• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jumlah Mahasiswa

7. Pengabdian Kepada Masyarakat

1.2 Potensi dan Permasalahan

a. IAIN Bukittinggi telah alih status menjadi Satuan Kerja (satker) Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK-BLU) sejak bulan November 2018 berdasarkan PMK Nomor 775/KMK.05/2018 sehingga pendanaan untuk menjadi Universitas sudah sangat mendukung.

b. IAIN Bukittinggi dalam 2 tahun terakhir ini menduduki peringkat ke 2 secara nasional dengan jumlah pendaftar terbanyak dari seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri di Indonesia untuk kategori IAIN. Dan tahun 2020 menjadi peringkat pertama dengan jumlah pendaftar terbanyak dari seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri di Indonesia untuk kategori IAIN.

c. IAIN Bukittinggi memperoleh prestasi dari menteri keuangan sebagai satker pengelola SBSN terbaik di tingkat nasional tahun 2018.

d. Adapun potensi yang dimiliki oleh IAIN Bukittinggi saat ini adalah memiliki kampus sendiri yang terdiri dari dua lokasi yaitu di Jl. Paninjauan Garegeh

seluas 1 hektar dan kampus II di Jl. Gurun Aur Kubang Putih seluas 51,2 hektar.

e. IAIN Bukittinggi merupakan satu–satunya Perguruan Tinggi Islam di Sumatera Barat yang memiliki Ma’had (asrama) yang terdiri dari 9 gedung yang dilengkapi dengan dapur umum yang bisa menampung 900 orang mahasiswa baru.

f. IAIN Bukittinggi memiliki 28 program studi yang terdiri dari 4 fakultas dan 1 pasca sarjana. Dosen yang dimiliki IAIN Bukittinggi terdiri dari 375 orang dosen dan 131 tenaga kependidikan.

g. Sementara jumlah mahasiswa 10.390 orang. IAIN Bukittinggi saat ini telah memiliki mahasiswa asing sebanyak 15 orang yang terdiri dari negara Thailand yang tersebar ke beberapa program studi.

h. IAIN Bukittinggi sejak transformasi dari STAIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi telah memiliki alumni sebanyak 12.576 orang.

i. Keberadaan IAIN Bukittinggi yang secara geografis berada di tengah-tengah kabupaten dan kota yang ada di Sumatera Barat dan daerah- daerah lain di luar Sumatera Barat sejauh ini mampu menjadi sentral pengembangan peradaban, pendidikan, keilmuan dan keislaman.

j. IAIN Bukittinggi sebagai pusat peradaban, keilmuan, pendidikan dan keislaman. IAIN Bukittinggi juga mempunyai peran yang sangat besar sebagai penengah terkait dengan persoalan perbedaan ideologi yang berkembang di tengah masyarakat.

k. Kota Bukittinggi yang terdiri dari berbagai macam etnis, suku, budaya dan agama meyebabkan terjadinya perbedaan ideologi di tengah masyarakat Bukitinggi. Tabel agama yang ada di Kota Bukittinggi dapat terlihat di bawah ini:

Tabel 1.1

Agama yang ada di Kota Bukittinggi

Agama/ Religion

Kecamatan/District Guguk

Panjang

Mandiangin Koto Selayan

Aur Birugo Tigo Baleh

Jumlah/

Total

(1) (2) (3) (4) (5)

01. Islam 48.169 47.433 29.927 125.529

02. Katolik 755 396 52 1.203

03. Protestan 574 999 229 1.802

04. Hindu 5 2 3 10

05. Budha 191 33 9 233

06. Lainnya 4 - 2 6

Jumlah Total

2018 49.698 48.863 30.222 128.783 2017 48.752 48.492 29.560 126.804 2016 47.768 48.068 28.879 124.715 2015 45.061 50.253 27.307 122.621

*(Sumber : Data Statistik Kota Bukittinggi)

Sementara keberagaman etnis di Kota Bukittinggi di antaranya Aceh, Tapanuli Selatan, Sunda, Minangkabau, Batak, Melayu, Jawa, Korea, Etiopia, Vietnam, India dan Cina. Keberagaman tersebut difasilitasi oleh Walikota Bukittinggi dengan mengadakan Festival Multi Etnis di Kota

Bukittinggi. Dapat dibaca di

https://sumbar.antaranews.com/berita/310892/12-etnis-dalam-dan-luar-negeri-akan-isi-festival-multietnis-di-bukittinggi.

Namun, perbedaan ideologi yang terjadi di tengah masyarakat tersebut mampu diminimalisir oleh IAIN Bukittinggi dengan pendekatan kearifan lokalnya lewat lokakarya, pelatihan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Hadirnya IAIN Bukittinggi di tengah masyarakat Bukittinggi sejauh ini mampu menjadi pengembang dan penyeimbang perbedaan ideologi yang terjadi di tengah masyarakat Bukittinggi.

l. Keberadaan IAIN Bukittinggi telah memberi kontribusi untuk dinamika kota Bukittinggi, kota dan kabupaten yang ada di Sumatera barat, di antaranya ada dosen dan tenaga kependidikan yang menjadi pengurus Organisasi Keagamaan (MUI, BASNAZ, FKUB), Komite Pendidikan, Komite Sekolah, dan organisasi lainnya yang melibatkan sumber daya manusia yang berasal dari IAIN Bukittinggi. Di samping itu IAIN Bukittinggi melalui program studi PTIK telah melahirkan Smart City di Kota Bukittinggi. Beberapa orang dosen IAIN Bukittinggi terlibat aktif sebagai Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Pengawas Syariah, Gebu Minang, ICMI Sumbar dan Dewan Pendidikan.

m. Sekolah – sekolah di Kota Bukittinggi dan Kab. Agam serta Sumatera

Barat umumnya telah melibatkan alumni IAIN Bukittinggi sebagai guru bidang studi di sekolah. Di samping itu LKKBH IAIN Bukittinggi juga menjadi bagian dalam pelayanan hukum bagi masyarakat Bukittinggi, Agam, dan sekitarnya. menjadi dewan pengawas Syariah di Lembaga Keuangan Syariah.

n. Hampir sama dengan keadaan Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam juga merupakan kabupaten di mana kampus II IAIN Bukittinggi berada. Agam yang terkenal dengan Kota Madani juga diisi oleh sumbangsih SDM yang terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni.

o. Keberadaan kampus IAIN Bukittinggi yang strategis, berada antara Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam menjadikan kampus IAIN Bukittinggi dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat. Akses menuju ke kampus IAIN Bukittinggi dapat ditempuh dengan angkutan umum, transportasi online (Gojek dan Gocar) maupun kendaraan sendiri.

p. Fasilitas jalan yang memadai dan ditunjang dengan angkutan umum yang banyak menjadikan IAIN Bukittinggi satu-satunya kampus yang dapat diakses dengan mudah dan lancer oleh masyarakat.

q. Keberadaan kampus IAIN Bukittinggi yang terletak di tengah-tengah akses jalan kota dan kabupaten yang ada di Sumatera Barat dan akses jalan dari dan menuju Sumatera Utara, Riau dan Jambi semakin memantapkan IAIN Bukittinggi sebagai tujuan dari calon mahasiswa untuk kuliah di IAIN Bukittinggi.

r. Bermodalkan kemudahan akses dan keterjangkauan layanan pendidikan inilah IAIN Bukittinggi layak untuk diperhitungkan sebagai pusat pengembangan perguruan tinggi Islam di Sumatera.

s. Kampus IAIN Bukittinggi dapat diakses melalui jalan darat yang berjarak 60 km dari ibu kota provinsi Sumatera Barat dan 40 km dari Bandara Internasional Minangkabau.

t. Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Islam Negeri di Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam.

Kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah menjadi faktor pendukung utama bagi perkembangan IAIN Bukittinggi.

BAB II

Dokumen terkait