• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data

3. Praktik Pembelajaran

Keterangan : D : Daya Pembeda

BA : Jumlah siswa yang menjawab benar pada butir soal kelompok atas

BB : Jumlah siswa yang menjawab benar pada butir soal kelompok bawah

JA : Banyaknya siswa pada kelompok atas JB : Banyaknya siswa pada kelompok bawah

Tabel 4.6

Hasil Uji Daya Pembeda

Kategori Soal Jumlah Soal Presentase (%)

Baik Sekali 3 15% Baik 7 35% Sedang 10 50% Jelek - - Jumlah 20 100% 3. Praktik Pembelajaran

a. Praktik Pembelajaran Kelas Two Stay Two Stray

Dalam penerapan metode pembelajaran Two Stay Two Stray ini peneliti menggunakan kelas VIII 6 dengan jumlah siswa 40 orang sebagai objek penelitiannya, disini guru berperan sebagai pembimbing saat proses pembelajaran berlangsung. Dalam teknik ini siswa cenderung aktif dan mampu membantu siswa melatih komunikasi yang

baik dengan kelompoknya maupun antar kelompok serta memacu kreativitas dan kerjasama tim yang baik. Untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum diberikan perlakuan, guru memberikan Pretest kepada siswa.

Dalam menggunakan teknik ini guru membagi siswa dalam 10 kelompok yang satu kelompok berisikan 4 orang, sebelum memberikan tugas kepada masing – masing kelompok, guru terlebih dahulu menjelaskan materi tentang permintaan, penawaran dan harga pasar. kemudian guru memberikan tugas yang berbeda – beda antar kelompok satu dengan kelompok lainnya. Masing – masing kelompok mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh guru setelah itu mereka mendiskusikannya dengan kelompoknya. Setelah mereka selesai berdiskusi dengan kelompoknya, siswa melakukan mobilisasi, yaitu dua orang berkunjung kekelompok lain sedangkan dua orang lainnya menunggu kunjungan dari kelompok lain. Tujuan dari mobilisasi ini adalah agar siswa saling bertukar informasi tentang tugas yang diberikan kepada masing – masing kelompok.

Setelah mereka melakukan kunjungan dan dikunjungi oleh perwakilan dari kelompok lain, anggota kelompok yang berkunjung kembali ke kelompoknya masing – masing kemudian mencocokan dan membahas hasil kerja yang mereka temukan selanjutnya membandingkan dan membahas hasil pekerjaan mereka.

Penerapan metode pembelajaran Two Stay Two Stray ini dilakukan sebanyak tiga kali pertemuan. Pada pertemuan pertama siswa terlihat bingung dengan adanya mobilisasi dalam teknik ini, sehingga mengakibatkan banyaknya waktu yang terbuang serta suasana kelas yang berisik dan tidak kondusif. Ini terjadi karena mereka kebingungan dalam menentukan kelompok mana yang akan mereka kunjungi serta siapa yang akan bertugas menerima tamu.

Pada pertemuan kedua, siswa terlihat mulai paham dengan metode ini dan suasana kelas mulai kondusif, siswa juga sudah mengetahui

kelompok mana yang akan mereka kunjungi. Pada pertemuan kedua ini kemampuan kerjasama antar tim sudah terlihat cukup baik.

Pada pertemuan ketiga siswa sudah tidak perlu lagi bimbingan dalam melakukan mobilisasi dan bertukar informasi, karena hampir seluruh siswa sudah paham dan menguasai teknik pembelajaran ini dengan baik. disini guru berperan sebagai pengamat bukan lagi sebagai pembimbing dan siswa terlihat sangat bersemangat. Pada pertemuan ketiga ini, guru memberikan test akhir Posttest guna mengukur kemampuan siswa setelah diberlakukan teknik pembelajaran Two Stay Two Stray.

b. Praktik Pembelajaran Kelas Inside Outside Circle

Dalam menggunakan metode pembelajaran teknik Inside Outside Circle, peneliti menggunakan kelas VIII 7 dengan jumlah siswa 40 orang sebagai objek penelitiannya. Dalam penerapannya siswa diajak aktif untuk belajar dengan sistem lingkaran besar dan lingkaran kecil, disini guru berperan sebagai pembimbing saat proses pembelajaran berlangsung. Untuk mengetahui kemampuan awal siswa, sebelum perlakuan guru memberikan Pretest kepada siswa.

Hal yang dilakukan pertama kali dalam metode ini adalah guru memberikan penjelasan tentang materi permintaan, penawaran dan harga pasar kepada siswa, setelah memberikan penjelasan guru membentuk 2 kelompok besar yang beranggotakan 20 orang setiap kelompoknya, kemudian dari tiap – tiap kelompok besar dibentuk lagi 2 kelompok lingkaran menghadap ke dalam dan lingkaran menghadap keluar yang terdiri dari 10 orang, dengan demikian anggota lingkaran luar dan lingkaran dalam saling berhadapan dan disebut dengan pasangan asal.

Setelah anggota lingkaran luar dan lingkaran dalam saling berpasangan, guru memberikan tugas yang berbeda kepada setiap pasangan berdasarkan dengan indikator yang ingin dicapai, disini guru

memberikan satu indikator kepada setiap pasangan, selanjutnya setiap pasangan mulai mendiskusikan tugas yang diberikan oleh guru dalam waktu yang bersamaan. Kemudian siswa yang berada dilingkaran kecil diam di tempat, sementara siswa yang berada dilingkaran besar nergeser searah jarum jam. Dengan cara ini, masing – masing siswa mendapatkan pasangan baru untuk berdiskusi dan membagikan informasi dari kelompok asal. Demikian seterusnya dan berhenti jika anggota kelompok lingkaran dalam dan lingkaran luar sebagai pasangan awal kembali bertemu. Hasil diskusi dari tiap kelompok besar itu kemudian dipaparkan didepan kelas sehingga terjadi diskusi antar kelompok besar, dari diskusi ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan bermakna bagi seluruh peserta didik.

Penerapan metode Inside Outside Circle ini dilakukan sebanyak tiga kali pertemuan, pada pertemuan pertama suasana kelas terlihat tidak kondusif, karena siswa masih belum memahami pelaksanaan metode Inside Outside Circle ini dan cara membuat lingkaran yang kemudian dibagi lagi menjadi dua kelompok lingkaran.

Pada pertemuan kedua, suasana kelas berada dalam keadaan yang lebih kondusif dari pertemuan sebelumnya, hal ini terlihat dari suasana gaduh berkurang karena siswa sudah lebih memahami pelaksanaan metode Inside Outside Circle dengan membentuk lingkaran luar lingkaran dalam dan berpasangan untuk melakukan diskusi.

Pada pertemuan ketiga, siswa sudah faham mengenai metode

Inside Outside Circle. Terlihat dari kemampuan siswa membentuk lingkaran besar dan membaginya kembali menjadi dua kelompok kecil yang kemudian saling bertukar informasi, hingga selanjutnya terjadi diskusi antar kelompok besar. Disini guru berperan sebagai pembimbing atas diskusi yang dilakukan oleh siswa dengan sesekali memberikan penjelasan kepada hal – hal yang dirasa kurang difamahi oleh siswa. Pada pertemuan ketiga ini guru memberikan Posttest untuk

mengukur kemampuan siswa setelah diberlakukan pembelajaran teknik

Inside Outside Circle.

Dokumen terkait