W = WMPPL = MPPLXP
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum 1 Sejarah Perusahaan
4.1.5 Produksi dan Proses Produksi a Alat – Alat Produks
Untuk alat – alat produksi yang digunakan pada umumnya masih menggunakan tenaga kerja manusia, peralatan yang digunakan adalah :
1. Alat Linting dan Meja Linting
Sebanyak 215 buah, yang berfungsi sebagai alat pembuat tembakau dengan kertas sehingga menjadi rokok batangan
2. Alat Gunting
Sebanyak 68 buah, yang dapat digunakan untuk memotong rokok batangan dalam bentuk kasar
3. Mesin Pembersih Untuk mesin pembersih hanya berjumlah 2 buah, yang dapat digunakan untuk membersihkan (menghisap) debu tembakau
4. Nyiru adalah alat yang digunakan membersihkan tembakau terutama yang sudah bersih dari ganggang tembakau.
5. Alat untuk mengepak rokok dari kayu yang berjumlah 95 buah. 6. Timbangan besar yang berjumlah 2 buah.
b. Bahan – Bahan Yang Digunakan
Diperlukan bahan – bahan yang berkualitas baik dalam memproduksi rokok yang mampu besaing dengan produk lain di antaranya adalah :
1. Bahan Pokok
Bahan pokok adalah keseluruhan bahan utama yang diperlukan dalam prose pembuatan rokok, yaitu berupa :
a. Tembakau
Untuk jenis tembakau yang digunakan adalah merupakan hasil bumi dari Madura, Jember, Bojonegoro, dan Muntilan karena diyakini bahwa tembakau dari daerah tesebut mempunyai kualitas yang bagus.
b. Cengkeh
Sedangkan untuk bahan cengkeh hanya membeli dari para pemasok cengkeh, tidak secara khusus didatangkan dari daerah tertentu seperti tembakau hanya saja dengan modal kepercayaan.
c. Saos
Yang dimaksud dengan saos adalah penguat rasa atau aroma dari rokok yang dihasilkan.
2. Bahan Pembantu
Bahan pembantu adalah bahan yang sifatnya membantu dalam proses pembuatan rokok yaitu:
a. Kertas ambri
Kertas ambri adalah kertas yang digunakan sebagai pembungkus tembakau yang telah dicampur dengan cengkeh dan saos menjadi rokok batangan.
b. Kertas minyak
Kertas minyak digunakan untuk membungkus rokok batangan atau mengepak yang terdiri dari 10 batang rokok dan mengepres yang berisikan 20 pak rokok.
c. Kertas Kaca
Digunakan untuk melindungi merk dan warna kertas pembungkus agar tidak mudah rusak dan kotor.
d. Kertas Etiket
Kertas Etiket adalah kertas yang digunakan untuk menentukan identitas dari perusahaan yang bersangkutan, kertas ini terdiri dari 2 macam warna yaitu kuning dan hijau.
e. Kertas Pengawas
Kertas Pengawas adalah kertas yang berisi nomor yang digunakan sesuai dengan ciri khas perusahaan agar tidak mudah dipalsukan oleh perusahaan lain
f. Kerta Kraft
Kertas Kraft adalah kertas yang digunakan untuk membungkus rokok ke dalam setiap ball yang berisi 10 press rokok.
g. Kertas Pita Cukai
Sedangkan untuk kertas pita cukai haruslah didapatkan dari kantor cukai dan ditempelkan pada setiap bungkus rokok karena untuk menandai bahwa rokok tersebut telah dikenakan beban pajak atau dengan kata lain telah melunasi bea cukai.
h. Lem Untuk Pelekat
Lem untuk pelekat digunakan untuk melekatkan rokok dan juga untuk pembungkusan dalam setiap pak, press, maupun ball. Lem untuk pelekat digunakan dari awal pembungkusan rokok batangan sampai dengan pembungkusan rokok dalam bentuk ball.
c. Proses Produksi
Dalam menghasilkan barang jadi berupa rokok yang siap dipasarkan maka harus melalui proses produksi terlebih dahulu, tahapan produksinya adalah sebagai berikut
1) Proses Odol Tembakau
Proses Odol Tembakau yaitu suatu proses yang dijalankan guna menjadikan tembakau halus, merata, dan terurai. Proses ini wajib dilakukan karena dalam pembelian tembakau masih dalam bentuk padat dan kasar sehingga perlu untuk diproses lebih lanjut.
2) Proses Pencampuran
Proses Pencampuran yaitu suatu proses mencampur tembakau, cengkeh, dan saos dicampur menjadi satu sesuai dengan perbandingan yang telah ditetapkan. Dalam proses pencampuran ini haruslah merata satu sama lain, tentunya dengan keadaan tembakau yang telah bersih dari debu. Kualitas rokok yang baik adalah terletak pada proses pencampuran ini, dan bersih tidaknya tembakau pada saat dicampur pertama kali. Apabila proses pencampuran pertama selesai maka proses selanjutnya adalah uji laboratorium untuk pengecekan lebih lanjut, jika uji laboratoruim telah selesai maka untuk sementara bahan yang telah tercampur disimpan terlebih dahulu ditempat tertutup.
3) Pensaosan
Pensaosan digunakan untuk mendapatkan aroma atau rasa yang dikehendaki dengan memberikan saos terhadap campuran yang telah ada, apabila telah diberi saos maka hasil campuran yang telah jadi disimpan selama 6 sampai 7 hari apabila lebih akan lebih baik hasilnya karena campuran akan semakin meresap. Tujuan dari proses penyimpanan ini adalah untuk mendapatkan
kualitas terbaik dari rokok, apabila telah mencapai waktu yang ditentukan maka campuran dari tembakau, cengkeh, dan saos siap untuk dilinting.
4) Proses Pelintingan dan Sortir
Proses Pelintingan dan sortir dilakukan untuk campuran rokok yang telah siap untuk dilinting oleh para tenaga kerja, produktivitas rata – rata tenaga kerja adalah minimum 1000 batang setiap orang tetapi dalam kenyataanya para tenaga kerja mampu memproduksi sebanyak 2500 – 3000 batang per orang. Pada proses ini juga dibutuhkan kertas kraft dan lem untuk merekatkan agar tidak mudah terbuka. Sedangkan untuk proses pelintingan seorang tenaga kerja menghadapi suatu alat linting dengan didampingi oleh seorang tenaga kerja lain yang betugas untuk menyortir rokok, apabila rokok telah disortir maka akan diserahkan kepada mandor yang betugas dan akan disortir kembali untuk kedua kalinya agar benar – benar didapatkan rokok dengan kualitas terbaik.
5) Proses Verfack (Pengepakan)
Dalam proses pengepakan rokok batangan dibungkus dalam kertas minyak agar tidak terpengaruh oleh kelembaban udara dan dapat bertahan lama. Rokok yang telah terbungkus dalam kertas minyak kemudian diberi pita cukai.
Gambar 4.2 : Proses Produksi Rokok Perusahaan Rokok”Djagung Padi” Malang
Gudang Saos Gudang Tembakau Gudang Cengkeh
Saos ditimbang Tembakau ditimbang Cengkeh ditimbang
Tembakau diuraikan Tembakau dikeringkan Tembakau diayak Percampuran tembakau, cengkeh,saos Penyimpanan hasil Dilinting Digunting Disortir Dibungkus Pengebalan Gudang Dipasarkan
d. Hasil Produksi
Perusahaan rokok ”Djagung Padi” Malang dalam pengoperasiannya adalah menghasilkan rokok kretek dengan persentase produksi yang berbeda.
Tabel 4.1 : Jenis Produk dan Presentase Produksi perusahaan Rokok ”Djagung Padi” Malang
Jenis Produk Isi Isi
Rokok Kretek Djagung Padi Kuning Hijau Rokok Kretek Djagung Padi Kuning Cokelat
10 10
95% 5%
Jumlah Total 100%
Sumber data: Perusahaan Rokok ”Djagung Padi” Malang
4.1.6 Pemasaran
a. Daerah Pemasaran
Untuk mendistribusikan hasil produksinya, Perusahaan Rokok”Djagung Padi” Malang mempunyai daerah khusus diantaranya Malang, Blitar, Pasuruan, dan Lumajang. Karena pada daerah tersebut terdapat banyak penduduk yang mengkonsumsi hasil produksi dari ”Djagung Padi”, sehingga daerah tersebut dijadikan sasaran distibusi yang utama. Sedangkan untuk wilayah diluar Jawa Timur seperti Kalimantan hanya dilayani jika terdapat pesanan dalam jumlah banyak.
b. Saluran Distribusi
Saluran distribusi yang dijalankan adalah sebagai berikut : 1) Produsen Agen Retailer Konsumen
Perusahaan mendistribusikan hasil produksinya terlebih dahulu kepada agen dalam jumlah yang besar, kemudian oleh agen didistribusikan kembali kepada
retailer atau pedagang kecil, setelah dari retailer inilah hasil produksi dapat dinikmati oleh konsumen.
2) Produsen Retailer Konsumen
Perusahaan sebagai produsen menjual langsung kepada retailer, dan kemudian retailer mendistribusikan kepada konsumen. Untuk proses ini lebih mudah karena hanya melewati 2 tahap, tetapi dalam penggunaannya hanya untuk daerah Malang saja.