4.3.4 Konsep Desain
4.3.4.1 Preliminary Concept Design dan Final Concept
Tahap ini bertujuan untuk menghasilkan gambar-gambar ilustrasi dan referensi yang menggambarkan aplikasi dari konsep dasar dan konsep desain yang digunakan. Pada tahap konsep awal desain semua elemen desain dimasukkan dan dipelajari kesatuan antara satu dengan yang lainnnya dengan bantuan operasi komputer yang belum disertai gambar secara detail. Semua elemen desain dipertimbangkan sebagai komponen yang berhubungan dalam keseluruhan lingkungan.
Konsep desain awal ini merupakan usulan dari beberapa alternatif dengan konsep dasar yang telah disepakati yaitu integrated landscape yang nantinya akan dipresentasikan untuk mendapatkan masukan dari pihak lain. Semua produk yang dihasilkan pada tahap ini mengalami tiga kali revisi yang selanjutnya disepakati bersama untuk dapat dilanjutkan ke tahapan desain berikutnya. Atas permintaan klien tahap ini menghasilkan tiga buah produk yaitu design inspiration image, conceptual landscape plan dan artist impression images untuk dipresentasikan dengan klien dan tim dalam proyek.
Design Inspiration image. Design inspiration image merupakan gambaran
kepada klien mengenai konsep desain yang didapat dari referensi pada sebuah pustaka ataupun dokumentasi pribadi untuk memberikan beberapa gambaran mengenai softscape planting concept beserta polanya. Design inspiration image juga menjadi ide desain bagi arsitek lanskap dalam melakukan pengembangan desain lanskap (Gambar 49).
Untuk softscape planting concept menggunakan berbagai jenis tanaman dari mulai tanaman penutup tanah, semak, pohon dan palem. Pemilihan tanaman yang akan digunakan dalam desain ini memiliki nilai fungsi dan juga estetika. Sebagai contoh fungsi yang diberikan adalah sebagai tanaman pembatas, menciptakan karakter, focal point, screen dan display. Fungsi estetika dari tanaman dapat dicapai dari bentuk tajuk tanaman, warna, dan bentuk bunga. Jenis pohon dan palem-paleman yang digunakan adalah jenis yang memiliki keunikan dan kekhasan dalam bentuk tajuk, warna bunga dan warna daunnya. Penanaman secara massal untuk tanaman dapat menimbulkan suasana yang lebih indah dan semarak.
Gambar 49. Design Inspiration Images
Conceptual landscape plan. Merupakan gambar yang menunjukkan
rencana penataan ruang pada tapak beserta semua elemennya dilihat dari tampak atas (denah) agar lebih tergambar pola hubungan antar ruang dan suasana akhir dari desain lanskapnya. Pembuatan conceptual landscape plan menerapkan prinsip-prinsip dasar desain penanaman dan pola yang akan diterapkan pada tapak secara sketsa pada beberapa area. Prinsip dasar tersebut ialah, pada setiap area harus tersebar pohon-pohon dengan pola tanam yang organik/tidak kaku, pola penanaman pohon tersebut bersifat menyebar atau pun cluster, pohon-pohon yang ditempatkan pada area sekitar jalan harus dipisahkan dengan badan jalan dengan jarak minimal dua meter, pohon-pohon ditentukan pada area yang dapat mengintegrasikan arah pandang manusia pada bangunan-bangunan dengan lanskap sekitarnya. Secara keseluruhan prinsip-prinsip tersebut diaplikasikan dengan teknik computerize yang kemudian direvisi dan disetujui.
Conceptual landscape plan juga merupakan hasil pengembangan dari analisis tapak yaitu dengan mengembangkan elemen-elemen dalam analisis yang diwujudkan dengan fitur-fitur lanskap yang akan dikembangkan pada tapak. Fitur-fitur tersebut diletakkan pada area-area penting yang potensial dan akan
ditonjolkan. Area-area tersebut yaitu sekitar wahana dan gerbang masuk dari masing-masing area (carnivalia, eksplora, tropicalia, dan mysteria). Conceptual landscape plan yang telah dihasilkan kemudian diikuti oleh gambar-gambar pada fitur-fitur yang akan ditampilkan pada tapak. Gambar dari fitur yang akan ditampilkan tersebut berupa artist impression image.
Pada awalnya pihak klien menginginkan conceptual landscape plan pada area rockygate terlebih dahulu karena area tersebut merupakan area yang akan dilakukan pembangunan paling awal. Pihak perusahaan kemudian membuat conceptual landscape plan dengan beberapa alternatif dengan mempertimbangankan fungsional, estetika dan budget yang dimiliki oleh klien.
Alternatif pertama memberikan kesan rimbun dengan penempatan pohon mindi di sepanjang pedestrian track tepatnya pada bagian kanan dan kiri pedestrian track. Alternatif kedua menawarkan konsep dengan memberikan bukaan pada bagian pedestrian track yang berbatasan dengan jalur kendaraan tanpa adanya penanamn pohon dengan tujuan untuk memberi bukaan pada sculpture rockygate. Hal tersebut juga ditujukan untuk memberikan alternatif kepada klien bila klien menentukan budget yang lebih rendah. Alternatif ketiga adalah alternatif yang paling disarankan apabila budget dari klien mencukupi, karena pada alternatif ini penggunaan pohon dan semak dalam pola penanamannya sangat mendukung kesan jungle yang diinginkan oleh klien.
Setelah conceptual landscape plan pada area rockygate dengan beberapa alternatif yang pihak perusahaan tawarkan kepada klien (Gambar 50, 51, dan 52) ternyata ada kendala pada sebagian area rockygate yang belum terbebaskan status lahannya. Klien meminta agar conceptual landscape plan dibuat untuk area downtown dan carnivalia (Gambar 53). Kemudian tahap selanjutnya adalah menyampaikan konsep berupa ilustrasi yang dibuat langsung oleh perusahaan dengan mengaplikasikan konsep desainnya langsung dari conceptual landscape plan baik dari segi softscape maupun hardscape. Tahap selanjutnya ini tidak terlepas dari produk conceptual landscape plan yang terpilih dari berbagai alternatif yang sebelumnya telah di buat oleh perusahaan. Conceptual landscape plan yang terpilih menjadi dasar untuk final concept yang akan ditentukan selanjutnya.
Sumber : PT. Envirospace Consultants Indonesia
Gambar 50.Alternatif 1 Conceptual Landscape Plan pada Area Rockygate 78 m 1 Sumber : PT. Envirospace Consultants Indonesia 2012
Gambar 51. Alternatif 2 Conceptual Landscape Plan pada Area Rockygate 79 m 2 Sumber : PT. Envirospace Consultants Indonesia 2012
Gambar 52.Alternatif 3 Conceptual Landscape Plan pada Area Rockygate 80 m Sumber : PT. Envirospace Consultants Indonesia 2012
Gambar 53.Conceptual Landscape Plan pada Area Carnvalia dan Downton 81 m Sumber : PT. Envirospace Consultants Indonesia 2012
Artist impression image. Sama halnya dengan conceptual ladscape plan
yaitu memberikan gambaran kepada klien mengenai konsep desain tahap ini menghasilkan produk berupa ilustrasi dengan mengaplikasikan konsep desainnya langsung dari conceptual landscapeplan. Hal yang membedakan dengan conceptual landscape plan yaitu artist impression image ditampilkan berupa perspektif atau pun typical section. Artist impression image yang dihasilkan tercipta dengan cara diskusi antara pimpinan perusahaan, staf perusahaan, dan mahasiswa magang.
Pimpinan perusahaan mengarahkan kesan yang harus dicapai pada setiap area-areanya. Kemudian pimpinan perusahaan memberikan kesempatan kepada staf perusahaan dan mahasiswa magang untuk memberikan ide atau gagasan dalam menciptakan atau mendukung kesan yang diarahkan oleh pimpinan. Selanjutnya setelah ide dan gagasan sesuai dengan kesepakatan bersama, pimpinan perusahaan memberikan kesempatan kembali untuk menentukan pola tanam, jenis tanaman, dan jumlah tanaman yang akan diaplikasikan. Terakhir kalinya pimpinan perusahaan biasanya selalu merevisi artist impression image baik dari segi kesatuan warna, ukuran, atau pun jenis tanaman yang dibuat oleh mahasiswa atau pun staf perusahaan. Setelah tahap-tahap tersebut terlewati dan produk yang dihasilkan sesuai dengan kesepakatan bersama, pimpinan perusahaan kemudian menyetujuinya. Artist impression image yang disajikan berdasarkan area pekerjaan arsitek lanskap dengan mengangkat fitur-fitur lanskap yang ingin ditampilkan pada masing-masing area.
Downtown. Kawasan utama penerima pengunjung area jungleland ini dicirikan dengan Pohon Pulai berukuran instant yang ditanam berjajar di sisi kiri dan kanan sampai pintu pembelian karcis. Dengan karakter yang sangat kuat dan tua akan menambah kesan jungle pada area ini tetapi masih bersifat rapi. Pada area sebelah utara yang menghadap sungai ditanam jenis pohon peneduh dan bernuansa dekat air seperti Baringtonia, Kelapa, Sadeng, Trembesi dan Pandanus.
Kesan lebih hijau akan dihadirkan dengan penanaman tanaman di sekitar bangunan. Jenis-jenis tanaman berkarakter kolumnar dan mempunyai karakater daun lebar dapat dihadirkan untuk menambah kesan jungle kawasan ini. Modern/general garden akan diterapkan pada area ini.
Pada area ini menerapkan konsep modern/general garden. Konsep modern/general garden ini akan diaplikasikan dengan menggunakan semua jenis-jenis tanaman yang digunakan pada keseluruhan area jungleland. Pemilihan kareakter pohon juga disesuaikan dengan stuktur bangunan yang mendominasi area downtown. Downtown dengan penggunaan tanmannya diantaranya Alstonia scholaris (pulai), Elaesis guinensis (sawit), Kersen, Ficus benjamina (beringin), Crystotacis lakka, Samaneasaman sp (trembesi), Livistona rotundifolia (sadeng), Sengon, Phylodendron selum, Musa sp (pisang-pisangan), Pandanus tectorius, Hymenocalis speciosa, Nephrolepis sp, Costus osae, Calatea lutea, Bougainvillea sp, Heliconia rostrata (Gambar 54 sampai 57).
Gambar 54.Penciptaan ruang vertikal (View pada Area Downtown)
Gambar 55.Tanaman sebagai screening (Typical Section A-A‟ pada Area Downtown)
KEY PLAN
Sumber : PT. Envirospace Consultants Indonesia 2012
Gambar 56.Kesan batasan ruang (Typical Section B-B‟ pada Area Downtown)
Gambar 57.Kesan visual yang menarik (Typical Section C-C‟ pada Area Downtown)
Carnivalia. Wahana yang akan dibuka siang maupun malam hari ini akan mempunyai ciri yang sangat tropis dengan hadirnya berbagai jenis Heliconia yang sangat beragam dan didapatkan secara lokal. Heliconia Garden pada area ini akan menjadi taman koleksi heliconia yang sangat lengkap. Lebih dari 50 jenis heliconia akan ditanam pada area ini.
Pohon-pohon jenis berbunga seperti Bungur, Tabebuia, Spatodea akan ditanam menyebar di area ini. Trembesi dan pohon Maja digunakan sebagai penciri pedestrian di kawasan ini. Pemilihan karakter pohon disesuaikan dengan suasana yang ingin dicapai oleh area ini yaitu berkesan carnaval. Carnivalia dengan penggunaan tanamannya diantaranya Phylodendron selum, Musa sp (pisang-pisangan), Azadiracta indica (mindi), Sengon, Samaneasaman sp (trembesi), Alocasia sp, Heliconia rostrata, Hymenocalis speciosa, dan Bauhinia kockiana (Gambar 58 dan 59).
KEY PLAN KEY PLAN
Sumber : PT. Envirospace Consultants Indonesia 2012
Gambar 58.Kesan mengarahkan (Typical Section D-D‟ pada Area Carnivalia)
Gambar 59.Semak tinggi sebagai dinding (Typical Section E-E‟ pada Area Carnivalia)
Rockygate. Pada area rokygate, strong axis menjadi konsep dasar lanskap kawasan ini. Penerapan konsep strong axis dilakukan dengan pola penanaman mengikuti jalur sirkulasi yang linear. Rockygate dengan penggunaan tanamannya diantaranya Azadiracta indica (mindi), Alstonia scholaris (pulai), Heliconia rostrata, Cana indica, Osmoxylon liniera (alaria), Bougainvillea sp (Gambar 60, 61, 62, dan 63).
Pohon Mindi ditanam berkelompok untuk menghasilkan kesan natural dan pohon Alstonia ditanam berkelompok mendekati Batu Buatan (Rockygate) untuk menambah kesan elegan. Beberapa pohon Trembesi ditanam untuk memperoleh kesan teduh dan ditanam pada area yang strategis. Palem jenis Sadeng dan Bismarkia ditanam berkelompok di area Batu Buatan untuk memperkuat kesan dry garden di sekitar Rockygate dan batu-buatan. Di bagian bawahnya ditanam jenis-jenis bromelia untuk memperkuat kesan dry garden, area ini akan disempurnakan dengan penempatan natural boulders secara acak.
KEY PLAN KEY PLAN
Sumber : PT. Envirospace Consultants Indonesia 2012
Sepanjang pedestrian dan median jalan ditanam jenis semak dan groundcover yang berwarna, baik dari bunga dan juga dari warna daun. Mass planting diterapkan pada kawasan entry ini untuk mendapatkan kesan luas. Jenis semak dan penutup tanah dipilih dari jenis tanaman yang mudah dipelihara.
Gambar 60.Tanaman mengkoordinasikan jalan (View pada Area Rockygate)
Gambar 61.Kesan mengarahkan dari pohon (Typical Section F-F‟ pada Area Rockygate)
KEY PLAN
Sumber : PT. Envirospace Consultants Indonesia 2012
Gambar 62. Semak sebagai pengisi ruang (Typical Section G-G‟ pada Area Rockygate)
Gambar 63. Kesan atap dari kanopi pohon (Typical Section H-H‟ pada Area Rockygate)
Rotunda. Daerah yang cukup luas dan terbuka di area sebelum memasuki kawasan utama Jungleland ini menerapkan konsep colorfull. Pohon dari jenis berdaun kecil dan ukuran yang kecil (maksimal tinggi 3 meter) seperti Eugenia unifolia/sianto dipilih untuk area ini. Sepanjang pedestrian yang menghubungkan area parkir dan kawasan utama ditanam Trembesi dengan jarak setiap 15 meter untuk mendapatkan kesan teduh.
Jenis-jenis semak dan groundcover berwarna, seperti Arachis, Hymenocallis, Pennisetum, dan Pandanus dipilih dengan desain berliku mengikuti kontur dan arah memanjang area ini. Natural boulders dapat diletakkan pada tepian eksisting sungai dan juga pada planting area akan menambah kesan natural. Pemilihan jenis pohon sangat penting mengingat fungsi dari area ini
KEY PLAN
KEY PLAN
Sumber : PT. Envirospace Consultants Indonesia 2012
adalah kawasan promosi jika ada event atau festival. Rotunda dengan penggunaan tanamannya diantaranya Delonix regia (flamboyan), Pandanus pygmaeus, Iris kuning, Penicetum rubrum (alang-alang merah) (Gambar 64 dan 65).
Gambar 64.Kesan semi terbuka dari tanaman (View pada Area Rotunda)
Gambar 65.Kesan menjauh dari tanaman (Typical section I-I‟ pada Area Rotunda)
Area Parkir. Teduh adalah kesan yang ingin dicapai di setiap kawasan parkir kendaraan bermotor. Jenis pohon bertajuk kolumnar juga dapat dikombinasikan pada area-area yang agak sempit. Pemilihan jenis tanaman diutamakan pada pohon-pohon yang tidak mudah berguguran daunnya. Pemilihan jenis semak juga tidak menggunakan warna-warna yang semarak, tetapi lebih memberikan kesan teduh yaitu hijau. Pemilihan jenis pohon-pohon yang mempunyai karakter tajuk memayung seperti, Trembesi, Ketapang, Albizia ditanam pada area yang luas sehingga bayangan daunnya akan menyaring terik matahari.
KEY PLAN
Sumber : PT. Envirospace Consultants Indonesia 2012
Pada area entry dan exit ditanam jenis palem-paleman untuk mendapatkan ciri sehingga dengan mudah pengguna untuk melakukan orientasi. Jenis semak dan groundcover dipilih dari jenis yang mudah dipelihara dengan konsep mass planting. Dominasi rumput yang hampir 80% diterapkan pada area ini. Area parkir dengan penggunaan tanmannya diantaranya Samaneasaman sp (trembesi), Terminalia mantally (katapang kencana), dan Axonopus compressus (Gambar 66).
Gambar 66. Dedaunan gelap sebagai background (Typical section J-J‟ pada Area Parkir)
Eksplora. Pada area eksplora sebagai kawasan dengan semangat explorasi dapat dibagi menjadi beberapa thematik garden antara lain Ferns Garden di area Dynoland, Silver Garden di area scientific (Lab Biologi, Fisika dan Insectarium), dan Topiary Garden di area Candi. Penentuan tanaman dikategorikan menurut wahana masing-masing area. Jenis pohon Trembesi dan Maja tetap dipertahankan sebagai tanaman pengikat kawasan.
Pohon dari jenis yang mempunyai karakter tua seperti Syzolobium, Pakis Haji, Pakis Pohon ditanam untuk wahana Dynoland. Bonsai Serut dan Beringin serta Bougainvillea dapat ditanam di area Candi. Tanaman berarakter warna silver mendominasi kawasan scientific seperti, Bismarkia, Salvia. Eksplora dengan penggunaan tanmannya diantaranya Cyathea sp, Asplenium nidus (kadaka/paku sarang burung), Alocasia sp, Millingtonia hortensis, Crescentia cujete (maja), Nephrolepis sp, Arachis pintoi (Gambar 67 dan 68).
KEY PLAN
Gambar 67.Tanaman sebagai foreground dan background (View pada Area Eksplora)
Gambar 68. Semak sebagai penghubung (Typical section K-K‟ pada Area Eksplora)
Tropicalia. Pengunjung diharapkan mendapatkan memori tentang dunia tropis dengan dominasi tanaman buah dan sayuran dapat ditanam pada area yang strategis. Selain buah dan sayuran, pada taman ini dapat diusulkan menjadi Thematic Costus Garden. Jenis-jenis costus atau pacing dapat dikumpulkan secara lokal. Pemilihan jenis tanaman didominasi oleh colorfull trees seperti, Peltoporum, Bungur, Flamboyan, Tabebuia rosea. Jenis tanaman pisang juga dapat dikombinasikan dengan apik terhadap tanaman pacing. Tropicalia dengan penggunaan tanmannya diantaranya Raphis exelca (Palm wregu), Costus oseae, Buni, Musa sp, Costus woodsonii, Costus spesious (Gambar 69 dan 70).
KEY PLAN
Sumber : PT. Envirospace Consultants Indonesia 2012
Gambar 69. Tanaman sebagai foreground (View pada Area Tropicalia)
Gambar 70.Pohon sebagai titik fokus (Typical section L-L‟ pada Area Tropicalia)
Mysteria. Pada area Mysteria menyuguhkan permainan yang memacu adrenalin pengunjung dapat dikombinasikan dengan pemilihan jenis tanaman yang mempunyai karakter misteri. Zinger Garden akan diterapkan di area ini. Wahana yang menyuguhkan permainan yang memacu adrenalin pengunjung dapat dikombinasikan dengan pemilihan jenis tanaman yang mempunyai karakter misteri, jenis pohon kamboja, beringin, dan kenitu dengan warna daunnya yang khas dapat ditanam pada area ini. Pohon Trembesi dan Maja tetap ditanam sebagai pohon pengikat kawasan. Zinger atau jahe-jahean adalah tanaman asli indonesia yang sangat beragam jenisnya. Dengan koleksi yang cukup banyak
KEY PLAN
Sumber : PT. Envirospace Consultants Indonesia 2012
jenis tanaman ini dapat diusulkan sebagai thematic garden pada kawasan ini. Zinger Garden akan menjadi Thematic Garden Zinger yang pertama di Indonesia. Mysteria dengan penggunaan tanmannya diantaranya Plumeria sp, Plumeria rubra, Adenium sp, Codieaum variegatum (puring), dan Crescentia cujete (maja) (Gambar 71 dan 72).
Gambar 71.Kesan mendekat dari tanaman (View pada Area Mysteria)
Gambar 72.Kesan terisolasi dari tanaman (Typical section M-M‟ pada Area Mysteria)
KEY PLAN
Sumber : PT. Envirospace Consultants Indonesia 2012