DI PENGADILAN AGAMA TIGARAKSA
A. Profil Pengadilan Agama Tigaraksa 1
1. Legalitas Institusi
Pengadilan Agama Tigaraksa dibentuk berdasarkan keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor: 85 tahun 1996 tanggal 01 November 1996 dan Pengadilan Agama Tigaraksa diresmikan pada hari kamis tanggal 21 Agustus 1997 bertepatan pada tanggal 17 Rabiul Awwal 1418 H oleh direktur Peradilan Agama atas nama Menteri Agama bertempat di gedung Negara (Pendopo) PEMDA Kabupaten DT.II Tangerang yang pada saat itu Bapak Let.Kol. Agus Junara menjabat sebagai Bupati.
2. Legalitas Yurisdiksi Relatif
Yurisdiksi relatif (kewenangan mengadili) yaitu meliputi wilayah hukum kabupaten Tangerang yang merupakan pemekaran wilayah baru antara kabupaten Tangerang dan kota Tangerang telah diserahkan pada tanggal 21 Agustus 1996 antara Drs.H. Abdurrahman Abror selaku ketua pengadilan agama Tangerang kepada Drs.A.D. Dimyati,SH selaku ketua pengadilan Agama Tigaraksa yang terdiri dari 19 kecamatan, 3 kemantren dan 306 desa serta berdasarkan PERDA Kabupaten Tangerang telah mengalami pemekaran menjadi 36 kecamatan.
1
Profil Pengadilan Agama Tigaraksa ini sepenuhnya di download dari
36
3. Infrastruktur Kantor
Pada saat diresmikan Pengadilan Agama Tigaraksa berkantor di Jalan. Raya Serang Km. 12, Kp. Pulo, Desa Bitung Jaya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang dengan luas bangunan 7x12 meter diatas tanah 864 meter. Pada tahun 2002 Pengadilan Agama Tigaraksa menempati gedung baru yang terletak di Jalan. Mesjid Agung Al-Amjad No. 1 Komplek Perkantoran Pemda Kabupaten Tangerang dengan luas tanah 2000 M dengan gedung berlantai 2 yan terdiri dari ruang ketua, ruang wakil ketua, ruang panitera, ruang panitera sekretaris, ruang hakim, ruang kesekretariatan, ruang kepaniteraan, 2 buah ruang sidang, ruang arsip, ruang tunggu para pihak, ruang register, ruang komputer, ruang perpustakaan dan ruang kasir.
4. Infrastruktur Penunjang2
Untuk menunjang kinerja sebagai sarana penunjang perkantoran Pengadilan Agama Tigaraksa telah memiliki meubelair yang memadai, 5 ruang ber AC, 3 buah kendaraan dinas roda empat (satu buah bantuan dari Pemda Kabupaten Tangerang) 3 buah kendaraan roda 2, 11 unit komputer dan 2 buah laptop.
5. Sumber Daya Manusia
Pengadilan Agama Tigaraksa didukung oleh 12 orang hakim (berikut ketua dan wakil) 2 orang cakim, 7 panitera pengganti (berikut panmud dan
2
Profil Pengadilan Agama Tigaraksa ini sepenuhnya di download dari
wapan), 7 orang juru sita pengganti, 4 orang staf dan 6 orang tenaga honorer (pramu kantor, sekuriti dan sopir). Secara kualitas terdiri dari 8 orang Magister, 17 orang Strata 1 (S-1), 1 orang diploma 3 dan 7 orang SMU.
6. Visi dan Misi Pengadilan Agama Tigaraksa
Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang suatu keadaan masa depan, berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan oleh suatu institusi. Sedangkan misi adalah sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan oleh suatu institusi sesuai visi yang ditetapkan agar tujuan lembaga dapat terlaksana dan berhasil dengan baik.
Visi dan Misi Mahkamah Agung dan kebijakan pimpinan selalu menjadi landasan berpijak dan arah kebijakan Pengadilan Agama Tigaraksa. Visi dan Misi Mahkamah Agung dijabarkan dalam visi dan misi Pengadilan Agama Tigaraksa, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi yang diembannya.
Visi Mahkamah Agung RI adalah “Terwujudnya Badan Peradilan Indonesia Yang Agung”.
Misi Mahkamah Agung dijabarkan sebagai berikut: 1. Menjaga Kemandirian Badan Peradilan.
2. Memberikan Pelayanan Hukum Yang Berkeadilan Kepada Para Pencari Keadilan.
3. Meningkatkan Kualitas Kepemimpinan Badan Peradilan. 4. Meningkatkan Kredibelitas dan Transparansi Badan Peradilan.
38
Pengadilan Agama Tigraksa sebagai underbow Mahkamah Agung RI memiliki komitmen dan kewajiban yang sama untuk mengusung terwujudnya peradilan yang baik dan benar serta dicintai masyarakat. Atas dasar itu maka Pengadilan Agma Tigaraksa telah menjabarkan visi dan misi tersebut dalam visi dan misi Pengadilan Agama Tigaraksa, Yaitu:
Visi:3
Mewujudkan Pengadilan Agama Tigaraksa yang modern dan dipercaya. Misi:
a. Mewujudkan pelayanan prima, cepat dan profesional dengan biaya ringan. b. Memperbaiki dan meningkatkan kualitas input, proses dan output eksternal
pada peradilan.
c. Memperbaiki akses pada layanan hukum dan peradilan. d. Mengupayakan sistem informasi sesuai program IT. 7. Tugas Pokok Peradilan Agama
Sebagai Badan Pelaksana Kekuasaan Kehakiman bagi rakyat pencari keadilan ialah menerima, memeriksa dan memutuskan setiap perkara yang diajukan kepadanya, termasuk didalamnya menyelesaikan perkara voluntair.
Peradilan Agama juga adalah salah satu diantara 3 Peradilan Khusus di Indonesia. Dikatakan Peradilan Khusus karena Peradilan Agama mengadili perkara-perkara perdata tertentu dan mengenai golongan rakyat tertentu. Dalam
3
Profil Pengadilan Agama Tigaraksa ini sepenuhnya di download dari
struktur organisasi Peradilan Agama ada Pengadilan Agama dan Pengadilan Tinggi Agama yang secara langsung bersentuhan dengan penyelesaian perkara di tingkat pertama dan banding sebagai manifestasi dari fungsi kekuasaan kehakiman. Kekuasaan kehakiman dilingkungan Peradilan Agama dilaksanakan oleh Pengadilan Agama dan Pengadilan Tinggi Agama.
Tugas-tugas lain Pengadilan Agama adalah:
a. Memberikan keterangan, pertimbangan dan nasehat tentang Hukum Islam kepada instansi didaerah hukumnya apabila diminta.
b. Melaksanakan hisab dan rukyatul hilal.
c. Melaksanakan tugas-tugas lain pelayanan seperti pelayanan riset/penelitian, pengawasan terhadap penasehat hukum dan sebagainya.
d. Menyelesaikan permohonan pembagian harta peninggalan diluar sengketa antara orang-orang yang beragama Islam.
Dengan demikian, Pengadilan Agama bertugas dan berwenang untuk menyelesaikan semua masalah dan sengketa yang termasuk di bidang perkawinan, kewarisan, perwakafan, hibah, infaq, shadaqah dan ekonomi syariah. Fungsi:4
a. Melakukan pembinaan terhadap pejabat struktural dan fungsional dan pegawai lainnya baik menyangkut administrasi, teknis, yustisial maupun administrasi umum.
4
Profil Pengadilan Agama Tigaraksa ini sepenuhnya di download dari
40
b. Melakukan pengawasan atas pelaksanaan tugas dan tingkah laku hakim dan pegawai lainnya (pasal 53 ayat 1 dan 2, UU No. 3 Tahun 2006).
c. Menyelenggarakan sebagian kekuasaan negara dibidang kehakiman. 8. Wilayah Yuridiksi
Lokasi dan luas wilayah Pengadilan Agama Tigaraksa. Secara astronomis, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan terletak diantara: 6° 00’- 6°
20’ LS dan 106° 20’- 106° 43’ BT. Secara geografis Kabupaten Tangerang dan
Kota Tangerang Selatan berbatasan sebagai berikut:
Sebelah Barat : Wilayah Kabupaten Lebak dan Serang.
Sebelah Utara : Wilayah Laut Jawa.
Sebelah Timur : Wilayah Kota Tangerang dan DKI Jakarta.
Sebelah Selatan : Wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Depok.
Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan meliputi area seluas 1.110,38 Ha. Pembagian wilayah hukum Pengadilan Agama Tigaraksa adalah wilayah Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan memiliki wilayah kecamatan sebanyak 36 kecamatan yang mewilayahi 328 Kelurahan/Desa.
9. Tanah
Berdasarkan hasil penetapan penggunaan tanah Kecamatan diseluruh Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan dengan luas keseluruhan 1.110,38 Ha, dengan luas masing-masing sebagai berikut:
Kampung/Perumahan : 3.425.205 Ha.
Tegalan/Ladang : 22.715 Ha. 10.Sarana Ibadah5
Mesjid : 1.720 buah
Musholla : 8.040 buah
Gereja : 79 buah (Protesten) dan 21 buah (Katholik)
Vihara : 41 buah
Pura : 2 buah
11.Sarana Kesehatan
Rumah Sakit Umum : 12 buah
Rumah Sakit DKT : 1 buah
Rumah Sakit Swasta : 22 buah
Puskesmas : 40 buah
12.Sarana Umum lainnya
Pasar Tradisional : 97 buah
Pasar Swalayan : 110 buah
Gelanggang Olahraga : 65 buah
Lapangan Olahraga : 109 buah
Balai Budaya : 2 buah
Gedung Bioskop : 6 buah
5
Profil Pengadilan Agama Tigaraksa ini sepenuhnya di download dari
42
13.Lalu Lintas
Secara geografis Ibukota Kabupaten Tangerang ini berbatasan dengan wilayah yang berada di Provinsi Jawa Barat yaitu Bogor dan DKI Jakarta. Oleh karena itu dalam sektor lalu lintas Kabupaten Tangerang menjadi lintasan berarti karena dilewati oleh fasilitator angkutan baik umum maupun pribadi yang bertujuan ke daerah lain.
14.Pariwisata
Kabupaten Tangerang memiliki potensi pariwisata yang beraneka ragam, baik wisata alam maupun wisata buatan. Hal ini dapat dilihat dari wilayah Kabupaten Tangerang yang memiliki laut di pantai utara dan ragam budaya Pasundan, Betawi, Jawa (Banten) dan Cina.
15.Stuktur Organisasi6
Struktur Organisasi Pengadilan Agama Tigaraksa mengacu pada Undang-Undang Nomor. 7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama, Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor. KMA/004/II/92 tentang organisasi dan Tata Kerja Kepaniteraan Pengadilan Agama, Pengadilan Tinggi Agama dan KMA Nomor. 5 tahun 1996 tentang Struktur Organisasi Peradilan.
JABATAN NAMA
KETUA Drs. H. Uyun Kamiluddin, SH,MH
WAKIL KETUA Dra. Muhayah, SH, MH
6
Profil Pengadilan Agama Tigaraksa ini sepenuhnya di download dari
HAKIM Dra. H. Erawati, SH, MH Drs. Saefuddin Z, SH, MH Drs. Supyan Maulani Dra. Nurhayati Drs. H. Saefullah Drs. H. Nurkholish, MH Drs. Hendi Rustandi, SH Drs. Muhyar, MH Dra. Al’Jamilah, MH Ahmad Bisri, SH, MH Zainul Arifin, SH H. Rosmani Daud, S.Ag H. Antung Jumberi, SH, MH Fitriyel Hanif, M.Ag
Dra. Hj. Aprin Astuti Musidah, S.Ag, M.Ag Candra Boy Seroza, SH, MH Rahmat Arjiaya, S.Ag PANITERA/SEKRETARIS Drs. H. Baehaki
WAKIL PANITERA Pariyanto, S.H
44
PANMUD PERMOHONAN Hamid Safi, S.Ag
STAF Zulkhairiyah Abdillah, S.HI
PANMUD GUGATAN Nurmala Sari Josepha, S.H
STAF Budi A. Rahayu, A.Md
Safruddin, BA
PANMUD HUKUM Naili Ivada, S.Ag
STAF Ahmad Muhtadin, S.HI
Adhiaksari Hendriawati, S.HI KASUBAG KEPEGAWAIAN Puspa Rini, S.H
STAF Dwi Budiyanto, A.Md
KASUBAG KEUANGAN Siti Rodiah, S.H, M.H
STAF H. Hendri
Asep Soni Dwi Sutendi, A.Md
KASUBAG UMUM Henni Fitria, S.E
STAF Ahmad Supyana, S.Kom
PANITERA PENGGANTI Fathiyah Sadim, S.Ag Hikmah Nurmal, S.H Siti Jubaedah, S.H Mardiati, S.H, M.H Sitti Hajar, S.HI Drs. Mahyuta
JURUSITA Agus Priyono, S.H Zaenal Arifin
JURUSITA PENGGANTI Jupri Suwarno, S.Ag H. Hendri
Chahya Saputro
Ahmad Sopyana, S.Kom Dwi Budiyanto, A.Md Henni Fitria, S.E Pusparini, S.H
Asep Soni Dwi Stendi, A.Md