Sumberdaya mineral yang merupakan sumberdaya alam tak terbarukan (exhaustible atau nonreneweble resources) Di Kabupaten Tanah Bumbu diantaranya berupa kandungan batu gamping, marmer, kaolin, pospat, perindotit, emas, intan, pasir kuarsa, lempung dan batubara. Potensi Sumberdaya Mineral Batubara yang terbanyak terdapat di Kecamatan Satui dan Kec.Batulicin. Perusahaan yang telah mengekploitasi adalah PT. Arutmin mengelola lokasi di dua wilayah, yaitu Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu. Selain itu terdapat tidak kurang dari 58 badan usaha yang melakukan kegiatan penambangan ini. Kemudian disadari bahwa dari sejumlah produksi tersebut belum menghasilkan nilai tambah produk yang berarti, belum memberikan bagihasil produk yang berarti bagi daerah, bahkan masih belum sepenuhnya dapat terkelola dan terkendali dengan baik terutama kelestarian fungsi lingkungan hidup sehingga terjadi penurunan daya dukung lingkungan dan penurunan ketersediaan sumberdaya alam dengan cepat.
2 - 42 Tabel. 2.17.
Penyebaran Dan Potensi Bahan Galian Dan Tambang
No. Bahan Galian Lokasi Potensi/cadangan
1. Batu Gamping a.Daerah trans.blok A2, B2 & E2 Kec.Batulicin
b.Ds. Mentewe Kec.Batulicin
c.Ds.T.Kepayang Kec.K.Hulu
a. 3.995.356,8 ton b. 1.836.000,0 ton c. 38.432.812,5 ton 2. Marmer a.Ds.T.Kepayang Kec.K.Hulu
b.Ds.Mentewe Kec.Batulicin
a. 1.230.000 M3 b. 42.187.500 M3 3. Kaolin Ds.Sei.Dua Kec.Batulicin 100.000 ton 4. Pospat Daerah trans blok A2 Kec. Batulicin 1.25 ton 5. Perindotit a.Ds.Aib Kec.Kusan Hulu
b.G.Kukusan Kec.Batulicin
a. 11.475.000 M3 b. Tidak terdata 6. Emas a.Ds.T.Kepayang Kec.K.Hulu
b.Pulau Suwangi Kec.Batulicin
a. Tidak terdata b. Tidak terdata 7. Intan a. Kec.Satui b.Kec.Batulicin a. Tidak terdata b. Tidak terdata 8. Pasir Kuarsa Sekapuk Kec.Satui 112.500 ton 9. Lempung a.Ds.Sebamban Kec.Satui
b.Kec.Batulicin a. Tidak terdata b. Tidak terdata 10 . Batubara a.Kec.Satui b.Kec.Sei.Loban c.Kec.Kusan Hilir d.Kec.Kusan Hulu e.Kec.Batulicin 384.373,32 ha
Sumber : Kanwil Pertambangan dan Energi Kalsel
Sumberdaya Hutan merupakan sumberdaya alam terbesar/terluas kedua setelah batubara di Kabupaten Tanah Bumbu. Keberadaan sumberdaya alam tersebut tidak lepas dari suatu permasalahan sebagai akibat dari dampak kegiatan pemanfaatan sumberdaya alam oleh manusia. Perubahan pola hubungan manusia dengan sumberdaya alam dari pola hubungan kooperasi kepola hubungan eksploitasi memunculkan adanya degradasi sumberdaya alam dan dehumanisasi manusia yang tinggal di dalam dan di sekitarnya. Degradasi dan dehumanisasi tersebut disebabkan oleh pesatnya deforestasi sumberdaya hutan akibat penebangan liar, kegiatan perladangan, kebakaran hutan, perubahan fungsi hutan, penebangan oleh IUPHHKHA, dan kegiatan pertambangan.
Konversi hutan menjadi suatu bentuk penutupan lahan non-hutan secara besar-besaran untuk pertambangan ,perkebunan, hutan produksi, hutan tanaman industri, transmigrasi, perladangan non-tradisonal telah memberikan dampak terhadap kondisi hidrologi (tata air dan aliran air) kawasan yang spesifik untuk Kabupaten Tanah Bumbu sehingga mengganggu ketersediaan air tanah dan air sungai sebagai sumber bahan baku.
2 - 43
Sumberdaya air untuk Kabupaten Tanah Bumbu berasal dari Satuan Wilayah Sungai (SWS) Cengal-Batulicin seluas 18.651,167 Km2, yang meliputi Sungai Cengal, Sungai Satui, Sungai Batulicin, Sungai Sebamban, Sungai Kusan, Sungai Batu Laki, dan Sungai Kintap. Kemampuan DAS ini bersifat pluktuatif. Pada musim hujan kemampuan DAS ini sangat terbatas dalam menampung curah hujan yang tinggi, sehingga terkadang menimbulkan banjir. Akan tetapi jika musim kemarau disaat debit air rendah makasupplyair untuk PDAM jadi terhambat.
Di Kabupaten Tanah Bumbu pemanfaatan sumberdaya air secara langsung mencakup pemanfaatan untuk irigasi dan air bersih. Secara tidak langsung adalah untuk transportasi sungai dan pariwisata. Untuk air bersih selain langsung digunakan oleh masyarakat maka sumberdaya air tersebut dikelola oleh PDAM sebagai sumber air baku PDAM yang digunakan oleh 3.352 pelanggan. Pemanfaatan lainnya dalam bentuk perairan umum yang digunakan untuk perikanan tangkap dan perikanan budidaya. Pemanfaatan sumberdaya air melalui sistem irigasi dihadapkan pada kendala kurang berakarnya sistem pengelolaan irigasi berbasis pada masyarakat sehingga muncul adanya krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, rendahnya partisifasi kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), dan tuntutan ganti rugi tanah.Selain itu kondisi saluran irigasi dan peralatan yang digunakan untuk operasi dan pemeliharaan irigasi sebagian juga mengalami kerusakan.
Peta. 2.13.
Sebaran Pertambangan Kabupaten Tanah Bumbu
PENYUSUNAN RENCANA PROGRAM INVESTASI JANGKA MENENGAH (RPIJM) DINAS PU CIPTA KARYA KABUPATEN TANAH BUMBU
Peta. 2.14.
Kawasan Hutan Kabupaten Tanah Bumbu
PENYUSUNAN RENCANA PROGRAM INVESTASI JANGKA MENENGAH (RPIJM) DINAS PU CIPTA KARYA KABUPATEN TANAH BUMBU
2 - 46
2.8. POTENSI DAN PENGEMBANGAN PARIWISATA
Pariwisata merupakan salah satu sektor tumpuan yang diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam upaya mendorong pertumbuhan wilayah Kabupaten Tanah Bumbu yang sedang tumbuh dan berkembang, khususnya dalam memacu penerimaan devisa Negara dan pendapatan asli daerah. Peluang pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Tanah Bumbu masih sangat terbuka lebar dan dapat dijadikan sebagai salah satu unggulan. Keunggulan tersebut antara lain sebagai daerah tujuan wisata dengan beberapa obyek berupa wisata bahari (terumbu karang), wisata alam, wisata panorama, dan wisata budaya.
Selain itu karena posisinya yang strategis, kabupaten Tanah Bumbu dapat berfungsi sebagai pintu gerbang pariwisata regional khususnya di Provinsi Kalimantan Selatan. Seiring dengan perkembangan ekonomi nasional serta terbukanya jalur transportasi yang menghubungkan wilayah-wilayah Kalimantan Selatan, perkembangan obyek wisata di daerah pesisir Kabupaten Tanah Bumbu diprediksikan akan dapat berkembang dengan pesat. Peluang investasi disektor pariwisata diarahkan untuk pengembangan infrastruktur di area wisata pesisir Kabupaten Tanah Bumbu terutama infrastruktur transportasi. Peluang pengembangan investasi lainnya berupa penyediaan fasilitas akomodasi seperti hotel dan guest house, biro perjalanan wisata, dan toko cinderamata.
Akomodasi adalah tempat orang menginap untuk sementara waktu. Akomodasi yang dicatat oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tanah Bumbu adalah hotel, penginapan, wisma dan pondok. Fasilitas akomodasi yang terdapat di Kabupaten Tanah Bumbu mayoritas berlokasi di Kecamatan Simpang Empat, Satui dan Kusan Hilir. Diantara 41 akomodasi yang terdaftar, ada 7 (tujuh) hotel kelas bintang yaitu Hotel Surya, Nugraha Batulicin, Ebony, Friendship, Putri Duyung Resort, Grand Central dan Satui Adygraha. Dua di antara hotel kelas bintang tersebut berlokasi di Kecamatan Batulicin.
Dengan adanya fasilitas akomodasi yang tersedia, sangat mendukung bagi kepariwisataan di Kabupaten Tanah Bumbu. Akomodasi menjadi tempat penginapan bagi wisatawan yang berkunjung ke wilayah ini. Di Kabupaten Tanah Bumbu sendiri terdapat banyak jenis objek wisata, di antaranya objek wisata alam berupa Pantai Pagatan dan Pantai Bunati, objek wisata alam seperti Cek Dam dan Pondok Lesehan, serta objek wisata budaya seperti Mapparentasi dan Makam Pangeran Muhammad Nafis.
Kabupaten Tanah Bumbu sendiri terdapat banyak lokasi yang menjadi potensi pengembangan kegiatan pariwisata, baik objek wisata alam dan wisata budaya yang diharapkan dapat dipromosikan sebagai daerah yang menarik minat wisatawan, baik domestik maupun dari luar negeri/asing.
2 - 47
Potensi wisata yang dapat dipromosikan ke dalam paket wisata, yaitu: 1. Pantai Pagatan
Terletak di Pagatan, ± 5 jam dari Banjarmasin. Pantai ini merupakan tempat dilaksanakannya acara adat “Mappanretasi”. Pantai Pagatan mempunyai panjang ± 25 km dari ujung timur sampai ujung barat. Fasilitas yang tersedia di obyek wisata Pantai Pagatan antara lain pintu gerbang utama Selamat Datang, ruang istirahat (rest area), toko oleh-oleh/souvenir dangazebo.
2. Pantai Pulau Salak
Cemara laut menjadi ciri khas dari pantai ini, pantai ini pun sangat cocok untuk tempat berkemah. Pantai ini berjarak ± 5 km dari Kota Pagatan.
3. Pantai Tanjung Petang
Merupakan tempat wisata seluas ± 12 ha, tempat ini sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang pariwisata. Pantai ini berjarak ± 6 km dari Pagatan. Di pantai ini juga telah tersedia fasilitas Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) termasuk sumur.
4. Pantai Angsana
Bentuk wisata bahari dapat dilakukan di pantai Angsana yaitu menyelam di sekitar terumbu karang dengan menggunakan alat selam dasar (masker, snorkeldan fins) dan alat selam SCUBA. Di pantai ini telah tersedia fasilitas Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) termasuk sumur, juga tersediagazebosebagai tempat istirahat dan dermaga.
5. Pantai Bunati
Di Pantai Bunati terdapat Pesanggarahan untuk berkumpul keluarga. 6. Sumber Air Panas
Terletak di S.Binjai/Pagatan. 7. Cek Dam
Bendungan buatan yang menyerupai danau kecil. Terdapat pondok lesehan. 8. Wisata budaya/makam
Di Tanah Bumbu terdapat beberapa makan yang dikermatkan oleh warga, antara lain makam Pangeran Muhammad Nafis, makam Syekh M. Arsyad, makam Puang Aji Toa dan makam Raja Pagatan dan Kusan, makam Puang Aji Toa. Di lokasi ini telah dibangun pintu gerbang. Di kawasan Makam Syekh M. Arsyad telah dikelilingi dengan pagar kawat untuk menandai lokasi kawasan makam.
2 - 48
9. Rindu Alam
Di lokasi ini telah telah tersedia fasilitas Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) termasuk sumur. Pariwisata merupakan salah satu sektor tumpuan yang diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam upaya mendorong pertumbuhan wilayah Kabupaten Tanah Bumbu yang sedang tumbuh dan berkembang, khususnya dalam memacu penerimaan devisa Negara dan pendapatan asli daerah. Peluang pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Tanah Bumbu masih sangat terbuka lebar dan dapat dijadikan sebagai salah satu unggulan. Keunggulan tersebut antara lain sebagai daerah tujuan wisata dengan beberapa obyek berupa wisata bahari (Terumbu Karang), wisata alam, wisata panorama, dan wisata budaya. Selain itu karena posisinya yang strategis, kabupaten Tanah Bumbu dapat berfungsi sebagai pintu gerbang pariwisata regional khususnya di Propinsi Kalimantan Selatan.
Tabel. 2.18.
Kawasan Peruntukan Pariwisata Budaya di Kabupaten Tanah Bumbu
Nama Obyek Jenis Kegiatan Daya Tarik Wilayah Pemilik Fasilitas
1. Makam Syekh M. Arsyad Bin As᾽Ad Pagatan
Haulan / Ziarah Makam
Makam / Kubah ini terletak di tepi pantai dengan panorama alam yang indah.
Kec.Kusan Hilir
Pemda TANBU
Tempat Haulan belum maksimal, Tempat parkir belum maksimal, Payung/ Pendopo belum ada. Air bersih belum maksimal tersedia 2. Makam Poang
Aji Toa dan Muridnya
Ziarah Makam Makam ini terletak di Desa.Barugellang di tepi Sungai, Sering di ziarahi masyarakat tiap hari minggu bisa ditempuh lewat darat dan sungai.
Desa Barugelang Kec. Kusan Hilir Pemda TANBU Tempat Ziarah,Ruangannya kecil dan MCK 3. Makam Pahlawan Makam Pahlawan (MATTONE)
Makam Pahlawan sering diziarahi tiap tanggal 7 Pebruari Kec.Kusan Hilir Pemda TANBU Bagunanan Kubah Makam 4. Makam Raja
Pagatan Ziarah Makam
Sejarah Perjuangan dan peninggalan budaya Kec. Kusan Hilir Pemda TANBU Germada 5. Makam Raja
Batulicin Ziarah Makam
Sejarah Perjuangan dan peninggalan budaya
Kec. Batulicin
Pemda
TANBU Bangunan Kubah makam 6. Makam Syarif
Ali Ziarah Makam Juriat Habibullah
Desa Sebamban Kec. Angsana
Pemda
TANBU Bangunan Kubah makam
7. Pangeran M.
Nafiz Ziarah Makam
Pangeran Juriat Kerajaan Banjar Desa Pacakan Kec.Kusan Hulu Pemda
2 - 49 Nama Obyek Jenis Kegiatan Daya Tarik Wilayah Pemilik Fasilitas
8. Benteng 7
Februari Wisata keluarga
Tempat perlindungan yang unik Kec.Kusan Hilir Pemda TANBU 9. Babalian
Tandik Tarian Tandikan Tari Khas/Tarian Tandik Sei Loban
Pemda TANBU
10. Upacara Ngaben
Pembakaran Mayat Suku Bali
Pembakaran Mayat yang disaksikan oleh ratusan Warga yang sebelumnya melalui sebuah Upacara adat dipandang dari Jembatan Batulicin
Sei Loban Pemda TANBU
Sumber: Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2014
Seiring dengan perkembangan ekonomi nasional serta terbukanya jalur transportasi yang menghubungkan wilayah-wilayah Kalimantan Selatan, perkembangan obyek wisata di daerah pesisir Kabupaten Tanah Bumbu diprediksikan akan dapat berkembang dengan pesat. Peluang investasi di sektor pariwisata diarahkan untuk pengembangan infrastruktur di area wisata pesisir kabupaten Tanah Bumbu terutama infrastruktur transportasi.
Peluang pengembangan investasi lainnya berupa penyediaan fasilitas akomodasi seperti hotel dan guest house, biro perjalanan wisata, dan toko cinderamata. Kabupaten Tanah Bumbu mempunyai Pantai yang cukup panjang sekitar 200 km, dengan panorama yang indah. Jumlah keseluruhan obyek wisata di Kabupaten Tanah Bumbu adalah 36 obyek wisata, meliputi 21 obyek wisata alam, 5 obyek wisata buatan dan 10 obyek wisata religius dan budaya. Ada tiga lokasi obyek wisata alam yang selama ini menjadi tempat wisata yang paling banyak dikunjungi oleh masyarakat sekitar maupun pendatang Pantai Rindu Alam, Pulau Salak, Pantai Pagatan dan Goa Sugung yang terjadi dari proses alam terletak di km 44, jalan Kadeco Kecamatan Mentewe dengan luas sekitar 12 ha. Beberapa lokasi wisata tersebut selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat khususnya pada saat hari libur.
Meningkatnya jumlah kunjungan masyarakat ini berimbas pada peningkatan jumlah/volume limbah padat di lokasi obyek wisata. Kondisi ini diperparah dengan tidak tersedianya tempat sampah ataupun fasilitas kebersihan lainnya seperti adanya papan-papan himbauan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Faktor penyebab lainnya adalah kurangnya sosialisasi oleh Dinas/Instansi terkait kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian obyek wisata, baik itu langsung ke masyarakat maupun melalui kecamatan ataupun ke desa. Banyaknya limbah padat di sekitar lokasi obyek wisata khususnya obyek wisata pantai selain berasal dari pengunjung juga berasal dari limbah
2 - 50
rumah tangga masyarakat pesisir pantai. Dari data yang ada jumlah kependudukan di laut dan pesisir tahun 2011-2012 adalah 82.230 jiwa, sedangkan pada tahun 2013-2014 menurun menjadi 51.365 jiwa. Padatnya jumlah penduduk di sekitar pesisir pantai ini mengindikasikan adanya peningkatan jumlah limbah/buangan rumah tangga. Rata-rata kesadaran penduduk tersebut untuk membuang sampah rumah tangga di tempat yang seharusnya masih sangat kurang.
Terlihat di sekitar pantai sampah berserakan dan ada sebagian yang dibuang begitu saja ke laut. Melihat kondisi seperti ini, perlu adanya program-program atau kegiatan oleh Pemerintah Daerah untuk mensosialisasikan perlunya menjaga kelestarian lingkungan serta melibatkan peran serta masyarakat/penduduk sekitar. Penyediaan sarana dan prasarana kebersihan di sekitar lokasi obyek wisata juga perlu diperhatikan oleh pihak-pihak terkait seperti adanya tempat-tempat sampah dan petugas khusus untuk membersihkan lokasi obyek wisata. Beban pencemaran lingkungan dari sektor pariwisata selain berasal dari aktifitas di lokasi obyek wisata, juga berasal dari kegiatan hotel/penginapan yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu. Ada 43 sarana hotel/penginapan. Namun rata-rata pengelola hotel/penginapan sudah mempunyai petugas khusus kebersihan yang menangani masalah limbah padat/sampah. Limbah yang dihasilkan dari kegiatan hotel/penginapan setiap hari dikumpulkan di tempat pembuangan sampah dan ada petugas kebersihan yang selanjutnya mengangkut ke TPS terdekat. Sampai saat ini juga belum pernah dilakukan pendataan jumlah volume limbah padat harian ataupun bulanan pada lokasi obyek wisata dan hotel/penginapan oleh Dinas/Instansi terkait, sehingga sulit diketahui besarnya tekanan lingkungan khususnya di sekitar lokasi-lokasi tersebut.
Tabel. 2.19.
Sarana Hotel/Penginapan, Jumlah Kamar, Dan Tingkat Hunian
No. Nama Hotel/Penginapan Kelas Jumlah Kamar
Press Junior Deluxe VIP Stand Kecamatan Kusan Hilir
1 Putri Duyung Resort Bintang - - - 27 6 2 Penginapan Sederhana Penginapan - - - 9 4 3 Penginapan Karya Mas Penginapan - - - 3 11 4 Penginapan Abadi Penginapan - - - - 10 5 Pondok Agita Penginapan - - - 2 10 6 Wisma Shangrilla Penginapan - - - - -7 Penginapan Warga Penginapan - - - - 18 8 Penginapan Batuah Penginapan - - - - 5 9 Penginapan Pada Idi Penginapan - - - 2 2
Kecamatan Satui
-10 Hotel Satui Adygraha Bintang - - 8 10 10 11 Hotel Rakhmat 1 Melati - - - - 31 12 Hotel Rakmat 2 Melati - - - - 9
2 - 51
No. Nama Hotel/Penginapan Kelas Jumlah Kamar
Press Junior Deluxe VIP Stand Kecamatan Kusan Hilir
13 Hotel Lestari 1 Melati - 6 4 10 5 14 Hotel Wahana Murni Melati - - - 3 3 15 Hotel Wenny Melati - - - - -16 Hotel Sudan Indah Melati - - - 4 5 17 Penginapan Megawati Penginapan - - - 10 18 Penginapan Sudi Agung Penginapan - - - 9 19 Penginapan Sari Indah Penginapan - - - 11 -20 Penginapan Selera Penginapan - - - - 13 21 Penginapan Sabili Penginapan - - - 4 10 22 Penginapan Nor Hikmah Penginapan - - - - 10 23 Losmen Yenny Losmen - - - -
-Kecamatan Batulicin
24 Hotel Ebony Bintang 1 2 23 - 30 25 Hotel Friendship Bintang - - 24 10 8 26 Hotel Surya Bintang - 6 12 - 6 27 Hotel Candra Asri Melati - 10 5 4 10
Kecamatan Simpang Empat
-28 Hotel Grand Central Bintang 1 1 13 2 11 29 Hotel Nugraha Batulicin ( TUTUP) Bintang - - - - -30 Hotel Anugerah Baru/Grand Fortune Melati 17 1 10 10 1 31 Hotel Semarang Melati - - 19 5 10 32 Hotel Dewi Vip Room Melati - - 1 13 -33 Hotel Mutiara Melati - - - 9 3 34 Hotel Mega Indah Melati - - - 15 11 35 Hotel Setia Kawan Melati - - - - 25 36 Hotel Duta Arjuna Melati - - - - 15 37 Hotel Subur Buana Melati - - - - 25 38 Hotel Hidayah Melati - - - 13 4 39 Hotel Dewi Fortuna Melati - - - 17 12 40 Hotel Dewi Melati - - - 25 13 41 Penginapan sederhana Penginapan - - - - 44 42 Wisma Tirta Asri Penginapan - - - - -43 Wisma Sinar Samudra Penginapan - - 1 3 6
Keterangan : Data Tingkat Hunian Dari Sarana Hotel/Penginapan Tidak Tersedia Pad Dinas/ Instansi Terkait Sumber : Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Tanah Bumbu