2.3.1 Sistem Penyediaan Air Minum Pemanfatan sumber daya air di Kota Sungai Penuh terutama berasal dari sumber air permukaan yaitu Sungai Batang Merao, Sungai Batang Sangkir, Sungai Jernih, Sungai Ampuh, Sungai Buai dan Sungai Sangkakala yang direncanakan untuk dimanfaatkan sebagai sumber air untuk sistem jaringan irigasi dan sumber air baku untuk air minum.
Sumber air yang telah dimanfaatkan adalah Sungai Batang Merao, Sungai Jernih dan Sungai Ampuh melalui Instalasi Pengolahan Air Bersih (IPA) yang merupakan air baku bagi PDAM Tirta Sakti Sungai Penuh, dengan debit yang dihasilkan dari sumber air baku ini adalah 76 L/detik.
2.3.2 Drainase Rencana sistem drainase Kota Sungai Penuh terdiri dari pengaturan dan sinkronisasi sistem jaringan primer, sekunder dan tersier yang terdiri dari :
1. Sistem jaringan primer sebagai saluran penampung limpasan air hujan utama ditetapkan pada beberapa aliran sungai yang melintasi Kota Sungai Penuh yang terdiri dari Sungai Ning, Sungai Pengasah, Sungai Air Sesat, Sungai Air Sempit, Sungai Terung, Sungai Air Hitam, Sungai Batang Sangkir, Sungai Air Bungkal, Sungai Rampuh, Sungai Ulu Air Kumun dan Sungai Batang Bungkal dengan outlet pada saluran utama Sungai Batang Merao di Kecamatan Tanah Kampung.
2. Sistem jaringan sekunder di kembangkan untuk membentuk sistem cluster berupa pengembangan sistem kanal pengendali banjir, terutama pada wilayah Kecamatan Hamparan Rawang, Tanah Kampung dan Kumun Debai dan sebagian Kecamatan Sungai Penuh yang rawan terhadap genangan akibat topografi wilayah. Sistem cluster dipecah untuk menciptakan daerah tampungan air sementara, berupa polder-polder pada ketiga
wilayah tersebut, sehingga tidak langsung masuk ke aliran Sungai Batang Merao, dengan luas masing-masing polder 0,5 m2 dengan kapasitas 5.000 m3.
3. Penataan sistem jaringan tersier dengan melakukan pemantapan dan kontinuitas saluran pada depan persil perumahan terutama pada permukiman perkotaan yang telah berkembang menjadi permukiman padat terutama di Kecamatan Sungai Penuh dan Kecamatan Hamparan Rawang agar terhubung dengan sistem sekunder.
Sementara untuk kawasan pengembangan perkotaan dan permukiman pedesaan dikembangkan sistem tersier yang terintegrasi dengan pengembangan sistem sekunder berupa polder sementara hingga dapat dialirkan ke saluran sekunder.
Arahan sistem drainase Kota Sungai Penuh meliputi :
1. Peningkatan dan pengembangan saluran drainase dengan basis Daerah Aliran Sungai (DAS) berupa pengembangan sistem kanal pengendali banjir di wilayah Kecamatan Hamparan Rawang, Kecamatan Tanah Kampung, Kecamatan Sungai Penuh dan Kecamatan Kumun Debai.
2. Perbaikan saluran drainase pada Jalan Muradi, Jalan A. Yani, Jalan Depati Parbo dan Kawasan Pasar Tanjung Bajure serta saluran drainase yang bermasalah lainnya melalui peningkatan kapasitas dan daya tampung saluran.
3. Penataan saluran drainase pada kawasan perumahan dan kawasan pusat pelayanan. 4. Penanganan saluran – saluran yang berfungsi ganda sebagai saluran drainase dan
saluran irigasi.
2.3.3 Air Limbah Pada dasarnya air limbah terdiri dari 2 bentuk yaitu air kotor (Grey Water) dan limbah manusia (Black Water). Grey Water yaitu limbah manusia dalam bentuk cairan yang dihasilkan dari sisa kegiatan pemakaian air domestik, seperti air bekas mandi, mencuci dan sebagainya. Sedangkan Black Water yaitu buangan limbah padat yang berasal dari kotoran manusia. Prakiraan air limbah di Kota Sungai Penuh pada tahun 2031 untuk grey water sebesar 17.973 m3 dan black water 8.987 m3.
Penanganan air limbah dapat dilakukan melalui dua teknologi pembuangan, yaitu sistem setempat (onsite system) dan sistem terpusat (offsite sysfem). Sistem setempat yaitu suatu sistem pembuangan air limbah sekaligus pengolahannya yang dilakukan di tempat tersebut melalui penguraian bakteri anaerob. Teknologi pengolahan sistem setempat biasanya menggunakan Septic Tank atau Cubluk disertai Bidang Resapan. Sedangkan sistem terpusat yaitu bentuk pembuangan air limbah menggunakan sistem perpipaan yang berfungsi mengalirkan air limbah dari sumbernya ke suatu tempat pengolahan.
Pengelolaan air limbah membutuhkan sistem pengolahan yang memenuhi kaidah teknis sesuai dengan teknologi pembuangan yang akan diterapkan. Langkah antisipasi dalam menangani
besarnya buangan air limbah adalah dengan pembangunan IPAL (instalasi pengolahan air limbah) terpadu dibeberapa titik krusial, misalnya pusat perumahan maupun pusat kota. Pada Tahun 2011 akan dibangun IPAL komunal di Tanjung Bajure yang untuk menampung buangan air limbah dari pusat kota (pasar) disamping melayani buangan air limbah dari perumahan penduduk.
Arahan sistem pengolahan air limbah Kota Sungai Penuh terdiri atas : a. Sistem pembuangan air limbah bahan berbahaya dan beracun. b. Sistem pembuangan air limbah terpusat.
c. Sistem pembuangan air limbah rumah tangga individual dan komunal.
Rencana sistem pembuangan air limbah bahan berbahaya dan beracun diarahkan pada Kawasan Rumah Sakit di Kecamatan Sungai Penuh. Sedangkan rencana sistem pembuangan air limbah terpusat berupa pengembangan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) diarahkan pada kawasan pusat pemerintahan dan kawasan perdagangan dan jasa di Kecamatan Sungai Penuh.
Untuk rencana sistem pembuangan air limbah rumah tangga individual dan komunal meliputi : a. Sistem pembuangan air limbah rumah tangga individual diarahkan pada kawasan
perumahan kepadatan rendah dan sedang di Kecamatan Tanah Kampung, Kecamatan Kumun Debai, Kecamatan Pesisir Bukit dan Kecamatan Hamparan Rawang; dan
b. Sistem pembuangan air limbah rumah tangga komunal diarahkan pada kawasan perumahan kepadatan tinggi di Kecamatan Sungai Penuh.
2.3.4 Data Jaringan Jalan dan Sarana Transportasi Secara umum, fungsi jaringan jalan di Kota Sungai Penuh terdiri atas jaringan jalan arteri sekunder, Kolektor Primer, kolektor sekunder, dan jalan lokal. Jalan arteri sekunder di Kota Sungai Penuh merupakan akses keluar-masuk Kota Sungai Penuh dari utara, barat dan selatan. Jalan kolektor sekunder menjadi penghubung jalan arteri sekunder ke pusat-pusat kegiatan di Kota Sungai Penuh. Untuk lebih jelas, gambaran sistem jaringan jalan diuraikan pada tabel berikut.
Sedangkan Jembatan yang ada di Kota Sungai Penuh tersebar pada masing-masing kecamatan sebanyak 64 buah jembatan, sebagian besar jembatan-jembatan ini sudah berupa beton, kondisi jembatan pada umumnya dalam keadaan baik dan beberapa dalam kondisi rusak sehingga perlu penanganan segera. Menurut hasil survey lapangan masih terdapat dibeberapa titik ruas jalan, jembatan tidak atau belum dapat menahan berat kendaraan roda empat atau lebih.
Sarana transportasi Kota Sungai Penuh antara lain: A. Terminal dan Moda Angkutan
TERMINAL; Terminal Kumun saat ini belum berfungsi dengan baik sebagai pergantian modar dari transportasi regional ke transportasi lokal, hal ini disebabkan lokasi yang relatif jauh dari pusat kota serta dikarenakan masalah pengalihan aset yang belum diserahkan oleh Pemerintah Kabupaten Kerinci ke Pemerintah Kota Sungai Penuh. Karenanya, kedepannya perlu dicari alternatif lain untuk lokasi terminal yang layak dan sesuai dengan kondisi jaringan jalan Kota Sungai Penuh.. Salah satu alternative lokasi terminal Kota Sungai penuh adalah daerah Desa Gedang dan Sumur Anyir Kecamatan Sungai Penuh, hal ini terkait dengan rencana pembangunan jalan lingkar kota yang merupakan akses menuju lokasi terminal tersebut.
MODA ANGKUTAN; Moda angkutan yang digunakan di Kota Sungai Penuh terdiri atas angkutan pribadi dan angkutan umum. Angkutan umum untuk pelayanan kota berupa angkot dan angdes. Pelayanan angkutan umum di Kota Sungai Penuh juga melayani trayek Sungai Penuh – Desa dalam Kabupaten Kerinci disamping trayek dalam lingkup Kota Sungai Penuh. Untuk nama dan kode Trayek Angkutan Umum di Kota Sungai Penuh belum dilakukan penetapannya, hal ini menjadi salah satu program yang harus ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Sungai Penuh agar jaringan transportasi di Kota Sungai Penuh terpadu dan terintegrasi. Untuk moda angkutan antar kota dan antar provinsi dilayani oleh beberapa perusahaan oto bus yang terdiri dari bus besar, sedang dan kecil yang melayani rute Sungai Penuh Padang, Jambi, Pekan Baru, Bengkulu dan Jakarta.
Tabel 2.17 Sarana Transportasi Antar Provinsi di Kota Sungai Penuh Tahun 2010 No Nama Perusahaan Jumlah Bus (Unit) Bus Besar Bus Sedang Bus Kecil/Travel Jenis Bus
1 Gunung Kerinci 8 4 - - 2 Cahaya Kerinci 5 - - - 3 Safa Marwa 33 4 4 4 4 Kerinci Indah 5 - - - 5 Ayu 20 - - - 6 Megis Indah 5 - - - 7 Kerinci Utama 8 - - - 8 Kelinci Putih 4 - - - 9 Sinar Kerinci 6 - - - 10 Famili Kerinci 4 - - - 11 Kerinci Permata 5 - - - 12 Kerinci Mulya 5 - - -
13 Anak Anum Kerinci 8 - - -
Jumlah 116 8 4 4
B. Sarana Pejalan Kaki
Sarana pejalan kaki (trotoar) di Kota Sungai Penuh secara umum berada di bagian kanan-kiri ruas jalan kolektor serta pusat-pusat kegiatan perkotaan. Kondisi yang ada relatif belum berfungsi secara optimal karena masih bercampurnya fungsi kegiatan yang memanfaatkan ruang pejalan kaki, terutama kegiatan Pedagang Kaki Lima (PKL). Selain itu kondisi sarana pejalan kaki yang ada sebagian mengalami kerusakan dan perlu pengintegrasian.