• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

4.5 Prioritas Penanganan Jalan Terhadap Semua Kriteria

Analisis prioritas terhadap semua kriteria ini menunjukkan seberapa besar pengaruh tiap kriteria ataupun variabel mulai dari yang pengaruhnya besar sampai yang pengaruhnya sangat kecil. Bobot prioritas terhadap semua kriteria

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

126 merupakan jumlah bobot alternatif terhadap keseluruhan kriteria dan atau variabel penelitian. Rekapitulasi bobot prioritas terhadap semua kriteria dapat dilihat pada tabel 4.25 berikut ini :

Tabel 4.25 Rekapitulasi Bobot Prioritas Terhadap Semua Kriteria

Kondisi

1 010 0.03214 0.00788 0.00158 0.00978 0.0513805 5.14%

2 011 0.01917 0.01038 0.00133 0.03123 0.0621145 6.21%

3 01111 0.21819 0.01844 0.00102 0.03723 0.274879 27.49%

4 01112 0.01128 0.00143 0.01665 0.07383 0.103187 10.32%

5 012 0.02706 0.00179 0.00189 0.00473 0.0354725 3.55%

6 01211 0.16576 0.01038 0.00338 0.05237 0.231893 23.19%

7 047 0.04116 0.02461 0.00226 0.04417 0.112200 11.22%

8 04711 0.04849 0.01459 0.00285 0.06215 0.1280835 12.81%

0.56325 0.0895 0.03096 0.31550 0.99921 100%

Bobot Alternatif Total

Berdasarkan bobot prioritas terhadap semua kriteria pada tabel 4.25 di atas dapat diketahui rangking setiap ruas jalan tersebut. Dimana ruas jalan yang menunjukkan bobot prioritas lebih besar maka penanganannya akan lebih diprioritaskan. Hal tersebut dikarenakan semakin tinggi bobot prioritas suatu ruas jalan berarti tingkat pencapaian tujuan pengelolaan jalan dari ruas tersebut

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

127 terhadap pengelolaan jalan nasional Panton Labu/Simpang – Langsa – Batas SUMUT telah sesuai dengan kriteria dan variabel yang ditetapkan.

Adapun rangking atau urutan prioritas penanganannya ditampilkan pada tabel 4.26 berikut :

Tabel 4.26 Rangking Prioritas Penanganan Ruas Jalan Nasional Panton Labu/Simpang – Langsa – Batas SUMUT Terhadap Semua Kriteria Dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)

No

Ruas Nama Ruas Bobot

Prioritas % Rangking

a b c d e

01111 Jalan A.M.Ibrahim (Langsa) 0.27488 27.49% 1

01211 Jalan Agus Salim (Langsa) 0.23189 23.19% 2

04711 Jalan Kuala Langsa (Langsa) 0.12808 12.81% 3

047 Batas Kota Langsa - Kuala Langsa 0.11220 11.22% 4

01112 Jalan Ahmad Yani (Langsa) 0.10319 10.32% 5

011 Peureulak (km 392) - Batas Kota Langsa 0.06211 6.21% 6 010 Panton Labu/Simpang (km 328) - Peureulak 0.05138 5.14% 7 012 Batas Kota Langsa - Batas Prov. SUMUT 0.03547 3.55% 8

0.99921 99.92%

Sumber : Hasil Analisa

Dengan memasukkan 3 kriteria yaitu kriteria kondisi ruas jalan, arus ruas jalan dan biaya penanganan jalan terhadap penentuan prioritas penanganan jalan di daerah penelitian diperoleh bahwa ruas jalan A.M.Ibrahim (Langsa) adalah prioritas pertama, diikuti ruas jalan Agus Salim (Langsa) dan seterusnya.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

128 4.6 Penentuan Prioritas Penanganan Jalan Dengan Metode Bina Marga 4.6.1 Analisis Penghematan Biaya Operasi Kendaraan (BOK)

Karena yang diperhitungkan sebagai manfaat proyek adalah selisih dalam BOK, maka yang perlu dihitung adalah biaya tidak tetap saja baik untuk kondisi dengan proyek (with project) maupun untuk kondisi tanpa proyek (without project). (Pedoman studi kelayakan proyek jalan dan jembatan Pd.T-18-2005-B).

4.6.1.1 Biaya Konsumsi Bahan Bakar (BiBBMj)

Biaya konsumsi bahan bakar dihitung dengan persamaan 2.12, yaitu : BiBBMj= KBBMi x HBBMj

Dimana : BiBBMj = Biaya konsumsi bahan bakar (Rp/km) KBBMi = Konsumsi bahan bakar minyak (liter/km) HBBMj = Harga bahan bakar (Rp/liter)

Dalam analisis ekonomi digunakan harga ekonomi sebagai harga satuan bahan bakar (Pd.T-15-2005-B). Adapun harga bahan bakar dapat dilihat pada tabel 4.27 berikut :

Tabel 4.27 Harga bahan bakar tahun 2015

Jenis Bahan Bakar Harga Finansial (Rp/liter)

Harga Ekonomi (Rp/liter) Bensin Premium Rp 7,300.00 Rp 6,570.00 Solar Rp 6,900.00 Rp 6,210.00 Harga Ekonomi = Harga Finansial - PPN (10%)

Sumber : Kementerian ESDM RI, 2015

Sementara untuk menghitung konsumsi bahan bakar minyak masing – masing kendaraan digunakan persamaan 2.13.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

129

 Kecepatan rata – rata (VR) lalu lintas

Dengan menggunakan persamaan 2.14 s.d 2.17 dan berdasarkan pada tabel 2.24 s.d 2.32 serta tabel 4.12 dihitung kecepatan arus bebas kendaraan pada masing – masing ruas jalan dimana hasil perhitungannya ditunjukkan pada tabel 4.28 di bawah. Adapun perhitungan kecepatan arus bebas kendaraan pada setiap ruas jalan dilampirkan pada lampiran 10.

Contoh perhitungan

Dihitung kecepatan arus bebas untuk kendaraan ringan pada ruas jalan Panton Labu/Simpang (km 328) – Peureulak dengan data sebagai berikut :

Jalan arteri 2/2 UD dengan tipe medan datar ; FV0 = 65 km/jam (tabel 2.29)

Lebar bahu efektif 1,0 m; Hambatan samping rendah : FFVSF = 0,97 (tabel 2.30)

Pengembangan samping jalan 25 %;

FFVRC = 0,98 (tabel 2.31)

Lebar jalur lalu lintas efektif 7,0 m;

FVw = 0 (tabel 2.31) Sehingga,

FV = (FVO + FVW) × FFVSF × FFVRC

= (65 + 0) x 0,97 x 0,98

= 61,789 km/jam

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

130 Tabel 4.28 Kecepatan Arus (VR) Bebas Kendaraan Pada Setiap Ruas Jalan

Sedan Utiliti Bus Ruas 010 61.789 61.789 54.184 65.591 54.184 54.184 52.283 51.332 Ruas 011 58.604 58.604 51.391 62.210 51.391 51.391 49.588 48.686 Ruas 01111 55.899 55.899 49.019 59.339 49.019 49.019 47.299 45.982 Ruas 01112 44.501 44.501 39.036 39.036 39.036 39.036 39.036 36.410 Ruas 012 62.330 62.330 53.598 62.220 53.598 53.598 52.056 51.629 Ruas 01211 58.604 58.604 51.391 62.210 51.391 51.391 49.588 48.686 Ruas 047 57.376 57.376 50.314 60.906 50.314 50.314 48.549 47.666 Ruas 04711 58.637 58.637 51.420 62.245 51.420 51.420 49.616 48.713

Ruas Jalan

Kecepatan Arus Bebas (km/jam) Setiap Jenis Kendaraan

Sumber : Hasil Analisa

 Percepatan rata – rata (AR)

Data volume lalu lintas dan kapasitas ruas jalan yang tersedia masih dalam bentuk LHRT (kend/hari) maka terlebih dahulu harus diubah menjadi smp/jam atau dalam volume lalu lintas arus jam sibuk. Perhitungan volume lalu lintas arus jam sibuk (smp/jam) dilampirkan pada lampiran 11.

Selanjutnya dengan menggunakan persamaan 2.18 yaitu : AR = 0,0128 x (V/C)

Maka diperoleh percepatan rata – rata (AR) pada setiap ruas jalan seperti pada tabel 4.29 berikut :

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

131 Tabel 4.29 Percepatan Rata –Rata (AR) Pada Ruas Jalan

No Ruas Jalan Volume

1 Ruas 010 644 2755 0.00299

2 Ruas 011 612 2639 0.00297

3 Ruas 01111 333 2295.93 0.00186

4 Ruas 01112 2820 5018.112 0.00719

5 Ruas 012 790 4977.299 0.00203

6 Ruas 01211 911 2639 0.00442

7 Ruas 047 932 2245.76 0.00531

8 Ruas 04711 558 2424.4 0.00295

Sumber : Hasil Analisa

 Simpangan baku percepatan (SA)

Simpangan baku percepatan dihitung dengan persamaan 2.19, yaitu : SA = SA max (1,04 / (1 + e (a0 + a1)*V/C

)).

Adapun hasil perhitungan simpangan baku percepatan dapat dilihat pada tabel 4.30 di bawah ini :

Tabel 4.30 Simpangan Baku Percepatan (SA) Pada Ruas Jalan

Ruas Jalan Volume

Ruas 010 644 2755 0.75 5.140 -8.264 0.5264

Ruas 011 612 2639 0.75 5.140 -8.264 0.5254

Ruas 01111 333 2295.93 0.75 5.140 -8.264 0.4769

Ruas 01112 2820 5018.112 0.75 5.140 -8.264 0.6651

Ruas 012 790 4977.299 0.75 5.140 -8.264 0.4847

Ruas 01211 911 2639 0.75 5.140 -8.264 0.5820

Ruas 047 932 2245.76 0.75 5.140 -8.264 0.6125

Ruas 04711 558 2424.4 0.75 5.140 -8.264 0.5245

Sumber : Hasil Analisa

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

132

 Tanjakan (RR) dan turunan rata – rata (FR) serta derajat tikungan rata – rata (DTR)

Karena data tanjakan, turunan dan derajat tikungan rata – rata tidak tersedia maka nilai tipikal (default) seperti pada tabel 2.35 dan tabel 2.36 dapat digunakan dalam menghitung biaya pemakai jalan (Pd. T-15-2005-B). Nilai tipikal tanjakan, turunan dan derajat tikungan rata – rata setiap ruas jalan ditampilkan pada tabel 4.31 berikut :

Tabel 4.31 Tanjakan (RR) dan Turunan Rata – Rata (FR) Serta Derajat Tikungan Rata – Rata (DTR)

Ruas Jalan Tanjakan (m/km) Turunan (m/km) Derajat Tikungan (◦/km)

Ruas 010 2.5 -2.5 15

Ruas 011 2.5 -2.5 15

Ruas 01111 2.5 -2.5 15

Ruas 01112 2.5 -2.5 15

Ruas 012 2.5 -2.5 15

Ruas 01211 2.5 -2.5 15

Ruas 047 2.5 -2.5 15

Ruas 04711 2.5 -2.5 15

Sumber : Hasil Analisa

 Berat kendaraan (BK)

Berat setiap jenis kendaraan yang digunakan dalam analisa ini adalah berat kendaraan maksimum masing – masing jenis kendaraan seperti dalam pedoman perhitungan biaya operasi kendaraan bagian I : biaya tidak tetap (running cost).

Hal ini karena dalam menghitung biaya pemakai jalan diasumsikan bahwa kendaraan yang melewati suatu ruas jalan memiliki berat maksimum yang sesuai pada tabel 2.37. Berat sepeda motor (MC) adalah 500 kg. Data berat kendaraan masing – masing jenis kendaraan dapat dilihat pada tabel 4.32 berikut :

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

133 Tabel 4.32 Berat Kendaraan (BK) Setiap Jenis Kendaraan

No Jenis Kendaraan Berat Kendaraan (ton)

1 Sedan 1.5

2 Utiliti 2.0

3 Bus Kecil 4.0

4 Bus Besar 12.0

5 Truk Ringan 6.0

6 Truk Sedang 15.0

7 Truk Berat 25.0

Sumber : Pd T-15-2005-B, Departemen PU

Berdasarkan nilai – nilai yang diperoleh di atas selanjutnya dihitung biaya konsumsi bahan bakar (BiBBMj ) setiap jenis kendaraan pada masing – masing ruas jalan. Adapun perhitungannya dapat dilihat pada lampiran 12.

Contoh perhitungan

Dihitung biaya konsumsi bahan bakar minyak untuk jenis kendaraan sedan pada ruas jalan (010) Panton Labu/Simpang (km 328) – Peureulak dengan data seperti pada tabel 4.33 adalah :

Tabel 4.33 Data Komponen Konsumsi Bahan Bakar Jenis Kendaraan Sedan

α 1 2 3 4 5 6 7 8

23.78 1181.2 0.0037 1.2650 0.634 0.00 0.00 -0.638 36.21

9 10 11 VR RR FR DTR AR SA BK

0.00 0.00 0.00 61.789 2.5 -2.5 15 0.00299 0.5264 1.5

Jenis Bahan Bakar Bensin HBBMj Rp 6,570.00

Sumber : Hasil Analisa Maka,

KBBMsedan= (α + 1/VR+ 2 x VR2+ 3 x RR+ 4 x FR+ 5 x FR2+ 6 x DTR+ 7 x AR+ 8x SA + 9x BK + 10 x BK x AR + 11 x BK x SA)/1000

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

134 KBBMsedan = (23.78 + (1181.2/(61.789)) + (0.0037 x (61.7892)) + (1.265 x 2.5) + (0.634 x -2.5) + (0.0 x -2.52) + (0.0 x 15) + (-0.638 x 0.00299) + (36.21 x 0.5264) + (0.0 x 1.5) + (0.0 x 1.5 x 0.00299) + (0.0 x 1.5 x 0.5264)) / 1000

KBBMsedan = 0.07766 liter/km Maka ;

BsedanBBMbensin = KBBMsedan x HBBMbensin

BsedanBBMbensin = (0.07766 liter/km) x (Rp 6,570.00 /liter) BsedanBBMbensin = Rp 510.22 /km

Maka biaya konsumsi bahan bakar minyak (BiBBMj) untuk jenis kendaraan sedan pada ruas jalan Panton Labu/Simpang (km 328) – Peureulak adalah Rp 510.22 /km. Adapun rekapitulasi konsumsi bahan bakar (KBBMi) dan biaya konsumsi bahan bakar minyak (BiBBMj) setiap jenis kendaraan pada masing – masing ruas jalan dapat dilihat pada tabel 4.34 dan tabel 4.35 berikut :

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

135

135

Tabel 4.34 Rekapitulasi Konsumsi Bahan Bakar (KBBMi) Setiap Jenis Kendaraan Pada Masing – Masing Ruas Jalan

Ruas Jalan Sedan Utiliti Bus Kecil Bus Besar Truk Ringan Truk Sedang Truk Berat MC

Ruas 010 0.07766 0.09684 0.16838 0.21753 0.24588 0.36185 0.47996 0.07718

Ruas 011 0.07724 0.09564 0.16662 0.21512 0.24551 0.35760 0.47829 0.07741

Ruas 01111 0.07532 0.09263 0.16279 0.21243 0.23083 0.34121 0.46412 0.07614

Ruas 01112 0.08331 0.10040 0.17027 0.21484 0.28896 0.38104 0.52017 0.08678

Ruas 012 0.07623 0.09515 0.16578 0.21431 0.23322 0.34967 0.46816 0.07565

Ruas 01211 0.07929 0.09826 0.16967 0.21629 0.26268 0.37307 0.49415 0.07946

Ruas 047 0.08030 0.09930 0.17074 0.21613 0.27194 0.37998 0.50239 0.08072

Ruas 04711 0.07721 0.09561 0.16659 0.21512 0.24524 0.35740 0.47804 0.07738

Konsumsi Bahan Bakar (KBBMi) (liter/km)

Sumber : Hasil Analisa

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

136

136

Tabel 4.35 Rekapitulasi Biaya Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BiBBMj) Setiap Jenis Kendaraan Pada Masing – Masing Ruas Jalan

Ruas Jalan Sedan Utiliti Bus Kecil Bus Besar Truk Ringan Truk Sedang Truk Berat MC

Ruas 010 Rp 510.22 Rp 636.25 Rp 1,045.66 Rp 1,350.85 Rp 1,526.89 Rp 2,247.11 Rp 2,980.58 Rp 507.05 Ruas 011 Rp 507.49 Rp 628.35 Rp 1,034.71 Rp 1,335.88 Rp 1,524.62 Rp 2,220.71 Rp 2,970.15 Rp 508.60 Ruas 01111 Rp 494.83 Rp 608.55 Rp 1,010.93 Rp 1,319.17 Rp 1,433.48 Rp 2,118.91 Rp 2,882.18 Rp 500.22 Ruas 01112 Rp 547.32 Rp 659.62 Rp 1,057.36 Rp 1,334.16 Rp 1,794.43 Rp 2,366.25 Rp 3,230.28 Rp 570.16 Ruas 012 Rp 500.85 Rp 625.12 Rp 1,029.47 Rp 1,330.87 Rp 1,448.30 Rp 2,171.43 Rp 2,907.28 Rp 497.01 Ruas 01211 Rp 520.95 Rp 645.54 Rp 1,053.64 Rp 1,343.16 Rp 1,631.23 Rp 2,316.74 Rp 3,068.67 Rp 522.06 Ruas 047 Rp 527.57 Rp 652.39 Rp 1,060.29 Rp 1,342.17 Rp 1,688.75 Rp 2,359.67 Rp 3,119.81 Rp 530.33 Ruas 04711 Rp 507.29 Rp 628.15 Rp 1,034.52 Rp 1,335.92 Rp 1,522.93 Rp 2,219.44 Rp 2,968.66 Rp 508.36

Biaya Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BiBBMj) (Rp/km)

Sumber : Hasil Analisa

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

137 4.6.1.2 Biaya Konsumsi Oli (BOi)

Persamaan – persamaan yang digunakan dalam proses perhitungan biaya konsumsi oli adalah :

BOi = KOi x HOj

KOi = OHKi + OHOi x KBBMi

OHKi = KPOi / JPOi.

Adapun harga unit satuan oli tahun 2015 seperti pada tabel 4.36 berikut : Tabel 4.36 Harga Oli (HOj) Tahun 2015

Jenis

Kendaraan Jenis Oli Harga Finansial

(Rp/liter)

Harga Ekonomi (Rp/liter) Sedan Mesran Super 20W-50 Rp 26,500.00 Rp 23,850.00 Utiliti Mesran Super 20W-50 Rp 26,500.00 Rp 23,850.00 Bus Kecil Mesran B30/B40 Rp 25,500.00 Rp 22,950.00 Bus Besar Mesran B30/B40 Rp 25,500.00 Rp 22,950.00 Truk Ringan Mesran B30/B40 Rp 25,500.00 Rp 22,950.00 Truk Sedang Mesran B30/B40 Rp 25,500.00 Rp 22,950.00 Truk Berat Mesran B30/B40 Rp 25,500.00 Rp 22,950.00 Harga Ekonomi = Harga Finansial - PPN (10%)

Sumber : www.hargavelg/harga-oli-pelumas-pertamina.html

Selanjutnya berdasarkan data pada tabel 2.38, tabel 4.34 dan tabel 4.36 dihitung besar konsumsi oli (KOi) dan biaya konsumsi oli (BOi) setiap jenis kendaraan pada masing – masing ruas jalan. Untuk sepeda motor menggunakan data kendaraan ringan (sedan). Akan tetapi kapasitas oli (KPO) yang berbeda yaitu 0.7 liter.

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

138 Contoh perhitungan

Dihitung konsumsi oli (KOi) dan biaya konsumsi oli (BOi) jenis kendaraan sedan pada ruas (010) Panton Labu/Simpang (km 328) – Peureulak dengan data sebagai berikut :

JPOsedan = 2000 km (Tabel 2.38);

KPOsedan = 3.5 liter (Tabel 2.38);

OHOsedan = 2.8 x 10-6 liter/km (Tabel 2.38);

KBBMsedan = 0.07766 liter/km (Tabel 4.34);

Jenis oli adalah mesran super 20W – 50 dengan Harga ekonomi (HOj) = Rp23,850.00 (Tabel 4.36);

Maka,

OHKsedan = KPOsedan / JPOsedan

= (3.5 liter)/(2000 km)

= 0.00175 liter/km

KOsedan = OHKsedan + OHOsedan x KBBMsedan

= 0.00175 + 0.0000028 x 0.07766 liter/km

= 0.00175 liter/km BOsedan = KOsedan x HOj

= 0.00175 liter/km x Rp 23,850.00 /liter

= Rp 41.74 /km

Adapun perhitungan konsumsi oli (KOi) dan biaya konsumsi oli (BOi) setiap jenis kendaraan pada masing – masing ruas jalan dilampirkan pada lampiran 13. Rekapitulasi biaya konsumsi oli (BOi) masing – masing jenis kendaraan pada setiap ruas jalan dapat dilihat pada tabel 4.37 berikut :

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

139

139

Tabel 4.37 Rekapitulasi Biaya Konsumsi Oli (BOi) Setiap Jenis Kendaraan Pada Masing – Masing Ruas Jalan

Ruas Jalan Sedan Utiliti Bus Kecil Bus Besar Truk Ringan Truk Sedang Truk Berat MC

Ruas 010 Rp 41.74 Rp 41.74 Rp 68.86 Rp 137.71 Rp 68.86 Rp 137.72 Rp 275.42 Rp 8.35 Ruas 011 Rp 41.74 Rp 41.74 Rp 68.86 Rp 137.71 Rp 68.86 Rp 137.72 Rp 275.42 Rp 8.35 Ruas 01111 Rp 41.74 Rp 41.74 Rp 68.86 Rp 137.71 Rp 68.86 Rp 137.72 Rp 275.42 Rp 8.35 Ruas 01112 Rp 41.74 Rp 41.74 Rp 68.86 Rp 137.71 Rp 68.86 Rp 137.72 Rp 275.43 Rp 8.35 Ruas 012 Rp 41.74 Rp 41.74 Rp 68.86 Rp 137.71 Rp 68.86 Rp 137.72 Rp 275.42 Rp 8.35 Ruas 01211 Rp 41.74 Rp 41.74 Rp 68.86 Rp 137.71 Rp 68.86 Rp 137.72 Rp 275.42 Rp 8.35 Ruas 047 Rp 41.74 Rp 41.74 Rp 68.86 Rp 137.71 Rp 68.86 Rp 137.72 Rp 275.42 Rp 8.35 Ruas 04711 Rp 41.74 Rp 41.74 Rp 68.86 Rp 137.71 Rp 68.86 Rp 137.72 Rp 275.42 Rp 8.35

Biaya Konsumsi Oli (BOi) (Rp/km)

Sumber : Hasil Analisa

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

140 4.6.1.3 Biaya Konsumsi Suku Cadang (BPi)

 Harga kendaraan baru rata – rata (HKBi)

Data harga kendaraan baru yang diperoleh dari berbagai sumber dipakai sebagai harga finansial kendaraan baru rata – rata (HKBi). Data jenis dan harga unit kendaraan baru (HKBi) dan harga ban serta harga ekonomi setiap kendaraan disajikan pada tabel 4.38 dan tabel 4.39 berikut :

Tabel 4.38 Jenis dan Harga Finansial Kendaraan Baru (HKBi) Jenis

Tabel 4.39 Harga Ekonomi Kendaraan Baru (HKBi) Jenis Utiliti Mitsubishi L300 Pick Up Standard Rp 164,289,600 Rp 147,860,640 Bus Kecil Mitsubishi L300 Minibus Standard Rp 197,099,600 Rp 177,389,640 Bus Besar Mercedes Benz OH 1521 E3 Rp 606,249,600 Rp 545,624,640 Truk Ringan Mitsubishi Colt FE73 110PS Rp 253,449,600 Rp 228,104,640 Truk Sedang Mitsubishi Colt Diesel 125 PS Rp 304,324,400 Rp 273,891,960 Truk Berat Mitsubishi Fuso FN 527M Rp 710,307,000 Rp 639,276,300

MC Supra X 125 CW Rp 17,012,000 Rp 15,310,800

Harga Ekonomi = Harga Finasial - PPN (10%) Sumber : Hasil Analisa

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

141

 Nilai relatif biaya suku cadang terhadap harga kendaraan baru (Pi)

Data yang diperlukan dalam perhitungan (Pi) adalah data kekasaran jalan (IRI). Adapun nilai IRI setiap ruas jalan disajikan dalam tabel 4.40 berikut :

Tabel 4.40 Nilai IRI (m/km) Setiap Ruas Jalan

No 010 Panton Labu/Simpang (km 328) - Peureulak 65.48 3.52 011 Peureulak (km 392) - Batas Kota Langsa 44.339 3.35

01111 Jalan A.M.Ibrahim (Langsa) 4.679 5.25

01112 Jalan Ahmad Yani (Langsa) 5.222 3.11

012 Batas Kota Langsa - Batas Prov. SUMUT 50.832 3.54

01211 Jalan Agus Salim (Langsa) 1.424 4.84

047 Batas Kota Langsa - Kuala Langsa 4.07 3.80

04711 Jalan Kuala Langsa (Langsa) 2.96 3.50

Sumber : Satuan Kerja Perencana dan Pengawasan Jalan Nasional Aceh

Sementara untuk data tipikal koefisien – koefisien parameter dan konstanta setiap jenis kendaraan dapat dilihat pada tabel 2.39. KJT sepeda motor

= 40,000 km; sedan = 80,000 km dan kendaraan lainnya adalah 100,000 km.

Perhitungan secara lengkap dilampirkan pada lampiran 14.

Contoh perhitungan

= 0.61243 x Rp 252,235,800/1000000

= Rp 154.48 /km

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

142

142

Rekapitulasi hasil perhitungan konsumsi suku cadang (Pi) dan biaya konsumsi suku cadang atau biaya pemeliharaan (BPi) setiap jenis kendaraan pada setiap ruas jalan disajikan pada tabel 4.41 dan tabel 4.42 berikut :

Tabel 4.41 Rekapitulasi Hasil Perhitungan Konsumsi Suku Cadang (Pi) Setiap Jenis Kendaraan Pada Setiap Ruas Jalan

Ruas Jalan Sedan Utiliti Bus Kecil Bus Besar Truk Ringan Truk Sedang Truk Berat MC

Ruas 010 0.61243 0.62625 0.62244 0.24434 0.19585 0.28532 0.10606 0.57142

Ruas 011 0.55697 0.56953 0.56437 0.22678 0.16689 0.22321 0.08440 0.51967

Ruas 01111 1.17685 1.20341 1.21334 0.42298 0.49057 0.91745 0.32645 1.09804

Ruas 01112 0.47866 0.48947 0.48240 0.20200 0.12600 0.13551 0.05382 0.44661

Ruas 012 0.61895 0.63292 0.62927 0.24640 0.19926 0.29263 0.10860 0.57750

Ruas 01211 1.04309 1.06662 1.07330 0.38064 0.42072 0.76764 0.27422 0.97323

Ruas 047 0.70378 0.71966 0.71807 0.27325 0.24355 0.38763 0.14173 0.65665

Ruas 04711 0.60590 0.61958 0.61560 0.24227 0.19244 0.27801 0.10351 0.56533

Konsumsi Suku Cadang (Pi)

Sumber : Hasil Analisa

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

143

143

Tabel 4.42 Rekapitulasi Hasil Perhitungan Biaya Konsumsi Suku Cadang (BPi) Setiap Jenis Kendaraan Pada Setiap Ruas Jalan

Ruas Jalan Sedan Utiliti Bus Kecil Bus Besar Truk Ringan Truk Sedang Truk Berat MC Ruas 010 Rp 154.48 Rp 92.60 Rp 110.41 Rp 133.32 Rp 44.67 Rp 78.15 Rp 67.80 Rp 8.75 Ruas 011 Rp 140.49 Rp 84.21 Rp 100.11 Rp 123.74 Rp 38.07 Rp 61.13 Rp 53.95 Rp 7.96 Ruas 01111 Rp 296.84 Rp 177.94 Rp 215.23 Rp 230.79 Rp 111.90 Rp 251.28 Rp 208.69 Rp 16.81 Ruas 01112 Rp 120.74 Rp 72.37 Rp 85.57 Rp 110.21 Rp 28.74 Rp 37.12 Rp 34.41 Rp 6.84 Ruas 012 Rp 156.12 Rp 93.58 Rp 111.63 Rp 134.44 Rp 45.45 Rp 80.15 Rp 69.43 Rp 8.84 Ruas 01211 Rp 263.10 Rp 157.71 Rp 190.39 Rp 207.69 Rp 95.97 Rp 210.25 Rp 175.30 Rp 14.90 Ruas 047 Rp 177.52 Rp 106.41 Rp 127.38 Rp 149.09 Rp 55.55 Rp 106.17 Rp 90.60 Rp 10.05 Ruas 04711 Rp 152.83 Rp 91.61 Rp 109.20 Rp 132.19 Rp 43.90 Rp 76.15 Rp 66.17 Rp 8.66

Biaya Konsumsi Suku Cadang (BPi) (Rp/km)

Sumber : Hasil Analisa

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

144 4.6.1.4 Biaya Upah Pemeliharaan Kendaraan (BUi)

 Harga satuan upah tenaga pemeliharaan (UTP)

Perhitungan harga satuan upah tenaga pemeliharaan (UTP) diperhitungkan biaya upah mekanik rata – rata tahun 2013 yang diperoleh dari biaya rata-rata upah mekanik bengkel sebesar Rp. 10,250 perjam (Pengaruh Tingkat Kerusakan Jalan Terhadap Biaya Pemeliharaan dan Biaya Kemacetan, Bambang E. Yuwono dkk, 2013). Maka dengan suku bunga rata – rata tahun 2015 seperti pada tabel 4.43 di bawah dihitung nilai sekarang (2015) dari upah mekanik.

Tabel 4.43 Suku Bunga Rata – Rata Tahun 2015 Bank Suku Bunga (i)

BCA 10.25%

BNI 10.65%

Mandiri 10.75%

rata - rata 10.55%

Sumber : Hasil Survei

Dengan i = 10.55 % nilai upah mekanik bengkel pada tahun 2015 adalah : Upah mekanik 2015 = Rp 10,250 (1+i)n

= Rp 10,250 (1 + 10.55%)2015-2013

= Rp 12,526.84 /jam

 Kebutuhan jam pemeliharaan (JPi)

Perhitungan jumlah jam pemeliharaan (JPi) dan biaya upah pemeliharaan kendaraan (BUi) masing – masing jenis kendaraan pada setiap ruas jalan dilampirkan pada lampiran 15.

Adapun rekapitulasi biaya upah pemeliharaan kendaraan (BUi) disajikan pada tabel 4.44 berikut :

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

145

145

Tabel 4.44 Rekapitulasi Biaya Upah Pemeliharaan Kendaraan (BUi)

Ruas Jalan Sedan Utiliti Bus Kecil Bus Besar Truk Ringan Truk Sedang Truk Berat MC

Ruas 010 Rp 738.99 Rp 748.07 Rp 2,370.53 Rp 1,773.98 Rp 1,300.82 Rp 1,585.33 Rp 1,178.48 Rp 711.50 Ruas 011 Rp 701.60 Rp 710.22 Rp 2,253.06 Rp 1,706.90 Rp 1,197.15 Rp 1,396.34 Rp 1,046.74 Rp 675.50 Ruas 01111 Rp 1,056.35 Rp 1,069.32 Rp 3,351.95 Rp 2,355.96 Rp 2,095.00 Rp 2,899.78 Rp 2,112.23 Rp 1,017.04 Ruas 01112 Rp 645.80 Rp 653.73 Rp 2,076.81 Rp 1,607.77 Rp 1,034.68 Rp 1,078.81 Rp 828.80 Rp 621.77 Ruas 012 Rp 743.29 Rp 752.42 Rp 2,384.00 Rp 1,781.72 Rp 1,312.52 Rp 1,606.19 Rp 1,193.09 Rp 715.64 Ruas 01211 Rp 988.88 Rp 1,001.02 Rp 3,145.24 Rp 2,230.94 Rp 1,934.48 Rp 2,644.46 Rp 1,929.49 Rp 952.09 Ruas 047 Rp 797.39 Rp 807.18 Rp 2,553.07 Rp 1,879.58 Rp 1,456.63 Rp 1,857.48 Rp 1,369.85 Rp 767.72 Ruas 04711 Rp 734.68 Rp 743.70 Rp 2,356.99 Rp 1,766.22 Rp 1,289.03 Rp 1,564.21 Rp 1,163.70 Rp 707.34

Biaya Upah Pemeliharaan Kendaraan (BUi) (Rp/km)

Sumber : Hasil Analisa

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

146 Contoh perhitungan

Dihitung kebutuhan jam pemeliharaan (JPi) dan biaya upah pemeliharaan kendaraan (BUi) jenis sedan pada ruas jalan Panton Labu/Simpang (km 328) – Peureulak dengan data sebagai berikut :

Data : Psedan = 0.61243 (Tabel 4.41); a0 = 77.14 (Tabel 2.40);

= 58.99 x Rp 12,526.84/1000 = Rp 738.99/km

4.6.1.5 Biaya Konsumsi Ban

 Harga ban (HBj)

Harga Ekonomi setiap ban disajikan pada tabel 4.45 berikut : Tabel 4.45 Harga Finansial dan Harga Ekonomi Ban Baru

Jenis Harga Ekonomi = Harga Finansial - PPN (10%) Sumber : Hasil Analisa

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

147

 Konsumsi ban (KB)

Dalam proses perhitungan konsumsi ban masing – masing jenis kendaraan pada setiap ruas jalan dipakai data nilai konstanta dan koefisien – koefisien parameter dapat dilihat pada tabel 2.41. Sedangkan untuk nilai tipikal tanjakan dan turunan yang dipakai sesuai dengan tabel 2.42 dengan medan datar adalah 5 m/km serta nilai tipikal derajat tikungan medan datar adalah 15 ◦/km (tabel β.43).

Nilai IRI setiap ruas jalan dapat dilihat pada tabel 4.40.

Contoh perhitungan

Dihitung konsumsi ban dan biaya konsumsi ban jenis kendaraan sedan pada ruas jalan Panton Labu/Simpang (km 328) – Peureulak dengan data sebagai berikut :

χ = -0.01471; δ1 = 0.01489; δ2 = 0; δ3 = 0; IRI = 3.52 m/km (Tabel 4.40);

TTR = 5 m/km; DTR = 15 ◦/km; HBj = Rp 874,800;

Maka,

KBsedan= χ + δ1x IRI + δ2x TTR + δ3 x DTR ( Persamaan 2.30) KBsedan = -0.01471 + 0.01489 x 3.52 m/km

KBsedan = 0.03770 Sehingga,

BBsedan = KBsedan x HBj /1000 (Persamaan 2.29) BBsedan = 0.03770 x Rp 874,800 / 1000

BBsedan = Rp 32.98 /km

Perhitungan biaya konsumsi ban secara rinci dilampirkan pada lampiran 16. Adapun rekapitulasi biaya konsumsi ban (BBi) setiap jenis kendaraan pada masing – masing ruas jalan ditunjukkan pada tabel 4.46 di bawah ini :

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

148

148

Tabel 4.46 Rekapitulasi Biaya Konsumsi Ban (BBi) Masing – Masing Jenis Kendaraan Pada Setiap Ruas Jalan

Ruas Jalan Sedan Utiliti Bus Kecil Bus Besar Truk Ringan Truk Sedang Truk Berat MC

Ruas 010 Rp 32.98 Rp 35.54 Rp 86.36 Rp 68.08 Rp 86.36 Rp 66.39 Rp 160.07 Rp 4.04 Ruas 011 Rp 30.77 Rp 34.28 Rp 83.73 Rp 68.08 Rp 83.73 Rp 66.39 Rp 160.07 Rp 3.77 Ruas 01111 Rp 55.52 Rp 48.35 Rp 113.12 Rp 68.08 Rp 113.12 Rp 66.39 Rp 160.07 Rp 6.80 Ruas 01112 Rp 27.64 Rp 32.51 Rp 80.02 Rp 68.08 Rp 80.02 Rp 66.39 Rp 160.07 Rp 3.38 Ruas 012 Rp 33.24 Rp 35.69 Rp 86.67 Rp 68.08 Rp 86.67 Rp 66.39 Rp 160.07 Rp 4.07 Ruas 01211 Rp 50.18 Rp 45.32 Rp 106.78 Rp 68.08 Rp 106.78 Rp 66.39 Rp 160.07 Rp 6.14 Ruas 047 Rp 36.63 Rp 37.61 Rp 90.69 Rp 68.08 Rp 90.69 Rp 66.39 Rp 160.07 Rp 4.48 Ruas 04711 Rp 32.72 Rp 35.39 Rp 86.05 Rp 68.08 Rp 86.05 Rp 66.39 Rp 160.07 Rp 4.01

Biaya Konsumsi Ban (BBi) (Rp/km)

Sumber : Hasil Analisa

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

149 4.6.1.6 Biaya Tidak Tetap Besaran BOK (BTT)

Nilai biaya tidak tetap (BTT) ini dipakai sebagai BOK tanpa proyek (without project) penanganan.

Contoh perhitungan

Dihitung biaya tidak tetap jenis kendaraan sedan pada ruas (010) jalan Panton Labu/Simpang (km 328) – Peureulak dengan data berikut :

BsedanBBMpremium = Rp 510.22/km (Tabel 4.35);

BOsedan = Rp 41.74/km (Tabel 4.37);

BPsedan = Rp 154.48/km (Tabel 4.42);

BUsedan = Rp 738.99/km (Tabel 4.44);

BBsedan = Rp 32.98/km (Tabel 4.46) Sehingga,

BTT = BiBBMj + BOi + BPi + BUi + BBi

BTT = Rp 510.22/km+Rp 41.74/km+Rp154.48/km+ Rp 738.99/km+Rp 32.98/km BTT = Rp 1,478.41/km

Rekapitulasi biaya tidak tetap besaran biaya operasi kendaraan (BOK) tanpa proyek (without project) ditunjukkan pada tabel 4.47 berikut :

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

150

150

Tabel 4.47 Rekapitulasi Biaya Tidak Tetap Besaran Biaya Operasi Kendaraan (BOK) Tanpa Proyek (Without Project)

Ruas Jalan Sedan Utiliti Bus Kecil Bus Besar Truk Ringan Truk Sedang Truk Berat MC

Ruas 010 Rp 1,478.42 Rp 1,554.20 Rp 3,681.82 Rp 3,463.94 Rp 3,027.61 Rp 4,114.70 Rp 4,662.35 Rp 1,239.69 Ruas 011 Rp 1,422.09 Rp 1,498.81 Rp 3,540.47 Rp 3,372.31 Rp 2,912.43 Rp 3,882.30 Rp 4,506.34 Rp 1,204.17 Ruas 01111 Rp 1,945.28 Rp 1,945.90 Rp 4,760.09 Rp 4,111.71 Rp 3,822.37 Rp 5,474.08 Rp 5,638.59 Rp 1,549.22 Ruas 01112 Rp 1,383.25 Rp 1,459.98 Rp 3,368.62 Rp 3,257.94 Rp 3,006.73 Rp 3,686.28 Rp 4,528.98 Rp 1,210.51 Ruas 012 Rp 1,475.25 Rp 1,548.56 Rp 3,680.62 Rp 3,452.82 Rp 2,961.80 Rp 4,061.88 Rp 4,605.30 Rp 1,233.91 Ruas 01211 Rp 1,864.85 Rp 1,891.34 Rp 4,564.91 Rp 3,987.57 Rp 3,837.32 Rp 5,375.56 Rp 5,608.96 Rp 1,503.54 Ruas 047 Rp 1,580.85 Rp 1,645.34 Rp 3,900.28 Rp 3,576.63 Rp 3,360.49 Rp 4,527.43 Rp 5,015.76 Rp 1,320.94 Ruas 04711 Rp 1,469.27 Rp 1,540.60 Rp 3,655.62 Rp 3,440.11 Rp 3,010.76 Rp 4,063.91 Rp 4,634.03 Rp 1,236.72

Biaya Tidak Tetap Besaran BOK (Rp/km)

Sumber : Hasil Analisa

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

151 Biaya tidak tetap besaran BOK tanpa proyek (without project) pada tabel di atas dipakai sebagai BOK tanpa proyek (without project). Selanjutnya dihitung BOK dengan adanya proyek (with project) penanganan. Dengan adanya penanganan pada setiap ruas jalan tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai kerataan jalan (IRI) dan kecepatan tempuh kendaraan. Maka, dengan menggunakan nilai IRI dan kecepatan setiap jenis kendaraan tersebut dihitung biaya operasi kendaraan pada setiap ruas jalan sebagai biaya operasi kendaraan (BOK) dengan adanya proyek (with project) penanganan/pemeliharaan jalan.

Peningkatan nilai IRI (m/km) diasumsikan bahwa semua ruas jalan akan berada dalam kondisi mantap (IRI = 3 m/km) setelah adanya penanganan.

Sementara untuk peningkatan kecepatan diasumsikan bahwa setiap ruas jalan mampu dilewati kendaraan pada kecepatan arus bebas dasar setelah adanya penanganan pada setiap ruas jalan tersebut.

Adapun nilai IRI dan kecepatan kendaraan pada setiap ruas jalan dengan adanya proyek (with project) penanganan jalan disajikan pada tabel 4.48 berikut :

Tabel 4.48 Nilai IRI (m/km) dan Kecepatan Kendaraan (km/jam) Dengan Proyek

Sedan Utiliti Bus

Kecepatan Arus Bebas (km/jam) Setiap Jenis Kendaraan IRI

(m/km)

Sumber : Hasil Analisa

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

152

152

Proses perhitungan BOK dengan proyek (with project) dilakukan dengan cara yang sama seperti dalam proses menghitung biaya operasi kendaraan (BOK) tanpa proyek (without project) di atas. Adapun rekapitulasi biaya tidak tetap besaran biaya operasi kendaraan (BOK) dengan proyek (with project) disajikan pada tabel 4.49 berikut :

Tabel 4.49 Biaya Tidak Tetap Besaran Biaya Operasi Kendaraan (BOK) Dengan Proyek (With Project)

Ruas Jalan Sedan Utiliti Bus Kecil Bus Besar Truk Ringan Truk Sedang Truk Berat Sepeda Motor Ruas 010 Rp 1,312.40 Rp 1,412.26 Rp 3,275.25 Rp 3,238.30 Rp 2,651.18 Rp 3,402.96 Rp 4,163.24 Rp 1,120.12 Ruas 011 Rp 1,312.16 Rp 1,411.96 Rp 3,274.92 Rp 3,238.18 Rp 2,649.30 Rp 3,401.29 Rp 4,161.51 Rp 1,119.89 Ruas 01111 Rp 1,300.63 Rp 1,397.35 Rp 3,258.84 Rp 3,232.17 Rp 2,558.05 Rp 3,319.45 Rp 4,077.32 Rp 1,108.35 Ruas 01112 Rp 1,338.41 Rp 1,434.94 Rp 3,294.71 Rp 3,193.41 Rp 2,911.63 Rp 3,577.69 Rp 4,385.17 Rp 1,157.32 Ruas 012 Rp 1,303.86 Rp 1,402.84 Rp 3,261.42 Rp 3,217.81 Rp 2,572.72 Rp 3,332.58 Rp 4,090.85 Rp 1,110.24 Ruas 01211 Rp 1,325.62 Rp 1,429.15 Rp 3,293.84 Rp 3,245.45 Rp 2,755.91 Rp 3,497.32 Rp 4,260.04 Rp 1,133.35 Ruas 047 Rp 1,332.87 Rp 1,438.51 Rp 3,304.15 Rp 3,249.55 Rp 2,813.44 Rp 3,549.43 Rp 4,313.32 Rp 1,140.60 Ruas 04711 Rp 1,311.95 Rp 1,411.69 Rp 3,274.62 Rp 3,238.07 Rp 2,647.61 Rp 3,399.77 Rp 4,159.95 Rp 1,119.67

Besaran BOK (Rp/km)

Sumber : Hasil Analisa

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

153 Selanjutnya dengan data LHRT (kend/hari) dan panjang jalan (km) pada tabel 4.50 di bawah, dihitung besar penghematan biaya operasi kendaraan (BOK) selama satu tahun pada setiap ruas jalan.

Tabel 4.50 Data LHRT (kend/hari) dan Panjang Jalan (km)

010 011 01111 01112 012 01211 047 04711

Sedan 1303 785 482 8403 1407 807 313 424

Utiliti 2221 1344 815 3366 2392 2002 202 276

Bus Kecil 224 328 188 9 313 7 0 0

Bus Besar 74 49 86 0 90 88 0 0

Truk ringan 611 882 512 46 845 37 2 4

Truk sedang 94 178 122 225 160 686 102 160

Truk berat 225 227 234 6 432 244 4 6

Sepeda motor 505 1114 600 76888 521 10234 8519 13193 L (km) 65.48 44.33 4.67 5.22 50.83 1.42 4.07 2.96

LHRT (kend/hari) Setiap Ruas Jalan Jenis

Kendaraan

Sumber : Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Aceh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional I Direktorat Jenderal Bina Marga

Contoh perhitungannya disajikan pada tabel 4.51 dan tabel 4.52 berikut : Tabel 4.51 Contoh Perhitungan Penghematan BOK (Selisih BOK)

Contoh perhitungannya disajikan pada tabel 4.51 dan tabel 4.52 berikut : Tabel 4.51 Contoh Perhitungan Penghematan BOK (Selisih BOK)

Dokumen terkait