BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Profil Perusahaan
1. PT Akasha Wira International Tbk (ADES)
PT Akasha Wira International Tbk didirikan dengan nama PT Aflindo Putrasetia pada tahun 1985. Beralamat di Perkatoran Hijau Arkadia Tower C Lantai 15 Jalan Letjen. TB. Simatupang Kav. 88, Jakarta 12520. Nama perusahaan telah diubah beberapa kali, terakhir tahun 2010, ketika nama perusahaan diubah menjadi PT Akasha Wira International Tbk. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir dibuat dengan Akta Notaris Jose Dima Satria, SH, M.Kn, No. 48 tanggal 25 Juni 2013 mengenai perubahan atas kourum, Hak Suara, dan Keputusan serta mengenai perubahan atas Tugas dan Wewenang Direksi. Berdasarkan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah industri air minum dalam kemasan, industri roti dan kue, kembang gula, makaroni, kosmetik, dan perdagangan besar. Saat ini Perseroan bergerak dalam industri:
a) Air Kemasan b) Industri Kosmetika
c) Industri minum ringan susu kedelai
d) Distribusi produk kosmetika profesional merek Wella and Clairol di Indonesia.
2. PT Budi Starch & Sweetener Tbk
PT Budi Starch & Sweetener Tbk didirikan pada tahun 1979 dengan nama PT North Aspac Chemical Industrial Company. Pada tahun 1988 nama PT North Aspac Chemical Industrial Company berubah menjadi PT Budi Acid Jaya dimana pemakaian kata Acid
berasal dari nama produk yang dihasilkan oleh Perseroan yaitu asam sitrat. Pada tahun 1995 Perusahaan melakukan Penawaran Umum Perdana saham- saham Perusahaan kepada publik sehingga nama Perusahaan menjadi PT. Budi Acid Jaya Tbk. Seiring berjalannya waktu, Perusahaan melakukan ekspansi secara berkesinambungan di bidang tepung tapioka dan sweetener yang meliputi glukosa, fluktosa, maltodextrin dan sorbitol. Untuk lebih mencerminkan posisi perusahaan sebagai market leader untuk produk tapioca starch dan sweetener serta dalam rangka globalisasi perdagangan produk Perusahaan di pasar internasional, maka nama PT Budi Acid Jaya Tbk berubah menjadi PT Budi Starch & Sweetener Tbk. Perusahan ini beralamat di Jl. H. R. Rasuna Said Kav. C-6 Jakarta 12940. Produk utama perusahaan ini adalah Tepung tapioka, glukosa, dan flukosa, maltodextrin dan sorbitol dan karung plastik.
3. Buyung Poetra Sembada Tbk
Buyung Poetra Sembada Tbk didirikan pada tanggal 16 September 2003 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2003. Kantor pusat HOKI berlokasi di Pasar Induk Cipinang Blok K No. 17, Jakarta Timur 13230 – Indonesia. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan HOKI adalah bergerak di bidang perdagangan, pembangunan, perindustrian, pengangkutan darat, perbengkelan, percetakan, pertanian, pertambangan dan jasa. Saat ini, Buyung Poetra Sembada Tbk adalah bergerak dalam bidang perdagangan beras dengan merek utama Topikoki, Rumah Limas, Belida dan BPS.
Perseroan saat ini telah memenuhi ketentuan tentang penyimpanan pasokan bahan baku, sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan ketentuan Pasal 11 ayat (2) Peraturan Presiden No. 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Bahan Kebutuhan Pokok dan
Barang Penting. Volume bahan baku padi dan beras dikelola secara bervariasi berdasarkan target dan kontrak penjualan yang ada, serta dengan mempertimbangkan musim panen padi. Penyimpanan persediaan maksimal selama tiga bulan dari rata-rata volume penjualan untuk menghindari adanya risiko kerusakan atau penurunan kualitas bahan baku padi dan beras dan sesuai dengan masa tanam padi rata-rata 100 hari.
4. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
Indofood CBP Sukses Makmur Tbk didirikan 02 September 2009 dan mulai beroperasi secara komersial pada 01 Oktober 2009. ICBP merupakan hasil pengalihan kegiatan usaha Divisi Mi Instan dan Divisi Penyedap Indofood Sukses Makmur Tbk , pemegang saham pengendali. Kantor pusar ICBP berlokasi di Sudirman Plaza, Indofood Tower, Lantai 23, Jl. Jend Sudirman, Kav. 76-78, Jakarta 12910, Indonesia. Kegiatan usaha Perseroan menurut Anggaran Dasar bergerak di bidang industri, perdagangan dan jasa. Kegiatan usaha yang dijalankan oleh Perseroan meliputi antara lain, produksi mi dan bumbu penyedap, produk makanan kuliner biskuit, makanan ringan, nutrisi dan makanan khusus, minuman non- alkohol, kemasan, perdagangan, jasa konsultasi manajemen serta penelitian dan pengembangan.
5. PT Kimia Farma Tbk
Perseroan Kimia Farma Tbk didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda tahun 1817 sebagai perusahaan Industri Farmasi pertama, dengan nama NV Chemcalien Handle Rathkamp & Co. Tahun 1958 pemerintahan Indonesia melakukan peleburan sejumlah perusahaan farmasi menjadi Perusahaan Negara Farmasi (PNF) Bhinneka Kimia Farma. Pada tahun 1971 badan hukum PNF diubah menjadi Perseroan Terbatas sehingga nama perusahaan berubah menjadi PT Kimia Farma (Persero). Pada tahun 2001 PT Kimia Farma (Persero) mengubah
statusnya menjadi perusahaan publik, PT Kimia Farma (Persero) Tbk. Pada tahun 2017 PT Kimia Farma (Persero) Tbk menanamkan landasan transformasi untuk menjadi perusahaan Healthcare berbasis digital.
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan KAEF adalah menyediakan barang dan jasa yang bermutu tinggi khususnya bidang industri kimia, farmasi, biologi, kesehatan, industri makanan/ minuman dan apotik. PT Kimia Farma telah memproduksi sebanyak 361 jenis obat yang terdiri dari beberapa kategori produk, yaitu obat generik, produk kesehatan konsumen, obat herbal dan kosmetik, produk etikal, antiretroviral, kontrasepsi dan bahan baku. Pada tanggal 14 juni 2001, KAEF memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham KAEF (IPO) kepada masyarakat sebanyak 500.000.000 saham dengan nilai nominal Rp.100,- per lembar dengan harga penawaran Rp. 200,- per lembar. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 04 Juli 2001.
6. PT Mayora Indah Tbk
PT Mayora Indah Tbk didirikan pada tahun 1977 dengan pabrik pertama berlokasi di Tanggerang dengan target market wilayah Jakarta dan sekitarnya. Setelah mampu memenuhi pasar Indonesia, perseroan melakukan Penawaran Umum Perdana dan menjadi perusahaan publik pada tahun 1990 dengan target market konsumen Asean. Kemudian melebarkan pangsa pasarnya ke negara-negara di Asia. Saat ini produk Perseroan telah tersebar di lima benua di dunia. Sebagai salah satu Fash Moving Consumer Goods Companies, PT. Mayora Indah Tbk telah membuktikan dirinya sebagai salah satu produsen makanan berkualitas tinggi dan telah mendapatkan banyak penghargaan, diantaranya adalah “Top Five Managed Companies in Indonesia” dari majalah Swa, “Top 100 public listed companies” dari majalah Investor
Indonesia, “Best Manufacturer of Halal Products” dari Majelis Ulama Indonesia, Best Listed Company dari Berita Satu, dan banyak lagi penghargaan lainnya.
Sesuai dengan Anggaran Dasarnya, kegiatan usaha Perseroan diantaranya adalah dalam bidang industri. Saat ini, PT. Mayora Indah Tbk. dan entitas anak memproduksi dan secara umum mengklasifikasikan produk yang dihasilkannya kedalam 2 (dua kategori) yaitu makanan dan minuman olahan, yang meliputi 6 (enam) divisi yang masing masing menghasilkan produk berbeda namun terintegrasi, meliputi: Biskuit, Kembang Gula, Wafer, Cokelat, Kopi Dan Makanan Kesehatan. Di Indonesia, Perseroan tidak hanya dikenal sebagai perusahaan yang memproduksi makanan dan minuman olahan, tetapi juga dikenal sebagai market leader yang sukses menghasilkan produk produk yang menjadi pelopor pada kategorinya masing masing. 7. PT Sekar Bumi Tbk
PT Sekar Bumi Tbk didirikan pada bulan April 1973 dan merupakan salah satu bidang pengolahan undang beku di Indonesia. Slogan SKBM yaitu “Quaity Food, Quality life”, mewakili komitmen kami untuk menjamin kualitas dalam semua produk yang kami tawarkan. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan SKBM adalah dalam bidang usaha pengolahan hasil perikanan laut dan darat, hasil bumi dan peternakan. Sekar Bumi memiliki 2 divisi usaha, yaitu hasil laut beku nilai tambah (udang, cumi-cumi dan banyak lainnya) dan makanan olahan beku (dim sum, udang berlapis tepung roti, bakso seafood, sosis, dan banyak lainnya). Selain itu, melalui anak usahanya, Sekar Bumi memproduksi pakan ikan, pakan udang, mete, dan produk kacang lainnya. Produk-produk Sekar Bumi dipasarkan dengan berbagai merek, diantaranya SKB, Bumifood, dan Mitraku.
Tanggal 18 September 1995, SKBM melakukan Penawaran Umum Perdana Saham kepada masyarakat. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 05 Januari 1993. Kemudian sejak tanggal 15 September 1999, saham PT SKBM dihapus dari daftar Efek Jakarta oleh PT Bursa Efek Jakarta (sekarang PT Bursa Efek Indonesia/BEI). Pada tanggal 24 September 2012, SKBM memperoleh persetujuan pencatatan kembali (relisting) efeknya oleh PT Bursa Efek Indonesia, terhitung sejak tanggal 28 September 2012 sebanyak 851.391.894 dengan nilai nominal Rp. 115,- per lembar saham.
8. PT Sekar Laut Tbk
PT Sekar Laut Tbk didirikan pada bulan Juli 1976 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1976. Kantor pusat SKLT berlokasi di Wisma Nugra Santana, Lt. 7, Suite 707, Jln. Jend Sudirman Kav. 7-8, Jakarta 10220 dan kantor cabang berlokasi di Jalan Raya Darmo No. 23-25, Surabaya serta pabrik berlokasi di Jalan Jenggolo II/17 Sidoarjo. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan SKLT meliputi bidang industri pembuatan kerupuk, saos tomat, sambal, bumbu masak dan makan ringan serta menjual produknya di dalam negeri maupun di luar negeri. Produk-produknya dipasarkan dengan merek FINNA.
Pada tahun 1993, SKLT melalukan Penawaran Umum Perdana Saham kepada masyarakat sebanyak 6.000.000 dengan nilai nominal Rp. 1.000,- per lembar saham dengan harga penawaran Rp. 4.300,- per lembar saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 08 September 1993.
9. PT Darya- Varia Laboratoria Tbk
PT Darya- Varia Laboratoria Tbk didirikan sebagai perusahan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Indonesia yang mulai beroperasi pada tahun 1976 dan telah berdedikasi pada dunia
kesehatan selama lebih dari 40 tahun di Indonesia. Pada tahun 1995, perseroan mengakuisisi PT Pradja Pharin (Prafa) dan mulai mengembangkan secara luas berbagai varian produk Obat Resep dan Consumer Health. Perusahaan dan Prafa melakukan merger pada tahun 2014 untuk mempermudah proses administrasi dan bisnis. Pada bulan Jui 2014, aset dan kewajiban Prafa dikonsolidasikan setelah Perseroan menjadi entitas induk.
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan DVLA adalah bergerak dalam bidang manufaktur, perdagangan, jasa dan distribusi produk farmasi, produk-produk kimia yang berhubungan dengan farmasi, dan perawatan kesehatan. Kegiatan utama DVLA adalah menjalankan usaha manufaktur, perdagangan dan jasa atas produk-produk farmasi. Merek-merek yang dimiliki oleh DVLA antara lain Natur-E, Enervon-C, Decolgen, Neozep, Cetapain, Paracetamol Infuse dan Prodiva. Pada tanggal 12 Oktober 1994 DVL melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) pada masyarakat sebanyak 10.000.000 dengan nilai nominal Rp. 1.000,- per lembar saham dengan harga penawaran Rp. 6.200,- per saham.
10. PT Indofood Sukses Makmur Tbk
PT Indofood Sukses Makmur Tbk didirikan tanggal 14 Agustus 1990 dengan nama PT Pangajaya Intikusuma dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1990. Kantor pusat INDF berlokasi di Sudirman Plaza, Indofood Tower, Lantai 21 Jl. Jend Sudirman Kav. 76- 78, Jakarta 12910- Indonesia. Sedangkan pabrik dan perkebunan INDF dan anak usaha berlokasi di berbagai tempat di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Malaysia. Berdasarkan anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan INDF antara lain terdiri dari mendirikan dan menjalankan industri makanan olahan, bumbu penyedap, minuman ringan, minyak goreng, penggilingan biji gandum
dan tekstil pembuatan karung terigu. Indofood telah memiliki produk- produk dengan merek yang telah dikenal masyarakat, antara lain mi instan ( indomie, supermi, sarimi, sakura, pop mie, pop bihun, dan mie telur cap 3 ayam), daily (indomilk, cap enaak, tiga sapi, indomilk champ, calci skim, orchid butter dan indoeskrim), makanan ringan, penyedap makan, dan lain-lainnya.
11. PT Kalbe Farma Tbk
PT Kalbe Farma didirkan tanggal 10 September 1966 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1966. Kantor pusat Kalbe berdomisili di Gedung KALBE, Jl. Let. Jend Suprapto Kav. 4, Cempaka Putih, Jakarta 10510, sedangka fasilitas pabriknya berlokasi di Kawasan Industri Delta Silicon, Jl. M.H. Thamrin, Blok A3-1, Lippo Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan KLBF meliputi, antara lain usaha dalam bidang farmasi, perdagangan dan perwakilan. Saat ini, KLBF terutama bergerak dalam bidang pengembangan, pembuatan dan perdagangan persediaan farmasi, produk obat-obatan, nutrisi, suplemen, makanan dan minuman kesehatan hingga alat-alat kesehatan termasuk pelayanan kesehatan primer.
Produk-produk unggulan yang dimiliki oleh Kalbe, diantaranya obat resep (Brainact, Cefspan, Mycoral, Cernevit, Cravit, Neuralgin, Broadced, Neurotam, hemapo, dan CPG), produk kesehatan (Promag, Mixagrip, Extra joss, Komix, Woods, Entrostop, Procold, Fatigon, Hydro Coco, dan Original Love Juice), produk nutrisi mulai dari bayi hingga usia senja, serta konsumen dengan kebutuhan khusus (Morinaga Chil Kid, Morinaga Chil School, Morinaga Chil Mil, Morinaga BMT, Prenagen, Milna, Diabetasol Zee, Fitbar, Entrasol, Ntrive Benecol dan Diva). Pada tahun 1991, KLBF memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) KLBF kepada masyarakat sebanyak
10.000.000 dengan nilai nominal Rp.1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp.7.800,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 30 Juli 1991.
12. PT Industri Jamu & Farmasi Sido Muncul Tbk
PT Industri Jamu & Farmasi Sido Muncul lahir pada tahun 1930-an di Yogyakarta. Kantor Pusatnya di Gedung Menara Suara Merdeka, Lantai 16 Jl. Pandanaran No. 30 Semarang 50134, Indonesia. Kantor Cabang Graha Muncul Mekar Jl. Panjang Arteri Kelapa DUA No. 27 Kebon Jeruk – Jakarta Barat 11550. Pada tahun 1940, untuk pertama kalinya meracik ramuan jamu godogan untuk masuk angin yang dinamakan “Tolak Angin”. Pemilihan bahan yang berkualitas dan komposisi yang tepat membuat jamu Tolak Angin disukai masyarakat dan semakin populer. Kemudian pada tahun 1970, dibentuk persekutuan komanditer dengan nama Cv Industri Jamu & Farmasi Sido Muncul. Pada tahun 1975, bentuk usaha Sido Muncul dirubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul. Seluruh usaha dan aset dari CV Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul digabungkan ke dalam dan dilanjutkan oleh perseroan terbatas tersebut.
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan SIDO antara lain menjalankan usaha dalam bidang industri jamu yang meliputi industri obat-obatan (farmasi), jamu, kosmetika, minuman dan makanan yang berkaitan dengan kesehatan, perdagangan, pengangkutan darat dan jasa. Kegiatan utama Sido Muncul adalah produksi dan distribusi jamu herbal, minuman energi, minuman dan permen serta minuman kesehatan (dengan merek utama Sidomuncul, Tolak Angin dan Kuku Bima). Pada tanggal 10 Desember 2013, SIDO memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) kepada masyarakat sebanyak 1.500.000.000 dengan nilai
nominal Rp. 100,- per saham dengan harga penawaran Rp.580,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 18 Desember 2013.
13. PT Kino Indonesia Tbk
Berdiri pada tahun 1991 PT Kino Indonesia Tbk beralamat di Kino Towe Lt. 17 Jl. Jalur Sutera Boulevard No. 01 Alam Sutera, kota Tangerang 15143. Grup Kino mengawali usaha sebagai perusahaan distribusi kecil yang dikenal dengan nama PT Dutalestari Sentratama (DLS). Melihat perjalanan usaha DLS yang pesat, maka pengembangan usaha dilanjutkan dengan mendirikan PT Kino Sentra Industrindo (KSI) pada tahun 1997. KSI yang memproduksi produk-produk seperti permen, makanan ringan, dan minuman bubuk, dengan produk pertamanya yaitu “Kino Candy”. Grup Kino kemudian berkembang semakin besar yang ditandai dengan didirikannya PT Kinocare Era Kosmetindo (yang kemudian berubah nama menjadi PT Kino Indonesia Tbk atau Perseroan) pada tahun 1999 untuk memenuhi kebutuhan pasar terhadap produk pemeliharaan dan perawatan tubuh, minuman, dan farmasi.
Sejak didirikan, Perseroan senantiasa menciptakan produk yang inovatif dan dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini ditandai dengan langkah Perseroan untuk memasuki pasar produk perawatan bayi dan rumah tangga dengan meluncurkan produk “Sleek” pada tahun 2003. Produk tersebut menjadi salah satu pemimpin pasar untuk produk pembersih peralatan bayi di Indonesia melalui produk “Sleek Baby Bottle, Nipple, and Accessories Cleanser” dan “Sleek Baby Laundry Detergent”. Pada tanggal 03 Desember 2015 KINO melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) kepada masyarakat sebanyak 228.571.500 dengan nilai nominal Rp. 100,- per saham dengan harga penawaran Rp. 3.800,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 11 Desember 2015.
14. PT Mandom Indonesia Tbk
PT Mandom Indonesia Tbk didirikan tanggal 5 November 1969 dengan nama PT Tancho Indonesia dan mulai berproduksi secara komersial pada bulan April 1971. Kantor pusat TCID terletak di Kawasan Industri MM 2100, Jl. Irian Blok PP, Bekasi 17520. Sedangkan pabrik berlokasi di Sunter, Jakarta dan Kawasan Industri MM 2100, Cibitung- Jawa Barat. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan TCID meliputi produksi dan perdagangan kosmetika, wangi-wangian, bahan pembersih. Mandom memiliki 2 merek dagang utama yaitu Gatsby dan Pixy. Selain itu, Mandom juga memproduksi berbagai macam produk lain dengan merek pucelle, Lucido-L, Tancho, Mandom, Spalding, Lovillea, Miratone, dan lain-lain termasuk beberapa merek yang khusus ditunjukan untuk ekspor.
Pada tanggal 28 Agustus 1993, TCID melakukan Penawaran Umum Perdana Saham Tcid kepada masyarakat sebanyak 4.400.000 saham dengan nilai nominal Rp. 1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp. 7.350,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 30 September 1993.
15. PT Chitose Internasional Tbk
PT Chitose Internasional Tbk didirikan tanggal 15 Juni 1978 dengan nama PT Chitose Indonesia Manufacturing Limited dan mulai beroperasi secara komersial mulai tahun 1979. Kantor pusat dan pabrik Chitose berlokasi di Jln. Industri III No. 5 Leuwigajah, Cimahi 40533- Indonesia. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan CINT adalah bergerak di bidang perindustrian, perdagangan dan jasa furnitur. Saat ini perusahaan menjalankan usaha produsen dan distributor produk-produk furnitur yang meliputi, folding chair, folding chair+memo, hotel, banquet & restaurant, working & meeting, school education dan hospital items (ranjang rumah sakit dan
perlengkapannya) dengan merek utama “Chitose, Uchida dan Yamato”.
Pada tanggal 17 Juni 2014, CINT memperoleh pernyataan efektif dari Jasa Otoritas Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) kepada masyarakat sebanyak Rp. 1.000.000.000 dengan nilai nominal Rp.100,- per saham dengan harga penawaran Rp.330,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 27 Juni 2014.
16. PT Integra Indocabinet Tbk
PT Integra Indocabinet Tbk didirikan pada tanggal 19 Mei 1989. Kantor pusat Integra berlokasi di Jl. Raya Btro 678, Sedati, Sidoarjo 61253, Jawa Timur- Indonesia. Berawal sebagai perusahaan manufaktur untuk produk sederhana yang berbahan dasar kayu. Seiring dengan perjalannya, Integra menjadi perusahaan manufaktur terintegrasi terbesar berbahan dasar kayu di Indonesia. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan WOOD adalah bergerak di bidang pengolahan mebel berbahan baku dan produk kayu lainnya, konsesi hutan serta ritel dan distribusi mebel serta perlengkapan dekorasi rumah. Saat ini, Integra Indocabinet Tbk memproduksi mebel, pintu dan komponen bangunan berbasis kayu dan memiliki 2 konsesi kehutanan seluas 163.425 ha serta 1 toko ritel dengan nama Thema Home di Surabaya.
Pada tanggal 14 Juni 2017, WOOD memperoleh pernyataan efektif dari Jasa Otoritas Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) kepada masyarakat sebanyak 1.250.000.000 saham dengan nilai nominal Rp. 100,- per saham dengan harga penawaran Rp.260,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 21 Juni 2017.