BAB II TINJAUAN PUSTAKA
D. Prestasi Belajar Siswa
1. Definisi Belajar di Sekolah
Dalam kehidupan manusia, belajar bukan merupakan hal yang awam, karena setiap individu pasti pernah mengalami belajar terutama yang terjadi di institusi pendidikan. Menurut Skinner (dalam Walgito, 2010) belajar merupakan suatu proses adaptasi perilaku yang bersifat progresif, sehingga memunculkan, adanya tendensi kearah yang lebih sempurna atau lebih baik dari keadaan sebelumnya.
Syah (2003) dalam bukunya menyimpulkan definisi belajar dari beberapa ahli menjadi sebuah tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif. Dan ia juga menekankan bahwa perubahan tingkah laku yang timbul akibat proses kematangan fisik, keadaan mabuk, lelah, dan jenuh tidak dapat dipandang sebagai proses belajar.
Belajar di sekolah adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang pendidikan. Ini berarti, bahwa berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan itu amat bergantung pada proses belajar yang dialami siswa di sekolah (Syah, 2003).
Jadi secara umum, kegiatan belajar yang dilakukan siswa di sekolah merupakan sebuah proses perubahan dari yang tidak tahu menjadi tahu dan dari tidak mampu menjadi mampu, dan perubahan tersebut lebih bersifat positif. Untuk mengetahui apakah proses belajar individu telah berhasil dengan baik dibutuhkan suatu indikator untuk mengukurnya, yakni prestasi belajar.
2. Definisi Prestasi Belajar di Sekolah
Di dalam sistem pendidikan di sekolah, prestasi belajar dapat diperoleh melalui proses evaluasi belajar. Evaluasi atau assessment menurut Tardif (dalam Syah, 2003) berarti proses penilaian untuk menggambarkan prestasi yang dicapai seorang siswa sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Dalam dunia pendidikan evaluasi sering disebut dengan tes, ujian atau ulangan dan hal tersebut digunakan untuk menentukan taraf keberhasilan sebuah proses belajar-mengajar (the teaching-learning process) atau untuk menentukan taraf keberhasilan sebuah program pembelajaran, penyajian materi, dan kenaikan kelas (Syah, 2003).
Winkel (1983) mengatakan bahwa prestasi belajar di sekolah adalah perubahan yang tampak yang dihasilkan oleh murid terhadap persoalan atau tugas yang diberikan oleh guru. Sedangkan Poerwanto (dalam Hamdu & Agustina, 2011)
mengatakan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh seseorang dalam usaha belajar sebagaimana yang dinyatakan dalam rapor.
Maka dari pengertian - pengertian di atas, dapat dikatakan bahwa prestasi belajar di sekolah merupakan hasil yang diperoleh seorang siswa dalam proses belajarnya, yang menunjukkan peningkatan atau perubahan dan biasanya ditunjukkan melalui nilai-nilai yang diraih atau laporan hasil belajar.
3. Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar di Sekolah
Suryabrata (1983) menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi proses dan prestasi belajar dapat dibagi menjadi dua yakni faktor dari luar dan faktor dari dalam diri siswa. Adapun faktor dari luar siswa terdiri dari faktor lingkungan yakni kondisi di sekitar siswa termasuk interaksi dan dukungan sosial, serta faktor instrumental yakni terkait perlengkapan belajar mengajar dan perencanaan pembelajaran. Sedangkan faktor dari dalam siswa antara lain kondisi fisiologis berupa kesehatan dan kelemahan fisik, dan faktor kondisi psikologis seperti minat, kecerdasan, bakat, motivasi, dan kemampuan kognitif. Di samping faktor – faktor tersebut, faktor guru juga memberikan pengaruh pada prestasi belajar siswa. Seperti yang dikatakan oleh Everston dan Emmer (2009), bahwa guru memiliki durasi hampir 50% dari jam terjaga mereka untuk berinteraksi dengan siswa, sehingga guru merupakan pihak yang cukup berpengaruh dalam kehidupan anak-anak. Reyes (2012) mengatakan bahwa anak yang memiliki ikatan emosional lebih besar dengan gurunya akan lebih bersedia terlibat lagi dalam pembelajaran dibanding anak yang tidak memiliki ikatan emosional dengan gurunya.
Dalam penelitian ini, secara khusus peneliti memfokuskan perhatian pada faktor lingkungan serta faktor kualitas guru yang mempengaruhi prestasi belajar siswa di sekolah. Tidak dipungkiri situasi belajar yang positif akan membuat siswa mau terlibat aktif dalam kegiatan akademis. Hal tersebut telah dibuktikan melalui penelitian terdahulu di beberapa negara yang secara keseluruhan mengindikasikan bahwa aspek-aspek situasi kelas berhubungan dengan performansi belajar siswa (Fraser, 1982). Dengan guru yang mampu membangun hubungan positif dengan siswa dan menciptakan situasi yang nyaman bagi siswa, siswapun akan lebih mau terlibat dalam proses pembelajaran.
Sesuai yang telah disampaikan sebelumnya, di dalam situasi kelas yang positif terdapat beberapa aspek yakni keterlibatan aktif siswa, ikatan persahabatan yang erat, dukungan guru, pengorganisasian dan keteraturan kelas, kontrol guru, serta kepuasan siswa terhadap keseluruhan proses pembelajaran. Aspek-aspek tersebut menjadi faktor yang memicu optimalnya prestasi akademik siswa.
Siswa yang terlibat aktif dalam aktivitas kelas akan menjadi lebih menguasai materi pembelajaran. Persahabatan dan ikatan yang erat dari guru kepada siswa maupun antar siswa akan membuat komunikasi interpersonal menjadi lancar, sehingga materi yang disampaikan guru dapat ditangkap dengan baik oleh siswa. Dukungan guru akan membuat siswa merasa diterima dan merasa terbantu saat menghadapi kesulitan belajar, sehingga siswa lebih optimal dalam belajar. Dengan proses pengorganisasian kelas yang jelas dan terstruktur, siswa semakin mudah mengikuti jalannya proses belajar mengajar. Kontrol guru yang tepat dan sesuai akan membuat siswa menghargai guru dan menerima
pengetahuan yang disampaikan guru dengan baik. Selain itu dalam sebuah kelas yang positif siswa merasa puas terhadap keseluruhan proses pembelajaran, sehingga siswa tidak enggan untuk terlibat dalam kegiatan akademis.
Berdasarkan uraian mengenai prestasi belajar di atas, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar merupakan tujuan yang ingin diraih dan merupakan indikator kesuksesan dari sebuah proses belajar yang terjadi antara guru dengan siswa. Prestasi belajar penting untuk diketahui sebagai upaya evaluasi dan menentukan tindak lanjut perencanaan perbaikan sistem pendidikan. Dalam penelitian ini, prestasi belajar siswa diukur dengan nilai rata-rata siswa pada semester I di tahun ajaran 2013/2014.