• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prioritas Utama dan Fokus Pembangunan IPTEK

Dalam dokumen BUPATI ASAHAN PROVINSI SUMATERA UTARA (Halaman 25-36)

4. 1 Arah Kebijakan Pembangunan IPTEK Daerah Kabupaten Asahan Isu utama dari globalisasi adalah terjadinya perubahan yang lebih terbuka dalam

4.2. Prioritas Utama dan Fokus Pembangunan IPTEK

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Asahan Nomor 4 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2016-2021 difokuskan pada peningkatan kualitas sumberdaya manusia Kabupaten Asahan baik pada tingkat aparatur pemerintah maupun anggota masyarakat. Pembangunan IPTEK di Daerah Kabupaten

Asahan untuk periode tahun 2019-2021 ditujukan untuk mendukung pencapaian bidang-bidang sebagai berikut:

1. Religius 2. Kesehatan

3. Cerdas, yang terkait dengan mutu pendidikan 4. Mandiri, yang terkait dengan:

a. Tata kelola pemerintahan yang profesional b. Infrastruktur

c. Penegakan hukum d. Daya saing pertanian

e. Pembangunan perekonomian

Adapun fokus pembangunan IPTEK Daerah Kabupaten Asahan pada masing-masing bidang dapat dirincikan sebagai berikut:

1. Religius/Agama, fokus pembangunan IPTEK dibidang religius meliputi:

a. Pengembangan pembinaan keagamaan di lingkungan masyarakat dan pemerintah.

b. Pengembangan pembinaan keagamaan di lingkungan sekolah.

c. Meningkatkan dukungan pembinaan kerukunan umat beragama dan kegiatan keagamaan.

d. Meningkatkan dukungan pelaksanaan kegiatan keagamaan bagi umat beragama di Kabupaten Asahan.

e. Peningkatan kualitas dan kuantitas pembinaan dan kegiatan keagamaan dari lingkungan terkecil.

2. Kesehatan, fokus pembangunan IPTEK dibidang kesehatan meliputi:

a. Peningkatan pembangunan dan pengembangan Puskesmas menjadi Puskesmas Rawat Inap, dan memberdayakan Puskesmas Pembantu.

b. Peningkatan pelayanan kesehatan gratis untuk masyarakat miskin dan usia lanjut.

c. Pemberdayaan peningkatan jumlah masyarakat untuk mendapatkan jaminan kesehatan.

d. Peningkatan membangun kerja sama dengan pihak terkait dalam memenuhi kebutuhan tenaga dokter spesialis.

e. Peningkatan Rumah Sakit Umum H. Abdul Manan Simatupang Kisaran menjadi rumah sakit modern dengan keunggulan spesifik.

f. Peningkatan pemerataan distribusi tenaga medis.

g. Pemberdayaan peranan kader Posyandu dan bidan desa melalui kegiatan promotif dan preventif.

h. Pemberdayaan kerja sama dengan lembaga-lembaga kesehatan.

i. Peningkatan kemandirian masyarakat untuk hidup sehat dan memelihara kesehatan intelegensia dengan meningkatkan akses komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat.

j. Peningkatan dan pemberdayaan Posyandu.

k. Penguatan peran lintas sektor dalam penyusunan dan pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan.

l. Memaksimalkan peran bidang keolahragaan yang mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat dan peningkatan prestasi olahraga.

m. Peningkatan kesadaran dan tanggung jawab masyarakat untuk memelihara lingkungan sehat termasuk lingkungan sekolah, perkantoran dengan ruang yang memadai.

n. Peningkatan pelayanan kesehatan dalam pencegahan dan pemberantas penyakit.

o. Mendorong penanggulangan gizi kurang dan menekan kejadian gizi buruk.

p. Peningkatan pemberian makanan tambahan bagi siswa SD, SMP dan PAUD.

3. Cerdas/Pendidikan, fokus pembangunan IPTEK di bidang pendidikan, meliputi:

a. Peningkatan fasilitas Pendidik Anak Usia Dini (PAUD) melalui peningkatan kapasitas pengelolaan dan kualitas guru.

b. Peningkatan fasilitas dan rasio ketersediaan sekolah terhadap penduduk usia sokolah.

c. Pengembangan SD dan SMP Unggulan berbasis teknologi informasi dan kemampuan bahasa asing disetiap kecamatan.

d. Peningkatan dukungan kepada sekolah/madrasah swasta di pedesaan yang berperan aktif dalam perluasan akses pendidikan dasar tetapi memiliki keterbatasan pembiayaan.

e. Peningkatan pemahaman masyarakat di wilayah tertentu utamanya desa pantai tentang pentingnya pendidikan untuk mendorong partisipasi orang tua dalam memotivasi anak untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya.

f. Penyelenggaraan kegiatan pemberantasan buta aksara melalui program keaksaraan fungsional dan meningkatkan dukungan pada penyelenggaraan pendidikan nonformal.

g. Peningkatan dukungan kepada Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk menyelenggarakan pendidikan khusus secara berkualitas.

h. Pemberian dukungan dan mendorong pemerintah provinsi untuk menyelenggarakan pendidikan menengah yang merata dan berkualitas.

i. Peningkatan kualitas sumber daya manusia bidang pendidikan.

j. Peningkatan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan melalui program pendidikan dan pelatihan guru yang berkualitas.

k. Peningkatan sistem kepengawasan akademik dan manajerial kepada setiap sekolah, serta memperkuat dukungan kepada pengawas sekolah untuk melaksanakan tugasnya secara berkualitas.

l. Peningkatan penguatan muatan Iman dan Taqwa pada proses belajar mengajar di kelas dan lingkungan sekolah dalam bentuk pengembangan kurikulum muatan lokal.

m. Pengembangan penyelenggaraan pendidikan berdasarkan pencapaian Standar Pelayanan Publik (SPP), Standar Pelayanan Minimal ( SPM), Standar Nasional Pendidikan (SNP), dan masukan dari masyarakat (orang tua murid).

n. Perkuatan kemandirian atau otonomi sekolah melalui program Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), dengan menempatkan Kepala Sekolah yang memiliki standar kemampuan manajeril yang profesional.

o. Penguatan lembaga Komite Sekolah dan Dewan Pendidikan dalam melaksanakan fungsi-fungsinya untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas.

p. Peningkatan peran lembaga-lembaga masyarakat baik formal maupun non-formal dalam menampung aspirasi masyarakat melalui serangkaian kegiatan forum musyawarah dalam penyusunan kegiatan perencanaan pembangunan.

q. Pengembangan sentra pemberdayaan pemuda dengan memfasilitasi pengembangan kelembagaan pemuda.

r. Peningkatan upaya preventif yang dapat menjauhkan pemuda dari masalah sosial antara lain, narkoba, miras, prostitusi, HIV/AIDS, dan kriminalitas.

s. Peningkatan pelaksanaan kegiatan monitoring dan evaluasi pembangunan guna mengetahui perkembangan kegiatan pembangunan, sekaligus memberikan motivasi kepada pelaku dan pelaksana kegiatan untuk melaksanakan kegiatan sesuai dengan sasaran pembangunan yang diinginkan.

t. Peningkatan keterampilan dan produktivitas tenaga kerja.

u. Pengembangan kesempatan kerja, meningkatkan perlindungan tenaga kerja dan hubungan industrial.

v. Peningkatan keahlian calon tenaga kerja.

w. Peningkatan Program Pendidikan dan Latihan (Diklat) secara intensif melalui kerjasama Pemerintah Daerah dengan Perusahaan.

x. Penguatan fungsi pengawasan dan meningkatkan kepatuhan perusahaan terhadap relugasi ketenagakerjaan.

y. Peningkatan akses pekerja kepada sumber daya produktif dan informasi ketenagakerjaan.

z. Peningkatan kerjasama dengan lembaga pendidikan yang ada dalam memanfaatkan perpustakaan daerah sebagai wadah bagi anak didik guna menumbuhkembangkan kegiatan gemar membaca, dengan sasaran yang lebih spesifik yakni:

1) Tersedianya dalam jumlah yang cukup buku-buku dan bahan bacaan yang dibutuhkan bagi anak-anak peserta didik dan masyarakat umum.

2) Tercipta suasana yang tertib dan nyaman untuk memanfaatkan fasilitas yang ada di perpustakaan.

3) Tersedia sarana yang memadai bagi pengembangan, pendalaman, dan pagelaran karya budaya.

4) Pengembangan produk unggulan daerah dalam bidang pertanian bedasarkan kearifan lokal.

5) Pelestarian dan revitalitas objek-objek yang memiliki nilai budaya dan seni.

6) Peningkatan toleransi dengan mengoptimalkan peringatan hari besar nasional.

7) Terwujud lembaga budaya untuk melestarikan adat istiadat dalam profesi kegiatan tertentu.

8) Tergali dan meningkatkan potensi budaya daerah.

9) Peningkatan aktivitas budaya yang diinisiasi oleh masyarakat dan mendorong berkembangnya apresiasi terhadap kemajemukan keluarga.

4. Mandiri, fokus pembangunan IPTEK di bidang mandiri difokuskan ke dalam empat aspek meliputi:

a. Tata kelola pemerintahan yang profesional, dengan sasaran:

1) Peningkatan kualitas aparatur pemerintah bidang perizinan yang berorientasi pada kualitas pelayanan publik yang prima.

2) Peningkatkan promosi potensi daerah untuk menarik investor baik melalui bahan-bahan cetakan,video, maupun melalui kegiatan pameran atau expo.

3) Terbentuk regulasi daerah yang mengatur tentang sistem perizinan dan iklim investasi sesuai dengan kewenangan daerah.

4) Peningkatan kesadaran masyarakat untuk taat pada peraturan yang berkenaan dengan kewajiban pengurusan perizinan seperti izin Mendirikan Bangunan (IMB), izin usaha, dan perizinan lain.

5) Peningkatan pengawasan terhadap penerima izin usaha untuk menjalankan usaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan memberikan tindakan atas pelanggaran yang dilakukan.

6) Peningkatan kualitas pelayanan perizinan dengan menciptakan sistem yang efektif dan efisien, mudah, cepat, dan tepat waktu.

7) Mempersiapkan APBD dan P-APBD tepat waktu.

8) Ketersediaan data-data Statistik Daerah dan publikasi dokumen perencanaan pembangunan daerah.

9) Penyediaan standar pelayanan diseluruh OPD.

10) Penerapan keterbukaan informasi publik.

11) Penerapan good governance.

12) Pertahanan opini BPK WTP terhadap laporan keuangan daerah.

13) Peningkatan nilai akuntabilitas kinerja pemerintah daerah (LAKIP) dan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah.

14) Peningkatan kapasitas Aparatur Pemerintah.

15) Peningkatan tertib administrasi surat menyurat.

16) Penertiban asset-aset daerah.

18) Tertata databasekependudukan berskala kabupaten.

19) Peningkatan pelayanan dalam pembuatan dokumen kependudukan.

20) Peningkatan frekuensi/volume kegiatan penyuluhan KB/KR di tengah-tengah masyarakat.

21) Peningkatan kualitas pelayanan KB/KR di tengah-tengah masyarakat.

22) Peningkatan koordinasi atau kerjasama dengan instansi pemerintah dan nonpemerintah dalam rangka kegiatan KB/KR untuk kesejahteraan, kemandirian dan ketahanan keluarga.

23) Peningkatan kemampuan teknis maupun professional kader KB dan KS dalam rangka penyuluhan dan pelayanan KB di tengah-tengah masyarakat.

24) Peningkatan pembinaan dan pelestarian terhadap peserta KB untuk meningkatkan jumlah peserta KB, dan menurunkan ketidakberlangsungan berKB, serta meningkatkan penggunaan alat dan obat kontrasepsi jangka panjang (MKJP).

25) Terwujud sarana dan prasarana sertaalat kontrasepsi yang memadai di setiap fasilitas pelayanan kesehatan/klinik pelayanan KB dengan target tercapainya pelayanan KB gratis bagi masyarakat miskin.

26) Peningkatan pemahaman remaja tentang kependudukan, KB, kesehatan reproduksi, dan Pembangunan Keluarga melalui pembinaan Generasi Berencana (genre).

27) Pemberian kesempatan yang sama bagi perempuan untuk menduduki jabatan di lingkungan Pemerintah Daerah sesuai dengan kemampuan dan kompetensi.

28) Peningkatan produktivitas perempuan, selain peran sebagai ibu rumah tangga juga peran sebagai pencari nafkah tambahan bagikeluarga.

29) Terbentuk kelembagaan khusus mengenai pengarusutamaan gender dalam penanganan masalah-masalah gender.

30) Terbentuk instansi terkaituntuk meningkatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak dari berbagai tindak kekerasan dan eksploitasi.

b. Infrastruktur, dengan sasaran:

1) Penuntasan program pembangunan jalan mantap tahun 2016-2021.

2) Peningkatan aksesibilitas jalan dan jembatan menuju kawasan-kawasan strategis.

3) Peningkatan f ungsi dan pelayanan jaringan irigasi.

4) Peningkatan peran serta masyarakat petani dalam pengelolaan irigasi.

5) Terbentuk sumur air dalam atau sumur bor untuk menyediakan air baku bagi kebutuhan masyarakat pesisir pantai maupun masyarakat pedesaaan.

6) Pemenuhan kebutuhan masyarakat serta dukungan terhadap kegiatan perekonomian yang memerlukan air.

7) Penyediaan sanitasi lingkungan.

8) Peningkatan luas Ruang Terbuka Hijau (RTH)Perkotaan.

9) Peningkatan jumlah publikasi dokumen status lingkungan.

10) Pengaturan sistem pembuangan limbah industri yang tidak mencemari lingkungan.

11) Melakukan penyuluhan dan pendidikan lingkungan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang arti dan manfaat lingkungan hidup yang sesungguhnya.

12) Penurunan luas kawasan pemukiman kumuh.

13) Peningkatan jumlah rehabilitas rumah tidak layak huni.

14) Penambahan jumlah peserta penerima bantuan listrik bagi warga tidak mampu.

15) Peningkatan pelayanan penanganan persampahan.

16) Peningkatan sarana dan prasarana sosial.

17) Penyusunan, peninjauan kembali dan pendayagunaan rencana tata ruang di kawasan strategis untuk menjamin keterpaduan pembangunan antarwilayah dan sektor.

18) Penyediaan sarana dan prasarana fasilitas perhubungan.

19) Peningkatan keselamatan transportasi.

20) Peningkatan layanan transportasi.

21) Penyediaan hasil kajian bidang telekomunikasi.

22) Peningkatan pengawasan dan pengendalian telekomunikasi.

c. Penegakan hukum, dengan sasaran:

1) Pembentukan peraturan daerah.

2) Peningkatan kesadaran hukum masyarakat.

3) Penguatan aparatur penegakan Perda dan Perkada.

5) Terbentuk MoU dengan pihak berwajib untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

6) Bantuan penyelesaian sengketa/aduan masyarakat.

7) Melakukan validasi data tentang masyarakat yang rentan mengalami masalah sosial.

8) Tersusun langkah-langkah penanganan masalah sosial yang terintegrasi.

9) Melakukan penguatan dan penataan bantuan serta layanan sosial lanjut usia dan penyandang disabilitas.

10) Mendorong penguatan rasa solidaritas sosial dan gotong royong masyarakat.

11) Melakukan peningkatan kemampuan bagi petugas dan pendamping pemberdayaan sosial Keluarga Kurang Mampu, dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) lainnya.

12) Melakukan pemberdayaan sosial keluarga miskin, melalui bimbingan motivasi, pelatihan keterampilan usaha, dan pemberian modal usaha.

13) Terwujud panti asuhan, panti jompo, dan panti rehabilitasi yang representatif.

14) Peningkatan sarana dan prasarana keamanan dan kenyamanan.

d. Daya saing bidang pertanian, dengan sasaran:

1) Pemanfaatan sumberdaya air.

2) Penerapan teknologi pertanian.

3) Dukungan sarana produksi pertanian.

4) Perlindungan lahan pertanian.

5) Terdorong masyarakat untuk menjadikan usaha peternakan sebagai usaha utama.

6) Termotivasi untuk pengembangan usaha peternakan.

7) Melakukan pembatasan pemotongan hewan betina produktif.

8) Peningkatan teknologi pengembangbiakan peternakan.

9) Memfasilitasi kemitraan usaha peternakan melalui pola integrasi dengan usaha perkebunan.

10) Peningkatan pengembangan teknologi pakan ternak.

11) Peningkatan upaya pencegahan penyakit hewan.

12) Peningkatan kemampuan peternak dalam penerapan teknologi usaha peternakan.

13) Pemberdayaan kelompok peternak dalam pengembangan usaha peternakan yang bermutu.

14) Mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai usaha peternakan.

15) Pengembangan rekayasa habitat.

16) Pengembangan teknologi tangkap.

17) Peningkatan pemberdayaan petani ikan dan masyarakat pesisir dalam pengelolaan dan penataan sumberdaya alam secara optimal dan berkelanjutan.

18) Pengupayaan tumbuhnya usaha tani organik bagi tanaman pangan dan hortikultura guna menghasilkan komoditas unggulan yang kompetitif di pasar domestik dan regional serta pada sentra-sentra komoditas tanaman pangan di Kabupaten Asahan maupun sekitarnya.

19) Pengembangan tanaman hortikultura dengan sistem kawasan.

20) Pengembangan jaringan usaha tani untuk pemasaran hasil pertanian.

21) Mendorong tumbuhnya Badan Usaha Milik Desa untuk menampung hasil pertanian dalam rangka pengendalian harga.

22) Peningkatan pembangunan jalan usaha tani dalam rangka memperlancar distribusi hasil pertanian.

23) Peningkatan produksi dan produktivitas produk perkebunan rakyat.

24) Peningkatan pengembangan teknologi inseminasi buatan.

25) Mendorong tumbuhnya diversifikasi produksi hasil peternakan.

26) Mendorong tumbuhnya industri olahan hasil peternakan.

27) Penumbuhan sentra pemasaran produksi dan industri olahan hasil peternakan.

28) Peningkatan penyuluhan perkebunan guna merubah sikap, prilaku dan pengetahuan petani dalam mengelola usaha tani tanaman perkebunan.

29) Melakukan kajian pengembangan tanaman perkebunan.

30) Penyusunan rencana strategis pengelolaan wilayah pesisir dan laut secara terpadu.

e. Pembangunan perekonomian, dengan sasaran:

1) Evaluasi penerimaan pendapatan asli daerah yang dicapai dan penetapan strategi pengelolaan sumber pendapatan daerah melalui manajemen dan

2) Peningkatan sumberdaya manusia/aparatur yang proporsional dalam pemberdayaan potensi daerah sebagai sumber pendapatan asli daerah.

3) Peningkatan kualitas pelayanan dalam rangka meningkatkan kesadaran wajib pajakdan retribusi sebagai sumber pendapatan.

4) Intensifikasi dan ekstensifikasi baik terhadapsumber-sumber pendapatan asli daerah maupun bagi hasil pajak/bukan hasil pajak dengan mengupayakan adanya sumber-sumber pajak/retribusi baru dan mengaktifkan pungutan-pungutannya untuk memberikan kontribusi yang efektif bagi PAD.

5) Peningkatan kualitas kelembagaan dan organisasi koperasi agar mampu tumbuh dan berkembang secara sehat dan meningkatkan kemampuan ekonomi koperasi sebagai wadah kepentingan bersama bagi anggotanya, untuk memperoleh keuntungan kolektif dan meningkatkan citra koperasi sebagai lembaga yang mampu menyerap aspirasi anggotanya.

6) Peningkatan pembinaan usaha mikro agar mampu tumbuh dan berkembang secara sehat dan meningkatkan kemampuan ekonomi sosial anggota dan masyarakat.

7) Peningkatan kemampuan para pengelola usaha koperasi dan usaha mikro dalam pengelolaan usahanya, sehingga mampu bersaing dengan produk impor.

8) Peningkatan efektivitas promosi dan pengembangan potensi wisata daerah.

9) Mendorong tumbuhnya objek wisata baru selain objek wisata alam.

10) Peningkatan sinergi jasa pelayanan pariwisata.

11) Peningkatan jumlah wisatawan lokaldan mancanegara.

12) Terbangun sarana dan prasarana pasar tradisional perdesaan.

13) Peningkatan perekonomian masyarakat melalui sektor perdagangan.

14) Menjadikan sektor industri sebagai motor penggerak perekonomian yang didukung oleh kegiatan pertanian dalam arti luas, kelautan, dan pertambahan yang menghasilkan produk-produk secara efisien, modern, dan berkelanjutan serta jasa-jasa pelayanan yang efektif, serta menerapkan tata kelola yang baik agar terwujud ketahanan ekonomi yang tangguh.

15) Promosi untuk membangun citra Kabupaten Asahan sebagai tujuan investasi yang menarik.

16) Peningkatan kualitas pelayanan perusahaan daerah.

Dalam dokumen BUPATI ASAHAN PROVINSI SUMATERA UTARA (Halaman 25-36)

Dokumen terkait