• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEORI

A. Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam 1. Pengertian hasil belajar

3. Prinsip-Prinsip Penilaian Hasil Belajar

Dalam melaksanakan penilaian hasil belajar, guru harus memperhatikan prinsip-prinsip penilaian, yaitu seperti berikut :

a. Valid/shahih, yaitu mengukur pencapaian kompetensi yang ditetapkan dalam standat isi (standar kompetensi dan kompetensi dasar) dan standar kompetensi lulusan. Penilaian valid berarti menilai apa yang seharusnya dinilai dengan menggunakan alat yang sesuai untuk mengukur kompetensi.

10

Oemar Hamalik,Proses Belajar Mengajar, (Jakarta : Bumi Aksara, 2011), cet 13, h. 80-81.

16

b. Objektif, yaitu tidak dipengaruhi oleh subjektivitas penilai, perbedaan latar belakang agama, sosial-ekonomi, budaya, bahasa, gender, dan hubungan emosional.

c. Transparan/terbuka, yaitu prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan terhadap hasil belajar anak didik dapat diketahui oleh semua pihak yang berkepentingan. d. Adil, yaitu tidak menguntungkan atau merugikan anak didik

karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.

e. Terpadu, yaitu tidak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran. f. Menyeluruh dan berkesinambungan, mencakup semua aspek

kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau perkembangan kemampuan anak didik.

g. Bermakna, yaitu mudah dipahami, mempunyai arti bermanfaat, dan dapat ditindaklanjuti oleh semua pihak, terutama guru, anak didik.

h. Sistematis, yaitu dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku.

i. Akuntabel, yaitu dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur maupun hasilnya.

j. Beracuan kriteria, yaitu didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan11

prinsip-prinsip di atas merupakan pokok dari dasar penilaian hasil belajar. prinsip tersebut menjadi acuan dalam menilai hasil belajar. hal ini menunjukkan bahwa dalam menilai hasil belajar harus memenuhi kriteria yang di sebutkan dalam prinsip penilian hasil belajar sehingga sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Setelah mengetahui prinsip-prinsip penialain hasil belajar di atas, penulis menemukan beberapa persamaan dengan prinsip-prinsip evaluasi yaitu valid, berorientasi kepada kompetensi, berkelanjutan, menyeluruh, bermakna, adil dan objektif, terbuka, ikhlas, praktis, dicatat dan akurat.12

11

Tatang S, Ilmu Pendidikan, Bandung : Pustaka Setia,2012), H. 235.

12

Ramayulis, Filsafat Pendidikan Islam Analisis Filosofis sistem pendidikan Islam, (Jakarta : Kalam Mulia, 2015), cet 4, h. 457-458.

17

Dari penjelasan tersebut dapat difahami bahwa prinsip-prinsip evaluasi lebih luas cakupannya serta membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan prinsip-prinsip penilaian hasil belajar.

4. Pengertian Pendidikan Agama Islam a. Pengertian Agama Islam

Dalam bahasa Arab digunakan Istilah al-din (baca : addin). Dalam konteks sejarah, al-din dimaknai sebagai pandangan hidup manusia. Orang Arab jahiliah dahulu memandang patung dan sandaran mereka disebut al-din. Sebaliknya Nabi Muhammad Saw. Memandang hanya Allah Ta’ala sebagai sandaran hidup yang disebut juga al-din.13

Dari pengertian di atas dapat di fahami bahwa arti kata “agama” mempunyai arti yang berbeda-beda sesuai dengan pemikiran orang yang menganut kepercayaan tertentu seperti Islam, Nasrani dan sebagainya.

Sedangkan pengertian Islam menurut Anton M. Moelioni adalah “agama yang diajarakan oleh Nabi Muhammad Saw, berpedoman pada kitab suci Al-Qur’an, yang diturunkan ke dunia melalui wahyu Allah SWT.”

Dari beberapa pengertian di atas, dapat difahami bahwa agama Islam merupakan Agama yang disyari’atkan untuk ummat Nabi Muhammad SAW sebagai penutup para Nabi yang menjadi penyempurna dari ajaran-ajaran sebelumnya. Dan mempelajarinya merupakan suatu kewajiban bagi ummat Islam.

b. Pengertian pendidikan Agama Islam

13

Deden Makbuloh, Pendidikan Agama Islam Arah Baru Pengembangan Ilmu dan

18

Pendidikan Agama Islam yaitu usaha yang berupa pengajaran,

bimbingan dan asuhan terhadap anak agar kelak selesai

pendiddikannya dapat memahami, menghayati dan mengamalkan agama Islam serta menjadikannya sebagai jalan kehidupan baik pribadi maupun kehidupan masyarakat.14

Dari pengertian di atas, dapat difahami bahwa pendidikan agama Islam dilaksanakan agar generasi muslim dapat mengamalkan ajaran agama Islam dengan baik dan mampu bermanfaat untuk lingkungan sekitarnya. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Q.S At-Taubah ayat 122.

فَاك ا ْوُسِفْىَيِل َن ْىُىِمْؤُمْلا َنَاك َامَو

ِلُك ْهِم َسَفَو َلا ْىَلَف , ًْ

ْمُهْىِم ٍةَقْسِف

ةَفِئَاط

َنْوُزَر ْحَي ْمُهَلَعَل ْمِهْيَلِا ا ْىُعِجَز اَذِا ْمُهَمْىَق ْوُزِرْىُيِلَو ِهْيِدْلا ًِف ْاىُهَقَفَتَيِل

Artinya:

Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (kemedan Perang).mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang Agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadaya, supaya mereka tu dapat menjaga dirinya. (Q.S At-Taubah : 122).15

Dari ayat di atas dapat diketahui bahwa Allah SWT melarang seluruh umat Islam untuk berperang melainkan sebagian umat untuk belajar ilmu pengetahuan. Dalam hal ini dapat difahami bahwa belajar juga merupakan perjuangan umat di jalan Allah SWT. Belajar mempunyai kedudukan yang

14

Aat Syafaat dan Sohari Sahrani, Peranan Pendidikan Agma Islam dalam

Mencegah Kenakalan Remaja, (Jakarta : Rajawali Pers, 2008), h. 16.

15

19

sama dengan berperang dimedan pertempuran membela agama Allah SWT.

c. Tujuan Pendidikan Agama Islam

Menurut baihaqi yang dikutip oleh Aat Syafaat dan Sohari Sahrani “tujuan pendidikan Islam, menurut hasil seminar pendidikan Islam se-Indonesia, tanggal 7-11 mei 1990, di Cipayung Bogor, adalah menanamkan takwa dan akhlak serta menegakkan kebenaran dalam rangka membentuk menusia yang berpribadi dan berbudi luhur menurut ajaran Islam. Tujuan tersebut didasarkan kepada proporsi bahwa pendidikan Islam adalah bimbingan terhadap pertumbuhan rohani dan jasmani menurut ajaran Islam dengan hikmah mengarahkan, mengajarkan, melatih, mengasuh, dan mengawasi berlakunya semua ajaran Islam.16

Menurut Al-Jammali yang dikutip oleh Hasan Langgulung tujuan-tujuan pendidikan yang diambilnya dari Al-Qur’an sebagai berikut:

1) Memperkenalkan kepada manusia akan tempatnya di antara makhluk-makhluk dan akan tanggungjawab perseorangannya dalam hidup ini.

2) Memperkenalkan kepada manusia akan hubungan –hubungannya sosialnya dengan tanggungjawabnya dalam jangka suatu sistem sosial.

3) Memperkenalkan kepada manusia akan makhluk (alam semesta), dan mengajaknya memahami hikmah penciptaannya dalam menciptakannya, dan memungkinkan manusia untuk menggunakan atau mengambil faedah daripadanya.

4) Memperkenalkan kepada manusia akan pencipta alam mayapada ini.17

Menurut M. Arifin yang dikutip oleh Abuddin Nata, Tujuan Ilmu Pendidikan Islam adalah sebagai berikut:

1) Melakukan pembuktian terhadap teori-teori kependidikan Islam yang merangkum aspirasi atau cita-cita Islam yang harus diikhtiarkan agar menjadi kenyataan.

2) Memberikan bahan-bahan informasi tentang pelaksanaan

pendidikan dalam segala aspeknya bagi pengembangan Ilmu

16

Aat Syafaat dan Sohari Sahrani, Peranan Pendidikan Agma Islam dalam

Mencegah Kenakalan Remaja., h. 33.

17

Hasan Langgulung, Manusia dan Pendidikan Suatu Analisa Psikologis, Filsafat

20

Pendidikan Islam tersebut. Yakni dengan memberikan bahan masukan yang berharga untuk pengembangan ilmu ini.

3) Menjadi korektor terhadap kekurangan teori-teori yang dipegang oleh Ilmu Pendidikan Islam sehingga kemungkinan pertemuan antara teori dan praktik semakin dekat dan hubungan antara keduanya bersifat interaktif (saling mempengaruhi).18

Dari pendapat para ahli di atas, dapat di ketahui bahwa tujuan pendidikan agama Islam tentu tidak terlepas dari ajaran agama Islam yang berpedoman pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Membetuk pribadi muslim yang tagguh, luhur, berbudaya dan mengikiti perkembangan zaman, namun tetap pada garis-garis tertentu yang sudah ditentukan oleh agama Islam. Banyaknya generasi muslim yang haus akan ilmu pengetahuan membutuhkan pendidikan agama yang cukup untuk membekali diri dalam menghadapi tantangan zaman dan dapat mengaplikasikan pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari.

d. Fungsi Pendidikan Agama Islam

Pendidikan agama Islam untuk sekolah/madrasah berfungsi sebagai berikut:

1. Pengembangan, yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik kepada Allah SWT, yang telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga. Pada dasarnya dan pertama-tama kewajiban menanamkan keimanan dan ketaqwaan dilakukan oleh setiap orang tua dan keluarga sekolah berfungsi untuk menumbuhkembangkan lebih lanjut dalam diri anak melalui bimbingan, pengajaran, dan pelatihan agar keimanan dan ketaqwaan tersebut dapat berkembang secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya.

2. Penanaman nilai, sebagai pedoman hidup untuk mencari kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.

18

Abuddin Nata, Ilmu Pendidikan Islam dengan Pendekatan Multidisipiner :

Normatif Perenialis, Sejarah, Filsafat, Psikologi, Sosiologi, Manajemen, Teknologi, Informasi, Kebidayaan, Politik, Hukum, (Jakarta : Rajawali Pers, 2010), h. 21-22.

21

3. Penyesuaian mental, yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dengan ajaran agama Islam.

4. Perbaikan, yaitu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan, kekurangan-kekurangan, dan kelemahan-kelemahan peserta didik dalam keyakinan pemahaman, dan pengalaman ajaran dalam kehidupan sehari-hari.

5. Pencegahan, yaitu untuk menangkal hal-hal negatif dari lingkungannya atau dari budaya lain yang dapat membahayakan dirinya dan menghambat perkembangannya menuju manusia indonesia seutuhnya.

6. Pengajaran tentang ilmu pegetahuan keagamaan secara umum (alam nyata dan nirnyata), sistem dan fungsionalnya.

7. Penyaluran, yaitu untuk menyalurkan anak-anak yang memiliki khusus di bidang agama Islam agar bakat tersebut dapat berkembang secara optimal sehingga dapat dimanfaatkan untuk dirinya sendiri dan bagi orang lain.19

Dari penjelasan di atas, dapat difahami bahwa Pendidikan Agama Islam memiliki beberapa fungsi yang sangat urgen dalam membentuk pribadi muslim yang bertaqwa serta kaffah. Hal ini sesuai dengan hadits Rasul SAW yaitu:

)يزاخبلا ياوز( ِقَلاْخَ ْلاا َحِلاَص َمِّمَتُ ِلا ُتْثِعُب اَمِّوِا

“sesungguhnya aku (Muhammad) diutus kemuka bumi ini hanyalah

untuk menyempurnakan akhlaq (HR. Bukhari)” selain dari akhlaq manusia Pendidikan Agama Islam juga mempunyai fungsi untuk mempelajari berbagai macam ilmu pengetahuan yang sebenarnya semua ilmu pengetahuan itu adalah dari Islam.

19

Abdul Majid, Belajar dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, (Bandung : Rosdakarya, 2012), h.15-16.

22 B. Motivasi Belajar

Dokumen terkait