BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
2. Prestasi Belajar Siswa Kelas V SD Negeri Babarsari
Prestasi belajar yang diukur dalam penelitian ini adalah prestasi belajar siswa dalam lima mata pelajaran inti di Sekolah Dasar yaitu Matematika, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Nilai kelima mata pelajaran tersebut diperoleh dari nilai rapor siswa semester pertama Tahun Pelajaran 2011/2012.
D. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Kelas V Sekolah Dasar Negeri Babarsari, yang terletak di Jalan Babarsari, Kledokan, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta.
E. Subyek Penelitian
Subyek pada penelitian ini adalah siswa, peneliti tidak menggunakan orang tua sebagai subyek penelitian karena peneliti merasa jawaban dari orang tua nantinya tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya atau diterapkan. Peneliti hanya menggunakan siswa sebagai subyek penelitian, karena menurut peneliti jawaban yang diberikan oleh siswa sebagai obyek dari penerapan pola asuh orang tua akan lebih bisa dipercaya kebenarannya. Jawaban yang diberikan oleh siswa juga kadang bisa bias karena kemampuan siswa dalam merefleksikan diri atau kejadian yang telah terjadi masih rendah, sehingga ini
merupakan kelemahan dari penelitian ini. Berikut ini peneliti menjelaskan subyek dalam penelitian kali ini:
1. Subyek Uji Coba
Subyek pelaksanaan uji coba adalah siswa kelas VB Sekolah Dasar Negeri Babarsari. Uji coba dilakukan pada 31 siswa dari jumlah total siswa kelas VB yang berjumlah 32. Siswa laki-laki siswa kelas VB berjumlah 16 sedangkan siswa perempuan berjumlah 16.
2. Subyek Penelitian
Subyek penelitian adalah siswa kelas VA Sekolah Dasar Negeri Babarsari. Penelitian dilakukan pada 31 dari total 32 siswa kelas VA. Siswa laki kalas VA berjumlah 16, sedangkan siswa perempuan berjumlah 16.
F. Jadwal Penelitian
Penelitian meliputi penyusunan instrument, perijinan, penyusunan proposal, dan pengumpulan data.
Tabel 3.1 Jadwal Penelitian
No Kegiatan Feb Mar April Mei Juni Juli Agust
1 Penyusunan Instrumen √ 2 Pembuatan Proposal √ 3 Pengujian Instrumen √
4 Penelitian √ 5 Pengolahan Data √ 6 Penyusunan Skripsi √ √ √ 7 Ujian Skripsi √ 8 Perbaikan Akhir √ √
G. Instrumen Pengumpulan Data
Instrumen yang digunakan oleh peneliti untuk memperoleh data adalah kuosioner atau angket dan rapor nilai lima mata pelajaran inti siswa kelas V semester pertama Tahun Pelajaran 2011/2012. Berikut ini peneliti akan menjelaskan instrumen yang digunakan:
1. Angket Pola Asuh Orang Tua Demokratis
Angket menurut Hasan (2002:83) adalah teknik pengumpulan data dengan menyerahkan atau mengirimkan daftar pertanyaan untuk diisi oleh responden. Angket yang akan digunakan untuk penelitian ini menggunakan beberapa indikator yang nantinya akan dijabarkan kedalam beberapa item. Peneliti mengadopsi indikator yang digunakan oleh Norbertus (2001) dalam melakukan penelitian. Peneliti mengadopsi indikator tersebut karena penelitian yang dilakukan oleh Norbertus (2001) sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Sedangkan untuk item dalam angket tersebut baik itu item positif maupun item negatif
peneliti menyusunnya sendiri dengan menjabarkan indikator yang telah diadopsi.
Pengukuran angket ini dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu untuk item positif dan juga item negatif. Penilaian untuk item positif dan negatif berbeda. Peneliti membagi skor untuk tiap itemnya menjadi empat, untuk mempermudah dalam perhitungan. Peneliti mengacu pada skala Likert (Sugiyono, 2010:134-138) dalam menjabarkan skor untuk tiap item. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2010:134). Peneliti menggunakan skala Likert bentuk pilihan ganda agar mempermudah siswa dalam menjawab. Peneliti memberikan empat pilihan jawaban agar siswa mudah dalam memilihnya, selain itu agar nanti memudahkan peneliti dalam melakukan perhitungan. Peneliti membacakan masing-masing butir soal ketika membagikan angket kepada siswa sampai siswa paham. Berikut ini adalah penjabaran skor untuk item positif dan skor untuk item negatif:
a. Jawaban dan skor untuk item positif yaitu: 1) Sangat Setuju (SS) : 4
2) Setuju (S) : 3
3) Kurang Setuju (KS) : 2 4) Tidak Setuju (TS) : 1
b. Jawaban dan skor untuk item negatif yaitu: 1) Sangat Setuju (SS) : 1
2) Setuju (S) : 2
3) Kurang Setuju (KS) : 3 4) Tidak Setuju (TS) : 4
Ada 60 item yang akan digunakan dalam angket pola asuh orang tua demokratis yang akan digunakan untuk uji coba, terdiri dari 37 item positif dan 23 item negatif. Berikut ini adalah pengelompokkan item-item dalam angket pola asuh orang tua demokratis sesuai dengan indikatornya.
Tabel 3.2 Indikator Angket Pola Asuh Orang Tua Demokratis
Indikator Item Positif Item Negatif
Hangat namun tegas Orang tua mendengarkan ketika saya bercerita.
Orang tua memberikan arahan kepada saya ketika saya meminta
Orang tua meminta pendapat saya ketika saya mendapat masalah
Orang tua memarahi saya tanpa sebab. Orang tua membiarkan saya menghadapi masalah saya sendiri Orang tua malas mendengarkan cerita saya.
Mengenakan seperangkat standar untuk mengatur anak-anaknya yang sesuai dengan perkembangan anak
Orang tua menasehati saya ketika saya berbuat salah
Orang tua mengingatkan saya agar berangkat sekolah tidak terlambat
Orang tua memberikan contoh kepada saya untuk berbuat sopan
Orang tua menasehati saya ketika saya berkata kotor.
Orang tua saya
memberikan kesempatan kepada saya untuk
bermain
Orang tua mengingatkan saya untuk belajar
Orang tua bertanya kepada saya ketika saya pulang terlambat. Orang tua memarahi saya ketika saya pulang terlambat. Orang tua membiarkan saya ketika saya berbuat salah. Orang tua menginginkan saya seperti orang lain. Orang tua mengajarkan kebohongan kepada saya.
Menempatkan nilai yang tinggi pada perkembangan kemandirian dan
pengaturan diri sendiri
Orang tua mengajarkan kepada saya untuk menghormati orang yang lebih tua.
Orang tua mengajarkan kepada saya untuk mandi sehari dua kali
Orang tua menentukan kapan saya harus belajar Orang tua memaksa saya untuk membantu
Orang tua membantu saya menyusun jadwal belajar di rumah
Orang tua mengajarkan untuk beribadah ke tempat ibadah pekerjaan di rumah Menanamkan kebiasaan- kebiasaan rasional, berorientasi pada masalah serta sering melibatkan diri dalam perbincangan dan penjelasan pada anak-anak seputar persoalan disiplin.
Orang tua menanamkan kebiasaan untuk
berpamitan kepada orang tua sebelum bepergian
Orang tua mengajarkan saya untuk segera mengerjakan pekerjaan yang bisa dikerjakan sekarang
Orang tua saya melarang bermain dengan teman sebaya Orang tua selalu menyuruh saya untuk tidur sesuai waktunya. Mendorong tumbuhnya
interaksi saling memberi dan menerima.
Orang tua mengajarkan untuk hidup hemat
Orang tua mengajarkan untuk menabung
Orang tua mendukung cita-cita saya
Orang tua membantu memecahkan kekurangan yang saya miliki
Orang tua memaksakan kehendak kepada saya untuk menjadi seperti keinginan orang tua. Orang tua memaksakan saya untuk mengikuti suatu kegiatan
Mendukung, menerima, dan bertanggung jawab dalam mempertimbangkan berbagai alternatif, akan tetapi tidak mendominasi dari sudut pandang mereka sendiri.
Saya diperbolehkan melakukan hal-hal yang saya sukai
Saya senang menceritakan rencana-rencana saya dengan orang tua.
Saya takut melakukan hal-hal yang saya sukai Menggunakan wewenang akan tetapi dalam
penerapannya bersifat membimbing anak.
Orang tua mengajarkan kepada saya untuk
bersikap tolong-menolong dengan sesama yang membutuhkan.
Orang tua saya sering mengajak saya untuk menceritakan persoalan yang saya hadapi.
Orang tua selalu memaksa untuk mematuhi semua yang dikatakan Melibatkan atau
mengijinkan anak dalam membuat keputusannya dan mengekspresikan pandangannya sendiri serta menghargai individualitas anak, sementara orang tua ikut memberikan penjelasan yang masuk akal (bekerjasama dalam membuat keputusan).
Orang tua menanyakan pendapat saya ketika akan berlibur.
Orang tua saya selalu menanyakan pendapat saya ketika ada masalah yang berkaitan dengan saya
Orang tua mengijinkan saya untuk bermain dengan teman sebaya
Orang tua memaksa saya untuk berlibur sesuai dengan keinginan orang tua. Orang tua mengharuskan saya masuk SMP yang bagus.
Menghargai pendapat anak dan mendorongnya untuk mengungkapkannya.
Saya senang
mengungkapkan segala permasalahan saya kepada orang tua.
Orang tua mengijinkan saya untuk membantu pekerjaan mereka ketika saya bisa dan saya ingin.
Orang tua bertanya kepada saya tentang sekolah yang saya inginkan ketika lulus sekolah dasar Saya melakukan segala sesuatu berdasarkan keinginan orang tua Memberikan waktu kepada anak untuk
berfikir dan merenungkan setiap kejadian yang mereka hadapi.
Orang tua memberikan waktu kepada saya ketika saya ingin merenung sendiri.
Orang tua mengajarkan kepada saya untuk memikirkan dahulu sebelum saya melakukan sesuatu
Orang tua mengajarkan kepada saya untuk merenungkan hal-hal yang telah saya lakukan dalam satu hari.
Orang tua memarahi saya tanpa menanyakan sebab akibatnya terlebih dahulu
Meyakinkan anak bahwa orang tua menghargai apa yang ingin dicobalakukan dan apa yang dihasilkan.
Orang tua mengajarkan kepada saya untuk melakukan pekerjaan rumah
Orang tua memberikan semangat kepada saya ketika saya gagal.
Bila nilai saya jelek orang tua memarahi saya. Orang tua melarang saya untu mengikuti les/kursus yang ingin saya ikuti. Mendorong anak untuk
secara berangsur-angsur melepaskan diri dari ketergantungan terhadap peran orang tua.
Orang tua saya
mempercayai saya saat saya melakukan sesuatu hal
Orang tua saya
mengajarkan saya untuk bertanggung jawab dengan semua hal yang telah saya lakukan.
Orang tua saya selalu mengantar saya ke manapun saya pergi. Orang tua melarang saya membantu pekerjaan rumah.
Dalam menyusun angket pola asuh orang tua demokratis peneliti melakukan persebaran item positif dan item negatif berdasarkan data di atas. Berikut ini peneliti akan menampilkan persebaran item dari angket pola asuh orang tua demokratis:
Tabel 3.3 Persebaran Item dari Angket Pola Asuh Orang Tua Demokratis
Indikator No .Item
Positif
No. Item Negatif
+ - Total
Hangat namun tegas 1, 4 , 5 2, 3, 6 3 3 6 Mengenakan seperangkat
standar untuk mengatur anak-anaknya yang sesuai dengan perkembangan anak
8, 9 , 10, 11, 13, 14, 17
7, 12, 15, 16
7 4 11
Menempatkan nilai yang tinggi pada perkembangan kemandirian dan pengaturan diri sendiri 18, 20, 22, 23 19, 21 4 2 6 Menanamkan kebiasaan- kebiasaan rasional, berorientasi pada masalah serta sering melibatkan diri dalam perbincangan dan penjelasan pada anak-anak seputar persoalan disiplin.
25, 26 24, 27 2 2 6
Mendorong tumbuhnya interaksi saling memberi dan menerima.
29, 30, 32, 33
28, 31 4 2 6
Mendukung, menerima, dan bertanggung jawab dalam mempertimbangkan
berbagai alternatif, akan tetapi tidak mendominasi dari sudut pandang mereka sendiri.
Menggunakan wewenang akan tetapi dalam
penerapannya bersifat membimbing anak.
38, 39 37 2 1 3
Melibatkan atau mengijinkan anak dalam membuat
keputusannya dan mengekspresikan
pandangannya sendiri serta menghargai individualitas anak, sementara orang tua ikut memberikan penjelasan yang masuk akal
(bekerjasama dalam membuat keputusan).
40, 41, 42 43, 44 3 2 5
Menghargai pendapat anak dan mendorongnya untuk mengungkapkannya.
45, 47, 48 46 3 1 4
Memberikan waktu kepada anak untuk berfikir dan merenungkan setiap kejadian yang mereka hadapi.
Meyakinkan anak bahwa orang tua menghargai apa yang ingin dicobalakukan dan apa yang dihasilkan.
53, 54 55, 56 2 2 4
Mendorong anak untuk secara berangsur-angsur melepaskan diri dari ketergantungan terhadap peran orang tua.
57, 60 58, 59 2 2 4
Total 37 23 60
2. Nilai Rapor Lima Mata Pelajaran Inti
Peneliti menggunakan nilai rapor siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Babarsari Tahun Pelajaran 2011/2012 untuk mendapatkan data prestasi belajar siswa. Peneliti menggunakan nilai rapor semester pertama karena peneliti melakukan penelitian pada saat siswa kelas V menjalani pembelajaran pada semester dua. Jadi data yang dapat menunjukkan prestasi belajar siswa secara keseluruhan pada lima mata pelajaran inti terdapat pada nilai rapor semester pertama.
H. Uji Coba
Sebelum melakukan penelitian, angket pola asuh tersebut diuji cobakan terlebih dahulu untuk menguji seberapa valid dan reliabel angket pola asuh tersebut. Pelaksanaan uji coba dilaksanakan di kelas VB Sekolah Dasar Negeri Babarsari Tahun Pelajaran 2011/2012. Data yang diperoleh dari pelaksanaan uji coba tersebut kemudian diolah menggunakan rumus validitas dan reliabilitas. Berikut ini akan dijabarkan secara singkat cara perhitungan
menggunakan validitas dan reliabilitas pelaksanaan uji coba angket pola asuh orang tua demokratis:
1. Uji Validitas
Menurut Masidjo (1995:242) validitas suatu tes adalah taraf sampai dimana suatu tes mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Jenis validitas yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah validitas isi, yaitu validitas yang menunjukkan sampai di mana isi suatu tes atau alat pengukur mencerminkan hal-hal yang mau diukur atau diteskan. Pengujian alat ukur dilakukan dengan menguji tiap item atau tiap nomor angket pola asuh tersebut, dengan mengkorelasikan setiap item (X) dengan total skor (Y). Pengujian alat ukur ini menggunakan teknik Product moment dari Pearson dengan rumus angka kasar (dalam Masidjo (1995:247) sebagai berikut:
𝑟𝑥𝑦 = 𝑁 𝑋𝑌 − 𝑋 ( 𝑦)
{𝑁 𝑋2− 𝑋)2 {𝑁 𝑌2− ( 𝑌 )2 } Keterangan:
r
xy : Koefisien korelasi∑X : jumlah skor dalam sebaran X (skor butir) ∑Y : jumlah skor dalam sebaran Y (skor total)
∑XY : jumlah hasil kali skor X dan skor Y berpasangan ∑X2
: jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran X ∑Y2
: jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran Y N : banyaknya subyek.
Data nilai yang diperoleh dari hasil uji coba di kelas VB Sekolah Dasar Negeri Babarsari diolah dengan bantuan progam SPSS. Berikut ini adalah langkah-langkah yang dilakukan oleh peneliti dalam melakukan perhitungan validitas menggunakan progam SPSS:
a. Peneliti memasukkan data skor pola asuh orang tua demokratis yang didapatkan dari skor angket ke dalam tabel uji coba dengan menggunakan progam Microsoft Office Excel.
b. Peneliti kemudian menghitung skor total yang diperoleh setiap siswa dengan menggunakan progam Microsoft Office Excel (data dapat dilihat pada lampiran 2).
c. Peneliti kemudian mentabulasikan (tabulasi menurut Hasan ( 2002:91) adalah membuat tabel-tabel yang berisikan data yang telah diberi kode, sesuai dengan analisis yang dibutuhkan) data tersebut dengan menggunakan progam SPSS, dengan cara menyalinnya dari progam Microsoft Office Excel ke progam SPSS.
d. Peneliti menguji validitas dengan langkah-langkah : analyze kemudian correlate kemudian bivariate kemudian memindahkan semua data ke item ke dalam kotak variables kemudian beri tanda pada kotak correlation coefficients dengan pilihan Pearson kemudian beri tanda pada kotak test of significance dengan pilihan two tailed kemudian klik OK.
e. Hasil yang didapat akan ditampilkan pada kolom baru, kemudian peneliti mencari item mana saja yang valid sesuai dengan tandanya, item yang valid akan memiliki tanda “ dan „.
Mengacu pada pendapat Azwar (2008:65) bahwa kriteria pemilihan item berdasarkan korelasi item total dengan menggunakan batasan rxy > 0,30. Hal ini dapat diartikan berarti nilai untuk item yang nilai korelasinya < 0,30 dinyatakan gugur atau tidak valid, begitu juga dengan item yang nilai korelasinya tidak terdefinisi. Dan sebaliknya, jika nilai korelasinya > 0,30 dapat dinyatakan valid atau sah. Dengan bantuan progam SPSS tersebut diperoleh 40 item soal yang valid dan 20 item soal gugur dari total 60 item soal pada angket Pola Asuh Orang Tua Demokratis (terdapat pada lampiran 3).
2. Uji Reliabilitas
Menurut Masidjo (1995:209) reliabilitas suatu tes merupakan taraf sampai dimana suatu tes tersebut mampu menujukkan ketetapan hasil pengukuran yang diperlihatkan dalam taraf ketetapan dan ketelitian. Kerlinger (dalam Arifin 2009:258), reliabilitas diukur dari 3 kriteria yaitu : keajegan tes dalam mengukur gejala yang sama dengan waktu yang berbeda (stability), kemantapan seberapa jauh tes dapat diandalkan (dependability) dan kemampuan tes meramalkan hasil pengukuran selanjutnya (predictability). Koefisien reliabilitas dinyatakan dengan
bilangan koefisien antara 0,00 sampai dengan 1,00. Berikut ini merupakan tabel koefisien reliabilitas menurut Masidjo (1995:209):
Tabel 3.4 Klasifikasi Koefisien Reliabilitas Suatu Tes
Koefisien Korelasi Kualifikasi
±0,91 – ±1,00 Sangat Tinggi
±0,71 – ±0, 90 Tinggi
±0,41 – ±0,70 Cukup
±0,21 – ±0,40 Rendah
±0,00 – ±0,20 Sangat Rendah
Peneliti menentukan taraf reliabilitas dengan menggunakan metode belah dua. Pada metode ini, hasil dari suatu alat ukur dibagi menjadi dua yakni bagian pertama yang terdiri dari item bernomor gasal, dan bagian kedua dengan item yang bernomor genap (Masidjo, 1995:218). Hasil dari kedua belahan genap dan gasal tersebut kemudian dikorelasikan dengan menggunakan rumus Product Moment dari Pearson dengan rumus angka kasar (Masidjo, 1995:210) sebagai berikut:
𝑟𝑥𝑦 = 𝑁 𝑋𝑌 − 𝑋 ( 𝑦)
{𝑁 𝑋2− 𝑋)2 {𝑁 𝑌2− ( 𝑌 )2 } Keterangan:
rxy : koefisien korelasi
∑X : jumlah skor dalam sebaran X (belahan genap) ∑Y : jumlah skor dalam sebaran Y (belahan gasal) ∑XY : jumlah hasil kali skor X dan skor Y
∑X2
∑Y2
: jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran Y N : banyaknya subyek
Hasil perhitungan dengan menggunakan rumus di atas selanjutnya dihitung kembali dengan menggunakan rumus Spearman–Brown (Masidjo, 1995:219). Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:
r
r
X
r
gg gg tt
1
2
Keterangan: rtt : koefisien reliabilitas rgg : koefisien gasal-genap (rxy)Peneliti menggunakan rumus di atas saat melakukan uji koefisien reliabilitas angket uji coba, perhitungannya terdapat pada (lampiran 4) dan uji koefisien reliabilitas angket penelitian, perhitungannya terdapat pada (lampiran 10). Berikut ini peneliti akan memaparkan hasil dari penghitungan uji reliabilitas angket uji coba.
Tabel 3.5 Hasil Perhitungan Koefisien Reliabilitas:
Angket
Koefisien Relibilitas Uji Coba Keterangan Pola Asuh
Orang Tua Demokratis
I. Teknik Analisis Data
Peneliti mengolah data penelitian dengan menggunakan teknik korelasi serial. Peneliti menggunakan teknik tersebut karena data yang diperoleh dari hasil penelitian berupa skala ordinal yang dimana peneliti menggolongkan skor Pola Asuh Orang Tua Demokratis menjadi tiga bagian yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Data yang diperoleh kemudian dikorelasikan dengan skor prestasi belajar siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Babarsari Tahun Pelajaran 2011/2012 berdasarkan rata-rata nilai lima mata pelajaran inti pada rapor semester satu yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) yang berskala interval.
Dalam melakukan pengolahan data peneliti mengacu pada Arikunto (1993:219-231). Untuk mencari korelasi serial peneliti terlebih dahulu harus menghitung mean, standar deviasi total, ordinat yang lebih rendah, ordinat yang lebih tinggi, dan proporsi individu dalam golongan. Untuk menghitung beberapa hal tersebut peneliti harus melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Mengelompokkan Skor Pola Asuh Berdasarkan Skor yang Diperoleh Siswa dari Angket Pola Asuh Orang Tua Demokratis dengan Skor Prestasi Belajar Siswa dari Rapor Semester 1
Pengelompokkan tersebut terdiri dari kelompok pola asuh rendah, kelompok pola asuh sedang, dan kelompok pola asuh tinggi. Begitu juga dengan prestasi belajar siswa, peneliti mengelompokkan menjadi tiga
kelompok yaitu kelompok prestasi belajar rendah, kelompok prestasi belajar sedang, dan kelompok prestasi belajar tinggi. Peneliti mengelompokkan pola asuh dan prestasi belajar dengan menggunakan rentang. Berikut ini peneliti akan menampilkan rumus rentang.
rentang = kelompok jumlah terendah nilai tertinggi nilai ) ( ) (
2. Menghitung Banyaknya Subyek Setiap Kelompok (nk)
Subyek yang dihitung berdasarkan kelompok rendah, sedang, dan tinggi. Baik itu pola asuh orang tua demokratis maupun prestasi belajar siswa.
3. Menentukan Proporsi Individu dalam Kelompok
Rumus yang digunakan untuk menghitung proporsi individu dalam kelompok (Arikunto, 1993:229) yaitu:
P =
N
n
k Keterangan: P : Proporsi kn : banyaknya subyek dalam kelompok N : banyaknya subyek seluruhnya
4. Menghitung Nilai Rata-rata (mean) Tiap Kelompok
Rumus yang digunakan untuk menghitung mean kelompok rendah, sedang, dan tinggi (Arikunto, 1993:230) yaitu:
k
n
X
M
Keterangan: M : Mean
X : Jumlah semua skor prestasi belajar setiap kelompok kn : jumlah subyek dalam kelompok 5. Menentukan Ordinat
Dengan mengacu pada nilai proporsi dan tabel ordinat. Ordinat yang digunakan adalah yang ordinat dari nilai proporsi rendah dan ordinat dari nilai proporsi tinggi.
6. Membuat Tabel Kerja.
Tabel kerja ini mempermudah peneliti dalam melakukan penghitungan. Berikut ini tabel kerja yang akan digunakan peneliti (Arikunto, 1993:232):
Tabel 3.6 Tabel Kerja Kelompok Nk P 0 (ordinat) (0r-0t) (0r-0t)² P t r 0 )2 0 ( M (0r0t) x M (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Rendah Sedang Tinggi Jumlah
7. Mencari Standar Deviasi Total
Rumus yang digunakan untuk mencari standar deviasi total adalah rumus angka kasar (Masidjo, 1995:127) sebagai berikut:
SDtot = 1 N
X2 (
X)2 NKeterangan:
SDtot : standar deviasi total N : jumlah siswa ∑X : jumlah semua skor ∑X2
: jumlah semua kuadrat skor 8. Menghitung Korelasi Serial
Rumus Korelasi Serial digunakan untuk menentukan seberapa besar hubungan antara pola asuh orang tua demokratis terhadap prestasi belajar siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Babarsari Tahun Pelajaran 2011/2012. Rumus korelasi serial menurut Arikunto (1993:228):
p SDtot M r t r t r ser 2 0 0 0 0 Keterangan:rser : koefisien korelasi serial Or : ordinat yang lebih rendah Ot : ordinat yang lebih tinggi M : mean
SDtot : Standar Deviasi total
P : proporsi individu dalm golongan
Hasil perhitungan yang diperoleh dari pengolahan data dengan menggunakan rumus korelasi serial kemudian diklasifikasikan dengan menggunakan pedoman interprestasi koefisien antara pola asuh orang tua demokratis dengan prestasi belajar menurut Sugiyono (2010:257). Berikut ini akan disajikan tabel pedoman untuk memberikan interprestasi koefisien korelasi:
Tabel 3.7 Pedoman untuk Memberikan Interprestasi Koefisien Korelasi
Koefisien Korelasi Tingkat Hubungan
±0,00 - ±0,199 Sangat rendah
±0,20 - ±0,399 Rendah
±0,40 - ±0,599 Sedang
±0,60 - ±0,799 Kuat
9. Melakukan Uji Signifikansi
Setelah menghitung korelasi serial, kemudian peneliti mencari taraf signifikansi atau melakukan uji “t”. Peneliti mencari taraf signifikansi menggunakan rumus berikut ini (Sugiyono, 2010:257):
t hitung
=
𝑟 𝑛−2 1−𝑟2Langkah selanjutnya yaitu hasil penghitungan thitung dibandingkan dengan nilai ttabel dengan taraf signifikansi 1% dan derajat bebas (db)=n - 2 pada Tabel Nilai-nilai dalam Distribusi t. Untuk pengujiannya peneliti mengacu pada Hasan (2002:53) berdasarkan ketentuan berikut ini :
a. Jika thitung < ttabel maka Ho diterima dan Ha ditolak sehingga dapat diketahui tidak ada hubungan yang signifikan,
b. Jika thitung > ttabel maka Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat diketahui ada hubungan yang signifikan atau dapat dikatakan ada pengaruh pola asuh orang tua demokratis terhadap prestasi belajar siswa.
Setelah melihat ketentuan di atas peneliti mencoba menjelaskan apa yang dimaksud dengan Ha dan Ho, Sugiyono (2010:229):
a. Hipotesis nol (Ho) : Tidak ada hubungan antara X dengan Y b. Hipotesis alternatif (Ha) : Terdapat hubungan antara X dengan Y
10.Menghitung Besar Sumbangan Pola Asuh Orang Tua Demokratis terhadap Prestasi Belajar
Untuk menghitung seberapa besar sumbangan pola asuh orang tua demokratis terhadap prestasi belajar siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Babarsari, mengacu pada Hasan (2002:113) peneliti menggunakan rumus berikut:
KP = (KK)2 x 100% Keterangan:
KP : Koefisien Penentu