BAB IV: ANALISIS SEMIOTIK FILM SEMESTA MENDUKUNG Dalam bab ini menjelaskan tentang pesan dari tanda dan simbol yang
TINJAUAN TEORITIS
D. Profil Pemain Film Semesta Mendukung
1. Sayef Muhammad Billah sebagai Muhammad Arief
Cukup sulit untuk mendapatkan biografi mengenai tokoh satu ini. Pada intinya di film ini Sayef Muhammad Billah berperan sebagai tokoh utama dalam film ini. Dia berperan sebagai Arief, anak dari keluarga miskin di Sumenep, Madura, sangat menggemari sains, khususnya fisika. Meski tinggal jauh dari kota besar dan bersekolah dengan fasilitas yang serba minim, Arief tetap menekuni fisika.
Arief tinggal bersama ayahnya. Ibu Arief, terpaksa bekerja sebagai TKW di Singapura. Setelah bertahun-tahun belum juga kembali, dan tidak pernah memberi kabar, Arief sangat merindukannya. Arief bekerja di bengkel sepulang sekolah dengan cita-cita mengumpulkan uang untuk mencari ibunya. Karakter yang diperankan oleh Sayef ini sebagai anak yang rajin belajar, cerdas, sholeh dan rajin beribadah, pantang menyerah dan pekerja keras. Walau dalam film ini seorang Arif terkadang terlihat putus asa akan tetapi semangatnya seketika muncul apa bila sudah mendapatkan motivasi dari lingkungan sekitarnya.
2. Lukman Sardi sebgai Muslat
Lukman Sardi dikenal sebagai tokoh yang sangat berbakat dengan sejumlah peran watak yang di mainkan dengan apik. Pria kelahiran Jakarta, 14 Juli 1974. Lukman adalah putra dari Zerlita dan Violin legendaris Indonesia, Idris Sardi. Di usia kanak-kanaknya, Lukman terhitung telah membintangi tujuh judul film, namun saat SMP, dirinya harus berhenti dari akting dan harus serius belajar di bangku sekolah. Lukman adalah seorang aktor yang telah mengeluti dunia film sejak dirinya masih berusia lima tahun. Debut filmnya berjudul Kembang-kembang Plastik(1978) dan Pengemis dan Tukang Becak (1978), yang masing-masing arahan sutradara Wim Umboh. Setelah sekian lama tenggelam, Lukman kemudian muncul sebentar
membintangi sinetron Enamlangkah (1994), produksi Miles. Namun
kemudian dirinya menghilang kembali, dan muncul kemudian lewat film Gie (2004) yang dibintanginya bersama Nicholas Saputra. Penghargaan yang pernah diterima putra maestro biola Idris Sardi ini di antaranya, The Best Actor di ajang Bali International Film Festival 2006, nominasi MTV Indonesia Movie Award 2006 sebagai Most Favourite Actor, nominasi Festival Film Indonesia Jakarta 2006, sebagai pemeran pendukung pria terbaik.
Gambar 3.3 Lukman Sardi
Filmnya yang terkenal diantaranya, 9 Naga, Berbagi Suami dan
Pesan dari Surga. Dalam film Pesan dari Surga (2006), Lukman berperan sebagai Kuta, seorang pemegang bass yang memiliki kehidupan seksual menyimpang. Untuk perannya ini Lukman sempat risih, namun sebagai orang profesional Lukman harus menjalaninya secara total.
Film Lukman berjudul selanjutnya adalah Naga Bonar Jadi 2 garapan sutradara dan aktor Deddy Mizwar. Dalam film ini Lukman berperan sebagai sosok sopir bajay yang terus mengantar dan diomeli Naga Bonar (Deddy Mizwar). Kemampuan akting Lukman memang sudah tak diragukan. Lukman tak membeda-bedakan besar kecilnya akting, ia tetap berakting dengan maksimal. Seperti ketika menjadi orang autis dalam video klip, Malaikat Juga Tahu milik Dewi Lestari. Terbukti ia menyabet penghargaan sebagai Model Video Klip Terdahsyat dalam ajang Dahsyat Awards pada April 2009.
Lukman yang mengidolakan ayahnya sendiri, violis terkenal, Idris Sardi ini berhasil menyabet penghargaan untuk kategori Pemeran Pembantu Pria Terbaik pada ajang Indonesian Movie Awards 2009.
Lukman juga melakoni salah seorang tokoh sentral dalam Sang
Pemimpi, sekuel dari Laskar Pelangi. Dikabarkan Lukman juga akan
segera menjalani syuting Edensor, trikuel dari film yang diangkat dari
novel best-seller karya Andrea Hirata ini.3
Dalam film ini Lukman berperan sebagai Muslat ayah dari Arif. Muslat di gambarkan sebagai seorang ayah yang beralih profesi dari seorang petani garam menjadi seorang sopir truk. Sifat dan karakter dari Muslat adalah seorang ayah yang lebih cendrung pendiam, keras, terlihat cukup tertekan karena sang anak yang merindukan ibunya yang harus pergi ke Singapura untuk menjadi TKW.
3. Helmalia Putri sebagai Salmah
Helmalia Putri yang lahir di Banda Aceh,tanggal 13 April 1983 yang biasa dipanggil Puput ini,adalah putri dari pasangan Helmi Yusuf (almarhum) dan Esmaliawati. Puput ini juga pernah bermain dalam film In The Name Of Love pada tahun 2008.
Gambar 3.4 Helmalia Putri
Dalam film ini puput berperan sebagai Salmah ibu dari pemaran utama yaitu Arif. Adegan yang dimainkan oleh Puput pun
3
http://selebriti.kapanlagi.com/indonesia/j/Lukman_Sardi/, diakses pada tanggal 7 September 2012 pukul 19.45 WIB.
tidak banyak, karena dalam film ini Salmah adalah Ibu yang meninggalkan anak dan suaminya ke Singapura untuk mencari nafkah menjadi TKW. Akan tetapi peran yang dimainkan Puput adalah bagian yang sangat berarti.
4. Revalina S. Temat sebagai ibu Tari Hayat
Revalina S. Temat yang akrab dengan nama panggilan Reva ini lahir di Jakarta pada tanggal 26 November 1985. Putri pasangan Sayuti Temat dan Rachmaniar itu merupakan anak ketiga dari empat bersaudara.
Gambar 3.5 Revalina S. Temat
Karir Reva diawali sebagai bintang model, kemudian melebar sebagai aktris sinetron dan layar lebar. Ia pernah menjadi model untuk produk Clear, Relaxa bersama DJ Winky dan Red A. Reva yang pernah menjadi Juara Favorite Gadis Sampul 1999 Majalah Gadis itu, pernah membintangi sinetron Bawang Merah Bawang Putih.
Ia juga telah membintangi sinetron Percikan Sangkuriang, Cintaku di Kampus Biru 2, JP asiknya Pacaran, Bawang Merah Bawang Putih, Dara Manisku, Hikmah 2 dan Kembang Surga. Film
TV Cinta Dengan Luka (2002) dan Gerangan Cinta (2003) menjadi bukti kemampuan aktingnya.
Bintang video klip Kupilih Dia (Cokelat, 2004) dan Juwita (Yovie & The Nuno) itu juga berakting di layar lebar. Film terbaru yang dibintanginya Pocong 2 dirilis akhir 2006 lalu.
Reva semakin memantapkan aktingnya di layar lebar dengan menjadi pemeran utama film Perempuan Berkalung Sorban (PBS). Film garapan sutradara Hanung Bramantyo ini diangkat dari Novel karya Abidah Al Khalieqy yang mengisahkan perjuangan dan pengorbanan seorang muslimah bernama Annisa yang diperankan oleh Reva.
Dalam ajang Indonesian Movie Awards 2009, Reva meraih penghargaan pertamanya sebagai Pemeran Utama Wanita Terfavorit
melalui film Perempuan Berkalung Sorban.4
Dalam film ini Reva berperan sebagai ibu Tari Hayat, seorang
guru fisika. Perempuan Minang yang mencintai dan memiliki dedikasi
tinggi terhadap dunia pendidikan itu rela “terdampar” di Madura demi menemukan intan-intan cemerlang di antara murid-muridnya. Karakter dari seorang ibu Tari Hayat adalah seorang guru fisika yang baik hati, yang cukup memperhatikan murid-muridnya. Seorang guru yang ramah. Tari Hayat juga termasuk salah seorang yang mendirikan tim FUSI (Fisika Untuk Siswa Indonesia), akan tetapi karena
4
http://selebriti.kapanlagi.com/indonesia/j/Revalina_S_Temat/, diakses pada tanggal 7 September pukul 19.55 WIB.
perbedaan pendapat ia memilih untuk mengundurkan diri dan menjadi seorang guru di SMP 1 Sumenep.
5. Ferry Salim sebagai Tio Yohanes
Ferry Salim lahir di Palembang pada tanggal 8 Januari 1967. Aktor yang tenar sejak membintangi Ca Bau Kan ini telah bermain pula dalam kurang lebih 20 judul sinetron.
Gambar 3.6 Ferry Salim
Ferry Salim lahir di Palembang pada tanggal 8 Januari 1967. Aktor yang tenar sejak membintangi Ca Bau Kan ini telah bermain pula dalam kurang lebih 20 judul sinetron.
Kesibukkannya sebagai artis tidak menghalanginya untuk menyelesaikan sekolah. Bahkan Ferry berhasil menambahkan titel 'Sarjana Ekonomi' di belakang namanya. Ferry pun sempat melanjutkan sekolahnya di negeri Paman Sam akhir tahun 1990. Kembali dari sana, Ferry menggeluti lagi dunia model yang pernah dimasukinya semasa SMA.
Ferry memulai karir sebagai model sejak SMA. Lalu pada tahun 1996 Ferry ditawari untuk bermain sinetron oleh Marisa Haque berpasangan dengan Ida Iasha dalam sinetron Kembang Setaman.
Berawal dari sinetron inilah namanya mulai dikenal. Ferry pun kebanjiran job.
Sampai akhirnya Ferry berperan menjadi Tan Peng Liang dalam film Ca Bau Kan. Dari Ca Bau Kan, Ferry sempat masuk nominasi The Best Actor Festival Film Asia Pasifik. Dia juga mendapat gelar
aktor favorit saat Festival Film Bali.5
Dalam film ini Ferry Salim berperan sebagai pak Tio Yohanes seorang pembina dan pengajar di tim FUSI (Fisika Untuk Siswa Indonesia). Seorang yang bijak, berwibawa dan baik hati. Tio Yohanes juga yang membawa Arif ke Jakarta untuk mengikuti seleksi lomba fisika dan termasuk orang yang mendirikan lembaga tim FUSI bersama ibu Tari Hayat dan Deborah Sinaga, dia juga yang mengantarkan anak-anak untuk mengikuti lomba fisika di Singapura.
6. Febby Febiola sebagai Deborah Sinaga
Febby Febiola dalam film ini berperan sebagai Deborah Sinaga atau biasa dipanggil dengan ibu Debby. Debby adalah salah satu pendiri dan pengurus dari FUSI (Fisika Untuk Siswa Indonesia). Seorang perempuan yang cukup tegas dalam dalam menjaga dan mengatur anak-anak yang akan mengikuti olimpiade fisika.
7. Sudjiwo Tedjo sebagai Paman Alul
Dalam film ini Sudjiwo Tedjo memainkan karakter sebagai seorang preman kampung yang sombong. Paman Alul mengaku kepada Arif, bahwa ia bekerja di Malaiysia dan akan menolong Arif
5
http://selebriti.kapanlagi.com/indonesia/j/Ferry_Salim/, diakses pada tanggal 7 September2012 pukul 20.05 WIB.
untuk mencarikan alamat sang ibu kepada Arif. Akan tetapi Paman Alul tidak memberikan bantuan begitu saja tetapi dengan imbalan uang yang cukup banyak.
8. Indro WARKOP sebagai Cak Kumis
Indro Warkop atau lengkapnya Indrodjojo Kusumonegoro adalah salah satu personel komedian legendaris Warung Kopi DKI (Warkop DKI) bersama Dono (Wahjoe Sardono) dan Kasino (Kasino Hadiwibowo).
Gambar 3.7 Indro WARKOP
Indro Warkop atau lengkapnya Indrodjojo Kusumonegoro adalah salah satu personel komedian legendaris Warung Kopi DKI (Warkop DKI) bersama Dono (Wahjoe Sardono) dan Kasino (Kasino Hadiwibowo).
Awal Warkop eksis saat diberi kesempatan untuk tampil di Radio Pambors Jakarta untuk mengisi acara obrolan komedi. Indro sendiri saat itu masih kuliah di Universitas Pancasila Jakarta, sementara teman-temanya mahasiswa Universitas Indonesia (UI).
Indro yang lahir di Jakarta, 8 Mei 1958, mendapatkan peran sebagai Mastowi seorang pria asal Tegal. Namun demikian dirinya
beberapa kali juga tampil dengan logat batak di film-film komedinya.6
Dalam film ini Indro warkop berperan sebagai Cak Kumis yang berprofesi sebagai pedagang ketoprak yang merantau dari madura ke Jakarta. Berbeda dengan film-film Indro sebelumnya, disini Indro sebagai pedagang ketoprak yang cukup filosofis dalam menanggapi hidup, sebagai pedagang yang cukup bijak dan baik hati. Ada beberapa adegan yang tetap menampilkan sisi humoris dari seorang Indro warkop.
9. Angga Putra sebagai Muhammad Thamrin
Angga Putra berperan sebagai Muhammad Thamrin yang berasal dari Jakarta. Memiliki logat betawi yang sangat kental. Dalam film ini Thamrin lah yang sangat dekat dengan Arif. Memiliki pengalaman yang hampir sama, Thamrin mengukuti seleksi lomba fisika karena ingin mendapatkan beasiswa agar sang ibu tidak perlu lagi membiayai kuliahnya nanti. Tujuan utama untuk mengikuti seleksi sepenuhnya bukan karena seratus persen karena kecintaannya pada dunia sains tapi juga karena ibu. Thamrin juga memiliki karakter yang sedikit humoris dan setia kawan.
Selain film ini Angga Putra juga pernah bermain dalam film Alangkah Lucunya Negeri ini dan berperan sebagai komet. Untuk
6
http://selebriti.kapanlagi.com/indonesia/j/Indro_ warkop/, diakses pada tanggal 7 September 2012 pukul 20.15 WIB.
mendapatkan profil Angga memang cukup sulit karena Angga belum cukup lama hadir dalam dunia perfilman.
10.Dinda Hauw sebagai Clara Annabela
Dinda Hauw berperan sebagai Clara annabela yang pernah juga bermain dalam film Surat Kecil Untuk Tuhan sebagai Keke. Dalam film ini Clara sebagai teman Arif di FUSI yang baik dan Clara pula yang memberikan semangat kepada Arif agar tidak menyerah untuk olimpiade tersebut.
11.Rangga Raditya sebagai Bima Wangsa
Rangga Raditya berperan sebagai Bima Wangsa, anak yang sangat cerdas. Akan tetapi Bima tidak bersahabat dengan kehadiran Arif, dia tidak terima hanya karena Arif sebagai anak yang tidak sengaja ditemukan oleh gurunya yang memiliki kemampuan pada dunia fisika ini menjadi saingannya. Bima sebagai anak yang sombong dan merasa dia lah yang paling pintar walaupun memang dia memiliki kemampuan dan kecerdasan di atas rata-rata.
12.Rendy Ahmad sebagai Erwin Manik
Rendi Ahmad berperan sebagai Erwin Manik sahabat dekat Bima Wangsa, yang sama-sama tidak menyukai kehadiran Arif. Erwin yang berkarakter hamoir sama dengan Bima wangsa. Rendy Ahmad juga pernah bermain dalam film Sang Pemimpi sebagai Arai.
BAB IV