E. Teknik Analisis Data
5. Problematika Teknik Pemberian Tugas dan Penilaian
Pada teknik pemberian tugas, guru menggunakan aplikasi Google Classroom atau grup WhatsApp. Problematika pemberian tugas dalam pembelajaran daring terdapat pada sikap disiplin siswa, artinya waktu pengumpulan tugas biasanya tidak tepat waktu atau lambat. Keterlambatan dalam mengumpulkan tugas diakibatkan kurang tanggapnya siswa terhadap tugas yang diberikan dengan alasan siswa kurang memahami tugas tersebut. Hal ini tidak sejalan dengan Moedjiono dan Dimyati (1992/1993), metode pemberian tugas dapat diartikan sebagai suatu format interaksi belajar mengajar yang ditandai dengan adanya satu tugas atau lebih yang diberikan guru, di mana penyelesaian tugas-tugas tersebut dapat dilakukan secara individu maupun kelompok sesuai dengan perintahnya.
Untuk memperoleh informasi mengenai pencapaian kompetensi siswa, maka diperlukan penilaian. Penilaian terhadap siswa diperoleh dari aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotorik. Hal ini sejalan dengan kurikulum 2013 yang mengemukakan bahwa penilaian kegiatan pembelajaran meliputi aspek kognitif, afektif, dan
psikomotorik. Problematika yang terjadi dalam penilaian aspek kognitif terdapat pada kurangnya pemahaman siswa dalam pembelajaran, sehingga tidak jarang siswa memanfaatkan bantuan orang lain atau google, aspek afektif terdapat pada kesulitan guru dalam menganalisis aktifitas siswa dalam mengikuti pembelajaran, dan pada aspek psikomotorik terdapat pada hasil belajar siswa yang kadang tidak mencapai tujuan pembelajaran.
62 A. Simpulan
Berdasarkan penyajian hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa problematika pembelajaran daring menulis cerpen siswa kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 9 Maros di antaranya:
1. Problematika Perangkat Pembelajaran
Problematika perangkat pembelajaran terdapat pada langkah-langkah pembelajaran yang tidak sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan penggunaan media pembelajaran yang terbatas.
2. Problematika Penyampaian Materi
Problematika penyampaian materi dalam pembelajaran daring yaitu penyajian materi yang dilakukan secara searah.
3. Problematika Penggunaan Aplikasi Pembelajaran
Problematika penggunaan aplikasi pembelajaran terdapat pada faktor jaringan, khususnya pada penggunaan aplikasi Zoom.
4. Problematika Pengelolaan Kelas
Problematika pengelolaan kelas dalam pembelajaran daring yaitu memantau perkembangan siswa. Guru mengalami kesulitan dalam mengamati perkembangan siswa selama proses pembelajaran.
5. Problematika Teknik Pemberian Tugas dan Penilaian
Problematika teknik pemberian tugas dalam pembelajaran daring yaitu ketidakdisiplinan siswa dalam mengumpulkan tugas serta tidak tanggapnya dalam merespon tugas yang diberikan.
Problematika penilaian dalam pembelajaran daring yaitu guru sulit menilai siswa dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.
B. Saran 1. Bagi Guru
Perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kompetensi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran daring.
2. Bagi Siswa
Perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan motivasi belajar di era pandemi.
64
Anonim. 2012. Unsur Ekstrinsik Cerpen Lengkap. (Online). (http://obatcafe.blogspot.com/2012/11/unsur-unsur-ekstrinsik-cerpen-lengkp.html?m=1, diakses pada tanggal 26 Desember 2019).
Arikunto, Suharsimi. 1983. Prosedur Penelitian Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Arsyad, Azhar. 2009. Media Pembelajaran. Jakarta Rajawali Pers.
Azhar, L.M.1993. Proses Belajar Mengajar Pola CBSA. Surabaya: Usaha Nasional.
Budiyani, Sari. 2013. Writing Tips. Yogyakarta: Citra Aji Parama.
Depdiknas. 2013. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Gerlach, V.G. dan Ely, D.P.1971. Teaching and Media. Englewod Coliffs : Prenice Hall, Inc.
Hamalik, Oemar. 1994. Media Pendidikan. Bandung: PT Citra Aditya Bakti.
Hermawan, A.H dkk. 2008. Pengembangkan Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta : Universitas Terbuka.
Imania, Kuntum An Nisa. 2019. Rancangan Pengembangan Instrumen Penilaian Pembelajaran Berbasis Daring. Jurnal PETIK.Vol 5, 31-47.
Jauhari, Heri. 2013. Terampil Mengarang. Bandung: nuansa Cendekia.
Kosasih, E. 2012. Dasar-dasar Keterampilan Bersastra. Bandung: Yrama Widya.
Kunandar. 2011. Langkah Mudah Penelitian Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta : PT. Rajagrafindo Pereda.
Kurniasih, dan Sani. 2014. Strategi-strategi Pembelajaran. Alfabeta: Bandung.
Kurniawan, Heru dan Sutardi. 2012. Panduan Sastra Kreatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Moedjiono, dan Dimyati. 1992. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Departemen Pendidikan dam Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.
Nurgiyantoro. 2012. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadja Mada University Press.
Pratiwi, Ericha Windhiyana. 2020. Dampak cocid-19 terhadap Kegiatan Pembelajaran Online Di Sebuah Perguruan Tinggi Kristen Di Indonesia.Jurnal . Surakarta: Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Purwanto, D.M. 2010. Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sadiman, Arief. S., dkk. 2012. Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: Rajawali Pers.
Sanjaya. 2010. Strategi Pembelajaran Beriontasi Standar Proses Pendidikan. Sketsa Aksara Latitya.
Semi, M. Atar. 2007. Dasar-dasar Keterampilan Menulis. Bandung: Angkasa.
Sohrabi, C., Alsafi, Z., O’Neil, N., Khan, M., Kerwan, A., Al-Jabir, A., Aghad, R. (2020). World Health Organization declares global emergency: A riview of the 2019 novel coronavirus (COVID-19). International Journal of Sugrery.
Subana, Sunarti. 2009. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.
Sudjana, Nana. 2000. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru.
Sudraja, Akhmad. 2009. Tujuan Pembelajaran Sebagai Komponen Penting dalam Pembelajaran. Jakarta.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&B. Bandung: Alfabeta.
Suryosubroto, B. 2002. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: Reneka Cipta.
Suyanto. 2012. Pengertian Cerpen Menurut Para Ahli dan Ciri-Cirinya. (Online). (http://www.seputarpengetahuan.co.id/2015/10/7-pengertian-cerpen-menurut-para-ahli-dan-ciri-cirinya.html#5_Suyanto_201246, diakses pada tanggal 26 Desember 2019).
Tarigan, Henry Guntur. 2008. Menulis Sebagai Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Trianton. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Pabumbun, Agnes Rapi. 2017. Problematika Pembelajaran Kemampuan Menyimak Bahasa Jerman Siswa Kelas XI SMAN 11 Makassar. Skripsi tidak diterbitkan. Makassar: Universitas Negeri Makassar.
L
A
M
P
I
R
A
N
Lampiran I
Hasil Wawancara dengan Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 9 Maros
Peneliti : Problematika apa yang dihadapi dalam pembelajaran daring terhadap pembelajaran menulis cerpen pada siswa kelas XI MIPA 1?
Guru : Terdapat pada perangkat pembelajaran, penyampaian materi, penggunaan aplikasi, pengelolaan kelas, dan teknik pemberian tugas dan penilaian.
Peneliti : Bagaimana penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk model pembelajaran daring?
Guru : Penyusunan RPP dibuat berdasarkan kurikulum Covid-19.
Peneliti : Di mana letak perbedaan antara penyusunan RPP saat pembelajaran tatap muka dan pembelajaran daring?
Guru : Langkah-langkah pembelajaran, media pembelajaran, dan proses penilaiannya.
Peneliti : Apa kesulitan yang dihadapi dalam penyusunan RPP?
Guru : Tidak ada kesulitan, tapi biasanya dalam pelaksanaan pembelajaran ada langkah-langkah yang tidak terlaksana.
Peneliti : Langkah-langkah apa yang tidak terlaksana dalam proses pembelajaran?
Guru : Karena pembelajaran daring, jadi biasanya guru langsung saja membuka pelajaran dengan memberi salam dan mengabsen kemudian memberi materi dan tugas pada akhir pembelajaran.
Peneliti : Bagaimana maksud dari media pembelajaran yang berbeda antara pembelajaran tatap muka dan pembelajaran daring?
Guru : Tidak ada penggunaan media dalam pembelajaran daring seperti halnya saat pembelajaran tatap muka. Misalnya, penggunaan media audio visual yang biasanya digunakan dalam pembelajaran tatap muka tapi terbatas digunakan pada pembelajaran daring.
Peneliti : Bagaimana cara penyampaian materi pembelajaran menulis cerpen melalui daring?
Guru : Biasanya mengirim materi dalam bentuk dokumen yang berisi pengertian cerpen, ciri-ciri, struktur, maupun unsur pembangun cerpen.
Peneliti : Apa kesulitan yang dihadapi dalam penyampaian materi?
Guru : Kesulitannya pada cara penyampaiannya dan faktor jaringan. Penyampaian materi jarang sekali disampaikan seperti pembelajaran tatap muka, biasanya kan disampaikan secara langsung, tapi sekarang semuanya terbatas karena faktor jaringan.
Peneliti : Aplikasi apa yang digunakan dalam pembelajaran daring?
Guru : WhatsApp, Google Classroom, dan Zoom.
Peneliti : Apa kesulitan yang dihadapi dalam penggunaan aplikasi tersebut?
Guru : Kesulitannya pada jaringan, terutama saat menggunakan aplikasi Zoom.
Peneliti : Apa kesulitan yang dihadapi saat mengelola kelas daring?
Guru : Kesulitannya memantau perkembangan siswa dan faktor jaringan.
Peneliti : Bagaimana teknik pemberian tugas menulis cerpen melalui pembelajaran daring?
Guru : Setelah memberikan materi, memberi tugas kepada siswa untuk menulis cerpen sesuai dengan pengalaman pribadi.
Peneliti : Apa kesulitan teknik pemberian tugas dalam pembelajaran daring?
Guru : Kesulitannya adalah penentuan waktu pengumpulan. Pada daring ada kelonggaran waktu karena kondisi jaringan di lingkungan masing-masing siswa berbeda. Tapi itu juga bisa menjadi masalah, ada juga siswa yang lalai dari tugasnya.
Guru : Pemberian nilai disesuaikan dengan kriteria atau indikator penilaian menulis cerpen.
Peneliti : Apa kesulitan yang dihadapi dalam pemberian nilai?
Guru : Pada penilaian sikap dalam mengikuti pembelajaran, juga pada penilaian tugas.