BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
E. Produk dan Harga
a. For/Us (Mixed Milk, Signature Syrup, Espresso) = Rp. 28.000,00 b. For/You (Mixed Milk, Sweat Butter, Espresso) = Rp. 28.000,00 c. For/Me (Mixed Milk, Marie Biscuit, Espresso) = Rp. 28.000,00 2. Coffee
a. Espresso = Rp. 15.000,00
b. Americano = Rp. 20.00,00 (hot), Rp. 22.000,00 (ice) c. Cappucino = Rp. 24.000,00 (hot), Rp. 26.000,00 (ice) d. Café Latte = Rp. 24.000,00 (hot), Rp. 26.000,00 (ice) e. Flat White = Rp. 22.000,00 (hot)
f. Piccolo = Rp. 20.000,00 (hot)
g. Mochacinno = Rp. 25.000,00 (hot), Rp. 27.000,00 (ice) h. V60 = Rp. 23.000,00 (hot)
i. Ice Filter Coffee = Rp. 25.000,00 (ice)
63 3. Non Coffee
a. Taro = Rp. 23.000,00 (hot), Rp. 25.000,00 (ice) b. Red Velvet = Rp. 23.000,00 (hot), Rp. 25.000,00 (ice) c. Dark Choco = Rp. 23.000,00 (hot), Rp. 25.000,00 (ice) d. Grean Tea = Rp. 23.000,00 (hot), Rp. 25.000,00 (ice) e. Black Chorcoal = Rp. 23.000,00 (hot), Rp. 25.000,00 (ice) 4. Flavor Latte
a. Hazelnut = Rp. 25.000,00 (hot), Rp. 27.000,00 (ice) b. Salted Caramel = Rp. 25.000,00 (hot), Rp. 27.000,00 (ice) c. Pecan Praline = Rp. 25.000,00 (hot), Rp. 27.000,00 (ice) d. Boldie = Rp. 25.000,00 (ice)
5. Frappe
a. Corn Flakes = Rp. 28.000,00 (ice) b. Cotton Candy = Rp. 28.000,00 (ice) c. Choco Mello = Rp. 28.000,00 (ice) d. Almonade = Rp. 28.000,00 (ice) e. Matcha Frost = Rp. 28.000,00 (ice) f. Mocha Praline = Rp. 28.000,00 (ice) 6. Others
a. Green Apple Tea = Rp. 18.000,00 (ice) b. Mineral Water = Rp. 5.000,00 (ice) c. Extra Shot = Rp. 8.000,00 (hot)
64 7. Food
a. French Fries = Rp. 20.000,00 b. Cake = Rp. 25.000,00
c. Cireng = Rp. 20.000,00
65 BAB V
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Pengumpulan Data
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuisioner yang diberikan kepada 100 responden untuk melakukan uji validitas dan reliabilitas. Kriteria responden yang dapat mengisi kuisioner adalah konsumen yang telah melakukan pembelian produk dari For/Us Coffee minimal 2 kali pembelian. Penelitian ini dilakukan di For/Us Coffee Jalan Anggajaya No 2, 229, Condong Catur, Sleman, Yogyakarta pada bulan Juli 2019. Kuisioner diisi dengan memberikan tanda ( ) pada pernyataan yang telah penulis susun setiap butir pernyataan dicantumkan 5 pilihan yaitu “STS” Sangat Tidak Setuju, “TS” Tidak Setuju, “N” Netral, “S”
Setuju, “SS” Sangat Setuju. Responden hanya diperbolehkan memilih salah satu jawaban dari 5 pernyataan tersebut. Hasil analisis deskriptif jawaban responden untuk semua variabel yaitu variabel Harga, variabel Produk, variabel Lokasi, variabel Promosi, variabel Loyalitas Konsumen, dan variabel Kepuasan Konsumen telah menunjukan hasil yang baik untuk setiap indikatornya.
B. Deskripsi Karakteristik Responden
Karakteristik responden digunakan dalam memberikan gambaran tentang responden yang menjadi subjek penelitian. Oleh karena itu dilakukan perhitungan menggunakan statistik deskriptif.
Kelompok karakteristik dari responden meliputi :
1. Jenis Kelamin
Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dikelompokan seperti pada table berikut ini :
Tabel V. 1
Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin
No Jenis Kelamin Jumlah
Sumber: Data primer yang diolah pada bulan Juli, 2020
Berdasarkan table V.1 dapat disimpulkan bahwa dari 100 responden, 56%
atau 56 responden laki-laki dan 44% atau 44 responden itu perempuan.
Sehingga jumlah sampel terbanyak adalah laki-laki.
2. Jenis Pekerjaan
Penulis mengklasifikasikan jenis pekerjaan menjadi 5 kategori yaitu, Pelajar/Mahasiswa, Pegawai Negeri, Pegawai Swasta, Wiraswasta, dan lainya.
Tabel V. 2
Sumber data primer yang diolah pada Juli, 2020
Berdasarkan table V.2 dapat disimpulkan bahwa dari 100 responden 84% atau 84 dari pelajar/mahasiswa, 1% atau 1 responden sebagai pegawai negeri, 7% atau 7 sebagai pegawai swasta, 5% atau 5 responden sebagai
wiraswasta, dan 3% atau 3 responden memiliki pekerjaan lainya. Sehingga jumlah responden terbanyak adalah 84% atau 84 dari pelajar/mahasiswa.
3. Kunjungan ke For/Us Coffee.
Karakteristik responden berdasarkan kunjungan ke For/Us Coffee yang dapat dilihat di table berikut ini :
Tabel V. 3
Sumber : data primer yang diolah pada Juli, 2020
Berdasarkan table V.3 dapat disimpulkan bahwa dari 100 responden, 50,5% atau 50,5 responden berkunjung ke For/Us Coffee sebanyak 2 kali, 11,1% atau 11,1 responden berkunjung ke For/Us Coffee sebanyak 3 kali, dan 38,4% atau 38,4 responden berkunjung ke For/Us Coffee lebih dari 3 kali.
C. Deskripsi Data
Analisis variabel digunakan untuk menghasilkan gambaran tentang variabel yang dilihat berdasarkan (mean) rata-rata dari pernyataan masing-masing variabel. Persepsi responden pada setiap variabel-variabel penelitian diukur dengan 28 pernyataan dengan menggunakan skala linier yaitu 1 sampai 5. Skala satu menunjukan bahwa responden memiliki persepsi sangat tidak setuju dengan pernyataan yang diberikan oleh penulis.
Sedangkan skala lima menunjukan bahwa responden memiliki persepsi
sangat setuju dengan pernyataan yang diberikan oleh penulis. Adapun skala data tersebut yang terlampir di tabel tersebut :
Tabel V. 4
Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer (2020) 1. Harga.
Tabel V. 5
Skala Pernyataan Harga
No Kelas Skor
1 Harga yang diberikan oleh For/Us terjangkau bagi
saya. 3,96
2 Harga yang diberikan sesuai dengan kualitas yang ditawarkan.
4,15 3 Harga yang ditawarkan terasa lebih terjangkau
dibanding dengan harga yang ditawarkan pesaing. 3,52 4 Harga kopi yang diberikan mampu menjadikan
Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer (2020)
Berdasarkan tabel diatas, skor rata-rata mengenai persepsi konsumen pada harga sebesar 3,916 termasuk dalam kategori baik. Hal ini dapat diartikan bahwa persepsi konsumen pada harga yang dilakukan oleh For/Us Coffee terlihat baik yang dilihat dari harga yang diberikan oleh For/Us Coffee, harga yang diberikan oleh For/Us Coffee dalam setiap layanan terjangkau oleh konsumen, harga yang diberikan sesuai dengan kualitas
yang ditawarkan, harga yang ditawarkan terasa lebih terjangkau dibanding dengan harga yang ditawarkan pesaing, harga kopi yang diberikan mampu menjadikan alasan bagi saya untuk membeli produk dari For/Us Coffee, harga dalam setiap produk yang dijual For/Us Coffee relatif stabil.
2. Produk 2 Aroma kopi yang disajikan For/Us Coffee memiliki
ciri khas sendiri. 3,88
3 Kopi yang disajikan oleh For/Us Coffee berasal dari biji kopi pilihan.
Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer (2020)
Berdasarkan dari tabel di atas, skor rata-rata mengenai persepsi konsumen pada produk sebesar 4,054 termasuk dalam kategori baik. Hal ini dapat diartikan bahwa persepsi konsumen pada produk yang dilakukan oleh For/Us tergolong baik dilihat dari tampilan kopi yang disajikan For/Us Coffee menarik, aroma kopi yang disajikan For/Us Coffee memiliki ciri khas sendiri, kopi yang disajikan oleh For/Us Coffee berasal dari biji kopi pilihan, menu yang ditawarkan For/Us Coffee memiliki standar penyajian yang baik, pilihan menu yang berada di For/Us Coffee bervariasi.
3. Lokasi
Tabel V. 7
Skala Pernyataan Lokasi
No Kelas Skor
1 For/Us Coffee mempunyai letak yang strategis. 4,02 2 For/Us Coffee menyediakan lahan parkir yang
cukup luas.
4,12 3 For/Us Coffee mempunyai tempat yang nyaman. 4,18 4 For/Us Coffee berada di dekat pusat keramaian. 3,91 5 Lingkungan di sekitar For/Us Coffee sangat aman. 3,98
Rata-Rata 4,042
Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer (2020)
Berdasarkan data tabel diatas, skor rata-rata mengenai persepsi konsumen tentang lokasi sebesar 4,042 termask dalam kategori baik. Hal ini dapat diartikan bahwa persepsi konsumen pada lokasi yang dilakukan oleh For/Us Coffee tergolong baik dilihat dari kepuasan konsumen yang dirasakan dengan mendapatkan lahan parkir yang cukup luas, mempunyai letak strategis, For/Us Coffee mempunyai tempat yang nyaman, berada di dekat pusat keramaian, dan lingkungan disekitar For/Us Coffee sangat aman.
4. Promosi
Tabel V. 8
Skala Pernyataan Promosi
No Kelas Skor
1 For/Us Coffee sering melakukan promosi. 3,89 2 Isi promosi yang diberikan For/Us Coffee sangat
Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer (2020)
Berdasarkan data tabel diatas, skor rata-rata mengenai persepsi konsumen pada promosi sebesar 3,98 termasuk dalam kategori baik. Hal ini dapat diartikan bahwa persepsi konsumen pada promosi yang dilakukan For/Us Coffee tergolong baik dilihat dari sering melakukan promosi dan isi yang jelas serta tampilan promosi dari For/Us Coffee melalui media
1 Saya akan tetap berkunjung dan membeli makanan dan minuman yang ada di For/Us Coffee meskipun harganya naik.
3,6
2 Saya akan selalu datang ke For/Us Coffee sewaktu saya ingin membeli kopi.
3,52 3 Meskipun ada penawaran lain, saya akan tetap
memilih For/Us Coffee. 3,46
4 Saya telah mengkonsumsi minuman dan makanan For/Us Coffee lebih dari 1x dalam 1 bulan terakhir.
3,75
Rata-Rata 3,582
Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer (2020)
Berdasarkan data tabel diatas, skor rata-rata mengenai persepsi konsumen tentang loyalitas konsumen sebesar 3,7 termasuk dalam kategori baik. Hal ini berarti persepsi konsumen pada loyalitas konsumen yang dilakukan oleh For/Us Coffee tergolong baik dilihat dari loyalitas konsumen yang ditunjukan dengan merekomendasikan For/Us Coffee kepada orang lain, akan tetap berkunjung dan membeli makanan dan minuman yang ada di For/Us Coffee meskipun harganya naik, akan selalu datang ke For/Us
Coffee sewaktu ingin membeli kopi, akan tetap memilih For/Us Coffee
1 Saya puas dengan tampilan kopi (latte art) yang diberikan For/Us Coffee.
4,11
2 Saya merasa puas membeli produk For/Us Coffee. 4,22
3 Saya puas dengan aroma yang disajikan For/Us Coffee. 4,11
4 Saya puas dengan kualitas produk For/Us Coffee. 4,12
5 Saya puas dengan layanan yang diberikan karena mampu
memenuhi harapan saya.
4,18
Rata-Rata 4,148
Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer (2020)
Berdasarkan data tabel diatas, skor rata-rata mengenai persepsi konsumen tentang kepuasan konsumen sebesar 4,148 termasuk dalam kategori baik. Hal ini dapat diartikan bahwa persepsi konsumen pada kepuasan konsumen yang dilakukan For/Us Coffee tergolong baik dilihat dari kepuasan konsumen yang dirasakan dengan mendapatkan kepuasan dengan tampilan kopi (latte art) yang diberikan For/Us Coffee, puas dengan aroma dan kualitas produk dari For/Us Coffee, dan layanan yang diberikan mampu memenuhi harapan.
D. Pengujian
1. Pengujian Model Pengukuran (Outer Model)
Menurut Abdilah & Hartono (2015:194-196) suatu konsep dan model penilitian tidak dapat diuji dalam suatu model predeksi hubungan relasional dan kasual jika belum melewati tahap purifikasi dalam model pengukuran.
a. Uji Validitas Konstruk
Menurut Hartono 2015 (dalam Abdillah & Hartono, 2015:195) Validitas konstruk menunjukan seberapa baik hasil yang diperoleh dari penggunaan suatu pengukuran sesuai teori-teori yang digunakan untuk mendefinisikan suatu konstruk. Korelasi yang kuat antara konstruk dan item-item pertnyaanya dan hubungan yang lemah dengan variabel lainya merupakan suatu cara untuk menguji validitas konstruk. Validitas konstruk terdiri atas validitas konvergen dan validitas diskriminasi.
1) Uji Validitas Konvergen
Validitas konvergen terjadi jika skor diperoleh dari dua instrumen yang berbeda yang mengukur konstruk yang sama mempunyai korelasi tinggi (Hartono, dalam Abdillah &
Hartono, 2015:195). Hair et al (dalam Abdillah & Hartono, 2015:195) mengemukkakan bahwa rule of thumb yang biasanya digunakan untuk membuat pemerikasaaan awal dari matrik faktor adalah ± 30 dipertimbangkan telah memenuhi level minimal, untuk loading ± 40 dianggap lebih baik, dan untuk loading > 0.50 dianggap signifikan secara praktis. Dengan demikian, semakin tinggi nilai faktor loading, semakin penting peranan loading dalam menginterpretasi matrik faktor. Rule of thumb digunakan untuk validitas konvergen adalah outer loadding > 0.7,
communality > 0.5 dan Average Variance Extracted (AVE)
> 0.5 (Chin dalam Abdillah & Hartono, 2015:195). Dalam penelitian ini penulis menggunakan nilai loading factor >
0,7. Kuisioner yang sudah dibagikan kepada 100 responden yaitu konsumen For/Us Coffee. Kemudian hasil kuisioner tersebut diolah dengan menggunakan WarpPLS 6.0 dengan menghasilkan nilai loading factor sebagai berikut
Tabel V. 11
Nilai Loading Factor sebelum penghapusan
No Item Sumber : Data dioleh dengan WarpPLS 6.0
Berdasarkan tabel diatas, tabel nilai loading factor, item pernyataan LK1 bernilai 0,598 dinyatakan tidak valid karena nilainya <0,70.
Maka harus dilakukan penghapusan terhadap 1 item tersebut. Berikut nilai loading factor dalam tabel setelah penghapusan:
Tabel V. 12
Nilai Loading Factor setelah Penghapusan No Item Sumber : Data diolah dengan WarpPLS 6.0
Berdasarkan tabel diatas, validitas semua item pernyataan bernilai
>0,7 dan dinyatakan valid. Parameter lain yang dapat digunakan untuk mengukur validitas adalah Average Variance Extraced (AVE).
Menurut (Chin dalam Abdillah & Hartono, 2015:195) Rule of thumb digunakan untuk validitas konvergen adalah outer loadding > 0.7, communality > 0.5 dan Average Variance Extracted (AVE) > 0.5 dengan nilai terendah 0,713 pada variabel loyalitas konsumen dan nilai tertinggi 0,916 pada variabel loyalitas konsumen.
Tabel V. 13
Average Variance Extracted (AVE)
No Variabel Average Variance
Extracted Status Sumber : Data diolah dengan WarpPLS 6.0
Berdasarkan tabel V.12 nilai Average Variance Extracted (AVE), semua varibael dianyatakan valid karena nilai AVE > 0,5.
2) Uji Validitas Diskriminan
Suatu model mempunyai validitas diskriminasn yang cukup jika akar AVE untuk setiap konstruk lebih besar daripada korelasi antara konstruk lainnya dalam model (Chin, Gopal, & Salinsbury dalam Abdillah & Hartono, 2015:196). Berikut adalah nilai akar AVE dan korelasi variabel laten dalam tabel :
Tabel V. 14
Nilai Akar AVE dan Korelasi Variabel Laten
Harga Produk Lokasi Promosi LK KP Harga (0,780) 0,589 0,624 0,583 0,652 0,703 Produk 0,589 (0,795) 0,744 0,569 0,586 0,770 Lokasi 0,624 0,744 (0,813) 0,661 0,611 0,781 Promosi 0,583 0,569 0,661 (0,885) 0,453 0,625 LK 0,652 0,586 0,611 0,453 (0,848) 0,604 KP 0,703 0,770 0,781 0,625 0,604 (0,846)
Sumber : Data diolah dengan WarpPLS 6.0
Berdasarkan tabel V.13 nilai akar AVE dan korelasi variabel laten di atas, semua variabel dinyatakan valid karena nilai akar AVE > korelasi variabel laten.
b. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur konsistensi internal alat ukur.
Reliabilitas menunjukan akurasi, konsistensi, dan ketepatan suatu alat ukur dalam melakukan pengukuran. Suatu konstruk dikatakan reliabel jika memenuhi syarat rule of thumb nilai cronchbach’s alpha dan composite reliability harus lebih besar dari 0,7 meskipun nilai 0,6 masih dapat diterima (Abdillah dan Jogiyanto, 2015:207). Berikut adalah nilai cronchbach’s alpha dan composite reliability dalam tabel:
Tabel V. 15
Cronchbach’s Alpha dan Composite Reliability
No Variabel Cronchbac Sumber : Data diolah dengan WarpPLS 6.0
Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa harga memiliki nilai Cronchbach’s Alpha yang dianggap paling rendah dari yang lainya dengan nilai sebesar 0,838. Sedangkan kepuasan konsumen memiliki Cronchbach’s Alpha yang paling tinggi diantara yang lainya dengan nilai 0,900.
2. Pengujian Model Struktural (Inner Model)
Menurut Abdillah & Hartono (2015:197) model struktural dalam PLS dievaluasi dengan menggunakan R2 untuk konstruk dependen, nilai koefisien path atau t-values tiap path untuk uji signifikansi antar konstruk dalam model struktural.
a. Nilai R2
Nilai R2 digunakan untuk mengukur tingkat variasi perubahan variabel independen terhadap variabel dependen. Berikut adalah hasil nilai R2 yang digunakan untuk mengukur tingkat variansi perubahan :
Tabel V. 16 R2
No Variabel R2
1 Loyalitas Konsumen 0,441
2 Kepuasan Konsumen 0,748
Sumber : Data diolah dengan WarpPLS 6.0
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa nilai R2 variabel loyalitas konsumen sebesar 0,441 artinya variabel loyalitas konsumen dapat dijelaskan oleh variabel harga, produk, lokasi, promosi sebesar 44,1% sedangkan sisanya sebesar 55,9% dijelaskan oleh variabel lain diluar model penelitian ini. Nilai R2 variabel kepuasan konsumen sebesar 0,748 artinya variabel kepuasan konsumen dapat dijelaskan oleh variabel harga, produk, lokasi, promosi sebesar 74,8%, sedangkan sisanya sebesar 25,2% dijelaskan oleh variabel lain diluar model penelitian ini.
b. Pengujian dengan Mediasi
Pengujian hipotesis dengan efek mediasi dilakukan dengan dua langkah menurut (Baron dan Kenny, 1996; Hair dkk, 2011; Kock,2011, 2013) dalam buku Sholihin dan Ratmono (2013:56):
1) Melakukan estimasi direct effect antara variabel independen dan variabel dependen. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan estimasi direct effect yaitu pengaruh langsung promosi, harga, dan
kualitas layanan pada loyalitas konsuemen dengan gambar dan tabel sebagai berikut:
Gambar V. 1
Pengujian Model Direct Effect dengan WarpPLS 6.
Tabel V. 17
Hasil Estimasi Direct Effect
No Variabel Path
Coefficient P
Value Status 1 H ® LK 0,394 <0,001 Signifikan
2 P ® LK 0,209 0,015 Signifikan
3
4 L ® LK PR ® LK
0,209
-0,107 0,014
0,137 Signifikan Tidak Signifikan Sumber : Data diolah dengan WarpPLS 6.0
2) Melakukan estimasi indirect effcet secara simultan dengan menambahkan variabel mediasi diantara variabel independen dan variabel dependen. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan estimasi indirect effect yaitu untuk mengetahui pengaruh promosi, harga, dan kualitas layanan pada loyalitas konsumen setelah dimediasi oleh kepuasan konsumen seperti pada gambar dan tabel sebagai berikut:
Gambar V. 2
Pengujian Model Inderect Effect dengan WarpPLS 6.0 Tabel V. 18 Sumber : Data diolah dengan WarpPLS 6.0
3) Uji efek mediasi
a). Pengaruh secara langsung harga terhadap loyalitas konsumen.
Ho1 : Harga secara langsung tidak berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen.
Ha1 : Harga secara langsung berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen.
Pengaruh secara langsung harga terhadap loyalitas konsumen ditunjukkan denagn Path Coefficient sebesar 0,394 pada P.Value
<0,001(<0,05) yang berarti H0 ditolak danHa diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa harga secara lansung berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen.
b). Pengaruh secara langsung produk terhadap loyalitas konsumen.
Ho2 : Produk secara langsung tidak berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen.
Ha2 : Produk secara langsung berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen.
Pengaruh secara langsung produk terhadap loyalitas konsumen ditunjukkan dengan Path Coefficient sebesar 0,138 pada P.Value 0,077 (<0,05) yang berarti H0 diterima danHa ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa produk secara langsung tidak berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen.
c). Pengaruh secara langsung lokasi terhadap loyalitas konsumen.
Ho3 : Lokasi secara langsung tidak berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen.
Ha3 : Lokasi secara langsung berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen.
Pengaruh secara langsung lokasi terhadap loyalitas konsumen ditunjukkan dengan Path Coefficient sebesar- 0,095 pada P.Value 0,166,(<0,05) yang berarti H0 diterima dan Ha ditolak, sehingga
dapat disimpulkan bahwa lokasi secara langsung tidak berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen.
d).Pengaruh secara langsung promosi terhadap loyalitas konsumen.
Ho4 : Promosi secara langsung tidak berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen.
Ha4 : Promosi secara langsung berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen.
Pengaruh secara langsung promosi terhadap loyalitas konsumen ditunjukkan dengan Path Coefficient sebesar -0,098 pada P.Value 0,159,(<0,05) yang berarti H0 diterima dan Ha ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa promosi secara langsung tidak berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen.
e). Pengaruh harga terhadap loyalitas konsumen dengan kepuasan konsumen sebagai variable mediasi.
Ho5 : Harga tidak berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen dengan kepuasan konsumen sebagai variabel mediasi.
Ha5 : Harga berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen dengan kepuasan konsumen sebagai variabel mediasi.
f). Pengaruh produk terhadap loyalitas konsumen dengan kepuasan konsumen sebagai variable mediasi.
Ho6 : Produk tidak berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen dengan kepuasan konsumen sebagai variabel mediasi.
Ha6 : Produk berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen dengan kepuasan konsumen sebagai variabel mediasi.
g). Pengaruh lokasi terhadap loyalitas konsumen dengan kepuasan konsumen sebagai variable mediasi.
Ho7 : Lokasi tidak berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen dengan kepuasan konsumen sebagai variabel mediasi.
Ha7 : Lokasi berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen dengan kepuasan konsumen sebagai variabel mediasi.
h). Pengaruh promosi terhadap loyalitas konsumen dengan kepuasan konsumen sebagai variable mediasi.
Ho8 : Promosi tidak berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen dengan kepuasan konsumen sebagai variabel mediasi.
Ha8 : Promosi berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen dengan kepuasan konsumen sebagai variabel mediasi.
a) Dasar Pengambilan Keputusan
1) Jika koefisien atau jalur path coefficient antara variabel independent (harga, produk, lokasi, dan promosi) dan variabel dependen (loyalitas konsumen) dari direct effect ke indirect
effect tidak berubah dan tetap signifikan, maka Ho diterima dan Ha ditolak.
2) Jika koefiien atau jalur path coefficient antara variabel independent (harga, produk, lokasi, dan promosi) dan variabel dependen (loyalitas konsumen) dari direct effect ke indirect effect nilainya turun dan tetap signifikan, maka Ho ditolak dan Ha diterima dengan mediasi sebagian (partial mediation).
3) Jika koefiien atau jalur path coefficient antara variabel independent (harga, produk, lokasi, dan promosi) dan variabel dependen (loyalitas konsumen) dari direct effect ke indirect effect nilainya turun dan menjadi tidak signifikan, maka Ho
ditolak dan Ha diterima dengan mediasi penuh (full mediation).
Kriteria di atas hanya berlaku jika ada pengaruh signifikan antara variable mediasi (Kepuasan Konsumen) terhadap variabel dependen (loyalitas konsumen). Berdasarkan tabel V.18, pengaruh varaibel kepuasan konsumen terhadap loyalitas konsumen dengan path coefficient 0,134 pada p.value 0,085 > 0,05 yang berarti kepuasan konsumen tidak berpengaruh terhadap loyalitas konsumen, sehingga dapat disimpulkan bahwa :
1. Harga tidak berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen dengan kepuasan konsumen sebagai variabel mediasi.
2. Produk tidak berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen dengan kepuasan konsumen sebagai variabel mediasi.
3. Lokasi tidak berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen dengan kepuasan konsumen sebagai variabel mediasi.
4. Promosi tidak berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen dengan kepuasan konsumen sebagai variabel mediasi.
E. Pembahasan
1. Harga berpengaruh positif pada loyalitas konsumen dengan dimediasi oleh kepuasan konsumen.
Hasil penilitian yang telah dilakukan peniliti menunjukan bahwa harga berpengaruh positif pada loyalitas konsumen dengan dimediasi oleh kepuasan konsumen, dapat diartikan bahwa harga yang ditetapkan For/Us Coffee berpengaruh pada tingkat loyalitas konsumen For/Us Coffee dengan dimediasi oleh kepuasan konsumen For/Us Coffee. Teori lain yang mendukung hasil penilitian ini adalah teori yang dikemukakan oleh Ratnasari dan Aksa (2011:117) yaitu harga merupakan salah satu faktor dari kepuasan konsumen.
2. Produk tidak berpengaruh positif pada loyalitas konsumen dengan dimediasi oleh kepuasan konsumen.
Hasil penelitian yang telah dilakukan penulis menunjukan bahwa produk tidak berpengaruh positif pada loyalitas konsumen dengan dimediasi oleh kepuasan konsumen, berarti bahwa produk yang diberikan oleh For/Us Coffee tidak berpengaruh pada tingkat loyalitas konsumen For/Us Coffee dengan dimediasi oleh kepuasan konsumen For/Us Coffee. Teori yang mendukung hasil penilitian ini adalah teori
yang dikemukakan oleh Ratnasari dan Aksa (2011:37) menjelaskan bahwa produk merupakan keseluruhan konsep objek atau proses yang memberikan konsep objek atau proses yang memberikan sejumlah nilai manfaat bagi pelanggan. Teori lain yang mendukung hasil penlitian ini adalah teori yang dikemukakan oleh Kotler dan Keller (2009:266) produk itu semua hal yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk menarik perhatian, akuisisi, penggunaan atau konsumsi yang dapat memuaskan suatu kebutuhan dan keinginan konsumen.
3. Lokasi tidak berpengaruh positif pada loyalitas konsumen dengan dimediasi oleh kepuasan konsumen.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti menunjukan bahwa lokasi tidak berpengaruh positif pada loyalitas konsumen dengan dimediasi oleh kepuasan konsumen, berarti bahwa lokasi yang diberikan oleh For/Us Coffee tidak berpengaruh pada tingkat loyalitas konsumen For/Us Coffee dengan dimediasi oleh kepuasan konsumen For/Us Coffee. Teori yang mendukung hasil penilitian ini adalah teori yang dikemukakan oleh Kotler dan Keller (2009:17) lokasi merupakan setiap lapisan perantara pemasaranya akan melaksanakan semacam tugas dalam membawa produk dan kepemilikan lebih dekat kepada pembeli akhir. Teori lain yang mendukung hasil penelitian ini adalah teori yang dikemukakan oleh Levi (2007:2213) dalam jurnal Tezza Anwar
Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti menunjukan bahwa lokasi tidak berpengaruh positif pada loyalitas konsumen dengan dimediasi oleh kepuasan konsumen, berarti bahwa lokasi yang diberikan oleh For/Us Coffee tidak berpengaruh pada tingkat loyalitas konsumen For/Us Coffee dengan dimediasi oleh kepuasan konsumen For/Us Coffee. Teori yang mendukung hasil penilitian ini adalah teori yang dikemukakan oleh Kotler dan Keller (2009:17) lokasi merupakan setiap lapisan perantara pemasaranya akan melaksanakan semacam tugas dalam membawa produk dan kepemilikan lebih dekat kepada pembeli akhir. Teori lain yang mendukung hasil penelitian ini adalah teori yang dikemukakan oleh Levi (2007:2213) dalam jurnal Tezza Anwar