• Tidak ada hasil yang ditemukan

H. Sistematika Pembahasan

3. Prestasi Belajar

Dalam belajar seseorang tidak akan terlepas dari faktor yang mempengaruhinya. Adapun faktor yang mempengaruhi prestasi belajar itu dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :

a. Faktor intern, yang meliputi tiga faktor yaitu faktor jasmani, psikologis dan kelelahan.

1. Faktor Jasmani a) Faktor Kesehatan

Kesehatan adalah salah satu nikmat Allah yang selalu kita syukuri karena dengan kesehatan maka kita dapat melakukan apa yang kita inginkan, begitu pula dengan belajar, seorang yang tidak sehat atau kurang sehat akan mengalami penurunan prestasi dalam menerima pelajaran yang diberikan oleh guru, maka seyogyanya seorang yang sedang belajar memperhatikan kesehatannya. Karena keadaan jasmani yang sehat akan lain pengaruhnya dengan jasmani kurang sehat.

b) Cacat tubuh

Cacat tubuh adalah suatu yang menyebabkan kurang baik atau sempurna mengenai tubuh dan panca indra yang dapat mempengaruhi belajarnya, maka anak yang cacat disekolahkan pada sekolah yang khusus.16

2. Faktor Psikologis

Sekurang-kurangnya ada tujuh faktor yang tergolong kedalam psikologis yang mempengaruhi belajar. Faktor-faktor itu adalah intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan dan kesiapan. 16 Slameto, op cit, hal 56

a) Intelegensi

Pengertian tentang intelegensi, JP Chaplin merumuskan sebagai berikut:

1) The ability to meet and adapt to novel situations quickly and effectively

2) The ability to utilize abstract concepts offecively 3) The ability to grasp relationships and lear quicly

Jadi intelegensi itu adalah kecakapan yang terdiri dari tiga jenis, yaitu kecapakan untuk menghadapi yang baru dengan cepat dan efektif, mengetahui/menggunakan konsep-konsep yang abstrak secara efektif, mengetahui relasi dan mempelajari dengan cepat.17 b) Perhatian

Perhatian adalah pemusatan energi psikis yang tertuju kepada suatu objek pelajaran atau dapat dikatakan sebagai banyak sedikitnya kesadaran yagn menyertai belajar.18

c) Minat

Antara minta dan perhatian hampir sama pengertiannya, namun minat lebih bersifat perasaan rasa senang tatkala memperhatikan sesuatu dan ini berlangsung terus menerus sehingga dari itu diperoleh rasa kepuasan. Minat mempunyai pengaruh yang besar terhadap belajar, karena dengan adanya minat untuk belajar maka seseorang siswa akan lebih berhasil dan mendapat kepuasan dalam menerima pelajaran itu.

17 Slameto, op cit. him. 56 - 57 18 Sardinian, AM, op cit. him. 49

d) Bakat

Bakat adalah salah satu kemampuan manusia untuk melakukan suatu kegiatan dan sudah ada sejak manusia itu ada. Hal ini dekat dengan persoalan intelegensi yang merupakan struktur mental yang melahirkan “kemampuan” untuk memahami sesuatu. 19 e) Motif

Arden N. Frandsen, menyatakan ada beberapa hal yang mendorong seseorang untuk belajar, yaitu :

1) Adanya sifat ingin lebih atau ingin menyelidiki dunia yang lebih luas.

2) Adanya sifat yang kreatif pada orang yang belajar dan ada nya keinginan untuk selalu maju.

3) Adanya keinginan untuk mendapat simpati dari orang tua, guru, dan teman-temannya.

4) Adanya keinginan untuk memperbaiki kegagalan yang lalu dengan usaha yang baru, baik dengan kooperati maupun dengan kompetisi.

5) Adanya keinginan untuk mendapatkan rasa aman bila menguasai pelajaran.

6) Adanya ganjaran atau hukuman sebagai akhir dari belajar.20

19 Ibid, him. 45 20 Ibid, him 46

f) Kematangan

Kematangan adalah suatu tingkat/fase alam pertumbuhan seseorang. Dimana alat-alat tubuhnya sudah siap untuk melaksanakan kecakapan baru. Kematangan belum berarti anak dapat melaksanakan kegiatan secara terus menerus, untuk itu diperlukan latihan-latihan dan pelajaran.

g) Kesiapan

Menurut James Drever kesiapan merupakan kesediaan untuk memberi respon atau reaksi, kesiapan ini ada hubungan dengan kematangan karena itu kesiapan didasari oleh kematangan terlebih dahulu. Maka siswa yang lelah memiliki kesiapan untuk belajar hasilnya akan lebih baik.21

3. Faktor Kelelahan

Kelelahan pada seseorang w«Iaupun sulit untuk dipisahkan tetapi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan rohani (bersifat psikis).22

Kelelahan jasmani terlihat dengan lemah lunglainya tubuh dan timbul kecenderungan untuk membaringkan tubuh. Kelelahan ini timbul dikarenakan teijadi kekacauan substansi sisa pembakar di dalam tubuh, sehingga darah kurang lancar pada bagian tertentu.

Kelelahan rohani dapat dilihat dengan adanya kelesuan dan kebosanan, sehingga minat dan dorongan untuk menghasilkan sesuatu

21 Slameto, op. cit., him. 61

hilang. Pergantian situasi dapat memberi kesegaran dan mengurangi kelelahan.

Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kelelahn dapat mempengaruhi belajar, sehingga dihindarkan agar jangan sampai teijadi kelelahan,

b. Faktor-faktor Ekstern

Faktor ekstern yang berpengaruh terhadap belajar dapat dikelompokkan menjadi tiga faktor yaitu: faktor keluarga, faktor sekolah dan faktor masyarakat.

1) Faktor keluarga

Siswa yang belajar akan menerima pengaruh dari keluarga berupa a. cara orang tua mendidik

b. relasi antar anggota keluarga c. suasana rumah

d. keadaan ekonomi keluarga 2) Faktor Sekolah

Faktor sekolah yang mempengaruhi prestasi belajar meliputi: a) Metode mengajar

b) Kurikuium

c) Relasi guru dengan siswa d) Relasi siswa dengan siswa e) Disiplin sekolah

g) Waktu sekolah

h) Standar pelajaran di atas ukuran i) Keadaan gedung

j) Metode belajar k) Tugas rumah 3) Faktor Masyarakat

Masyarakat juga mempunyai pengaruh terhadap keberhasilan belajar dan ini teijadi karena keberadaan siswa dengan masyarakat yang meliputi:

a) Kegiatan siswa dalam masyarakat b) Mass Media

c) Teman bergaul

d) Bentuk kehidupan masyarakat23

Dari penjelasan diatas dapat diambil kesimpulan bawha faktor ekstern yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa adalah keluarga, sekolah, media masa, lingkungan dan masyarakat (stage holder).

Keberhasilan seseorang dalam belajar yang sering kita sebut dengan prestasi belajar ditentukan oleh beberapa faktor antara lain faktor intern (yang berasal dari dalam diri sendiri). Kedua faktor ini sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar seseorang. Sehingga perlu diperhatikan oleh orang tua, guru, masyarakat (stage holder) dan

23

pemerintah, sehingga akan dapat sinergi positif untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

4. Motivasi Belajar

Motivasi adalah suatu tingkah laku atau kegiatan dalam rangkan mengembangkan diri baik dalam aspek kognitif, psikomotorik, maupun sikap. Ws Winkel mengatakan bahwa “M atif’ adalah daya penggerak didalam diri orang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan tertentu.24

a. Peranan dan Fungsi Motivasi Belajar

Seorang melakukan aktivitas karena ada faktor pendorong dalam dirinya. Begitu juga karena adanya dorongan untuk melakukan aktivitas tujuan yang diinginkan.

Dalam hubungan dengan belajar ini, motivasi mempunyai peran yang sangat penting dan menentukan seseorang melakukan aktivitas belajar. Dengan adanya faktor penggerak siswa akan melakukan kegiatan belajar, dengan segenap energi yang dimiliki secara optimal, jadi dalam hal ini motivasi mempunyai peranan untuk menumbuhkan gariah, merasa senang dan semangat melakukan aktivitas yang tinggi senantiasa akan melakukan intensitas usaha belajar bagi siswa.25

Dalam pendapat tersebut jelaskah bahwa siswa yang mempunyai motivasi yang tinggi akan menaruh perhatian besar terhadap pelajaran yang diberikan dalam kegiatan belajarnya. * 23

24 Anonim, Belajar Pembelajaran, IKIP Semarang, Semarang, 1999, him. 31

Berdasarkan peranan dari motivasi tersebut, menurut Sardiman motivasi belajar mempunyai tiga fungsi, yaitu :

1) Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atua motor dari setiap kegiatan belajar yang di keijakan.

2) Menentukan arah perbuatan, yaitu kearah tujuan yang hendak dicapai sesuai yang diinginkan.

3) Menyeleksi perbuatan, yaitu menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan dan sesuai dengan tujuan serta menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.26 Dari fungsi-fungsi motivasi tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi berfungsi mendorong untuk berbuat, menentukan arah perbuatan belajar, menyeleksi perbuatan belajar, berfungsi sebagai meningkatkan prestasi belajar siswa. Dengan demikian apabila motivasi yang dimiliki siswa tinggi, semakin tinggi kemungkinan untuk berhasil dan berprestasi.

b. Macam-macam motivasi belajar

Menurut Sardiman, motivasi ada dua macam, yaitu : 1) Motivasi intrinsik

Motivasi intrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif dan berfungsi tidak perlu perangsang dari luar, tetapi tumbuh dari dalam individu sendiri. Contoh siswa melakukan belajar karena betul-betul ingin mendapatkan kemampuan secara mendalam, ingin terampil, bukan karena tujuan lain.

2) Motivasi Ekstrinsik

Motivasi ektrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi didalamnya aktivitas belajar dimulai dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar, motivasi didalamnya aktivitas belajar dimulai dan di teruskan berdasarkan dorongan dari luar dan tidak mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar. Contohnya siswa yang melakukan aktivitas belajar karena ingin mendapatkan nilai baik sehingga dipuji oleh guru dan teman-teman.27

Walaupun motivasi ini tidak mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar, tetapi peranannya sangat penting, sebab keadaan siswa itu berubah-ubah sehingga motivasi ektrinsik tetap diperlukan.

B. Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar

1. Pengertian Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam

Pendidikan agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami. Menghayati hingga mengimani, bertaqwa, dan berakhlak mulia dalam mengamalkan ajaran agama islam dari sumber utamanya kitab suci al Qur’an dan Hadits. Melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, latihan, serta penggunaan pengalaman. Dibarengi tuntutnan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat sehingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa.28

11 Ibid, him. 88 - 90

2. Tujuan Mempelajari Pendidikan Agama Islam

Pendidikan Agama Islam di SD bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan, melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan; penghayatan, pengalaman, peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi muslim yang terus berkembang dalam hal keimanan, ketaqwaan kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta untuk dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.29

3. Fungsi Mata Pelajaran Pendidkan Agama Islam Mata pelajaran pendidikan agama Islam di SD berfungsi: a. Penanam nilai ajaran Islam

b. Pengembangan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT serta Akhlak mulia

c. Penyesuaian mental peserta didik

d. Perbaikan kesalahan-kesalahan, kelemahan-kelemahan peserta didik dalam kelayanan

e. Pencegahan peserta didik dari hal-hal negatif budaya asing yang akan dihadapi sehari-hari.

f. Pengajaran tentang ilmu pengetahuan keagamaan serta pengetahuan umum.

g. Penyaluran siswa untuk mendalami pendidikan agama ke lembaga pendidikan yang lebih tinggi.30

29 Ibid, him. 8 30 Ibid. him. 9

4. Ruang Lingkup Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam

Ruang lingkup pendidikan agama Islam meliputi keserasian, l eselarasan dan keseimbangan antara :

1) Hubungan manusia dengan Allah SWT 2) Hubungan manusia dengan manusia, dan

3) Hubungan manusia dengan alam (Makhluk selain manusia/ dan lingkungan.

Adapun ruang lingkung bahan pelajaran pendidikan agama Islam sekolah Dasar terfokus pada apsek :

a. Keimanan b. Al Qur’an/ al Hadits c. Akhlak

d. Fiqih/Aqidah 31

5. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

Kompetensi dasar mata pelajaran pendidikan agama Islam berisi sekumpulan kemampuan minimal yang harus dikuasai siswa selama menempuh pendidikan Agama Islam di SD. Kemampuan ini berorientasi pada perilaku efektif dan psikomotorik dengan dukungan pengetahuan kognitif dalam rangka memperkuat keimanan dan ketaqwaan kepada Allah

SWT. Kemampuan-kemampuan yang tercantum dalam komponen

kemampuan dasar merupakan penjabaran dari kemampuan dasar umum yang harus dicapai peserta didik ditingkat SD.

Kemampuan-kemampuan tersebut meliputi:

a. Beriman kepada Allah SWT dan lima rukun iman yang lain dengan mengetahui fungsi serta refleksi dalam sikap, perilaku dan akhlak peserta didik dalam dimensi vertikal maupun horizontal.

b. Dapat membaca al Qur’an surat-surat pilihan dengan benar menyalin dan mengartikan.

c. Mampu beribadah dengna baik dan benar sesuai dengan tuntunan syariat Islam terutama ibadah mahdhoh.

d. Dapat meneladani sifat-sifat, sikap dan kepribadian Rosulullah SAW serta khulafaur Rasyidin.32

6. Metode

1) Pengertian Metode Drill (Latihan)

Metode drill yaitu cara mengajar untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu, juga sebagai sarana untuk memelihara kebiasaan-kebiasaan yang baik. Selain itu metode ini dapat digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan, ketepatan, kesempatan dan ketrampilan.33

2) Faktor yang mempengaruhi dalam penetapan metode

Selanjutnya syaiful Bahri Djamarah dalam bukunya yang beijudul “Guru dan Anak Didik dalam Ineraksi Eduaktif, ada beberapa faktor yang mempengaruhi didalam menetapkan metode yang akan digunakan dalam penyampaian bahan pelajaran. Dasar pertimbangan tersebut bertolak pada faktor-faktor sebagai berikut:

32 Ibid, him 11

b. Tujuan

c. Perbedaan individu anak didik d. Kemampuan guru

e. Sifat bahan ajar f. Situasi kelas g. Kelengkapan fasilitas

h. Kelebihan dan kelemahan metode34

Menurut Wiamo Surakhmad Pemilihan dan penentuan metode dipengaruhi oleh beberapa faktor, sebagai berikut:

a. Anak didik b. Tujuan c. Situasi d. Fasilitas e. G uru35

Jadi dalam menentukan metode, tidaklah semudah orang membalikan telapak tangan, sebelum menentukan metode yang akan digunakan seorang guru harus memperhatikan lingkungannya. Lingkungan itu dapat berupa kemampuan akan dirinya, anak didik, materi pelajaran, serta fasilitas yang tersedia.

3) Macam-macam Metode

Menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Asnawi Zain, ada beberapa metode yang dapat ditetapkan dalam proses penyampaian bahan belajaran, yaitu:

14 Ibid, him, 229 -2 3 1

a. Metode proyek b. Metode eksperimen c. Metode tugas dan resitasi d. Metode diskusi

e. Metode sosio drama

g. Metode problema solving f. Metode demonstrasi

h. Metode tanya jawab i. Metode latihan (drill)

j . Metode ceramah 36

Sedangkan menurut Ismail SM M.Ag, ada beberapa macam metode yaitu

a. Metode ceramah b. Metode diskusi c. Metode eksperimen d. Metode demonstrasi e. Metode pemberian tugas f. Metode sosiodrama g. Metode drill (latihan) h. Metode kerja kelompok i. Metode tanya jawab j. Metode proyek 36 Ibid. him. 9 3 - 1 0 9

Ismail, SM.M Ag. Strategi Pembelajaran Agama Islam, Rasail Mudia, Semarang, cet. 2008 him.

Dari pendapat para ahli tersebut diatas, dapat dilihat bahwa banyak sekali metode yang dapat digunakan dengan bebas. Tentu saja lupa memperhr.tikan faktor-faktor yang dapat dipengaruhi penetapan metode tersebut. Dengan demikian seorang guru dituntut untuk terampil dalam menggunaka yang tepat. Hal itu diharapkan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang maksimal.

4. Kelebihan dan kelemahan Metode Drill (latihan) a. Kelebihan Metode Drill (latihan)

1. Untuk memperoleh kecakapan motorik, seperti menulis menghafalkan huruf, kata-kata atau kalimat.

2. Untuk memperoleh kecakapan mental, seperti dalam perkalian, penjumlahan, pengurangan, dan pembagian

3. Untuk memperoleh kecakapan dalam bentuk asosiasi yang dibuat seperti hubungan huruf-huruf dalam ejaan.

4. Pembentukan kebaisaan yang dilakukan dalam menambah ketepatan serta pelaksanaan.

5. Pemanfaatan kebiasaan-kebiasaan yang tidak memerlukan konsentrasi dalam pelaksanaannya.

6. Pembentukan kebiasaan-kebiasaan membuat gerakan-gerakan yang komplek, rumit menjadi lebih otomatis

b. Kelemahan Metode Drill (latihan) antara lain sebagai berikut: 1. Menghambat bakat inisiatif siswa

4. Membuat kebiasaan yang kaku karena bersifat otomatis 5. Dapat menimbulkan verbalisme.37

5. Langkah-langkah penggunaan metode Drill adalah sebagai berikut: a. Persiapan

1. Menyediakan peralatan yang diperlukan 2. Menciptakan kondisi anak untuk belajar b. Pelaksanaan

1) Memberi pengertian atau penjelasan sebelum latihan dimulai 2) Siswa diberi kesempatan mengadakan latihan (metode drill) c. Evaluasi atau tindak lanjut

1) Guru membuat kesimpulan dari latihan yang dia lakukan. 2) Guru bertanya kepada siswa (dalam bentuk soal latihan)38

37 Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. Op cit him. 108 - 109

Dalam pelaksanaannya penelitian ini mengandung unsur deskripsi lokasi, waktu, mata pelajaran, karakteristik siswa dan siklus. Setiap siklus memiliki beberapa tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. A. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian tindakan kelas ini adalah Sekolah Dasar Negeri Ngablak 2 Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang. Dengan pertimbangan lokasi tersebut tempat mengajar peneliti, sehingga peneliti akan lebih mengenal dan memahami karakteristik siswa sehingga akan mempermudah penelitian.

Dokumen terkait