GROWTH CENTER PANGANDARAN
POTENSI INDUSTRI KECIL MENENGAH
Pangandaran memiliki banyak potensi industri kecil menengah di dalamnya. Sebagian besar, industri kecil menengah ini langsung dikelola oleh masyarakat. Salah satunya adalah home industry gula kelapa. Potensi gula kelapa atau gula merah di Pangandaran cukup besar, terutama di Kecamatan Padaherang, Kecamatan Kalipucang, Kecamatan Cimerak, dan Kecamatan Sidamulih. Sebagian besar home industry gula kelapa yang dikelola secara mandiri oleh kepala keluarga. Produksi gula kelapa di Pangandaran cukup besar, dalam sehari gula kelapa yang diproduksi sebesar 5 – 10 kg per kepala keluarga. Akan tetapi potensi tersebut
35
belum digali secara maksimal, hingga saat ini baru sekitar 20 persen pohon kelapa yang diambil niranya. Oleh karena itu, sebenarnya potensi pengembangan home industry ini masih terbuka lebar, tidak hanya mampu menyerap tenaga kerja, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan pengrajin kelapa atau gula merah.
GAMBAR 17 POTENSI GULA KELAPA/GULA MERAH DI GROWTH CENTER PANGANDARAN Selain itu, pangandaran juga e iliki pote si keraji a ta ga Ca per ik . Kegiata keraji a i i dikoordi ir oleh Koperasi ADRA ya g dires ika pada
tahun 2011 dengan fokus untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Pangandaran. Selain itu, Kecamatan Parigi memiliki potensi lidi yang sangat besar dan dapat dimanfaatkan menjadi kerajinan tangan bernilai ekonomis tinggi. Anyaman lidi dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk membuat alas piring, alas gelas, tirai, dan lainnya. Akan tetapi, potensi lidi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Saat ini, batang-batang lidi yang sudah diikat dijadikan sapu dikirim ke Solo, Yogyakarta, dan Bekasi. Pada umumnya, kota-kota tersebut menjadi pengrajin lidi dan kemudian mengekspor hasil kerajinannya ke Jepang, Hongkong, dan Singapura. Melihat potensi ekspor yang cukup besar, seharusnya Pangandaran dapat memanfaatkan peluang tersebut, dengan mengembangkan kerajinan lidi, sehingga produksi lidi mentah tidak harus dikirim dulu ke kota lain untuk kemudian dieksporkan ke negara lain. Dengan begitu, maka Pangandaran memiliki nilai tambah dari potensi lidi yang dimilikinya.
Selain kegiatan kerajinan tangan, terdapat juga kegiatan perekonomian yang bergerak di bidang kuliner, salah satunya makanan ringan Marning. Marning juga merupakan home industry yang dikelola oleh perorangan. Marning merupakan makanan ringan berbahan baku jagung Dalam hal ini, pemilik usahanya sudah menjalankan usaha tersebut secara turun temurun dari keluarganya. Untuk kegiatan produksinya, dalam sebulan dapat memproduksi 150 kg Marning.
36 KEUNGGULAN WILAYAH
Berikut ini adalah keunggulan wilayah yang dimiliki oleh Growth Center Pangandaran. Keunggulan-keunggulan tersebut dikelompokan dalam tiga jenis keunggulan, yaitu absolute advantage, comparative advantage, dan competitive
advantage. Absolute advantage atau keunggulan absolut dapat diartikan sebagai
keunggulan yang dimiliki suatu wilayah dari keberadaan sumber daya alam dan sejarah yang dimilikinya dibandingkan dengan yang dimiliki wilayah lain. Sedangkan comparative advantage atau keunggulan komparatif yaitu keunggulan yang dimiliki suatu wilayah karena memiliki sumber daya produksi yang lebih banyak/ unggul dibandingkan dengan yang dimiliki wilayah lain. Adapun yang dimaksud dengan competitive advantage atau keunggulan kompetitif yaitu keunggulan yang dimiliki suatu wilayah karena sudah berpengalaman atau karena penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga menciptakan keunggulan dalam persaingan antar wilayah.
Keunggulan Absolut (Absolute Advantage)
Keunggulan absolut yang dimiliki oleh Growth Center Pangandaran adalah objek daya tarik wisata Pantai Pangandaran, Kawasan Cagar Alam Pananjung, Citumang, Cukang Taneuh, Batu Karas, Batu Hiu, Karangtirta, Lembah Putri, Karang Nini, Karapyak dan Palatar Agung. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.
TABEL 16
KEUNGGULAN ABSOLUT GROWTH CENTER PANGANDARAN
No Objek Wisata Keunggulan Absolut
1 Karangnini Pantai yang dikelilingi kesejukan hutan jati dengan latar belakang Pulau Nusakambangan, terhampat batu-batu karang yang salah satunya menyerupai nenek yang menggambarkan seorang nenek (nini dalam bahasan sunda) yang begitu setianya menunggu si kakek datang sampai menjadi batu
2 Lembah Putri Panorama pantai yang indah dengan miniatur tembok cina dan pesona agrowisata
3 Karapyak Keadaan alam yang masih perawan dengan menikmati keindahan alam sambil berburu ikan-ikan kecl, keong laut di hamparan batu karang
4 Palatar Agung Panorama pantai berlatar belakang Pulau
Nusakambangan dan Nusawere. Aktivitas beragam, seperti memancing, berkemah, berperahu pesiar, serta kegiatan nelayan tradisional.
37
No Objek Wisata Keunggulan Absolut
5 Pangandaran Pantai landai dengan air yang jernih dan aman untuk berenang, pantai dengan hamparan pasir putih, terdapat tamlirnyan laut dan mengalirnya Cirengganis yang konon bisa membuat awet muda, terdapat goa-goa alam dan buatan pada waktu penjajahan Jepang. 6 Karang Tirta Keindahan alam dengan muara yang apabila airnya
surut dapat dikelilingi dengan berjalan kaki sambil melihat berbagai jenis kerang yang berkembang biak. 7 Batu Hiu Panorama alam yang indah dengan taman pantai yang
dtumbuhi tanaman Pandan Wong. Sekitar 200 meter dari pinggir pantai terdapat seonggok batu karang yang menyerupai ikan hiu.
8 Batu Karas Perpaduan nuansa alam pantai Pangandaran dan Batu Hiu dengan suasana alam yang tenang, gelombang laut yang bersahabat khususnya untuk berselancar. 9 Cukang Taneuh Berupa aliran Sungai Cijulang yang menembus goa
dengan stalaktit dan stalaknit yang mempesona diapit dua bukit dengan bebatuan dan rimbunnya pepohonan. 10 Citumah Berlokasi di kawasan hutan jati, serasa memasuk dunia
petualangan, menyusuri aliran Sungai Citumang yang airnya sangat jernih, menerobos goa-goa karang dan akar-akar pohon yang besar dengan bebatuan yang mempesona. Kegiatan yang dilakukan berupa body rafting, panjat tebing, berenang, dan outbond. 11 Cagar Alam
Pananjung
Hutan wisata yang memiliki flora dan fauna langka serta terdapat goa-goa alam dan buatan yang tersambung dengan sumber mata air Cirengganis dan Pantai Pasir Putih dengan taman lautnya. Kegiatan yang dapat dilakukan adalah wind surfing, scuba diving, snorkeling,
melihat berbagai ikan hias yang indah di dalam laut.
Sumber: Hasil Analisis, 2012
Keunggulan Komparatif (Comparative Advantage)
Keunggulan komparatif yang dimiliki oleh Growth Center Pangandaran berhubungan dengan infrastruktur atau sarana prasarana yang mendukung proses produksi, yaitu Bandara Nusawiru, dan sarana akomodasi, restoran yang terpusat di wilayah ini.
38
Keunggulan komparatif lainnya adalah posisi Pangandaran sebagai Kawasan Wisata Andalan Nasional dan masuk ke dalam 9 kawasan wisata unggulan Jawa Barat. Keunggulan Kompetitif (Competitive Advantage)
Keunggulan kompetitif dalam skala ekonomi yang dimiliki oleh Growth Center Pangandaran masih sulit ditemukan. Akan tetapi sebagai contoh, keunggulan kompetitif pada skala ekonomi mikro dapat mengambil contoh bisnis lobster pengusaha lokal susi. Pengusaha ini berhasil menciptakan keunggulan berupa penciptaan akses pada pasar komoditas lobster, dalam hal pemasaran komoditas. Di sisi lain, juga mampu mendapatkan daya tawar ekonomis berupa pemanfaatan Bandara Nusawiru untuk sarana pendaratan pesawat ringan yang menjadi alat utama pemasaran produknya.
39
KONSEP AWAL PENGEMBANGAN
GROWTH CENTER PANGANDARAN
Dengan merespon berbagai isu dan permasalahan serta mengoptimalkan keunggulan-keunggulan di Growth Center Pangandaran, maka disusunlah konsep pengembangan Growth Center Pangandaran sebagai penghela percepatan pembangunan di Jawa Barat. Berdasarkan keunggulan yang paling potensial, konsep pengembangan yang diusung yaitu Growth Ce ter Pa ga dara dike ba gka sebagai Pusat Pertu buha berbasis “ektor Pariwisata .
Sebagai pusat pertumbuhan, di Growth Center Pangandaran akan dikembangkan berbagai infrastruktur dengan skala pusat pertumbuhan yang memadai dan dapat mengakomodasi perekonomian serta aktivitas penduduk, antara lain:
Penyediaan jaringan transportasi regional dan lokal, serta sistem angkutan umum yang akan menghubungkan pusat-pusat kegiatan untuk mengakomodasi pergerakan penduduk dan juga wisatawan.
Penyediaan perumahan layak huni
Pelayanan infrastruktur sesuai dengan standar pusat pertumbuhan - Fasilitas kesehatan
- Fasilitas pendidikan - Fasilitas peribadatan
- Fasilitas perdagangan dan jasa - Wisata dan rekreasi
- Fasilitas sosial: perawatan masyarakat lanjut usia
Peningkatan kualitas pelayanan air bersih, penanganan persampahan, drainase, dll
Sebagai Growth Center berbasis sektor pariwisata, maka Pangandaran akan mengembangkan sektor unggulan pariwisata dengan fokus penciptaan pelayanan jasa pariwisata yang berstandar nasional dan internasional. Selain itu, potensi pariwisata yang dimiliki oleh Pangandaran berkaitan dengan potensi alam pesisir pantai, yaitu Pantai Barat dan Timur Pangandaran, Pantai Batu Hiu, Pantai Batu Karas, dan Pantai Karang Nini. Oleh karena itu, pengembangan wisata di Growth Center Pangandaran diarahkan dengan menganut pendekatan pariwisata berkelanjutan.
40
Untuk mendukung konsep tersebut, maka Growth Center Pangandaran akan dikembangkan berbagai infrastruktur pendukung kegiatan pariwisata yang dapat mengakomodasi kegiatan pariwisata, ekonomi, serta aktivitas penduduknya, antara lain:
Penataan kawasan pariwisata
Dengan potensi wisata yang cukup banyak, penataan kawasan pariwisata perlu untuk dlakukan, terutama bagi daerah wisata pesisir pantai. Semakin banyaknya wisatawan yang datang ke Pangandaran, memicu tumbuhnya kegiatan perdagangan dan jasa di pinggir pantai. Hal ini apabila dibiarkan dapat merusak keberlangsungan kegiatan wisata dan juga perusakan lingkungan. Maka, sebaiknya dilakukan penataan kawasan pariwsata, dengan memisahkan zona wisata (zona inti) dengan zona pendukung (perdagangan, jasa, dan lain-lain) agar kelestarian alam tetap terjaga.
Pembangunan sarana dan prasarana pendukung pariwisata, seperti hotel, rumah makan, restoran, angkutan pariwisata, pusat informasi pariwisata, dan lain-lain. Saat ini, kondisi sarana dan prasarana pariwisata di sana masih butuh perbaikan dan peningkatan untuk menarik wisatawan lebih banyak lagi. Selain itu dengan adanya potensi kesenian tari ronggeng di Pangandaran, maka dibutuhkan gedung kesenian untuk Growth Center Pangandaran.
Peningkatan aksesibilitas regional ke kawasan pariwisata, seperti akses jalan raya, pengembangan Bandara Nusawiru, reaktivasi jalur kereta api Bandar – Pangandaran – Cijulang.
Perbaikan dan peningkatan pembangunan Infrastruktur jalan menuju dan dari Growth Center Pangandaran perlu mengalami peningkatan, karena saat ini kondisi akses masih sangat kurang. Selain itu, beberapa ruas jalan berada dalam kondisi rusak. Buruknya kondisi jalan dapat mempengaruhi keberlangsungan kegiatan ekonomi penduduk di Growth Center Pangandaran. Selain itu, kondisi jalan yang rusak dapat menurunkan tingkat minat pengunjung untuk berwisata ke Pangandaran. Oleh karena itu, perbaikan dan peningkatan jalan harus diutamakan dalam pembangunan Growth Center Pangandaran.
41
Selain infrastruktur pariwisata, masyarakat merupakan pelaku utama dalam pengelolaan kawasan pariwisata di Pangandaran. Oleh karena itu, Growth Center Pangandaran juga butuh dukungan sumber daya manusia yang mumpuni baik dari segi kualitas dan kapasitasnya. Dalam hal ini, masyarakat Growth Center Pangandaran tentunya membutuhkan pengetahuan seputar kepariwisataan. Di sisi lain, ada baiknya mulai dari sekarang pemerintah memfasilitasi kebutuhan tersebut. Salah satunya adalah dengan membangun sekolah kejuruan atau perguruan tinggi khusus pariwisata. Dengan begitu, diharapkan sekolah dan perguruan tinggi tersebut dapat mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan berkapasitas serta dapat berguna bagi terwujudnya Growth Center Pangandaran berbasis pariwisata.
Pangandaran juga memiliki potensi lain di bidang kuliner dan kerajinan tangan.
Pa ga dara terke al aka Ca per ik ya g erupakan kerajinan tangan khas Pangandaran. Kegiatan kerajinan tangan ini dikelola sendiri oleh masyarakat dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat Pangandaran. Kegiatan kerajinan tangan akan dikembangkan sebagai sektor pendukung yang dapat dijadikan nilai tambah bagi wilayah Growth Center Pangandaran. Untuk mendukung kegiatan tersebut, perlu dikembangkan trade center (pusat perdagangan) untuk tempat berkumpulnya toko-toko kerajinan tangan, souvenir, serta restoran-restoran kuliner khas di sekitar kawasan pariwisata.
Sementara itu, Pangandaran juga memiliki potensi besar di bidang pertanian dan perikanan. Ke depannya, pengembangan komoditas unggulan di bidang pertanian dan perikanan akan berorientasi bisnis dan ekspor ke luar wilayah. Selain itu juga menciptakan keterkaitan rantai nilai ekonomi dalam sektor unggulan dan antar sektor unggulan dalam lingkup Growth Center Pangandaran sebagai sebuah klaster pengembangan ekonomi. Dengan demikian, pengembangan konsep Growth Center Pangandaran diharapkan dapat menjadi penghela pembangunan di Jawa Barat.