BAB IV DESKRIPSI DAN INTERPRETASI DATA PENELITIAN
4.2 Profil Informan
R adalah seorang perempuan yang berusia 22 tahun. R berasal dari suka batak. R bekerja menjadi seorang caddy golf sudah hampir 2 tahun. R adalah seorang anak yang pendiam, namanu ramah dan sangat perhatian kepada teman-teman kerjanya. R adalah anak kedua dari dua bersaudara. R lahir dari keluarga yang sederhana di kota medan.
Setelah menyelesaikan pendidikannya dibangku SMA, R langsung memutuskan kepada orang tuanya ingin bekerja menjadi caddy golf di salah satu lapangan golf yang ada di kora medan. Bekerja menjadi seorang caddy sangat dinikmati oleh R, karena dengan bekerja menjadi caddy golf R bisa berinteraksi dengan banyak orang serta mempunyai banyak teman.
Saat ini R sedang kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta yang ada dikota medan. R bekerja menjadi seorang caddy golf adalah sebagai sampingan disela-sela waktu kuliahnya, tetapi R tetap bisa membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan. Uang yang diperoleh R dari hasil bekerja menjadi seorang caddy golf dipergunakan oleh R untuk memenuhi keperluannya kuliahnya.
Selama bekerja menjadi caddy golf R bisa memenuhi segala kebutuhan yang ia perlukan untuk kuliahnya. R tidak pernah lagi meminta uang kepada orang tuanya. R belajar untuk mandiri. Dengan uang tips yang diterima R selama memandu permaiana golf para golfer. R bisa mendapatkan uang tips Rp.100.000 untuk sekali memandu permainan golf mereka.
Sebenarnya pekerjaan manjadi seorang caddy golf tidaklah mudah, r harus berpanas-panasan waktu siang hari, membawakan perlengkapan pemain golf sehingga menyebabkan kulit r menjadi hitam dikarenakan terkena sinar matahari.
R juga mendapat tindak kekerasan yang dilakukan oleh pemain golf. Kejadian berawal ketika r memandu permainan golf bersama temannya. Pada waktu itu r turun kelapangan dengan dua pemain golf yang akan bermain bersama-sama. Awalnya permainan golf tersebut berjalan dengan lancar dan tidak ada hambatan.
Pada pertengahan permainan golf, pemain golf yang dibawa oleh r melakukan pemukulan bola golf yang pertama, kemudian disusul dengan pemain golf yang kedua yang melalukan pemukulan bola golf tersebut. Kedua bola golf tersebut jatuh secara berdekatan. Lalu pemain golf yang dibawa oleh R menanyakan yang manabola golf mereka. R memberitahukan kepada pemain golf tersebut bahwa bola golf mereka posisinya yang kanan, pemain golf pertama pun langsung memukul bola golf untuk melanjutkan permainan.
Kemudian pemain golf yang kedua saat akan melakukan pemukulan bola golf tersebut melihat kalau bola yang ada dihadapannya bukanlah bola mereka. Lalu ia menghentikan permainan golf tersebut dan memberitahukan kalau bola yang dipukul oleh pemain golf yang pertama adalah bola golf pemain yang kedua.
Pemain golf tersbut dangan terkejut, dan r menjadi pelampiasan kekesalannya, karena r yang memberikan saran untuk memukul bola golf yang berada di posisi kanan. Pemain golf tersebut memukul r dengan stick golf yang sedang dipegangnya.
Bukan hanya tindak kekerasan fisik yang saja didapatkan oleh r, pemain golf juga melakukan tindak kekerasan mentall, r dibentak bentak, dihina, bahkan pemain golf tersebut
mengeluarkan ucapan-uapan dan komentar-komentart yang kotor tentahng dirinya. Dengan hari yang sedih r hanya diam saja.
Setelah bermain golf, pemain golf tersebut bertemu manajer perusahaan untuk memberitahukan kejadian yang dialaminya sewaktu bermain golf di lapangana. Setelah itu R dipanggil oleh manajer untuk dating kekantor dan R diberi teguran oleh manajer perusahaan.
Setelah keluar dari kantor tersebut, R berusaha mencari pemain golf yang tadi dibawanya. Dengan maksud ingin meminta uang tips atas pekerjaan yang sudah ia lakukan. Ternyata pemain golf tersebut malah tambah marah-marah kepada r dan ia sama sekali tidak memberikan uang tips tersebut. Pemain golf tersebut berlalu begitu saja dari hadapan R.
Semenjaka kejadiaan itu R lebih hati-hati lagi dalam bekerja. Terutama dalam memberikan saran tentang pukulan pemain golf. Ia tidak ingin melakukan kesalahan yang sama untuk kaedua kalinya.
4.2.2 Z (Perempuan)
Z adalah seorang gadis yang berusia 22 tahun. Z berasal dari keluarga yang sangat sederhana. Z adalah anak pertama dari 4 bersaudara, ia memiliki 3 orang adik yang masih duduk di bangku sekolah. Z lahir dari keluarga yang sangat sederhana. Z berasal dari suku padang. Jika diperhatikan z sebenarnya cukup memiliki wajah yang manis, berkulit sawo matang dan berambut lurus sebatas pinggang.
Setelah menyelesaikan pendidikannya di bangku SMA, z diberitahu oleh saudaranya yang juga seorang caddy golf kalau ditempat iabekerja sedang membuka lowongan pekerjaan untuk mencari caddy-caddy golf, karena menurut penuturan saudaranya, kalau uang
tips yang diberikan oleh para pemain golf cukup besar Rp. 100.000 untuk sekali memandu permainan golf mereka.
Apalagi jika dalam sebuah turnamen golf seorang caddy mampu memandu permainan gol yang dibawanya sehingga mendapatkan “hole in one” dengan satu kali pukulan. Maka seorang caddy bisa diberikan hadiah sepeda motor bahkan uang sekalipun sebagai ucapan terima kasih yang diberikan pemain golf kepada caddynya. Z sangat tertarik mendengarkan cerita yang disampaikan oleh saudaranya itu, lantas tanpa berpikir panjang z langsung menerima tawaran yang diberikan oleh saudaranya itu.
Untuk menjadi seorang caddy golf juga tidaklah mudah, setelah az melamar di lapangan golf tersebut, z kemudian harus menjalani dan mengikuti serangkaian tes yang dibearikan oleh pihak perusahaan, seperti tes mata dan pengukuran tinggi badan (minimal 155) kemudian z juga mengikuti masa pendidikan selama tiga bulan. Selama masa pelatihan itu, z diajarkan oleh para caddy senior untuk dapat membaca bagaimana karakter lapangan golf, membaca arah mata angin yang dapat menentukan arah bola jatuh di tanah, serta pengenalan dan fungsi masing-masing dari stick golf dan tentunya bagaiman cara menyapa para pemaingoilf.
Setelah menjalani tiga bulan masa pelatihan tersebut, barulah z diikutsertakan turun ke lapangan golf dengan pendampingan dari para seniornya. Disitu z baru menyadari bahwa sebenarnya pekerjaan seorang caddy tidaklah mudah. Z harus memiliki keterampilan dan keuletan terutama dalam memandu permainan para golfer selama berada di area lapangan golf.
Biasanya z selaly memandu permainan golf keturunan etnis china, karena di lapangan golf tempat z bekerja, pengunjung yang datang rata-rata adalah mereka yang berasal
dari etnis china, pengusaha dan ada juga berasal dari pemain local serta pemain asing. Bahkan pejabat-pejabat tinggi juga turut serta bermain golf untuk menyalurkan hobi mereka.
Memasuki bulan kelima z bekerja sebagai caddy golf, z sudah mendapat tindak kekerasan dari pemain golf. Yaitu berupa kekerasan mental yang diterimanya. Z kerap kali dibentak-bentak, mendapatkan caci maki, hinaan, dari pemain golf. Pemain golf dengan suara yang lantang membentak-bentak dirinya, z sangat sedih dan sangat tertekan pada saat itu.
Masalah bermula ketika pada saat itu z memandu permainan golf pada siang hari yang sangat panas dan terik. Z membawa perlengkapan permaian golf seperti tas dan stick golf serta paying untuk meli ndungi pemain golf yang akandibawanya bermain. Dengan semangat z membawa semua perlengkapan yang dibutuhakn oleh pemain golf selama berada dilapangan. Untuk menuju lapangan golf tersebut jalannya kadang naik dan kadang juga turun, ditambah lagi beban tas yaitu begitu berat harus dibawa oleh z.
Pada saat akan melakukan pemukulan bola golf, pemain golf dengan sangat cepat dan kuat memukul bola golf tersebut. Pada saat itu z tidak konsentrasi untuk melihat kemana arah bola itu jatuh pada saat pemukulan. Hal itu dikarenakan matahari yang sangat terik dan panas sehingga menyulitkan pandangan mata z untuk melihat ke mana arah bola tersebut jatuh.
Setelah melakukan pemukulan bola golf tersebut, pemain golf menanyakan kepada z ke mana arah bola tersebut jatuh. Dengan ketakutan dan suara yang sangat pelan z mengatakan kepada pemain golf kalau ia tidak Nampak bola tersebut jatuhnya dimana, hal itu dikarenakan silaunya matahari sehingga mengganggu pandangan mata z.
Pemain golf tersebut sangat marah kepada z, hal ini dikarenakan pemain golf tersbut baru saja memulai permaianan golf dan melakukan pemukulan bola golf yang pertama pada hole yang pertama, z sudah melakukan kesalahan dengan tidak melihat kemana arah bola tersebut jatuh. Pemain golf tersebut sangat geram kepada z ia lalu mengeluarkan kata-kata kasar dan penghinaan kepada z. z hanya tunduk dan terdiam mendengarkan semua penghinaan yang dikeluarkan pemain golf terhadap dirinya. Hati z sangat sakit dan sedih saat itu.ia sangat trauma atas kejadian yang menimpa dirinya.
4.2.3 Y (Perempuan)
Y adalah seorang perempuan separuh baya dengan kelahiran 12 April 1973 dan sekarang telah berusia 37 tahun. Y berasal dari suka jawa. Y adalah anak ke 2 dari 7 bersaudara. Y sudah memiliki pendampig hidup yaitu seorang laki-laki yang sukunya berberda dengannya, suaminya berasal dari suku manado. Pernikahan mereka sudah berjalan 9 tahun dan sudah dikaruniai seorang anak perempuan yang berusia 3 tahun.
Y bekerja sebagai caddy lapangan golf sudah hampir 13 tahun. Dari mulai tamat SMA hingga sekarang sudah berkeluarga, y sangat menikmati pekerjaannya sebagai pemandu permainan golf. Begitu juga dengan sang suami, ia tidak keberatan atas pekerjaan yang dilakukan oleh istrinya sebagai caddy golf.
Y adalah seorang caddy dengan masa kerja yang paling lama diantara caddy- caddy lainnya. Y juga adalah seorang mantan caddy master, yaitu kepada caddy yang mengurusi semua keperluan serta masalah-masalah yang mengangkut caddy, baik itu saat dilapangan, maupun diluar lapangan. Semua caddy senior maupun junior harus patuh dan tunduk kepada perintah caddy master.
Rutinitas sehari-hari yang dilakukan oleh y adalah pukul 05.00 ia bangun untuk sholat setelah itu ia memasak untuk sarapan pagi suami serta anaknya. Setelah itu mengantarkan anaknya pergi kesekolah, lalu ia berangkat untuk bekerja dengan memakai pakaian kerja berupa celana jeans serta kaos berlengan panjang, memakai topi dan rompi yang menandakan kalau ia adalah seorang caddy.
Bekerja menjadi seorang caddy golf yang dilakukan oleh y, sebenarnya cukup berat karena selain membawa tas dan stick golf yang sangat berat, dalam satu hari ia harus berdiri selama 6 atau 4jam untuk memandu permaianan golf dengan lapangan yang sangat luas. Dan dengan kondisi panas maupun hujan.
Y tidak memiliki gaji tetap bulanan. Y hanya dibayar berdasarkan berapa kali y menemani pelanggan bermain golf. Upah menjadi caddy untuk satu kali memandu permain di lapangan golf biasanya berkisar Rp.60.000 namun itu semua diluar uang tips dari para pemain golf yang berkisar Rp.100.000 sampai Rp.350.000. itu semua berdasarkan kepuasaan pemain golf atas kinerja sang kinerja sang caddy.
Dikalangan para pemain golf, y sangat terkenal karena disamping y sangat cantik, dia juga merupakan salah satu caddy favorit para pemain golf. Hal ini dapat dilihat dari lamanya y bekerja menjadi pemandu permainan golf yaitu selama 13 tahun. Y sudah mengenal dan hapal betul seluk beluk lapangan golf. Wajar saja jika para pemain golf lebih memilih untuk menggunakan jasa y dalam memandu permainan golf mereka.
Selama bekerja menjadi caddy golf y juga mendapat tindak kekerasan yaitu berupa kekerasan fisik yang dilakukan oleh pemain golf etnis cina kepada dirinya. Kekerasan fisik yang dialaminya berupa pukulan dari pemain golf. Pada waktu itu y membawa tamu atau
pemain golf keturunan etnis cina. Pada saat dilapangan y melakukan kesalahan pada pekerjaannya itu yaitu pada saat pemain golf meminta stick golf kepada y, pemain golf meminta iron 5 kepada y, lantas tanpa sengaja y memberikan stick golf iron6 kepada pemain golf.
Pada saat melakukan pemukulan bola golf pemain golf merasa pukulannya kurang dari ukuran standart yang seharusnya. Setelah selesai melakukan pemukulan bola golf pemain golf tersebut melihat stick golf yang sedang dipegangnya, ternyata y salah memberikan stick golf kepada pemain golf tersebut. Pemain golf tersebut dengan geramnya marah-marah kepada y. dan y hanya bisa terdiam dan tertunduk lalu meminta maaf kepada pemain golf tersebut. Y dibentak-bentak dengan suara yang sangat kuat, bahkan pemain golf tersebut melayangkan stick golf kearah tubuh y. spontan y jatuh dilapangan golf tersebut dan y pun pingsan.
Setelah kejadian itu, y dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama. Akibat pemukulan stick golf yang dilakukan oleh pemain golf tersebut, y tidak sadarkan diri, karena yang terkena pukulan tersebut adalah bagian dada y. akibatnya y harus opname untuk pemulihan kesehatannya. Y sempat dirawat dirumah sakit sekitar 1 minggu lebih. Seluruh biaya rumah sakit ditanggung oleh pihak perusahaan tempat y bekerja. Pihak perusahaan sangat menyayangkan kejadian yang menimpa salah satu caddy golf mereka.
Semenjak kejadian itu, pemain golf etnis china tersebut tidak pernah lagi Nampak bermain golf di lapangan golf tersebut. Mungkin pemain golf tersebut takut karena telah melakukan tindak kekerasan terhadap y. y juga sangat menyayangkan atas sikap pemain golf tersebut karena hingga saat ini pemain golf tersebut tidak pernah meminta maaf secara langsung kepada y dan keluarganya atas kejadian yang menimpa dirinya.
Akibat tindak kekerasan yang dialami oleh y tersebut, sampai sekarang y sering merasakan sakit di sekitar tubuhnya, termasuk di bagian dada.
4.2.4 T (Perempuan)
T merupakan seorang gadis yang berusia 20 tahun. T berasal dari keluarga yang kurang mampu. Ia merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Ia tinggal bersama ibu dan kedua orang adiknya. Kedua orang tuannya telah lama bercerai sejak t masih duduk dibangku SMA. T bersama adik-adiknya lebih memilih untuk tinggal bersama ibu mereka daripada ikut bersama ayahnya. Sebenarnya t memiliki wajah yang cukup manis, dibandingkan dengan kedua orang adiknya.
Sejak kedua orang tuanya bercerai t menjadi tulang punggung buat kedua orang adiknya tersayangnya. Kedua orang adiknya yang masih duduk dibangku sekolah menengah atas (SMA) dan dibangku sekolah dasar (SD) dan sangat memerlukan banyak biaya untuk keperluan sekolahnya. Sang ibu hanyalah seorang buruh pabrik yang bekerja tidak jauh dari rumah mereka. T sangat kasian melihat ibunya yang bekerja membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Makanya t berniat untuk membantu perekonomian keluarganya.
Selesai menamatkan pendidikan dibangku sekolah menengah atas, t mulai mencari pekerjaan. Ia diterima menjadi seorang caddy golf. T sangat senang sekali karena ia bisa membantu ibunya untuk memenuhi segala keperluan sekolah adik-adiknya.
T sangat menikmati pekerjaan barunya menjadi seorang caddy golf. Dengan menjadi seorang caddy golf. T banyak mengenal dan berinteraksi dengan banyak orang, misalnya dengan pejabat, pengusaha bahkan pemain asing (bule).
Pada awal tahun 2009 ia menjadi seorang caddy. Penghasilan yang diterimanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup ibu dan kedua orang adiknya. T bekerja menjadi seorang caddy dari pukul 09.00 wib sampai dengan pukul 18.00 wib. Hari-hari dilalui t dengan suka dan duka. Ia sangat tertarik bekerja menjadi seorang caddy dengan sebuah tantangan. Sebenarnya menjadi seorang caddy tidak segambpang dan semudah yang ia bayangkan. Setiap hari ia lalui dengan penuh cobaan dan tantangan.misalnya pada saat t turun ke lapangan untuk bermain golf bersama para pemain golf. T mendapat cobaan yang sangat susah untuk ia jalani misalnya: teriknya matahari pada siang hari, lapangan yang basah dikarenakan hujan yang turun dan lain sebagainya.
Biasanya tugas t sebagai seorang caddy adalah membawa tas atau bag yang berisikan stick-stick golf para pemain golf, paying, serta air mineral untuk minum para pemain golf yang haus, mengangkat bendera petunjuk lubang, membersihkan bekas pukulan pada bola golf, lapangan golf sendiri biasa terdiri dari 9 hole atau 18 hole.
Bekerja menjadi seorang caddy golf yang dilakukan oleh t sebenarnya cukup berat, karena selain berada di lapangan golf pada siang hari untuk menemani sang golfer bermain golf, seorang caddy juga dituntut untuk bisa menghadapi berbagai perlakuan kasar dari pemain golf mulai caci maki, pukulan, bentakan hingga dilempar stick golf.
T pernah mendapat tindak kekerasan yang dilakukan oleh pemain golf terhadap dirinya, baik kekerasan fisik maupun kekerasan mental. Akan tetapi semua itu tidak dihiraukannya, semua ia terima demi cita-citanya untuk membahagiakan ibu dan kedua adiknya.
Pemain golf yang melakukann tindak kekerasan terhadap t adalah seorang pengusaha, yang berasal dari etnis cina. Saat itu pemain golf tersebut sedang bermain golf dan caddynya adalah t. semua tugas untuk melayani pemain golf tersebut sudah dilakukan oleh t
dengan sangat baik. Mulai dari membaca situasi lapangan golf, keadaan cuaca, arah angin, serta pemilihan tongkat golf.
Akan tetapi t lupa untuk melihat arah bola menuju ke lubang(line) pada saat pemukulan bola golf. Pada saat itu pemain golf bertanya kepada t kemana arah line atau garisnya. T menyarankan kepada pemain golf tersebut untuk memukul bola golf tersebut kearah kanan. Pemain golf tersebut mengikuti saran yang diberikan oleh t. maka pemain golf tersebutpun memukul bola tanpa ragu ragu kearah kanan, ternyata bola tersebut tidak masuk. Pemain golf tersebut marah-marah kepada t. t meminta maaf kepada pemain golf tersebut dan mengatakan seharusnya pukulan bola golf tersebut kearah kiri. Pemain golf tersebut dengan geramnya membentak-bentak t dan menghinanya. T hanya bisa tertunduk dan terdiam. Hati t sangat sakit atas penghinaan yang dilakukan oleh pemain golf terhadap dirinya.
Semenjak kejadian itu, t berubah menjadi lebih banyak diam, dan tidak bergaul bersama teman-temannya. Apabila selesai memandu permainan golf biasanya t langsung bergegas untuk pulang kerumah.
4.2.5 S (Perempuan)
S adalah seorang caddy golf yang berusia 23 tahun, kelahiran 1986. S bekerja menjadi caddy golf sudah hampir 3 tahun lebih ia bekerja disana. Orang tuanya sudah tidak sanggup lagi untuk membiayai sekolah s sampai keperguruan tinggi. Kedua orang tuanya hanya sanggup dan mampu menyekolahkan s sampai tingkat SMA. Padahal s ingin sekali melanjutkan pendidikan sampai keperguruan tinggi. S adalah anak pertama dari 4 bersaudara.
S berasal dari keluarga yang kurang mampu. Ayahnya hanyalah seorang penarik becak bermotor, dan ibunya tidak memiliki pekerjaan. S sangat ingin membantu keluarganya, s kasian melihat ayahnya yang bekerja membanting tulang demi keluarganya,
dengan hasil yang didapat dari pekerjaannya sebagai penarik becak bermotor yang sangat pas- pasan. Oleh karena itu s berusaha untuk mencari pekerjaan.
Kemudian tanpa berfikir panjang serta didorong keinginan s untuk mendapatkan uang untuk biaya sekolah adik-adiknya. S kemudian bekerja menjadi seorang caddy golf di salah satu lapangan golf di kota medan. Pekerjaan sebagai caddy golf sangat dinikmati oleh s. S jadi lebih mengerti tentang seluk beluk lapangan golf. Padahal awalnya s sama sekali tidak mengetahui istilah caddy itu apa. Dengan bekerja menjadi caddy golf s mengetahui banyak hal, misalnya tentang lapangan golf, stick golf, dan lain-lain.
Setiap hari s selalu menghabiskan waktunya di area lapangan golf bersama teman-temannya. Pihak perusahaan memberikan tempat untuk semua caddy beristirahat. Tempat tersebut berbentuk seperti aula, yang terdiri daari dua tingkat yang bisa digunakan untuk semua caddy, baik untuk beristirahat maupun untuk mengganti pakaian. Lantai dasar dari aula tersebut terdapat kantin yang menyediakan makanan untuk para caddy.
Pekerjaan sebagai caddy golf menurut penuturan s tidaklah mudah mereka dituntut untuk selalu memberikan pelayanan yang terbaik kepada pemain golf yang akan dibawanya. Mulai dari membawa peralatan pemain golf hingga mereka berda dilapangan golf.
S kerap mendapat tindak kekerasan dari pemain golf, salah sedikit saja dalam melakukan pekerjaan, maka pemain golf tersebut akan bertindak sesuka hati mereka kepada para caddy.
Bentuk kekerasan yang dialami s adalah kekerasan mental yang berulang-ulang dilakukan oleh pemain golf terhadap dirinya.apabila s melakukan kesalahan maka pemain golf tersebut akan marah-marah, membentak-bentak, serta mencaci s. meskipun begitu s tetap sabar dan kuat menjalani pekerjaannya itu.
Kejadian berawal ketika s salah dalam membaca situasi dan melihat arah jarak yang akan dipukul oleh pemain golf. Pada saat pemain golf akan melakukan pemukulan bola golf, pemain golf bertanya kepada caddy, iron berapa yang harus ia gunakan untuk melakukan pemukulan bola golf tersebut. Lantas s memberitahu kalau pemain golf tersebut harus menggunakan iron 7 untuk melakukan pemukulan bola golf. Alhasil setelah pemain golf tersebut memukul bola ternyata bola tersebut kelewatan dan tidak masuk.
Pemain golf tersebut marah-marah kepada s,ia tidak terima kalau bola yang dipukulnya seharusnya bisa masuk ke lubang ternyata setelah dipukul tidak masuk sama sekali. S bingung saat itu, ia meminta maaf kepada pemian golf atas kesalahan yang ia lakukan, tetapi pemain golf tidak terima begitu saja, malah ucapan yang ia keluarkan semakin kasar terhadap s. ia mencaci maki s dengan kata-kata yang kotor, kata-kata yang seharusnya tidak diucapkan oleh seorang pemain golf terhadap caddynya, ucapan yang sangat merendahkan s sebagai kaum perempuan.
Menurut s apa yang dilakukan oleh pemain golf terhadap dirinya sudah kelewatan. S sudah meminta maaf berulang kali, tetapi tetap saja, kekerasan mental yang ia dapatkan dari pemain golf.
S menuturkan kalau ia tobat untuk memandu permainan golf pemain tersebut. S tidak ingin lagi memandu permainan golf pemain tersebut. Kejadiaan yang menimpa diri s tidak