PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Profil dan Deskripsi Responden
Medan Baru Medan Johor Medan Sunggal Medan Kota 17.667 62.331 55.717 35.422 22.150 64.336 57.929 37.700 39.817 126.667 113.644 73.122 Jumlah 171.137 182.115 353.250
Sumber: BPS Kota Medan, 2013
Dari karakteristik penduduk menurut jenis kelamin dapat diketahui bahwa komposisi penduduk Kota Medan di empat kecamatan yaitu 353.250 sebagian besar berjenis kelamin perempuan dengan jumlah 182.115 jiwa, sedangkan penduduk dengan jenis kelamin laki-laki 171.173 jiwa.
4.2 Profil dan Deskripsi Responden
Profil responden yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu berupa keterangan-keterangan pribadi mengenai responden terpilih. Responden dalam penelitian ini merupakan nasabah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada bank BRI di Kota Medan, khususnya pada kecamatan Medan Baru, Kecamatan Medan Johor, Kecamatan Medan Sunggal, dan Kecamatan Medan Kota. Profil responden dalam penelitian ini
diperoleh dari hasil kuisioner yang berupa kumpulan-kumpulan pertanyaan, dan jawaban dari pertanyaan tersebut disusun kemudian disajikan dalam bentuk tabulasi.
4.2.1 Data Responden Berdasarkan Umur
Perbedaan kondisi individu seperti umur seringkali dapat memberikan perbedaan perilaku membeli seseorang. Ini dilakukan untuk mengetahui kelompk umur mana yang lebih potensial terhadap pengambilan kredit pemilikan rumah. Tabulasi umur responden dapat dilihat sebagai berikut :
Tabel 4.3
Data Responden Berdasarkan Umur
Usia Frekuensi Persentase
21-30 tahun 10 12.5 31-40 tahun 31 38.75 41-50 tahun 31 38.75 50-60 tahun 8 10.0 > 60 tahun 0 0 Jumlah 80 100.0
Sumber: Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel 4.3 dapat diketahui bahwa untuk umur responden yang paling mendominasi adalah yang berumur antara 31 – 40 tahun sebanyak 31 orang (38.75%) dan 41 – 50 tahun sebanyak 31 orang (38.75). Hal ini menunjukkan bahwa kelempok umur tersebut merupakan konsumen potensial terhadap pengambilan kredit pemilikan rumah, karena biasanya pada umur tersebut seseorang telah mapan, memiliki penghasilan tetap dan berpenghasilan tetap sehingga merasa mampu untuk mengambil kredit perumahan
4.2.2 Data Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Perbedaan jenis kelamin dapat menjadi pembeda bagi seseorang dalam melakukan pembelian rumah, karena pada umunya seseorang memilih tipe rumah sesuai dengan kebutuhan baik yang sudah berkeluarga ataupun belum. Dari jumlah responden yang telah ditetapkan sebagai sampel penelitian, maka diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel 4.4
Data Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Frekuensi Persentase
Laki-laki 70 87,5
Perempuan 10 12,5
Jumlah 80 100
Sumber: Data primer yang diolah
Berdasarkan Tabel 4.4 dapat diketahui bahwa responden terbanyak adalah laki-laki yaitu 70 orang (87,5%) sedangkan perempuan hanya 10 orang (12,5%) dari total jumlah responden yang ada. Hal ini menunjukkan bahwa laki-laki merupakan konsumen potensial terhadap pengambilan kredit perumahan, karena laki-laki sebagai kepala rumah tangga lebih memiliki perencanaan yang lebih baik untuk berjaga-jaga dalam menghadapi masa depan keluarga mereka dibandingkan perempuan.
4.2.3 Data Responden Berdasarkan Pendidikan
Konsumen yang mengambil kredit perumahan 4 kecamatan di Kota Medan yang ditentukan sebagai responden memiliki tingkat pendidikan yang berbeda-beda. Pada tabel 4.5 akan disajikan dan diuraikan data responden berdasarkan tingkat pendidikannya.
Tabel 4.5
Data Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Pendidikan Terakhir Frekuensi Persentase
SD 0 0,0 SMP 0 0,0 SMA 4 5,0 DIPLOMA 8 10,0 STRATA 68 85,0 Jumlah 80 100,0
Sumber: Data primer diolah
Berdasarkan Tabel 4.5 diatas dapat diketahui bahwa nasabah yang menjadi responden dan berminat terhadap pengambilan kredit perumahan didominasi oleh yang pendidikan terakhirnya strata sebanyak 68 orang atau (85.0%) dari total jumlah responden dibandingkan dengan pendidikan terakhir SMA yaitu sebanyak 4 orang (10.0%). Hal ini disebabkan karena umunya nasabah dengan pendidikan terakhir strata lebih memiliki pekerjaan tetap dan penghasilan tetap sehingga mereka dapat merencanakan berapa besar angsuran berdasarkan pendapatannya.
4.2.4 Data Responden Berdasarkan Pekerjaan
Komposisi responden menurut jenis pekerjaan disajikan pada tabel berikut ini:
Tabel 4.6 Data responden Berdasarkan Pekerjaan
Pekerjaan Frekuensi Persentase
PNS/TNI/POLRI 7 8,75 Peg. Swasta 34 42,5 Wiraswasta 24 30,0 Profesional/Dosen 15 18,75 lain-lain 0 0,0 Jumlah 80 100
Pekerjaan dalam kasus ini akan menunjukkan status sosial yang akan mempengaruhi seseorang dalam pengambilan keputusan terhadap kredit perumahan. Tabel 4.6 menunjukkan data bahwa jumlah responden terbanyak adalah dari kelompok responden dengan pekerjaan pegawai swasta yaitu sebanyak 34 orang (42.5%) dari jumlah responden, diikuti oleh wiraswasta sebanyak 24 orang (30.0%). Data di atas menunjukkan bahwa pegawai swasta lebih berminat terhadap pengambilan kredit perumahan, karena selain sebagai sarana tempat tinggalnya, mereka juga menjadikan rumah sebagai alat investasi.
4.2.5 Data Responden Berdasarkan Tingkat Pendapatan
Data nasabah yang dijadikan responden berdasarkan tingkat pendapatan dapat dilihat pada tabel yang disajikan di bawah ini:
Tabel 4.7
Data Responden Berdasarkan Tingkat Pendapatan
Pendapatan Frekuensi Persentase
1 - 5 juta 19 23,75 5,1 - 10 juta 25 31,25 10,1 - 15 juta 18 22,5 15,1 - 20 juta 16 20 > 20 juta 7 8,75 Jumlah 80 100
Sumber: Data primer diolah
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa jumlah pendapatan yang paling mendominasi adalah Rp 5.100.000 – Rp 10.000.000 sebanyak 25 orang (31.25%) dari total jumlah responden, sedangkan tingkat pendapatan >Rp 20.000.000 hanya 7 orang (8.75%). Jumlah pendapatan untuk sebuah keluarga sebesar Rp 5.100.000 – Rp
10.000.000 di Kota Medan dianggap cukup dan mampu untuk memenuhi kredit perumahan. Hal ini dapat menjadi alasan banyaknya masyarakat yang berminat terhadap kredit perumahan dan jumlahnya terus bertambah setiap tahunnya.
4.2.6 Jumlah Responden Berdasarkan Tipe, Harga Rumah dan Uang Muka
Data responden berdasarkan tipe rumah yang dipilih dapat dilihat dari tabel di bawah ini:
Tabel 4.8 Jumlah Responden Berdasarkan Tipe Rumah
Tipe Rumah Frekuensi Persentase
Tipe 21/36 12 15,0
Tipe 45/54 17 21,25
Tipe 65/70 19 23,75
Tipe 71/100 32 40,0
Jumlah 80 100,0
Sumber: Data primer diolah
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa tipe rumah yang paling diminati oleh responden yang mengambil kredit perumahan adalah tipe 71/100 sebanyak 32 orang (40.0%) dan yang paling sedikit adalah tipe 21/36. Banyaknya responden yang mengambil tipe 71/100 karena tipe merupakan rumah yang cukup luas, cocok menjadi hunian keluarga yang nyaman dan sesuai kebutuhan.
Harga rumah juga menjadi faktor penting responden dalam menentukan jenis rumah seperti apa yang diinginkan dan sesuai dengan kebutuhan. Harga rumah yang terjangkau sesuai dengan besarnya pendapatan dan angsuran tiap bulannya yang mampu dibayarkan merupakan rumah yang akan menjadi pilihan nasabah. Data respoden berdasarkan harga rumah akan disajikan dalam tabel berikut ini
Tabel 4.9 Jumlah Responden Berdasarkan Harga Rumah
Harga Rumah Frekuensi Persentase
100-200 juta 22 27,5 210-300 juta 9 11,25 310-400 juta 9 11,25 410-500 juta 15 18,75 > 500 juta 25 31,25 Jumlah 80 100
Sumber: Data primer diolah
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa harga rumah yang menjadi dominasi responden adalah Rp >500.000.000 sebanyak 25 orang (31.25%) dan diikuti harga rumah Rp 100.000.000 – Rp 200.000.000 sebanyak 22 orang (27.5%). Dari hal tersebut dapat dijelaskan bahwa dominan responden lebih berminat terhadap rumah dengan harga Rp >500.000.000 hal ini dikarenaka rata-rata pekerjaan dari responden merupakan wiraswasta atau pendapatannya cukup terhadap cicilan perumahan setiap bulannya dan diikuti oleh harga rumah Rp 100.000.000 – Rp 200.000.000 yaitu perumahan murah yang banyak diminati kalangan menengah atau responden yang baru berkeluarga yang sesuai dengan kebutuhan dan ingin memiliki rumah tetapi tidak secara cash dengan biaya yang begitu besar.
Uang muka juga sangat berpengaruh terhadap keputusan pengambilan kredit perumahan, karena semakin besarnya uang muka maka cicilan yang harus dibayarkan setiap bulannya semakin kecil. Data responden berdasarkan besarnya uang muka akan dijelaskan dalam tabel berikut ini:
Tabel 4.10
Jumlah Responden Berdasarkan Uang Muka
Total Uang Muka Frekuensi Persentase
20% dari harga rumah 18 22,5
30% dari harga rumah 44 55,0
10% dari harga rumah 15 18,75
>30% dari harga
rumah 3 3,75
Jumlah 80 100,0
Sumber: Data primer diolah
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa jumlah total uang muka yang paling dipilih oleh responden adalah sebesar 30% sebanyak 44 orang (55.0%), karena responden menganggap bahwa jumlah uang muka sebesar 30% dianggap cukup atau paling ideal untuk mendapatkan jumlah angsuran yang tidak memberatkan dari harga rumah yang dipilih oleh responden itu sendiri. Terkait dengan aturan Bank Indonesia mengenai uang muka atau DP diperkirakan akan berdampak pada volume penjualan unit rumah dan kemampuan masyarakat khususnya menengah ke bawah dalam membeli rumah. Hal itu mengacu pada menurunya daya beli konsumen akibat meningkatnya pembayaran di muka. Terlebih lagi peran pemerintah yang dalam hal ini hanya sebagai regulator yang membatasi daya beli masyarakat.
4.2.7 Jumlah Responden Berdasarkan Suku Bunga KPR
Data responden berdasarkan suku bunga KPR yang dipilih dapat dilihat pada tabel yang disajikan berikut ini:
Tabel 4.11
Jumlah Responden Berdasarkan Suku Bunga KPR
Persen Suku Bunga
KPR Frekuensi Persentase 7%-7,5% 13 16,25 7,6%-8% 9 11,25 8,1%-8,5% 7 8,75 8,6%-9% 6 7,5 > 9,1% 45 56,25 Jumlah 80 100
Sumber: Data primer diolah
Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa jumlah responden yang mengambil kredit perumahan didominasi pada tingkat suku bunga > 9,1% dikarenakan para responden mengambil kredit perumahan pada 1 tahun terakhir, hal ini sesuai dengan peraturan terbaru dari pihak Bank BRI dan keputusan Bank Indonesia mengenai kredit pemilikan rumah sebesar 10%.
4.2.8 Data Responden Berdasarka Jangka Waktu KPR
Setiap nasabah KPR berhak memilih seberapa lama jangka waktu yang akan dipilih untuk melunasi kredit perumahannya sesuai dengan yang telah ditetapkan pihak bank. Adapun data responden berdasarkan jangka waktu KPR sebagai berikut:
Tabel 4.12
Data Responden Berdasarkan Jangka Waktu KPR
Jangka Waktu KPR Frekuensi Persentase
5 tahun 0 0,0
10 tahun 23 28,75
15 tahun 57 71,25
20 tahun 0 0,0
Jumlah 80 100,0
Dari tabel diatas dapat dijelaskan bahwa jangka waktu yang paling banyak dipilih oleh para responden adalah 15 tahun sebanyak 57 orang (28.75%) karena menurut para responden jangka waktu tersebut yang paling ideal untuk dapat melunasi cicilan perumahan yang mereka ambil dengan jangka waktu yang tidak terlalu lama.
4.2.9 Jawaban Responden Tentang Pengaruh Tingkat Suku Bunga, Pendapatan dan Uang Muka Terhadap Pemanfaatan Kredit Pemilikan Rumah
Masyarakat Kota Medan yang menjadi responden merupakan nasabah yang memiliki kredit pemilikan rumah. Seperti yang diketahui bahwa bank dalam penilitian ini merupakan Bank BRI jual mengeluarkan produknya yaitu kredit pemilikan rumah yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu juga dapat memiliki rumah dan mempermudah nasabahnya untuk memiliki rumah. Dalam penelitian ini penulis meneliti bagaimana pengaruh tingkat suku bunga, pendapatan dan uang muka terhadap minat masyarakat dalam memanfaatkan kredit pemilikan rumah.
Tabel 4.13 Jawaban Responden Tentang Pengaruh Tingkat Suku Bunga, Pendapatan dan Uang Muka Terhadap Pemanfaatan Kredit Pemilikan Rumah
No. Pernyataan SS S KS TS STS
1
Tingkat suku bunga yang diberikan bank mempengaruhi
anda dalam pemanfaatan KPR pada bank BRI 16 39 19 6 0 2
Tingkat pendapatan mempengaruhi anda dalam
pemanfaatan KPR pada bank BRI 20 52 4 4 0
3
Besarnya uang muka mempengaruhi anda dalam
pemanfaatan KPR pada bank BRI 14 41 18 7 0
4
Keputusan pemanfaatan KPR atas pengaruh tingkat suku
bunga, pendapatan, dan uang muka 55 25 0 0 0
Tabel 4.13 tersebut merupakan pertanyaan-pertanyaan mengenai pengaruh tingkat suku bunga, pendapatan dan uang muka terhadap pemanfaatan kredit pemilikan rumah. Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa jawaban nasabah yang menjadi responden cukup mendominasi pada pernyataan setuju bahwa tingkat suku bunga, pendapatan dan uang muka mempengaruhi minat masyarakat terhadap pemanfaatan kredit perumahan. Untuk pernyataan setuju terhadap tingkat suku bunga sebanyak 39 orang (48.75%), untuk pernyataan setuju terhadap pendapatan sebesar 52 orang (65%), untuk pernyataan setuju terhadap uang muka sebesar 41 orang (51.25%) dan untuk pernyataan bahwa keputusan pemanfaatan kredit perumahan atas pengaruh tingkat suku bunga, pendapatan dan uang muka paling mendominasi pada jawaban sangat setuju sebanyak 55 orang (68.78%).