NO VISUAL AUDIO
1. Pra Produksi
a. Mengumpulkan semua data-data yang diperlukan (riset) untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang kampung Bustaman Semarang.
b. Membuat sinopsis, treatment dan perencanaan naskah sebagai landasan saat produksi nanti. Kemudian dianalisa dan dipahami. c. Menyusun team work beserta job desk, agar setiap orang fokus
pada masing-masing tanggung jawabnya. Berikut job desk yang sudah tersusun:
Tabel 3.4 Job Description
NO NAMA JOBDESK
1. Bella Sani Hastuti
Mochamad Makfut Saputra Suryadi Saputra
Produser
2. Bella Sani Hastuti Sutradara
3. Bella Sani Hastuti Suryadi Saputra
Kameraman
4. Mochamad Makfut Saputra Penulis Naskah
5. Suryadi Saputra Peralatan/ TD (Teknik
Director)
6. Suryadi Saputra Editor
e. Mengatur semua jadwal kegiatan
Tabel 3.5 Time Scedhule
No Tahap Aktifitas
Target Per Minggu
Maret April Mei Juni 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1. P ra prod uksi Penemuan Ide √ 2. Pengembangan Gagasan, Sinopsis dan Shooting list √ 3. Penulisan Naskah dan Treatment √ 4. P roduk si Shooting √ √ √ 5. Dailly Production Report √ 6. Evaluasi Produksi √ 7. P asc a P roduk si Capturing √ 8. Logging √ 9. Offline Editing √ 10. Dubbing √ 11. Online Editing √
Untuk memproduksi sebuah film dokumenter, hal yang sangat perlu diperhatikan adalah merencanakan budget agar nantinya pengeluaran dapat diperkirakan. Sehingga dana untuk memproduksi suatu film dokumenter tidak membengkak.
Tabel 3.6 Perencanaan Budget
No Alokasi Jumlah Harga
1. Perlengkapan Produksi: 1. Lensa 24-70 2. Lensa Tele 11-22 3. Recorder 1 x 1 hari 1 x 1 hari 1 x 3 hari Rp. 100.000,00 Rp. 100.000,00 Rp. 150.000,00 2. Biaya Lain-lain Rp. 150.000,00 Total Pengeluaran Rp. 500.000,00
g. Perencanaan Jadwal Shooting
Perencanaan jadwal shooting sangat diperlukan saat produksi, agar nantinya saat produksi tidak membuang banyak waktu.
Tabel 3.7 Jadwal Shooting
Tanggal Lokasi Kegiatan
14 April 2016 Kp. Bustaman Wawancara narasumber
18 April 2016 Kp. Bustaman Wawancara narasumber
19 April 2016 Kel. Puwodinatan Wawanacara pegawai
kelurahan
20 April 2016 Kp. Bustaman Insert gambar
27 April 2016 Kp. Bustaman Insert gambar
22 Mei 2016 Kp. Bustaman,
Kp. Petudungan, Kp. Pekojan Tengah
Insert gambar
Dalam memproduksi film dokumenter ini penulis melakukan 3 kali rapat atau diskusi. Pertemuan pertama menentukan konsep acara seperti menentukan konsep program apa yang akan dibuat, membuat sinopsis, shooting list, treatment dan lain-lain. Pertemuan kedua menentukan penyusunan job
desk, agar setiap orang memiliki tanggung jawab masing-masing
saat produksi. Pertemuan ketiga adalah perencanaan budget, untuk mengatur pemasukan dan keperluan saat produksi serta menyiapkan alat-alat yang diperlukan saat melakukan produksi nantinya.
2. Produksi
Proses pengambilan gambar dalam pembuatan
dokumenter tugas akhir ini dilakukan beberapa kali yang meliputi pengambilan suasana kampung Bustaman dan wawancara narasumber. Pengambilan gambar dilakukan sesuai dengan treatment yang telah dibuat walaupun ada pengembangan saat produksi. Berikut proses pengambilan gambar film dokumenter “Telisik Kampung Bustaman”
Tabel 3.8 Proses Shooting Tanggal Shooting Ke- Kegiatan
14 April
2016
1 Pengambilan statement Pak Hari
Bustaman dan Pak Ashar
18 April
2016
2 Pengambilan statement Pak
Sugiyono, Pak Aziz, Bu Rika
merupakan seseorang yang
melakukan pernikahan antar
tetangga
19 April
2016
3 Pengambilan statement Pegawai
2016 Bustaman
27 April
2016
5 Pengambilan gambar Kp. Sekayu
dan establist “Semarang Hebat” di Semarang Barat
22 Mei 2016 6 Pengambilan gambar Kp. Pekojan
Tengah dan daerah Petudungan
29 Mei 2016 7 Pengambilan gambar acara
Tradisi Gebyuran di Kp.
Bustaman. 3. Pasca Produksi
Proses pasca produksi sama saja dengan proses akhir dalam memproduksi film dokumenter yaitu editing. Semua gambar yang telah diambil disatukan supaya menjadi sebuah komposisi yang menarik untuk ditonton, dan yang sangat berperan penting dalam proses editing adalah editor. Meski begitu, penulis naskah juga berperan saat proses editing, penulis naskah tetap mendampingi editor saat mengedit karya, karena penulis naskah yang paham mengenai jalan cerita dalam film dokumenter “Telisik Bustaman”. Adapun proses pasca produksi sebagai berikut:
a. Logging
Sebelum pelaksanaan editing, terlebih dahulu melakukan pendataan dengan logging untuk membuat editing list. Logging ini merupakan pendataan timecode yaitu dengan melihat hasil gambar yang telah diambil dan mencatat mana saja yang dipakai maupun yang tidak dipakai.
Gambar 3.1 Logging b. Dubbing
Sebelum video diedit, terlebih dahulu melakukan proses
dubbing. Ini dilakukan agar dalam proses edit nanti
memudahkan editor untuk menyelaraskan gambar dengan narasi. Narasi dibacakan oleh seorang dubber, untuk menjelaskan gambar.
Gambar 3.2 Dubbing c. Offline Editing
Proses menyatukan beberapa gambar yang sudah dipastikan akan dipakai. Proses ini hanya sekedar mengurutkan gambar, namun sudah mulai terlihat runtutan cerita dari awal hingga akhir.
Gambar 3.3 Offline Editing d. Transisi
Pemberian transisi antar gambar baik itu cut, dissolve, dip
to white maupun dip to black agar lebih sistematis dan dinamis.
Gambar 3.4 Transisi e. Online Editing
Yang meliputi pemberian efek warna, efek suara, dan efek gambar serta memberikan title seperti judul, nama pemain, nama
crew. Selain itu diberikan tambahan grafis pada gambar.
Gambar 3.5 Online Editing f. Preview
Melihat hasil editing dan melakukan koreksi-koreksi yang diperlukan untuk menambah sempurna hasil gambar dan suara.
Gambar 3.6 Preview g. Rendering
Proses menyatukan hasil editing ke dalam sebuah video yang benar-benar untuh.
Gambar 3.7 Rendering 3.6. Job Description Editor
1. Pra Produksi
Dalam tahap ini seorang editor tidak terlalu berperan, seorang editor harus mempersiapkan hal hal yang dibutuhkan untuh bahan editing nantinya, seperti mempersiapkan konsep video dan grafis jika diperlukan.
2. Produksi
Segala hal yang dibutuhkan saat produksi tentu saja sesuai dengan jobdesk yaitu sinopsis, treatment dan naskah yang sudah di setujui oleh crew. Namun walaupun sudah ada naskah bukan berarti semua sudah paten, karena penulis juga selaku editor bisa
saat proses editing. 3. Pasca Produksi
Pada proses pasca produksi penulis berkoordinasi dengan tim untuk membicarakan naskah yang telah tersusun, apakah akan diadakan revisi atau tidak setelah diadakan offline editing. Jika sutradara sudah menyetujui naskah, maka naskah tersebut akan menjadi dasar seorang editor untuk mengedit gambar secara online. Setelah itu penulis merapikan hasil vido dan memberikan grafis, backsound, narasi dan seterunya sehingga mejadi sebuah karya yang nantinya bisa ditonton dan memberikan manfaat bagi semua orang.
46