• Tidak ada hasil yang ditemukan

Disusun Oleh : RULI SAONA NIM :

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Disusun Oleh : RULI SAONA NIM :"

Copied!
177
0
0

Teks penuh

(1)

i

HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA

PELAJARAN EKONOMI DI SMA NEGERI 2 NGAGLIK SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi

Disusun Oleh : RULI SAONA NIM : 141334006

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI

BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN AKUNTANSI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA 2018

(2)
(3)
(4)

iv

PERSEMBAHAN

Karya Ini Kupersembahkan Untuk:

 Allah Subhanahu Wa Ta’ala Atas Semua Anugrah Dan Karunia-Nya  Kedua Orang Tua Yang Telah Memberi Dukungan

 Saudara Yang Telah Memberi Semangat Dan Dukungan  Teman-Teman Yang Telah Memberikan Nasehat Dan Dukungan  Bapak Ignatius Bondan Suratno, S.Pd.,M.Si. Selaku Dosen Pembimbing

(5)

v

MOTTO

 Tiada doa paling indah selain doa agar skripsi ini cepat selesai

 Terkadang anda tidak dapat melihat diri anda dengan jelas sampai anda melihat diri anda melalui mata orang lain

 Kesuksesan hanyalah dapat diraih dengan segala upaya dan usaha yang disertai dengan doa, karena sesungguhnya nasib seseorang tidak akan

(6)

vi

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah saya sebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

Yogyakarta, 24 Juli 2018 Penulis

(7)

vii

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma

Nama : Ruli Saona

NIM : 141334006

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:

HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA

PELAJARAN EKONOMI DI SMA NEGERI 2 NGAGLIK

Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikanya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalty kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

Dengan demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 24 Juli 2018 Yang menyatakan

(8)

viii

ABSTRAK

HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA NEGERI 2 NGAGLIK SLEMAN.

Ruli Saona

Universitas Sanata Dharma 2018

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan positif dan signifikan antara: 1) kebiasaan belajar dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi; 2) motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi; 3) kebiasaan belajar dan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi.

Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Ngaglik Sleman. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-April 2018. Dengan populasi sebanyak 734 siswa diambil sempel penelitian sebanyak 104 siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan korelasi pearson.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) tidak terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kebiasaan belajar dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi (Pearson Correlation= -0,065; nilai Sig.(2-tailed)= 0,510); 2) tidak terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi (Pearson Correlation 0,020; nilai Sig.(2-tailed)= 0,839); 3) tidak terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Kebiasaan belajar dan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi (Fhitung =0,908; nilai R2 = 0,018.)

(9)

ix

ABSTRACT

THE CORRELATION BETWEEN LEARNING HABIT AND LEARNING MOTIVATIONS AND STUDENT LEARNING ACHIEVEMENT ON ECONOMICS SUBJECTS IN SMA NEGERI 2

NGAGLIK SLEMAN YOGYAKARTA Ruli Saona

The University Of Sanata Dharma 2018

This study aims to determine the positive and significant relationship between: 1) learning habits and students’ achievement on economics subjects; 2) learning motivation and students’ achievement on economics subjects; 3) learning habits, learning motivation and students’ achievement on economics subjects.

This research is an ex post facto research which was conducted in SMA Negeri 2 Ngaglik Sleman from March till April 2018. There were 104 students out of 734 students were taken to be samples of this research. The data were collected by using questionnaires and documentation. The techniques of this research were descriptive analysis and Pearson’s correlation.

The results of this study show that: 1) there is no positive and significant correlation between learning habits and students’ achievement in economics subjects (Pearson Correlation = -0,065; Sig. (2-tailed) = 0,510) ; 2) there is no positive and significant correlation between learning motivation and students’ achievement in economics subjects (Pearson Correlation 0,020; Sig. (2-tailed) = 0,839); 3) there is no positive and significant relationship between learning habits, learning motivation and students’ achievement on economics subjects (Fcount = 0,908; value of R2

= 0,018.)

(10)

x

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat karunia dan berkat-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Hubungan Antara Kebiasaan Belajar Dan Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi” dengan lancar. Skripsi ini ditulis dan diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi BKK Pendidikan Akuntansi. Selama penyusunan dan penulisan skripsi ini banyak pihak yang telah membantu terselesaikannya skripsi ini dengan baik. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma.

2. Bapak Ignatius Bondan Suratno, S.Pd., M.Si. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Sanata Dharma.

3. Bapak Ignatius Bondan Suratno, S.Pd., M.Si. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi, Universitas Sanata Dharma.

4. Bapak Ignatius Bondan Suratno, S.Pd., M.Si. selaku Dosen Pembimbing yang telah membimbing, mengarahkan dan membantu saya dalam menyusun skripsi ini. Terima kasih juga untuk segala usaha, kesabaran, kerajinan, ketelitian, nasihat, perhatian, dan motivasi yang telah bapak berikan kepada saya.

(11)

xi

5. Bapak dan Ibu Dosen Pendidikan Ekonomi BKK Pendidikan Akuntansi yang telah membagikan ilmu pengetahuan dan membimbing saya selama proses perkuliahan.

6. Staf Kesekretariatan Pendidikan Ekonomi BKK Pendidikan Akuntansi yang telah membantu saya dalam urusan administrasi selama proses perkuliahan.

7. Bapak Suhadi yang menjadi alasan saya untuk selalu semangat mengerjakan skripsi ini, yang senantiasa mendukung, memberikan perhatian dan kasih sayangnya, mendoakan, dan mengingatkan saya untuk segera menyelesaikan skripsi ini.

8. Ibu Sri Sarjuni Lestari yang juga menjadi alasan saya untuk segera menyelesaikan skripsi ini, yang senantiasa mendukung, memberikan perhatian dan kasih sayangnya, mendoakan, dan mengingatkan saya untuk segera menyelesaikan skripsi ini.

9. Adik ku Yudha yang telah memberikan dukungan, doa dan menjadi motivasi saya untuk segera menyelesaikan skripsi ini.

10. Sahabat-sahabat terbaik ku Fatmi Yuliani, Arum Pandan Wangi, Elisabeth Risa , Margaretha Devi yang selalu menyemangati saya, memberikan motivasi, masukan dan saran, memberikan dukungan, membantu saya dan selalu setia menemani saya dalam mengerjakan skripsi ini.

11. Yang Terkasih, Henry Agam Saputra yang telah memberikan dukungan, semangat, doa, serta perhatianya kepada penulis selama kuliah hingga selesai.

(12)

xii

12. Teman-teman satu bimbingan skripsi: Mitha, Yani, Rista, Wulan, Jeni, Cintia, Tinus, Tendri, Sumi yang saling memberikan dukungan dan semangat dalam penyusunan skripsi ini.

13. Teman-teman satu angkatan Pendidikan Akuntansi Angkatan 2014 yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu, terima kasih atas empat tahun ini dan dinamika kita yang dapat mendewasakan dimasa perkuliahan. Selamat berjuang teman-teman.

14. Semua pihak yang mendukung membantu dalam penyusunan skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu per satu.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini tentu masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca dan semoga skripsi ini dapat berguna bagi pembaca.

Yogyakarta, 24 Juli 2018 Penulis

(13)

xiii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... iii

MOTTO ... iv

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... v

PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ... vi

ABSTRAK ... vii

ABSTRACT ... viii

KATA PENGANTAR ... ix

DAFTAR ISI ... xii

DAFTAR TABEL ... xviii

DAFTAR LAMPIRAN ... xx

BAB I Pendahuluan ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Pembatasan Masalah ... 5

C. Identivikasi Masalah ... 5

D. Rumusan Masalah ... 6

E. Tujuan Penelitian ... 6

(14)

xiv

BAB II Tinjauan Pustaka ... 8

A. Pengertian belajar ... 8

1. Kebiasaan Belajar ... 9

a. Pengertian Kebiasaan ... 9

b. Pengertian Kebiasaan Belajar ... 9

c. Aspek Kebiasaan Belajar ... 11

d. Jenis-jenis kebiasaan Belajar ... 13

e. Manfaat kebiasaan Belajar ... 15

f. Indikator kebiasaan Belajar ... 17

2. Motivasi Belajar ... 20

a. Pengertian Motivasi Balajar ... 20

b. Fungsi Motivasi Dalam belajar ... 22

c. Macam-macam Motivasi Belajar ... 23

d. Motivasi Keluarga terhadap Peningkatan Prestasi Belajar Siswa ... 27

e. Bentuk-bentuk Motivasi disekolah ... 29

f. Faktor-faktor yang mempengaruhi Motivasi Belajar ... 33

3. Prestasi belajar ... 36

a. Pengertian Prestasi Belajar ... 36

b. Faktor yang mempengaruhi Prestasi Belajar ... 38

(15)

xv

B. Kerangka Berpikir ... 44

1. Hubungan Antara Kebiasaan Belajar Dengan Prestasi Belajar Pada Mata Pelajaran Ekonomi ... 44

2. Hubungan Antara Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar Pada Mata Pelajaran Ekonomi ... 45

3. Hubungan Antara Kebiasaan Belajar dan Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar Pada Mata Pelajaran Ekonomi ... 47

C. Hipotesis ... 49

BAB III Metode Penelitian ... 50

A. Jenis Penelitian ... 50

B. Tempat dan Waktu Penelitian ... 50

C. Subjek dan Objek Penelitian ... 51

D. Populasi Penelitian ... 51

E. Sampel Penelitian ... 52

F. Teknik Pengambilan Sampel... 53

G. Variabel Penelitian dan Pengukuranya ... 53

1. Variabel bebas ... 53

(16)

xvi

H. Devinisi Operasional Variabel Penelitian ... 54

1. Kebiasaan Belajar ... 54

2. Motivasi Belajar ... 54

3. Prestasi Belajar ... 55

I. Teknik Pengumpulan Data ... 56

1. Dokumentasi ... 56

2. Kuesioner ... 56

J. Teknik Pengujian Instrumen ... 59

1. Uji Validitas ... 59

2. Uji Reliabilitas ... 63

K. Teknik Analisis Data ... 65

1. Analisis Deskriptif ... 65

2. Pengujian Prasyarat Analisis ... 68

a. Uji Normalitas ... 68

b. Uji Asumsi Klasik ... 68

3. Pengujian Hipotesis ... 70

BAB IV GAMBARAN UMUM ... 75

A. Disripsi Lokasi Penelitian ... 75

1. Sejarah Singkat SMA Negeri 2 Ngaglik ... 75

(17)

xvii

a. Tujuan ... 77

b.Visi ... 77

c. Misi ... 78

3. Sistem Pendidikan SMA Negeri 2 Ngaglik ... 79

4. Organisasi Sekoleh SMA Negeri 2 Ngaglik ... 79

a. Struktur Organisasi ... 79

b.Wewenang dan Tanggung Jawab ... 79

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN ... 92

A. Diskripsi Data Penelitian... 92

1. Diskripsi ResponsenPenelitian ... 92

2. Diskripsi Variabel ... 92

B. Pengujian Prasyarat Analisis Data ... 96

1. Pengujian Normalitas ... 96

2. Pengujian Multikolonieritas ... 97

3. Pengujian Heteroskedastisitas ... 97

C. Pengujian Hipotesis ... 98

1. Hubungan Kebiasaan Belajar Dengan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi ... 99

2. Hubungan Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi ... 100

(18)

xviii

3. Hubungan Kebiasaan Belajar Dan Motivasi Belajar Denganprestasi

Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi. ... 101

D. Pembahasan ... 104

1.Hubungan kebiasaan belajar dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi ... 104

2.Hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi ... 106

3.Hubungan kebiasaan belajar dan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi ... 108

BAB VI PENUTUP ... 112

A. Kesimpulan ... 112

B. Keterbatasan ... 113

C. Saran ... 114

(19)

xix

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Kebiasaan Studi Yang Baik Dan Kebiasaan Studi Yang Buruk ... 12

Tabel 2.2 Jenis, Indikator, Dan Evaluasi Prestasi ... 42

Tabel 3.1 Jumlah Siswa Kelas X Sma Negeri 2 Ngaglik Tahun Ajaran 2017/2018 ... 51

Tabel 3.2 Jumlah Siswa Kelas Xi Sma Negeri 2 Ngaglik Tahun Ajaran 2017/2018 ... 52

Tabel 3.3 Jumlah Siswa Kelas Xii Sma Negeri 2 Ngaglik Tahun Ajaran 2017/2018 ... 52

Tabel 3.4 Kisi-Kisi Kuesioner Variabel Kebiasaan Belajar (X1) ... 57

Tabel 3.5 Kisi-Kisi Kuesioner Variabel Motivasi Belajar (X2) ... 58

Tabel 3.6 Pedoman Penilaian Instrumen ... 59

Tabel 3.7 Hasil Pengujian Validitas Kebiasaan Belajar ... 60

Tabel 3.8 Hasil Pengujian Ulang Validitas Kebiasaan Belajar ... 61

Tabel 3.9 Hasil Pengujian Variabel Motivasi Belajar ... 62

Tabel 3.10 Hasil Pengujian Ulang Validitas Motivasi Belajar ... 63

Tabel 3.11 Tabel Intepretasi ... 64

Tabel 3.12 Khasil Pengujian Reliabilitas Instrumen Penelitian ... 64

Tabel 3.13 Standar Patokan Penilaian Dengan Pap II ... 65

(20)

xx

Tabel 3.15 Interval Skor Motivasi Belajar ... 66

Tabel 3.16 Interval Skor Motivasi Belajar ... 67

Tabel 3.17 Tingkat Korelasi Dan Kekuatan Hipotesis ... 73

Tabel 3.18 Tingkat Korelasi Dan Kekuatan Hubungan ... 72

Tabel 5.1 Data Jumlah Siswa ... 92

Tabel 5.2 Interval Skor Kebiasaan Belajar ... 93

Tabel 5.3 Interval Skor Motivasi Belajar ... 94

Tabel 5.4 Interval Skor Prestasi Belajar ... 95

Tabel5.5 Hasil Uji Normalitas ... 96

Tabel 5.6 Hasil Uji Multikolonieritas ... 97

Tabel 5.7 Hasil Uji Heteroskedastisitas ... 98

Tabel 5.8 Hasil Uji Hipotesis Kebiasaan Belajar Dan Prestasi Belajar Siswa ... 99

Tabel 5.9 Hasil Uji Hipotesis Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar Siswa . 100 Tabel 5.10 Hasil Iji Hipotesis (Uji F) ... 102

(21)

xxi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran I : Instrumen Penelitian... 120

Lampiran II : Data Penelitian ... 126

Lampiran III : Uji Validitas Dan Uji Reliabilitas... 137

Lampiran IV : Uji Normalitas, Multikolonieritas, Dan Heterokedastisitas ... 143

Lampiran V : Uji Korelasi ... 146

Lampiran VI : Data Statistik ... 149

(22)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Kemajuan suatu bangsa dapat dilihat dari seberapa maju pendidikan yang dimiliki. Pendidikan dipandang sebagai salah satu aspek yang memiliki peranan pokok dalam membentuk generasi masa depan. Dengan adanya pendidikan, diharapkan dapat menghasilkan manusia yang berkualitas dan bertanggung jawab serta mampu menyongsong kemajuan pada masa mendatang. Pendidikan juga berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat.

Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, pemerintah senantiasa melakukan perbaikan-perbaikan agar mutu pendidikan meningkat, diantaranya adalah perbaikan kurikulum, sumber daya manusia, dan sarana prasarana. Perbaikan-perbaikan ini tidak akan berhasil apabila tidak ada dukungan dari guru, orang tua, dan masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Seseorang mempunyai tujuan yang ingin dicapai, dalam belajar yaitu hasil atau prestasi yang baik tentunya. Secara umum ada dua faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi faktor fisik dan faktor psikologis. Faktor fisik berhubungan dengan kondisi secara umum seperti

(23)

pendengaran dan penglihatan. Faktor psikologi berhubungan dengan faktor-faktor non fisik, seperti minat, motivasi, bakat, intelegensi sikap, kebiasaan dan kesehatan mental. Faktor eksternal meliputi faktor fisik dan sosial. Faktor fisik berhubungan dengan kondisi tempat belajar, fasilitas belajar, materi pembelajaran, dan kondisi lingkungan belajar. Faktor sosial berhubungan dengan dukungan sosial dan pengaruh budaya (Azwar, 2004).

Menurut Winkel (2007:162), prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya, prestasi belajar yang ideal dapat diperoleh apabila siswa memiliki faktor pendorong dalam pencapaian prestasi belajar tersebut, yaitu minat, motivasi, bakat, intelegensi sikap, kebiasaan dan kesehatan mental. Faktor tersebut dapat membantu siswa dalam mencapai prestasi belajar yang ideal sesuai dengan tujuan awal pembelajaran yaitu memperoleh hasil atau prestasi belajar yang baik.

Tidak banyak orang menyadari bahwa mereka yang berhasil dalam hidupnya ialah mereka yang dengan seksama telah merencanakan segala aktivitasnya dan melaksanakan aktivitas dengan teratur dan terencana. Begitu pula dengan belajar, untuk mencapai keberhasilan maka aktivitas dalam belajar harus terarah dan teratur sehingga dapat mendisiplinkan diri sendiri. Seseorang yang telah belajar membagi penggunaan waktunya dan merancang pembagian tugasnya sedang membiasakan diri menuju

(24)

kesuksesan. Kebiasaan belajar yang baik akan menjadi sebuah budaya belajar yang baik pula. Apabila belajar telah menjadi budaya, maka siswa akan melakukan dengan senang dan tanpa paksaan. Namun pada kenyataannya masih banyak dijumpai kebiasaan belajar yang tidak teratur pada siswa. Siswa hanya belajar pada saat menjelang ulangan harian atau ujian bahkan terkadang tanpa ada persiapan sama sekali. Hal tersebut menyebabkan prestasi belajar siswa belum mencapai titik yang optimal.

Selain kebiasaan belajar motivasi di dalam belajar juga sangat dibutuhkan karena tanpa adanya motivasi pada diri anak itu juga akan menyebabkan kurangnya kemauan untuk belajar dengan baik. Motivasi belajar disini dapat diartikan sebagai keseluruhan daya penggerak baik dari dalam diri maupun dari luar siswa (dengan menciptakan serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu) yang menjamin kelangsungan dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai. Motivasi belajar yang berasal dari luar diri seseorang adalah motivasi yang didapat dari luar tubuh siswa itu sendiri, misalnya: orang tua memberi semangat, orang tua memberi dukungan, orang tua menjanjikan sebuah hadiah kepada anak apabila mendapat peringkat pertama atau mendapat nilai yang bagus. Motivasi-motivasi yang seperti inilah yang terkadang sangat dibutuhkan oleh siswa yang berasal dari luar, agar siswa lebih termotivasi untuk belajar dengan baik.

(25)

Berdasarkan observasi yang saya lakukan kepada beberapa siswa kelas XI SMAN 2 Ngaglik, mereka mengakui bahwa mereka mengalami kesulitan ketika belajar di sekolah kususnya pelajaran ekonomi, semua itu terjadi dikarenakan siswa memiliki kebiasaan belajar yang masih rendah dan mereka tidak memiliki motivasi dalam diri merka untuk selalu belajar dan belajar, serta kurangnya motivasi atau dorongan dari orang tua kepada anak yang dapat mendorong mereka untuk selalu belajar yang nantinya akan berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Mereka mengakui bahwa mereka hanya belajar pada saat menjelang ulangan dan hanya belajar ketika mendapat tugas atau PR dari guru, bahkan ketika guru sedang mengajar banyak siswa yang malah asik dengan hal lain yang menyebabkan siswa tidak fokus mengikuti pembelajaran di sekolah misalnya ngobrol dengan teman sebangku, main hp, dan asik dengan dunia mereka masing-masing. Dengan kebiasaan belajar yang masih rendah dan kurangnya motivasi pada diri anak menyebabkan anak mengalami kesulitan dalam mengikuti pelajaran ekonomi saat di sekolah dan prestasi belajar ekonomi masih rendah.

Berdasarkan uraian di atas kebiasaan belajar dan motivasi belajar memiliki peranan yang sangat penting bagi para siswa. Kebiasaan belajar dan motivasi belajar siswa yang masih rendah dapat mencerminkan hasil atau prestasi yang diperoleh juga masih rendah, begitu pula sebaliknya apabila siswa memiliki kebiasaan belajar dan motivasi belajar yang tinggi dapat mencerminan hasil atau prestasi yang tinggi.

(26)

Didalam belajar siswa memiliki tujuan utama yang akan dicapai yaitu prestasi belajar yang baik, kebiasaan belajar dan motivasi belajar ini memiliki peranan penting bagi siswa untuk mencapai tujuannya yaitu mendapat prestasi belajar yang baik.

Berdasarkan latar belakang di atas peneliti tertarik untuk meneliti “Hubungan Antara Kebiasaan Belajar Dan Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi DI SMA Negeri 2 Ngaglik.

B. Batasan Masalah

Agar penelitian ini dapat dilakukan lebih mendalam maka peneliti perlu membatasi variabel yang akan diteliti berkaitan dengan” Kebiasaan Belajar, Motivasi Belajar, dan Prestasi Belajar.

C. Identivikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah pada sub bab sebelumnya maka dapat dilakukan identifikasi masalah sebagai berikut:

1. Kebiasaan belajar siswa yang kurang teratur atau kurang disiplin saat dirumah.

2. Kebiasaan belajar siswa yang masih buruk saat mengikuti pelajaran di sekolah.

3. Motivasi belajar siswa yang masih rendah.

(27)

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka dirumusan permasalahan sebagai berikut.

1. Apakah ada hubungan antara kebiasaan belajar dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI SMA Negeri 2 Ngaglik tahun 2017/2018?

2. Apakah ada hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI SMA Negeri 2 Ngaglik tahun 2017/2018?

3. Apakah ada hubungan antara kebiasaan belajar dan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI SMA Negeri 2 Ngaglik tahun 2017/2018?

E. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian adalah untuk menyediakan bukti tentang:

1. Adanya hubungan antara kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI SMA Negeri 2 Ngaglik, Tahun ajaran 2017/2018.

2. Adanya hubungan antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI SMA Negeri 2 Ngaglik, Tahun ajaran 2017/2018.

(28)

3. Adanya hubungan antara kebiasaan belajar dan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI SMA Negeri 2 Ngaglik, Tahun ajaran 2017/2018.

F. Manfaat Penelitian

Penelitian yang dilakukan ini memiliki beberapa manfaat : 1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan ilmiah bagi perkembangan ilmu pendidikan mengenai hubungan kebiasaan belajar dan motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa.

2. Manfaat Praktis

Memberikan referensi dan landasan bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti tentang hubungan kebiasaan belajar dan motivasi belajar

(29)

8 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Belajar

Menurut Djamarah (1994:19), belajar adalah sebuah aktivitas mental atau psikis yang terjadi karena adanya sebuah interaksi aktif antara individu dengan lingkunganya yang menghasilkan perubahan-perubahan yang bersifat relatif tetap dalam aspek-aspek : kognitif, psikomotor dan afektif. Sedangkan prestasi merupakan hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan,diciptakan baik secara individu maupun secara kelompok. Prestasi belajar sebagai indikator utama untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran seseorang selama mengikuti pembelajaran pada periode tertentu dalam suatu lembaga pendidikan yang telah dievaluasi, dan dinyatakan dalam bentuk angka atau simbol tertentu. Hal ini tergambar dari dalam hasil evaluasi rata-rata nilai ulangan harian, nilai ujian tengah semester (UTS) dan nilai ujian akhir semester (UAS). Setiap siswa diperlakukan sama dalam proses pembelajaran, akan tetapi hasil yang ditunjukan antara satu anak dengan anak yang lain akan berbeda. Seseorang yang prestasi belajarnya tinggi dapat dikatakan telah berhasil dalam belajar. Prestasi belajar yang dicapai oleh siswa berhubungan dengan dua faktor yaitu kebiasaan belajar dan motivasi belajar.

(30)

1. Kebiasaaan Belajar a. Pengertian kebiasaan

Kebiasaan merupakan sesuatu yang telah dilakukan sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan seseorang atau sekelompok orang tertentu, atau dengan kata lain kebiasaan dapat diartika sebagi serangkain perbuatan seseorang secara terus menerus dan berulang-ulang dengan cara yang sama dan berlangsung tanpa proses berfikir lagi. Menurut Asih Pratiwi (2010:38), kebiasaan merupakan kegiatan sehari-hari yang dilakukan secara berulang-ulang dalam hal yang sama sehingga menjadi adat kebiasaan dan ditaati oleh masyarakat. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kebiasaan merupakan sesuatu yang telah dilakukan sejak lama dan berulang-ulang untuk hal yang sama.

b. Pengertian Kebiasaan Belajar

Kebiasaan belajar merupakan perilaku belajar seseorang dari waktu ke waktu dengan cara yang sama, dalam rangka menambah ilmu pengetahuan baik di sekolah maupun di rumah. Kebiasaan belajar yang bersifat positif atau baik akan membentu siswa untuk menguasai materi pelajaran, sehingga dengan memiliki kebiasaan belajar yang baik makan seseorang akan menentukan keberhasilan didalam belajarnya.

(31)

Menurut Djaali (2011:128), kebiasaan belajar merupakan cara bertindak yang diperoleh melalui belajar secara berulang-ulang, yang pada akhirnya menjadi menetap dan bersifat otomatis. Sedangkan menurut Sulaiman (1984), kebiasaan belajar merupakan cara-cara atau teknik-teknik yang mantap yang dilakukan siswa pada waktu ia menerima pelajaran dari guru, membaca buku dan mengerjakan tugas-tugas sekolah, serta pengaturan waktu untuk menyelesaikan kegiatan-kegiatan tersebut.

Oemar Hamalik (2005) mengatakan bahwa “seseorang yang berhasil dalam belajarnya hendaknya mempunyai sikap serta kebiasaan belajar yang baik”. Berdasarkan pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kebiasaan belajar merupakan cara-cara yang ditempuh siswa dalam belajar untuk mencapai tujuan tertentu yang dilaksanakan secara rutin sehingga menjadi suatu kebiasaan.

Menurut Lusia Nrimaningsih (2014:13), pada umumnya kebiasaan belajar yang dimiliki oleh siswa dapat berupa kebiasaan belajar yang positif atau kebiasaan belajar yang negatif. Kebiasaan belajar yang positif tentunya akan membawa siswa pada keberhasilan studi. Sebaliknya, kebiasaan belajar yang negatif akan membawa siswa pada kegagalan studi. Dengan demikian diharapkan agar siswa mampu mengembangkan kebiasaan belajar yang positif dan menerapkan kebiasaan belajar tersebut secara terus menerus agar tumbuh dan terpelihara dalam dirinya.

(32)

c. Aspek Kebiasaan Belajar

Noehi Nasution dkk (1993:80) mengatakan bahwa “Di dalam kebiasaan belajar siswa, perlu ada yang diperhatikan yaitu semakin tinggi usia peserta didik maka akan menjadi lebih bertanggungjawab atas proses belajarnya. Berhubungan dengan kebiasaan belajar ini terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :

1) target atau hasil kerja yang realistis antara lain rencana kerja yang terinci lebih baik dari pada yang besar-besar (ambisius),

2) hadiah (reward) atas hasil pekerjaan perlu diperhatikan agar memperkuat minat dan semangat belajar,

3) ketepatan waktu dalam belajar atau bekerja, 4) belajar keseluruhan dan bagian,

5) pengorganisasian bahan belajar yang baik, dan

6) penyempurnaan program belajar-mengajar sesuai dengan

kebutuhan.

Menurut Natawidjaja dan L.J Moleongn (1979:20), asal mula terbentuknya kebiasaan itu ada dua cara. Pertama, terjadinya melalui kecenderungan orang untuk mengikuti upaya yang kurang hambatanya. Pada mulanya seseorang melakukan sesuatu maka hal itu dilakukan menurut suatu cara tertentu karena cara itu merupakan cara yang termudah dan tidak mengalami suatu gangguan. Kedua, melalui suatu tindakan dengan sengaja dan hati-hati untuk membentuk pola

(33)

reaksi secara otomatis. Hal ini terjadi apabila seseorang dengan sengaja mengganti kebiasaan lama dengan suatu kebiasaan yang baru.

The Liang Gie (1995:193) mengemukakan bahwa sesungguhnya terdapat dua macam kebiasaan studi. Pertama yaitu kebiasaan studi yang baik yang dapat membantu menguasai pelajaran, mencapai kemajuan studi dan meraih sukses. Kedua yaitu kebiasaan studi yang buruk yang nantinya akan mempersulit memahami pengetahuan , menghambat kemajuan dan akhirnya mengalami kegagalan. Sebagai contohnya dapat dilihat kedua macam tabel kebiasaan studi yang baik dan yang buruk dibawah ini.

Tabel 2.1

Kebiasaan Studi yang Baik dan kebiasaan Studi yang Buruk

No Kebiasaan Studi yang Baik Kebiasaan Studi yang Buruk

1 Melakukan studi secara

teratur setiap hari

Hanya melakukan studi secara mati-matian setelah ujian ambang pintu

2 Mempersiapkan semua

keperluan studi pada malam harinya sebelum keesokan harinya berangkat

Sesaat sebelumnya berangkat barulah ribut mengumpulkan buku dan peralatan yang diperlukan

3 Senantiasa hadir di kelas sebelum pelajaran dimulai

Sering terlambat hadir 4 Terbiasa belajar sampai

paham betul dan bahkan tuntas tak terlupakan lagi.

Umumnya belajar seperlunya saja sehingga butir-butir pengetahuan masih kabur dan banyak terlupakan.

5 Terbiasa mengunjungi

perpustakaaan untuk menambah bacaan atau menambah buku referensi mencari arti-arti istilah.

Jarang sekali masuk

perpustakaan dan tidak tahu caranya mempergunakan ensiklopedia dan berbagai karya acuan lainya.

(34)

Aunurrahman (2011:185) mengungkapkan bahwa kebiasaan belajar adalah perilaku belajar seseorang yang telah tertanam dalam waktu yang relatif lama sehingga memberikan ciri dalam aktivitas belajar yang dilakukanya. Ada beberapa bentuk perilaku yang menunjukan kebiasaan tidak baik dalam belajar yag sering kita jumpai pada sejumlah siswa, seperti:

1) belajar tidak teratur,

2) daya tahan belajar lemah (belajar secara tergesa-gesa), 3) belajar bilamana menjelang ulangan/ujian,

4) tidak memiliki catatan pelajaran yang lengkap, 5) tidak terbiasa membuat ringkasan,

6) tidak memiliki motivasi untuk memperkaya materi pelajaran, 7) senang menjiplak pekerjaan teman,

8) sering datang terlambat, dan

9) melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk (misalnya merokok).

d. Jenis-jenis Kebiasaan Belajar

Brown dan Holzmn (1967), mengemukakan bahwa kebiasaan belajar dapat dikelompokan menjadi dua konsep dasar yaitu Delay

Avoidance (DA) dan Work Method (WM). Kedua konsep dasar

(35)

1) Delay Avoidance (DA)

Delay Avoidance yang dimaksudkan adalah kebiasaan tingkah

laku akademik yang berhubungan dengan ketepatan waktu dalam menyelesaikan tugas-tugas belajar, penundaan-penundaan dan hal-hal lain yang mengganggu atau mengalihkan perhatian belajar. Masalah penggunaan waktu dalam belajar berkaitan dengan masalah perencanaan dan kedisiplinan.

2) Work Method (WM)

Menurut Brown dan Holzmn, Work Method digambarkan sebagai tingkah laku akademik yang berhubungan dengan prosedur belajar, ketrampilan belajar, dan strategi belajar yang digunakan. Apabila ketiga unsur yang digunakan dari Work Method ini dapat diterapkan secara tepat oleh setiap anak maka hasil belajar dimungkinkan sampai menjadi optimal.

a) Prosedur belajar

Prosedur belajar merupakan cara yang ditempuh anak dalam mempelajari sesuatu, misalnya cara dalam mempelajari materi pelajaran, dalam mengikuti pelajaran, membaca buku pelajaran, cara belajar di perpustakaan, cara menggunakan internet untuk belajar dan sebagainya.

(36)

b) Ketrampilan belajar

Ketrampilan belajar merupakan tingkat kecepatan dalam belajar yang unik pada siswa, dapat nampak pada saat mempelajari hal-hal yang khas, seperti membaca tabel, angka, grafik atau diagram, membaca buku-buku yang baru, menyelesaikan tugas mengarang, membuat catatan dan mempelajari materi yang sulit.

c) Strategi belajar

Strategi belajar merupakan cara yang ditempuh agar belajar berlangsung efisien. Strategi belajar menekankan pada cara atau metode seseorang dalam mengadakan pendekatan terhadap suatu masalah, hal atau tugas.

e. Manfaat Kebiasaan Belajar

Menurut The Liang Gie (1995:194), manfaat kebiasaan belajar terbagi menjadi empat yaitu penghematan waktu (economy of time), meningkatkan efisiensi manusia (human efficiency), membuat seseorang menjadi lebih cermat, dan membantu seseorang mejadi ajeg atau konsisten. Keempat manfaat kebiasaan belajar tersebut akan diuraikan sebagai berikut.

(37)

1) Penghematan waktu (economy of time)

Kebiasaan dapat banyak menghemat waktu dalam mengerjakan sesuatu atau memakai pikiran. Penghematan waktu berarti tersedianya waktu yang longgar untuk belajar. Tidak hanya itu saja, waktu yang seketika terus dipakai untuk belajar (karena tidak berpikir-pikir atau ragu-ragu lebih dulu) sehingga menjadi momentum yang kuat untuk melaju dalam melakukan belajar. 2) Meningkatkan efisiensi manusia (human efficiency)

Kebiasaan melakukan sesuatu secara otomatis akan membebaskan pikiran sehingga dapat dipakai untuk tujuan lain pada saat yang sama.

3) Membuat seseorang menjadi lebih cermat

Suatu kegiatan yang telah begitu tertanam dalam pikiran seseorang dan demikian terbiasa dikerjakanya akan terlaksana secara lebih cermat dari pada aktivitas yang masih belum terbiasa.

4) Membantu seseorang mejadi ajeg atau konsisten

Dalam kebiasaan belajar yang baik kondisi belajar akan terjaga, apabila kematangan emosi, mental, dan semagat belajar akan lebih terkendali karena situasi belajar yang tertata atau konsisten.

(38)

f. Indikator Kebiasaan Belajar

Kebiasaan siswa dalam belajar di sekolah tergantung pada kebiasaan belajarnya. Dari beberapa teori di atas dapat dilihat indikator kebiasaan belajar biasanya dimulai dari kebiasaan mengelaola waktu belajar, kebiasaan mengatur diri untuk belajar,

kebiasaan membaca buku pelajaran, kebiasaan mengikuti

pembelajaran di sekolah, dan kebiasaan saat menempuh ujian. 1) Kebiasaan mengelola waktu belajar

Manajemen waktu merupakan hal yang sangat penting, jika seseorang siswa tidak memiliki manajemen waktu yang baik maka sulit untuk mengelola waktu belajarnya. Jika waktu belajarnya tidak dikelola dengan baik maka akan mempengaruhi hasil belajarnya.

Seorang siswa hendaknya memiliki manajemen waktu yang baik agar dapat mengelola waktu belajarnya, baik itu di sekolah maupun di rumah. Jika di sekolah siswa belajar kurang lebih 8 jam sehari, maka di rumah siswa harus mempunyai waktu belajar kurang lebih 2 jam, agar dapat mengelola waktu belajar dengan baik siswa harus mempunyai jadwal atau rencana belajar yang baik.

(39)

2) Kebiasaan mengatur diri untuk belajar.

Selain mengelola waktu belajar, siswa juga dituntut untuk bisa mengatur diri dalam belajar. Dalam melaksanakan kegiatan belajar siswa harus mempunyai persiapan. Persiapan yang penting yaitu siswa harus bisa berkonsentrasi terhadap hal yang akan dipelajarinya. Jika tanpa konsentrasi yang baik dapat dipastikan siswa tidak akan memperoleh hasil yang maksimal dalam belajar. Tidak dapat dipungkiri bahwa ada banyak hal yang dapat mengganggu konsentrasi belajar siswa baik yang berasal dari dalam diri siswa misalnya karena sakit, atau yang berasal dari luar diri siswa misanya gadget, televisi, dan orang-orang disekitar tempat belajar. Untuk itu siswa diharapkan harus bisa melatih dirinya agar terampil melakukan konsentrasi pada waktu belajar. 3) Kebiasaan membaca buku pelajaran

Kebiasaan membaca harus dilakukan siswa bila ingin sukses dalam belajar. Dalam belajar, siswa akan selalu berjuang dengan kegiatan membaca, baik itu membaca buku pelajaran yang diwajibkan maupun buku-buku penunjang lainya. Siswa dituntut untuk banyak membaca buku, agar memiliki pengetahuan yang luas, namun jika ingin sukses siswa harus rajin membaca dan menangkap isi bacaan yang dibacanya.

(40)

4) Kebiasaan mengikuti pembelajaran di sekolah

Di sekolah siswa dituntut untuk mengikuti seluruh kegiatan akademik dari awal hingga akhir. Hal ini juga menuntun siswa untuk mengikuti pembelajaran di kelas. Dalam mengikuti pembelajaran di kelas siswa dituntut untuk membiasakan diri mengikuti setiap proses yang terjadi di dalam kelas misalnya, mendengarkan guru saat menjelaskan, membuat ringkasan, atau catatan yang dianggap penting. Dengan kata lain, siswa ikut aktif sebagai pelaku dalam proses belajar

5) Kebiasaan dalam menepuh ujian

Setelah siswa mempelajari bahan pembelajaran dalam periode atau waktu tertentu, biasanya guru mengadakan ujian atau tes. Ujian atau tes tersebut dimaksudkan untuk mengukur seberapa jauh siswa menguasai ilmu yang telah dipelajari.

Pada saat akan menempuh ujian setiap siswa mempunyai kebiasaan yang berbeda-beda. Mulai dari cara belajar hingga mengerjakan soal ujian. Ada yang mengerjakan ulang soal-soal yang telah diberikan, ada juga yang membuat ringkasan sendiri dalam belajar. Cara atau kebiasaan tersebut harus dimulai oleh diri sendiri sejak dini dengan membiasakan diri atau mendisiplinkan diri dalam belajar.

(41)

2. Motivasi Belajar a. Pengertian

Kata “motif” diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intere (kesiapsiagaan). Berawal dari kata “motif”, maka motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif dalam diri seseorang.

Menurut Mc. Donald (1986:73), motivasi adalah perubahan dari dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Dari pengertian yang dikemukakan oleh Mc. Donald (1986:73), motivasi mengandung tiga elemen penting yaitu perubahan energi, munculnya rasa/feeling, dan adanya tujuan. Dari ketiga elemen tersebut dapat diuraikan sebagai berikut.

1) Motivasi yang ada pada setiap diri seseorang akan membawa perubahan energi di dalam sistem “neurophysiological”. Sistem “neurophysiological” ini menyangkut kegiatan atau aktivitas fisik manusia, misalnya belajar atau bekerja. Jadi perubahan energi dalam sistem tersebut dapat memicu timbulnya motivasi pada diri manusia untuk melakukan aktivitas fisik.

(42)

2) Motivasi yang tumbuh pada diri manusia dapat ditandai dengan munculnya “rasa/feeling”. Dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan-persoalan kejiwaan, afeksi dan emosi yang dapat menentukan tingkah laku atau perbuatan manusia.

3) Motivasi yang dimiliki oleh manusia akan tumbuh apabila terdapat rangsang dan adanya tujuan yang ingin dicapai. Jadi motivasi dalam hal ini merupakan respon dari suatu aksi, yakni tujuan.

Ketiga eleman di atas merupakan unsur yang terkandung dalam motivasi, maka dapat diartikan bahwa motivasi merupakan sesuatu yang komplek. Motivasi ini akan menyebabkan terjadinya suatu perubahan energi yang ada pada diri manusia, sehingga akan berkaitan erat dengan persoalan gejala kejiwaan, perasaan dan juga emosi, untuk kemudian bertindak atau melakukan sesuatu.

Motivasi dapat juga dikatakan sebagai serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi tertentu, sehingga seseorang mau dan ingin melakukan sesuatu, dan bila ia tidak suka, maka akan berusaha untuk meniadakan atau mengelakan perasaan tidak suka tersebut. Jadi motivasi dapat dirangsang oleh faktor dari luar, akan tetapi motivasi sebenarnya tumbuh di dalam diri seseorang. Dalam kegiatan belajar motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai.

(43)

b. Fungsi Motivasi Dalam Belajar

Dalam belajar sangat diperlukan adanya motivasi. “Motivation is

an essential condition of learning”. Hasil belajar akan menjadi

optimal, jika motivasi diberikan dengan tepat. Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intensitas usaha belajar bagi siswa. Dengan demikian motivasi dapat mempengaruhi adanya sebuah kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh manusia. Sehubungan dengan hal tersebut ada tiga fungsi motivasi:

1) motivasi disini memiliki peran penting yaitu mendorong manusia untuk berbuat atau melakukan sesuatu yang memiliki tujuan tentunya. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang dikerjakan oleh manusia.

2) motivasi dapat dipergunakan untuk menentukan arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya.

3) motivasi juga dapat di pergunakan sebagai alat untuk menyeleksi sebuah kegiatan atau aktivitas manusia yang dinilai baik guna tercapainya sebuah tujuan dengan menyisihkan aktivitas-aktivitas yang dinilai kurang bermanfaat bagi tujuan tersebut.

(44)

Disamping itu, motivasi juga memiliki fungsi lain yaitu sebagai pendorong usaha dan mencapai prestasi belajar. Seseorang melakukan sesuatu aktivitas karena adanya suatu dorongan yaitu motivasi. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukan hasil yang baik, dengan kata lain bahwa dengan adanya usaha yang tekun dan didasari dengan adanya motivasi, maka seseorang yang belajar dengan rajin akan dapat melahirkan prestasi belajar yang baik.

c. Macam-macam motivasi belajar

Berbicara tenang macam atau jenis motivasi dapat dilihat dari berbagai sudut pandang, dengan demikian motivasi atau motif-motif yang aktif trebagi menjadi empat yaitu motivsai dilihat dari dasar pembentukanya, motivasi menurut Woodworth dan Marquis, motivasi jasmaniah dan rohaniah, dan motivasi intrinsik dan ekstrisik. Dari keempat macam motivasi tersebut dapat diuraika lebih lanjut sebagai berikut.

1) Motivasi dilihat dari dasar pembentukannya

a) Motif-motif bawaan adalah motif yang dibawa sejak lahir tanpa perlu dipelajari terlebuh dahulu. Sebagai contoh misalnya: dorongan untuk makan, dorongan untuk minum, dorongan untuk bekerja, untuk beristirahat, dan dorongan seksual. Motif-motif ini seringkali disebut Motif-motif-Motif-motif yang disyaratkan secara biologis.

(45)

b) Motif-motif yang dipelajari yaitu motif yang timbul karena dipelajari terlebih dahulu oleh seseorang. Sebagai contoh: dorongan untuk belajar suatu cabang ilmu pengetahuan, dorongan untuk mengajar sesuatu di masyarakat, serta motif-motif yang diisyaratkan secara sosial. Frandsen (1986:86) masih membuka tiga jenis motif yaitu Cognitive motives,

Self-expression, dan Self-enhancement , ketiga jenis motif tersebut

dapat diuraikan lebih rinci sebagai berikut.

(1) Cognitive motives: motif ini menunjuk pada gejala intrinsik, yaitu menyangkut kepuasan dari masing-masing individu yang berbeda-beda yang berkaitan dengan sebuah proses dan kematangan mental.

(2) Self-expression: motif ini berkaitan erat dengan penampilan dari setiap individu yang merupakan bagian dari perilaku manusia. Jadi motif ini menuntut setiap individu untuk mampu mengekspresikan diri mereka masing-masing, bukan hanya sekedar tahu mengapa dan bagaimana cara mengespresikan diri mereka.

(3) Self-enhancement: motif ini berkaitan erat dengan peningkatan diri, yang dimaksut dengan peningkatan diri disini adalah individu mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya dengan baik.

(46)

2) Jenis motivasi menurut Woodworth dan Marquis (1986:87), terbagi menjadi tiga:

a) motif atau kebutuhan individu, yang termasuk dalam jenis motif ini antara lain: kebutuhan untuk minum, makan, bernafas, seksual, berbuat dan kebutuhan untuk beristirahat.

b) motif-motif darurat, yang termasuk dalam jenis motif ini antara lain : dorongan untuk menyelamatkan diri, dorongan untuk membalas, untuk berusaha, dan untuk memburu. Jelas motivasi ini timbul karena rangsangan dari luar.

c) motif-motif objektif, yang termasuk dalam jenis motif ini antara lain kebutuhan untuk melakukan manipulasi, untuk menaruh niat. Motif-motif ini muncul karena dorongan dapat menghadapi dunia luar secara efektif.

3) Motivasi jasmaniah dan rohaniah

Ada beberapa ahli yang menggolongkan jenis motivasi itu menjadi dua yaitu motivasi jasmaniah dan motivasi rohaniah, yang termasuk motivasi jasmaniah adalah : reflek, insting otomatis, dan nafsu. Sedangkan yang termasuk motivasi rohaniah yaitu kemauan. Kemauan yang terdapat pada setiap diri manusia terbentuk melalui empat momen yaitu timbulnya alasan, pilihan, putusan, dan terbentuknya kemauan.

(47)

4) Motivasi Intrinsik dan Ekstrisik

a) Motivasi Intrinsik adalah suatu motif atau dorongan yang berasal dan dalam diri seseorang untuk melaksanakan suatu kegiatan. Sardiman menandaskan bahwa motivasi intrinsik adalah motif-motif yang tidak perlu dirangsang dan luar, karena dalam din setiap mdividu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Motivasi intrinsik adalah hal keadaan yang berasal dari dalam diri siswa sendiri yang dapat mendorongnya melakukan tindakan belajar. Termasuk dalam motivasi intrinsik siswa adalah perasaan menyenangi materi dan kebutuhannya terhadap materi tersebut misalnya untuk kehidupan masa depan siswa yang bersangkutan.

b) Motivasi ekstrinsik adalah motif atau dorongan yang datang dari luar dirinya atau dorongan itu datang dan orang lain.

Tujuan dan motivasi ekstrinsik ini adalah untuk

membangkitkan minat seseorang agar lebih rajin dalam melakukan pekerjaannya. Motivasi ekstrinsik ini aktif apabila ada rangsangan dari luar dirinya yang dilakukan oleh orang-orang yang peduli akan perkembangan pribadinya.

(48)

5) Motivasi Keluarga Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar

Siswa

Motivasi keluarga terhadap peningkatan prestasi belajar siswa sangat diperlukan karena dengan dorongan keluargalah prestasi belajar anak akan meningkat. Menurut Sucati (2007:327), mengatakan bahwa, “keterlibatan keluarga dan orang tua patut dipertimbangkan dalam usaha memelihara motivasi belajar siswa. Dalam suatu studi mengenai prestasi belajar siswa, ditemukan hubungan yang kuat antara keterlibatan orang tua dan prestasi belajar siswa”.

Motivasi siswa untuk belajar tidak terlepas dari lingkungan keluarga. Motivasi belajar siswa berkaitan dengan sejauh mana ibu, ayah dan anggota keluarga yang lain menujukan perhatian dan merasa berkepentingan dengan kemajuan belajar anaknya. Lingkungan keluarga yang mendukung keinginan siswa untuk belajar pada umumnya atau untuk mempelajari pengetahuan atau ketrampilan baru, akan mempermudah tugas guru disekolah. Namun demikian, banyak keluarga yang mungkin tidak menyadari hal ini atau mereka tidak tahu bagaimana caranya memotivasi anaknya dalam belajar.

(49)

Dalam usaha keluarga untuk memotivasi belajar siswa perlu adanya komunikasi yang baik antara orang tua dan guru. Sekolah dapat membantu keluarga agar mereka dapat memotivasi belajar anaknya. Keluarga merupakan mitra kerja yang penting bagi guru, sebab keluarga biasanya mempunyai keinginan untuk anaknya berhasil. Keterlibatan orang tua ini perlu diusahakan dalam dua aspek, yaitu sebagai pendukung kebijakan sekolah dan perkembangan anak. Suciati (2007:328) mengatakan bahwa “dapat saja orang tua menawarkan diri pada waktu tertentu untuk membantu guru dalam melakukan kegiatan ekstrakulikuler, mebantu siswa yang sulit membaca, atau kemampuan lain yang dimiliki orang tua”

Untuk lebih jauh lagi diusahakan orang tua dalam membuat kebijakan sekolah baik yang berkitan dengan pengelolaan siswa maupun kebijakan lain yang lebih umum, dengan diberlakukannya desentralisasi juga dalam bidang pengelolaan pendidikan, ketentuan dan peraturan dari pusat akan menyusul. Sekolah di daerah perlu dapat menemukan dan merumuskan sendiri mekanisme kerja untuk dapat berfungsi sebaik mungkin, untuk melaksanakan tugas tersebut, orang tua merupakan sumber keahlian yang dapat dimanfaatkan sekolah.

(50)

Harapan keluarga adalah dapat membantu siswa untuk berhasil baik dalam hal perkembangan pribadi maupun belajarnya. Dengan memahami berbagai nuansa dan faktor motivasi dalam diri siswa, keluarga dapat merancang berbagai tindakan atau kegiatan yang dapat meningkatkan dan memelihara motivasi belajar siswa. Kita berharap dapat menuai hasilnya berupa prestasi belajar siswa yang mengembirakan. Siswa merasa kerasan tinggal dirumah dan belajar disekolah, sehingga terhindar dari berbagai pengaruh merusak seperti tawuran dan narkoba. Selain itu juga, siswa dapat bersikap random dalam proses belajar, merasa mampu serta senang dan puas dengan pendidikannya.

d. Bentuk-Bentuk Motivasi di sekolah

Motivasi intrinsik maupun ekstrinsik di dalam kegiatan belajar-mengajar memiliki peran yang sangat penting yang dapat, dapat mengarahkan dan memelihara ketekunan dalam melakukan kegiatan belajar.

Dalam kaitannya dengan motivasi tersebut perlu diketahui bahwa cara dan jenis untuk menumbuhkan motivasi ada bermacam-macam, akan tetapi untuk memotivasi anak yang berasal dari luar atau ekstrinsik kadang-kadang tepat, dan kadang-kadang juga bisa kurang sesuai. Dengan hal ini guru harus hati-hati dalam menumbuhkan dan memberi motivasi bagi kegiatan belajar para anak didik.

(51)

Ada beberapa bentuk dan cara untuk menumbuhkan motivasi dalam kegiatan belajar di sekolah.

1) Memberi angka

Angka dalam hal ini sebagai simbol dari nilai kegiatan belajar peserta didik. Angka-angka yang baik bagi peserta didik merupakan motivasi yang sangat kuat. Namun demikian guru harus mengingat bahwa pencapaian angka-angka seperti itu belum merupakan hasil belajar yang sejati/bermakna. Oleh karena itu guru harus tahu bagaimana memberikan angka-angka dapat dikaitkan dengan values yang terkandung di setiap pengetahuan yang diajarkannya, jadi bukan hanya sekedar kognitif namun juga afektifnya.

Angka-angka yang baik tersebut merupakan motivasi yang sangat kuat bagi siswa. Tetapi ada juga, siswa yang bekerja atau belajar hanya agar dapat naik kelas. Ini menunjukan motivasi yang dimilikinya kurang berbobot bila dibandingkan dengan siswa-siswi yang menginginkan nilai baik. Namun demikian semua itu harus diingat oleh guru bahwa pencapaian angka-angka seperti itu belum merupakan hasil belajar yang sejati, atau hasil belajar yang bermakna. Oleh karena itu langkah selanjutnya yang ditempuh oleh guru adalah bagaimana cara memberikan angka-angka dapat dikaitkan dengan values yang terkandung di dalam setiap pengetahuan yang diajarkan kepada para siswa sehingga tidak sekedar kognitif saja tetapi juga ketrampilan dan afeksinya.

(52)

2) Hadiah

Pemberian berupa hadiah atau kenang-kenangan kepada siswa yang berprestasi dapat memicu tumbuhnya motivasi pada diri siswa. Hadiah ini akan dapat menambah atau meningkatkan semangat (motivasi) belajar siswa karena akan diangap sebagai suatu penghargaan yang sangat berharga bagi siswa.

3) Saingan atau kompetisi

Saingan atau kopetisi dapat digunakan sebagai alat motivasi untuk mendorong belajar siswa. Persaingan, baik persaingan individu maupun persaingan kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Memang unsur persaingan ini banyak dimanfaatkan di dalam dunia untuk meningkatkan kegiatan belajar siswa.

4) Ego-involvement

Menumbuhkan kesadaran pada siswa agar merasakan petingnya tugas dan menerimanya sebagai tantangan sehingga bekerja keras dengan mempertaruhkan harga diri, adalah sebagai salah satu bentuk motivasi yang cukup penting. Seseorang akan berusaha dengan segenap tenaga untuk mencapai prestasi yang baik dengan menjaga harga dirinya.

5) Memberi ulangan

Para siswa akan menjadi giat belajar kalau mengetahui akan ada ulangan. Oleh karena itu memberi ulangan ini juga merupakan sarana motivasi. Tetapi yang harus diingat oleh guru, adalah jangan terlalu

(53)

sering (misalnya setiap hari) karena bisa membosankan dan bersifat rutinitas. Dalam hal ini guru harus juga terbuka maksudnya, kalau akan ulangan harus diberitahu kepada siswanya.

6) Mengetahui hasil

Dengan mengetahui hasil pekerjaan, apalagi kalau terjadi kemajuan, akan mendorong siswa untuk lebih giat belajar. Semakin mengetahui grafik hasil belajarnya meningkat, maka ada motivasi pada diri siswa untuk terus belajar, dengan suatu harapan hasilnya terus meingkat. 7) Pujian

Apabila ada siswa yang sukses yang berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik, perlu diberikan pujian. Pujian ini adalah bentuk reinforcement yang positif dan sekaligus merupakan motivasi yang baik. Oleh karena itu supaya pujian ini merupakan motivasi, pemberianya harus tepat. Dengan pujian yang tepat akan memupuk suasana yang menyenangkan dan mempertinggi gairah belajar serta sekaligus akan membangkitkan harga diri.

8) Hukuman.

Hukuman merupakan reinforcement yang negative akan tetapi apabila diberikan dengan tepat dan bijak bisa menjadi alat motivasi. Oleh karena itu guru harus memahami prinsip-prinsip pemberian hukuman.

(54)

9) Hasrat utuk belajar.

Hasrat untuk belajar merupakan unsur kesengajaan yang dilakukan oleh siswa dengan maksud untuk belajar. Hal ini akan lebih baik, apabila dibandingkan segala sesuatu kegiatan yang tanpa maksud. Hasrat ingin belajar berarti pada diri anak didik itu memang ada motivasi untuk belajar, sehingga sudah tentu hasilnya akan lebih baik.

10) Minat

Sebelumya telah diuraikan bahwa soal motivasi sangat erat hubunganya dengan unsur minat. Motivasi muncul karena ada kebutuhan, begitu juga minat sehingga tepatlah kalau minat merupakan alat motivasi yang pokok. Proses belajar itu akan berjaalan dengan lancar kalau disertai dengan minat. Minat ini dapat dibangkitkan dengan cara-cara sebagai berikut: (a). membangkitkan adanya suatu kebutuhan; (b). menghubungkan dengan persoalan

pengalaman yang lampau; (c).memberi kesempatan untuk

mendapatkan hasil yang baik.; (d). menggunakan berbagai macam bentuk mengajar.

e. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar

Dimyanti dan Mudjiono (1999:100) mengemukakan bahwa terdapat 5 faktor yang mempengaruhi motivasi belajar yaitu Cita-cita / aspirasi siswa, kemampuan siswa, kondisi siswa dan lingkungan,

(55)

unsur-unsur dinamis dalam belajar, upaya guru dalam membelajarkan siswa. Adapun penjelasan lebih rinci dari kelima faktor tersebut adalah sebagai berikut.

1) cita-cita / aspirasi

Cita-cita merupakan satu kata yang tertaman dalam jiwa seorang individu. Cita-cita merupakan angan-angan yang ada di imajinasi seorang individu, dimana cita-cita tersebut dapat dicapai akan memberikan suatu kemungkinan tersendiri pada individu tersebut. Adanya cita-cita juga diiringi oleh perkembangan dan pertumbuhan kepribadian individu yang akan menimbulkan motivasi yang besar untuk meraih cita-cita atau kegiatan yang diinginkan.

2) Kemampuan siswa

Kemampuan dan kecakapan setiap individu akan memperkuat adanya motivasi. Kemampuan yang dimaksud adalah kemampuan membaca dan memahami sehingga dorongan yang ada pada diri individu akan makin tinggi.

3) Kondisi siswa dan lingkungan

Kondisi siswa adalah kondisi rohani dan jasmani. Apabila kondisi stabil dan sehat maka motivasi akan bertambah dan prestasinya akan meningkat. Begitu juga dengan kondisi lingkungan siswa (keluarga dan masyarakat) mendukung, maka motivasi pasti ada dan tidak akan menghilang.

(56)

4) Unsur dinamis dan pengajaran

Dinamis artinya seorang individu dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar, tempat dimana seorang individu akan memperoleh pengalaman.

5) Upaya guru dalam pengajaran siswa

Guru adalah sesosok orang yang dikagumi oleh insan yang mempunyai peran penting dalam dunia pendidikan. Seorang guru dituntut untuk professional dan memiliki ketrampilan. Dalam suatu kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan tidak terlepas dari adanya fungsi dan kegunaan. Motivasi dalam belajar yang merupakan sebuah dorongan memiliki fungsi sebagai berikut:

a) mendorong manusia untuk berbuat atau bertindak. Motif yang berfungsi sebagai penggerak atau sebagai motor penggerak melepaskan energi.

b) menentukan arah perbuatan yaitu petunjuk suatu tujuan yang hendak dicapai.

c) menyelesaikan perbuatan yakni menentukan

perbuatan-perbuatan apa yang akan dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.

(57)

3. Prestasi Belajar

a. Pengertian Prestasi Belajar

Untuk mendapatkan suatu prestasi tidaklah semudah yang dibayangkan, karena memerlukan perjuangan dan pengorbanan dengan berbagai tantangan yang harus dihadapi.

Penilaian terhadap hasil belajar siswa untuk mengetahui sejauhmana ia telah mencapai sasaran belajar inilah yang disebut sebagai prestasi belajar. Seperti yang dikatakan oleh Ahmadi

(2004:240) bahwa,”proses belajar yang dialami oleh siswa

menghasilkan perubahan-perubahan dalam bidang pengetahuan dan pemahaman, dalam bidang nilai, sikap dan keterampilan”. Adanya perubahan tersebut tampak dalam prestasi belajar yang dihasilkan oleh siswa terhadap pertanyaan, persoalan atau tugas yang diberikan oleh guru. Melalui prestasi belajar siswa dapat mengetahui kemajuan-kemajuan yang telah dicapainya dalam belajar.

Sedangkan Mansur dan Martaniah (2000:71) berpendapat bahwa, “prestasi belajar merupakan hasil kegiatan belajar, yaitu sejauh mana peserta didik menguasai bahan pelajaran yang diajarkan, yang diikuti oleh munculnya perasaan puas bahwa ia telah melakukan sesuatu dengan baik”. Hal ini berarti prestasi belajar hanya bisa diketahui jika telah dilakukan penilaian terhadap hasil belajar siswa.

(58)

Ratnawati (2006:206) mengatakan bahwa “prestasi adalah hasil yang telah dicapai, dilakukan atau dikerjakan oleh seseorang. Sedangkan prestasi belajar itu sendiri diartikan sebagai prestasi yang dicapai oleh seorang siswa pada jangka waktu tertentu dan dicatat dalam buku rapor sekolah”.

Asmara (2009:11) berpendapat bahwa prestasi belajar merupakan hasil yang dicapai seseorang dalam penguasaan pengetahuan dan ketrampilan yang dikembangkan dalam pembelajaran, lazimnya ditunjukan dengan tes, angka, dan nilai yang diberikan oleh guru. Harjati (2008:43) menyatakan bahwa prestasi merupakan hasil usaha yang dilakukan dan menghasilkan sebuah perubahan yang dinyatakan dalam bentuk simbol untuk menunjukan kemampuan pencapaian dalam hasil kerja dalam waktu tertentu. Pengalaman, pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh siswa akan mementuk kepribadian, memperluas kepibadian, memperluas wawasan kehidupan serta meningkatkan kemampuan siswa. Bertolak dari hal tersebut, maka siswa yang aktif melaksanakan kegiatan dalam pembelajaran akan memperoleh banyak pengalaman. Dengan demikian siswa yang aktif dalam mengikuti pembelajaran akan banyak memperoleh pengalaman dan dapat meningkatkan prestasi belajarnya. Dan hal tersebut juga berlaku sebaliknya, siswa yang tidak aktif dalam mengikuti pembelajaran maka sedikit pula pengalaman yang mereka peroleh dan juga dapat dikatakan tidak ada peningkatan prestasi belajar.

(59)

Dari beberapa definisi di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa prestasi belajar merupakan hasil usaha belajar yang dicapai seorang siswa berupa suatu kecakapan dari kegiatan belajar bidang akademik di sekolah pada jangka waktu tertentu yang dicatat pada setiap akhir semester di dalam bukti laporan yang disebut rapor.

b. Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

Mudzikir dan Sutrisno (1997) mengemukakan bahwa terdapat dua faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa secara lebih rinci. 1) Faktor internal (faktor dari dalam diri siswa)

a) Inteligensi

Inteligensi merupakan kemampuan untuk bertindak dengan mendapatkan suatu tujuan untuk berfikir secara rasional dan untuk berhubungan dengan lingkungan disekitarnya secara memuaskan.

b) Motivasi

Motivasi merupakan motor penggerak yang mengaktifkan siswa untuk melibatkan dirinya. Sedangkan menurut sadiman (2003) motivasi belajar merupakan keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar yang menjamin keberlangsungan dari kegiatan belajar dan memberi arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai.

(60)

c) Sikap

Sikap merupakan kecenderungan atau kesediaan seseorang untuk bertingkah laku tertentu apabila ia menghadap suatu rangsangan tertentu.

d) Minat

Minat mempunyai pengaruh besar terhadap prestasi belajar.

Menurut Semiawan (1990:123) minat merupakan

kecenderungan yang tepat untuk memperhatikan dan

memegang beberapa kegiatan yang diamati siswa dan diperhatikan secara terus menurus disertai dengan rasa senang dan diperoleh suatu kepuasan.

e) Bakat

Bakat merupakan kapasitas seseorang atau potensi hipotesis untuk dapat melakukan suatu tugas dimana sebelumnya sedikit mengalami latihan atau sama sekali tidak memperoleh latihan terlebih dahulu.

f) Konsentrasi

Konsentrasi merupakan pemusatan pemikiran dengan segala kekuatan perhatian yang ada pada suatu situasi.

(61)

2) Faktor eksternal (faktor yang berasal dari luar diri siswa) a) Faktor keluarga

Keluarga merupakan pusat pendidikan yang pertama dan utama. Terdapat tiga faktor yang berasal dari keluarga yang dapat mempengaruhi pestasi belajar siswa.

(1) Perhatian orang tua

Dalam lingkungan keluarga setiap individu atau siswa memerlukan perhatian orang tua dalam mencapai prestasi belajarnya. Perhatian orang tua menentukan seseorang siswa dapat mencapai prestasi belajar yang tinggi. Perhatian orang tua diwujudkan dalam hal kasih sayang, dan memberi nasihat-nasihat yang dapat mendorong siswa dalam mencapai prestasi belajarnya.

(2) Keadaan ekonomi orang tua

Keadaan ekonomi keluarga juga bisa berdampak pada prestasi belajar siswa, dikarenakan terdapat siswa yang merasa kurang percaya diri dengan kondisi ekonomi keluarganya. Selain itu juga, terdapat siswa dengan kondisi ekonomi yang baik, namun prestasi belajarnya rendah atau sebaliknya siswa yang keadaan ekonominya rendah justru mendapat prestasi belajar yang tinggi.

(62)

(3) Hubungan antara anggota keluarga

Dalam keluarga harus terjadi hubungan yang harmonis antara personil yang ada. Dengan adanya hubungan yang harmonis antara anggota keluarga akan mendapat kedamaian, ketenangan, dan ketenteraman. Hal ini dapat menciptakan kondisi belajar yang baik, sehingga prestasi belajar siswa dapat tercapai dengan baik pula.

b) Faktor sekolah

Faktor sekolah yang mempengaruhi prestasi belajar siswa adalah metode pengajaran yang diberikan oleh sekolah. Guru yang baik yaitu guru yang dapat menguasai kelas dan menggunakan metode yang baik dan tepat dalam mengajar.

Dengan menggunakan metode pengajaran yang baik

diharapkan siswa akan dapat mencapai prestasi belajar yag baik pula.

c) Faktor masyarakat

Masyarakat merupakan lingkungan ketiga sesudah keluarga dan sekolah, yang mempengaruhi anak dalam mencapai prestasi belajar yang baik. Anak harus dapat berinteraksi dengan masyarakat sekitarnya karena dari pengalaman yang dialami dimasyarakat, siswa akan banyak memperoleh ilmu yang berguna bagi anak didik.

(63)

c. Indikator Prestasi Belajar

Menurut Muhibbin Syah (2008:150), pengungkapan hasil belajar meliputi segala ranah psikologis yang berubah sebagai akibat pengalaman dan proses belajar siswa. Namun pengungkapan perubahan tingkah laku seluruh ranah, khususnya ranah afektif sangat sulit. Hal ini disebabkan perubahan hasil belajar itu ada yang bersifat

intangible (tidak dapat diraba). Kunci pokok untuk memperoleh

ukuran dan data hasil belajar siswa adalah gari-garis besar indikator dikaitkan dengan jenis prestasi yang hendak diungkapkan atau diukur. Dibawah ini adalah tabel yang menunjukan jenis, indikator, dan cara evaluasi belajar.

Tabel 2.2

Jenis, Indikator dan Cara Evaluasi Prestasi

Ranah/Jenis Prestasi Indikator Cara Evaluasi

A. Ranah Kognitif 1. Pengamatan 1. dapat menunjukkan; 2. dapat membandingkan; 3. dapat menghubungkan. 1. tes lisan; 2. tes tertulis; 3. observasi. 2. Ingatan 1. dapat menyebutkan;

2. dapat menunjukan kembali.

1. tes lisan; 2. tes tertulis; 3. observasi. 3. Pemahaman

1. dapat menjelaskan;

2. dapat mendefinisikan dengan lisan sendiri.

1. tes lisan; 2. tes tertulis;

4. Penerapan

1. dapat memberikan contoh; 2. dapat menggunakan secara tepat. 1. tes tertulis; 2. pemberian tugas; 3. observasi. 5. Analisis (pemeriksaan dan pemilahan secara 1. dapat menguraikan; 2. dapat mengklasifikasikan. 1. tes tertulis; 2. pemberian tugas.

Gambar

Gambar 2.1 Paradigma Penelitian  Keterangan :
Tabel 3.7 Hasil Pengujian Validitas Kebiasaan Belajar
Tabel  3.7  menunjukan  bahwa  ada  tiga  butir  pernyataan  yang  tidak valid yaitu pada butir 5, 12, & 16 dimana corrected item-total  butir  5,  12,  &  16  <  0,1927,  sehingga  butir  5,12,  &  16  harus  dikeluarkan
Tabel 3.9 Hasil Pengujian Validitas Variabel Motivasi Belajar
+7

Referensi

Dokumen terkait

belajar tinggi lebih baik hasil belajarnya dibandingkan dengan siswa yang memiliki. kedisiplinan

belajarnya maka tindak remidi yang sesuai diharapkan waktu yang digunakan untuk mencapai KD yang harus dikuasai menjadi lebih baik.. Diagnosis, untuk mengetahui penyebab

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan materi operasi bentuk aljabar pada siswa kelas VIII, untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menyelesaikan

Siswa yang memiliki kemandirian belajar yang baik akan menampilkan prilaku atau students engagement yang baik dalam kegiatan belajarnya seperti siswa antusias

“Pada waktu-waktu banyak permintaan kue, saya bolehkan siapa saja masyarakat di Desa Lampisang ini untuk bekerja dengan saya untuk membuat kue, tetapi yang memang bisa dalam

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya manajemen waktu belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Gubug yang disebabkan kurangnya kemampuan siswa dalam mengatur

prestasi belajar matematika, terlihat bahwa siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi, prestasi belajarnya jauh lebih baik dibandingkan dengan siswa yang

Untuk mengetahui pada siswa dengan gaya belajar visual, manakah yang memiliki prestasi belajar yang lebih baik, siswa yang diberikan Model Pembelajaran Problem