PROFIL DAN GAMBARAN UMUM MITRA PKL 1. Visi dan Misi Mitra PKL
4. Profil Mitra PKL dan Gambaran Umum Mitra PKL 1. Sejarah Perusahaan
Sejarah berdirinya perusahaan berawal apada tahun 2003, ibu Lidia mendapatkan bakteri yoghurt dari seorang temannya. Awalnya bakteri itu digunakan untuk membuat yoghurt yang dikonsumsi sendiri. Pada awal tahun 2005, ibu Lidia beserta suaminya mencoba mengembangkan yoghurt es lilin dengan berbagai rasa dan memasarkannya. Berbagai kendala dihadapi oleh ibu Lidia dan suaminya. Salah satunya adalah rasa yoghurt yang belum sempurna. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, ibu Lidia beserta suaminya terus mencoba berbagai cara sampai ditemukan rasa yang pas dengan pengondisian starter dan waktu inokulasi.
Pada tahun 2008, pesanan dan produksi yoghurt mulai meningkat. Pemasaran yoghurt meliputi daerah Surabaya, Nganjuk, Malang, Probolinggo, Kediri bahkan sampai ke luar Jawa. Pada Tahun 2014, Yogurt Flamboyan ASLI mendapatkan anggaran dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada
Pimpinan UKM Asnan Karyawan Pemasaran Ririn Kepala Produksi Sulasmi
Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DP2M – DIKTI) yaitu sebagai IbM (Ipteks bagi Masyarakat) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Brawijaya (LPPM – UB Malang).
Sampai saat ini jumlah produksi yoghurt dalam sehari mencapai 5000 biji frozen yoghurt atau es lilin serta dalam bentuk botol berukuran 250 ml dan 600 ml yang memiliki 7 macam rasa diantaranya leci, melon, strawberry, anggur, jeruk, durian, dan coklat. Es lilin dijual dengan harga Rp. 25.000,00 per 50 biji atau Rp. 500,00 per biji. Frozen Yoghurt kemasan botol 250 ml dijual dengan harga Rp. 5.500,00 per botol sedangkan kemasan botol 600 ml dijual dengan harga Rp. 13.000,00 per botol.
4.4.2. Lokasi Perusahaan
Yogurt Flamboyan ASLI berlokasi di Jalan Flamboyan Raya B No. 3 Songgokerto, Batu. Salah satu alasan utama perusahaan memilih lokasi ini karena lokasi ini dekat dengan sumber bahan baku. Lokasi ini dapat menghemat biaya transportasi para pemasok bahan baku serta keterlambatan datangnya bahan baku dapat diminimalkan. Lokasi produksi terdiri atas 4 ruang diantaranya ruang pasteurisasi, ruang fermentasi, ruang produksi dan ruang penyimpanan.
4.4.3. Klasifikasi Tenaga Kerja
Tenaga kerja di Yogurt Flamboyan ASLI memiliki komismen bekerja yang baik yang akan memberikan dampak positif untuk perkembangan dan kemajuan UKM. Rata-rata tenaga kerja di UKM tidak mengutamakan tingkat pendidikan melainkan keahlian, keterampilan dan keuletan dalam bekerja. Yogurt Flamboyan ASLI memiliki 9 orang pekerja. Diantaranya, kepala produksi, pemasaran, distributor dan 6 karyawan. Karyawan terbagi atas beberapa tugas diantaranya bagian pasteurisasi, penyaringan yoghurt, dan pengemasan yoghurt. Hari kerja adalah Senin – Minggu dengan jam kerja sekitar 8 jam yaitu antara pukul 08.00 – 15.00 WIB. Rata-rata setiap pekerja mampu menghasilkan ± 700 biji frozen yoghurt dalam sehari.
Sanitasi adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan lingkungan agar terhindar dari cemaran sehingga dapat menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia. Sanitasi perusahaan merupakan aspek yang penting yang harus diperhatikan dalan setiap perusahaan atau tempat usaha lainnya. Sanitasi ini menentukan kualitas dari perusahaan tersebut terhadap barang atau produk yang dihasilkan. Yogurt Flamboyan ASLI menerapkan beberapa peraturan untuk menjaga kebersihan lingkungan produksi, yaitu :
1. Sanitasi Gedung
Sanitasi tentang gedung dan fasilitas yang ada pada perusahaan diantaranya ruang produksi, sumber air, sarana pembuangan serta kebersihan kamar mandi yang ada. Sebelum dan sesudah proses produksi ruangan dibersihkan dengan cara disapu atau dipel. Ruang fermentasi dikondisikan bebas kotoran, suhu stabil dan minimal terjadinya mobilisasi sehingga kontaminasi dapat dihindari. Sumber air yang digunakan lancar, bersih, tidak berbau, tidak berasa, dan tidak berwarna. Sarana pembuangan dialirkan langsung melalui aliran pembuangan tanpa ada perlakuan khusus karena tidak mengandung bahan/ zat kimia berbahaya. Kamar mandi yang ada jauh dari ruang produksi.
2. Sanitasi Alat
Sebelum dan sesudah menggunakan alat dan mesin produksi dibersihkan. Alat-alat seperti baskom, panci, pengaduk dibersihkan menggunakan sabun cuci piring kemudian diremdam dalam air panas. Sedangkan serbet dan celemek dicuci dengan sabun cuci pakaian. Kompor, freezer dan meja produksi dibersihkan setiap hari.
3. Sanitasi Pekerja
Merupakan sanitasi yang diterapkan oleh pekerja selama produksi agar tidak mengontaminasi produk yang sedang diolah. Pekerja diwajibkan mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah bekerja. Pekerja juga diwajibkan menggunakan celemek selama bekerja.
4.4.5. Pengolahan Limbah
Limbah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari hasil aktivitas manusia maupun proses-proses alam yang tidak atau belum mempunyai nilai
ekonomi, bahkan dapat bernilai negatif karena penanganan untuk membuang atau membersihkan limbah membutuhkan biaya cukup besar, disamping itu juga dapat mencemari lingkungan (Thaheer, 2005).
Penanganan limbah bertujuan agar limbah yang dihasilkan tidak mencemari lingkungan sekitar atau dapat dimanfaatkan serta dijual kembali. Limbah yang dihasilkan selama proses produksi yoghurt hanya berupa lemak susu yang dipisahkan setelah susu dipasteurisasi. Lemak susu masih dapat digunakan seperti ditambahkan pada pembuatan kue, dll. Limbah ini kemudian ditampung oleh pihak lain yang membutuhkannya.
4.5. Bahan Baku 4.5.1. Susu
Bahan baku utama pembuatan yoghurt adalah susu segar yang langsung didatangkan dari peternak susu sapi perah dan kambing Etawa. Peternak berasal dari daerah Pujon dan Bumiaji. Susu dari peternak yang datang setiap pagi selalu langsung dicek oleh pak Asnan selaku pemilik Yogurt Flamboyan untuk melihat kondisi susu yang harus benar-benar baik untuk mempertahankan yoghurt yang berkualitas baik pula. Selain telah diperiksa kualitasnya oleh peternak, pak Asnan juga mengecek kualitas susu secara fisik yakni dengan mengaduk susu segar menggunakan sendok dan melihat kekentalan serta warna susu tersebut. Jika berwarna putih kekuningan dan tekstur agak kental berarti susu tersebut susu murni tanpa adanya campuran bahan lain. Peternak tersebut telah dipercaya selama bertahun-tahun.memenuhi kebutuhan susu UKM ini. Apabila sesekali terjadi kerusakan susu seperti penggumpalan pada dasar alat pasteurisasi maka susu tidak akan digunakan dan peternak bersedia menarik kembali susu kirimannya. Susu yang digunakan dalam produksi tiap harinya adalah 150 - 250 liter susu.
Gambar 3. Susu sapi segar 4.5.2. Starter
Bahan baku selain susu pada pada proses pembuatan yoghurt yang tidak tidak kalah pentingnya adalah starter. Starter yang digunakan oleh industri ini terdiri dari dua bakteri yaitu Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermopillus. Manajemen inokulum/starter di Yogurt Flamboyan ASLI yaitu starter diperoleh dari teman pemilik UKM yang berada di Belanda. Starter yang digunakan telah melalui peremajaan. Penambahan starter yaitu sebanyak 2% dari jumlah bahan baku susu.
Gambar 4. Starter
4.5.3. Bahan Tambahan
Bahan tambahan digunakan untuk menunjang produksi yoghurt sehingga akan didapatkan yoghurt dengan rasa dan kualitas yang diinginkan. Bahan tambahan yang digunakan disini adalah gula dan sirup. Sirup disini terbuat dari 1 kg gula pasir, 4 gelas belimbing air dan pasta morison (essence) dengan berbagai macam rasa (leci, strawberry, jeruk, melon, anggur, durian, dan coklat). Pertama, gula dan air dipanaskan menggunakan api sedang, setelah air gula dingin baru ditambahkan dengan satu botol essence sehingga menghasilkan 1,16 liter sirup.
Sirup yang sudah siap digunakan dicampur semua kedalam plain yoghurtsebanyak 5 liter dan ditambahkan 1 kg gula untuk penguat rasa manis.
Setelah semua bahan dicampur, kemudian dilakukan pengadukan hingga homogeny dan tercampur rata sehingga tidak ada gula yang masih menggumpal di dasar yoghurt.
(a) (b)
Gambar 5. (a) Gula, (b) pasta morison
Gambar 6. Sirup anggur
4.6. Peralatan Produksi
Peralatan adalah setiap instrument atau perkakas kecil yang digunakan untuk melakukan pekerjaan dalam mengerjakan produk atau bagian-bagian produk (Assauri, 1999).
Peralatan produksi adalah suatu peralatan yang digerakkan oleh suatu kekuatan atau tenaga yang digunakan untuk membantu manusia dalam mengerjakan produk atau bagian-bagian produk tertentu. Pada Yogurt Flamboyan ASLI masih menggunakan peralatan manual tanpa menggunakan teknologi yang
canggih. Peralatan produksi yang digunakan di UKM ini antara lain baskom, pengaduk, kompor, toples, gelas, gelas ukur, panci stainless steel, saringan, sendok, gelas ukur, corong, refrigerator, freezer, dengan merk Sharp dengan kapasitas ±1200 biji frozen yoghurt, dan suhu 0oC sampai -10oC serta kemasan plastic dan botol PE (Poly Ethylene). UKM ini memiliki 1 refrigerator yang digunakan untuk menyimpan starter dan 8 freezer yang digunakan untuk menyimpan yoghurt setelah disaring, membekukan yoghurt setelah dikemas dan menyimpan yoghurt setelah dipack.
BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN