Asal kata prestasi dari bahasa Belanda yaitu
"prestatie", kemudian menjadi prestasi yang artinya hasil usaha dalam bahasa Indonesia. Prestasi adalah hasil yang telah dicapai. Prestasi (menurut KBBI) adalah penguasaan pengetahuan/keteram-pilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran, ditun-jukan dengan nilai tes.11 Suryabrata pun menjelaskan bahwa prestasi akademik merupakan hasil evaluasi kegiatan belajar yang dilihat dari bentuk angka (kuantitatif), seperti nilai ujian, nilai pelajaran, atau mata kuliah.12 Dalam kamus psikologi (Reber & Reber) menjelaskan bahwa prestasi adalah keberhasilan dalam meraih tujuan.13 Prestasi belajar adalah suatu bukti bahwa siswa berhasil belajar atau berhasil karena kemampuannya dalam melakukan kegiatan
11 Departemen Pendidikan Indonesia, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2008), hal. 895.
12 Suryabrata, S. (1993). Psikologi Pendidikan. Jakarta: C.V Rajawali
13 Reber, A. S., & Reber, E. S., Kamus Psikologi, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010),
belajarnya itu sesuai dengan bobot yang telah dicapainya.14
Menurut Sumadi Suryabrata bahwa “prestasi belajar adalah nilai yang merupakan perumusan terakhir yang dapat diberikan oleh guru mengenai kemajuan atau prestasi belajar selama masa tertentu”.15 Muhibbin Syah mengemukakan
“prestasi adalah tingkat keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan pada sebuah program”16. Pendapat yang sama juga diungkapkan oleh James P. Chaplin bahwa
“Prestasi belajar merupakan hasil belajar yang telah dicapai atau dari hasil keahlian dalam karya akademis yang dinilai oleh guru/dosen, lewat tes-tes yang dilakukan atau lewat kombinasi dari kedua hal tersebut”.17 Dalam hal ini misalnya prestasi belajar mahasiswa selama satu semester diukur dengan nilai beberapa mata kuliah yang
14 Winkel, W. S. (2004). Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Penerbit Media Abadi.
15 Sumadi Suryabrata, Psikologi Pendidikan, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007 ),hal.297.
16 Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan pendekatan baru, (Bandung:PT.Remaja Rosdakarya, 2010), hal.141.
17 Chaplin, J.P, Kamus Lengkap Psikologi terj., (Jakarta:raja Grafika
telah ditempuh selama satu semester tersebut, jika mahasiswa bisa mengumpulkan nilai yang ter-tinggi pada masing-masing mata kuliah dan mengumpulkan jumlah yang tinggi atau lebih dari yang lain berarti mahasiswa tersebut mempunyai prestasi belajar tinggi.
W.S Winkel mengemukakan bahwa “prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajar sesuai bobot yang telah dicapai-nya”.18 Ini sejalan dengan pendapat Nana Sudjana dikemukakan bahwa “Prestasi belajar merupakan hasil-hasil belajar yang dicapai oleh siswa dengan kriteria-kriteria tertentu”.19 Sementara Nasution S.
berpendapat bahwa “prestasi belajar adalah ke-sempurnaan yang dicapai seseorang dalam ber-fikir, merasa dan berbuat”. Prestasi belajar dikatakan sempurna apabila memenuhi tiga aspek yakni: kognitif, afektif dan psikomotor, sebaliknya dikatakan prestasi belajar kurang memuaskan jika
18 Winkel, W. S., Psikologi Pengajaran (Yogyakarta: Penerbit Media Abadi, 2004), hal.162.
19 Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya, 2006), hal.3.
seorang belum mampu memenuhi ketiga target kriteria tersebut.20
Berdasarkan pengertian di atas tadi maka dapat dijelaskan bahwa prestasi belajar merupakan tingkat kemanusiaan yang dimiliki siswa ketika menerima, menolak, dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar mengajar. Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai setelah mengalami proses belajar. Prestasi dapat diketahui apabila seseorang telah melalui tahap evaluasi. Dari hasil evaluasi tersebut dapat menunjukkan tentang tinggi rendahnya suatu prestasi yang diperoleh oleh seseorang.
Muhibbin Syah berpendapat bahwa prestasi belajar pada dasarnya merupakan hasil belajar atau hasil penilaian yang menyeluruh, dengan meliputi:
1) prestasi belajar dalam bentuk kemampuan pengetahuan dan pengertian. Hal ini meliputi:
20 Nasution, S., Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar,
ingatan, pemahaman, penegasan, sintesis, anali-sis dan evaluasi.
2) prestasi belajar dalam bentuk keterampilan intelektual dan keterampilan sosial.
3) Prestasi belajar dalam bentuk sikap atau nilai.21
Berdasarkan pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh seorang pelajar yang mencakup ranah aspek kognitif, afektif dan psikomotor yang ditunjukkan dengan nilai yang diberikan dosen setelah melalui kegiatan pembelajran selama periode tertentu.
b. Pengertian Prestasi Akademik
Prestasi akademik merupakan perubahan dalam hal kecakapan tingkah laku, ataupun kemampuan yang dapat bertambah selama beberapa waktu dan tidak disebabkan proses pertumbuhan, tetapi karena adanya situasi belajar.
Perwujudan hasil bentuk proses belajar tersebut dapat berupa pemecahan lisan maupun tulisan,
21 Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan pendekatan baru, (Bandung:PT.Remaja Rosdakarya, 2010), hal.149.
dan keterampilan serta pemecahan masalah yang langsung dapat diukur atau dinilai dengan menggunakan tes yang berstandar.
Prestasi akademik adalah suatu istilah untuk menunjukkan tingkat pencapaian keberhasilan tentang suatu tujuan karena suatu usaha belajar telah dilakukan oleh seseorang secara optimal.
c. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Akademik
Terdapat banyak faktor yang bisa mem-pengaruhi prestasi akademik individu. Soemanto menyatakan faktor-faktor apa saja yang mem-pengaruhi prestasi dan tingkah laku individu adalah:22
1) Konsep diri
Pikiran atau persepsi individu tentang dirinya sendiri, merupakan faktor yang penting dalam mempengaruhi prestasi dan tingkah laku
2) Locus of Control
Dimana individu merasa dapat melihat hubungan antara tingkah laku dan akibatnya,
22 Soemanto, Wasty. 2006. Psikologi Pendidikan: Landasan Kerja
apakah dapat menerima tanggung jawab atau tidak terhadap tindakannya. Locus of control mempunyai dua dimensi yaitu dimensi eksternal dan dimensi internal. Dimensi eksternal akan menganggap bahwa tanggung jawab segala perbuatan berada di luar diri pelaku. Sedangkan dimensi internal melihat bahwa tanggung jawab segala perbuatan berada dalam diri pelaku. Individu yang memiliki locus of control eksternal merasakan kegelisahan, kecurigaan dan rasa permusuhan. Sedangkan individu yang memiliki locus of contol internal merasakan suka bekerja sendiri dan efektif.
3) Kecemasan yang dialami
Kecemasan merupakan gambaran emosional yang dihubungkan dengan ketakutan. Dimana dalam proses belajar mengajar bahwa individu memiliki derajat dan jenis kegelisahan yang berbeda-beda.
4) Motivasi Hasil Belajar
Jika motivasi kepada individu untuk berhasil itu lebih kuat daripada motivasi untuk tidak gagal, maka individu akan segera merinci
kesulitan-kesulitan yang akan dihadapinya. Sebaliknya, jika motivasi individu untuk tidak gagal lebih kuat, maka individu akan mencari soal yang lebih mudah atau lebih sukar.
Indeks prestasi atau biasa dikenal dengan IP, adalah salah satu alat ukur prestasi di bidang akademik/pendidikan. Meskipun bernama
"indeks prestasi", IP sebenarnya bukanlah indeks dalam pengertian sebenarnya, melainkan semacam rata-rata yang terboboti. Penggunaan IP di Indonesia memiliki perbedaan untuk tingkat dasar-menengah dan tingkat pendidikan tinggi.
Sistem ini menggantikan sistem rata-rata yang dipakai sampai Kurikulum 1975. Sejak berlakunya Kurikulum 1984, IP dipakai untuk mengevaluasi pencapaian siswa atau mahasiswa.
Pada tingkat pendidikan tinggi, IP dihitung sebagai rerata norma nilai yang diperoleh mahasiswa pada mata kuliah tersebut setelah diberi bobot dengan "Angka Kredit". Norma nilai berkisar antara 4 (A, terbaik) sampai 0 (E, gagal).
Angka Kredit ditentukan besarnya (biasanya 1
sampai 4 Satuan Kredit Semester/SKS) berdasar-kan bobot setiap mata kuliah. Bobot ini ditentuberdasar-kan berdasarkan pentingnya mata kuliah tersebut dalam membentuk kompetensi lulusan. IP dihitung untuk setiap semester.
Indeks Prestasi Kumulatif adalah peng-hitungan indeks prestasi dengan menggabungkan semua nilai mata kuliah yang telah ditempuh sampai suatu semester tertentu. Sedangkan Indeks Prestasi Semester adalah penghitungan indeks prestasi dengan semua mata kuliah yang telah ditempuh untuk tiap semester tertentu. 23