• Tidak ada hasil yang ditemukan

Status Sosial Ekonomi Orang Tua

METODE PENELITIAN 3.1Jenis Penelitian

3.3.3 Prestise Profesi Guru ( )

Variabel bebas atau independent variable (X2) dalam penelitian ini adalah prestise profesi guru. Chaplin (2011:383) mengungkapkan bahwa prestise

62

merupakan satu kondisi sangat dihargai atau dijunjung tinggi oleh kolega atau rekan sejawat atau oleh masyarakat pada umumnya. Henslin (2007:211) menyatakan bahwa seseorang biasanya memberikan lebih banyak prestise terhadap pekerjaan tertentu dengan beberapa pertimbangan. Pekerjan-pekerjaan yang berada di puncak dan memiliki prestise tinggi memiliki empat persamaan ciri yaitu, memberikan penghasilan lebih banyak, menuntut pendidikan yang lebih tinggi, melibatkan pemikiran lebih, dan menawarkan otonomi lebih besar (kebebasan dan kemandirian). Prestise profesi guru merupakan pandangan atau anggapan mahasiswa mengenai jabatan seseorang yang berprofesi sebagai guru karena menjalankan tugas dan haknya sebagai guru dan pengabdiannya menjadi seorang pendidik. Dapat disimpulkan prestise profesi guru dapat diukur melalui indikator:

1. Tanggapan mengenai kedudukan profesi guru 2. Tanggapan mengenai wibawa profesi guru

3. Tanggapan mengenai tingkat kegengsian profesi guru 3.3.4 Status Sosial Ekonomi Orang Tua ( )

Variabel bebas atau independent variable (X3) dalam penelitian ini adalah status sosial ekonomi orang tua. Status sosial ekonomi merupakan tempat seseorang secara umum dalam masyarakatnya sehubungan dengan orang-orang lain seperti lingkungan pergaulannya, prestise dan hak-hak serta kewajibannya. Status sosial ekonomi orang tua merupakan kedudukan orang tua dalam suatu kelompok dan hubungannya dengan anggota yang lain diperbandingkan menurut nilai dan kuantitasnya sehingga terlihat ada perbedaan antara kedudukan yang

63

rendah dan tinggi dari segi kekayaan yang dimiliki. Dapat kita katakan pula bahwa tinggi rendahnya dalam kehidupan sosial suatu masyarakat, sangatlah dipengaruhi oleh seberapa besar adanya kesadaran dan kepekaan sosial dari masyarakat tersebut. Status sosial ekonomi orang tua dapat diukur melalui indikator (Iskandarwassid dan Sunendar, 2008:130) berikut:

1. Pendidikan orang tua. Orang tua yang bersekolah lama berarti semakin tinggi jenjang pendidikannya sehingga akan memiliki kedudukan tinggi di masyarakat. Tingkat pendidikan yang pernah ditempuh orang tua akan mempengaruhi seseorang untuk memilih pekerjaan.

2. Pekerjaan orang tua. Selain pendidikan, pekerjaan orang tua tentu berkaitan dengan pendidikan anak. Orang tua yang memiliki pendidikan tinggi kemungkinan memiliki pekerjaan yang tetap atau mapan. Sehingga akan memiliki pendapatan yang tinggi pula.

3. Penghasilan orang tua. Kepemilikan harta orang tua tentu akan mendukung pendidikan anak agar berlangsung dengan baik. Dengan penghasilan orang tua yang tinggi, maka kebutuhan semakin tercukupi. Semakin orang tua mencukupi segala kebutuhan yang dibutuhkan anak maka akan semakin giat untuk mencapai minatnya.

4. Keadaan tempat tinggal orang tua. Tempat tinggal dapat dilihat dari status rumah yang ditempati, kondisi fisik bangunan ataupun besarnya rumah yang ditempati. Kondisi fisik rumah seseorang dapat mewujudkan suatu tingkat sosial ekonomi keluarga yang menempati. Rumah yang besar bagus dan milik sendiri menunjukkan kondisi sosial ekonominya tinggi dan sebaliknya.

64 3.4 Metode Pengumpulan Data 3.4.1 Metode Kuesioner atau Angket

Menurut Sugiyono (2009:142) kuesioner adalah teknik pengumpulan data dengan memberikan sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner tertutup artinya responden dapat memilih jawaban yang telah disediakan peneliti. Angket dalam penelitian ini terdiri dari butir-butir pertanyaan yang dipergunakan untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan variabel self efficacy, profesi guru, status sosial ekonomi orang tua dan minat mahasiswa menjadi guru akuntansi. Kuesioner yang digunakan berbentuk skala bertingkat, dengan menggunakan skala bertingkat data mentah yang diperoleh berupa angka kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif. Dalam skala bertingkat responden tidak menjawab salah satu dari jawaban kualitatif, tetapi menjawab dalam bentuk kuantitatif yang telah disediakan dengan memberikan tanda cheklist () pada tempat yang sudah disediakan dengan alternatif jawaban yang sudah disediakan. Hasil dari kuesioner ini digunakaan untuk mengetahui distribusi frekuensi masing-masing variabel.

Data yang dikumpulkan menggunakan angket adalah untuk mencari informasi dari responden tentang minat menjadi guru akuntansi. Selain itu untuk mengetahui pengaruh self efficacy terhadap minat mahasiswa menjadi guru. Selanjutnya digunakan untuk mengetahui prestise profesi guru dan status sosial ekonomi orang tua pada mahasiswa program studi pendidikan akuntansi angkatan 2011 FE UNNES.

65 3.4 Uji Instrumen

3.5.1 Validitas

Validitas adalah suatu pengujian yang dilakukan terhadap isi dari suatu instrumen, dengan tujuan untuk mengukur ketepatan instrumen yang digunakan dalam suatu penelitian (Sugiyono, 2009:121). Uji validitas secara umum untuk melihat apakah item pertanyaan yang dipergunakan mampu mengukur apa yang seharusnya di ukur. Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu instrumen pengukuran dalam melakukan fungsi ukurnya dan agar data yang diperoleh relevan. Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas yang tinggi, sebaliknya instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas yang rendah. Uji validitas terhadap instrumen digunakan untuk mengetahui apakah instrumen yang dipergunaakan tersebut dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat. Pengujian instrumen self efficacy (X1), prestise profesi guru (X2), status sosial ekonomi orang tua (X3) dan minat mahasiswa menjadi guru akuntansi (Y) menggunakan analisis korelasi product moment pearson dengan bantuan SPSS for window realease 16.0.

Dari hasil perhitungan dengan bantuan SPSS tersebut, dibandingkan dengan tabel nilai koefisien korelasi pada taraf kesalahan 5% atau taraf signifikansi 95%. Suatu data dikatakan valid apabila nilai signifikansinya kurang dari taraf signifikansi 5% (0,05). Sebaliknya jika nilai signifikansinya lebih dari taraf signifikansi 5% (0,05), maka data tersebut tidak valid. Berikut ini hasil uji validitas masing-masing pernyataan pada setiap variabel.

66 1. Variabel minat menjadi guru akuntansi

Variabel minat menjadi guru akuntansi terdiri atas 17 pernyataan yang hasilnya dapat dilihat pada tabel di bawah.

Tabel 3.3 Uji validitas variabel minat menjadi guru akuntansi

No. Soal Nilai Signifikansi Keterangan

1 0.317 Tidak Valid 2 0.011 Valid 3 0.008 Valid 4 0.164 Tidak Valid 5 0.000 Valid 6 0.000 Valid 7 0.063 Tidak Valid 8 0.011 Valid 9 0.000 Valid 10 0.048 Valid 11 0.888 Tidak Valid 12 0.759 Tidak Valid 13 0.000 Valid 14 0.001 Valid 15 0.002 Valid 16 0.012 Valid 17 0.000 Valid

Sumber : Data penelitian yang diolah tahun 2015

Berdasarkan hasil analisis uji validitas pada tabel di atas diketahui bahwa dari 17 pernyataan terdapat 5 butir pernyataan yang tidak valid atau mempunyai nilai signifikansi > 5% yaitu nomor 1,4,7,11,12 sehingga dikeluarkan dari daftar pernyataan. Hal ini dikarenakan pernyataan lain sudah bisa mewakili untuk mengukur indikator dari variabel minat menjadi guru akuntansi. Sehingga instrumen ini dapat digunakan sebagai alat ukur dalam penelitian.

2. Variabel self efficacy

Variabel self efficacy terdiri dari 15 pernyataan, hasilnya dapat dilihat seperti tabel berikut ini.

67

Tabel 3.4 Uji validitas variabel self efficacy

No. Soal Nilai Signifikansi Keterangan

1 0.001 Valid 2 0.000 Valid 3 0.000 Valid 4 0.027 Valid 5 0.042 Valid 6 0.000 Valid 7 0.181 Tidak Valid 8 0.111 Tidak Valid 9 0.000 Valid 10 0.000 Valid 11 0.005 Valid 12 0.146 Tidak Valid 13 0.168 Tidak Valid 14 0.001 Valid 15 0.003 Valid

Sumber : Data penelitian yang diolah tahun 2015

Berdasarkan hasil analisis uji validitas pada tabel di atas diketahui bahwa dari 15 pernyataan terdapat 4 butir pernyataan yang tidak valid atau mempunyai nilai signifikansi > 5% yaitu nomor 7,8,12,13 sehingga dikeluarkan dari daftar pernyataan. Hal ini dikarenakan pernyataan lain sudah bisa mewakili untuk mengukur indikator dari variabel self efficacy. Sehingga instrumen ini dapat digunakan sebagai alat ukur dalam penelitian.

3. Variabel prestise profesi guru

Variabel prestise profesi guru terdiri dari 12 pernyataan, hasilnya dapat dilihat seperti tabel berikut ini.

68

Tabel 3.5 Uji validitas variabel prestise profesi guru No.

Soal

Nilai Signifikansi Keterangan

1 0.003 Valid 2 0.022 Valid 3 0.001 Valid 4 0.001 Valid 5 0.000 Valid 6 0.001 Valid 7 0.000 Valid 8 0.007 Valid 9 0.041 Valid 10 0.014 Valid 11 0.000 Valid 12 0.004 Valid

Sumber : Data penelitian yang diolah tahun 2015

Berdasarkan hasil analisis uji validitas pada tabel di atas diketahui bahwa dari 12 pernyataan semuanya valid atau mempunyai nilai signifikansi < 5% sehingga semua pernyataan dapat digunakan sebagai alat ukur variabel prestise profesi guru.

4. Variabel status sosial ekonomi orang tua

Variabel status sosial ekonomi orang tua terdiri dari 13 pernyataan, hasilnya dapat dilihat seperti tabel berikut ini.

69

Tabel 3.6 Uji validitas variabel status sosial ekonomi orang tua No. Soal Nilai Signifikansi Keterangan

1 0.000 Valid 2 0.000 Valid 3 0.000 Valid 4 0.000 Valid 5 0.000 Valid 6 0.000 Valid 7 0.000 Valid 8 0.034 Valid 9 0.190 Tidak Valid 10 0.217 Tidak Valid 11 0.011 Valid 12 0.000 Valid 13 0.264 Tidak Valid

Sumber : Data penelitian yang diolah tahun 2015

Berdasarkan hasil analisis uji validitas pada tabel di atas diketahui bahwa dari 13 pernyataan terdapat 3 butir pernyataan yang tidak valid atau mempunyai nilai signifikansi > 5% yaitu nomor 9,10,13 sehingga dikeluarkan dari daftar pernyataan. Hal ini dikarenakan pernyataan lain sudah bisa mewakili untuk mengukur indikator dari variabel status sosial ekonomi orang tua. Sehingga instrumen ini dapat digunakan sebagai alat ukur dalam penelitian.

Dengan demikian, hasil uji validitas di atas dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini menggunakan 12 pernyataan minat menjadi guru akuntansi, 11 pernyataan self efficacy, 12 pernyataan prestise profesi guru, dan 10 pernyataan status sosial ekonomi orang tua.

3.5.2 Reliabilitas

Reliabilitas merupakan tingkat konsistensi skor yang dicapai oleh orang yang sama dan tes yang sama pula ketika diuji pada waktu yang berbeda. Reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen dapat

70

dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Pengujian reliabilitas dengan bantuan SPSS for windows release 16.0

menggunakan metode cronbach’s alpha > 0,70 maka angket yang diuji coba terbukti reliable (Ghozali, 2011:48). Hasil dari uji reliabilitas masing-masing variabel dapat dilihat dari tabel berikut ini.

Tabel 3.7 Hasil Uji Reliabilitas

No Variabel

Nilai Cronbach Alpha 1. Minat Menjadi Guru Akuntansi 0,824

2. Self efficacy 0,836

3. Prestise profesi guru 0,839 4. Status sosial ekonomi orang tua 0,847 Sumber : Data penelitian yang diolah tahun 2015

Berdasarkan tabel di atas setelah dianalisis, diperoleh nilai cronbach alpha sebesar 82,4 % untuk variabel minat menjadi guru akuntansi, 83,6 % untuk variabel self efficacy, 83,9 % untuk variabel prestise profesi guru dan 84,7% untuk variabel status sosial ekonomi orang tua. Nilai cronbach alpha dari semua variabel lebih besar dari 0,70, sehingga dapat disimpulkan instrumen yang digunakan dalam penelitian reliable.

Dokumen terkait