• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pra Produksi

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG (Halaman 37-46)

NO VISUAL AUDIO

1. Pra Produksi

a. Mengumpulkan semua data-data yang diperlukan (riset) untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang kampung Bustaman Semarang.

b. Membuat sinopsis, treatment dan perencanaan naskah sebagai landasan saat produksi nanti. Kemudian dianalisa dan dipahami. c. Menyusun team work beserta job desk, agar setiap orang fokus

pada masing-masing tanggung jawabnya. Berikut job desk yang sudah tersusun:

Tabel 3.4 Job Description

NO NAMA JOBDESK

1. Bella Sani Hastuti

Mochamad Makfut Saputra Suryadi Saputra

Produser

2. Bella Sani Hastuti Sutradara

3. Bella Sani Hastuti Suryadi Saputra

Kameraman

4. Mochamad Makfut Saputra Penulis Naskah

5. Suryadi Saputra Peralatan/ TD (Teknik

Director)

6. Suryadi Saputra Editor

e. Mengatur semua jadwal kegiatan

Tabel 3.5 Time Scedhule

No Tahap Aktifitas

Target Per Minggu

Maret April Mei Juni 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1. P ra prod uksi Penemuan Ide √ 2. Pengembangan Gagasan, Sinopsis dan Shooting list √ 3. Penulisan Naskah dan Treatment √ 4. P roduk si Shooting √ √ √ 5. Dailly Production Report √ 6. Evaluasi Produksi √ 7. P asc a P roduk si Capturing √ 8. Logging √ 9. Offline Editing √ 10. Dubbing √ 11. Online Editing √

Untuk memproduksi sebuah film dokumenter, hal yang sangat perlu diperhatikan adalah merencanakan budget agar nantinya pengeluaran dapat diperkirakan. Sehingga dana untuk memproduksi suatu film dokumenter tidak membengkak.

Tabel 3.6 Perencanaan Budget

No Alokasi Jumlah Harga

1. Perlengkapan Produksi: 1. Lensa 24-70 2. Lensa Tele 11-22 3. Recorder 1 x 1 hari 1 x 1 hari 1 x 3 hari Rp. 100.000,00 Rp. 100.000,00 Rp. 150.000,00 2. Biaya Lain-lain Rp. 150.000,00 Total Pengeluaran Rp. 500.000,00

g. Perencanaan Jadwal Shooting

Perencanaan jadwal shooting sangat diperlukan saat produksi, agar nantinya saat produksi tidak membuang banyak waktu.

Tabel 3.7 Jadwal Shooting

Tanggal Lokasi Kegiatan

14 April 2016 Kp. Bustaman Wawancara narasumber

18 April 2016 Kp. Bustaman Wawancara narasumber

19 April 2016 Kel. Puwodinatan Wawanacara pegawai

kelurahan

20 April 2016 Kp. Bustaman Insert gambar

27 April 2016 Kp. Bustaman Insert gambar

22 Mei 2016 Kp. Bustaman,

Kp. Petudungan, Kp. Pekojan Tengah

Insert gambar

Dalam memproduksi film dokumenter ini penulis melakukan 3 kali rapat atau diskusi. Pertemuan pertama menentukan konsep acara seperti menentukan konsep program apa yang akan dibuat, membuat sinopsis, shooting list, treatment dan lain-lain. Pertemuan kedua menentukan penyusunan job

desk, agar setiap orang memiliki tanggung jawab masing-masing

saat produksi. Pertemuan ketiga adalah perencanaan budget, untuk mengatur pemasukan dan keperluan saat produksi serta menyiapkan alat-alat yang diperlukan saat melakukan produksi nantinya.

2. Produksi

Proses pengambilan gambar dalam pembuatan

dokumenter tugas akhir ini dilakukan beberapa kali yang meliputi pengambilan suasana kampung Bustaman dan wawancara narasumber. Pengambilan gambar dilakukan sesuai dengan treatment yang telah dibuat walaupun ada pengembangan saat produksi. Berikut proses pengambilan gambar film dokumenter “Telisik Kampung Bustaman”

Tabel 3.8 Proses Shooting Tanggal Shooting Ke- Kegiatan

14 April

2016

1 Pengambilan statement Pak Hari

Bustaman dan Pak Ashar

18 April

2016

2 Pengambilan statement Pak

Sugiyono, Pak Aziz, Bu Rika

merupakan seseorang yang

melakukan pernikahan antar

tetangga

19 April

2016

3 Pengambilan statement Pegawai

2016 Bustaman

27 April

2016

5 Pengambilan gambar Kp. Sekayu

dan establist “Semarang Hebat” di Semarang Barat

22 Mei 2016 6 Pengambilan gambar Kp. Pekojan

Tengah dan daerah Petudungan

29 Mei 2016 7 Pengambilan gambar acara

Tradisi Gebyuran di Kp.

Bustaman. 3. Pasca Produksi

Proses pasca produksi sama saja dengan proses akhir dalam memproduksi film dokumenter yaitu editing. Semua gambar yang telah diambil disatukan supaya menjadi sebuah komposisi yang menarik untuk ditonton, dan yang sangat berperan penting dalam proses editing adalah editor. Meski begitu, penulis naskah juga berperan saat proses editing, penulis naskah tetap mendampingi editor saat mengedit karya, karena penulis naskah yang paham mengenai jalan cerita dalam film dokumenter “Telisik Bustaman”. Adapun proses pasca produksi sebagai berikut:

a. Logging

Sebelum pelaksanaan editing, terlebih dahulu melakukan pendataan dengan logging untuk membuat editing list. Logging ini merupakan pendataan timecode yaitu dengan melihat hasil gambar yang telah diambil dan mencatat mana saja yang dipakai maupun yang tidak dipakai.

Gambar 3.1 Logging b. Dubbing

Sebelum video diedit, terlebih dahulu melakukan proses

dubbing. Ini dilakukan agar dalam proses edit nanti

memudahkan editor untuk menyelaraskan gambar dengan narasi. Narasi dibacakan oleh seorang dubber, untuk menjelaskan gambar.

Gambar 3.2 Dubbing c. Offline Editing

Proses menyatukan beberapa gambar yang sudah dipastikan akan dipakai. Proses ini hanya sekedar mengurutkan gambar, namun sudah mulai terlihat runtutan cerita dari awal hingga akhir.

Gambar 3.3 Offline Editing d. Transisi

Pemberian transisi antar gambar baik itu cut, dissolve, dip

to white maupun dip to black agar lebih sistematis dan dinamis.

Gambar 3.4 Transisi e. Online Editing

Yang meliputi pemberian efek warna, efek suara, dan efek gambar serta memberikan title seperti judul, nama pemain, nama

crew. Selain itu diberikan tambahan grafis pada gambar.

Gambar 3.5 Online Editing f. Preview

Melihat hasil editing dan melakukan koreksi-koreksi yang diperlukan untuk menambah sempurna hasil gambar dan suara.

Gambar 3.6 Preview g. Rendering

Proses menyatukan hasil editing ke dalam sebuah video yang benar-benar untuh.

Gambar 3.7 Rendering 3.6. Job Description Editor

1. Pra Produksi

Dalam tahap ini seorang editor tidak terlalu berperan, seorang editor harus mempersiapkan hal hal yang dibutuhkan untuh bahan editing nantinya, seperti mempersiapkan konsep video dan grafis jika diperlukan.

2. Produksi

Segala hal yang dibutuhkan saat produksi tentu saja sesuai dengan jobdesk yaitu sinopsis, treatment dan naskah yang sudah di setujui oleh crew. Namun walaupun sudah ada naskah bukan berarti semua sudah paten, karena penulis juga selaku editor bisa

saat proses editing. 3. Pasca Produksi

Pada proses pasca produksi penulis berkoordinasi dengan tim untuk membicarakan naskah yang telah tersusun, apakah akan diadakan revisi atau tidak setelah diadakan offline editing. Jika sutradara sudah menyetujui naskah, maka naskah tersebut akan menjadi dasar seorang editor untuk mengedit gambar secara online. Setelah itu penulis merapikan hasil vido dan memberikan grafis, backsound, narasi dan seterunya sehingga mejadi sebuah karya yang nantinya bisa ditonton dan memberikan manfaat bagi semua orang.

46

BAB IV

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG (Halaman 37-46)

Dokumen terkait