E. Teknik Pengolahan dan Analisis Data
A.2. Potensi sejarah dan budaya masyarakat
Kabupaten Tanah Datar yang disebut luhak nan tuo merupakan luhak yang kaya akan sejarah dan budaya. Dari luhak inilah lahirnya berbagai macam kebudayaan yang unik yang berbeda dengan kabupaten lain di Indonesia. Bentuk kebudayaan kebendaan maupun non benda sampai saat ini masih dapat dilihat walaupun tidak selengkap dahulu. Akan tetapi peninggalan-peninggalan sejarah baik benda maupun non benda harus tetap dilestarikan agar generasi mendatang masih dapat menikmati dan mengetahuinya. Beberapa peninggalan sejarah yang bersifat material antara lain adalah (www.tanahdatar.go.id [27 Oktober 2005]):
1. Batu Angkek -angkek
Batu Angkek -angkek dikenal sebagai sebuah batu yang mempunyai kekuatan gaib. Batu berbentuk kura-kura dan memiliki lafadz Allah serta Muhammad ini dipercaya masyarakat sebagai penguji apakah suatu
keinginan atau cita-cita akan terkabul atau tidak. Jika batu tersebut dapat diangkat, berarti kemungkinan dapat terkabul. Sebaliknya, jika batu ini tidak terangkat, berarti kemungkinan keinginan tidak terkabul.
2. Batu Basurek
Batu Basurek atau batu bersurat merupakan prasasti peninggalan zaman kerajaan sekitar tahun 1200. Prasasti ini adalah bukti sejarah bahwa Adityawarman pernah menjadi raja di Sumatera.
3. Batu Batikam
Batu Batikam adalah tempat bersejarah dimana pada zaman dahulu terjadi pertikaian antara Datuk Parpatih Nan Sabatang dengan Datuk Katumanggungan. Dalam pertikaian tersebut dikisahkan bahwa Datuk Parpatih Nan Sabatang menikam sebuah batu dengan keris sebagai pelampiasan amarahnya. Batu tersebut menjadi berlubang dan tembus dari depan hingga belakang. Datuk Parpatih Nan Sabatang dan Datuk Katumanggungan merupakan kakak beradik yang memperkenalkan dua sistem kelarasan atau aliran dalam masyarakat Minangkabau yang dianut hingga kini. Dua kelarasan tersebut adalah kelarasan Bodi Chaniago dan kelarasan Koto Piliang.
4. Ustano Rajo
Ustano Rajo adalah kompleks pemakaman raja-raja. Setiap bulan Muharram atau bulan baru Islam, diadakan pergantian kelambu yang digunakan untuk menutup makam raja. Di Ustano Rajo terdapat “batu ujian” yang merupakan tempat para pembesar istana menguji ketangkasan dan kepintaran para pembesar yang akan pergi merantau.
5. Benteng Van Der Capellen
Benteng ini dibangun oleh Belanda dan merupakan bukti perjuangan rakyat Indonesia yang sangat gigih melawan penjajah hingga Belanda harus mendirikan benteng sebagai alat pertahanan. Di tempat ini masih terdapat dua buah meriam batu yang menjadi bukti sejarah.
6. Rumah Gadang Balimbing
Rumah Gadang Balimbing adalah rumah adat yang telah berusia lebih dari 300 tahun. Salah satu keunikan rumah gadang ini adalah konstruksi
(a) (b)
(c) (d)
bangunannya yang tidak menggunakan paku. Sebagian besar bangunan ini belum mengalami pembaruan baik dari segi struktur maupun bahan bangunan. Di dalamnya, terdapat kamar-kamar dengan pintu unik berbentuk oval dengan diameter + 30 cm.
7. Balairuang Sari
Balairuang Sari adalah sebuah bangunan yang mirip dengan rumah gadang, namun tidak memiliki dinding maupun kamar. Bangunan yang telah berusia lebih dari 300 tahun ini digunakan sebagai tempat mengadakan rapat dan musyawarah.
Gambar 6. Beberapa situs peninggalan sejarah yang ada di Kabupaten Tanah Datar : (a) Batu Basurek, (b) Batu Batikam, (c) Batu Angkek-angkek,
(d) Ustano Rajo
Sedangkan hasil kebudayaan immaterial (non benda) yang diturunkan dari generasi ke generasi antara lain adalah :
1. Dabuih
Dabuih adalah atraksi yang serupa dengan debus di daerah Banten. Dabuih memperagakan kekuatan ilmu batin. Para pemain semuanya menari- nari
sambil diiringi musik. Mereka menggunakan senjata tajam berupa pisau, parang api, kaca dan sebagainya lalu dipukulkan ke tubuh, digunakan untuk memotong lidah, leher, atau bagian tubuh lainnya. Dalam adegan yang mengerikan ini anehnya tidak ada yang terluka.
2. Festival Pagaruyung
Festival ini diadakan tahunan dan menampilkan pertunjukan seni permainan anak nagari. Festival ini dihadiri oleh seluruh kabupaten dan kota yang berada di Sumatera Barat, selain itu ada pula yang berasal dari Negeri Sembilan, Malaysia yang memang memiliki hubungan kebudayaan yang erat dengan Sumatera Barat khususnya Pagaruyung.
3. Pacu Kuda
Acara ini diadakan secara turun-temurun dan dikoordinir secara profesional dan terjadwal.
4. Pacu Jawi
Pacu jawi atau pacuan sapi ini merupakan atraksi unik yang diadakan di sawah yang berlumpur. Alat bajak dijadikan sebagai kendaraan oleh para joki. Para joki selain mencambuk sapi tetapi juga menggigit ekor sapi tersebut.
5. Alu Katentong
Alu katentong adalah pertunjukan tumbuk padi yang diiringi tarian. Atraksi ini dimainkan oleh para wanita dengan anggun. Pukulan demi pukulan menghasilkan variasi suara sehingga menjadi sebuah irama unik yang teratur dan indah. Alu katentong ini dimainkan dengan sistem interloking dari 8 buah alu yang dimainkan oleh 8 orang perempuan yang masing- masing memiliki motif pukulan tersendiri. Rangkaian irama yang dihasilkan disebut dengan “Alang Babega” (elang melayang)”Alang Katurun” (elang terbang menukik) dan lain sebagainya.
6. Lukah Gilo
Atraksi ini menggunakan alat untuk menangkap belut (lukah) yang sudah dibumbui ramuan yang berbau magis oleh seorang pawang. Lukah tersebut dapat bergerak sendiri, melompat- lompat atau menari- nari dan para penari
berusaha menangkap lukah ini. Lukah yang digunakan adalah lukah yang ukurannya lebih besar.
Kebudayaan yang dipelihara dan dipegang teguh oleh masyarakat Kabupaten Tanah Datar dapat menjadi suatu ciri khas atau bahkan menjadi identitas masyarakat tersebut. Pada banyak tempat di dunia, kebudayaan merupakan daya tarik tersendiri yang dapat menarik minat wisatawan untuk datang berkunjung, baik untuk menikmati kebudayaan tersebut maupun dengan maksud mempelajarinya. Kabupaten Tanah Datar mempunyai peluang yang cukup besar dalam menjadikan kebudayaan yang dimilikinya sebagai objek wisata, yang dapat dipelajari dan dinikmati oleh banyak orang.
Kepedulian yang ekstra terhadap potensi ini sangat dibutuhkan agar pembangunan di bidang pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) dapat tercapai. Pariwisata berkelanjutan adalah pariwisata yang secara ekologis berkelanjutan, secara sosial budaya diterima masyarakat dan secara ekonomi menguntungkan (Hidayati dkk, 2003). Pariwisata berkelanjutan merupakan pengelolaan yang tepat saat ini karena pengelolaan tersebut mempertemukan antara kebutuhan para turis dengan kebutuhan daerah atau kepimilikan lokal yang tersedia, sehingga pengelolaan ini mampu memenuhi kebutuhan ekonomi, sosial dan etika yang terdiri dari integritas budaya, proses ekologi penting dan keanekaragaman hayati yang dilindungi untuk masa yang akan datang. Untuk menunjang pembangunan pariwisata tersebut maka diperlukan identitas regional Kabupaten Tanah Datar. Identitas regional merupakan suatu konsep dengan maksud mengembangkan suatu daerah yang berdasarkan pada ciri khusus atau jati diri yang dimiliki oleh daerah tersebut. Aspek yang dapat menjadi identitas regional adalah seluruh aspek kehidupan yang ada di kabupaten Tanah Datar yang nantinya merupakan potensi untuk menunjang pembangunan pariwisata berkelanjutan.
Identitas Kabupaten Tanah Datar sangat berhubungan dengan kebudayaan yang mengakar pada masyarakat. Hal ini disebabkan karena kebudayaan merupakan kompleks yang menyangkut pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum dan adat- istiadat. Kebudayaan yang ada di Kabupaten Tanah Datar
merupakan daya tarik tersendiri yang dapat menjadi ciri khas atau identitas masyarakat tersebut.
Berdasarkan hasil wawancara dengan pemuka-pemuka adat di Kabupaten Tanah Datar maka secara garis besar mereka menyebutkan bahwa identitas regional Kabupaten Tanah Datar adalah budaya. Selama ini Batusangkar sebagai ibu kota Kabupaten Tanah Datar dinamakan dengan kota budaya akan tetapi tidak terlalu terdengar, maka sebaiknya Kabupaten Tanah Datar dijadikan kabupaten budaya. Hasil wawancara ini merupakan rujukan untuk identitas regional di Kabupaten Tanah Datar, sehingga dapat diketahui budaya mana yang nantinya akan menjadi identitas regional Kabupaten Tanah Datar.