Pemberdayaan Pemuda
6.2 Prestasi Pemuda
6.2.5 Prestasi Pemuda di Bidang Sains
Tim Indonesia telah mampu menunjukkan prestasi yang patut dibanggakan, karena telah berhasil mengukir prestasi di arena kompetensi kejuaraan tingkat dunia di bidang sains. Bidang sains yang dikompetisikan adalah Matematika, Fisika, Biologi, dan Komputer. Bidang Matematika, Fisika, dan Biologi ini dianggap sebagai ilmu-ilmu dasar sains. Tingkat penguasaan ilmu-ilmu dasar suatu bangsa dianggap merupakan salah satu modal utama bagi suatu bangsa dalam mengikuti ajang kompetensi serta menjadi salah satu indikator seberapa jauh kiat suatu bangsa dalam keseriusannya mempelajari dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dunia pendidikan dasar dan menengah di tanah air selama semester pertama 2008 kembali menorehkan prestasi dengan mempertahankan tradisi memboyong belasan medali dari keberhasilan siswa/siswi SD hingga SMA di berbagai ajang kompetisi dan olimpiade internasional bidang matematika dan sains. Di ajang The Second
International Young Inventor Project Olympiad (IYIPO) yang
diselenggarakan di Tbilisia, Georgia (15-18 Mei 2008) tim Indonesia berhasil memboyong dua medali emas. Dalam kegiatan tersebut, Indonesia mengirimkan dua tim. Tim pertama, dalam bidang
Mathematics-Computer Application, dengan proyeknya berjudul Numerical Solution of Heat Equation. Sedangkan tim kedua, adalah
bidang Biologi, dengan proyek yang berjudul Neutralizing Contaminated
See Water By Mangroves.
Di tingkat Sekolah Dasar, tim Indonesia yang terdiri dari delapan siswa SD dari Jakarta, Bekasi, Semarang dan Surabaya meraih lima medali emas dan satu perak untuk kontes individu dan The Best Overall
team sebagai grand Champion dalam Kontes Matematika ”The 12nd Po Leng Kuk Elementary International Contest for Math”, di Hongkong,
12-15 Juli 2008. Prestasi ini mengalami peningkatan yang sangat membanggakan dibandingkan prestasi tahun 2007 yang lalu, di mana tim Indonesia hanya meraih satu emas. Ini merupakan sebuah prestasi luar biasa, karena dari dua tim yang dikirim seluruhnya mampu memberikan yang terbaik, apalagi peserta masih anak-anak, namun memiliki prestasi sangat membanggakan.
Pada kesempatan yang berbeda putra-putri Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa dalam Kejuaraan Olimpiade Fisika Asia ke 9 di Mongolia 20-28 April 2008. Tim Olimpiade Fisika Indonesia mempersembahkan 3 emas, 1 perak, 1 perunggu dan 4 Honorable Mention. Dalam kompetisi ini Indonesia berhasil meraih peringkat kedua
perolehan jumlah medali emas terbanyak, di bawah Cina. Urutan negara dengan perolehan medali emas terbaik dalam olimpiade fisika ke 9 adalah Tiongkok 8 emas, Taiwan 2 emas, Vietnam 2 emas, Thailand 1 emas dan Singapura 1 emas. Sementara, Tim Olimpiade Kimia Internasional atau International Chemistry Olympiad (IChO) ke-40 pada 12-21 Juli 2008 di Budapest, Hungaria berhasil memboyong satu medali emas, satu perak dan satu perunggu. Peroleham medali ini melebihi target yang ditetapkan yakni dua perak dan dua perunggu, dan sekaligus persembahan medali emas sejak keikutsertaan Indonesia pada tahun 1997. Tim IChO tersebut bersaing dengan 261 peserta lainnya dari 73 negara. Sementara itu, Tim Olimpiade Biologi Indonesia di Kejuaraan Olimpiade Biologi Internasional ke-19 di Mumbai, India 13-20 Juli 2008 berhasil mendapatkan dua medali perak. Kompetisi ini diikuti oleh 55 negara dengan 220 siswa peserta. Walaupun belum berhasil mendapatkan emas, secara keseluruhan, hasil tersebut cukup mengejutkan sekaligus menggembirakan bagi tim karena semua siswa baru pertama kali mengikuti event International Biology Olympiad (IBO) maupun lomba internasional lainnya. Sedangkan pada kejuaraan Olimpiade Biologi Internasional tahun 2007, tim olimpiade berhasil meraih satu emas, satu perak dan satu perunggu.
Prestasi siswa/siswi pada semester satu 2008 ditutup melalui kemenangan Tim Olimpiade Fisika Indonesia yang meraih dua emas, 2 perak dan satu perunggu dari ajang internasional Olimpiade Fisika Dunia 2008 yang berlangsung di Hanoi, Vietnam. Perolehan medali ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2007, tim olimpiade memperoleh 1 emas, 3 perak dan 1 perunggu. Pada Kejuaraan Olimpiade Informatika Internasional atau International
Olympiad in Informatics (IOI) ke-20 di Kairo, Tim Olimpiade Komputer
dibandingkan tahun 2007 dengan perolehan 4 medali perunggu. Penantian yang sangat panjang sejak medali emas pertama sebelumnya yaitu pada IOI ke-9 tahun 1997 di Cape Town, Afrika Selatan. Ini menjadi kado dari Tim Olimpiade Indonesia untuk hari ulang tahun kemerdekaan bangsa. Perolehan ini menjadi prestasi terbaik yang dicapai oleh tim olimpiade Komputer Indonesia selama 14 kali mengikuti IOI. IOI ini diikuti oleh lebih dari 285 peserta dari 80 negara. Dalam klasemen umum, kita boleh berbangga karena prestasi siswa/siswa Indonesia tersebut masih jauh lebih baik dari prestasi siswa/siswa dari negara maju seperti Inggris, Belanda, Canada, Swedia, Perancis, Spanyol juga Denmark. Sedangkan juara umum diraih oleh tim dari Cina yang meraih 3 medali emas.
Di tingkat Perguruan Tinggi, sebanyak 10 mahasiswa dari enam perguruan tinggi, yakni Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada, Universitas Pendidikan Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Telkom mewakili Indonesia pada
International Scientic Olympiad on Mathematics (ISOM), di Iran dan International Mathematics Competition for University Student di
Blagoevgard, Bulgaria.
Selain itu pada tahun 2008, juga dilaksanakan Olimpiade Sains Nasional 2008 bidang informatika. Propinsi DKI Jakarta yang diwakilkan 8 peserta meraih predikat juara umum, berhasil mengumpulkan 3 medali emas, 1 perak dan 2 perunggu. Selain itu, DKI Jakarta meraih kriteria The Best Programming dan The Best Analytics. DKI Jakarta dapat merebut kembali posisinya, yang sebelumnya di tahun 2007 digeser oleh Propinsi Banten. Selanjutnya propinsi-propinsi di luar Pulau Jawa mulai menujukkan kemampuan menggeser propinsi-propinsi dari Pulau Jawa. Jambi menempati urutan kedua dan Sumatera Utara menempati urutan ketiga. Diikuti berturut-turut Jawa Barat, Jawa Timur,
Jawa Tengah dan DIY (Jateng dan DIY dengan perolehan yang sama). Setelah itu, Riau dan Sumatera Barat masing-masing berhasil merebut medali perak dan ini merupakan catatan prestasi terbaik tersendiri bagi masing-masing propinsi tersebut. Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah telah meningkatkan prestasinya dengan meraih 3 perunggu dengan catatan, satu perunggu berada di perbatasan perak-perunggu. Gorontalo berhasil meraih 1 perunggu, sehingga menambah daftar propinsi yang pernah mendapatkan medali di OSN bidang Komputer.
Hal yang paling menarik dari hasil OSN 2008 Informatika ini adalah pertama kali peserta siswi mampu membuat prestasi dan berhasil menumbangkan mitos selama ini di OSN. Ellensi peserta putri dari DKI Jakarta, The Best Programmer ini mampu menunjukkan kemampuannya menempati peringkat pertama. Semoga posisinya ini selalu dipertahankannya di tahap-tahap seleksi selanjutnya menuju 4 besar finalis TOKI 2009 hingga untuk pertama kalinya nanti Indonesia diwakilkan oleh peserta puteri.