III. METODE PENELITIAN
4.2. Profil Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan
Pendirian KPB PTPN adalah merupakan hasil dari sejarah panjang upaya peningkatan efektifitas dan efisiensi pemasaran komoditas BUMN Perkebunan yang dilaksanakan Pemerintah. Oleh sebab itu, untuk dapat menjelaskan secara baik latar belakang pendirian dan tujuan pendirian KPB PTPN seharusnyalah dengan cara melihat sejarah pengelolaan pemasaran hasil produksi BUMN Perkebunan dari tahun 60’an hingga saat ini.
Pengelolaan pemasaran hasil produksi BUMN Perkebunan mengalami perbaikan dari waktu ke waktu, dari pilihan memasarakan sendiri hingga membentuk suatu organisasi yang menangani secara bersama pemasaran seluruh hasil produksi BUMN Perkebunan. Perbaikan-perbaikan ini dimaksudkan untuk meningkatkan efaktifitas dan efisiensi pelaksanaan pemasaran, sehingga penerimaan dari penjualan dapat dicapai seoptimal mungkin.
Jika diurutkan, maka sejarah upaya pengembangan pengelolaan pemasaran hasil produksi BUMN Perkebunan dapat dibagi ke dalam beberapa periode, sebagai berikut :
I.Periode 1958-1961, PPN Lama dan PPN Baru
Pada periode ini terdapat 2 (dua) Perusahaan Perkebunan Negara (PPN), yaitu PPN Lama, yaitu perkebunan yang diambil alih dari perushaan milik Pemerintah Belanda. Sementara PPN Baru adalah perusahaan perkebunan yang
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007.
USU Repository © 2009
diambil alih oleh Pemerintah R.I. dari perusahaan swasta Belanda. Pada periode ini fungsi pemasaran dilaksanakan sendiri oleh masing-masing PPN.
II. Periode 1961-1963, Badan Pimpinan Umum Perusahan Perkebunan Negara (BPU-PPN)
Periode ini ditandai dengan pendirian Badan Pimpinan Umum Perusahaan Perkebunan Negara (BPU-PPN), tepatnya tahun 1961. Pendirian BPU-PPN ini dimaksudkan untuk memperbaiki dan meningkatkan pengawasan fungsi pemasaran. BPU-PPN berfungsi mengelola seluruh perusahaan perkebunan yang diambil alih pemerintah, baik PPN Lama maupun PPN Baru beserta kebun- kebunnya. Dalam operasionalnya, pelaksanaan pemasaran ditangani Direksi BPU- PPN dengan dibantu kantor-kantor perwakilannya di daerah-daerah.
III.Periode 1963-1968, Pembentukan 5 (Lima) BPU-PPN
Pada periode ini Pemerintah memecah BPU-PPN ke dalam 5 (lima) badan hukum yang menangani fungsi pemasaran, yaitu BPU-PPN Karet, BPU-PPN Aneka Tanaman, BPU-PPN Gula, BPU-PPN Tembakau, dan BPU- PPN Serat. Reorganisasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pemasaran, melalui spesialisasi pemasaran produk.
IV.Periode 1968-1990, PNP Berubah Menjadi PTP
Pada periode ini Pemerintah membubarkan seluruh BPU-PPN dan membentuk 28 Perusahaan Negara Perkebunan (PNP) menjadi Perseroan Terbatas Perkebunan (PTP). Kemudian dengan berlakunya Peraturan Pemerintah No.3 Tahun 1983 tentang Perseroan Terbatas, maka secara bertahap status Perusahaan Negara Perkebunan berubah menjadi Perseroan Terbatas Perkebunan.
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007.
USU Repository © 2009
Untuk mencegah timbulnya persaingan diantara PTP maka dibentuklah Kantor Pemasaran Bersama (KPB). Pendekatan yang digunakan untuk mencapai tujuan dimaksud ialah dengan mengoperasikan Kantor Pemasaran Bersama menangani pemasaran komoditi perkebunan yang dihasilkan oleh kelompok PTP yang berada dalam satu wilayah. Atas dasar pendelatan itu maka Kantor Pemasran Bersama tersebar di wilayah-wilayah sebagai berikut :
a. KPB PTP I s/d IX berlokasi di Medan b. KPB PTP XI s/d XIII berlokasi di Jakarta
c. KPB PTP XXII, XXVI, dan XXVII berlokasi di Surabaya
d. KAH Gula PTP XIV, XV, XVI, XVII, XX, XXI, XXII, dan XXIV s/d XXV V. Periode 1990 s/d Sekarang
Pada periode ini, tepatnya tanggal 26 Februari 1990, Direksi PT/PN I- XXIX membuat Kesepakatan Bersama untuk melebur 4 (empat) Kantor Pemasaran Bersama dan Asosiasi Pemasaran Bersama (APBP) dan membentuk Kantor Pemasaran Bersama I-XXIX. Kesepakatan Bersama ini kemudian dikukuhkan oleh Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 166/Kpts/OT.210/3/1990.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pembentukan KPB PTPN dilandasi oleh :
a. Pentingnya pengintegrasian kegiatan pemasaran komoditi perkebunan dari seluruh perusahaan-perusahaan perkebunan di Indonesia yang diambil alih oleh negara.
b. Oleh karena pada masa sebelumnya pengambilalihan setiap perusahaan- perusahaan perkebunan menangani pemasarannya masing-masing, maka
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007.
USU Repository © 2009
untuk meningkatkan sinergi setelah pengambilalihan oleh negara maka seluruh fungsi perusahaan perkebunan tersebut khususnya bidang pemasaran berada dalam satu pengolahan.
Tujuan pembentukan KPB dijelaskan dalam Kesepakatan Bersama Direksi PN/PT Perkebunan I s/d XXIX tanggal 26 Februari 1990, yaitu seperti dimuat dalam pasal 3 yang isinya sebagai berikut. Tujuan dibentuknya KPB adalah untuk menyelenggarakan pemasaran hasil produksi PN/PT Perkebunan I-XXIX dengan berpegang pada prinsip ekonomi dan tugas-tugas BUMN agar PN/PT perkebunan mendapat manfaat yang sebesar-besarnya, dengan sasaran antara lain :
a. Menyatukan kebijakan tata cara, prosedur, kuantitas, dan kualitas produksi b. Memperoleh kesatuan harga jual yang optimal
c. Mengembangkan pasar luar negeri d. Memperkuat daya saing
e. Menghindarkan biaya pemasaran yang relatif tinggi f. Memperlancar penyelesaian klaim
g. Meningkatkan hasil penelitian dan memanfaatkannya secara terpadu h. Memudahkan kerja sama penanganan industri hilir
i. Memudahkan pengawasan
Uraian tentang Struktur Organisasi, Fungsi dan Tugas Pokok dan peraturan Pendukung dari KPB PTPN Cabang Medan akan didahului dengan penyajian Stuktur Organisasi Kantor Pemasaran Bersama PT Perkebunan Nusantara (KPB PTPN). Hal ini dilakukan untuk memberi penjelasan posisi
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007.
USU Repository © 2009
keorganisasian KPB PTPN Cabang Medan di dalam Organisasi Kantor Pemasaran Bersama PT Perkebunan Nusantara.
KPB PTPN dikepalai oleh seorang Direktur Pelaksana yang dibantu oleh seorang wakil Direktur Pelaksana. Kantor Pusat KPB PTPN berkedudukan di Jakarta. KPB PTPN, dalam rangka pelayanan pemasaran, memiliki 2 (dua) cabang, yaitu KPB PTPN Cabang Medan dan KPB PTPN Cabang Surabaya (lihat Gambar 2).
Gambar 2. Bagan Struktur Organisasi KPB PTPN
KPB PTPN Cabang Medan sebagai salah satu cabang dari KPB PTPN dikepalai oleh seorang Kepala Cabang. Dalam rangka mengelola kegiatan operasi KPB PTPN Cabang Medan setiap harinya, Kepala Cabang dibantu oleh 4 (empat) Kepala Urusan, yang bertugas menangani kegiatan-kegiatan operasi dan
Direktur Pelaksana
Wakil Direktur Pelaksana
Bagian Tata Usaha Bagian Analisa & Informasi Pasar Bagian Jasa Penj. Sawit Bagian Jasa Penj. Teh & Karet Bagian Jasa Penj. Gula Pasir/Tetes Bagian Satuan Penga- wasan Intern
Kantor Cabang Medan Kantor Cabang Surabaya
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007.
USU Repository © 2009
administrasi. Struktur organisasi KPB PTPN Cabang Medan dapat dilihat dalam Gambar 3 dibawah ini.
Gambar 3. Bagan Struktur Organisasi KPB PTPN Cabang Medan
Adapun tugas pokok dan fungsi KPB PTPN Cabang Medan adalah melaksanakan proses pengapalan ekspor komoditi PT Perkebunan I-VI yang meliputi :
a. Melaksanakan pengurusan persediaan barang di gudang/tangki timbun b. Melaksanakan penyerahan barang
c. Melaksanakan pencairan nilai hasil penjualan dari Bank Devisa langsung ke rekening PT Perkebunan yang bersangkutan
Peraturan yang menjadi dasar pembentukan dan operasi KPB PTPN adalah sebagai berikut :
KEPALA CABANG URUSAN KEUANGAN/ UMUM URUSAN PENGAPALAN KARET / LATEKS URUSAN PENGAPALAN MINYAK SAWIT URUSAN PENGAPALAN TEH / KAKAO
KEUANGAN PRA SHIPMENT PRA SHIPMENT PRA SHIPMENT
UMUM SHIPMENT SHIPMENT SHIPMENT
P.D.E. AFTER SHIPMENT AFTER SHIPMENT AFTER SHIPMENT
Jaldi Christanto Sinaga : Analisis Pemasaran Cpo (Crude Palm Oil) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) (Studi Kasus : Kantor Pusat PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN-IV) dan Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PT Perkebunan Nusantara I-V Cabang Medan), 2007.
USU Repository © 2009
a. Kesepakatan Bersama Direksi PN/PT Perkebunan I s/d XXIX tanggal 26 Februari 1990
b. Kemudian dikukuhkan oleh Departemen Pertanian melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 166/Kpts/OT.210/3/1990 tanggal 8 Maret 1990 tentang Persetujuan Pembentukan Kantor Pemasaran Bersama PN/PT Perkebunan I s/d XXIX