• Tidak ada hasil yang ditemukan

Profil Pertumbuhan PDRB Kota Pematangsiantar dan Pergeseran Bersih

BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN

4.6. Profil Pertumbuhan PDRB Kota Pematangsiantar dan Pergeseran Bersih

Analisis profil pertumbuhan sektor ekonomi Kota Pematangsiantar bertujuan untuk mengindentifikasi pertumbuhan PDRB sektor ekonomi di Kota Pematangsiantar.

Analisis profil pertumbuhan PDRB dengan mengekspresikan nilai persentase pertumbuhan proporsional setiap setiap sektor diplotkan dalam sumbu horizontal sedangkan nilai persentase perubahan pertumbuhan pangsa wilayah kedalam sumbu vertikal.

Pada kuadran terdapat garis diagonal yang memotong kedua daerah tersebut. Bagian atas garis diagonal mengindikasikan bahwa suatu wilayah merupakan wilayah yang progresif, sedangkan di bawah garis diagonal berarti suatu wilayah yang pertumbuhannya lambat.

Sumber: BPS, diolah.

Gambar 4.3. Profil Pertumbuhan Sektor Ekonomi Kota Pematangsiantar Berdasarkan Gambar 4.3., dalam kurun waktu 2001-2009 (otonomi daerah) sektor ekonomi Kota pematangsiantar berkembang dengan lamban. Hal ini ditandai hanya satu sektor yang memiliki laju pertumbuhan yang cepat dan mampu bersaing dengan baik bila dibandingkan dengan sektor ekonomi yang sama dari wilayah lain di Sumatera Utara. Pada gambar profil pertumbuhan sektor ekonomi di atas menunjukkan bahwa sektor yang memiliki laju pertumbuhan yang cepat dan mampu bersaing baik dengan wilayah lain adalah keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan (kuadran I).

Sektor perekonomian Kota Pematangsiantar terkonsentrasi dalam kuadran II (sektor bangunan dan konstruksi, sektor keuangan, persewaan, dan jasa

Kuadran I

Kuadran III Kuadran IV

Kota Pematangsiantar yang memiliki laju pertumbuhan yang cepat, tetapi sektor tersebut tidak mampu bersaing dengan sektor perekonomian dari daerah lain dan kuadran III (sektor pertanian, sektor pertambangan dan penggalian, dan sektor industri pengolahan) yang merupakan sektor perekonomian di Kota Pematangsiantar yang memiliki laju pertumbuhan yang lambat dan tidak mampu bersaing dengan wilayah lain.

Sektor ekonomi yang terdapat dalam kuadran IV adalah sektor listrik, gas, dan air bersih dan sektor perdagangan, hotel, dan restoran. Sektor-sektor tersebut menunjukkan tingkat pertumbuhan yang lamban tetapi mempunyai daya saing bila dibandingkan dengan sektor dari wilayah lain di Provinsi Sumatera Utara.

Sektor yang terdapat di atas garis diagonal adalah sektor perdagangan, hotel, dan restoran, sektor pengangkutan dan komunikasi, dan sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan dimana sektor ini termasuk dalam kelompok yang

progresif.

Nilai pergeseran bersih (PB) diperoleh dari pejumlahan nilai PP dan PPW. Berdasarkan Tabel 5.1., pada kurun waktu 2001-2009 di Kota Pematangsiantar terdapat dua sektor yang memiliki nilai pergeseran bersih (PB) yang positif (PB>0), yaitu sektor perdagangan, hotel, dan restoran sebesar Rp 37.322,82 juta (10,08 persen) dan sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan sebesar Rp 57.079,93 juta (45,65 persen). Kedua sektor tersebut dapat dikelompokkan dalam pertumbuhan yang progresif. Hal ini disebabkan Kota Pematangsiantar yang terletak di tengah-tengah Kabupaten Simalungun, dimana kabupaten ini unggul

darat ke kabupaten-kabupaten lainnya, seperti Toba Samosir, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan sehingga posisinya sangat strategis sebagai kota transit perdagangan antar kabupaten atau transit wisata ke Danau Toba Parapat dimana hal ini pada akhirnya ikur mendorong perkembangan sektor hotel dan restoran maupun sektor keuangan, persewaan, da jasa perusahaan di Kota Pematangsiantar.

Sektor yang memiliki nilai PB negatif (PB<0) adalah sektor pertanian (-50,15 persen), sektor pertambangan dan galian (-141,69 persen), sektor industri pengolahan (-34,44 persen), sektor listrik, gas, dan air bersih (-16,25 persen), sektor bangunan dan konstruksi (-24,70 persen), sektor pengangkutan dan komunikasi (-17,95 persen), dan sektor jasa lainnya (-33,27 persen).

Tabel 5.1. Pergeseran Bersih (PB) Sektor Ekonomi Kota Pematangsiantar Tahun 2001-2009 (Juta Rupiah)

No. Sektor Perekonomian Pergeseran Bersih (Rp) %

1 Pertanian -31,626.746 -50.15264

2 Pertambangan dan Galian -5,099.446 -141.69497

3 Industri Pengolahan -70,644.477 -34.439098

4 Listrik, Gas, dan Air Bersih -2,520.920 -16.250394

5 Bangunan dan Konstruksi -30,900.131 -24.704737

6 Perdagangan, Hotel, dan Restoran 37,322.815 10.0841606

7 Pengangkutan dan Komunikasi -43,648.702 -17.94785

8 Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan 57,079.932 45.6492793

9 Jasa lainnya -70,218.699 -33.274717

Total -160,256.377 -11.76835

Sumber: BPS, diolah.

Nilai total pergeseran bersih sektor ekonomi Kota Pematangsiantar sebesar -11,77 persen, ini berarti bahwa sektor perekonomian Kota Pematangsiantar memiliki laju pertumbuhan yang lambat setelah kebijakan otonomi daerah telah berjalan selama sembilan tahun (2001-2009).

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan dari uraian-uraian yang telah dijelaskan sebelumnya, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan,yaitu :

1. Tidak semua laju pertumbuhan rata-rata sektor perekonomian di Kota Pematangsiantar mengalami peningkatan pada era otonomi daerah (2001-2009). Sektor pertanian, sektor pertambangan, sektor listrik, gas, dan air bersih, dan sektor perdagangan, hotel, dan restoran merupakan sektor yang memiliki laju pertumbuhan rata-rata menurun setelah otonomi daerah berjalan sembilan tahun. Sedang sektor jasa lainnya adalah sektor dengan peningkatan laju pertumbuhan rata-rata terbesar sebesar 8,78 persen.

2. Pertumbuhan sektor perekonomian Kota Pematangsiantar:

a. Sektor ekonomi Kota Pematangsiantar dalam era Otonomi Daerah (2001 2009) yang menunjukkan pertumbuhan yang positif adalah sektor bangunan dan konstruksi, sektor pengangkutan dan komunikasi, sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan, dan sektor jasa lainnya yang merupakan sektor yang memiliki pertumbuhan terbesar. Sedangkan salah satu sektor yang mengalami penurunan terbesar yaitu sektor pertanian dimana penurunannya sebesar -18,82 persen. Dalam kurun waktu 2001-2009, hasil total perubahan kontribusi setiap sektor terhadap PDRB Kota

regional sebesar 53,12 persen. Hal ini menunjukkan pertumbuhan sektor ekonomi di Kota Pematangsiantar lebih kecil dibandingkan dengan pertumbuhan sektor ekonomi di wilayah lain di Sumatera Utara.

b. Sektor ekonomi perdagangan, hotel, dan restoran dan sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan termasuk dalam sektor progresif, artinya sektor tersebut memiliki laju pertumbuhan cepat dan mampu bersaing dengan baik bila dibandingkan dengan sektor ekonomi dari daerah lain sedangkan sektor ekonomi lainnya termasuk dalam kelompok pertumbuhan yang lambat.

c. Total nilai pergeseran bersih (PB) adalah sebesar -11,77 persen, ini berarti bahwa perekonomian Kota Pematangsiantar memiliki laju pertumbuhan yang lambat. Dalam kurun waktu 2001-2009 perekonomian Kota Pematangsiantar tergolong pada pertumbuhan sektor ekonomi yang lambat. Hal ini karena sektor-sektor ekonomi Kota Pematangsiantar memiliki laju pertumbuhan yang lebih lambat dibandingkan dengan sektor perekonomian kabupaten/kota lain di Sumatera Utara.

d. Hampir semua sektor ekonomi Kota Pematangsiantar memiliki daya saing yang kurang baik bila dibandingkan dengan sektor ekonomi wilayah lain, kecuali sektor listrik, gas, dan air bersih, sektor perdagangan, hotel, dan restoran, dan sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan yang memiliki nilai PPW yang positif. Artinya ketiga sektor tersebut mempunyai daya saing yang baik bila dibandingkan dengan sektor ekonomi wilayah lain di Sumatera Utara.

5.2. Saran

1. Sektor perdagangan, hotel, dan restoran yang merupakan sektor perekonomian paling dominan dalam pembentukan PDRB Kota Pematangsiantar. Seyogyanya Pemerintah Daerah diharapkan dapat terus mendorong perkembangan sektor tersebut dengan meningkatkan infrastruktur, peningkatan sarana prasarana pendukung, teknologi, serta menyinergikan kebijakan-kebijakan Pemerintahannya dengan Pemerintah daerah Kabupaten Simalungun (dalam hal perdagangan) sehingga pada akhirnya sektor ini mampu terus meningkatkan laju pertumbuhannya dan memberi kontribusi yang positif dalam pembentukan PDRB Kota Pematangsiantar.

2. Sektor industri pengolahan merupakan sektor yang menunjukkan peningkatan kontribusi yang signifikan pada masa otonomi daerah harus terus dikembangkan melalui pengembangan industri berbasis pertanian. Salah satu alasan potensi berkembangnya sektor industri di Kota Pematangsiantar adalah karena secara geografis terletak di tengah-tengah Kabupaten Simalungun, dimana kabupaten ini unggul pada beberapa jenis komoditas pertanian sehingga dapat berfungsi sebagai penyedia input (hinterland) bagi industri Kota Pematangsiantar. Upaya lain yang dapat dilakukan adalah meningkatkan promosi produk unggulan ke luar daerah dan menggabungkan para pengusaha kecil dan menengah ke dalam suatu wadah asosiasi yang diharapkan dapat meringankan tugas dari masing-masing pengusaha kecil, sehingga akan mendapatkan peningkatan hasil yang lebih optimal.

3. Upaya yang selayaknya dilakukan Pemerintah Daerah Kota Pematangsiantar dalam mengembangkan potensi dan daya saing sektor-sektor perekonomian lainnya adalah dengan meningkatkan infrastruktur, sarana dan prasarana yang mendukung, dan menjalin kemitraan dengan lembaga yang bisa membantu dalam penyediaan modal, pembinaan pengusaha, dan promosi secara langsung dengan memanfaatkan keuntungan yang dimiliki Kota Pematangsiantar sebagai kota transit perdagangan dan transit wisata ke Danau Toba, Parapat.

DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, L. 1999. Ekonomi Pembagunan. STIE. Yayasan Keluarga Pahlawan, Yogyakarta

Aser, F. 2005. “Tujuan Otonomi Daerah Dalam UU No. 32 Tahun 2004”. Jurnal Otonomi Daerah.

Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara. 1999. Pematangsiantar Dalam

Angka Tahun 1998. Badan Pusat Statistik Kota Pematangsiantar,

Pematangsiantar.

______________________________________. 2002. Pematangsiantar Dalam

Angka Tahun 2001. Badan Pusat Statistik Kota Pematangsiantar,

Pematangsiantar.

______________________________________. 2005. Pematangsiantar Dalam

Angka Tahun 2004. Badan Pusat Statistik Kota Pematangsiantar,

Pematangsiantar.

______________________________________. 2006. Pematangsiantar Dalam

Angka Tahun 2005. Badan Pusat Statistik Kota Pematangsiantar,

Pematangsiantar.

Budiharsono, S. 2001. Teknik Analisis Pembanguna Wilayah Pesisir dan Lautan. PT. Pradnya Paramita. Jakarta

Elmi, B. 2002. Keuangan Pemerintah Daerah Otonomi di Indonesia. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta.

Fachrurrazy. 2010. Analisis Penentuan Sektor Unggulan Perekonomian Wilayah

Kabupaten Aceh Utara. Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah.

Fokusmedia, 2004. Undang-Undang Otonomi Daerah 2004. Fokusmedia. Bandung

Haris, S. 2005. Desentralisasi dan Otonomi Daerah. LIPI Press. Jakarta.

Ilyas, M. 2001. Analisis Kesiapan Potensi Ekonomi Wilayah Di Sulawesi

Tenggara TerhadapKemandirian Pembangunan dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah. Institut Pertanian Bogor, Program Pasca Sarjana. Bogor

Jhingan, M. L. 2004. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Mahila.2007. Pertumbuhan Ekonomi Wilayah Kabupaten Karawang Periode

1993-2005. [Skripsi]. IPB, Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Bogor

Ramadhanny. 2007. Analisis Pertumbuhan Sektor-Sektor Ekonomi Kabupaten

Lahat Pada Masa Otonomi Daerah. [Skripsi]. IPB, Fakultas Ekonomi dan

Manajemen. Bogor

Restuningsih. 2004. Analisis Pertumbuhan Sektor-Sektor Ekonomi Perekonomian

Di Provinsi DKI Jakarta Pada Masa Krisis Ekonomi. [Skripsi].

Perpustakaan IPB. Bogor.

Ramadhani, Rizal. 2007. Pengaruh Otonomi Daerah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Wilayah Kabupaten Sukabumi. [Skripsi]. IPB, Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Bogor

Sapta, Dini. 2007. Analisis Potensi Pertumbuhan Ekonomi di Kota Tangerang (pendekatan Model Basis Ekonomi). [Skripsi]. UNNES, Fakultas Ekonomi. Semarang.

Sihombing, J. P. 2006. Dampak Otonomi Daerah Terhadap Pertumbuhan Sektor

Perekonomian di Kabupaten Tapanuli Utara. [Skripsi]. IPB, Fakultas

Ekonomi dan Manajemen. Bogor

Sirojuzilam. 2008. Disparitas Ekonomi dan Perencanaan Regional. Pustaka Bangsa Press 2008.

Soegijoko, B. T. S. dan Kusbiantoro, B, S. 1997. Ruang Lingkup dan Peranan Regional planning Di dalam Sugijanto Soegijoko (editor). Perencanaan

Pembangunan Indonesia (Bunga Rampai). P. T Rasindo Gramedia.

Soepono, P. 1993. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia. BPEP. FE-UGM. Yogyakarta.

Tambunan, T. 2001. Perekonomian Indonesia, Konsep Pembangunan Wilayah. Ghalia Indonesia. Jakarta.

Tarigan, R. 2005. ”Ekonomi Regional: Teori dan Aplikasi”. Edisi Revisi. PT. Bumi Aksara. Jakarta.

Todaro, M.P. 1994. Ekonomi untuk Negara Berkembang, Arti Pembangunan (terjemahan), Edisi III. Bumi Aksara. Jakarta.

Todaro, M. 2004. Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga. Erlangga. Jakarta

sumut.bps.go.id siantarkota.bps.go.id regionalinvestment.com

PDRB Sumatera Utara Tahun 1997-2009 Menurut Lapangan Usaha Berdasarkan Harga Konstan 2000

Lampiran 1

Masa Sebelum Otonomi Daerah

No. Sektor Perekonomian 1997 1998 1999 2000

1 Pertanian 17,886,429.51 18,329,457.15 19,392,145.42 18,963,315.44 2 Pertambangan dan Galian 1,330,678.54 1,094,067.30 1,064,686.16 1,314,347.67 3 Industri Pengolahan 21,082,820.21 17,591,312.66 17,577,632.75 16,926,777.44 4 Listrik, Gas, dan Air Bersih 547,550.40 570,899.03 593,645.09 529,119.53 5 Bangunan dan Konstruksi 3,118,057.75 2,614,005.42 2,650,982.06 3,993,300.13 6 Perdagangan, Hotel, dan Restoran 14,960,236.92 12,288,549.86 12,707,122.65 12,761,937.72 7 Pengangkutan dan Komunikasi 4,129,082.29 3,399,255.12 3,506,762.36 4,400,380.42 8 Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan 3,070,166.03 2,622,819.15 2,575,660.69 4,022,790.30 9 Jasa lainnya 5,087,080.93 4,618,130.79 4,642,144.90 6,242,143.73

Total PDRB 71,212,102.58 63,128,496.48 64,710,782.08 69,154,112.38

Otonomi Daerah

No. Sektor Perekonomian 2001 2002 2003 2004 2005 2006

1 Pertanian 19,683,516.27 20,182,423.94 20,689,486.29 21,465,423.27 22,191,304.61 22,724,491 2 Pertambangan dan Galian 1,151,889.04 1,146,164.51 1,130,654.44 1,009,921.15 1,074,750.54 1,119,581.92 3 Industri Pengolahan 17,618,403.96 18,504,466.53 19,298,236.31 20,337,028.18 21,305,368.15 22,470,565 4 Listrik, Gas, dan Air Bersih 585,701.67 626,847.60 660,797.67 681,199.04 716,250.61 738,314.65 5 Bangunan dan Konstruksi 4,088,850.46 4,278,719.69 4,536,030.75 4,883,081.22 5,515,982.46 6,085,612.46 6 Perdagangan, Hotel, dan Restoran 13,292,558.18 13,951,003.55 14,353,390.18 15,230,316.32 15,984,925.39 17,095,259 7 Pengangkutan dan Komunikasi 4,767,714.01 5,346,582.91 5,905,554.56 6,702,178.66 7,379,922.33 8,259,198.32 8 Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan 4,210,419.09 4,445,815.23 4,749,770.72 5,077,295.30 5,440,496.67 5,977,573.44 9 Jasa lainnya 6,509,306.50 6,707,116.93 7,481,687.64 7,942,505.43 8,288,790.46 8,876,806.68

Lampiran 2

PDRB Kota Pematangsiantar Tahun 1997-2009 Menurut Lapangan Usaha Berdasarkan Harga Konstan 2000

Masa Otonomi Daerah

No. Sektor Perekonomian 2001 2002 2003 2004 2005 2006

1 Pertanian 63,060.98 64,306.27 66,385.04 72,188.80 73,011.58 71,527.32 65,5 2 Pertambangan dan Galian 3,598.89 3,416.71 3,375.58 3,449.93 370.84 436.18 437. 3 Industri Pengolahan 205,128.71 205,713.21 207,353.43 209,604.31 209,884.97 223,071.07 238, 4 Listrik, Gas, dan Air Bersih 15,512.98 16,600.66 20,133.34 19,472.19 20,308.11 22,331.39 21,6 5 Bangunan dan Konstruksi 125,077.76 125,697.76 129,203.11 135,383.01 144,876.55 153,940.96 154, 6 Perdagangan, Hotel, dan Restoran 370,113.25 397,495.06 413,508.36 421,824.60 468,694.24 490,897.06 512, 7 Pengangkutan dan Komunikasi 243,197.39 215,932.02 254,441.79 251,644.65 270,605.17 283,836.03 300, 8 Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan 125,040.16 145,946.84 161,406.11 167,935.53 176,246.12 193,604.68 217, 9 Jasa lainnya 211,027.19 214,705.78 176,278.43 186,376.13 188,526.23 205,468.93 219,

Total PDRB 1,361,757.31 1,389,814.31 1,432,085.19 1,467,879.15 1,552,523.81 1,645,113.62 1,729, Masa Sebelum Otonomi Daerah

No. Sektor Perekonomian 1997 1998 1999 2000

1 Pertanian 60,686.97 60,145.63 60,387.79 60,731.40 2 Pertambangan dan Galian 3,677.37 3,532.52 3,612.77 3,707.01 3 Industri Pengolahan 199,568.09 188,555.64 195,499.00 205,052.00 4 Listrik, Gas, dan Air Bersih 14,298.42 13,626.72 14,082.23 14,460.95 5 Bangunan dan Konstruksi 121,551.17 117,831.74 119,165.50 123,566.91 6 Perdagangan, Hotel, dan Restoran 339,124.11 345,853.02 353,855.04 363,993.83 7 Pengangkutan dan Komunikasi 242,916.44 240,043.23 242,163.30 245,451.97 8 Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan 119,490.61 116,198.94 119,496.54 121,824.15 9 Jasa lainnya 193,208.28 189,838.44 192,550.00 197,046.34

Lampiran 3

Rasio PDRB Kota Pematangsiantar dan Provinsi Sumatera Utara Sebelum Otonomi Daerah Tahun 1997-2000

PDRB Proninsi Sumatera Utara PDRB Kota Pematangsiantar Perubahan PDRB

No. Sektor Perekonomian (Juta Rupiah) (Juta Rupiah) Kota Pematangsiantar Ra

1997 2000 1997 2000 Juta Rupiah Persen

1 Pertanian 17,886,429.51 18,963,315.44 60,686.97 60,731.40 44.43 0.07 -0. 2 Pertambangan dan Galian 1,330,678.54 1,314,347.67 3,677.37 3,707.01 29.64 0.81 -0. 3 Industri Pengolahan 21,082,820.21 16,926,777.44 199,568.09 205,052.00 5,483.91 2.75 -0. 4 Listrik, Gas, dan Air Bersih 547,550.40 529,119.53 14,298.42 14,460.95 162.53 1.14 -0. 5 Bangunan dan Konstruksi 3,118,057.75 3,993,300.13 121,551.17 123,566.91 2,015.74 1.66 -0. 6 Perdagangan, Hotel, dan Restoran 14,960,236.92 12,761,937.72 339,124.11 363,993.83 24,869.72 7.33 -0. 7 Pengangkutan dan Komunikasi 4,129,082.29 4,400,380.42 242,916.44 245,451.97 2,535.53 1.04 -0. 8 Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan 3,070,166.03 4,022,790.30 119,490.61 121,824.15 2,333.54 1.95 0. 9 Jasa lainnya 5,087,080.93 6,242,143.73 193,208.28 197,046.34 3,838.06 1.99 -0.

Lampiran 4

Rasio PDRB Kota Pematangsiantar dan Provinsi Sumatera Utara Pada Masa Otonomi Daerah Tahun 2001-2009

PDRB Proninsi Sumatera Utara PDRB Kota Pematangsiantar Perubahan PDRB

No. Sektor Perekonomian (Juta Rupiah) (Juta Rupiah) Kota Pematangsiantar Ra

2001 2009 2001 2009 Juta Rupiah Persen

1 Pertanian 19,683,516.27 26,435,128.64 63,060.98 64,932.33 1,871.35 2.97 0.53 2 Pertambangan dan Galian 1,151,889.04 1,553,326.34 3,598.89 411.18 -3,187.71 -88.57 0.53 3 Industri Pengolahan 17,618,403.96 25,152,583.82 205,128.71 243,448.94 38,320.23 18.68 0.53 4 Listrik, Gas, dan Air Bersih 585,701.67 781,226.35 15,512.98 22,662.58 7,149.60 46.09 0.53 5 Bangunan dan Konstruksi 4,088,850.46 7,488,512.94 125,077.76 160,619.14 35,541.38 28.42 0.53 6 Perdagangan, Hotel, dan Restoran 13,292,558.18 20,134,003.79 370,113.25 604,040.83 233,927.58 63.20 0.53 7 Pengangkutan dan Komunikasi 4,767,714.01 9,981,368.41 243,197.39 328,735.54 85,538.15 35.17 0.53 8 Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan 4,210,419.09 7,374,477.69 125,040.16 248,541.63 123,501.47 98.77 0.53 9 Jasa lainnya 6,509,306.50 11,205,569.54 211,027.19 252,906.48 41,879.29 19.85 0.53

Dokumen terkait