BAB III Metode Penelitian
H. Devinisi Operasional Variabel Penelitian
3. Prestasi Belajar
a. Pengertian Prestasi Belajar
Untuk mendapatkan suatu prestasi tidaklah semudah yang dibayangkan, karena memerlukan perjuangan dan pengorbanan dengan berbagai tantangan yang harus dihadapi.
Penilaian terhadap hasil belajar siswa untuk mengetahui sejauhmana ia telah mencapai sasaran belajar inilah yang disebut sebagai prestasi belajar. Seperti yang dikatakan oleh Ahmadi
(2004:240) bahwa,”proses belajar yang dialami oleh siswa
menghasilkan perubahan-perubahan dalam bidang pengetahuan dan pemahaman, dalam bidang nilai, sikap dan keterampilan”. Adanya perubahan tersebut tampak dalam prestasi belajar yang dihasilkan oleh siswa terhadap pertanyaan, persoalan atau tugas yang diberikan oleh guru. Melalui prestasi belajar siswa dapat mengetahui kemajuan-kemajuan yang telah dicapainya dalam belajar.
Sedangkan Mansur dan Martaniah (2000:71) berpendapat bahwa, “prestasi belajar merupakan hasil kegiatan belajar, yaitu sejauh mana peserta didik menguasai bahan pelajaran yang diajarkan, yang diikuti oleh munculnya perasaan puas bahwa ia telah melakukan sesuatu dengan baik”. Hal ini berarti prestasi belajar hanya bisa diketahui jika telah dilakukan penilaian terhadap hasil belajar siswa.
Ratnawati (2006:206) mengatakan bahwa “prestasi adalah hasil yang telah dicapai, dilakukan atau dikerjakan oleh seseorang. Sedangkan prestasi belajar itu sendiri diartikan sebagai prestasi yang dicapai oleh seorang siswa pada jangka waktu tertentu dan dicatat dalam buku rapor sekolah”.
Asmara (2009:11) berpendapat bahwa prestasi belajar merupakan hasil yang dicapai seseorang dalam penguasaan pengetahuan dan ketrampilan yang dikembangkan dalam pembelajaran, lazimnya ditunjukan dengan tes, angka, dan nilai yang diberikan oleh guru. Harjati (2008:43) menyatakan bahwa prestasi merupakan hasil usaha yang dilakukan dan menghasilkan sebuah perubahan yang dinyatakan dalam bentuk simbol untuk menunjukan kemampuan pencapaian dalam hasil kerja dalam waktu tertentu. Pengalaman, pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh siswa akan mementuk kepribadian, memperluas kepibadian, memperluas wawasan kehidupan serta meningkatkan kemampuan siswa. Bertolak dari hal tersebut, maka siswa yang aktif melaksanakan kegiatan dalam pembelajaran akan memperoleh banyak pengalaman. Dengan demikian siswa yang aktif dalam mengikuti pembelajaran akan banyak memperoleh pengalaman dan dapat meningkatkan prestasi belajarnya. Dan hal tersebut juga berlaku sebaliknya, siswa yang tidak aktif dalam mengikuti pembelajaran maka sedikit pula pengalaman yang mereka peroleh dan juga dapat dikatakan tidak ada peningkatan prestasi belajar.
Dari beberapa definisi di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa prestasi belajar merupakan hasil usaha belajar yang dicapai seorang siswa berupa suatu kecakapan dari kegiatan belajar bidang akademik di sekolah pada jangka waktu tertentu yang dicatat pada setiap akhir semester di dalam bukti laporan yang disebut rapor.
b. Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Mudzikir dan Sutrisno (1997) mengemukakan bahwa terdapat dua faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa secara lebih rinci. 1) Faktor internal (faktor dari dalam diri siswa)
a) Inteligensi
Inteligensi merupakan kemampuan untuk bertindak dengan mendapatkan suatu tujuan untuk berfikir secara rasional dan untuk berhubungan dengan lingkungan disekitarnya secara memuaskan.
b) Motivasi
Motivasi merupakan motor penggerak yang mengaktifkan siswa untuk melibatkan dirinya. Sedangkan menurut sadiman (2003) motivasi belajar merupakan keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar yang menjamin keberlangsungan dari kegiatan belajar dan memberi arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai.
c) Sikap
Sikap merupakan kecenderungan atau kesediaan seseorang untuk bertingkah laku tertentu apabila ia menghadap suatu rangsangan tertentu.
d) Minat
Minat mempunyai pengaruh besar terhadap prestasi belajar.
Menurut Semiawan (1990:123) minat merupakan
kecenderungan yang tepat untuk memperhatikan dan
memegang beberapa kegiatan yang diamati siswa dan diperhatikan secara terus menurus disertai dengan rasa senang dan diperoleh suatu kepuasan.
e) Bakat
Bakat merupakan kapasitas seseorang atau potensi hipotesis untuk dapat melakukan suatu tugas dimana sebelumnya sedikit mengalami latihan atau sama sekali tidak memperoleh latihan terlebih dahulu.
f) Konsentrasi
Konsentrasi merupakan pemusatan pemikiran dengan segala kekuatan perhatian yang ada pada suatu situasi.
2) Faktor eksternal (faktor yang berasal dari luar diri siswa) a) Faktor keluarga
Keluarga merupakan pusat pendidikan yang pertama dan utama. Terdapat tiga faktor yang berasal dari keluarga yang dapat mempengaruhi pestasi belajar siswa.
(1) Perhatian orang tua
Dalam lingkungan keluarga setiap individu atau siswa memerlukan perhatian orang tua dalam mencapai prestasi belajarnya. Perhatian orang tua menentukan seseorang siswa dapat mencapai prestasi belajar yang tinggi. Perhatian orang tua diwujudkan dalam hal kasih sayang, dan memberi nasihat-nasihat yang dapat mendorong siswa dalam mencapai prestasi belajarnya.
(2) Keadaan ekonomi orang tua
Keadaan ekonomi keluarga juga bisa berdampak pada prestasi belajar siswa, dikarenakan terdapat siswa yang merasa kurang percaya diri dengan kondisi ekonomi keluarganya. Selain itu juga, terdapat siswa dengan kondisi ekonomi yang baik, namun prestasi belajarnya rendah atau sebaliknya siswa yang keadaan ekonominya rendah justru mendapat prestasi belajar yang tinggi.
(3) Hubungan antara anggota keluarga
Dalam keluarga harus terjadi hubungan yang harmonis antara personil yang ada. Dengan adanya hubungan yang harmonis antara anggota keluarga akan mendapat kedamaian, ketenangan, dan ketenteraman. Hal ini dapat menciptakan kondisi belajar yang baik, sehingga prestasi belajar siswa dapat tercapai dengan baik pula.
b) Faktor sekolah
Faktor sekolah yang mempengaruhi prestasi belajar siswa adalah metode pengajaran yang diberikan oleh sekolah. Guru yang baik yaitu guru yang dapat menguasai kelas dan menggunakan metode yang baik dan tepat dalam mengajar.
Dengan menggunakan metode pengajaran yang baik
diharapkan siswa akan dapat mencapai prestasi belajar yag baik pula.
c) Faktor masyarakat
Masyarakat merupakan lingkungan ketiga sesudah keluarga dan sekolah, yang mempengaruhi anak dalam mencapai prestasi belajar yang baik. Anak harus dapat berinteraksi dengan masyarakat sekitarnya karena dari pengalaman yang dialami dimasyarakat, siswa akan banyak memperoleh ilmu yang berguna bagi anak didik.
c. Indikator Prestasi Belajar
Menurut Muhibbin Syah (2008:150), pengungkapan hasil belajar meliputi segala ranah psikologis yang berubah sebagai akibat pengalaman dan proses belajar siswa. Namun pengungkapan perubahan tingkah laku seluruh ranah, khususnya ranah afektif sangat sulit. Hal ini disebabkan perubahan hasil belajar itu ada yang bersifat
intangible (tidak dapat diraba). Kunci pokok untuk memperoleh
ukuran dan data hasil belajar siswa adalah gari-garis besar indikator dikaitkan dengan jenis prestasi yang hendak diungkapkan atau diukur. Dibawah ini adalah tabel yang menunjukan jenis, indikator, dan cara evaluasi belajar.
Tabel 2.2
Jenis, Indikator dan Cara Evaluasi Prestasi
Ranah/Jenis Prestasi Indikator Cara Evaluasi
A. Ranah Kognitif 1. Pengamatan 1. dapat menunjukkan; 2. dapat membandingkan; 3. dapat menghubungkan. 1. tes lisan; 2. tes tertulis; 3. observasi. 2. Ingatan 1. dapat menyebutkan;
2. dapat menunjukan kembali.
1. tes lisan; 2. tes tertulis; 3. observasi. 3. Pemahaman
1. dapat menjelaskan;
2. dapat mendefinisikan dengan lisan sendiri.
1. tes lisan; 2. tes tertulis;
4. Penerapan
1. dapat memberikan contoh; 2. dapat menggunakan secara tepat. 1. tes tertulis; 2. pemberian tugas; 3. observasi. 5. Analisis (pemeriksaan dan pemilahan secara 1. dapat menguraikan; 2. dapat mengklasifikasikan. 1. tes tertulis; 2. pemberian tugas.
Ranah/Jenis Prestasi Indikator Cara Evaluasi
teliti)
6. Sintesis (membuat panduan baru dan utuh) 1. dapat menghubungkan; 2. dapat menyimpulkan; 3. dapat menggeneralisasi. 1. tes tertulis; 2. pemberian tugas.
Ranah/Jenis Prestasi Indikator Cara Evaluasi
B. Ranah Afektif
1. Penerimaan 1. menunjukkan sikap menerima; 2. menunjukkan sikap menolak
1. tes tertulis; 2. tes skala sikap; 3. observasi. 2. Sambutan 1. kesediaan berpartisipasi/terlibat; 2. kesediaan memanfaatkan. 1. tes tertulis; 2. tes skala sikap; 3. observasi. 3. Apresiasi (sikap
menghargai)
1. menganggap penting dan bermanfaat;
2. menganggap indah dan harmonis; 3. mengagumi. 1. tes skala penilaian/sikap; 2. pemberian tugas; 3. observasi.
Ranah/Jenis Prestasi Indikator Cara Evaluasi
B. Ranah Afektif
4. Internalisasi (pendalaman)
1. mengakui dan meyakini; 2. mengingkari.
1. tes skala sikap; 2. pemberian tugas
yang ekspresif (yang menyatakan sika) dan proyektif (yang menyatakan perkiraan ramalan) 3. observasi. 5. Karakteristik (penghayatan) 1. melembagakan atau meniadakan;
2. menjelmakan dalam pribadi dan perilaku sehari-hari.
1. pemberian tugas ekspresif dan proyektif; 2. observasi. C. Ranah Psikomotor 1. Keterampilan bergerak dan bertindak 1. mengkoordinasikan gerak mata, tangan, kaki, dan anggota tubuh lainnya.
1. observasi; 2. tes tindakan. 2. Kecakapan ekspresi verbal dan nonverbal 1. mengucapkan;
2. membuat mimik dan gerakan jasmani.
1. tes lisan; 2. observasi; 3. tes tindakan.
B. Keragka Berfikir
1. Hubungan kebiasaan belajar dengan prestasi belajar
Kebiasaan belajar merupakan perilaku belajar seseorang dari waktu ke waktu dengan cara yang sama, dalam rangka menambah ilmu pengetahuan baik di sekolah maupun di rumah. Kebiasaan belajar yang bersifat positif atau baik akan membantu siswa untuk menguasai materi pelajaran, sehingga dengan memiliki kebiasaan belajar yang baik maka seseorang dapat menentukan keberhasilan atau prestasi didalam belajarnya.
Menurut Winkel (2007:162), prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya, prestasi belajar yang ideal dapat diperoleh apabila siswa memiliki faktor pendorong dalam pencapaian prestasi belajar tersebut, yaitu minat, motivasi, bakat, intelegensi sikap, kebiasaan dan kesehatan mental.
Kebiasaan belajar dan prestasi belajar memiliki hubungan yang sangat erat. Kegiatan belajar yang dilakukan secara terus-menerus akan menjadikan sebuah kebiasaan belajar yang baik, dengan kebiasaan belajar yang baik siswa mampu mencapai hasil atau prestasi belajar yang baik, begitu pula sebaliknya dengan kebiasaan belajar yang masih rendah, hasil atau prestasi yang diperoleh siswa rendah.
Penelitian yang dilakukan oleh Anisa Nurhayati (2012) pada siswa Kelas XII paket Keahlian Akuntansi SMK Negeri 1 Bantul Tahun Ajaran 2015/2016” ditemukan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan kebiasaan belajar dengan prestasi belajar.
2. Hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar.
Motivasi merupakan dorongan dari seseorang untuk melakukan sesuatu. Dorongan tersebut dirangsang oleh keinginan, tingkah laku, tujuan, dan umpan balik. Dalam motivasi belajar, dorongan dalam diri siswa muncul karena kebutuhan untuk belajar. Motivasi belajar dapat muncul dari dalam diri seseorang dan terbentuk oleh faktor luar. Motivasi belajar dalam diri siswa ketika mengikuti pembelajaran dan mengerjakan tugas dari guru dapat muncul akibat kemauan untuk mendapatkan hasil atau prestasi belajar yang baik. Selain itu motivasi belajar siswa dapat muncul dari luar diri siswa, misalnya karena perasaan senang terhadap guru atau metode yang digunakan guru dalam mengajar , serta dorongan dari orang tua dan lingkungan yang kondusif.
Dorongan diri dalam dan luar diri siswa dapat menggerakan aktivitas belajar yang memiliki daya guna. Dengan demikian, siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi akan selalu berusaha untuk memperoleh prestasi belajar yang tinggi. Pada dasarnya prestasi belajar dapat diartikan sebagi hasil yang dicapai seseorang dalam penguasaan
pengetahuan dan ketrampilan yang dikembangkan dalam pembelajaran, lazimnya ditunjukan dengan tes, angka, dan nilai yang diberikan oleh guru.
Menurut Winkel (2007:162), prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya, prestasi belajar yang ideal dapat diperoleh apabila siswa memiliki faktor pendorong dalam pencapaian prestasi belajar tersebut, yaitu minat, motivasi, bakat, intelegensi sikap, kebiasaan dan kesehatan mental.
Siswa yang memiliki motivasi belajar atau kemauan untuk belajar yang tinggi dan disertai oleh proses belajar akan mempermudah siswa dalam memperoleh hasil belajar atau prestasi belajar yang baik. Dengan demikian motivasi belajar memiliki hubungan yang erat dengan prestasi belajar siswa.
Penelitian yang dilakukan oleh Anisa Nurhayati (2012) pada siswa Kelas XII paket Keahlian Akuntansi SMK Negeri 1 Bantul Tahun Ajaran 2015/2016” ditemukan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan motivasi belajar dengan prestasi belajar.
3. Hubungan kebiasaan belajar dan motivasi belajar dengan prestasi belajar.
Kebiasaan belajar dan motivasi belajar memiliki hubungan yang cukup erat dengan prestasi belajar. Jadi apabila siswa memiliki Kebiasaan belajar yang bersifat positif atau baik akan membentu siswa untuk menguasai materi pelajaran, sehingga dengan memiliki kebiasaan belajar yang baik maka seseorang dapat menentukan keberhasilan atau prestasi didalam belajarnya.
Sama halnya dengan kebiasaan belajar, motivasi didalam belajar juga merupakan suatu hal yang sangat penting guna membantu siswa dalam mencapai hasil belajar atau prestasi belajar yang baik. Motivasi belajar dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu faktor internal (faktor yang berasal dari dalam diri siswa) dan faktor eksternal (faktor dari luar diri siswa). kedua faktor tersebut dapat berpengaruh dengan hasil belajar atau prestasi belajar siswa.
Menurut Winkel (2007:162), prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya, prestasi belajar yang ideal dapat diperoleh apabila siswa memiliki faktor pendorong dalam pencapaian prestasi belajar tersebut, yaitu minat, motivasi, bakat, intelegensi sikap, kebiasaan dan kesehatan mental.
Penelitian yang dilakukan oleh Anisa Nurhayati (2012) pada siswa Kelas XII paket Keahlian Akuntansi SMK Negeri 1 Bantul Tahun Ajaran 2015/2016” ditemukan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan motivasi belajar, kebiasaan belajar, dan lingkungan di sekolah dengan prestasi belajar.
Dari uraian diatas hubungan antara variabel kebiasaan belajar dan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa pada penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar 2.1 Paradigma Penelitian
Keterangan :
= Pengaruh X1 dan X2 secara sendiri-sendiri terhadap Y = Pengaruh X1 dan X2 secara bersama-sama terhadap Y
Kebiasaan Belajar (X1)
Motivasi Belajar (X2)
Prestasi Belajar Siswa (Y)
C. Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan maasalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan (Sugiono, 2010:96). Berdasarkan kerangka berpikir di atas maka hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: H1 : Ada hubungan antara kebiasaan belajar dengan prestasi belajar siswa
pada mata pelajaran ekonomi kelas XI SMA Negeri 2 Ngaglik tahun 2017/2018.
H2 : Ada hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI SMA Negeri 2 Ngaglik tahun 2017/2018.
H3 : Ada hubungan antara kebiasaan belajar dan motivasi belajar dengan prestasi belajar belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI
50 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto, yang dimaksud dengan penelitian ex post facto adalah suatu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan kemudian meruntut ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menimbulkan kejadian tersebut (Sugiyono, 2010:7). Penelitian ini hanya mengungkap data mengenai peristiwa yang telah berlangsung pada responden yang tidak ada perlakuan dan kontrol. Penelitian ex post
facto dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi. Penelitian
ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan variabel bebas yaitu kebiasaan belajar dan motivasi belajar dengan variabel terikat yaitu prestasi belajar siswa.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Ngaglik yang beralamatkan di Jl. Besi Jangkang Km. 5 pada bulan maret sampai dengan april 2018.
C. Subjek dan Objek Penelitian
1. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negri 2 Ngaglik
2. Objek penelitian ini adalah tentang kebiasaan belajar dan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi.
D. Populasi Penelitian
Populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin hasil menghitung ataupun pengukuran, kuantitas maupun kualitas mengenai karakteristik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin dipelajari secara keseluruhan (Sudjana, 2005:6).
Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah siswa dan siswi SMA Negri 2 Ngaglik yang berjumlah 734 siswa. Pembagian tersebut seperti pada tabel 3.1, 3.2, 3.3.
Tabel 3.1
Jumlah Siswa kelasX SMA Negeri 2 Ngaglik Tahun Ajaran 2017/2018
No Nama Jumlah Siswa Total
L P 1 X MIPA 1 12 22 34 2 X MIPA 2 22 12 34 3 X MIPA 3 12 20 32 4 X MIPA 4 11 21 32 5 X IPS 1 13 18 31 6 X IPS 2 12 17 29 7 X IPS 3 12 24 36 Total 94 134 228
Tabel 3.2
Jumlah Siswa kelas XI SMA Negeri 2 Ngaglik Tahun Ajaran 2017/2018
No Nama Jumlah Siswa Total
L P 1 XI MIPA 1 20 12 32 2 XI MIPA 2 11 20 31 3 XI MIPA 3 20 12 32 4 XI MIPA 4 12 21 33 5 XI IPS 1 16 15 35 6 XI IPS 2 14 18 33 7 XI IPS 3 21 14 36 Total 144 122 232 Tabel 3.3
Jumlah Siswa kelas XII SMA Negeri 2 Ngaglik Tahun Ajaran 2017/2018
No Nama Jumlah Siswa Total
L P 1 XII MIPA 1 13 17 30 2 XII MIPA 2 15 17 32 3 XII MIPA 3 13 17 30 4 XII MIPA 4 9 23 32 5 XII IPS 1 9 23 32 6 XII IPS 2 9 23 32 7 XII IPS 3 20 12 32 Total 88 132 220 E. Sampel penelitian
Menurut Suharsimi Arikunto (2002:109), sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Sampel juga merupakan bagian yang diambil dari suatu populasi yang karakteristiknya diteliti dan dianggap dapat mewakili populasi secara keseluruhan.
Jadi jenis sampel yang diambil harus mencerminkan populasi. Data yang dianalisis dalam suatu penelitian merupaka data hasil pengukuran yang diperoleh dari sampel. Sampel pada penelitian ini adalah siswa dan siswi kelas XI Jurusan IPS yang berjumlah 104 siswa.
F. Teknik pengambilan sampel
Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan atau
kriteria tertentu. Pada Peneliti ini kriteria yang dikehendaki oleh peneliti adalah siswa dengan peminatan mata pelajaran ekonomi atau yang mendapat pelajaran ekonomi.
G. Variabel Penelitian dan Pengukurannya
Variabel penelitan adalah objek penelitian atau apa yang menjadi perhatian suatu titik perhatian suatu penelitian (Arikunto, 2010:161). Dalam penelitian ini variabel yang akan diteliti adalah sebagai berikut: 1. Variabel bebas (independent variable)
Variabel bebas adalah variabel yang diselidiki pengaruhnya. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan kebiasaan belajar (X1) dan motivasi belajar (X2).
2. Variabel Terikat (dependent variabel)
Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Variabel dalam penelitian ini adalah prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI (Y).
H. Definisi Operasionalisasi Variabel Penelitian
Definisi operasional adalah variabel penelitian yang dimaksudkan untuk memahami arti setiap variabel penelitian (Sujarweni, 2015:77).
1. Kebiasaan Belajar
Kebiasaan belajar merupakan perilaku belajar seseorang dari waktu ke waktu dengan cara yang sama, dalam rangka menambah ilmu pengetahuan baik disekolah maupun dirumah. Kebiasaan belajar yang bersifat positif atau baik akan membentu siswa untuk menguasai materi pelajaran, sehingga dengan memiliki kebiasaan belajar yang baik maka seseorang dapat menentukan keberhasilan atau prestasi didalam belajarnya.
2. Motivasi Belajar
Motivasi merupakan dorongan dari seseorang untuk melakukan sesuatu. Dorongan tersebut dirangsang oleh keinginan, tingkah laku, tujuan, dan umpan balik. Dalam motivasi belajar, dorongan dalam diri siswa muncul karena kebutuhan untuk
belajar. Motivasi belajar dapat muncul dari dalam diri seseorang dan terbentuk oleh faktor luar. Motivasi belajar dalam diri siswa ketika mengikuti pembelajaran dan mengerjakan tugas dari guru dapat muncul akibat kemauan untuk mendapatkan hasil atau prestasi belajar yang baik. Selain itu motivasi belajar siswa dapat muncul dari luar diri siswa, misalnya karena perasaan senang terhadap guru atau metode yang digunakan guru dalam mengajar, serta dorongan dari orang tua dan lingkungan yang kondusif.
3. Prestasi Belajar
Prestasi belajar adalah hasil yang telah dicapai siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar dalalm waktu tertentu baik berupa perubahan tingkah laku, keterampilan, dan pengetahuan dan akan diukur serta dinilai yang kemudian diwujudkan dalam angka atau peryataan. Biasanya untuk mengukur seorang guru melakukannya dengan cara tes tertulis, tes lisan, observasi, pemberian tugas, tes skala sikap, tes tindakan (demonstrasi).