BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
3) Prefiks N (ng-)
Prefiks N dengan bahasa Jawa yang ditemu dengan prefiks meN- da
N(ng-) dalam bahasa Ja diubah ke dalam bahasa I data pembentukan verba t a) Prefiks N(ng-) bah
Indonesia.
Dalam penelitian berpadanan dengan pre menunjukkan proses pem
ngajak(BJ) 'mengajak'
(BS
Kata ngajak dalam Indonesia. Berikut proses
Bahasa Jawa ngajak
N(ng-) + ajak
bahasa Jawa berpadanan dengan prefiks be
iks tersebut merupakan pembentuk verba tur erja yang tidak memerlukan lesan ‘objek’ pad
an alomorf ng- merupakan salah satu jenis emukan dalam penelitian ini. Prefiks N(ng-) b
dan ber- dalam bahasa Indonesia. Kata kerja Jawa merupakan verba turunan aktif, sehing sa Indonesia juga akan menjadi verba turunan ak
a turunan dengan afiks tersebut.
ahasa Jawa berpadanan dengan prefiks me
an ini ditemukan prefiks N(ng-) bahasa J prefiks meN- bahasa Indonesia. Berikut d
mbentukan verba turunan dengan prefiks tersebu S: 6 ) = mengajak(BI) (KBBI: 17 )
am bahasa Jawa berpadanan dengan kata menga
ses pembentukan verba turunan data di atas.
k Bahasa Indonesia mengajak meN + ajak ber- bahasa urunan aktif ada struktur s prefiks N-berpadanan ja berprefiks ngga apabila aktif. Berikut eN- bahasa Jawa yang data yang but. ajak bahasa
Kata ngajak ‘men dalam bahasa Jawa yang Indonesia merupakaan ve
meN-. Dari bagan proses
) bahasa Jawa berpadana tersebut merupakan pemb memerlukan lesan ‘obje dengan proses pembentuk
ngedoh (BJ) 'menjauh'
(BS:
Kata ngedoh dalam Indonesia. Berikut proses
Kata ngedoh ‘me
edoh/adoh dalam bahasa bahasa Indonesia merupa prefiks meN-. Dari baga prefiks N(ng-) bahasa Ja Kedua prefiks tersebut me kata kerja yang memerluk yang lain dengan proses p
Bahasa Jawa ngedoh
N(ng-) + edoh
mengajak’ merupakan verba turunan dari kata ng mendapatkan prefiks N(ng-). Kata menga
verba turunan dari kata dasar ajak yang menda s afiksasi data di atas dapat diketahui bahwa pre nan dengan prefiks meN- bahasa Indonesia. Ked bentuk verba turunan aktif transitif, yaitu kata jek’ pada struktur kalimatnya. Berikut data ukan verba turunan sejenis.
S: 182) = menjauh(BI) (KBBI:462)
lam bahasa Jawa berpadanan dengan kata menja
ses pembentukan verba turunan data di atas.
‘menjauh’ merupakan verba turunan dari k sa Jawa yang mendapatkan prefiks N(ng-). Kat pakaan verba turunan dari kata dasar jauh yang gan proses afiksasi data di atas dapat diketa Jawa berpadanan dengan prefiks meN- bahasa merupakan pembentuk verba turunan aktif tran lukan lesan ‘objek’ pada struktur kalimatnya. B s pembentukan verba turunan sejenis.
oh Bahasa Indonesia menjauh meN + jauh a dasar ajak ajak bahasa dapat prefiks prefiks N(ng-edua prefiks ta kerja yang ta yang lain jauh bahasa kata dasar ata menjauh ng mendapat tahui bahwa sa Indonesia. ansitif, yaitu Berikut data
nggambar (BJ) 'menggambar'
(
Kata nggambar da bahasa Indonesia. Berikut
Kata nggambar ‘
gambar dalam bahasa Jaw bahasa Indonesia merup mendapat prefiks meN-. bahwa prefiks N(ng-) b Indonesia. Kedua prefik transitif, yaitu kata ke kalimatnya.
b) Prefiks N(ng-) bahasa Dalam penelitian berpadanan dengan pr menunjukkan proses pem
ngadeg(BJ) 'berdiri'
(BS
Kata ngadeg dala Indonesia. Berikut proses
Bahasa Jawa nggamba
N(ng-) + gamb
(BS:204) = menggambar(BI) (KBBI:3
dalam bahasa Jawa berpadanan dengan kata me
ut proses pembentukan verba turunan data di ata
‘mengambar’ merupakan verba turunan dari awa yang mendapatkan prefiks N(ng-). Kata me
upakaan verba turunan dari kata dasar gam
. Dari bagan proses afiksasi data di atas dapa bahasa Jawa berpadanan dengan prefiks me
iks tersebut merupakan pembentuk verba tur kerja yang memerlukan lesan ‘objek’ pad
asa Jawa berpadanan dengan prefiks ber- bahasa an ini ditemukan prefiks N(ng-) bahasa J prefiks ber- bahasa Indonesia. Berikut d mbentukan verba turunan dengan prefiks tersebu
S: 3 ) = berdiri(BI) (KBBI: 267 )
lam bahasa Jawa berpadanan dengan kata berd
ses pembentukan verba turunan data di atas. mbar mbar Bahasa Indonesia mengambar meN + Gambar 329) enggambar atas. ri kata dasar enggambar ambar yang pat diketahui eN- bahasa urunan aktif ada struktur sa Indonesia. Jawa yang data yang but. rdiri bahasa sia ar ar
Kata ngadeg ‘be dalam bahasa Jawa yan Indonesia merupakaan ve
ber-. Dari bagan proses a bahasa Jawa berpadanan tersebut merupakan pemb yang yidak memerlukan l
lain dengan proses pembe ngendhog(BJ) 'bertelur'
(B
Kata ngendhog d bahasa Indonesia. Berikut
Kata ngendhog ‘b dalam bahasa Jawa yan Indonesia merupakaan ve
ber-. Dari bagan proses a Bahasa Jawa ngadeg N(ng-) + adeg Bahasa Jawa ngendho N(ng-) + endh
berdiri’ merupakan verba turunan dari kata d ang mendapatkan prefiks N(ng-). Kata berd
verba turunan dari kata dasar diri yang menda s afiksasi data di atas dapat diketahui bahwa pref
an dengan prefiks ber- bahasa Indonesia. Ked mbentuk verba turunan aktif intransitif, yaitu
lesan ‘objek’ pada struktur kalimatnya. Beriku mbentukan verba turunan sejenis.
(BS: 190 ) = bertelur(BI) (KBBI: 1164 )
dalam bahasa Jawa berpadanan dengan kat ut proses pembentukan verba turunan data di ata
bertelur’ merupakan verba turunan dari kata da ang mendapatkan prefiks N(ng-). Kata berte
verba turunan dari kata dasar telur yang menda s afiksasi data di atas dapat diketahui bahwa pref
eg Bahasa Indonesia berdiri ber + diri hog dhog Bahasa Indonesia bertelur ber + telur dasar adeg rdiri bahasa dapat prefiks refiks N(ng-) edua prefiks tu kata kerja ut data yang ) ata bertelur atas. dasar endhog rtelur bahasa dapat prefiks refiks N(ng-)
bahasa Jawa berpadanan tersebut merupakan pemb yang tidak memerlukan le
lain dengan proses pembe ngilo(BJ)
'bercermin'
(B
Kata ngilo dalam Indonesia. Berikut proses
Kata ngilo ‘bercer bahasa Jawa yang menda merupakaan verba turuna bagan proses afiksasi da Jawa berpadanan dengan merupakan pembentuk ve memerlukan lesan ‘objek