• Tidak ada hasil yang ditemukan

(mg/l

Gambar 12. Grafik Prediksi Konsentrasi Klorida terhadap Permeabilitas

Grafik di atas menunjukkan garis kurva prediksi, bahwa semakin besarnya nilai permeabilitas tanah dapat meningkatkan intrusi air laut pada air sumur dalam, begitu juga dari hasil pengujian pada kode sampel SMS18 dan SMS19 memiliki kadar klorida yang relatif lebih rendah sebesar 69.90 dan 98.90 dengan permeabilitas 2.5 m/hari, sedangkan pada SRA18 kadar klorida relatif tinggi sebesar 780 mg/L dengan permeabilitas sebesar 4.5 m/hari, kemudian dari uji parsial melalui Uji T di atas, disimpulkan bahwa permeabilitas tanah pada sumur dalam dapat memberikan pengaruh terjadinya peningkatan kadar klorida dalam air tanah. Hal ini dapat diasumsikan bahwa apabila sifat batuan memiliki permeabilitas yang tinggi maka dapat meluluskan air dalam jumlah yang besar, sehingga peristiwa intrusi air laut kemungkinan akan terjadi akibat kekosongan sebuah akuifer (Hendrayana, 2002).

Grafik Konsentrasi chlorida dan Debit -1000 0 1000 2000 0 5 10 15 20

Jumlah Pemakaian Air (m3/hari) C h lo ri d a ( m g /l ) Y Predicted Y

Gambar 13. Grafik Prediksi Konsentrasi Klorida dan Jumlah Pemakaian Air Sumur Gali

Dari gambar grafik di atas yang menunjukkan arah garis kurva prediksi yang dapat diambil kesimpulan bahwa semakin besar jumlah pemakaian air maka akan diprediksikan akan meningkatkan kadar konsentrasi klorida pada air tanah, hal ini dibuktikan pada daerah Belawan dengan kode sampel BS6 yang memiliki kadar konsentrasi klorida sebesar 730.50mg/L dengan jumlah pemakaian sebesar 14.08 m3/hari, sedangkan konsentrasi klorida relatif lebih rendah sebesar 179.28 mg/L terdapat pada kode sampel RW9 dengan jumlah pemakaian air sebesar 0.78 m3/hari.

Maka, dari hasil pengujian pengaruh jumlah pemakaian air tanah, dapat disimpulkan bahwa peristiwa intrusi air laut sangat berkaitan dengan jumlah pemakaian air tanah, ada suatu perkiraan keseimbangan air tanah di Jakarta, yang dilakukan oleh World Bank tahun 1990, bahwa konsumsi air dari sumur sebesar 200 juta m3 per tahun dan sumur bor sebesar 95 juta m3 per tahun, sedangkan resapan air hanya sebesar 114 juta m3 per tahun. Dengan demikian terjadi ketidakseimbangan

antara pengambilan dengan ketersediaan air, yaitu terdapat kekurangan sebesar 181 juta m3 air resapan per tahun. Perhitungan ini mengindikasikan bila konsumsi air terus seperti sekarang, maka ketersediaan air tanah di Jakarta hanya cukup untuk 10 tahun lagi (Pemda DKI, 1990).

V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

1. Pada sumur bor dalam menunjukkan bahwa air sumur bor dalam belum terintrusi oleh air laut. Sedangkan sumur gali/dangkal di beberapa daerah menunjukkan indikasi terintrusinya air sumur gali/dangkal, peristiwa intrusi air laut ini diindikasikan telah terjadi sejauh 13 km dari garis pantai bagian Utara Kota Medan.

2. Dari hasil analisa statistik regresi berganda pada sumur bor dalam dan sumur dangkal, diperoleh kesimpulan bahwa variabel jarak sumur dari posisi garis pantai, permeabilitas, jumlah pemakaian air serta kedalaman sumur mempengaruhi secara nyata terhadap peningkatan kadar klorida, dengan nilai koefisien determinasi sebesar 92.74% untuk Sumur Bor Dalam dan nilai koefisien determinasi untuk sumur dangkal sebesar 55.28%.

3. Dalam pengujian kadar klorida yang terkandung pada air tanah sumur gali, diperoleh konsentrasi klorida dengan kategori tinggi terdapat di daerah Daerah Sicanang, Pekan Labuhan dan Sei Mati dengan kadar chlorida berkisar pada angka 1900.00 sampai 620.55 mg/L dan ini menunjukkan bahwa jenis air tanah tersebut termasuk air asin. Sedangkan air tanah yang belum terintrusi oleh air laut ialah sebagian daerah Marelan dan Medan Deli, dengan konsentrasi klorida berkisar pada angka 69.90 sampai 120.30 mg/L.

5.2. Saran-saran

1. Untuk penelitian selanjutnya guna memperoleh data lebih akurat, sebaiknya lokasi titik sampling jumlahnya ditingkatkan serta diupayakan penetapan posisi sampling agar tidak terlalu berdekatan dan disesuaikan dengan peta yang akan ditampilkan.

2. Sebaiknya dalam melakukan sampling untuk memperoleh data yang akurat, maka pengambilan sampling air tanah agar juga memperhatikan faktor musim penghujan dan musim kemarau.

3. Perubahan peruntukan lahan dapat mempercepat terjadinya intrusi air laut pada daerah hutan bakau, kemudian diikuti dengan pembukaan lahan yang mempersempit hutan bakau dengan cara penimbunan lahan baru, tentunya kondisi air tanah pada tanah timbun tersebut bersifat payau, sehingga perlu memperhatikan kondisi awal dalam pengambilan sampel air tanah.

4. Pengukuran debit air pemakaian pada sumur gali agar lebih akurat maka penelitian selanjutnya diperlukan pengukuran menggunakan flowmeter.

DAFTAR PUSTAKA

Agung N, B, 2005, Startegi Jitu Memilih Metode Statistik Penelitian dengan SPSS, ANDI OFFSET, Yogyakarta.

Anderson, 2002, Soil Clasification, National Cooperative Soil Survey, USDA, (http://ftp-fc.sc.egov.usda.gov/NSSC/NCSS/Newsletters/issue19.pdf\)

Tod, Arbogast, 1993, Homogenization of Compositional in Fractured Porous Media, IMA Preprint Series.

Arifin, Johan, 2001, Aplikasi Excel dalam Manajemen Proyek Terapan, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.

Bagian Lingkungan Hidup Kota Medan, 1999, Penelitian Air Bawah Tanah

Permukaan dan Intrusi Air Laut di Kecamatan Medan Belawan dan Medan Labuhan, Kodati II Medan.

Buddemeier, R.W, Macfarlane P. A., and Misgna G, 2004, Aquifer Types and

Terminology. Atlas. (http://www.kgs.ku.edu/HighPlains/atlas/aptyp.htm).

Chacadi, A.G, 2005, Sea Water Intrusion Mapping Using Modified Galdit Indicator

Model – Case Study in Goa, Department Of Science, Goa University, Goa.

(http:www.nih.ernet.inincoh-webJVS2005JVS%202005%20paper3.pdf). Collection of Groundwater Data, 2004, Interpretation of Groundwater Data.

(www.pub162-h2.1.pdf).

Department of Civil Enginering, ITT Madras, 2007, Combined Simulation

Optimazation Approach For Saltwater Intrusion Control. Journal of

American Society of Civil Engineers, Vol 114 Pages 163 – 178.

Department of Geological Enginering, Mersin University, Turkey, 2004, The History

and Evaluation of Salt Water Intrusion Into a Coastal Aquifer. Journal of

Environmental Management, Vol. 70, Pages 275 – 282. [March, 2004]. Departemen Pekerjaan Umum, 2005, Spesifikasi Sumur Gali untuk Sumber Air Bersih

SNI 03-2916-1992. [www.pu.go.id/../sni 03-2916-1992.pdf].

DKLH-ESDM KOTA MEDAN, 2003, Pemantauan Kualitas Air Tanah Kota Medan

DKLH-ESDM KOTA MEDAN, 2007, Inventarisir Potensi Air Bawah Tanah dan

Instrusi Air Laut di Kota Medan, Pemerintah Kota Medan.

Girsang, R dan Siddik, M, 1992, Potensi Pertambangan dan Energi Kota Medan, Kanwil Departemen Pertambangan dan Energi Propinsi Sumatera Utara. Gosmawi, A.B, 2006, Study of Salt Water Encrhoacment in the Coastal Aquifer At.

Digha, Midnapore District, West Bengal, India, Geological Survey of India.

Hadi, A, 2007, Prinsip Pengelolaan Pengambilan Sampel Lingkungan, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Hendrayana, H, 2002, Intrusi Air Asin Ke Dalam Akuifer di Daratan, Geological Engineering Dept., Faculty of Engineering, Gadjah Mada University, UGM – Yogyakarta. [www.heruhendrayana.staff.ugm.ac,id].

Maryono, A, 2004, Banjir, Kekeringan dan Lingkungan, Gadjah Mada University, Yogyakarta.

Marui, A, 2003, Groundwater Conditions Along The Seawater/Freshwater Interface

On A Volcanic Island And A Depositional Area In Japan, Geological

Quartenary. 47 (4): 381–388. (www.uflib.ufl.edu/ufdc2/ WL00000422_00001.html)

Nazir, M, 1985, Metodologi Penelitian, Ghalia, Indonesia.

Pemerintah DKI Jakarta, 1990, Kondisi Air Tanah di Jakarta, Panitia Ad Hoc Intrusi Air Laut. (httpwww.digilib.ui.eduopacthemeslibri2abstrak.jspid=

77072&lokasi=lokal).

Panjaitan, D, 2001, Pengaruh Eksploitasi Air Bawah Tanah Terhadap Intrusi Air

Laut di Kawasan Industri Medan (KIM) dan Sekitarnya Propinsi Sumatera Utara, (Thesis). Medan, Universitas Sumatera Utara, Program Pascasarjana.

Purwanti, I.F, Anjasmara I. Dan M, Suharmadi, 2006, PEMODELAN SALINITAS AIR

TANAH DI SURABAYA TIMUR, Prosiding Seminar Nasional Manajemen

Teknologi III. (httpmmt.its.ac.idlibrarywp-contentuploads2008118-prosiding-ipung-ok.pdf).

Ranjau, Priyantha, 2007, USGS, Effect of Climate Change and Land Use Change on

[http:www//eoearth.org/article/effect.of.climate.change.and.landuse.Changeonsaltwat erintrusion].

Situmorang, Rappel, 2004, Pendeteksian Intrusi Air Laut di sekitar kawasan industri

Medan (KIM) dengan Metode Konduktifitas Listrik, (Thesis). Medan,

Universitas Sumatera Utara, Program Pascasarjana.

Spechler, R. M, 2007, The Relation Between Structure and salt water Intrusion, USGS. [http : www//Water.USGS.Gov/ogn/karst]. [6 September 2007]. Sudheer, K.P, 2006, Groundwater Perspectives Cheenai City, Indian Institute of

Technology Madras, Cheenai India.

Sukrisna, A., Setiadi, Hendri, 2007, Laporan Pemetaan Daerah Imbuhan dan

Lepasan Air Tanah Cekungan Air Tanah di Propinsi Sumatera Utara, Dinas

Pertamben Propinsi Sumatera Utara.

Ikin, WS, 2008, Musrembang Provinsi Sumatera Utara, BAPPENAS.

(http://www.bappenas.go.id/modules.php?op=modload&name=News&file=a rticle&sid=113)

Zahara, Z, 2005, Jurnal Studi Perpustakaan dan Informasi, Vol 1 No. 1, Universitas Sumatera Utara, Medan. [http : www//Pustaha_2005_Juni05].

Dokumen terkait