Pelabuhan Tanjung Priok
Pelabuhan Tanjung Priok merupakan pelabuhan terbesar dan tersibuk di Indonesia yang terletak di pesisir Jakarta Utara. Pelabuhan ini berfungsi sebagai pintu gerbang arus keluar masuk barang eksport import maupun barang antar pulau. Pelabuhan Tanjung Priok dibangun pada akhir abad ke-19. Ketika itu Pemerintah Kolonial Belanda memutuskan untuk membangun pelabuhan baru karena pelabuhan yang ada yakni Pelabuhan Sunda Kelapa sudah tidak mampu menerima kapal-kapal besar yang datang dari berbagai belahan dunia.
Saat ini, Pelabuhan Tanjung Priok melayani kapal penumpang, barang domestik dan mancanegara. Fasilitas intermoda yang lengkap di Pelabuhan Tanjung Priok mampu mendistribusikan logistik ke seluruh kota di Indonesia. Letaknya yang strategis dengan hinterland
yang merupakan kawasan dengan aktivitas perdagangan
dan industri, menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelabuhan utama di Pulau Jawa.
Port of Tanjung Priok
Located at the coastal region of North Jakarta, Port of Tanjung Priok is the largest and busiest port in Indonesia. The port operates as the gate to transport exported and imported goods as well as domestic goods. Port of Tanjung Priok was constructed at the end of 19th century.
At that time, the Dutch Collonial Government decided to
construct a new port by taking account to the fact that Port of Sunda Kelapa is no more capable of accommodating big ships from across the world.
Port of Tanjung Priok is currently serving passenger,
domestic goods and international ships. The complete intermode facility at Port of Tanjung Priok is capable to distribute logistic process to all cities across Indonesia. Its strategic locations with hinterland area of trading and
industrial activities places Port of Tanjung Priok as the central port at Java island.
Traik bongkar muat barang di pelabuhan ini terus
meningkat setiap tahunnya. Arus petikemas tercatat sebesar 5,83 juta TEUs pada tahun 2012 dan 5,89 juta
TEUs pada tahun 2013. Tingginya aktivitas bongkar
muat tersebut didukung oleh kelengkapan fasilitas dan peralatan bongkar muat yang dimiliki Pelabuhan Tanjung Priok.
Dengan dukungan teknologi dan fasilitas modern, Tanjung Priok mampu melayani kapal-kapal generasi mutakhir dengan kapasitas di atas 4.000 TEUs, yang langsung datang dari dan menuju ke berbagai pusat perdagangan internasional.
Realisasi arus petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok pada tahun 2014 adalah 4.198.705 Box dan 5.709.889 TEUs. Dibandingkan tahun 2013 yang sebesar 4.346.595 box dan 5.893.262 TEUs, masing-masing mengalami penurunan 3,40% dan 3,11%. Perlambanan tersebut, terutama terjadi akibat dunia usaha melakukan aksi wait and see, mengingat Indonesia sedang menyelenggarakan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden.
Sedangkan realisasi arus barang perdagangan luar negeri di Pelabuhan Tanjung Priok menurun -8,68%, dari 22.329.631 ton pada tahun 2013 menjadi 20.391.878 ton pada tahun 2014. Hal ini dipengaruhi oleh penurunan arus perdagangan dalam negeri khusunya untuk petikemas, pipa, besi di dermaga umum dan komoditi RBD Olien.
Untuk perdagangan barang dalam negeri, arus barang tahun 2014 mencapai 34.150.966 ton, menurun 5,40% dibandingkan tahun 2013 yang sebesar 36.098.670 ton.
Pengembangan fasilitas pelabuhan dan alat produksi di Pelabuhan Tanjung Priok pada tahun 2014 adalah sebagai berikut:
• Pendalaman dan perkuatan dermaga 103-105 • Pendalaman dan perkuatan dermaga 111-113 berikut
pemasangan rel
• Pendalaman dan perkuatan dermaga 201-203 • Pembangunan dermaga ex-Dermaga Presiden berikut
pemasangan rel
• Perkuatan lapangan penumpukan ex-Gudang 207X, 208, 209
• Peningkatan dan pendalaman Dermaga 301-302
• Pembangunan lapangan ex-Paciic Paint
• Pembangunan Gedung TKBM
• Renovasi Gedung Terminal Penumpang Nusantara 2
• Pengadaan 4 unit RTGC
• Pengadaan 2 unit Spreader beserta instalasi
The stevedoring traic at this port keeps arising over the years. Container traic was recorded at 5.83 million TEUs in 2012 and 5.89 million TEUs in 2013. Vigorous stevedoring activities are mainly supported by this a complete range of facilities and equipments provided by Port of Tanjung
Priok.
Supported with modern technologies and facilities, Port of Tanjung Priok is capable to accommodate ships with
maximum capacity of 4.000 TEUs, directly arrives from and departs to various international trading cross-roads. Realization of container traic at Port of Tanjung Priok in
2014 was 4,198,705 boxes and 5,709,889 TEUs. Compared to 2013 of 4,346,595 boxes and 5,893,262 TEUs, it has
declined by 3.40% and 3.11% respectively. The slowdown
occurred since business player took a wait and see stance
while Indonesia were holding legislative and presidential
election.
Whilst the realization of international trade’s low of goods
at Tanjung Priok Port in 2014 decreased by 8.68% from 22,329.631 tons to 20,391.878 tons compared to 2013.
This was inluenced by the decrease in domestic trade lows, especially that of containers, pipes, iron at general
dock and commodities at RBD Olien.
As for domestic trade, low of goods reached 34,150,966
tons in 2014, down by 5.40% from 36,098,670 tons in 2013.
The development of port facility and equipment at Port of
Tanjung Priok in 2014 were as follows:
• Depth increasing and reinforcement of 103-105 docks. • Depth increasing and reinforcement of 111-113 docks
and rail mounting
• Depth increasing and reinforcement of 201-203 docks • Construction of ex-President and rail mounting. • Reinforcement container yard ex-Storage 207X, 208,
209.
• Structural improvement and depth increasing of 301-
302 docks
• Construction of ex-Paciic Paint container yard.
• Construction of TKBM building
• Renovation of Nusantara 2 Passenger Terminal
Building
Fasilitas Pelabuhan Tanjung Priok/Port of Tanjung Priok’s Facilities 1. Alur Channel Panjang 19.850 m (19,85 km) Length Lebar 30 s/d 150 m Width Kedalaman -5 s/d -14 m.LWS Depth 2. Breakwater Breakwater
Panjang 9.247 m (9,25 km) Breakwater Length
3. Kolam Basin
Luas 1.033.749 m2 (103,37 ha) Total Basin Area
4. Dermaga* *Berth
Kapal Niaga 14.116 m (14,11 km) Commercial Ship Berth Length
Kapal Non-niaga 4.548 m (4,55 km) Non-commercial Berth Length
Kedalaman -4 s/d -14 m.LWS Depth
5. Gudang Storage
Unit 11 unit Units
Luas Total 63.314 m2 (6,33 km2) Total Storage Area
6. Lapangan Penumpukan Yard Area
Luas Lapangan Konvensional 174.178 m2 (17,42 ha) Conventional Yard Area
Luas Lapangan Petikemas** 1.797.829 m2 (180 ha) **Container Yard Area
Luas Lapangan Penumpukan Kendaraan*** 14,5 ha ***Car Parking Yard
Gedung Parkir Kendaraan*** 5 ha ***Car Parking Building
* : Dermaga termasuk JICT, TPK KOJA, IKT
** : Luas Lapangan Petikemas termasuk JICT dan TPK Koja
*** : Luas Lapangan Penumpukan kendaraan dan Gedung Parkir termasuk IKT
* : Docks included JICT, TPK KOJA, IKT ** : Container Yard Area included JICT and TPK Koja *** : Vehicle Parking Yard and Parking Building of IKT
Lokasi : DKI Jakarta
Letak : 06 06/00″ LS, 106 53/00″ BT Alamat : JL.Raya Pelabuhan No.8
Tanjung Priok Jakarta 14310
Telp. : 021-4367505, 4301080
Faks. : +6221-4372933
Provinsi : DKI Jakarta
Pelabuhan Panjang
Pada abad ke-17, Pemerintah Hindia Belanda membangun Pelabuhan Panjang dengan dermaga sepanjang 200 meter, menggunakan konstruksi Caisson dengan kedalaman-7 m.LWS beserta satu unit gudang seluas 1.000 m2. Pelabuhan Panjang kemudian berkembang menjadi pelabuhan besar di Pulau Sumatra dan berperan
sebagai urat nadi pertumbuhan ekonomi di Provinsi
Lampung hingga saat ini.
Berada pada titik persilangan Pulau Sumatera dan Pulau Jawa, Pelabuhan Panjang merupakan pelabuhan yang sangat prospektif di masa mendatang. Luas areal lahan pelabuhan masih dapat dikembangkan untuk kerja sama pembangunan berbagai terminal guna melayani kebutuhan pengguna jasa kepelabuhanan. Di samping itu lahan pertanian dan perkebunan yang membentang di
Provinsi Lampung sangat subur untuk kegiatan agrobisnis.
Location : DKI Jakarta
Position : 06 06/00″ LS, 106 53/00″ BT Addres : JL.Raya Pelabuhan No.8
Tanjung Priok Jakarta 14310
Tel No. : 021-4367505, 4301080
Fax No. : +6221-4372933
Province : DKI Jakarta
Port of Panjang
In the 17th century, the Dutch government built Port of
Panjang with 200 meter length docks docks; using Caisson construction with a depth of -7 m.LWS, along with a 1000
m2 warehouse. Port of Panjang later developed to become a large port on Sumatra Island, and serves as the vital vein of economic growth in the Lampung province until today.
Located at the crossroads of Sumatera Island and Java Island, Port of Panjang is a port that has a high prospective future. The port area are ready to be developed for a variety of terminal construction projects in order to serve the needs of port-service users. Furthermore, farms and plantations stretching across the Lampung province are very fertile for agribusiness activities. Currently, the scope of Port of Panjang’s hinterland is still waiting for investors
to be able to expand optimally.
Saat ini lingkup hinterland tersebut masih menunggu para
investor untuk dikembangkan secara optimal. Pelabuhan
Panjang melayani kapal dengan berbagai jenis barang, seperti barang umum, barang dalam kantung, curah cair, curah kering dan petikemas. Arus petikemas terus tumbuh setiap tahunnya seiring pertumbuhan kegiatan industri, pertambangan, dan perkebunan di wilayah itu.
Dengan tersedianya terminal petikemas yang dilengkapi dengan 3 container crane, 5 transtainer, dan top loader serta didukung terminal khusus curah yang ada saat ini, Pelabuhan Panjang siap memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pengguna jasa.
Realisasi arus petikemas tahun 2014 di Pelabuhan Panjang sebesar 89.334 box, atau sebesar 107.546 TEUs.
Sepanjang tahun 2014, pengembangan yang dilakukan pada Pelabuhan Panjang adalah sebagai berikut:
• Pembangunan jalan beton Ex. Rabana.
• Pembangunan power house jaringan dan komponen elektrikal untuk alat bongkar muat.
Fasilitas Pelabuhan Panjang | Port of Panjang’s Facilities
1. Alur Channel
Panjang 10.000 m (10,00 km) Length
Lebar 14,97 m Width
Kedalaman -7 s/d -16 m.LWS Depth
2. Kolam Basin
Luas 86.009 m2 (8,6 ha) Total Basin Area
3. Dermaga Berth
Panjang 1.861 m (1,86 km) Berth Length
Kedalaman -7 s/d -16 m.LWS Depth
4. Gudang Storage
Unit 7 unit Units
Luas Total 17.720 m2 (1,78 Hha) Total Storage Area
5. Lapangan Penumpukan Yard Area
Luas Lapangan Konvensional 10.693 m2 (1,1 ha) Conventional Yard Area
Luas Lapangan Petikemas 75.000 m2 (7,50 ha) Container Yard Area
Lokasi : Panjang, Provinsi Lampung Letak : 05 28/ 23″ LS, 105 19/ 03″ BT
Jln. Yos Sudarso No. 337,
Panjang Bandar Lampung – 35241
Telp. : 0721-31149, 31146
Faks. : +62-721-31155
Port of Panjang serves ships with various types of cargo
such as general cargo, bag cargo, liquid bulk, dry bulk, and
containers. Container low continues to grow each year, in line with the growth of industrial activity, mining, and
plantations within the region.
While the availability of container terminals is equipped
3 container cranes, 5 transtainers, top loaders, as well
as bulk terminals, Port Panjang is ready to provide better service to its users.
Realization of container lows in 2014 at Port of Panjang
was booked at 89,334 boxes, or as much as 107,546 TEUs.
Throughout the year 2014, developments carried out in
Port of Panjang are as follows:
• Construction on the rigid pavement on Ex. Rabana
• Construction of the power house and electrical
components for stevedoring equipment.
Location : Panjang, Lampung Province Position : 05 28/ 23″ LS, 105 19/ 03″ BT
Jln. Yos Sudarso No. 337, Panjang Bandar Lampung – 35241
Tel No. : 0721-31149, 31146
Pelabuhan Palembang
Pelabuhan Palembang atau dikenal sebagai Boom Baru dibangun pemerintahan kolonial Belanda menggantikan Pelabuhan Sungai Rendang pada tahun 1924. Pelabuhan ini terletak di antara dua muara anak sungai Musi, yaitu sungai Lawang Kidul dan sungai Belabak. Pada masa itu, Boom Baru memiliki dermaga dengan panjang sekitar 250 meter. Selain dermaga, di tempat ini juga terdapat Kantor Duane atau Bea Cukai yang posisinya terapung.
Saat ini, Pelabuhan Palembang menjadi pelabuhan sungai terbesar di wilayah Sumatra dan sekaligus merupakan
tumpuan urat nadi pertumbuhan ekonomi provinsi
Sumatra Selatan. Kegiatan bongkar muat didominasi oleh barang curah kering dan petikemas, di samping juga melayani barang dengan jenis kemasan lain.
Pelabuhan Palembang memiliki sub-pelabuhan yang
sangat potensial dan terbuka bagi kerja sama investasi,
yaitu Pelabuhan Sungai Lais, didukung oleh areal yang cukup luas untuk kegiatan industri pengolahan. Untuk mengantisipasi peningkatan arus komoditas di masa mendatang, pelabuhan ini telah memiliki terminal petikemas yang dilengkapi dengan berbagai peralatan modern yang mampu menjamin pelayanan kapal dan barang.
Tercatat tahun 2014, realisasi arus petikemas di Pelabuhan Palembang sebesar 137.685 TEUs and 125.694 box.
Sepanjang tahun 2014, pengembangan yang dilakukan pada Pelabuhan Palembang adalah sebagai berikut: • Pembangunan lapangan penumpukan pada areal
lahan ex kantor Koperasi TKBM, dan ex. Kantor divisi
tekhnik.
• Pembangunan lapangan penumpukan pada areal lahan ex kantor Perispindo, RM. Telaga Biru dan KPPP. • Pembangunan lapangan penumpukan pada areal ex.
gudang BNI dan VTP.
• Pembangunan lapangan penumpukan petikemas ex. Tania Selatan.
• Pembangunan lapangan penumpukan petikemas ex. rumah dinas pegawai di Jl. Muntok
• Pemasangan instalasi back up daya untuk lapangan TPK dan workshop serta pekerjaan untuk pembuatan power house beserta instalasinya untuk gedung
perkantoran dan gudang konvensional
Port of Palembang
Port Palembang, also known as Boom Baru, was built during the Dutch Colonial Rule, in order to replace Port Sungai Rendang in 1924. This port is located between
two gullies of the Musi River, namely the Lawang Kidul River and the Belabak River. At the time, Boom Baru was
facilitated with a 250-meter long dock. In addition to the
dock, this port was also facilitated with a loating oice of
Duane or Tax and Customs agency.
Today, Port of Palembang has become the biggest river
port in the Sumatra region and is a cornerstone of
economic growth in South Sumatra province. Stevedoring activities are mainly dominated by dry bulk and containers, aside from serving goods with other packaging types.
Port of Palembang is facilitated with a sub-port that has
high potential and is open to investment cooperation,
namely Port of Sungai Lais. Port of Sungai Lais is supported
by a wide area for processing industrial activities. To anticipate for the rising traic of commodities in the near
future, the port is also equipped with container terminals
and modern equipment capable of delivering ship and cargo services.
Recorded in 2014 realization of container lows in 2014
was 137,685 TEUs and 125,694 boxes.
Throughout the year 2014, developments carried out in
Port of Palembang are as follows:
• Construction of the yard in the land area of the ex-
TKBM cooperative oice, and ex-oice of the Technical Division.
• Construction of the yard in the land area of the ex-
Perispindo oice, RM, Telaga Biru, and KPPP.
• Construction of the yard in the area of the ex-BNI warehouse and VTP.
• The construction of container stacking yard ex Tania Selatan.
• The development of container stacking yard ex-
employee houses on Jl. Muntok
• Installation of a back up power for yard area and workshop, and jobs for manufacturing powerhouses,
along with the installation for conventional oice
buildings and storage.
Fasilitas Pelabuhan Palembang/ Port of Palembang’s Facilities 1. Alur Channel Panjang 109.268 m (109,30 km) Length Lebar 100 m Width Kedalaman -6 m.LWS Depth 2. Kolam Basin
Luas 77.100 m2 (7,71 ha) Total Basin Area
3. Dermaga Berth
Panjang 891 m (0,891 km) Berth Length
Kedalaman -6 s/d -9 m.LWS Depth
4. Gudang Storage
Unit 7 Unit Units
Luas Total 8.937 m2 (0,89 ha) Total Storage Area
5. Lapangan Penumpukan Yard Area
Luas Lapangan Konvensional 21.544 m2 (2,15 ha) Conventional Yard Area
Luas Lapangan Petikemas 45.328 m2 (4,53 ha) Container Yard Area
Lokasi : Palembang, Sumatera Selatan
Letak : 02º-58’-48” LS dan 104º-46’-36” BT
Alamat : Jl. Belinyu No.1 Boom Baru, Palembang 30115
Telpon : 0711-710472
Provinsi : Sumatera Selatan
Pelabuhan Teluk Bayur
Pelabuhan Teluk Bayur, sebelumnya bernama Emmahaven,
dibangun sejak zaman kolonial Belanda antara tahun 1888 sampai 1893 di Kota Padang. Pelabuhan Teluk Bayur merupakan pelabuhan samudera yang terbuka untuk
kegiatan perdagangan internasional di provinsi Sumatera
Barat. Pelabuhan ini memiliki beberapa kawasan yang merupakan sentra kegiatan ekonomi di Sumatera Barat meliputi Muara Padang dan Air Bangis.
Pelabuhan Teluk Bayur saat ini telah memiliki standar prosedur pelayanan berdasarkan ISO 9002. Pelabuhan Teluk Bayur telah dilengkapi dengan peralatan modern yang mampu menangani berbagai jenis barang antara lain barang curah seperti batubara, semen, klinker, CPO serta komoditas yang menggunakan petikemas seperti kayu manis, teh, moulding, furnitur dan karet, yang merupakan komoditas ekspor unggulan ke Amerika Serikat, Eropa, Asia, Australia dan Afrika.
Realisasi arus petikemas pada tahun 2014 sebesar 66.942 TEUs serta 62.589 box.
Sepanjang tahun 2014, pengembangan yang dilakukan pada Pelabuhan Teluk Bayur adalah sebagai berikut: • Pengerukan kolam di sekitar jetty batubara dan
dermaga eks. DKB.
• Pengerukan kolam pelabuhan Teluk Bayur.
Location : Palembang, South Sumatera
Position : 02º-58’-48” LS dan 104º-46’-36” BT
Address : Jl. Belinyu No.1 Boom Baru, Palembang 30115
Telephone : 0711-710472
Province : South Sumatra
Port of Teluk Bayur
Port of Teluk Bayur, previously called Emmahaven, was
built during the Dutch Colonial Era, between 1888 and 1893, in the city of Padang. Port Teluk Bayur is an sea port
open for international trade activities in the West Sumatra province. This port is supported by several economic central areas of economic activity in West Sumatra,
including Muara Padang and Air Bangis.
At this time, Port of Teluk Bayur has standard service
procedures based on ISO 9002. Port of Teluk Bayur has been equipped with modern equipment capable of
handling various kinds of cargo, including bulk cargo such
as coal, cement, clinkers, CPO, and commodities packed in containers such as cinnamon, tea, molding furniture, and rubber, in which such cargo are export commodities to the United States, Europe, Asia, Australia, and Africa.
Realization of container lows in 2014 was 66,942 TEUs
and 62,589 boxes.
Throughout the year 2014, developments carried out in
Port of Teluk Bayur are as follows:
• Dredging work of the basin near coal jetty and ex-DKB dock.
• Pembangunan gedung kantor terminal petikemas berikut lapangan parkir dan fasilitas pendukung. • Pembangunan lapangan penumpukan eks. Gudang
Api.
• Pengadaan 2 unit spreader beserta instalasinya. • Pengadaan kapal tunda 2 x 600 HP.
Fasilitas Pelabuhan Teluk Bayur/ Port of Teluk Bayur’s Facilities
1. Alur Channel
Panjang 1.856 m (1,86 km) Length
Lebar 150 m Width
Kedalaman - 11 s.d -12 m.LWS Depth
2. Breakwater Breakwater
Panjang 550 m (0,55 km) Breakwater Length
3. Kolam Basin
Luas 308.900 m2 (30,89 ha) Total Basin Area
4. Dermaga Berth
Panjang 1.580 m (1,58 km) Berth Length
Kedalaman - 9 s/d -12 m.LWS Depth
5. Gudang Storage
Unit 7 Unit Units
Luas Total 14.650 m2 (1,47 ha) Total Storage Area
6. Lapangan Penumpukan Yard Area
Luas Lapangan Konvensional 103.530 m2 (10,3 ha) Conventional Yard Area
Luas Lapangan Petikemas 62.520 m2 (6,25 ha) Container Yard Area
Lokasi : Kota Padang, Sumatera Barat
Letak : 0°59′51,43″LU 100°22′19,79″BT Alamat : Jl. Semarang No.3 Teluk Bayur 25217
Telepon : 0751-61646
Provinsi : Sumatera Barat, Indonesia
Pelabuhan Pontianak
Saat Singapura diberlakukan sebagai pelabuhan bebas internasional 1819, Pontianak menjadi poros terdepan Hindia Belanda dalam menarik sebagian perdagangan luar negeri. Pada 1834 pemerintah Hindia Belanda memberlakukan Pontianak dan Sambas sebagai pelabuhan bebas.
Pelabuhan Pontianak berada di tepi sungai Kapuas yang menghubungkan area seluas 146,8 ribu km di
provinsi Kalimantan Barat. Pelabuhan ini menjadi urat
nadi perekonomian wilayah Pontianak, Sintete, Sambas, Sintang, Sanggau, Kapuas, Hulu, Telok Air, Ketapang dan Singkawang.
Pelabuhan Pontianak memiliki terminal petikemas, dilengkapi dengan 3 container crane serta berbagai peralatan modern guna mendukung kegiatan bongkar
• The construction of container terminal oice building
as well as parking lot and supporting facilities. • The construction stacking yard ex-Gudang Api.
• Procurement of 2 units of spreader including the installation.
• Procurement of tug boat 2x600 HP.
Location : Padang city, West Sumatera
Position : 0°59′51,43″LU 100°22′19,79″BT Address : Jl. Semarang No.3 Teluk Bayur 25217
Telephone : 0751-61646
Province : West Sumatera, Indonesia
Port of Pontianak
Since Singapore was treated as an international free port in 1819, Pontianak became the leading axis of the Dutch East Indies in attracting majority of foreign trade. In
1834, the government of the Dutch East Indies declared
Pontianak and Sambas as free ports.
Port of Pontianak is located on the banks of Kapuas River,
which connects a 146.8 thousand km-width area in West
Kalimantan province. This port has become the economic
lifeblood of the Pontianak region, namely Sintete, Sambas, SIntang, Sanggau, Kapuas, Hulu, Telok Air, Ketapang, and Singkawang.
Port of Pontianak has a container terminal, fully equipped
with 3 container cranes, as well as a variety of modern equipment capable of handling optimal stevedoring
activities. The existence of sub-ports around Port of
Pontianak only strengthens its position as a major port in West Kalimantan.
Realization of container lows in 2014 was 227,130 TEUs
and 202,194 boxes.
Throughout the year 2014, developments carried out in
Port Pontianak are as follows:
• Construction of the RMGC line and the arrangement of containers block in CY 06 location in CY 06.
• Procurement 1 unit of 61 ton capacity container crane • Procurement of 4 unit RMGC units.
• Retroitting 4 unit Reach Stacker.
Location : Pontianak, West Kalimantan
Position : 00 01′ 00″ LS, 109 20′ 00″ BT Address : Jl. Pakasih No.11 Pontianak 78113
Telephone : 0561-32181
Province : West Kalimantan
Port of Cirebon
In 1865, the Dutch colonial government built Port of Cirebon in the city of Cirebon in West Java. Port of Cirebon was the most strategic gateway for business activities in a