• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Revealed Cooperative Advantage (RCA)

Jumlah produk yang diperdagangkan pada tahun 2001- 2013 mencapai 357 produk dengan fluktuasi jumlah per tahunnya karena ada beberapa produk yang baru mulai dilakukan ekspor pada satu tahun tertentu dan ada pula yang pada tahun tertentu tidak melakukan ekspor. Gambar 12 memperlihatkan adanya peningkatan terhadap jumlah produk ekspor yang diperdagangkan Indonesia ke Peru. Jumlah produk pada tahun 2001 hanya berkisar 91 produk dan pada tahun 2013 menjadi 177 produk.

29 0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 91 103 103 118 120 116 123 127 127 145 171 182 177 Jum la h pr od uk ( je ni s) Tahun

Gambar 12 Fluktuasi jumlah produk yang diekspor dari Indonesia ke Peru periode tahun 2001-2013

Sumber : diolah dari data UN COMTRADE 2014

Analisis dengan metode RCA dilakukan untuk mengetahui masing-masing produk prospektif yang diperdagangkan secara bilateral bagi Indonesia maupun Peru. Beberapa komoditas yang diperdagangkan dari Indonesia ke Peru memiliki prospek yang cukup baik untuk dikembangkan dengan melihat nilai RCA yang lebih dari 1(satu). Hasil analisis menunjukkan bahwa pada tahun 2001-2012 sebanyak 51.75% produk yang diekspor ke Peru tidak berdaya saing karena memiliki nilai RCA kurang dari 1. Selebihnya sebanyak 48.25% produk sudah memiliki daya saing dengan nilai RCA lebih dari 1.

Tabel 10 Sepuluh produk prospektif berdasarkan rata-rata nilai RCA ekspor Indonesia ke Peru tertinggi periode tahun 2001-2013

No Kode HS Produk RCA

1 4001 Natural rubber balata gutta-percha etc 95.98

2 4809 Carbon self-copy paper etc roll of width > 36 cm 83.82

3 0801 Brazil nuts cashew nuts & coconuts 59.33

4 5509 Yarn of synth staple fibre not put for retail sale 58.51

5 2927 Diazo- azoor azoxy-compounds 47.12

6 4420 Wood marquetry & inlaid wood; caskets & cases or

cutlery of wood

40.04

7 5513 Woven fab of syn stapl fib (< 85% of such fiber) mixed

with cotton

35.95

8 0301 Live fish 33.98

9 8506 Primary cells and primary batteries 32.66

10 1513 Coconut (copra) palm kernel/babassu oil & their

fractions

32.48 Sumber : diolah dari data sekunder 2014

apan produk prospektif dilakukan dengan menyeleksi produk yang memiliki nilai RCA ekspor Indonesia ke Peru terbesar pada periode tahun 2001- 2013. Nilai RCA masing-masing produk dirata-ratakan dalam periode waktu analisis. Penggunaan nilai rata-rata dengan alasan bahwa tidak semua produk

30

diekspor sepanjang periode tahun analisis sehingga dengan membuat rata-rata sepanjang periode dapat mengakomodir kondisi tersebut.

Analisis Export Product Dynamics (EPD)

Data yang digunakan untuk melihat dinamika produk dalam analisis Export Product Dynamics (EPD) berupa data ekspor periode tahun 2008-2013. Adanya dinamika jenis produk yang diekspor dari Indonesia ke Peru menyebabkan tidak setiap tahun terdapat produk yang diekspor secara kontinu. Hasil analisis EPD produk prospektif ekspor Indonesia ke Peru dapat dikelompokkan berdasarkan empat kuadran yaitu rising star (RS), falling star (FS), loss opportunities (LO), dan retreat (RT) seperti terlihat pada Gambar 13.

Gambar 13 Hasil analisis EPD produk prospektif ekspor Indonesia Peru

Sumber : Diolah dari data sekunder 2014

Hasil analisis EPD menunjukkan sebagian besar produk masih memiliki pangsa pasar yang tinggi. Hal ini dapat terlihat bahwa kelompok produk rising star sebagai posisi pasar ideal memiliki pangsa pasar tertinggi ekspor sebesar 60.56%. Terdapat 14.08% produk yang masuk dalam posisi pasar falling star. Pada kelompok produk ini pangsa pasar ekspor Indonesia di Peru masih bagus, namun pangsa pasar kelompok produk ini sudah mengalami penurunan.

Sebanyak 19.72% produk ekspor Indonesia ke Peru yang termasuk dalam kelompok loss opportunities mengindikasikan bahwa pangsa pasar ekspor Indonesia di Peru sudah menurun, namun pangsa pasar untuk produk ini masih memiliki peluang yang baik untuk dikembangkan. Sedangkan sebanyak 5.63 % produk masuk dalam kuadran retreat yang menunjukkan bahwa kelompok produk ini memiliki pangsa pasar rendah. Rincian produk yang masuk dalam kuadran rising star, falling star, loss opportunities dan retreat dapat dilihat pada Lampiran 2 sampai dengan Lampiran 5.

Penetapan lima komoditas prospektif dilakukan dengan menggabungkan sepuluh produk yang memiliki nilai RCA tertinggi pada analisis RCA sebelumnya dengan hasil analisis EPD yang tidak berada dalam kelompok retreat. Penetapan

Y Lost Opportunity (19,72 %) Rising Star (60,56 %) Falling Star (14,08 %) Retreat (5,63 %) X

31 produk prospektif juga mempertimbangkan adanya ketersediaan data yang akan digunakan untuk analisis selanjutnya.

Ketersediaan data untuk melakukan analisis EPD dan model gravity menjadi hambatan untuk menganalisis lebih lanjut beberapa potensi produk. Produk HS 2927 (Diazo- azoor azoxy-compounds) dan produk HS 1513 (Coconut palm kernel/babassu oil & their fractions) tidak dapat dilakukan analisis EPD karena tidak ada ketersediaan data yang lengkap selama periode analisis tahun 2008-2012. Sedangkan produk HS 0301 (live fish) tidak dapat dianalisis lebih lanjut untuk aliran perdagangan menggunakan model gravity karena adanya keterbatasan dalam panel data.

Berdasarkan pertimbangan di atas maka ditetapkan lima produk prospektif yang akan dianalisis lebih lanjut yaitu produk HS 4001 (Natural rubber balata gutta-percha etc), produk HS 4809 (Carbon self-copy paper etc roll of width > 36 cm), produk HS 0801 (Brazil nuts cashew nuts & coconuts), produk HS 5509 (Yarn of synth staple fibre not put for retail sale) dan produk HS 4420 (Wood marquetry & inlaid wood; caskets & cases or cutlery of wood). Hasil analisis RCA dan EPD pada sepuluh produk prospektif Indonesia Peru dapat dilihat pada Tabel 11.

Tabel 11 Gabungan hasil analisis RCA dan EPD

HS Produk RCA EPD Terpilih

4001 Natural rubber balata gutta-percha etc 95.975 RS 

4809 Carbon self-copy paper etc roll of width > 36 cm 83.818 LO 

0801 Brazil nuts cashew nuts & coconuts 59.327 RS 

5509 Yarn of synth staple fibre not put for retail sale 58.505 RS 

2927 Diazo- azoor azoxy-compounds 47.115 *

4420 Wood marquetry & inlaid wood; caskets & cases or

cutlery of wood

40.039 FS 

5513 Woven fab of syn stapl fib (< 85% of such fiber) mixed with cotton

35.948 RT

0301 Live fish 33.984 FS

8506 Primary cells and primary batteries 32.664 RT

1513 Coconut palm kernel/babassu oil & their fractions 32.477 *

*) Data tidak tersedia untuk periode analisis Sumber : diolah dari data sekunder 2014

Produk HS 4001 (Natural rubber balata gutta-percha etc) memiliki nilai RCA tertinggi dan berada pada kuadran rising star. Hasil ini mendukung Memorandum of Understanding bidang pertanian antara Indonesia dan Peru pada tangga l7 Oktober 2013 ekspor utama produk pertanian Indonesia ke Peru adalah karet alam (Kementerian Pertanian, 2013). Perjanjian yang ditandatangani saat KTT APEC tersebut berlaku selama 5 tahun. Peru merupakan salah satu negara yang bergantung pada ekspor karet Indonesia.

Rata-rata pertumbuhan impor Peru terhadap lima produk ekspor prospektif Indonesia pada periode tahun 2009-2013 cukup baik sehingga dapat menjadi peluang pangsa pasar potensial. Tabel 12 menampilkan secara rinci rata-rata kontribusi lima

32

eksportir terbesar serta pertumbuhan impor Peru terhadap lima produk ekspor prospektif Indonesia tahun 2009-2013.

Tabel 12 Rata-rata kontribusi lima eksportir terbesar dan pertumbuhan impor Peru terhadap lima produk ekspor prospektif Indonesia tahun 2009-2013 (%)

HS Produk Rata-rata kontribusi lima eksportir

terbesar untuk setiap produk

Rata-rata pertumbuhan

impor Peru

4001 Natural rubber balata

gutta-percha etc

Guatemala (59.63) Indonesia (12.77)

Vietnam (10.16) Ecuador (6.52) Malaysia (5.06)

31.52

4809 Carbon self-copy paper

etc roll of width > 36 cm

China (54.49) Indonesia (17.34)

Amerika Serikat (12.57) Brazil (11.43) Jerman (1.9)

17.15

0801 Brazil nuts cashew nuts

& coconuts

Brazil (47.22) Indonesia (31.63)

Bolivia (9.20) Philiphina (7.37) Malaysia (2.95)

57.45

5509 Yarn of synth staple fibre not put for retail sale

India (49.09) Indonesia (17.93) China (16.25) Vietnam (6.80) Thailand (5.11)

27.36 4420 Wood marquetry & inlaid

wood; caskets & cases or cutlery of wood

China (71.27) India (5.61) Indonesia

(5.19) Vietnam (2.14) Colombia (1.88)

30.26

Sumber : diolah dari data ITC 2014

Indonesia berada pada posisi dua besar ekportir ke Peru untuk produk HS 4001 (Natural rubber balata gutta-percha etc) setelah Guatemala, produk HS 4809 (Carbon self-copy paper etc roll of width > 36 cm ) setelah China, produk HS 0801 (Brazil nuts cashew nuts & coconuts) setelah Brazil, dan produk HS 5509 (Yarn of synth staple fibre not put for retail sale) setelah India. Sedangkan untuk produkHS 4420 (Wood marquetry & inlaid wood; caskets & cases or cutlery of wood) Indonesia menempati posisi ketiga sebagai eksportir terbesar setelah China dan India.

Analisis Intra Industry Trade (IIT)

Nilai IIT per produk dianalisis dengan menggunakan data tahun 2008-2013. Berdasarkan pada hasil analisis hanya sekitar 12.64% produk yang memiliki integrasi perdagangan (dengan asumsi jumlah produk HS empat digit sebesar 182 produk). Produk tidak semuanya memiliki integrasi setiap tahunnya sehingga dapat dikatakan bahwa produk-produk yang diperdagangkan secara bilateral masih belum terdiferensiasi dan belum memanfaatkan peningkatan skala ekonomi.

Tabel 13 menunjukkan nilai IIT antara Indonesia dan Peru periode tahun 2008-2013. Produk yang memiliki integrasi sedang sampai integrasi kuat sebagian besar masuk dalam produk tekstil dan produk tekstil. Peningkatan nilai tambah melalui pengembangan industri manufaktur merupakam salah satu implikasi untuk meningkatkan nilai IIT. Grimwade (2000) menyatakan bahwa intra industry trade lebih tinggi pada sektor manufaktur karena produksi dilakukan dengan mempertimbangkan economies of scale.

33 Tabel 13 Nilai IIT Indonesia dan Peru periode tahun 2008-2013

Kode

HS Komoditas 2008 2009 2010 2011 2012 2013

8418 Refrigerator freezer etc 0.00 0.00 0.00 0.00 0.44 0.00

8474 Machinery for

sorting/screening/washg;agglomer atg/shapg mineral produc

3.53 0.00 5.13 0.97 1.69 0.00

5509 Yarn of synth staple fibre not put

for retail sale

0.00 0.00 0.00 0.00 13.21 5.44

3823 Binders for foundry molds or

cores; chemical products and residuals ne

0.00 0.00 0.00 0.00 0.93 0.00

6109 T-shirts singlets and other vests

knitted or crocheted

96.55 93.60 99.21 80.00 21.61 28.37

3923 Plastic packing goods or closures

stoppers lids caps closures plas

0.00 0.00 43.66 0.00 94.50 0.00

8431 Machinery part (hd 84.25 to

84.30)

0.00 0.00 0.00 10.53 3.75 0.00

6104 Women's suits dresses skirt

etc&short knit/croch

0.00 0.00 5.13 9.68 3.45 0.64

6105 Men's shirts knitted or crocheted 27.64 27.59 64.52 29.41 48.86 48.76

6110 Jerseys pullovers cardigans etc

knitted or crocheted

16.67 20.00 66.67 0.00 15.79 6.45

6103 Men's suits jackets trousers

etc&shorts knit/croch

0.00 66.67 0.00 0.00 9.09 2.53

6205 Men's shirts 5.13 7.43 3.45 0.00 6.25 0.00

6211 Track suits ski suits and

swimwear; other garments

0.00 0.00 0.00 0.00 80.00 0.00

6106 Women's blouses & shirts knitted

or crocheted

66.67 0.00 66.67 16.54 40.00 80.00

8538 Part suitable for use solely/princ

with boards panels fuses switche

0.00 0.00 0.00 0.00 28.57 0.00

1604 Prepared/preserved fish & caviar 0.00 0.00 0.00 36.62 0.00 0.00

6204 Women's suits jackets dresses

skirts etc&shorts

0.00 0.00 5.13 1.77 0.00 2.67

7117 Imitation jewellery 0.00 0.00 0.00 50.00 0.00 0.00

6107 Men's underpants pyjamas

bathrobes etc knit/croch

0.00 0.00 33.33 12.90 0.00 0.00

3204 Synthetic organic coloring matter

& preperations

0.00 43.48 0.00 0.00 0.00 0.00

4015 Articles of apparel&clothing

accessories of vulcanised rubber

0.00 0.00 11.45 0.00 0.00 0.00

6203 Men's suits jackets trousers etc &

shorts

0.00 0.00 1.57 0.00 0.00 0.00

6207 Men's singlets briefs pyjamas

bathrobes etc

0.00 0.00 11.76 0.00 0.00 0.00

7907 Articles of zinc nes * * 0.00 * 0.00 14.29

3907 Polyacetal o polyether epoxide

resin polycarbonate etc in primary form

0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 4.55

9608 Ballpoint pencil; markers &

writing instr. (o/t headg no96.09)

* * * 0.00 * 12.12

0801 Brazil nuts cashew nuts &

coconuts

34

Kode

HS Komoditas 2008 2009 2010 2011 2012 2013

4202 Trunks suit-cases camera cases

handbags etc of leather plas tex etc

* 0.00 0.00 0.00 0.00 2.54

6301 Blankets and travelling rugs 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 14.29

6206 Women's blouses & shirts 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 3.64

6115 Panty hose tights stockings & other hosiery knitted or crocheted

* * * * * 100.00

*) tidak ada keterkaitan

Sumber : diolah dari data sekunder 2014

Analisis IIT terhadap sepuluh produk ekspor prospektif periode tahun 2008-2013 berdasarkan hasil RCA dan EPD sebelumnya menunjukkan sebagian besar produk belum terintegrasi. Hanya produk HS 5509 (Yarn of synth staple fibre not put for retail sale) yang memiliki nilai IIT sebesar 13.21% pada tahun 2012 dan 5% pada tahun 2013. Selain itu terdapat integrasi pada produk HS 0801 (Brazil nuts cashew nuts & coconuts) sebesar 4% pada tahun 2013. Nilai IIT tersebut juga masih tergolong memiliki integrasi yang lemah.

Tabel 14 Nilai IIT berdasarkan nilai RCA sepuluh produk potensi ekspor Indonesia tahun 2008-2013

Kode

HS Produk 2008 2009 2010 2011 2012 2013

4001 Natural rubber balata gutta-percha etc 0 0 0 0 0 0

4809 Carbon self-copy paper etc roll of width

> 36 cm 0 0 0 0 0 0

0801 Brazil nuts cashew nuts & coconuts 0 0 0 0 0 0.04

5509 Yarn of synth staple fibre not put for

retail sale 0 0 0 0 0.13 0.05

2927 Diazo- azoor azoxy-compounds 0 0 0 * * *

4420 Wood marquetry & inlaid wood; caskets

& cases or cutlery of wood 0 0 0 0 0 0

5513 Woven fab of syn stapl fib (< 85% of

such fiber) mixed with cotton 0 0 0 0 0 0

0301 Live fish 0 0 0 0 0 0

8506 Primary cells and primary batteries 0 0 0 0 0 0

1513 Coconut (copra) palm kernel/babassu

oil & their fractions * * * 0 * 0

Sumber : diolah dari UN COMTRADE

*) tidak ada keterkaitan

Kondisi tersebut memberikan gambaran bahwa perdagangan produk ekspor prospektif antara Indonesia dan Peru masih berlangsung satu arah. Konsep keunggulan komparatif model Ricardian serta endowment factor model Hechseler Ohlin lebih mendominasi dalam analisis produk ekspor prospektif Indonesia ke Peru. Hasil analisis niai IIT untuk sepuluh produk ekspor prospektif Indonesia Peru dapat dilihat pada Tabel 14.

35 Faktor-Faktor yang Memengaruhi Aliran Perdagangan Produk Ekspor

Prospektif Indonesia Peru ke Kawasan Amerika Selatan

Keragaan Makro Amerika Selatan dan Keterkaitan dengan Variabel Penelitian Analisis aliran perdagangan lima produk ekspor prospektif dari Indonesia ke Peru selanjutnya diperluas ke kawasan Amerika Selatan dengan asumsi bahwa Peru dapat menjadi pintu masuk bagi pasar lain di kawasan Amerika Selatan. Model gravity digunakan untuk melihat aliran perdagangan ini. Gambaran negara sampel di kawasan Amerika Selatan yang melakukan impor lima produk ekspor prospektif Indonesia-Peru dapat dilihat pada Tabel 15.

Tabel 15 Negara importir lima produk ekspor prospektif Indonesia-Peru di kawasan Amerika Selatan dan rata-rata kontribusinya terhadap total ekspor Indonesia ke dunia pada periode 2009-2013 (%)

HS Produk Negara Importir dan kontribusi terhadap total

ekspor Indonesia ke dunia

4001 Natural rubber balata gutta-

percha etc

Brazil (3.58) Argentina (1.14) Colombia (0.26)

Venezuela (0.26) Peru (0.07) Ecuador (0.15) Chile

(0.07).

4809 Carbon self-copy paper etc

roll of width > 36 cm

Peru (3.57) Colombia (2.74) Ecuador (2.44) Chili (1.53) Brazil (0.71) Argentina (0.44) Uruguay (0.18) Paraguay (0.08) Venezuela (0.06) Suriname (0.03) 0801 Brazil nuts cashew nuts &

coconuts

Brazil (18.39) Argentina (7.88) Uruguay (6.12)

Paraguay (2.36) Peru (2.09) Chili (1.68) Colombia

(0.68) Venezuela (0.01) 5509 Yarn of synth staple fibre not

put for retail sale

Brazil (14.90) Argentina (2.61) Colombia (1.96) Venezuela (0.80) Peru (0.38) Ecuador (0.15) Uruguay (0.06) Paraguay (0.03) Suriname (0.001)

4420 Wood marquetry & inlaid

wood; caskets & cases or cutlery of wood

Brazil (0.84) Chili (0.69) Argentina (0.46) Colombia

(0.22) Venezuela (0.12) Uruguay (0.11) Peru (0.07)

Ecuador (0.02) Suriname (0.01) Paraguay (0.004). Sumber : diolah dari data ITC 2014

Peru merupakan importir terbesar di kawasan Amerika Selatan untuk produk HS 4809 (Carbon self-copy paper etc roll of width > 36 cm). Sedangkan untuk empat produk prospektif yaitu HS 4011 (Natural rubber balata gutta-percha etc), HS 0801 (Brazil nuts cashew nuts & coconuts), HS 5509 (Yarn of synth staple fibre not put for retail sale) dan HS 4420 (Wood marquetry & inlaid wood; caskets & cases or cutlery of wood) Brazil merupakan importir terbesar di kawasan Amerika Selatan. Walaupun bukan merupakan importir utama untuk empat produk prospektif ekspor, namun Peru memberikan kontribusi yang potensial untuk menjadi tujuan pasar non tradisional. Selain itu masih dapat diharapkan Peru menjadi pintu masuk bagi ekspor Indonesia di kawasan Amerika Selatan.

Beberapa variabel yang dimasukkan dalam model diturunkan dari indikator makro. Sebagai contoh variabel GDP per kapita merupakan gambaran indikator GDP dan populasi. Indikator Consumer Price Index (CPI) digunakan untuk melihat nilai tukar riil, sedangkan rasio total ekspor impor dan GDP menjadi pendekatan untuk mengukur indeks keterbukaan perdagangan. Gambaran indikator makro Indonesia dan negara sampel di kawasan Amerika Selatan pada tahun 2013 dapat dilihat pada Tabel 16.

36 0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 14000 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013

Peru Argentina Brazil Chili Ecuador

Colombia Paraguay Suriname Uruguay Venezuela

Tabel 16 Indikator makro Indonesia dan negara sampel di kawasan Amerika Selatan tahun 2013 Negara Tingkat partum buhan GDP (%) GDP nominal (US $ miliar) GDP nominal per kapita (US $) Pertum buhan Populasi (%) CPI (tahunan %) Total Ekspor Impor (US $ miliar) Current account balance (US $ miliar ) Nilai tukar (LCU per US $ rata- rata periode) Inflation GDP deflator (tahunan %) Indonesia 5.78 868.35 3 475.25 1.21 170.22 369.01 (24.07) 10 461.24 4.35 Argentina 2.95 611.76 14 760.20 0.87 205.59 153.90 0.02 5.46 18.54 Brazil 2.49 2 245.67 11 208.08 0.86 150.03 481.81 (54.25) 2.16 7.63 Chili 4.07 277.20 15 732.31 0.88 140.04 153.68 (9.50) 495.27 1.73 Columbia 4.26 378.15 7 825.68 1.29 136.64 115.28 (12.12) 1 868.79 1.86 Ecuador 4.00 90.02 5 720.18 1.57 140.33 50.76 (0.18) 25 000.00 3.00 Paraguay 13.55 29.95 4 402.76 1.70 161.51 20.73 0.12 4 320.67 4.30 Peru 5.82 202.30 6 659.81 1.28 126.45 82.32 (6.84) 2.70 1.67 Suriname 4.44 5.23 9 699.87 0.88 182.67 4.31 0.24 3.30 (0.07) Uruguay 4.40 55.71 16 350.73 0.35 179.84 20.84 (2.63) 20.48 7.62 Venezuela 1.34 438.28 14 414.75 1.49 627.80 155.81 11.02 6.05 59.93

Sumber : WDI dan IFS 2014

Perbedaan GDP per kapita

Sepuluh negara di kawasan Amerika Selatan yang dianalisis memiliki tingkat GDP per kapita di atas Indonesia seperti yang terlihat pada Gambar 14. Perbedaan GDP per kapita antara Indonesia dan negara sampel di kawasan Amerika Selatan selama periode tahun 1999-2013 menunjukkan adanya fluktuasi. Beberapa negara mengalami penurunan sampai tahun 2002-2003, namun setelah itu mengalami peningkatan kembali. Argentina dan Uruguay merupakan negara yang mengalami penurunan terbesar.

Pada tahun 2013 lima negara di kawasan Amerika Selatan yang memiliki perbedaan per kapita yang cukup tinggi dengan Indonesia adalah Uruguay, Chili, Argentina, Venezuela, dan Brazil. Adapun lima negara yang memiliki perbedaan tingkat GDP per kapita terendah dengan Indonesia adalah Paraguay, Ecuador, Peru, Colombia dan Suriname.

Gambar 14 Perbedaan GDP per kapita Indonesia dengan negara sampel di kawasan Amerika Selatan

37 0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 7000 8000 9000 10000 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Peru Argentina Brazilia Chili Ecuador Kolombia Paraguay Suriname Uruguay Venezuela

Nilai Tukar Riil

Nilai tukar rill rupiah terhadap local current unit (lcu) di beberapa negara kawasan Amerika Selatan sangat berfluktuatif pada tahun 1999-2013 seperti terlihat pada Gambar 15. Venezuela dan Brazil memiliki fluktuasi yang sangat tinggi, sedangkan negara-negara lain cukup stabil dengan kisaran nilai yang beragam. Ecuador, Paraguay dan Colombia memiliki nilai tukar riil yang cukup stabil dengan rentang nilai di bawah 5 rupiah/lcu. Chili berada di bawah kisaran 20 rupiah/lcu dan Uruguay di bawah kisaran 700 rupiah/lcu. Adapun negara Peru Suriname dan Brazil berada dalam kisaran di atas 2 000 rupiah/lcu.

Gambar 15 Nilai tukar riil rupiah terhadap local current unit negara sampel di kawasan Amerika Selatan

Sumber : diolah dari IFS dan WDI 2014

Tarif

Tarif beberapa produk prospektif dari Indonesia pada negara sampel masih beragam. Gambar 16 menunjukkan tarif yang dikenakan untuk lima produk ekspor prospektif pada negara sampel.

Secara umum terlihat bahwa tarif di Peru relatif menurun pada periode 2000- 2013 untuk lima produk ekspor prospektif. Pada tahun 2000 tarif cukup tinggi untuk produkHS 0801 (Brazil nuts cashew nuts & coconuts) yaitu 20%, bahkan pada tahun 2006 mencapai 25%. Namun secara perlahan tarif tersebut menurun hingga 6% pada tahun 2013. Tarif untuk produk HS 4809 (Carbon self-copy paper etc roll of width > 36 cm), produk HS 5509 (Yarn of synth staple fibre not put for retail sale) dan produk HS 4420 (Wood marquetry & inlaid wood; caskets & cases or cutlery of wood) juga mengalami penurunan dari 12% tahun 2000 menjadi 6% pada tahun 2013.

Tarif untuk produk HS 4001 (Natural rubber balata gutta-percha etc) mengalami penurunan tarif hingga nol (0) % di Peru. Hal ini dimungkinkan karena permintaan karet alam yang semakin meningkat. Asal mula produk karet berasal dari Amerika Latin dan wilayah Peru merupakan daerah yang juga dikembangkan perkebunan karet saat Raja Philip III (Penebar Swadaya 2008). Industri karet merupakan salah satu industri manufaktur yang dikembangkan di Peru. Permintaan karet dari Peru juga dapat terjadi karena digunakan untuk industri yang memerlukan bahan baku karet.

38

Gambar 16 Tarif pada lima produk ekspor terpilih negara sampel di kawasan Amerika Selatan

Sumber : diolah dari WITS 2014

Pada Gambar 16 terlihat bahwa Chile sejak tahun 2000 sudah menerapkan tarif di bawah 10%, hingga pada tahun 2003 sebesar 6% untuk lima produk ekspor prospektif Indonesia. Argentina masih menerapkan tarif di atas 10% untuk lima produk ekspor prospektif Indonesia. Colombia, Ecuador dan Venezuela juga masih menerapkan tarif di atas 10%, kecuali untuk produk HS 4001 (Natural rubber balata gutta-percha etc). Sementara Uruguay masih menetapkan tarif minimal sebesar 10% , kecuali untuk produk HS 4809 (Carbon self-copy paper etc roll of width > 36 cm) yang saat ini sudah 0 (nol) %. Adapun tarif yang ditetapkan oleh Suriname terhadap ekspor produk HS 4420 dari Indonesia mulai terdata tahun 2009 sebesar 20 % dan saat ini mengalami penurunan menjadi 16.3%.

Rendahnya tarif pada beberapa produk ekspor berpotensi adanya instrumen lain yaitu Non Tariff Measures (NTM). Namun, berdasarkan data dari lima produk terlihat bahwa produk HS 4001 (Natural rubber balata gutta-percha etc), produk HS 4420 (Wood marquetry & inlaid wood; caskets & cases or cutlery of wood ) dan

0 5 10 15 20 25 30 35 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Peru Argentina Brazilia Chili Ecuador Colombia Uruguay Venezuela suriname

0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Peru Argentina Brazilia Chili Ecuador Colombia Uruguay 0 2 4 6 8 10 12 14 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Peru Brazilia Chili Ecuador Colombia Venezuela

a. Tarif HS 4001 b. Tarif HS 4809 d. Tarif HS 5509 c.Tarif HS 0801 e.Tarif HS 4420 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Peru Argentina Chili Ecuador Colombia Uruguay 0 5 10 15 20 25 30 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Peru Argentina Brazilia Chili Uruguay

39 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013

Peru Argentina Brazil Chili Colombia

Ecuador Paraguay Suriname Uruguay Venezuela

HS 4809 (Carbon self-copy paper etc roll of width > 36 cm) tidak memiliki hambatan non tarif pada negara-negara di kawasan Amerika Selatan (WTO, 2014).

Komoditas Brazil nuts cashew nuts & coconuts (HS 0801) memiliki tujuh jenis NTM yang dikeluarkan oleh Brazil dan satu jenis NTM yang diimplementasikan oleh Peru. Keseluruhan jenis NTM ini berupa Sanitary and Phytosanitary (SPS). Sedangkan untuk komoditas Yarn of synth staple fibre not put for retail sale (HS 5509) terdapat satu jenis NTM yang diterapkan oleh Brazil berupa Technical Barrier to Trade (TBT). Jenis NTM untuk kedua produk ini secara rinci dapat dilihat pada Lampiran 6 dan 7.

Keterbukaan Perdagangan (Trade/GDP)

Keterbukaan perdagangan dengan melihat indikator trade/GDP di negara sampel kawasan Amerika Selatan memiliki keragaman. Suriname, Paraguay, Chili Colombia dan Peru termasuk lima negara yang memiliki trade/GDP di atas 40% di kawasan ini pada beberapa tahun terakhir. Gambar 17 menunjukkan trade/GDP negara-negara kawasan Amerika Selatan yang dijadikan sampel penelitian ini.

Gambar 17 Trade/GDP negara-negara sampel di kawasan Amerika Selatan

Sumber : diolah dari IFS dan WDI 2014

Jarak Ekonomi

Pendekatan jarak ekonomi dalam penelitian ini berhubungan dengan jarak geografis dan GDP suatu negara. Jarak geografis negara-negara yang menjadi sampel di kawasan Amerika Selatan dengan Indonesia rata-rata berkisar antara 14 212.44 – 19 772.34 km. Jarak ibukota negara Indonesia dengan negara Peru sejauh 17 961.38 km, Argentina 15 235.78 km, Brazil 16 326.22 km, Chili 15 614.28 km, Ecuador 19 116.09 km, Colombia 19 772.34 km, Paraguay 16 155.02 km, Suriname 18 039.47 km, Uruguay 15125.91 km dan Venezuela 14212.44 km.

Gambar 18 menunjukkan jarak ekonomi yang telah diproksi dengan mengalikan jarak georafis dengan share GDP negara importir dengan total GDP negara yang dianalisis. Tingkat GDP Brazil berada jauh di atas negara-negara lain di kawasan Amerika Selatan. Kondisi ini memengaruhi jarak ekonomi bagi produk yang akan diekspor ke negara Brazil. Keragaman jarak ekonomi terdapat pada produk HS 4809 (Carbon self-copy paper etc roll of width > 36 cm) karena produk ini tidak memasukkan Brazil sebagai negara importir.

40

Gambar 18 Jarak ekonomi Indonesia dengan negara sampel di kawasan Amerika Selatan pada lima produk ekspor prospektif

Sumber : diolah dari CEPII dan WDI 2014

Hasil Estimasi Model

Terdapat lima model yang masing-masing dapat menjelaskan faktor-faktor

Dokumen terkait