Menyusun alternatif pengembangan perikanan tangkap yang berkelanjutan dan berkeadilan di Kabupaten Nias menggunakan analisis SWOT. SWOT adalah analisis yang digunakan para perencana strategis daerah atau bisnis (Rangkuti 2006).
3.6.1 Analisis strategi pengembangan usaha perikanan tangkap di Kabupaten Nias
Analisis strategi pengembangan menggunakan analisis SWOT, dilakukan agar dapat merencanakan ke depan tentang pengembangan perikanan tangkap di Kabupaten Nias yang meliputi aspek teknis, aspek biologi, aspek ekonomi, dan aspek sosial. Keempat aspek ini memegang peranan penting dalam pengembangan perikanan tangkap di Kabupaten Nias. Analisis ini memformulasikan keempat aspek di atas menjadi faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) dalam usaha pengembangan perikanan tangkap di Kabupaten Nias (Tabel 11).
Tabel 11 Formulasi aspek biologi, aspek teknik, aspek ekonomi, dan aspek sosial menjadi faktor internal dan faktor eksternal dalam pengembangan perikanan tangkap di Kabupaten Nias
Aspek biologi Aspek teknik Aspek ekonomi Aspek sosial
Faktor Internal
Kekuatan (Strengths)
Aspek biologi apa yang menjadi faktor kekuatan dalam pengembangan
Perikanan tangkap
terpilih di
Kabupaten Nias.
Aspek teknik apa yang menjadi faktor kekuatan dalam pengembangan Perikanan tangkap terpilih di Kabupaten Nias.
Aspek ekonomi apa yang menjadi faktor kekuatan dalam pengembangan Perikanan tangkap
terpilih di
Kabupaten Nias.
Aspek sosial apa
yang menjadi faktor kekuatan dalam pengembangan Perikanan tangkap terpilih di Kabupaten Nias. Kelemahan (Weaknesses)
Aspek biologi apa yang menjadi faktor kelemahan dalam pengembangan
Perikanan tangkap
terpilih di
Kabupaten Nias.
Aspek teknik apa yang menjadi faktor kelemahan dalam pengembangan Perikanan tangkap terpilih di Kabupaten Nias.
Aspek ekonomi apa yang menjadi faktor kelemahan dalam pengembangan Perikanan tangkap
terpilih di
Kabupaten Nias.
Aspek sosial apa yang menjadi faktor kelemahan dalam pengembangan Perikanan tangkap terpilih di Kabupaten Nias. Faktor eksternal Peluang (Opportunities)
Aspek biologi apa yang menjadi faktor
peluang dalam
pengembangan
Perikanan tangkap
terpilih di
Kabupaten Nias.
Aspek teknik apa yang menjadi faktor peluang dalam pengembangan Perikanan tangkap
terpilih di
Kabupaten Nias.
Aspek ekonomi apa yang menjadi faktor peluang dalam pengembangan Perikanan tangkap
terpilih di
Kabupaten Nias.
Aspek sosial apa yang menjadi faktor peluang dalam pengembangan Perikanan tangkap terpilih di Kabupaten Nias. Ancaman (Threats)
Aspek biologi apa yang menjadi faktor
ancaman dalam
pengembangan
Perikanan tangkap
terpilih di
Kabupaten Nias.
Aspek teknik apa yang menjadi faktor ancaman dalam pengembangan Perikanan tangkap terpilih di Kabupaten Nias.
Aspek ekonomi apa yang menjadi faktor ancaman dalam pengembangan Perikanan tangkap
terpilih di
Kabupaten Nias.
Aspek sosial apa yang menjadi faktor ancaman dalam pengembangan Perikanan tangkap
terpilih di
3.6.2 Analisis Prioritas Strategi Pengembangan Perikanan Tangkap di Kabupaten Nias
Faktor internal dan eksternal kemudian dievaluasi untuk mengetahui seberapa penting kedua faktor ini dalam pengembangan usaha perikanan tangkap terpilih. Evaluasi yang dilakukan dalam faktor internal yaitu dengan membuat matriks internal factor evaluation (IFE) dan faktor eksternal yaitu membuat matriks external factor evaluation (EFE). Langkah-langkah yang dilakukan sebagai berikut:
(1) Menuliskan daftar kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh perikanan tangkap terpilih di Kabupaten Nias
(2) Memberikan nilai 1 sampai 4 pada skala kontribusi setiap komponen faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman terhadap faktor kunci internal dan eksternal. Nilai 4 = kontribusi sangat kuat; nilai 3= kotribusi kuat; nilai 2 = kontribusi lemah; dan nilai 1 = kontribusi sangat lemah.
(3) Penentuan nilai share untuk setiap komponen faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dari faktor kunci internal dan eksternal dengan menggunakan rumus: i i share nilai
dimana: i = nilai skala kontribusi setiap komponen faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman.
Σi = Jumlah nilai skala kontribusi setiap komponen faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman.
(4) Penentuan bobot dari share untuk setiap komponen faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman terhadap faktor kunci, dengan menggunakan rumus:
2
j Bobot
dimana: j = nilai share setiap komponen faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman.
(5) Memberikan rating setiap komponen faktor SWOT terhadap faktor kunci internal dan eksternal dengan menggunakan nilai 1 – 4. Nilai 4 = kontribusi
sangat kuat; nilai 3 = kotribusi kuat; nilai 2 = kontribusi lemah; dan nilai 1 = kontribusi sangat lemah.
(6) Penentuan skor pengaruh setiap komponen faktor SWOT terhadap faktor kunci, dengan menggunakan rumus:
R B Skor
dimana: B = bobot
R = rating setiap komponen faktor SWOT
Mengembangkan pola strategi perlu adanya pengembangan alernatif strategi yang diambil untuk menghasilkan strategi yang tepat dalam pengembangan perikanan tangkap terpilih di Kabupaten Nias. Pola strategi yang dimaksud berpijak pada situasi ril kondisi eksternal maupun internal yang dibuat kedalam matriks SWOT (ancaman, peluang, kelemahan, dan kekuatan).
Alternatif yang ditentukan dalam strategi SWOT melalui pendekatan matriksquantitative strategic planing management(QSPM), sebagai berikut: (1) Menuliskan peluang, ancaman, kekuatan, dan kelemahan.
(2) Memberikan bobot pada masing-masing peluang, ancaman, kekuatan, dan kelemahan. Bobot ini harus identik dengan bobot yang diberikan pada matriks EFE dan IFE.
(3) Menuliskan alternatif strategi yang akan dievaluasi.
(4) Bila faktor yang bersangkutan ada pengaruhnya terhadap alternatif strategi yang sedang dipertimbangkan, maka pemberian nilai attractiveness score
(AS) berkisar antara 1 sampai dengan 4. Nilai 1 = pengaruh strategi sangat lemah terhadap faktor SWOT; nilai 2 = pengaruh strategi lemah terhadap faktor SWOT; nilai 3 = pengaruh strategi kuat terhadap faktor SWOT; dan nilai 4 = pengaruh strategi sangat kuat terhadap faktor SWOT. Bila tidak ada pengaruhnya terhadap alternatif strategi yang sedang dipertimbangkan jangan berikan angka pada AS.
(5) Menghitung weighted attractiveness score (WAS) dengan menggunakan rumus:
WAS = B x AS dimana: B = bobot
(6) Menghitung total dariweighted attractiveness score(WAS)
(7) Alternatif strategi yang memiliki totalweighted attractiveness score(WAS) terbesar merupakan alternatif strategi yang paling baik di gunakan dalam pengembangan perikanan tangkap terpilih di Kabupaten Nias.