BAB IV HASIL PENELITIAN
C. Prestasi Siswa di SMKN 6 BIMA
Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan di kelas X, XI, dan XII SMK Negeri 6 Bima dengan menyebarkan angket tentang Prestasi Siswa di SMKN 6 BIMA maka diperoleh data sebagai berikut.
Tabel XI
Distribusi frekuensi Siswa siswa rajin belajar untuk meraih prestasi di dalam kelas
Sumber Data: Tabulasi angket no. 5.
Sesuai dengan tabel di atas, nampak bahwa siswa selalu belajar untuk meraih prestasi di dalam kelas yaitu 44%, yang mengatakan sering 18%, yang mengatakan kadang-kadang 26% dan yang menyatakan tidak pernah 12%. Jadi kesimpulan dari hasil peneltian diatas sebagian besar siswa selalu bersemangat untuk belajar dan meraih prestasi di dalam kelas.
No. Jawaban Responden Frekuensi (F) Persentase (P)
1. Selalu 15 44%
2. Sering 6 18%
3. Kadang-kadang 9 26%
4. Tidak pernah 4 12%
Jumlah 34 100%
Kemudian hasil wawancara peneliti dengan guru Bidang Studi Pendidikan Agama Islam Feri Kiswanto, S.PdI pada hari rabu tanggal 7 April 2014, mengatakan bahwa:
Tidak ada upaya yang dilakukan pihak sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dengan pendekatan KTSP, meski demikian siswa tetap rajin belajar untuk meraih prestasi di dalam kelasnya.
Dari hasil wawancara peneliti dengan guru Bidang Studi Pendidikan Agama Islam di atas maka peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa siswa siswi di SMKN 6 Bima sangat antusias dalam dalam meraih prestasi didalam kelas walaupun pihak sekolah tidak ada upaya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dengan pendekatan KTSP.
Tabel XII
Distribusi frekuensi Siswa yang membahas bidang studi Pendidikan Agama Islam di rumah setelah pulang sekolah
Sumber Data: Tabulasi angket no. 6.
Berdasarkan tabel di atas siswa yang selalu membahas bidang studi PAI di rumah setelah pulang sekolah adalah 3%, yang menyatakan sering 14% yang menyatakan kadang-kadang 56% dan yang menyatakan tidak
No. Jawaban Responden Frekuensi (F) Persentase (P)
1. Selalu 1 3%
2. Sering 5 14%
3. Kadang-kadang 19 56%
4. Tidak pernah 9 26%
Jumlah 34 100%
pernah hanya 26%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswa yang yang membahas bidang studi pendidikan agama islam dirumah setelah pulang sekolah adalah 19 orang atau 56% dan bisa dikatakan sebagian besar mengatakan kadang-kadang
Guru harus bisa memberikan contoh yang baik terhadap siswanya dan bukan hanya guru saja yang harus memberikan contoh yang baik tapi bimbingan dan arahan di dalam kehidupan keluargalah yang sangat utama yang bisa memberikan contoh yang baik terutama kedua orang tuanya yang harus kontrol atau perhatikan apakah anaknya belajar atau tidak setelah pulang sekolah karna seorang anak harus perhatikan kembali pelajaranya dirumah apa yang menjadi pelajarnya di seokolah tersebut.
Hal ini sesuai dengan wawancara peneliti dengan guru Bidang Studi Pendidikan Agama Islam Feri Kiswanto, S.PdI pada hari rabu tanggal 7 April 2014, mengatakan bahwa:
Tidak ada minat belajar siswa dirumah, contohnya dihari jum’at siswa di haruskan membawa yasin tapi pada kenyata’anya yang membawa yasin hanya beberapa orang saja, karna alasnya siswa lupa dan sebagainya.
Dari hasil wawancara peneliti dengan guru Bidang Studi Pendidikan Agama Islam di atas maka peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa hasil pembelajaran PAI siswa tidak dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa.
Tabel XIII
Distribusi frekuensi Siswa mengabaikan tugas yang di berikan oleh guru PAI
Sumber Data: Tabulasi angket no. 7.
Dari tabel di atas siswa yang selalu mengabaikan tugas yang di berikan oleh guru Pendidikan Agama Islam adalah 27%, yang menyatakan sering 15% yang menyatakan kadang-kadang 20% sedangkan yang menyatakan tidak pernah 38%. Kasimpulan hasil penelitian di atas bahwa sebagian besar siswa yang mengatakan selalu mengabaikan tugas yang di berikan oleh guru Pendidikan Agama Islam
Tabel XIV
Distribusi frekuensi Siswa mempunyai kemauan yang tinggi untuk meraih prestasi
Sumber Data: Tabulasi angket no. 8.
No. Jawaban Responden Frekuensi (F) Persentase (P)
1. Selalu 9 27%
2. Sering 5 15%
3. Kadang-kadang 7 20%
4. Tidak pernah 13 38%
Jumlah 34 100%
No. Jawaban Responden Frekuensi (F) Persentase (P)
1. Selalu 24 70%
2. Sering 5 15%
3. Kadang-kadang 4 12%
4. Tidak pernah 1 3%
Jumlah 34 100%
Dari hasil tabel di atas, nampak bahwa siswa siswi yang mempunyai kemauan tinggi untuk meraih prestasi sebagian besar menyatakan selalu (70%),dan sebagian kecil (15%) menyatakan sering, sedikit sekali (12%) menyatakan kadang-kadang dan yang menyatakan tidak pernah hanya (3%).
Melihat dari tabulasi angket tersebut diatas, maka secara pressentase dapat dilihat bahwa sebagian besar dari responden menjawab selalu yaitu 24 orang atau 70%. Dapat disimpulkan bahwa siswa sangat antusia dalam meraih prestasi baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah
Hal ini sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan guru Bidang Studi Pendidikan Agama Islam Feri Kiswanto, S.pdI pada hari rabu tanggal 7 April, mengatakan bahwa:
Sudah ada tiga kategori yang siswa raih juara satu di tingkat Kecamatan dan semuanya di utus ke tingkat Kabupaten pada tanggal 5 febuari 2012, lomba pertama di lomba Syahril Qur’an atas nama Zum’ardiansyah,Yuyun, dan Dian Jelita, kedua di lomba Fahmil Qur’an atas nama Qarnita, Nur Hidayah, dan Heni Anggriani dan yang ketiga di lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an pada tanggal 20 febuari 2014 atas nama Zum’ardiasyah
Dari hasil wawancara peneliti dengan guru Bidang Studi Pendidikan Agama Islam di atas maka peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa siswa sangat antusias dalam meraih prestasi baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah.
Tabel XV
Distribusi frekuensi Siswa yang belajar keras agar prestasi belajarnya lebih dari teman kelasnya
Sumber Data: Tabulasi angket no. 9.
Dari hasil tabel di atas sebagian kecil (35%) menyatakan selalu, sebagian besar (29%) menyatakan sering,sebagian kecil (24%) menyatakan kadang-kadang dan yang menyatakan tidak pernah sedikit sekali (12%).
Dapat disimpulkan bahwa siswa yang belajar keras agar prestasi belajarnya lebih dari teman kelasnya, hal ini bisa di lihat sebagian besar menyatakan selalu.
Tabel XVI
Distribusi frekuensi Siswa yang mengabaikan kritikan dari teman-temannya untuk kemajuan belajar
Sumber Data: Tabulasi angket no. 10.
No. Jawaban Responden Frekuensi (F) Persentase (P)
1. Selalu 12 35%
2. Sering 10 29%
3. Kadang-kadang 8 24%
4. Tidak pernah 4 12%
Jumlah 34 100%
No. Jawaban Responden Frekuensi (F) Persentase (P)
1. Selalu 7 21%
2. Sering 4 12%
3. Kadang-kadang 13 38%
4. Tidak pernah 10 29%
Jumlah 34 100%
Dari hasil tabel di atas sedikit sekali (21%) siswa menyatakan selalu, sebagian kecil (12%) menyatakan sering, sebagian besar (38%) menyatakan kadang-kadang dan sebagian kecil (29%) menyatakan tidak pernah. Dapat disimpulkan bahwa siswa yang mengabaikan kritikan dari teman-temannya untuk kemajuan belajar, hal ini bisa di lihat sebagian besar menyatakan kadang-kadang.
Tabel XVII
Distribusi frekuensi Siswa yang memperhatikan guru pendidikan Agama Islam ketika mengajar di depan kelas
Sumber Data: Tabulasi angket no. 11.
berdasarkan tabel di atas sebagian besar (85%) siswa menyatakan selalu, sedikit selalu (3%) menyatakan sering, sebagian kecil (12%) menyatakan kadang-kadang dan yang yang menyatakan tidak pernah hanya (0%). Dapat disimpulkan bahwa siswa yang memperhatikan guru Pendidikan Agama islam ketika mengajar di depan kelas, hal ini bisa di lihat sebagian besar menyatakan selalu.
No. Jawaban Responden Frekuensi (F) Persentase (P)
1. Selalu 29 85%
2. Sering 1 3%
3. Kadang-kadang 4 12%
4. Tidak pernah 0 o%
Jumlah 34 100%
Tabel XVIII
Distribusi frekuensi Siswa yang menyukai pengarahan dari guru sekalipun mengharuskanya untuk belajar Pendidikan Agama Islam lebih
keras
Sumber Data: Tabulasi angket no. 12.
Dari hasil tabel di atas sebagian besar (41%) siswa menyatakan selalu , seb (15%) magian kecilenyatakan sering, sedikit sekali (32%) menyatakan kadang-kadang dan sebagian kecil (12%) yang menyatakan tidak pernah. Hal Ini dapat disimpulkan atau bisa dilihat sebagian besar menyatakan selalu.
Tabel XIX
Distribusi frekuensi Siswa yang memperbaiki cara belajar menunggu arahan dari gurunya
Sumber Data: Tabulasi angket no. 13
No. Jawaban Responden Frekuensi (F) Persentase (P)
1. Selalu 14 41%
2. Sering 5 15%
3. Kadang-kadang 11 32%
4. Tidak pernah 4 12%
Jumlah 34 100%
No. Jawaban Responden Frekuensi (F) Persentase (P)
1. Selalu 3 9 %
Dari hasil tabel di atas sedikit sekali (9%) menyatakan selalu, sebagian kecil (24%) menyatakan sering memperbaiki cara belajar tampa menunggu arahan dari gurunya, sebagian besar (38%) menyatakan kadang-kadang dan sebagian kecil (29%) yang menyatakan tidak pernah. Dapat disimpulkan bahwa kesadaran siswa memperbaiki cara belajar tampa menunggu arahan dari gurunya sebagian besar menyatakan kadang-kadang.
Tabel XX
Distribusi frekuensi Siswa yang tetap belajar di kelas meskipun guru pendidikan Agama Islam tidak datang
Sumber Data: Tabulasi angket no. 14.
Dari tabel di atas sedikit sekali (6%) siswa menyatakan selalu, sebagian kecil (9%) menyatakan sering, sebagian besar (47%) menyatakan kadang-kadang dan kurang dari setengah (38%) menyatakan tidak pernah.
Peneliti Melihat dari tabulasi angket tersebut diatas, maka secara pressentase dapat dilihat bahwa sebagian besar dari responden menjawab kadang-kadang yaitu 16 orang atau 47% yang dimana berarti bahwa Dapat disimpulkan bahwa siswa kurang belajar di kelas karna guru pendidikan
No. Jawaban Responden Frekuensi (F) Persentase (P)
1. Selalu 2 6%
2. Sering 3 9%
3. Kadang-kadang 16 47%
4. Tidak pernah 13 38%
Jumlah 34 100%
Agama islam tidak datang dan setelah peneliti perhatikan dari tabulasi angket di atas siswa di SMKN 6 Bima harus di perhatikan lebih seius lagi oleh guru yang lain ketika guru mata pelajaran yang bersangkutan berhalangan untuk hadir dengan begitu siswa akan tetap belajat meski gurunya tidak hadir.
Tabel XXI
Distribusi frekuensi Siswa yang bersikap masa bodoh terhadap kesulitan-kesulitan belajar yang di alaminya
No Jawaban responden Frekuensi (F) Persentase
1 Selalu 6 18%
2 Sering 4 12%
3 Kadang-kadang 11 32%
4 Tidak pernah 13 38%
Jumlah 34 100%
Sumber Data: Tabulasi angket no. 15.
Dari tabel di atas sebagian kecil (18%) siswa menyatakan selalu, sedikit sekali (12%) menyatakan sering, kurang dari setengah (32%) menyatakan kadang-kadang dan sebagian besar (38%) menyatakan tidak pernah. Peneliti Melihat dari tabulasi angket tersebut diatas, maka secara pressentase dapat dilihat bahwa sebagian besar dari responden menjawab tidak pernah yaitu 13 orang atau 38% yang dimana berarti bahwa Dapat disimpulkan bahwa siswa yang masa bodong terhadap kesulitan-kesulitan belajar yang di alaminya sebagian besar menyatakan tidak pernah.
Tabel XXI
Distribusi frekuensi Siswa yang selalu membaca buku baik yang berkaitan dengan pelajaran umum maupun buku pendidikan agama
islam
Sumber Data: Tabulasi angket no.16.
Dari hasil tabel di atas sebagian kecil (32%) siswa menyatakan selalu, sebagian kecil (15%) menyatakan sering, sebagian besar(44%) menyatakan kadang-kadang dan sedikit sekali (9%) yang menyatakan tidak pernah. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar menyatakan kadang-kadang siswa yang selalu membaca buku yang berkaitan dengan pelajaran umum maupun buku pendidikan agama islam
Hal ini sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan guru Bidang Studi Pendidikan Agama Islam Feri Kiswanto,S.PdI pada tanggal 7 April 2014, mengatakan bahwa:
Yang mendukung peningkatan kualitas pembelajara PAI dengan pendekatan KTSP adalah motivasi dari guru dan yang menghabat peningkatan pembelajaran PAI adalah sarana prasarana yang kurang, No. Jawaban Responden Frekuensi (F) Persentase (P)
1. Selalu 11 32%
pertama laboraturium, kedua perpustakaan yang belum banyak buku atau refrensi dan yang ketiga musholah belum jadi dan yang seharusnya ada ruangan tersendiri untuk praktek sholat mayat sebagainya, contohnya setiap hari jum’at melakukan baca yasin di ruangan lain yang harusnya ada ruangan khusus atau musholat yang bisa dipake baca yasin.
Dari hasil pernyataan siswa siswi melalui angket dan wawancara peneliti dengan guru Bidang Studi Pendidikan Agama Islam di atas, maka peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa kurangnya minat membaca buku siswa siswi di SMKN 6 Bima di karnakan sarana prasarana yang kurang memadai tetapi guru di SMKN 6 Bima sangat memotivasi siswa siswinya untuk selalu membaca buku apa saja yang berkaitan dengan mata pelajaran.
D. Analisis Data Kemampuan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menerapkan KTSP Terhadap Peningakatan Prestasi Belajar Siswa Di SMK Negeri 6 Bima Kab.Bima
Berdasarkan data-data yang diperoleh melalui angket yang disebarkan pada sejumlah responden (34 siswa) sebagai sampel yang kemudian dikumpulkan serta dianalisa dengan rumus distribusi frekuensi, dapat diketahui bahwa Kemampuan Guru PAI dalam Menerapkan KTSP terhadap Peningkatan Prestasi Belajar Siswa di SMK Negeri 6 Bima sangat baik, karena dari keseluruhan Sampel yang kami teliti yang mengatakan selalu hanya 79% yang mengatakan sering hanya 9%, yang mengatakan kadang-kadang hanya 12%, dan yang mengatakan tidak pernah hanya 0%. Dari hasil rata-rata dapat dianalisa bahwa yang tertinggi siswa menyatakan selalu
urutan kedua yaitu yang menjawab kadang-kadang, selanjutnya sering dan terakhir yang menjawab tidak pernah.
Dengan demikian fakta data dan informasi di atas, memberikan kami petunjuk dengan anilisa cermat kami memberikan penilaian walaupun menunjukkan hasil yang cukup baik tapi, masih perlu peningkatan terutama seperti apa yang di ungkapkan oleh guru Pendidikan Agama Islam bahwa, masih banyakanya siswa-siswi yang belum tahu atau lancar mengaji atau membaca Al-Qur’an yang menunjukkan data yang sangar memprihatinkan dikarenakan Al-Qur’an dan Hadits merupakan petujuk bagi ummat islam dalam memahami agamanya.
89 A. Kesimpulan
Bedasarkan hasil penelitian yang di lakukan peneliti dapat di simpulkan sebagai berikut:
1. Meningkatkan kemampuan profesional guru PAI, yaitu guru PAI harus mampu menguasai materi mengelola kelas, pengunaan metode dan media yang tepat serta mengefaluasi hasil belajar peserta didik agar siswa mampu berwawasan dan pemahaman tentang pembelajaran PAI guru tidak hanya perpatokan hanya satu buku tapi sumber buku-buku yang lain yang relavan dengan pembelajaran sehingga menunjang keberhasilan siswa
2. Meningkatkan motivasi belajar siswa dan menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan agar siswa mampu meraih prestasi dengan baik.
3. Berkenaan dengan kemampuan guru pendidikan agama islam dalam menerapkan KTSP terhadap peningkatan prestasi belajar siswa di SMK Negeri 6 Bima yaitu tergolong sudah sangat baik sesuai dengan peneliti sebarkan beberapa angket yaitu terbukti siswa yang menyatakan selalu 80%,yang menyatakan sering 8%,yang
menyatakan kadang-kadang 12% dan yang menyatakan tidak pernah cuman 0%.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan dari apa yang penulis simpulkan tadi, maka penulis memberikan saran-saran sebagai berikut :
1. Kepada seluruh siswa agar senantiasa meningkatkan pengetahuan dan pemahaman Pendidikan Agama Islam dan meningkatkan prestasi dengan tetap belajar dan mengembangkan sikap hormat kepada guru, dengan cara aktif mengikuti kegiatan pendidikan agama islam di sekolah. Dan meningkatkan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam hal beribadah sebagai realisasi atas pemahaman ajaran Islam yang telah diperoleh di sekolah.
2. Kepada pihak sekolah, agar saling kerja sama dan berkosdinasi dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran dan hendaklah selalu memberikan pemahaman secara baik dan gamblang kepada para anak didiknya terutama mengenai agama islam supaya mereka benar-benar mengetahui dan memahami apa yang harus mereka lakukan ketika hidup di dunia ini.
3. Orang tua di rumah lebih aktif dalam memberikan bimbingan dan mengingatkan anaknya untuk selau rajin belajar agar menjadi anak
yang berprestasi dan menjadi anak yang sholeh di dalam melaksanakan ibadah khususnya ibadah-ibadah wajib.
92
dan Masyarakat, Jakarta : Bulan Bintang, 1978.
Ahmadi, Abu dan Widodo Supriyono.Psikologi Belajar, Jakarta : PT Rieneka Cipta, 1991
Abadi, Nur. ”Apakah KTSP Itu”, Rindang, Oktober 2006
Basir, Muzamil. MadkholIla Al ManhajwaTuruqutadris, Riyadh: Darul Lawak LinasriWatauzi, 1992
Badan Standar Nasional Pendidikan, Panduan Penyusunan KTSP Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta: BSNP, 2006
Daradjat, Zakiyah. Pendidikan Islam Dalam Keluarga dan Sekolah, Jakarta:
Ruhama,1995
Edi Wibowo, Mungin. ”Indikatornya Tak Hanya UN”, Wawasan, Semarang, 5 November.2006.
Gafur, Abdul, Desain Instruksional, Jakarta : BPT. IKIP, 1983.
Hamalik, Oemar. Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi,Jakarta: Bumi Aksara, 2006
Kunandar, Guru Profesional:Implementasi Kurikulum Tingkat
SatuanPendidkan Dan Sukses Dalam Sertifikasi Guru (Jakarta: Raja Grafindo persada, 2007
Khaerudin, Mahfud Junaidi, dkk, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Konsep dan Implementasi di Madrasah, Yogyakarta: Pilar Media, 2007
Muslih, Masnur. KTSP, Dasar Pemahaman dan Pengembangan, (Jakarta:
Bumi Aksara, 2007
Mulyasa, E. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, Bandung: Remaja Rosda karya, 2006
Mulyasa, E. Standar Kompetensi Sertifikasi Guru, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2007
N.K, Roestiyah. Masalah-masalah Ilmu Keguruan, Jakarta: Bina Aksara, 1989
Ni.am, Asrorun. Membangun Profesionalitas Guru, Jakarta :eLSAS, 2006
PP NO 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional pendidikan,Bagianke-4 Tentang KTSP pasal 16 ayat (1).
Purwanto, Ngalim ,Psikologi Pendidikan, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1990.
Rosyada, Dede. Paradigma Pendidikan demokratis: Sebuah Model Pelibatan Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Pendidikan. Jakarta: Prenada Media. 2004
Sudjana, Nana. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru, 1989
Samana, Profesionalisme keguruan, Yogyakarta: Kanisius, 1994
Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, Jakarta : Bina Aksara, 1988.
Trianto danTitik Triwulan Tutik, Sertifikasi Guru dan Upaya
PeningkatanKualifikasi, Kompetensi dan Kesejahteraan, Jakarta:
Prestasi Pustaka Publisher, 2007
Uzer Usman, Moch. Menjadi Guru Profesional, Bandung: PT.
RemajaRosdakarya, 2005
Kabupaten Bima sebagai anak pertama dari 4 bersaudara pada tanggal 02 Mei 1992 dan merupakan buah kasih sayang dari pasangan Faisal dan Rukmini
Penulis pertama kali menempuh pendidikan SD 1 Boro Sanggar pada tahun 1998 dan tamat pada tahun 2004. Pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan di SMP NEGERI 1 SANGGAR, dan tamat pada tahun 2007. Penulis kemudian melanjutkan pendidikan di SMA NEGERI 1 SANGGAR dan tamat pada tahun 2010. Pada tahun yang sama Penulis terdaftar sebagai mahasiswa Jurusan agama islam FAI Universitas Muhammadiyah Makassar Program Starata Satu (S1) jurusan pendidikan agama islam melalui jalur SPMB (seleksi penerima mahasiswa baru).