AN KESEHATAN KABUPATEN MANOKW
4.2. Potret Anggaran Keseha 1. Trend Total Pendapatan
Seperti dengan komposisi belanj lebih besar daripada belanja langsu tahun tahun 2012 belanja tidak la namun situasi berubah pada tahun dari 44,5% pada tahun 2012 menja Grafik 4.2. Trend Pendapatan dan B
Sumber : APBD Kab.
Seperti yang terlihat pada grafik 4.
pos belanja kesehatan Kabupaten alokasi belanja tidak langsung ini Sementara itu, untuk porsi belanja juta (51.0%) yang kemudian menu
4.2.2. Belanja Program Keseha Pada tahun 2013, Pemerintah Kab pelaksanaan 13 (tiga belas) program
a. Program pelayanan adminis b. Program peningkatan saran c. Program obat dan perbekala d. Program pemerataan obat d e. Program upaya kesehatan m
Total ,5%, meningkat di tahun 2012 menjadi 6,6%, dan atan daerah Kabupaten Manokwari.
hatan 2012-2013.
an dan Belanja Kesehatan.
nja daerah secara umum; di mana, porsi belanja sung, pada belanja urusan kesehatan, juga terjadi langsung kesehatan memang lebih kecil dari b
un 2013 di mana belanja langsung mengalami p jadi 38,4% pada tahun 2013.
n Belanja Kesehatan Kabupaten Manokwari
b. Manokwari Tahun 2012 dan 2013, diolah.
4.2, bahwa pada tahun 2012, alokasi belanja tida n Manokwari mencapai Rp 39,113 juta (49%).
ni justru meningkat menjadi 47,765 juta atau m nja langsung, pada tahun 2012, dialokasikan seb nurun menjadi Rp 46,851 juta (49.5%)pada tahun
hatan
abupaten Manokwari mengalokasikan anggaran ram, sebagai berikut :
nistrasi perkantoran ana dan prasarana aparatur
alan kesehatan
t dan perbekalan kesehatan masyarakat
f. Program pengawasan obat dan makanan
g. Program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat h. Program perbaikan gizi masyarakat
i. Program pengembangan lingkungan sehat
j. Program Pengembangan & penanggulangan penyakit menular k. Program Stadarisasi pelayanan kesehatan
l. Program pengadaan, peningkatan, perbaikan sarana-prasarana Puskesmas/puskesmas pembantu & jaringan
Tabel 4.2.2. Data Anggaran Program Dinas Kesehatan tahun 2013
NO URAIAN JUMLAH
1 Program pelayanan administrasi perkantoran 2.325.129.000,00
Belanja Barang dan Jasa
Penyediaan surat menyurat 9.080.000,00
Penyediaan jasa komunikasi,sumber daya air dan listrik 134.000.000,00 Penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaran dinas/operasional 13.400.000,00
Penyediaan jasa kebersihan kantor 9.000.000,00
Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja 17.000.000,00
Penyediaan alat tulis kantor 25.000.000,00
Penyediaan barang cetakan dan penggadaan 20.760.000,00
Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perudang-undangan 8.400.000,00
Penyediaan makanan dan minuman 1.685.840.000,00
Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi dalam dan luar daerah 304.134.000,00 Penyediaan jasa pelayanan administrasi perkantoran 98.515.000,00
2 Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur 1.857.849.000,00
Pembangunan gedung kantor (Belanja Modal) 309.549.000,00
Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor 36.660.000,00
Belanja pegawai 23.400.000,00
Belanja barang dan jasa 13.260.000,00
Pemeliharaan rutin/berkala kendaran dinas/oprasional (Belanja Barang &
Jasa)
1.511.640.000,00
3 Program peningkatan kapasitas sumber daya aparatur 117.600.000,00 Pendidikan dan pelatihan formal (Belanja Barang & Jasa) 117.600.000,00
4 Program obat dan perbekalan kesehatan 2.529.042.610,40
Pengadaan obat dan perbekalan kesehatan 90.703.000,00
Belanja pegawai 24.450.000,00
Belanja barang dan jasa 66.253.000,00
5 Program pemerataan obat dan perbekalan kesehatan 406.620.000,00
Belanja pegawai 55.800.000,00
Belanja barang dan jasa 350.820.000,00
Monitoring, evaluasi dan laporan (Belanja Barang & Jasa) 25.670.000,00 Pelatihan pengelolaan obat bagi tenaga puskesmas 39.765.000,00
Belanja pegawai 4.500.000,00
Belanja barang dan jasa 35.265.000,00
Pengadaan obat & perbekalan kesehatan (DAK) (Belanja Brg & Jasa) 1.787.531.464,00 Pengadaan obat & perbekalan kesehatan (Pendamping DAK) (Belanja
Barang & Jasa)
178.753.146,40
6 Program upaya kesehatan masyarakat 5.679.667.550,00
Pengadaan, peningkatan, perbaikan sarana-prasarana Puskesmas &
jaringannya
229.649.000,00
Belanja pegawai 150.650.000,00
Belanja barang dan jasa 78.999.000,00
Peningkatan pelayanan & penanggulangan masalah kesehatan 840.194.600,00
belanja pegawai 781.650.000,00
Belanja barang dan jasa 58.544.600,00
penyediaan biaya operasional dan pemeliharan 2.190.136.950,00
belanja pegawai 520.800.000,00
Belanja barang dan jasa 1.669.336.950,00
penyelenggaraan penyehatan lingkungan 118.989.000,00
belanja pegawai 21.600.000,00
Belanja barang dan jasa 84.389.000,00
belanja modal 13.000.000,00
pelatihan teknis keperawatan 200.904.000,00
belanja pegawai 24.800.000,00
Belanja barang dan jasa 176.104.000,00
Peningkatan pelayanan & penanggulanagan masalah kesehatan (DANA OTSUS)
2.099.794.000,00
belanja pegawai 2.039.250.000,00
Belanja barang dan jasa 60.544.000,00
7 Program pengawasan obat dan makanan 129.712.000,00
peningkatan pengawasan keamanan pangan & bahan berbahaya 129.712.000,00
belanja pegawai 5.250.000,00
Belanja barang dan jasa 124.462.000,00
8 Program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat 326.908.000,00
penyuluhan masyarakat pola hidup sehat 326.908.000,00
belanja pegawai 27.657.000,00
Belanja barang dan jasa 299.233.000,00
Program perbaikan gizi masyarakat 1.265.795.750,00
Penanggulanagan kurang energi protein (KEP), anemia gizi besi, gangguan akibat kurang yodium(GAKY),kurang vitamin A, dan kekurangan zat gizi mikro lainya
774.581.750,00
Belanja pegawai 49.750.000,00
Belanja barang dan jasa 711.491.750,00
9 Belanja modal 13.340.000,00
Pelatihan menajemen gizi untuk kesehatan ibu dan anak 491.214.000,00
Belanja pegawai 66.950.000,00
Belanja barang dan jasa 409.264.000,00
Belanja modal 15.000.000,00
10 Program pengembangan lingkungan sehat 216.178.000,00
Pengkajian pengembangan lingkungan sehat 216.178.000,00
Belanja pegawai 4.750.000,00
Belanja barangdan jasa 116.428.000,00
Belanja modal 95.000.000,00
11 Program Pengembangan & penanggulangan penyakit menular 1.656.800.800,00
Pelayan vaksinasi bagi balita dan anak sekolah 160.880.000,00
Belanja pegawai 79.050.000,00
Belanja barang dan jasa 81.830.000,00
Pelayanan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular 502.775.000,00
Belanja pegawai 384.775.000,00
Belanja barang dan jasa 118.000.000,00
Pencegahan penularan penyakit endemik/Epidemik (Belanja Barang &
Jasa)
310.499.800,00 Peningkatan survellance epidemiologi & penanggulangan waba 682.646.000,00
Belanja pegawai 245.550.000,00
Belanja barang dan jasa 437.096.000,00
12 Program Stadarisasi pelayanan kesehatan 801.911.900,00
penyusunan standar pelayana kesehatan 55.220.000,00
Belanja pegawai 7.000.000,00
Belanja barang dan jasa 48.220.000,00
Evaluasi dan pengembangan standar pelayanan kesehatan 51.020.900,00
Belanja pegawai 4.830.000,00
Belanja barang dan jasa 46.190.900,00
Penyusunan standar analisis belanja pelayanan kesehatan 664.291.000,00
Belanja pegawai 24.375.000,00
Belanja barang dan jasa 489.916.000,00
Belanja modal 150.000.000,00
Monitoring,evaluasi dan pelaporan 31.380.000,00
Belanja barang dan jasa 13.380.000,00
13 Program pengadaan, peningkatan, perbaikan sarana-prasarana Puskesmas/puskesmas pembantu & jaringan
4.837.830.037,00 Pengadaan sarana dan prasarana puskesmas (Belanja Modal) 116.125.000,00 Pengadaan sarana dan prasarana puskesmas (DAK) (belanja modal) 872.250.000,00 Pengadaan sarana & prasarana puskesmas (pendamping DAK) (belanja
modal)
87.250.000,00 Penigkatan puskesmas pembantu menjadi puskesmas (DAK) (belanja
modal)
736.363.636,00 Penigkatan puskesmas pembantu menjadi puskesmas (pendamping DAK)
(belanja modal)
73.636.364,00 Pembangunan rumah medis dan paramedis( DAK) (belanja modal) 327.272.727,00 Pembagunan rumah medis dan paramedis (pendampingDAK) (belanja
modal)
32.727.273,00 Rehabilitasi sedang/berat polindes/poskesdes(DAK) (belanja modal) 271.636.364,00 Rehabilitasi sedang/berat polindes/poskesdes (pendamping DAK) (belanja
modal)
27.163.636,00 Rehabilitasi sedang/berat puskesmas pembantu (DAK) (belanja modal) 281.818.182,00 Rehabilitasi sedang/berat puskesmas pembantu (pendamping DAK)(belanja
modal)
28.181.818,00 Rehabilitas sedang/berat puskesmas rawat inap(DAK)(belanja modal) 286.363.636,00 Rehabilitas sedang/berat puskesmas rawat inap(pendamping DAK)(belanja
modal)
28.636.364,00 Rehabilitas sedang/berat rumah medis & paramedis (DAK) (blnj modal) 435.001.818,00 Rehabilitasi sedang/berat rumah medis dan paramedis (pendampig
DAK)(belanja modal)
43.500.182,00 Rehabilitas sedang/berat puskesmas (DAK)(belanja modal) 115.810.000,00 Rehabilitas sedang/berat puskesmas ( pendamping DAK)(belanja modal) 11.581.000,00 Penigkatan puskesmas pembantu menjadi puskesmas (lanjutan/
DAK)(belanja modal)
404.216.818,00 Penigkatan puskesmas pembantu menjadi puskesmas (lanjutan
Pendamping DAK) (belanja modal)
40.421.682,00 Rehabilitas sedang / berat polindes/puskesdes (lanjutan/DAK) (belanja
modal)
12.536.364,00 Pembangunan puskesmas pembantu (DAK) (belanja modal) 436.362.173,00 Pembagunan puskesmas pembantu(pendamping DAK) (belanja modal) 43.636.364,00
Sumber : APBD Kab. Manokwari Tahun 2013, diolah.
Dari ketiga belas program di atas ada dua program yang menurut hemat kami perlu mendapat intervensi lebih kuat karena cukup penting dan sangat menentukan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kedua program itu adalah:
a. Program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat b. Program Pengembangan & penanggulangan penyakit menular
Pada program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, kami melihat bahwa sesungguhnya kebijakan pemerintah pusat sudah memberi peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik seperti adanya jaminan persalinan bagi ibu melahirkan dan pengobatan gratis bagi penderita TB. Namun demikian, dalam kenyataannya layanan itu belum sepenuhnya diakses oleh masyarakat. Kami menilai hal itu antara lain disebabkan oleh kurangnya informasi.
Berdasarkan LKPJ bupati pada tahun 2011 ada sebanyak 4.975 orang perempuan melahirkan di Kabupaten Manokwari, dan hanya 45,05% yang mendapatkan layanan medis. Hal itu menunjukkan bahwa masih banyak yang belum mengakses layanan ini.
Pada tahun 2012 dimana program Jaminan Persalinan telah ada, dari 4.403 ibu hamil melahirkan yang persalinanya ditolong layanan kesehatan hanya 75,26%, selain itu terdapat 1,82% persalinan ibu hamil yang ditolong dukun, dan sisanya tidak diketahui, hal ini berarti ada 1.089 ibu hamil yang persalinanya tidak ditolong oleh tenaga medis.
Hal serupa juga dalam pengobatan gratis bagi penderita TB, program TB telah lama dicanangkan namun sampai saat ini angka case notification rate masih tinggi yaitu 218 per 100.000 penduduk, angka succes rate baru mencapai angka 54,39%, dan angka CDR baru mencapai 50,26%.
Keadaan ini dikarenakan masih minimnya masyarakat mengakses layanan kesehatan khususnya TB yang disebabkan minimnya pengetahuan masyarakat terkait TB dan informasi tentang pengobatan TB gratis belum banyak diketahui masyarakat.
Dalam APBD Kabupaten Manokwari 2013, Program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat menganggarkan dana sebesar RP 326, 908 juta. Angka ini disebutkan untuk penyuluhan masyarakat pola hidup sehat dan tidak secara jelas bagaimana kampanye itu dilaksanakan serta tidak pula terlihat untuk promosi layanan kesehatan tersebut di atas. Untuk itu kami mengusulkan mengefektifkan program untuk mengkampanyekan jampersal dan pengobatan gratis TB melalui program ini.
Minimnya puskesmas yang melayani HIV-AIDS karena hanya 5 ada puskesmas yang memiliki kapasitas untuk melayani dan ke 5 puskesmas tersebut seluruhnya berada di daerah kota, sedangkan orang yang terinveksi dan membutuhkan layanan sebagian tinggal di pedesaan, pesisir pantai, dan pegunungan. Hal ini menyebabkan makin meningkatnya orang dengan HIV-AIDS yang meninggal dan putus obat akibat tidak dapat mengakses layanan kesehatan yang mereka butuhkan secara berkesinambungan Maka orang drop out.
Untuk itu kami mendorong untuk meningkatkan jumlah layanan yang memiliki kapasitas dan berkualitas serta memperluas layanan kesehatan untuk yang mampu menangani kasus penyakit menular khususnya TB dan HIV-AIDS.
Berdasarkan laporan dinas kesehatan kabupaten Manokwari bahwa angka orang yang meninggal dan atau droup out mencapai angka 435 orang atau 87,7% orang dengan HIV pada stadium HIV positif dan 112 orang atau 47,5% orang dngan HIV pada stadium AIDS, sedangkan yang hidup hanya 61 orang atau 12,3% orang dengan HIV pada stadium HIV positif dan 124 orang atau 52,5% orang dengan HIV pada stadium AIDS.
4.2.3. Analisis.
Terkait dengan issu tersebut di atas, dilakukan analisis sebagai berikut : 1. Analisis Pertumbuhan Anggaran.
Rumus :
(T2 – T1)/T1 x 100 Ket. :
T2 adalah anggaran kesehatan Kabupaten Manokwari tahun terakhir (2013); dan T1 adalah anggaran kesehatan Kabupaten Manokwari tahun sebelumnya (2012).
(Rp 94,617,191 juta – 79,870 juta)/ Rp 79,870 juta X 100
= Rp 14,746, juta/ 79,870 juta X 100
= 18%
Artinya, alokasi anggaran kesehatan Kabupaten Manokwari pada tahun 2013 mengalami kenaikan sebesar 18%.