gatal dan disertai sisik halus pada pinggir lesi. Diagnosis: P. Rosea

Pembahasan :

Ptiriasis rosea mrpkn suatu eksantema peradangan ringan, blm diketahui penyebabnya. Diduga krn virus. Gejala klinik diawali

bercak induk / mother patch / Herald patch di lengan atas atau

badan bag atas. Lesi eritem numuler dg tepi lbh merah dan bersisik halus. Diikuti lesi lebih kecil mengikuti garis lipatan kulit membentuk pola pohon cemara.

(Penyakit Kulit yg Umum di Indonesia. UI)

247. Perempuan 20 tahun dengan keluhan bintil pada jari telunjuk tangan kiri. Bintil berbentuk bulat, permukaan kasar, berwarna putih keabuan, tidak nyeri, dan tidak mudah berdarah. Diagnosis: Veruka vulgaris

Pembahasan :

Veruka vulgaris mrpkn manifestasi klinis dari HPV tipe 1,2,3,4. Penularan melalui kontak langsung. Secara klinis berupa papul plak padat, berwarna abu-abu, dan permukaannya verukosa. (Penyakit Kulit yg Umum di Indonesia. UI)

243. Laki-laki 50 tahun dengan keluhan benjolan-benjolan kecil berisi air pada daerah perut, nyeri (+), gatal (+), riwayat cacar air sebelumnya namun tidak berobat. Diagnosis: H.Zoster

Pembahasan :

Herpes Zooster merupakan reaktivasi virus varisela zoster (cacar air). Gejala berupa rasa gatal dan sakitsepanjang dermatom yg terkena, kemudian muncul bercak merah yg cepat berubah menjadi papul dan vesikel yg dapat menjadi pustule pada hari ke-3.

Gangguan pada Nervus fasialis dan Optikus menimbulkan

Sindrom Ramsay-Hunt dg gejala bell’s palsy, tinnitus, vertigo,

gangguan pendengaran, nistagmus, nausea.

(Ilmu Penyakit Kulit. Marwali harahap. Hipokrates & Penyakit Kulit yg Umum di Indonesia. UI)

248. Pemeriksaan penunjang: Tzanck test Pembahasan :

Pemeriksaan laboratorik herpes zoster dengan pemeriksaan sediaan apus secara Tzank dengan ditemukannya sel dantia berinti

banyak.

(Ilmu Penyakit Kulit. Marwali harahap. Hipokrates)

249. Laki-laki 20 tahun dengan keluhan benjolan kecil berisi air pada daerah dada, nyeri (+), gatal (+). Demam dan malaise. Diagnosis: H. Zoster

Pembahasan : Sama ky no 248

250. Laki-laki 30 tahun, mengeluh keluar cairan berwarna putih kekuningan dari penisnya. 5 hari yang lalu pasien habis berhubungan seksual dengan wanita tunasusila. Pada muara OUE, ditemukan pus dan erosi. Diagnosis: Uretritis gonore Pembahasan no 251-253 :

Gonore

• Etiologi : N. Gonorrhoeae. Diplokokus gram (-)

• Masa inkubasi : pria 1-5 hr. wanita sering asimtomp.

• Gejala klinis : Pria→ duh tubuh uretra, kental, putih atau kuning, kadang mukoid atau mukopurulen, eritema dan atau edem pada meatus. Wanita → duh tubuh servik purulen atau mukopurulen kadang disertai eksudat purulen dari uretra atau kelenjar bartolini.

• Komplikasi : pria → epididimis, infertilitas. Wanita → edneksitis, kehamilan ektopik, infertilitas.

• Pengobatan

Uretritis gonore Uretritis non gonore

Pilih salah satu dari pilihan pengobatan berikut Tiamfenikol* 3,5 gr per oral, dosis tunggal

atau

Ofloksasin* 400mg per oral, dosis tunggal

Doksisiklin* 100mg per oral, 2x sehari selama 7 hari

Atau

atau

Kanamisin 2gr IM, dosis tunggal

atau

Spektinomisin 2gr IM, dosis tunggal

Azitromisin 1gr per oral dosis tunggal

Pilihan obat lain Siprofloksasin* 500mg per oral dosis tunggal

atau

Seftriaxon 250mg IM dosis tunggal

atau

Sefiksim 400mg per oral dosis tunggal

Tetrasiklin* 500mg peroral, 4xsehari selama 7 hari

atau

Eritromisin 500mg per oral, 4xsehari selama 7 hari

*) tidak boleh diberikan kpd ibu hamil, ibu mengyusui, anak di bawah 12th dan remaja

( Pedoman Penatalaksanaan Infeksi Menular Seksual. Depkes RI ) 251. Pada pemeriksaan pasien di atas ditemukan: diplokokus gram

negatif, merupakan jenis bakteri: N. Gonorrhea 252. Pengobatan pasien di atas:

a. Ceftriakson 500 mg/oral/s.d d. Metronidazole 500 mg/oral/s.d

b. Ceftriakson 1-2 gr/12 jam/IV e. Eritromicin 500 mg/oral/s.d

c. Cefiksim 400 mg/oral/s.d

253. Wanita 40 tahun, dengan keputihan disertai gatal. Inspekulo: Cairan homogen, berwarna putih keabuan, melengket. PH vagina 5,5. Pemeriksaan: sel basil tertutup epitel. Diagnosis: Bakterial vaginosis

Pembahasan : Bakterial Vaginosis

• Etiologi : Gardenerella vaginalis. Clue cell pada pewarnaan gram. Sel basil

• Inkubasi : hari – 4 minggu

• Gejala : vagina berbau amis, duh vagina tidak terlalu banyak, homogeny, putih keabu-abuan, melekat pada dinding vagina, tidak ada tanda inflamasi. pH vagina ≥4,7. Tes amin (+).

• Komplikasi : wanita hamil menyebabkan KPD, premature, BBLR.

• Terapi : metronidazol 400mg – 500mg per oral, 2xsehari selama 7 hari

Candidosis Vaginalis

• Etiologi : Candida Albicans

• Gejala : pruritus vulva, inflamasi pada introitus dan labia, disertai edeme atau fisura, duh tubuh vagina bergumpal, putih, kadang kental atau kekuningan. pH vagina ≤ 4,5.

• Terapi :

i. Mikonazol atau klotrimazol, 200mg intra vagina selama 3 hr. atau

ii. Klotrimazol 500mg intra vagina dosis tunggal.

Atau

iii. Flukonazol 150mg peroral dosis tunggal. Atau iv. Itrakonazol 200mg peroral, 2x sehari, dosis

tunggal. atau

v. Nistatin 100.000IU intravagina setiap hari selama 14hr.

( Pedoman Penatalaksanaan Infeksi Menular Seksual. Depkes RI ) 254. Laki-laki 33 tahun dengan benjolan di atas tulang bahu.

Gambar: skin bridge (+). Foto torak:TB paru lama aktif. Diagnosis: skrofuloderma

Pembahasan :

Skrofuloderma merupakan bentuk TB kutis dg tempat predileksi di leher, aksila dan lipat paha. Jika menyembuh dapat terbentuk

jembatan kulit. Histopatologi banyak sel raksasa Langhans.

(Ilmu Penyakit Kulit. Marwali harahap. Hipokrates & Penyakit Kulit yg Umum di Indonesia. UI)

255. Perempuan, 54 tahun, keluhan nyeri dan bengkak pada 1/3 distal tungkai kiri, eritema, batas tidak tegas. Pada bagian proksimalnya terdapat ulkus dan jaringan nekrotik. Riwayat DM, berobat teratur sejak 10 tahun yang lalu. Diagnosis?

a. Erysipelas b. Pemfigo bullosa c. Selulitis d. … e. … Pembahasan: Selulitis

Peradangan akut pada epidermis, desmis, dan subkutis. Disebabkan oleh streptokokus grup A dan staphylococcus aureus. Daerah kulit yg kena merupakan infiltrate edematous yg teraba panas, merah, dan luas. Pinggiran lesi tidak meninggi dan tidak berbatas tegas.

Erysipelas

Peradangan akut pada epidermis dan dermis. Didahulkui gejala prodormal malaise dan mialgia. Lesi kulit bercak eritematous yang berbatas tegas, tepi sedikit meninggi disertai radang akut, diatasnya dapat ditemukan vesikel atau bula.

(Ilmu Penyakit Kulit. Marwali harahap. Hipokrates & Penyakit Kulit yg Umum di Indonesia. UI)

256. Perempuan, 25 tahun, hamil 3 bulan, keluhan keputihan sejak 1 minggu yang lalu. Inspeksi ada leukorea dan lesi satelit pada kelamin. Terapi? a. Griseofulvin b. Ketoconazole c. Amphotericin B d. Nystatin e. Fluocystin Pembahasan :

Diagnosa : Cadidosis Vaginalis Penyebab : Candida Albican

Kandidosis kutis secara klinis tampak berupa lesi eritematous merah terang disertai lesi satelit papul dan pustule, mengenai kulit gabrosa juga di lipat payudara, intergluteal dan umbilicus.

Terapi ketokonazole 200mg/hari.

(Penyakit Kulit yg Umum di Indonesia. UI) 257. Soal-soal dengan lesi sesuai dermatom:

Diagnosis: herpes zoster Etiologi: virus varicella zoster.

258. Laki-laki, 15 tahun, keluhan macula berbentuk oval pada punggung, eritema, skuama halus, lebih merah di tepi, lebih gatal terutama saat berkeringat. Satu minggu kemudian macula timbul di seluruh perut dan punggung, pola berbentuk pohon cemara. Diagnosis? a. Pitiriasis rosea b. Pitiriasis rubra … c. Pitiriasis versicolor d. … e. … Pembahasan :

Ptiriasis rosea mrpkn suatu eksantema peradangan ringan, blm diketahui penyebabnya. Diduga krn virus. Gejala klinik diawali

bercak induk / mother patch / Herald patch di lengan atas atau

badan bag atas. Lesi eritem numuler dg tepi lbh merah dan bersisik halus. Diikuti lesi lebih kecil mengikuti garis lipatan kulit membentuk pola pohon cemara.

(Penyakit Kulit yg Umum di Indonesia. UI)

259. Keluhan bulla seluruh tubuh, eritema, memenuhi sampai ke mulut dan mukosa. Riwayat minum obat. Diagnosis?

a. Sindrom Steven-Johnson b. Fixed drug eruption c. …

d. … e. … Pembahasan :

Sindrom Steven Jonson/ eritema multiforme/ nekrolisis Epidermal Toksis ditandai dengan lesi target yg khas disertai berbagai lesi macula, pak\pul, vesikel, dan bulla.

260. Lesi berbentuk tear drop pada anak-anak. Etiologi? a. Virus varicella zoster

b. … c. … d. … e. … Pembahasan :

- Herpes Zoster dengan NPH

vesikel bergerombol unilateral sesuai dermatom dengan nyeri yang hebat seperti terbakar, ditusuk-tusuk.

- Herpes simpleks, predileksi terutama di daerah labialis dan genitalis. Penyebaran tidak sesuai dermatom.

- Varicela, lesi polimorfik menyebar sentrifugal disertai demam, bentuk seperti tetesan air.

- Dermatitis herpetiformis, lesi bilateral dengan rasa gatal.

261. Laki-laki, 25 tahun, keluhan lesi berbentuk papul pada dagu dan mulut, warna pucat, tidak nyeri, ada umbilikasi di sentral. Etiologi? a. HSV tipe 1 b. HSV tipe 2 c. HPV d. Poxvirus e. Parvovirus Pembahasan :

Diagnosis : Moluskum Kontangiosum

Adalah penyakit yg disebabkan oleh Poxvirus. Terutama menyerang anak-anak. Secara klinis ditemukan papul-papul berbentuk kubah, berwarna putih seperti lilin, dengan lekukan pada

permukaan/delle/umbilikasi, berisi massa yang mengandung

moluskum. Prinsip pengobatan mengeluarkan massa yg mengandung badan moluskum.

(Penyakit Kulit yg Umum di Indonesia. UI)

262. Laki-laki, 35 tahun, keluhan daging timbul di wajah, riwayat ulkus di kelamin, tidak nyeri. Pekerjaan supir truk antarkota. Pemeriksaan yang dibutuhkan?

a. VDRL b. Biopsi jaringan c. Kultur darah d. CD4 e. … Pembahasan : Diagnosis : Shipillis • Etiologi : T. Pallidum • Inkubasi : 2mg-3bln

• Gejala : ulkus soliter, bulat atau lonjong, dasar bersih, dengan indurasi, tidak aada rasa nyeri. Kelenjar getah bening

membesar, bilateral, kenyal, tidak nyeri tidak eritem.

• Pemeriksaan : THPA, VDRL

• Terapi :

- Benzatin benzipenisilin 2,4 jt IU, IM, 1xsehari dosis tunggal (stadium dini. 3mgg berturut-turut (std lanjut). - Pilihan obat lain : prokain benzilpenicilin 0,6 IU, IM,

1xsehari, 10hr (std dini), 3mg (std lanjut).

- Alergi penisilin : Doksisiklin 100mg oral 2xsehari atau tetrasiklin 500mg oral 4xsehari, 30hr (std dini), >30 hr (std lanjut)

( Pedoman Penatalaksanaan Infeksi Menular Seksual. Depkes RI ) 263. Regimen terapi kusta.

264. Acne vulgaris  disebabkan sumbatan pada kelenjar… a. Sebasea b. Sudorifera c. Apokrin d. … e. … Pembahasan : Akne vulgaris

Peradangan kronis unit polisebasea. Tempat predileksi wajah, leher, dada, punggung, bahu, dan lengan atas. Keluhan gatal +/-,

nyari, dan estetis. Efloresensinya berupa komedo hitam (terbuka) dan putih (tertutup), papul, pustule, nosul, kista, jaringan parut dan pigmentasi.

(Ilmu Penyakit Kulit. Marwali harahap. Hipokrates & Penyakit Kulit yg Umum di Indonesia. UI)

265. Laki-laki, … tahun, keluhan tumor di pipi sebesar kacang, warna lebih gelap dari sekitarnya, dinding tipis, melekat pada kulit, tidak nyeri. Diagnosis?

a. Atheroma b. Lipoma c. Kista dermoid d. Abses

e. …

266. Anak-anak, impetigo krustosa (papul di sekitar mulut, krusta kuning kecoklatan, dst dst), pewarnaan coccus Gram (+) berkelompok. Terapi? a. Gentamisin b. Clindamisin c. Eritromisin d. … e. … Pembahasan : Impetigo Krustosa

• Etiologi : staphylococcus aureus, streptokokus beta hemolitikus grup A.

• Predileksi : wajah, lubang hidung dan mulut.

• Kelainan kulit : didahului macula eritematosa 1-2mm, vesikel dan pustyl mudah pecah dan meninggalkan erosi. Cairan serosa

dan purulen akan membentuk krusta tebal berwarna kekuningan seperti madu ( honey coloured).

• Terapi :

- Kompres terbuka larutan permanganas kalikus 1/5000, larutan rivanol 1%.

- Antibiotic topical : salep/krim asam fusidat 2%, salap mupirosin 2%, salep basitrasin dan neomisin, dioles 2x sehari

- Antibiotic sistemik : amoksisilin 50mg/kgBB/hr. dukloksasilin 25mg/kgBB/hr. eritromisin 30-50mg/kgBB/hr selama 7 hari.

(Ilmu Penyakit Kulit. Marwali harahap. Hipokrates & Penyakit Kulit yg Umum di Indonesia. UI)

267. Bayi laki-laki, keluhan lesi eritem pada pipi kiri dan kanan, batas tidak tegas, skuama halus, sering digaruk. Riwayat asma pada ibu dan nenek. Terapi topikal?

a. Krim acyclovir b. Krim hidrokortison c. Krim permetrin d. Krim … (antibiotik) e. … Pembahasan :

Diagnosis : Dermatitis Atopik

Adalah dermatitis pada orang yg memiliki riwayat atopi. Tempat predileksi Manifestasi klinis Bayi Simetri di pipi, scalp,

ekstensor ekstremitas, badan

Plakat eritematosa berbatas difus, papulovesikuler, eksudatif, kadang dg skuama halus

ekstremitas, fosa cubiti, poplitea, lipatan leher dan pergelangan kaki

difus, papulo folikuler, skuama,hyperkeratosis, kadang likenifikasi Dewasa Sinetri di leher, badan,

ekstensor tungkai bawah

Plakat popular, hyperkeratosis, hiperpigmentasi dan likenifikasi. Batas tegas

• Terapi :

- Sistemik : antihistamin

- Topical : kortikosteroid sedang (hidrokortison, mometason furoat). Pelembab. Antibiotic topical. (Ilmu Penyakit Kulit. Marwali harahap. Hipokrates & Penyakit Kulit yg Umum di Indonesia. UI)

268. Keluhan ulkus linear pada leher kiri, bersih, warna merah keunguan, dasar bergaung. Riwayat pengobatan TB (+). Diagnosis? a. Skrofuloderma b. Hidradenitis supurativa c. … d. … e. … Pembahasan : Skrofuloderma

merupakan bentuk TB kutis dg tempat predileksi di leher, aksila dan lipat paha. Jika menyembuh dapat terbentuk

jembatan kulit. Histopatologi banyak sel raksasa Langhans.

(Ilmu Penyakit Kulit. Marwali harahap. Hipokrates & Penyakit Kulit yg Umum di Indonesia. UI)

269. Laki-laki, 8 tahun, keluhan papul eritem seluruh tubuh, ada vesikel, meluas sampai ke palatum. Diagnosis?

a. Rubella b. German measles c. Varicella d. Variola e. … Pembahasan :

- Varicela, lesi polimorfik menyebar sentrifugal disertai demam, bentuk seperti tetesan air.

270. Perempuan, … tahun, keluhan lesi pada kelamin, permukaan verukous, warna sama dengan sekitarnya. Riwayat suami menderita penyakit yang sama tapi sudah sembuh setelah berobat di Sp.KK. Etiologi? a. HSV tipe 1 b. HSV tipe 2 c. HPV d. Poxvirus e. Cytomegalovirus Pembahasan :

Veruka vulgaris mrpkn manifestasi klinis dari HPV tipe 1,2,3,4. Penularan melalui kontak langsung. Secara klinis berupa papul plak padat, berwarna abu-abu, dan permukaannya verukosa.

(Penyakit Kulit yg Umum di Indonesia. UI) 271. Morbus Hansen. Pewarnaan?

a. Tzanck

b. Ziehl Nielssen c. … (bukan BTA) d. … (bukan BTA)

e. … (bukan BTA)

272. Lesi oral pada penderita HIV. Etiologi? a. Candida

b. Aspergillus c. …

d. … e. …

273. Candidiasis kutis. Gambaran histologi? a. Spaghetti & meatball appearance b. Hifa bersepta

c. Sel akantolitik d. Hifa berspora e. Pseudohifa Pembahasan :

- Spaghetti & meatball appearance : tinea vesi color - Sel akantolitik : pada infeksi virus

- Hifa berspora : tinea vesi color

- Pseudohifa : pada candidiasis. Hifa pendek tidak bercabang.

Dalam dokumen To Ukdi Unhas (Halaman 53-65)

Dokumen terkait