• Tidak ada hasil yang ditemukan

Profil pemain film Padmavati

BAB III GAMBARAN UMUM

D. Profil pemain film Padmavati

Gambar 3.2 Deepika Padukone

Deepika Padukone adalah salah satu artis India berbakat dengan bayaran termahal. Lahir di Denmark, 5 Januari 1986. Ia memulai debut aktingnya pada pada 2006 sebagai karakter tituler pada film Kannada Aishwarya.

Film Hindi pertamanya dirilis pada tahun berikutnya yaitu Om Shanti Om. Ia tampil memukau bahkan memenangkan penghargaan Filmfare Award sebagai Best Female Debut of The Year.70

70 “Profil Deepika Padukone” diakses pada 3 November 2018 dari https://www.wowkeren.com/seleb/deepika_padukone/profil.html

Berbagai peran telah ia lakoni dan membuat ia semakin populer dan menjadi salah satu artis ternama di India. Salah satu film Deepika yang paling sukses adalah Bajirao Mastani yang juga disutradarai oleh Sanjay Leela Bhansali. Ia tampil sangat memukau dengan memerankan prajurit Mastani dan beradu peran dengan Ranveer Singh yang berperan menjadi Bajirao.

Kemampuan akting Deepika mulai diperhitungkan.

Tak heran jika sutradara kenamaan asal Amerika, D.J.

Caruso, tertarik untuk mengajak Deepika bekerja sama untuk bermain dalam sekuel film xXx (2002) bertajuk xXx: The Return of Xander Cage. Deepika beradu akting dengan Vin Diesel yang akan kembali berperan sebagai Cage. Ini adalah kesempatan emas bagi Deepika dan menjadikan film hollywood perdana yang ia mainkan.

2. Shahid Kapoor

Gambar 3.3 Shahid Kapoor

Shahid Kapoor yang juga dikenal dengan Shahid Khattar lahir di Delhi, India pada 25 Februari 1981.

Sebelum memulai karirnya di dunia hiburan, ia pernah membintangi video klip Ankhon me tera hi chehra dan iklan Pepsi. Ia juga mengikuti kelas menari di Shiamak Davyar Institut Seni Pertunjukan (SDIPA) di tahun 1995.

Kemudian pada tahun 1999 ia menjadi penari latar di film TAAL bersama Aishwarya Rai. Shahid Kapoor memutuskan untuk berhenti di dunia periklanan dan

musik untuk berkonsentrasi dalam debut Bollywood nya.71

Pada tahun 2003 Shahid memerankan peran utama sebagai Rajiv Mathur di sebuah film romantis ISHQ VISHK yang beradu peran dengan Amrita Rao dan Shehnaz Treasurywala. Film ini mendapat respon positif bahkan menjadikan Shahid sebagai aktor pendatang baru terbaik.

Beberapa film yang telah ia bintangi telah mendapat respon positif dan ia juga telah banyak belajar dari pengalaman dan masa-masa sulit yang telah ia lewati dalam dunia akting.

71 “5 Fakta Menarik Shahid Kapoor” diakses pada 3 November 2018 dari https://www.wowkeren.com/seleb/deepika_padukone/profil.html

3. Ranveer Singh

Gambar 3.4 Ranveer Singh

Ranveer Singh lahir di Mumbai, India pada 6 Juli 1985. Ia memulai debutnya pada tahun 2010 setelah lulus dari Indiana University Bloomington.Ranveer selalu bercita-cita menjadi seorang aktor sejak dia masih kecil.

Ia sering kali berpartisipasi dalam drama sekolah. Selama kuliah, dia memutuskan untuk mengikuti kelas akting dan mengambil teater sebagai ekstrakurikuler.

Setelah menyelesaikan studinya dan kembali ke Mumbai pada tahun 2007, Ranveer bekerja selama beberapa tahun dalam bidang periklanan sebagai copywriter, dengan agensi seperti O & M dan J. Walter Thompson. Dia kemudian bekerja sebagai asisten

sutradara, namun meninggalkan job tersebut demi mengejar karir aktingnya.72

Film pertamanya adalah sebuah roman komedi yang berjudul Band Baaja Baaraat, bekolaborasi dengan aktris Anushka Sharma.Filmnya ternyata sangat laku di pasaran dan membuat nama Ranveer Singh meroket.Ranveer juga pernah membintangi film-film seperti Goliyon Ki Raasleela Ram-Leela, Gunday, Dil Dhadakne Do, serta Bajirao Mastani.

72 “Fakta Ranveer Singh” di akses pada 3 November 2018 dari http://style.tribunnews.com/2017/07/12/ranveer-singh-mengenal-kembali-dan-7-fakta-aktor-ganteng-dari-bollywood-ini

4. Aditi Rao Hydari

Gambar 3.5Aditi Rao Hydari

Aditi Rao Hydari lahir dari dua garis keturunan kerajaan, yaitu Muhammad Saleh Akbar Hydari dan Raja J.Rameshwar Rao dari keluarga Wanaparthy. Ayahnya, Late Ehsaan Hydari adalah seorang muslim sedangkan ibunya Vidya Rao adalah seorang hindu. Dia adalah cucu besar dari Akbar Hydari dan keponakan dari Muhammad Saleh Akbar Hydari yang seorang mantan Gubernur Assam.73

Hydari memulai debut di tahun 2007 dalam film TAMIL (SRINGARAM). Dalam film tersebut, ia menjadi tokoh utama sebagai devadasi. Film ini bertemakan tari klasik yang disutradarai oleh Sharada Ramanathan dan diproduksi oleh Padmini Ravi.

73 “Profil Aditi Rao” di akses pada 3 November 2018 dari https://www.kapanlagi.com/aditi-rao/profil/

Hydari mendapat tawaran ini setelah Ramanathan melihat pertunjukan tarinya pada konferensi selama tiga hari. Film ini menerima pujian kritis dan mendapat beberapa penghargaan, termasuk tiga penghargaan film nasional.

Di tahun 2013, Hydari muncul di film VISHESH BHATT'S MURDER 3 bersama Randeep Hooda dan Sara Loren.Hydarimendapat banyak pujian dari penampilannya ini, salah satunya, Taran Adarsh yang menulis“Aditi dan Sara adalah penghenti acara. Keduanya memberikan pertunjukan yang luar biasa.” Ada pula tambahan dari Roshni Devi“ Penampilan Aditi merupakan pillar film ini.”74

74 “Profil Aditi Rao” di akses pada 3 November 2018 dari https://www.kapanlagi.com/aditi-rao/profil/

E. Sejarah Kesultanan Khilji

Dinasti Khilji berasal dari nama Khalj, daerah pegunungan di Afghanistan, di mana beberapa abad sebelumnya orang berkebangsaan Turki berdiam secara permanen. Mereka sangat berjasa dalam Islamisasi di Asia terutama di India. Setelah Balban wafat (1287 M) tidak ada yang kuat mempertahankan kekuasaan mereka, sehingga masuklah kekuatan baru dari Afghanistan yaitu Dinasti Khilji, sultan pertama adalah Malik Firuz dengan nama Sultan Jalaludin Firuz.75

Jalaludin menunjuk keponakannya Alauddin untuk menjadi gubernur di daerah Awadh dan Kara. Ketika menjadi gubernur dia izin untuk menyerang Bhilsa dan menang. Setelah itu tanpa izin sultan, dia menyerang Deogir dan berhasil membawa harta rampasan yang banyak. Sultan bangga dengan kemenangan Alauddin dan mendatanginya untuk mengucapkan selamat, namun ketika Sultan datang, Alauddin membunuh Sultan dan mendeklarasikan diri menjadi sultan yang baru.76

Alauddin seoranag pemimpin sekaligus panglima yang hebat, dia sanggup mengalahkan setiap serangan yang dilakukan oleh pasukan Mongol. Pada tahun 1299 Mongol menyerang Delhi dan hendak menguasai Negara tetapi Alauddin mampu mengalahkan mereka dan pada

75 M. Abdul Karim, Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam. (Yogyakarta:

Bagaskara, 2011) h.265

76 K.Ali, M.A. History of India Pakistan & Bangladesh. (Dakha: Ali Publications, 1980). h.69

tahun 1307 M Mongol menyerang Delhi lagi tetapi Alauddin mengalahkan mereka dan menimbulkan kerugian besar pada pihak musuh dan setelah kekalahan ini, Mongol tidak pernah menyerang Delhi lagi.77

77 Op.Cit h.70

64 BAB IV

DATA DAN TEMUAN PENELITIAN

Film Padmavati merupakan film kolosal India yang menceritakan ambisi Sultan Alauddin Khilji yang ingin menaklukan dunia dan seorang Ratu Padmavati yang berstatus sebagai istri Raja Ratan Singh. Sebagai seorang muslim, Alauddin Khilji sangat tidak mencerminkan sebagai peminpin yang baik dan melenceng dari aturan Islam.

Film ini mendapat banyak kecaman dari mayoritas masyarakat muslim di India bahkan di negara mayoritas muslim seperti Malaysia. Film ini dianggap menyesatkan karena tidak sesuai fakta dan dianggap melebih-lebihkan sosok pemimpin Muslim yang buruk dan sutradara dan film ini dianggap Islamophobia. Berikut merupakan temuan Islamophobia yang terdapat dalam film Padmavati menggunakan semiotika Roland Barthes yaitu dengan mencari makna konotasi, denotasi, dan mitos:

Sinopsis

Abad ke 13, Jalaluddin Khilji (Raza Murad) dari dinasti Khilji merebut tahta Delhi. Keponakannya yaitu Alauddin Khilji (Ranveer Singh) meminta putri Jalaluddin yaitu Mehrunisa (Aditi Rao Hydari) dalam pernikahan itu. Pernikahan Alauddin pun diatur, namun di malam acara itu, Alauddin melakukan perzinahan dengan wanita lain dan membunuh hakim Jalaluddin yang menangkapnya alhasil istrinya menjadi takut.

Sementara, penguasa Rajput bernama Maharawal Ratan Singh (Shahid Kapoor) melakukan perjalanan menuju Sinhala demi mendapatkan mutiara langka untuk istri pertamanya bernama Nagmati (Anupriya Goenka). Putri Sinhala bernama Padmavati (Deepika Padukone) tanpa sadar terluka saat Ratan Singh berburu seekor rusa. Mereka kemudian saling jatuh hati dan menikah. Jalaluddin merebut tahta Delhi dan mengizinkan Alauddin mengusir invasi Mongol ke Delhi.

Alauddin melakukan serangan tanpa henti daerah Devagiri. Memahami ambisi Alauddin untuk mengambil alih tahtanya dari istri dan juga keponakannya, Jalaluddin pergi menuju Kara yang mana keponakannya juga ditempatkan oleh Alauddin menangkap putri dari Devagiri dan menjadikannya sebagai pinangannya. Jalaluddin tiba dan memberi hadiah kepada Malik Kafur lalu kepada Alauddin yang menjadikan Jalaluddin dan pengawalnya dibunuh dan menyatakan dirinya adalah Sultan.

Padmavati melakukan perjalanan menuju Mewar bersama Ratan, namun dituntut oleh pendeta kerajaan yaitu Raghav Chetan. Chetan tertangkap sedang menyaksikan Padmavati dan Ratan ketika mereka bermesraan dan diusir dari kerajaan. Istri pertama dari Ratan cemburu terhadap Padmavati. Chetan menuju ke Delhi dan memberitahu Alauddin Khilji mengenai keindahan Padmavati.

Alauddin pun ingin memiliki setiap hal yang tidak biasa di dunia ini yang mengundang Rajput menuju Delhi. Setelah mengetahui penolakan, Alauddin memerintahkan serangan terhadap Chittor. Setelah berbagai usaha yang gagal merebur

Chittor, Khilji berpura-pura berdamai dan diizinkan masuk di Chittor tempat dia bertemu dengan Ratan Singh. Dia meminta untuk bertemu Padmavati. Ratan mengetahui maksudnya dan mengancamnya dan menjelaskan padanya bahwa dia hidup hanya karena Alauddin adalah sebagai tamu. Alauddin diizinkan bertemu Padmavati setelah bersih keras.

Selanjutnya Ratan Singh dipenjara oleh Alauddin yanng kemudian menuntut agar dapat bertemu Padmavati. Setelah dikuatkan oleh ratu, Alauddin setuju dan pergi ke Delhi.

Sementara keponakan Alauddin berusaha membunuhnya.

Alauddin terluka namun dia dapat membela dirinya sendiri.

Sementara di perbatasan, pasukan Rajput berencana untuk menyergap pasukan Khilji di pagi hari. Padmavati kemudian membebaskan Ratan Singh dengan bantuan dari Mehrunisa.

Pasukan Khilji yang sedang berdoa diberi informasi tahu tentang penyerangan namun disergap.

Di Chittor Padmavati dipuji sebab menyelamatkan Ratan dan dibanding-bandingkan dengan seorang dewi. Alauddin kemudian memenjarakan Mehrunisa sebab telah membantu keluarga Rajput. Selanjutnya Alauddin dan Ratan Singh terlibat pertarungan. Alauddin hampir dikalahkan oleh Ratan yang mana Ratan dibunuh dengan tidak hormat oleh pasukan dari Khilji dengan menembak anah panah selanjutnya mencaci Alauddin karena tidak hormat sebelum kematian Ratan. Pasukan Khilji berhasil menaklukkan Rajput namun tidak mampu meraih wanita Rajput yang telah melakukan jauhar dengan Padmavati.

Adegan 1

Tabel 4.1 adegan 1

Visual Audio/Dialog Type of Shot

Gambar 4.1 (sumber: film

Pada adegan ini Sultan Jalaluddin Khilji sedang berbicara kepada rakyatnya mengenai ancaman musuh dan rencana untuk

mengalahkan Mongol. Mereka pesimis bisa mengalahkan Mongol karena kekuatan mereka tidak sebanding dengan Mongol. Tetapi dengan lantang salah satu pasukannya yang bernama Alauddin Khilji dengan berani mengatakan bahwa bisa mengalahkan Mongol bahkan dengan sombongnya bisa melawan Tuhan.

Adegan 2

Tabel 4.2 adegan 2

Visual Audio/Dialog Type of Shot

Gambar 4.4 (sumber: film

Gambar 4.6 (sumber: film

Pada adegan ini Sultan Jalaluddin memberikan hadiah berupa seorang budak kepada Alauddin. Budak tersebut bernama Malik Kafur. Kuasa Malik Kafur berada pada Alauddin, dia memerintahkan untuk membunuh kedua menteri yang datang bersama Sultan Jalaluddin. Tanpa ragu, Malik segera membunuh keduanya lalu tidak lama Alauddin memerintahkan orang suruhannya yang lain untuk membunuh Sultan Jalaluddin dengan maksud ingin merebut harta dan tahta.

Adegan 3

Tabel 4.3 adegan 3

Visual Audio/Dialog Type of Shot

Gambar 4.8 (sumber: film

Adegan ini menggambarkan Itaat yang marah dan protes kepada Alauddin yang melakukan pemberontakan kesultanan dengan membunuh pamannya. Dengan santai, Alauddin menjelaskan perlu korban agar dia bisa menguasai tahta kesultanan.

Adegan 4

Tabel 4.4 adegan 4

Visual Audio/Dialog Type of Shot

Gambar 4.10 (sumber: film

Adegan ini menggambarkan kemarahan Alauddin yang undangannya ditolak oleh Raja Chittor dan langsung menyatakan akan berperang. Disisi lain, istri Alauddin yaitu Mehrunisa menasehati agar takut dan tunduk kepada Tuhan dan tidak berperang demi seorang wanita karena wanita tersebut sudah mempunyai suami.

Adegan 5

Tabel 4.5 adegan 5

Visual Audio/Dialog Type of Shot

Gambar 4.12 (sumber: film

Adegan ini menggambarkan Malik Kafur sedang merapikan pakaian Alauddin karena akan segera bertemu dengan Ratu Padmavati. Disaat yang bersamaan, rakyat sedang melaksanakan ibadah sholat. Sebagai pemimpin muslim seharusnya Alauddin melaksanakan ibadah sholat karena wajib tetapi Alauddin lebih tertarik dengan pertemuannya dengan Ratu Padmavati.

74

Visual Audio/Dialog Type of Shot

Gambar 4.3 (sumber: film

a. Gambar pertama memperlihatkan Sultan Jalaluddin Khilji sedang duduk dan berbicara kepada rakyatnya.

b. Gambar kedua memperlihatkan rakyat kesultanan Delhi yang sedang berkumpul dan berbicara dengan Sultan Delhi.

c. Gambar ketiga memperlihatkan Alauddin yang berbicara dengan Sultan dengan wajah membara.

Konotasi:

a. Gambar pertama Sultan Jalaluddin Khilji sedang berbicara dengan rakyat atau prajuritnya tentang pertempuran dengan Mongol dengan maksud ingin menguasai Mongol. Dia bersemangat bisa mengalahkan Mongol.

b. Gambar kedua memperlihatkan Itaat yang pesimis bisa mengalahkan Mongol karena jumlah tentara mereka setengah kekuatan dari pasukan Mongol.

c. Gambar ketiga memperlihatkan arogansi dan ambisi Alauddin yang yakin bisa menang melawan Mongol.

Bahkan demi Khilji, dengan arogannya dia mengatakan bisa melawan Tuhan.

Mitos:

Dalam adegan ini memperlihatkan Alauddin dengan sombongnya bisa melawan Tuhan. Sebagai seorang muslim yang baik, sepatutnya kita takut kepada Allah SWT. Bahkan kita terkadang lebih takut kepada manusia daripada Allah.

Semakin orang berilmu semakin takut kepada Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Sesungguhnya aku yang paling mengenal Allah dan akulah yang paling takut kepada-Nya” (HR.

Bukhari-Muslim).

Maka orang-orang yang lancang berbuat maksiat, tidak memiliki rasa takut kepada Allah, adalah karena kurangnya ilmu mereka terhadap agama Allah serta kurangnya ma‟rifah mereka kepada Allah SWT.

Film ini menggambarkan sosok Alauddin yang kejam dan sombong dengan berkata bisa melawan Tuhan. Sebagai muslim yang baik seharusnya memiliki rasa takut kepada Allah SWT. Ini bisa menjadi kesalahpahaman masyarakat

terhadap Islam dan menganggap perkataan Alauddin benar.

Seharusnya sutradara tidak melebih-lebihkan citra negatif Alauddin karena akan menimbulkan perdebatan atau lebih parahnya islamofobia.

2. Adegan 2

Tabel 4.2 adegan 2

Visual Audio/Dialog Type of Shot

Gambar 4.4 (sumber:

Gambar 4.6 (sumber:

a. Gambar pertama memperlihatkan Alauddin sedang berbicara dengan dengan seorang budak/suruhan yang bernama Malik Kafur.

b. Gambar kedua memperlihatkan Alauddin memerintahkan Malik Kafur untuk membunuh kedua menteri.

c. Gambar ketiga memperlihatkan kedua menteri sudah tergeletak tidak bernyawa karena dibunuh oleh Malik Kafur.

d. Gambar keempat memperlihatkan Alauddin yang sedang memegang Sultan Jalaluddin Khilji yang ditusuk punggungnya oleh orang suruhan Alauddin.

Konotasi:

Makna konotasi dalam adegan ini adalah Alauddin memanfaatkan “hadiah” dari Sultan Jalaluddin yaitu seorang budak yang bernama Malik Kafur untuk membunuh kedua menteri untuk balas dendam. Gambar keempat terlihat Alauddin seperti memeluk Sultan padahal dia berkhianat dengan memerintahkan orang suruhannya untuk membunuh Sultan Jalaluddin dengan maksud merebut tahta dan menguasai Kesultanan Delhi.

Mitos:

Seorang pemimpin harus berperilaku baik dan menjadi panutan untuk rakyatnya. Allah SWT telah menegaskan agar umat Islam tidak melakukan khianat seperti yang dijelaskan dalam surat An-Nisa ayat 29 :

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil.”

Dari „Abdullah, Nabi shallallahu „alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang menipu, maka ia tidak termasuk golongan kami. Orang yang berbuat makar dan pengelabuan, tempatnya di neraka.” (HR. Ibnu Hibban 2: 326. Hadits ini shahih

sebagaimana kata Syaikh Al Albani dalam Ash Shahihah no.

1058)78

Isu islamofobia sangat kental dengan pernyataan islam menyukai kekerasan, permusuhan, perang dan lainnya. Dalam adegan ini digambarkan Alauddin dengan tipu daya nya bisa dengan mudah mendapatkan kekuasaan dengan mengorbankan dan menipu orang lain. Adegan ini bisa menimbulkan keresahan dan kebencian terhadap Islam. Isu islamofobia yang dekat dengan adegan ini adalah Islam punya ideologi politik, bergerak mewujudkan tujuan-tujuan politik dan militer. Sama seperti Alauddin yang memiliki tipu daya agar bisa mengorbankan pemimpin sebelumnya, maka dia membunuh musuhnya demi bisa menjadi pemimpin dan mendapatkan kekuasaan.

Kenyataannya, Islam adalah agama yang cinta damai, politik yang berusaha mewujudkan kesejahteraan rakyat, bukan politik yang menumpahkan darah.

3. Adegan 3

Tabel 4.3 adegan 3

Visual Audio/Dialog Type of Shot Itaat: “jadi anda

78 “Melariskan Dagangan dengan Pencitraan”, diakses dari https://muslim.or.id/21448-melariskan-dagangan-dengan-pencitraan.html pada tanggal 29 Agustus 2019

Gambar 4.8 (sumber: film

a. Gambar pertama memperlihatkan Itaat yang sedang protes kepada Alauddin lalu langsung ditodong oleh kedua pasukan Alauddin menggunakan tombak.

b. Gambar kedua memperlihatkan Alauddin sedang berbicara dengan Itaat.

Konotasi:

a. Makna konotasi dari adegan ini adalah seorang keponakan Sultan Jalaluddin yang bernama Itaat sedang protes kepada Alauddin yang telah membunuh pamannya demi tahta. Ini menggambarkan kepedulian seorang keponakan kepada pamannya walaupun Alauddin sangat kejam dia berani melakukan protes tersebut bahkan nyawa taruhannya. Disaat yang bersamaan kedua pasukan Alauddin langsung menodong Itaat dengan tombak menandakan mereka patuh dan berusaha melindungi Alauddin.

b. Gambar kedua menggambarkan ambisi Alauddin untuk memperluas wilayah dan menguasai tahta Kesultanan Delhi dengan membunuh Sultan Jalaluddin. Tindakan ini sangat tidak mencerminkan seorang pemimpin muslim yang baik. Sutradara film Padmavati yaitu Bhansali menggambarkan pemimpin muslim yang kejam sedangkan memuliakan raja-raja Hindu.

Mitos:

Membunuh merupakan suatu bentuk kejahatan, kerusakan dan kezaliman. Selain itu juga bertolak belakang dengan agama dan fitrah manusia. Membunuh seorang mukmin dengan sengaja merupakan perbuatan yang akan mengundang murka Allah SWT seperti yang dijelaskan dalam surat An-Nisa ayat 93:

Artinya: “Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia didalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.”

Alauddin hanya peduli dengan harta dan kekuasaan sehingga dia tega membunuh Sultan Jalaluddin untuk merebut kekuasaan Kesultanan Delhi.

Dalam artikel yang dimuat oleh www.newuniversity.org seorang mahasiswa bernama Natasha Kaushal, memberikan pendapat bahwa semua produksi film dari Bhansali melampaui sasaran dan masyarakat India suka dengan hal itu dan penggambaran negatif tentang Muslim ini bisa membuat kesalahpahaman dan ketakutan terhadap Islam.79 Isu islamofobia seperti Islam suka dengan kekerasan, perrmusuhan, perang dan lainnya akan menambah ketakutan dan kebencian masyarakat terhadap Islam. Faktanya, Islam adalah rahmat, penuh dengan kasih sayang dan jihad karena Allah bukan berarti untuk menumpahkan darah, tetapi untuk menjaga kedaulatan negara.

79 “Bollywood‟s “Padmaavat” Shows Blatant Islamophobia” diakses dari https://www.newuniversity.org/2018/05/08/bollywoods-padmaavat-shows-blatant-islamophobia/ pada tanggal 29 Agustus 2019

4. Adegan 4

Tabel 4.4 adegan 4

Visual Audio/Dialog Type of Shot

Gambar 4.10 (sumber: film

a. Gambar pertama memperlihatkan Malik sedang berbicara dengan Alauddin.

b. Gambar kedua memperlihatkan Mehrunisa yang sedang menjahit memotong pembicaraan antara Alauddin dengan Malik.

Konotasi:

a. Gambar pertama terlihat Malik sedang memberitahu bahwa Raja Chittor menolak undangan untuk berkunjung ke Kesultanan Delhi. Maksud undangan tersebut adalah Alauddin tertarik dengan Padmavati yaitu istri Raja Chittor.

b. Gambar kedua terlihat istri Alauddin yaitu Mehrunisa yang mengingatkan Alauddin kalau Padmavati adalah istri dari Raja Chittor. Sebagai istri yang baik Mehrunisa juga mengingatkan suaminya untuk takut kepada Tuhan. Dia tidak rela suaminya berbuat kejam dengan merebut istri orang lain apalagi sampai menimbulkan perang.

Mitos:

Dalam kehidupan rumah tangga, baik suami maupun istri mempunyai peraan yang sangat penting. Sebagai istri yang baik, senantiasa mengingatkan suami agar patuh pada perintah Allah SWT. Istri yang baik juga selalu mendampingi apapun kondisi suami dan selalu mengingatkan agar selalu berada dalam jalan yang benar. Dalam adegan ini Mehrunisa selalu mengingatkan Alauddin untuk takut kepada Tuhan.

Sebagai seorang suami dan juga pemimpin, tidak sepatutnya Alauddin mendekati Padmavati karena merupakan istri dari Raja Chittor. Mehrunisa berusaha dengan keras memperingatkan Alauddin untuk takut kepada Tuhan dan untuk tidak mengambil apa yang bukan hak nya. Alauddin

dengan santai mengatakan akan berperang dengan Raja Chittor.

Salah satu isu islamophobia adalah kekerasan yang dilakukan oleh muslim. Dalam film ini digambarkan Alauddin seorang pemimpin muslim ingin berperang demi seorang wanita. Alauddin terobsesi dengan kecantikan Ratu Padmavati yang sangat tersohor dan merasa tertantang setelah mendengar perkataan tabib kerajaan jika dia bisa memiliki Ratu Padmavati, dia juga bisa memiliki dunia. Hal ini menambah ketakutan masyarakut umum terhadap Islam dan semakin membenci Islam. Islam bukanlah agama yang cinta perang, menaklukan bangsa dan merenggut semua yang mereka miliki.

Konsep jihad dan perang sering disalahpahami tidak hanya oleh non-muslim tetapi muslim itu sendiri. Seperti yang dijelaskan dalam surat Al-Hajj ayat 39:

Artinya: “Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.”

5. Adegan 5

6. Tabel 4.5 adegan 5

Visual Audio/Dialog Type of Shot

Visual Audio/Dialog Type of Shot

Dokumen terkait