• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH VARIABEL-VARIABEL FUNDAMENTAL TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN KONSUMER YANG TERCATAT DI BURSA EFEK INDONESIA SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH VARIABEL-VARIABEL FUNDAMENTAL TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN KONSUMER YANG TERCATAT DI BURSA EFEK INDONESIA SKRIPSI"

Copied!
103
0
0

Teks penuh

(1)

DI BURSA EFEK INDONESIA

SKRIPSI

Ditulis Sebagai Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (SE) Pada Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Oleh:

ZUKHRATU DIANA NIM: 1630402124

JURUSAN EKONOMI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM INSTITUSI AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)

BATUSANGKAR 2020 M/1441 H

(2)
(3)

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Pembimbing penulis Skripsi atas nama ZUKHRATU DIANA, NIM. 1630402124 dengan judul: “PENGARUH VARIABEL-VARIABEL FUNDAMENTAL TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN KONSUMER YANG TERCATAT DI BURSA EFEK INDONESIA”, memandang bahwa Skripsi yang bersangkutan telah memenuhi syarat dan dapat disetujui untuk dilanjutkan ke sidang munaqasyah.

Demikianlah persetujuan ini diberikan untuk dapat dipergunakan seperlunya.fsd

Batusangkar, 29 April 2020 Ketua Jurusan

Ekonomi Syariah

Gampito, SE. M,Si

NIP. 196702192005011005

Pembimbing

Elfina Yenti, SE. Ak., M.Si.,CA NIP.197406232000032002

(4)
(5)

i ABSTRAK

ZUKHRATU DIANA, NIM 1630402124 judul skripsi “PENGARUH VARIABEL-VARIABEL FUNDAMENTAL TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN KONSUMER YANG TERCATAT DI BURSA EFEK INDONESIA”. Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar 2020.

Permasalahan dalam peneltian ini adalah bagaimana pengaruh Earning Per Share, Return On Invesment, dan Return On Equity terhadap Harga Saham Perusahaan Konsumer Di Bursa Efek Indonesia baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini dilakukan karena masih terdapat perbedaan antara penelitian yang satu dengan yang lain serta terdapat perbedaan antara keadaaan riil data penelitian dengan teori yang ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Pengaruh Variabel-Variabel Fundamental Terhadap Harga Saham baik secara parsial maupun simultan.

Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder adalah data yang diambil dari laporan keuangan perusahaan konsumer 2016-2018 yang dipublikasi oleh Bursa Efek Indonesia melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id). Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji asumsi klasik dengan uji regresi linear berganda, untuk menguji hipotesis menggunakan uji koefisien determinasi, uji t dan uji f.

Hasil penelitian menunjukkan secara parsial Earning Per Share (EPS) berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham perusahaan konsumer. Return On Invesment (ROI) tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham perusahaan konsumer. Return On Equity (ROE) tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham perusahaan konsumer. Secara simultan Earning Per Share (EPS), Return On Invesment (ROI) Dan Return On Equity (ROE) berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham perusahaan konsumer.

Kata Kunci : Harga Saham, Earning Per Share (EPS), Return On Invesment (ROI) Dan Return On Equity (ROE)

(6)

ii DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN PERSETUJUAN PEMBIMBING PENGESAHAN TIM PENGUJI

ABSTRAK ... i

DAFTAR ISI ... ii

DAFTAR TABEL... iv

DAFTAR GAMBAR ... 1

BAB I PENDAHULUAN ... 2

A.Latar Belakang Masalah ... 2

B. Identifikasi Masalah ... 8

C.Batasan Masalah ... 9

D.Perumusan Masalah ... 9

E. Tujuan Penelitian ... 9

F. Manfaat dan Luaran Penelitian ... 10

G.Definisi Operasional ... 11

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 13

A.Landasan Teori ... 13

1. Harga saham ... 13

2. Penilaian Harga Saham ... 14

3. Analisis Laporan Keuangan ... 20

4. Analisis Fundamental ... 22

5. Variabel – Variabel Fundamental ... 23

6. Hubungan Variabel Fundamental dengan Harga Saham ... 27

7. Pandangan Hukum Islam Terhadap Jual Beli Saham ... 30

B. Kajian Penelitian Yang Relevan ... 32

C.Kerangka Berfikir ... 34

(7)

iii

BAB III METODE PENELITIAN ... 37

A.Jenis Penelitian ... 37

B. Tempat dan Waktu Penelitian... 37

C.Populasi dan Sampel ... 38

D.Sumber Data ... 40

E. Teknik Pengumpulan Data ... 40

F. Teknik Analisa Data ... 41

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN... 47

A.Profil Perusahaan ... 47

B. Deskripsi Data ... 59

1. Earning Per Share (EPS) ... 59

2. Return On Invesment (ROI) ... 63

3. Return On Equity (ROE) ... 68

C.Teknis Analisis Data ... 72

1. Statistik Deskriptif ... 72

2. Uji Asumsi Klasik ... 74

3. Uji Regresi Linear Berganda ... 79

4. Uji Hipotesis ... 80

D.Pembahasan Hasil Penelitian ... 85

1. Earning Per Share (EPS) ... 85

2. Return On Invesment (ROI) ... 87

3. Return On Equity (ROE) ... 88

BAB V PENUTUP ... 90

A.Kesimpulan ... 90

B. Saran ... 90 DAFTAR PUSTAKA

(8)

iv

DAFTAR TABEL

Tabel 1. 1 Data Variabel Earning Per Share (EPS) dan Harga Saham Perusahaan

Konsumer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016-2018 ... 5

Tabel 3. 1 Rencana Waktu Penelitian ... 37

Tabel 3. 2 Proses Pengambilan Sampel ... 39

Tabel 3. 3 Perusahaan Sebagai Sampel ... 40

Tabel 4. 1 Perhitungan EPS Perusahaan Konsumer Tahun 2016-2018 (Rupiah) . 59 Tabel 4. 2 Perhitungan ROI Perusahaan Konsumer Tahun 2016-2018 (Rupiah) . 64 Tabel 4. 3 Perhitungan ROE Perusahaan Konsumer Tahun 2016-2018 (Rupiah) 68 Tabel 4. 4 Hasil Statistik Deskriptif ... 73

Tabel 4. 5 Hasil Uji Normalitas ... 74

Tabel 4. 6 Uji Autokorelasi ... 76

Tabel 4. 7 Hasil Uji Multikolinearitas... 77

Tabel 4. 8 Hasil Uji Regresi Linear Berganda ... 79

Tabel 4. 9 Hasil Uji Koefisien Determinasi ... 81

Tabel 4. 10 Hasil Uji t (Parsial) ... 82

(9)

1

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2. 1 Kerangka Berpikir ... 34 Gambar 4. 1 Hasil Uji Normalitas dengan Normal P-P Plot... 75 Gambar 4. 2 Hasil Uji Heteroskedastisitas Scatterplot ... 78

(10)

2 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lain yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa datang. Investasi dapat berkaitan dengan berbagai aktivitas, menginvestasikan sejumlah dana pada asset real (tanah, emas, atau bangunan) maupun pada asset finansial (deposito, saham atau obligasi) merupakan kegiatan investasi yang umum dilakukan. Asset finansial adalah klaim dalam bentuk surat berharga atas sejumlah aset-aset pihak penerbit surat berharga. Sedangkan sekuritas yang dapat diperdagangkan (marketable sekutities) adalah asset-asset finansial yang mudah diperdagangkan dengan biaya transaksi yang murah pada pasar yang terorganisir (Faniyah, 2017: 61).

Salah satu bentuk investasi yang menarik namun memiliki resiko tinggi adalah investasi saham. Saham adalah bentuk penyertaan modal dalam sebuah perusahaan. Perusahaan-perusahaan yang menjual sahamnya kepada masyarakat pada umumnya adalah perusahaan yang telah berdiri untuk rentang waktu tertentu serta mendapatkan keuntungan dari waktu ke waktu. Dengan demikian, diharapkan pada masa yang akan datang keuntungan tersebut bisa tetap dipertahankan atau ditingkatkan sehingga pemilik perusahaan bisa mendapatkan keuntungan. Saham berwujud selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut. Harga saham yang diperjual belikan di Bursa Efek (BEI) berkaitan dengan prestasi yang dicapai oleh perusahaan serta kondisi pasar saham pada saat itu (Salim, 2012: 5-6).

Secara sederhana harga saham mencerminkan perubahan minat investor terhadap saham tersebut. jika permintaan terhadap suatu saham tinggi, maka harga saham akan cenderung tinggi. Demikian sebaliknya,

(11)

jika permintaan terhadap suatu saham rendah, maka harga saham tersebut akan cenderung rendah, maka harga saham tersebut akan cenderung rendah. Setiap investor memiliki tujuan dalam melakukan keputusan innvestasi. Motif investasi yang umum seperti memperoleh keuntungan, rasa aman, dan dana yang terus tumbuh pada sahm tersebut (Artini, 2016). Dalam melakukan investasi saham, investor harus melakukan analisis sebelum membeli saham. Tujuannya gara investor mendapat gambaran lebih jelas terhadap kemampuan perusahaan di masa yang akan datang.

Ada dua cara untuk menganalisis harga saham dimasa depan, yaitu analisis teknikal dan fundamental. Analisis teknikal adalah teknik untuk memprediksi arah pergerakan harga saham dan indikator pasar saham lainnya berdasarkan pada data pasar seperti informasi harga dan volume (Kanisius, 2010: 392). Analisis fundamental merupakan metode penilaian harga saham yang menggunakan financial analysis untuk memperkirakan pergerakan harga saham. Informasi fundamental yang digunakan untuk menganalisis meliputi laporan-laporan keuangan perusahaan dan informasi non financial seperti perkiraan pertumbuhan permintaan produk-produk pesaing, perbandingan industri, perubahan peraturan dan lainnya (Zulfikar, 2016: 99).

Analisis fundamental merupakan pendekatan utama yang digunakan oleh para analisis sekuritas adalah informasi laporan keuangan. Laporan keuangan sebagai salah satu sumber data dalam analisis fundamental harus mampu menggambarkan posisi keuangan perusahaan pada waktu tertentu. Keadaan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan para pemakai untuk mendukung proses pengambilan keputusan investasi di pasar modal (Melani, 2017: 310).

Saham yang diperjual belikan di pasar modal terdiri saham syariah dan saham konvensional. Saham syariah merupakan efek berbentuk saham yang dalam kegiatan usaha bisnisnya dan tata cara pengolahan bisnisnya tidak bertentang dengan prinsip syariah. Sedangkan saham konvensional

(12)

dalam kegiatan usaha bisnisnya dan tata cara pengolahan bisnisnya tidak sesuai dengan prinsip syariah. Firman Allah SWT Al Baqarah: 275:

...

َْبِّرلا َمَّرَحَّ َعْيَبْلا ُالله َّلَحَأَّ

ا

ىََِتًآَف ,َِِّبَّر يِّه ٌةَظِعَْْه ,ٍَُءآَج ْيَوَف

َفَلَساَه ,ََُلَف

هالله ىَلِإ ,ٍُُرْهَأَّ

ِ ىَلُّْؤَفَداَع ْيَهَّ

هِراٌَّلا ُبَحْصَأ َك

خاَِْيِف ْنُُ

َى ُّْدِل



“....Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. orang yang kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”

Dari ayat di atas dapat diketahui bahwa dalam islam diperbolehkan jual-beli, termasuk dalam hal ini termasuk salah satunya adalah jual beli saham. Allah SWT menjelaskan bahwa Dia menghalalkan jual-beli karena di dalamnya terdapat keuntungan yang umum dan khusus. Allah menghalalkan transaksi penjualan yang dilakukan dengan saling tukar sesuai kebutuhan. Kemudian Allah mengharamkan riba karena di dalamnya terdapat kezhaliman dan tindakan memakan harta orang lain secara batil tanpa imbalan apapun (Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah/Syaikh Prof.Dr.Imad Zuhair Hafidz, di akses melalui web: tafsirweb.com, tanggal 29 Mei 2020, jam 09.45).

Pada penelitian ini peneliti memilih perusahaan-perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada Perusahaan Konsumer yang tergolong perusahaan Syariah saja. Perusahaan yang operasionalnya sesuai dengan syariat Islam sehingga produk makanan dan minuman yang dihasilkan oleh perusahaan merupakan produk-produk yang halal.

Earning per Share (EPS) adalah rasio antara laba bersih setelah pajak dengan jumlah lembar saham. Rasio ini menunjukkan seberapa besar keuntungan bersih yang kita dapatkan dalam setiap setiap lembar saham yang kita miliki, dan semakin tinggi rasio ini maka semakin baik dengan catatan jumlah saham beredar tetap (Tannadi, 2019: 249-250). Semakin

(13)

tinggi nilai Earning per Share (EPS) perusahaan maka akan meningkatkan harga saham perusahaan bersangkutan. Nilai EPS yang terus meningkat akan meningkatkan minat investor untuk berinvestasi saham pada suatu perusahaan tersebut, maka harga saham akan meningkat yang disebabkan oleh tingginya permintaan (Artini, 2016: 2488).

Return On Invesment (ROI) menggambarkan kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan netto. Rasio ini dihitung dengan membagi jumlah laba yang diperoleh perusahaan pada suatu periode tertentu dengan jumlah aset di dalam perusahaan pada periode tersebut (Hidayat, 2018: 50). Syamsuddin menjelaskan Return On Equity (ROE) merupakan rasio keuangan yang menunjukkan besarnya laba bersih yang didapat dari ekuitas milik perusahaan. Nilai ROE yang meningkat dengan adanya peningkatan laba bersih, sehingga hal ini yang membuat investor tertarik untuk membeli saham suatu perusahaan dan harga saham perusahaan tersebut akan mengalami kenaikan dengan meningkatnya permintaan saham suatu perusahaan, hal ini sesuai dengan pendapat Hutami (2012). Berikut adalah Data Variabel Earning Per Share (EPS) dan Harga Saham Perusahaan Konsumer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016-2018.

(14)

Tabel 1. 1

Data Variabel Earning Per Share (EPS) dan Harga Saham Perusahaan Konsumer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016-2018

No Nama Perusahaan Harga Saham EPS

2016 2017 2018 2016 2017 2018

1. Akasha Wira Internasional Tbk 1.000 885 920 94.85 64.83 89.78

2. Budi Strach & Sweetener Tbk 87 94 96 8.59 10.15 11.21

3. Buyung Poetra Sembada Tbk 342 344 730 26.55 20.41 37.98

4. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 8.575 8.900 10.450 311.38 303.82 399.49

5. Kimia Farma (Persero) Tbk 2.750 2.700 2.600 48.90 59.72 72.34

6. Mayora Indah Tbk 1.645 2.020 2.620 62.11 72.94 21.39

7. Sekar Bumi Tbk 640 715 695 24.07 14.99 9.24

8. Sekar Laut Tbk 308 1.100 1.500 29.89 33.26 46.26

9. Darya-Varia Laboratoria Tbk 1.755 1.960 1.940 135.79 144.87 179.15 10. Indofood Sukses Makmur Tbk 7.925 7.625 7.450 599.85 580.52 565.10

11. Kalbe Farma Tbk 1.515 1.690 1.520 50.15 52.34 53.27

12. Industri Jamu & Farmasi Sido Muncul Tbk 520 545 840 32.03 35.58 44.26

(15)

14. Mandom Indonesia Tbk 12.500 17.900 17.250 805.99 890.88 860.66

15. Chitose Internasional Tbk 316 334 284 20.62 29.65 13.55

16. Integra Indocabinet Tbk 280 244 615 22.57 27.43 38.38

(16)

Berdasarkan Tabel 1.1 dapat diketahui bahwa telah terjadi perubahan pada harga saham dari tahun 2016-2018 pada perusahaan- perusahaan konsumer yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Fluktuasi harga saham yang terjadi dipengaruhi oleh beberapa faktor sehingga perlu untuk diteliti untuk mengetahui faktor- faktor apa saja yang menjadi penyebab berfluktuasinya harga saham tersebut. Harga saham merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi para investor untuk menanamkan atau menginvestasikan dananya di pasar modal, karena pada dasarnya investor yang membeli saham memiliki tujuan untuk mendapatkan deviden dan menjual saham pada harga yang lebih tinggi agar mendapatkan capital gain. Perusahaan yang dapat menghasilkan laba lebih tinggi dipercaya oleh investor akan meningkatkan tingkat pengembalian yang akan diperoleh oleh investor, hal ini dapat terlihat pada harga saham dan volume penawaran saham perusahaan tersebut.

Semakin tinggi nilai Earning per Share (EPS) perusahaan maka akan meningkatkan harga saham perusahaan bersangkutan. Nilai EPS yang terus meningkat akan meningkatkan minat investor untuk berinvestasi saham pada suatu perusahaan tersebut, maka harga saham akan meningkat yang disebabkan oleh tingginya permintaan (Artini, 2016: 2488). Berdasarkan tabel 1.1 diatas terdapat perusahaan yang EPSnya menurun sedangkan harga sahamnya meningkat. Perusahaan tersebut adalah PT Buyung Poetra Semdaba Tbk, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, PT Mayora Indah Tbk dan PT Sekar Bumi Tbk. Namun terdapat juga EPS nya naik dan harga sahamnya turun, yaitu perusahaan PT Kimia Farma Tbk, Darya-Varia Laboratoria Tbk, PT Kalbe Farma, dan PT Integra Indocabinet Tbk.

Penelitian yang dilakukan oleh Pramono dan Wardani (2014) EPS memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh (Melani, 2017) mengatakan bahwa EPS tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham.

(17)

Berdasarkan uraian di atas peneliti ingin melakukan penelitian pada perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Sektor Konsumer yang mana terfokus pada perusahaan kategori saham syariah dan didukung dengan penentuan kriteria- kriteria lainnya. Alasan peneliti memilih perusahaan di sektor konsumer tersebut dikarenakan saham-saham di sektor ini tergolong defensive stock, pergerakan saham-saham di sektor ini cenderung kebal krisis ekonomi. Bahkan ketika krisis ekonomi global yang merembet ke sejumlah diindustri di dalam negeri, serta terus melemahnya nilai tukar rupiah tidak menurunkan pertumbuhan kinerja pada perusahaan di sektor barang-barang konsumsi. Perusahaan sektor ini mampu bertahan karena produk yang dihasilkan merupakan barang kebutuhan sehari- hari(berita CNN Indonesia 27/01/2020, dikutip pada tanggal 29/02/2020 jam 20:43).

Jadi, peneliti menyimpulkan sebuah ide penelitian yang berjudul

“PENGARUH VARIABEL-VARIABEL FUNDAMENTAL

TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN KONSUMER YANG TERCATAT DI BURSA EFEK INDONESIA”.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Adanya faktor- faktor yang mempengaruhi harga saham.

2. Adanya perusahaan yang EPSnya meningkat namun harga saham turun dan adapula EPSnya menurun sedangkan harga sahamnya meningkat.

3. Adanya perbedaan penelitian terdahulu.

4. Pengaruh Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham. 5. Pengaruh Return On Invesment (ROI) terhadap harga saham. 6. Pengaruh Return On Equity (ROE) terhadap harga saham.

(18)

C. Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, agar penelitian ini lebih fokus maka dibatasi sebagai berikut:

1. Pengaruh Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham pada perusahaan Konsumer periode 2016- 2018.

2. Pengaruh Return On Invesment (ROI) terhadap harga saham pada perusahaan Konsumer periode 2016- 2018.

3. Pengaruh Return On Equity (ROE) terhadap terhadap harga saham pada perusahaan Konsumer periode 2016- 2018.

4. Pengaruh EPS, ROI, dan ROE secara bersama- sama terhadap harga saham pada perusahaan Konsumer periode 2016- 2018.

D. Perumusan Masalah

Berdasarkan batasan masalah diatas, maka permasalahan yang akan teliti dalam penelitian ini adalah:

1. Apakah terdapat pengaruh antara Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham pada perusahaan Konsumer periode 2016- 2018.

2. Apakah terdapat pengaruh antara Return On Invesment (ROI) terhadap harga saham pada perusahaan Konsumer periode 2016- 2018.

3. Apakah terdapat pengaruh antara Return On Equity (ROE) terhadap harga saham pada perusahaan Konsumer periode 2016- 2018.

4. Apakah terdapat pengaruh antara EPS, ROI, dan ROE secara bersama- sama terhadap harga saham pada perusahaan Konsumer periode 2016- 2018.

E. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui apakah variabel Earning Per Share (EPS) berpengaruh terhadap harga saham pada perusahaan Konsumer periode 2016- 2018.

(19)

2. Untuk mengetahui apakah variabel Return On Investment (ROI) berpengaruh terhadap harga saham pada perusahaan Konsumer periode 2016- 2018.

3. Untuk mengetahui apakah variabel Return On Equity (ROE) berpengaruh terhadap harga saham pada perusahaan Konsumer periode 2016- 2018.

4. Untuk mengetahui apakah variabel EPS, ROI, dan ROE secara bersama- sama berpengaruh terhadap harga saham pada perusahaan Konsumer periode 2016- 2018.

F. Manfaat dan Luaran Penelitian

Adapun manfaat dan luaran penelitian yang diharapkan adalah sebagai berikut:

1. Manfaat Penelitian a. Bagi peneliti

Menambah ilmu pengetahuan tentang analisis fundamental sebagai elemen proses investasi sehingga dalam berinvestasi didasari pada informasi yang jelas, menjadi dasar mengambil keputusan investasi bagi seorang investor dipasar modal, serta sebagai salah satu syarat dalam penyelesaian studi strata satu guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi.

b. Bagi Investor

Sebagai tambahan referensi dalam melakukan proses investasi dengan menggunakan metode fundamental dalam mempertimbangkan keputusan investasi di suatu perusahaan khususnya di sektor konsumer.

c. Bagi Akademisi

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan daftar bacaan yang membantu dalam perkembangan ilmu akuntansi dan menambah wawasan tentang analisis saham.

(20)

d. Bagi Perusahaan

Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan tentang manajemen keuangan. Untuk itu manajer keuangan dapat menentukan kebijakan yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan perusahaan dan stockholder dimasa mendatang.

2. Luaran Penelitian

Dari penelitian yang dilakukan ini diharapkan dapat menjadi refensi di Perpustakaan IAIN Batusangkar.

G. Definisi Operasional

1. Earning Per Share (EPS)

Earning Per Share merupakan rasio keuangan yang mengukur jumlah laba bersih yang diperoleh per lembar saham yang beredar. Dengan rasio ini dapat menentukan seberapa banyak uang yang dapat dihasilkan perusahaan untuk pemegang sahamnya.

2. Return On Invesment (ROI)

Return On Invesment merupakan rasio profitabilitas yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan atas investasi yang telah dikeluarkan. Rasio ini membandingkan laba bersih dengan total aktiva.

3. Return On Equity (ROE)

Return On Equity merupakan rasio yang membandingkan laba bersih setelah pajak dengan modal sendiri. ROE digunakan untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba dengan modal yang di investasikan oleh pegang saham.

4. Harga Saham

Menurut Jogiyanto (2008) harga saham adalah adalah harga suatu saham yang terjadi di pasar bursa pada saat tertentu yang ditentukan oleh pelaku pasar dan oleh permintaan dan penawaran saham yang bersangkutan di pasar modal. Dalam penelitian ini peneliti

(21)

menggunakan data harga saham penutupan akhir tahun data pengamatan.

(22)

13 BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Landasan Teori 1. Harga saham

Saham adalah tanda bukti penyertaan kepemilikan modal/dana pada suatu perusahaan, atau kertas yang tercantum dengan jelas nilai nominal, nama perusahaan dan diikuti dengan hak dan kewajiban yang dijelaskan kepada setiap pemegangnya (Fahmi, 2013:81). Saham adalah bentuk penyertaan modal dalam sebuah perusahaan. Perusahaan-perusahaan yang menjual sahamnya kepada masyarakat pada umumnya adalah perusahaan yang telah berdiri untuk rentang waktu tertentu serta mendapatkan keuntungan dari waktu ke waktu. Dengan demikian, diharapkan pada masa yang akan datang keuntungan tersebut bisa tetap dipertahankan atau ditingkatkan sehingga pemilik perusahaan bisa mendapatkan keuntungan (Salim, 2012:5). Jadi, saham adalah surat berharga atau dokumen efek yang menunjukkan kepemilikan atas suatu perusahaan.

Harga saham merupakan nilai sekarang dari arus kas yang akan diterima oleh pemilik saham di kemudian hari. Harga saham adalah harga suatu saham pada pasar yang sedang berlangsung di bursa efek. Harga saham dapat dipengaruhi oleh situasi pasar antara publik (emiten), berdasarkan analisis fundamental perusahaan. Peranan penjamin emisi pada pasar perdana selain menentukan harga saham, juga melaksanakan penjualan saham kepada masyarakat sebagai calon pemodal (Akramunnas, 2017: 120). Harga saham juga dapat diartikan sebagai harga yang dibentuk dari interaksi para penjual dan pembeli saham dilatar belakangi oleh harapan mereka terhadap profit perusahaan, untuk itu investor memerlukan informasi yang berkaitan dengan pembentukan harga saham tersebut dan mengambil keputusan

(23)

menjual atau membeli saham. jadi secara umum harga saham merupakan tanda penyertaan atau kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemiliknya (berapapun porsinyajumlahnya) dari suatu perusahaan yang menerbitkan kertas (saham) tersebut (Akramunnas, 2017:121).

Menurut Tandelilin (2010) harga saham merupakan nilai atau pengorbanan yang akan diberikan pelaku pasar untuk mendapatkan sekuritas dengan jenis saham. harga saham dapat diamati dari beberapa aspek yaitu secara nominal merupakan nilai yang tertera didalam kertas saham, semakin tinggi nilai yang tertera pada kertas saham menunjukkan harga yang harus dikeluarkan investor untuk mendapatkan saham semakin tinggi, sedangkan nilai intrinsik merupakan gabungan nilai saham antara antara nilai tertera pada kertas saham dengan nilai dari kertas pembuat saham.

2. Penilaian Harga Saham

Seorang investor atau analis sekuritas khususnya saham di pasar modal apabila ingin melakukan investasi pada saham tidal boleh hanya ikut- ikutan, akan tetapi perlu menganalisa secara detail fundamental perusahaan. Hal yang terpenting yang harus diperhatikan adalah pendapatn perusahaan. Karena pendapatan perusahaan akan menentukan besarnta deviden dan pertumbuhan deviden yang akan menentukan nilai intriksik saham. Nilai intrinksi saham dapat digunakan sebagai cut of point untuk memutuskan beli atau menjual saham apabila sudah dimiliki saham tersebut.

Keputusan menjual atau membeli saham ditentukan oleh perbandingan antara perkiraan nilai intrinsik dengan harga pasar dengan kriteria:

1. Jika harga pasar lebih rendah dari pada nilai intrinsiknya, maka saham tersebut sebaiknya dibeli dan ditahan dengan tujuan memperoleh capital gain jika harga saham naik.

(24)

a. Jika harga pasar sama dengan nilai intrinsiknya, jangan melakukan transaksi.

b. Jika harga pasar lebih tinggi dari pada nilai intinsiknya, maka sebaiknya saham tersebut dijual dengan tujuan untuk menghindari kerugian.

Beberapa nilai berhubungan dengan harga saham yaitu: 1) Nilai buku (book value)

Nilai buku adalah nilai saham menurut pembukuan perusahaan emiten. Nilai buku per lembar saham adalah aktiva bersih yang dimiliki oleh pemegang saham dengan memiliki satu lembar saham.

2) Nilai pasar (market value)

Nilai pasar adalah harga saham yang terjadi dipasar bursa pada saat yang ditentukan oleh permintaan dan penawaran harga saham pelaku pasar.

3) Nilai intrinsik intrinsic value)

Nilai intrinsik adalah nilai sebenarnya/ seharusnya dari suatu saham. Nilai intrinsik suatu aset adalah penjumlahan nilai sekarang dari cash flow yang dihasilan oleh aset yang dihasilkan adalah arus deviden yang akan diterima oleh investor di masa yang akan datang.

Ketiga konsep nilai ini merupakan hal yang dapat digunakan untuk mengetahu saham- sham yang bertumbuh (growh) dan yang murah (under valued). Jika mengetahui nilai buku dan nilai pasar, maka pertumbuhan perusahaan dapat diketahui. Dan jika mengetahui nilai pasar dan nilai intrinsik maka saham- saham mana yang murah, tepat nilainya atau yang mahal dapat diketahui.

a. Harga Saham berdasarkan Nilai Buku

Nilai perusahaan lazim diindikasikan dengan price to book value. Price to book value yang tinggi akan membuat

(25)

pasar percaya atas prospek perusahaan kedepannya. Nilai perusahaan yang tinggi mengindikasikan kemakmuran pemegang saham juga tinggi.

Nilai buku merupakan nilai saham menurut pembukuan saham emiten. Nilai pasar merupakan nilai saham di pasar saham. Nilai intrinsik merupakan nilai yang sebenarnya dari saham. Dengan mengetahui nilai buku dan nilai pasar, pertumbuhan perusahaan dapat diketahui. Perusahaan yang bertumbuh mempuyai rasio lebih besar dari nilai satu yang berarti pasr percaya bahwa nilai pasar perusahaan tersebut tidak besar dari pada nilai bukunya. Nilai buku dan nilai- nilai lain yang berhubungan:

1) Nilai Nominal

Nilai nominal suatu saham merupakan nilai kewajiban yang ditetapkan untuk setiap lembar saham.

2) Agio Saham

Agio saham merupakan selisih yang dibayar oleh pemegang saham kepada perusahaan dengan nilai nominal sahamnya.

3) Nilai Modal disetor

Nilai modal disetor merupakan total yang dibayar kepada perusahaan emiten untuk ditukarkan dengan saham preferen atau saham biasa.

4) Laba Ditahan

Laba ditahan merupakan laba yang tidak dibagikan kepada para pemegang saham.

5) Nilai Buku

Nilai buku perlembar saham menunjukkan aktiva bersih yang dimiliki oleh pemegang saham dengan memiliki satu lembar saham (Azis, 2015, hal. 86-87).

(26)

b. Harga Saham berdasarkan Harga Pasar

Harga saham di bursa saham pada saat tertentu, ditentukan oleh permintaan dan penawaran saham yang bersangkutan di pasar bursa. Harga pasar saham perusahaan mencerminkan penilaian investor keseluruhan atas setiap ekuitas yang dimiliki. Menurut Van Horne (1998) “value is represented by the market price of the company’s common stock wicht in turn, is a function of the firm’s investment, financing and dividen decision”. Harga saham menunjukkan penilaian sentral dari seluruh pelaku pasar, harga pasar saham bertindak sebagai barometer kinerja manajemen perusahaan. c. Harga Saham berdasarkan Nilai Intrinsik

Pada model ini nilai intrinsik dari saham akan sangat tergantung pada deviden yang dibagikan dan required rate of return. Semakin tinggi deviden yang dibagikan semakin tinggi harga saham dan sebaliknya. Semakin tinggi required rate of return semakin rendah harga atau nilai intrinsik saham. Oleh karena itu tidak aneh kalau tingkat bunga meningkat, harga saham akan turun seperti terjadi di Indonesia tatkala pemerintahan memberlakukan TMP (Tight Money Policy) (Azis, 2015: 84-88).

Menurut Saud (2005) ada dua pendekatan dalam penentuan nilai intrinsik saham berdasarkan analisis fundamental. Kedua pendekatan tersebut adalah:

1. Pendekatan Nilai Sekarang

Perhitungan nilai saham dilakukan dengan mendiskontokan semua aliran diharapkan dimasa datang dengan tingkat diskonto sebesar tingkat yang diisyaratkan investor. Dalam hal itu, nilai intrinsik atau disebut juga suatu saham nantinya akan sama dengan nilai diskonto semua aliran akan diterima investor dimasa akan datang.

(27)

Dengan demikian, proses penilaian suatu usaha yang meliputi:

a) Estimasi aliran kas saham dimasa depan. Hal ini dilakukan dengan menentukan jumlah dan waktu aliran kas yang diharapkan.

b) Estimasi tingkat return yang disyaratkan. Estimasi ini dibuat dengan mempertimbangkan resiko aliran kas dimasa depan dan besarnya return disebut sebagai biaya kesempatan (opportunitycost).

c) Mendiskontokan setiap aliran kas dengan tingkat diskonto sebesar tingkat return yang disyaratkan. d) Nilai sekarang setiap aliran kas tersebut dijumlahkan,

sehingga diperoleh nilai intrinsik saham bersangkutan. Dalam penentuan nilai teoritis suatu saham, investor perlu menentukan beberapa tingkat return yang disyaratkan atas saham tersebut sebagai konpensasi atas resiko yang ditanggung.Tingkat return yang disyaratkan merupakan tingkat return minimum yang diharapkan atas pembelian suatu saham. Artinya, jika investor mempunyai tingkat return yang disyaratkan 25% atas saham yang akan dibeli, maka return minimum yang diharapkan dari saham tersebut adalah 25%.

Aliran yang bisa dipakai dalam penilaian saham adalah earning perusahaan. Dari sudut pandang investor yang membeli saham, aliran yang akan diterima investor adalah earning yang dibagikan dalam bentuk dividen. Dengan demikian, komponen deviden dapat digunakan sebagai dasar penilaian saham. Penentuan nilai saham (pendekatan nilai sekarang) dengan menggunakan komponen dividen bisa dilakukan dengan menggunakan model berikut ini.

(28)

2. Model Diskonto Dividen

Merupakan model untuk menentukan estimasi harga saham dengan mendiskontokan semua aliran dividen yang akan diterima dimasa datang. Aliran dividen yang diterima investor merupakan aliran dividen yang tidak terbatas dan konstan. Padahal dalam kenyataannya, ada kalanya perusahaan membayar dividen secara tidak teratur, dividen dengan jumlah yang tidak konstan atau pembayarannya mengalami pertumbuhan (growth).

a. Model Pertumbuhan Nol

Model ini berasumsi bahwa dividen yang dibayarkan perusahaan tidak akan mengalami pertumbuhan. Dengan kata lain, jumlah dividen yang dibayarkan akan sama dari waktu ke waktu. Model pertumbuhan nol ini sebenarnya sama dengan prinsip perhitungan saham preferen karena dividen yang dibayarkan diasumsikan selalu sama dan tidak akan mengalami perubahan pertumbuhan sepanjang waktu. b. Model Pertumbuhan Konstan

Model pertumbuhan konstan juga disebut sebagai model Gordon, setelah Myron J. Gordon mengembangkan dan memperoleh model ini. Model ini dipakai untuk menentukan saham, jika dividen yang akan dibayarkan mengalami pertumbuhan secara konstan selama waktu tak terbatas.

c. Model Pertumbuh Tidak Konstan (Ganda)

Ada kalanya, perusahaan mengalami pertumbuhan yang sangat baik jauh atas pertumbuhan normal dan sangat menjanjikan selama beberapa tahun, tetapi lambat laun menurun terus. Kasus seperti ini bisa terjadi pada perusahaan yang mampu

(29)

menciptakan produk inovasi baru yang langsung diserap pasar dan mengakibatkan perusahaan memperoleh pertumbuhan keuntungan yang fantastis selama beberapa tahun. Pertumbuhan tersebut berlangsung selama beberapa tahun, setelah itu pertumbuhan secara mendatar dan tidak sefantastis tahun-tahun awal karena produk yang sebelumnya, lambat laun mulai memasuki tahap kedewasaan yang ditandai oleh semakin menurunnya permintaan akan produk tersebut. Kondisi seperti ini bisamempengaruhi kemampuan perusahaan membayar dividen bagi investor, sehingga bisa juga mempengaruhi pertumbuhan tingkat dividen yang akan dibayarkan perusahaan kepada investor, Cateris Paribus.

3. Analisis Laporan Keuangan

Analisis laporan keuangan merupakan alat analisis bagi manajemen keuangan perusahaan yang bersifat menyeluruh, dapat digunakan untuk mendeteksi/mendiagnosa tingkat kesehatan perusahaan, melalui analisis kondisi arus kas atau kinerja organisasi perusahaan baik yang bersifat parsial maupun kinerja organisasi secara keseluruhan.

Analisis laporan keuangan umumnya dilakukan oleh para pemberi modal seperti kreditor, investor, dan oleh perusahaan itu sendiri berkaitan dengan kepentingan manajerial dan kepentingan kinerja perusahaan. Adapun analisis yang umum digunakan adalah analisis rasio keuangan, analisis common size, dan analisis indeks, baik menggunakan pendekatan analisis data seri (time series analysis) maupun silang (cross sectional approach).

Rasio keuangan merupakan salah satu indikator yang mempengaruhi perubahan harga saham di bursa efek. Harga saham merupakan ukuran indeks prestasi perusahaan, yaitu sejauh mana

(30)

manajemen perusahaan berhasil mengelola perusahaan atas para pemegang saham sehingga kekuatan pasar di bursa ditunjukkan dengan adanya transaksi jual- beli saham perusahaan tersebut dipasar modal. Terjadinya transaksi jual- beli tersebut didasarkan pada pengamatan para investor terhadap kinerja perusahaan sehingga pada umumnya perusahaan yang diketahui mempunyai kinerja yang baik akan mempunyai prospek kenaikan harga saham dengan cepat. Kinerja perusahaan merupakan salah satu faktor yang dilihat investor untuk menentukan pilihan dalam membeli saham (Linda, 2013: 34).

Analisis rasio keuangan dapat diklarifikasikan ke dalam lima aspek rasio keuangan perusahaan, yaitu (1) rasio likuiditasi, (2) rasio aktivitas, (3) rasio profitabilitas, (4) rasio solvabilitas (rasio leverage), (5) rasio nilai pasar. Kinerja keuangan perusahaan akan dinilai melalui analisis rasio keuangan oleh para investor dan lembaga perbankan sebagai kreditor (Harmono, 2014: 106). Dari kelima analisis rasio keuangan perusahaan tersebut peneliti pada umumnya menggunakan analisis rasio profitabilitas dan rasio pasar.

Analisis rasio profitabilitas menggambarkan kinerja fundamental perusahaan ditinjau dari tingkat efisiensi dan efektivitas operasi perusahaan dalam memperoleh laba. Dimensi-dimensi konsep profitabilitas dapat menjelaskan kinerja manajemen perusahaan. Konsep profitabilitas ini dalam teori keuangan sering digunakan sebagai indikator kinerja fundamental perusahaan mewakili kinerja manajemen. Sesuai dengan perkembangan model penelitian bidang manajemen keuangan, umumnya dimensi profitabilitas memiliki hubungan kausalitas terhadap nilai perusahaan.

Nilai perusahaan secara konsep dapat dijelaskan oleh nilai yang ditentukan oleh harga saham yang perjual belikan di pasar modal. Hubungan kausalitas ini menunjukkan bahwa apabila kinerja manajemen perusahaan yang diukur dengan menggunakan dimensi-dimensi profitabilitas dalam kondisi baik, maka akan memberikan

(31)

dampak positif terhadap keputusan investor dipasar modal untuk menanamkan modalnya dalam bentuk penyertaan modal, demikian halnya juga akan berdampak pada keputusan kreditor dalam kaitannya dengan pendanaan perusahaan melalui hutang.

Jadi, secara konsep dapat disimpulkan bahwa kinerja fundamental perusahaan yang diproksikan melalui dimensi profitabilitas perusahaan memiliki hubungan kausalitas terhadap nilai perusahaan melalui indikator harga saham dan struktur modal perusahaan berkenaan dengan besarnya komposisi hutang perusahaan (Harmono, 2014: 109-111).

4. Analisis Fundamental

Analisis fundamental merupakan metode penilaian harga saham yang menggunakan financial analysis untuk memperkirakan pergerakan harga saham. Informasi fundamental yang digunakan untuk menganalisis meliputi laporan- laporan keuangan perusahaan dan informasi non financial seperti perkiraan pertumbuhan permintaan produk- produk pesaing, perbandingan industri, perubahan peraturan dan lainnya (Zulfikar, 2016: 99). Jadi, analisis fundamental merupakan aktivitas mempelajari kinerja historis perusahaan termasuk faktor yang mempengaruhinya yang bertujuan untuk memprediksi kinerja keuangan perusahaan di masa mendatang.

Menurut Jogiyanto dalam Wardani dan Pramono (2014), analisis fundamental atau analisis perusahaan merupakan analisis untuk menghitung nilai intrinsik saham dengan menggunakan data keuangan perusahaan. Analisis fundamental menggunakan data fundamental, yaitu data yang berasal dari data keuangan yang dapat berupa laba, kebijakan deviden, penjualan, pertumbuhan dan lain sebagainya. Selain itu, data keuangan perusahaan dapat berupa rasio keuangan. Rasio keuangan yang ada dapat mencerminkan kinerja keuangan suatu perusahaan, sehingga rasio keuangan tersebut dapat digunakan sebagai variabel dalam analisis fundamental.

(32)

Melakukan analisis fundamental merupakan proses yang sangat penting bagi investor untuk dilakukan sebelum mengambil keputusan investasi. Teknik melakukan analisis fundamental sangat bervariasi, banyak sekali faktor yang harus diperhatikan seorang investor. Diantara rahasianya tersebut yaitu:

a. Rahasia memahami laporan keuangan

Seorang investor saham harus mampu memahami laporan keuangan dimana laporan keuangan adalah bahasa bisnis dari sebuah perusahaan.

b. Rahasia analisis perusahaan

Dengan melakukan analisis perusahaan, kita dapat menarik kesimpulan apakah perusahaan tersebut menarik untuk diinvestasikan atau tidak. Sehingga kita akan mendapatkan pertimbangan untuk mengambil keputusan investasi saham.

c. Rahasia memilih saham

Bagaimana kita memilih saham dari beberaa pilihan perusahaan yang telah kita analisis. Dengan cara membandingkan beberapa perusahaan yang telah kita pelajari, maka kita akan menentukan perusahaan mana yang terbaik untuk kita investasikan (Budiman, 2018: 8-9).

5. Variabel – Variabel Fundamental

Rasio profitabilitas dan rasio pasar dapat digunakan untuk mengetahui sampai sejauh mana investasi yang akan di tanamkan oleh investor pada suatu perusahaan maupun memberikan return yang sesuai dengan tingkat yang di inginkan oleh investor. Variabel fundamental yang terdiri dari rasio profitabilitas da rasio pasar adalah sebagai berikut:

a. Earning Per Share (EPS)

Earning Per Share atau laba bersih perusahaan yang dibagikan ke setiap jumlah saham yang beredar. Rasio ini

(33)

menunjukkan seberapa besar keuntungan bersih yang kita dapatkan dalam setiap lembar saham yang kita miliki(Tannadi, 2019: 249).

Rumus:

Earning Per Share (EPS) adalah keuntungan yang diperoleh atas tiap lembar saham yang dikeluarkan oleh perusahaan. Komponen penting pertama yang harus diperhatikan dalam analisis perusahaan adalah laba per lembar saham atau lebih dikenal dengan EPS. Informasi EPS suatu perusahaan menunjukkan besarnya laba bersih perusahaan yang siap dibagikan semua pemegang saham perusahaan. Bagi para investor, informasi EPS merupakan informasi mendasar dan berguna karena bisa menggambarkan prospek earning perusahaan di masa depan.

Semakin tinggi nilai Earning per Share (EPS) perusahaan maka akan meningkatkan harga saham perusahaan bersangkutan. Nilai EPS yang terus meningkat akan meningkatkan minat investor untuk berinvestasi saham pada suatu perusahaan tersebut, maka harga saham akan meningkat yang disebabkan oleh tingginya permintaan (Artini, 2016: 2488).

b. Return On Invesment (ROI)

Return On Invesment merupakan salah satu indikator yang sering digunakan dalam menilai kinerja perusahaan. ROI menggambarkan kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan netto. Rasio ini dihitung dengan membagi jumlah laba yang diperoleh perusahaan pada suatu periode tertentu dengan jumlah asset di dalam perusahaan pada periode tersebut (Hidayat, 2018: 50).

(34)

Menilai kinerja sebuah organisasi dengan menggunakan ukuran tingkat pengembalian investasi, dengan menggunakan ROI memiliki beberapa manfaat sekaligus kelemahan. Manfaat dan kelebihan tersebut tinggal dipertimbangkan besar kecilnya oleh setiap pihak dapat menggunakan ukuran ini.

Manfaat melakukan penilaian kinerja dengan menggunakan ROI (return on investmen) antara lain sebagai berikut:

a. Mendorong melakukan manajer menaruh perhatian serius terhadap hubungan antara pendapatan, biaya, dan investasi. b. Mendorong setiap manajer melakukan efisiensi biaya.

c. Mencegah setiap manajer melakukan investasi yang berlebihan di dalam organisasi yang dipimpinnya.

Kelemahan melakukan penilaian kinerja dengan mempergunakan ROI (return on investmen) antara lain sebagai berikut:

1) Tidak mendorong setiap manajer untuk melakukan investasi yang dapat mengakibatkan turunnya ROI dari pusat laba yang dipimpinnya.

2) Setiap manajer pusat laba hanya akan memusatkan perhatiannya hanya pada sasaran jangka pendek (Rudianto, 2006: 330).

Menurut Veithzal dan Andria (2007) return on investment menggambarkan kemampuan perusahaan untuk meghasilkan laba dari hasil investasi yang dilakukan. Rasio ini menunjukkan persentase laba bersih yang dinyatakan dari total aktiva “Semakin besar rasio ini, maka semakin besar kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dari total aktiva yang ada”. Peningkatan laba perusahaan mempunyai efek positif terhadap kinerja keuangan

(35)

perusahaan dalam pencapaian tujuan untuk memaksimalkan nilai perusahaan yang akan direspon secara positif oleh investor sehingga permintaan saham perusahaan meningkat dan akan menaikan harga saham perusahaan.

c. Return on Equity (ROE)

Return On Equity adalah rasio tingkat pengembalian atas modal yang dimiliki oleh perusahaan. Rasio ROE ini menunjukkan kemampuan dan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dengan modal bersih yang dimiliki. Secara umum ROE yang baik adalah di atas 15%. ROE yang meningkat dengan stabil dari tahun ke tahun menunjukkan perusahaan yang sangat bagus (Tannadi, 2019: 254-255).

Rumus:

Return On Equity yaitu kemampuan dari modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan bagi para pemegang saham preferen dan saham biasa. Rasio ini menggambarkan laba bersih setelah pajak terhadap modal sendiri, mengukur tingkat hasil pengambilan dari investasi para pemegang saham.

Perusahaan menghitung berapa banyak uang yang dapat dihasilkan oleh perusahaan bersangkutan dengan uang yang diinvestasikan para pemegang saham, bukan investasi perusahaan dalam bentuk aset atau sesuatu yang lainnya. Tentunya setiap investor atau pemegang saham menginginkan tingkat pengembalian ekuitas yang tinggi karena rasio pengembalian ekuitas yang tinggi mengindikasikan bahwa perusahaan menggunakan dana investor secara efektif. Pada umumnya semakin tinggi rasio ROE ini, semakin baik.

(36)

Nilai ROE yang meningkat dengan adanya peningkatan laba bersih, sehingga hal ini yang membuat investor tertarik untuk membeli saham suatu perusahaan dan harga saham perusahaan tersebut akan mengalami kenaikan dengan meningkatnya permintaan saham suatu perusahaan. Keterkaitan antara return on equity dengan harga saham memberikan pengaruh yang positif, dimana return on equity yang tinggi cenderung akan meningkatkan harga saham. Hal ini sesuai dengan pendapat Hutami (2012) dalam jurnalnya.

6. Hubungan Variabel Fundamental dengan Harga Saham a. Pengaruh Earning Per Share (EPS) Terhadap Harga Saham

Hubungan pengaruh antara Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham adalah positif, yaitu semakin besar keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan untuk setiap lembar saham yang dimiliki oleh investor maka semakin besar kesempatan perusahaan untuk mendapatkan pandangan yang baik oleh investor karena mereka menilai prospek perusahaan akan memberikan keuntungan yang lebih besar lagi di masa depan.

Semakin tinggi nilai Earning Per Share (EPS) perusahaan maka akan meningkatkan harga saham perusahaan bersangkutan. Nilai EPS yang terus meningkat akan meningkatkan minat investor untuk berinvestasi saham pada perusahaan tersebut, maka harga saham akan meningkat yang disebabkan oleh tingginya permintaan (Artini, 2016).

Earning Per Share (EPS) yang tinggi akan menarik bagi investor karena EPS menunjukkan seberapa besarnya hasil yang akan diterima oleh investor dari setiap lembar saham yang dimilikinya dalam suatu perusahaan. Apabila Earning Per Share meningkat secara terus menerus tentunya akan terjadi peningkatan kepercayaan investor terhadap perkembangan perusahaan pada masa akan datang. Dengan demikian jika Earning Per Share

(37)

meningkat maka investor tertarik untuk menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut. Hal ini akan mendorong tingginya permintaan akan saham di pasar modal sehingga harga saham perusahaan akan ikut naik. Sebaliknya jika Earning Per Share menurun secara terus menerus maka investor tidak tertarik untuk menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut, karena mereka beranggapan bahwa perkembangan perusahaan yang tidak bagus dari tahun ke tahun. Hal ini akan mendorong rendah dan menyebabkan turunnya akan permintaan saham di pasar modal sehingga harga saham perusahaan akan ikut turun.

Hal ini mendukung hasil dari penelitian Priatinah & Kusuma (2012), Megawati & Linda (2013) dan Wardani & Pramono (2014) yang menyatakan bahwa adanya pengaruh positif Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham.

b. Pengaruh Return On Invesment (ROI) Terhadap Harga Saham Hubungan pengaruh antara Return On Invesment (ROI) terhadap harga saham adalah positif, yaitu semakin besar hasil yang diperoleh dari aktiva, maka semakin besar laba yang dihasilakan dari total aktiva tersebut. Peningkatan laba perusahaan mempunyai efek positif terhadap kinerja keuangan perusahaan dalam pencapaian tujuan untuk memaksimalkan nilai perusahaan yang akan direspon secara positif oleh investor sehingga permintaan saham perusahaan meningkat dan akan menaikan harga saham perusahaan dikarenakan permintaan yang meningkat.

Return On Invesment merupakan pengukuran kemampuan perusahaan secara keseluruhan dan menghasilkan keuntungan dengan jumlah keseluruhan aktiva yang tersedia di perusahaan. Peningkatan laba ini mempunyai efek yang positif terhadap kinerja keuangan perusahaan dalam pencapaian tujuan untuk memaksimalkan nilai perusahaan yang akan direspon secara

(38)

positif oleh investor sehingga permintaan saham perusahaan dapat meningkat dan dapat menaikan harga saham perusahaan (Kusuma, 2012: 54). Rasio yang tinggi menunjukkan efisiensi manajemen asset. Return On Invesment juga bertujuan untuk mengukur keuntungan investasi dan sebagai evaluasi akhir untuk menentukan keputusan investasi di dalam perusahaan (Jiwandono, 2014:786).

Hal ini mendukung hasil dari penelitian Priatinah & Kusuma (2012) yang menyatakan bahwa adanya pengaruh positif Return On Invesment (ROI) terhadap harga saham.

c. Pengaruh Return On Equity (ROE) Terhadap Harga Saham

Return On Equity (ROE) adalah rasio penting bagi para pemilik dan pemegang saham karena rasio tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola modal dari pemegang saham untuk mendapatkan laba bersih. Kenaikan return on equity (ROE) biasanya diikuti oleh kenaikan harga saham perusahaan tersebut. Semakin tinggi ROE berarti semakin baik kinerja perusahaan dalam mengelola modalnya untuk menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham. Dapat dikatakan bahwa perusahaan tersebut dapat menggunakan modal dari pemegang saham secara efektif dan efisien untuk memperoleh laba. Dengan adanya peningkatan laba bersih maka nilai ROE akan meningkat pula sehingga para investor tertarik untuk membeli saham tersebut yang akhirnya harga perusahaan tersebut mengalami kenaikan (Hutami, 2012:110).

Return On Equity (ROE) digunakan untuk mengukur keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan atau laba untuk pemegang saham. Return On Equity (ROE) dianggap sebagai representasi dari kekayaan pemegang saham atau nilai perusahaan. Nilai Return On Equity (ROE) yang semakin tinggi

(39)

menunjukkan bahwa kinerja perusahaan tersebut semakin baik dalam mengelola modal yang tersedia untuk dapat menghasilkan laba. Setiap kenaikan Return On Equity (ROE) maka akan diikuti dengan harga saham perusahaan bersangkutan juga akan mengalami kenaikan. Semakin tinggi Return On Equity (ROE) berarti semakin efisien penggunaan modal sendiri yang dilakukan oleh perusahaan untuk menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham (Artini, 2016).

Hubungan pengaruh antara Return On Equity (ROE) terhadap harga saham adalah positif, yaitu semakin besar hasil yang diperoleh dari equity, maka semakin besar harga dari saham. Nilai ROE yang meningkat dengan adanya peningkatan laba bersih, sehingga hal ini yang membuat investor tertarik untuk membeli saham suatu perusahaan dan harga saham perusahaan tersebut akan mengalami kenaikan dengan meningkatnya permintaan saham suatu perusahaan. Keterkaitan antara return on equity dengan harga saham memberikan pengaruh yang positif, dimana return on equity yang tinggi cenderung akan meningkatkan harga saham (Hutami, 2012).

Hal ini mendukung hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Artini & Dewi (2016) yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara ROE dengan harga saham.

7. Pandangan Hukum Islam Terhadap Jual Beli Saham

Saham tidak dibahas secara detail dalam Islam, tetapi saham dapat dikaitkan dengan pandangan islam karena saham merupakan sesuatu yang diperdagangkan dikalangan perusahaan saat ni, dan saham merupakan tanda penyertaaan modal pada sebuah perusahaan. Pada saat sekarang saham merupakan instrumen dalam investasi yang cukup populer dikalangan pebisnis, baik investasi jangka pendek maupun investasi jangka panjang.

(40)

Para ahli hukum islam berbeda pendapat dalam hal jual beli saham, khususnya aspek hukumnya. Sebagian dari mereka memperbolehkan melakukan transaksi jual beli saham dan sebagian lain tidak memperbolehkan melakukan transaksi jual beli saham dalam sistem ekonomi syariah. Bagi mereka yang memperbolehkan mengadakan jual beli saham memberikan argumentasi bahwa saham sesuai dengan terminologi yang melekat padanya, maka saham yang dimiliki oleh seseorang menunjukkan sebuah bukti kepemilikan atas perusahaan tertentu yang berbentuk aset, sehingga saham merupakan cerminan kepemilikan atas aset tertentu. Logika tersebut dijadikan dasar pemikiran bahwa saham dapat diperjualbelikan sebagaimana layaknya barang. Para ulama kontemporer yang merekomendasikan perihal tersebut di antaranya Abu Zahrah, Abdurrahman Hasan, dan Khalaf. Singkatnya bahwa jual beli saham dibolehkan secara syariah dan hukum positif yang berlaku (Manan, 2012: 294-295).

Adanya fatwa- fatwa ulama kontemporer tentang jual beli saham semakin memperkuat landasan akan bolehnya jual beli saham. Dalam kumpulan fatwa Dewan Syariah Nasional Saudi Arabia yang diketuai oleh Syekh Abdul Aziz Ibn Abdillah Ib Baz Jilik 13 Bab Jual Beli ((JH9) halaman 320-322) fatwa nomor 4016 dan 5149 tentang hukum jual beli saham dinyatakan sebagai berikut: “jika saham diperjualbelikan tidak serupa dengan uang secara utuh apa adanya, akan tetapi hanya representasi dari sebuah aset seperti tanah, mobil, pabrik, dan yang sejenisnya dan hal tersebut merupakan sesuatu yang telah diketahui oleh penjual dan pembeli, maka dibolehkan hukumnya untuk diperjualbelikan dengan harga tunai ataupun tangguh, yang dibayarkan secara kontan ataupun beberapa kali pembayaran, berdasarkan keumuman dalil tentang bolehnya jual beli.” (Manan, 2012: 295-296).

Jual beli saham dalam islam pada dasarnya adalah merupakan bentuk Syirkah mudarabah, diantara para pengusaha dan pemilik

(41)

modal sama- sama berusaha yang nantinya hasilnya bisa dibagi bersama. Mudarabah merupakan teknik pendanaan dimana pemilik modal menyediakan dana untuk digunakan oleh unit defisit dalam kegiatan produktif dengan dasar loss and profit shearing(Sudirman, 2018: 291-292).Firman Allah QS Al-Baqarah: 275 :

...

َْبِّرلا َمَّرَحَّ َعْيَبْلا ُالله َّلَحَأَّ

ا

ىََِتًآَف ,َِِّبَّر يِّه ٌةَظِعَْْه ,ٍَُءآَج ْيَوَف

,ََُلَف

هالله ىَلِإ ,ٍُُرْهَأَّ َفَلَساَه

ِ ىَلُّْؤَفَداَع ْيَهَّ

هِراٌَّلا ُبَحْصَأ َك

خاَِْيِف ْنُُ

َى ُّْدِل



“... Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. orang yang kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”

Dengan demikian, jual beli saham dengan niat dan tujuan memperoleh penambahan modal, memperoleh aset likuid maupun pengharapan deviden. Dapat difungsikan sewaktu- waktu dapat diperjual belikan untuk mendapatkan keuntungan capital gain, hukumnya boleh selama usahanya dalam hal yang halal, tidak melanggar syariat, dan tidak dijadikan sebagai alat spekulasi.

B. Kajian Penelitian Yang Relevan

Terdapat beberapa penelitian terdahulu yang meneliti mengenai topik terkait yang dibahas dalam proposal ini, dan selanjutnya digunakan sebagai rujukan dan penelitian ini:

1. Priatinah & Kusuma (2012) meneliti mengenai Pengaruh Return On Investmen (ROI) Earning Per Share (EPS) dan Dividen Per Share (DPS) Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Yang Terdatar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2008-2010. Hasil penelitiannya menunjukkan secara parsial Return On Invesment (ROI), Earning Per Share (EPS) dan Dividen Per Share (DPS) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap harga saham. Return On Invesment (ROI), Earning

(42)

Per Share (EPS) dan Dividen Per Share (DPS) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap harga saham.

2. Harahap (2013) meneliti mengenai Analisis Pengaruh Faktor- Faktor Fundamental Terhadap Harga Saham yang Listing di Bursa Efek Indonesia. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah NPM, ROA, ROE, ROI, EPS, PER dan PBV dan variabel terikat adalah harga saham. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah pertama, terdapat pengaruh yang signifikan EPS dan PER terhadap harga saham. Kedua, tidak ada pengaruh signifikan NPM, ROA, ROE, ROI dan PBV terhadap harga saham.

3. Wardani & Pramono (2014) meneliti mengenai Pengaruh Variabel Fudamental Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar Di BEI Periode 2011- 2013. Harga saham merupakan variabel terikat dalam penelitian ini, dan variabel bebasnya yaitu variable Return On Equity (ROE), Debt to Equity Ratio (DER), Price Earning Ratio (PER), dan Earning Per Share (EPS). Hasil penelitian ini membuktikan secara simultan bahwa variabel ROE, DER, PER dan EPS berpengaruh terhadap harga saham. Sedangkan secara parsial variabel ROE tidak berpengaruh positif terhadap harga saham, variabel DER tidak berpengaruh terhadap harga saham, variabel PER tidak berpengaruh terhadap harga saham, dan variabel EPS berpengaruh positif terhadap harga saham.

4. Megawati & Linda (2013) meneliti Pengaruh EPS, DPS, PER, NPM, dan ROA Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Rokok Yang Go Public di Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara EPS, DPS, PER, NPM dan ROA secara simultan terhadap harga saham. Secara parsial EPS dan PER mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham. Sedangkan DPS, NPM dan ROA tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham.

(43)

5. Artini & Dewi(2016) meneliti mengenai Pengaruh /Suku Bunga, SBI, Inflasi, dan Fundamental Perusahaan Terhadap Harga Saham Indeks LQ45 Di BEI. Dalam penelitian ini harga saham merupakan variabel terikat sedangkan earning per share (EPS) dan return on equity (ROE), suku bunga SBI, inflasi, dan debt to equity ratio (DER) merupakan variabel bebas dalam penelitian ini. Dan hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa earning per share (EPS) dan return on equity (ROE) secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham, sedangkan variabel suku bunga SBI, inflasi, dan debt to equity ratio (DER) secara parsial berpengaruh tidak signifikan terhadap harga saham pada perusahaan indeks LQ45 di BEI periode 2011-2014.

C. Kerangka Berfikir

Berdasarkan tujuan penelitian, kajian pustaka, dan hasil penelitian sebelumnya serta permasalah yang sudah dikemukakan diawal, maka sebagai dasar untuk merumuskan hipotesis, berikut disajikan kerangka yang dituangkan dalam model penelitian sebagai berikut:

Gambar 2. 1 Kerangka Berpikir

Variabel Independen (X) Variabel Dependen (Y)

D. Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah dan hipotesis yang akan diuji dinamakan hipotesis kerja sebagai lawannya adalah hipotesis nol (nihil) (Hamdi, 2014: 37). Penelitian

HARGA SAHAM Earning Per Share (EPS)

Return On Invesment (ROI)

(44)

empiris yang dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya yang berkaitan dengan hipotesis penulis lakukan yaitu:

1. Pengaruh Earning Per Share terhadap Harga Saham

Penelitian yang dilakukan oleh Harahap (2013) menunjukkan bahwa earning per share berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Berdasarkan pernyataan diatas, maka peneliti mengajukan hipotesis sebagai berikut:

H1: Terdapat pengaruh signifikan antara Earning Per Share

terhadap Harga Saham.

2. Pengaruh Return On Investment terhadap Harga Saham

Penelitian yang dilakukan oleh Priatinah& Kusuma (2012) menunjukkan bahwa return on invesment memberikan pengaruh signifikan terhadap harga saham. Berdasarkan pernyataan diatas, maka peneliti mengajukan hipotesis sebagai berikut:

H2: Terdapat pengaruh signifikan antara Return On Investment

terhadap Harga Saham.

3. Pengaruh Return On Equity terhadap Harga Saham

Penelitian yang dilakukan oleh Wardani & Pramono (2014) menunjukkah bahwa return on equity memberikan pengaruh signifikan terhadap harga saham.Berdasarkan pernyataan diatas, maka peneliti mengajukan hipotesis sebagai berikut:

H3: Terdapat pengaruh signifikan antara Return On Equity

terhadap Harga Saham.

4. Pengaruh EPS, ROI, dan ROE terhadap Harga Saham

Penelitian yang dilakukan oleh Priatinah & Kusuma (2012) menunjukkan bahwa Earning Per Share (EPS) dan Return On Invesment (ROI) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap

(45)

harga saham. Berdasarkan pernyataan diatas, maka peneliti mengajukan hipotesis sebagai berikut:

H4: Terdapat pengaruh signifikan antara EPS, ROI, dan ROE

(46)

37 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Metode ini merupakan penelitian kuntitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah sistematis, terencana, dan terstruktur terhadap bagian- bagian dan fenomena serta hubungan- hubungannya jelas sejak awal hingga hasil akhir penelitian berdasarkan pengumpulan data informasi yang berupa simbol, angka atau bilangan (Hermawan, 2019: 16). Penelitian kuantitatif dalam penelitian ini adalah mengolah data Earning Per Share (EPS), Return On Equity (ROE), dan Return On Invesment (ROI) dan harga saham adalah perusahaan syariah yang terdaftar di Sektor Konsumer tahun 2016-2018.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat penelitian adalah pada perusahaan syariah yang terdaftar di Sektor Konsumer. Pengambilan data ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui situs resmi www.idx.co.id. Peneliti mulai melakukan penelitian dimulai dari bulan Februari sampai April 2020.

Tabel 3. 1

Rencana Waktu Penelitian

Keterangan

Des Jan Feb Mar Apr Mei

Pengajuan Proposal

Bimbingan Proposal

 

Seminar Proposal 

(47)

Pengajuan Surat Izin

Penelitian 

Pengumpulan Data

 

Pengolahan Data dan Analisis Data   Bimbingan Skripsi   Sidang Munaqasah 

C. Populasi dan Sampel

Teknik pengambilan sampel berdasarkan metode purposive sampling. Purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan dan kriteria tertentu (Wijaya, 2005: 254).

Populasi penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Sektor Konsumer di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sedangkan sampel pada penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik non probability sampling yang meliputi purposive sampling. Menurut Sugiyono (2012) Purposive Sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Adapun kriteria yang digunakan untuk memilih sampel adalah sebagai berikut:

1. Perusahaan yang tercatat di Sektor Konsumer berturut- turut dari tahun 2016-2018.

2. Perusahaan di Sektor Konsumer merupakan perusahaan syariah.

3. Perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan tahunan secara berturut- turut dari tahun 2016-2018.

(48)

Berdasarkan kriteria diatas, maka sampel yang termasuk dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Tabel 3. 2

Proses Pengambilan Sampel

No. Kriteria Jumlah

1. Perusahaan yang tercatat di Sektor Konsumer berturut- turut dari tahun 2016- 2018

49

2.

Perusahaan di Sektor Konsumer yang tidak perusahaan syariah

(11)

3. Perusahaan yang tidak menerbitkan laporan keuangan tahunan secara berturut- turut dari tahun 2016- 2018

(12)

4. Perusahaan yang mengalami kerugian pada tahun 2016- 2018

(10)

Total Sampel 16

(49)

Tabel 3. 3

Perusahaan Sebagai Sampel No. Kode

Perusahaan

Nama Perusahaan

1. ADES Akasha Wira Internasional Tbk 2. BUDI Budi Strach & Sweetener Tbk 3. HOKI Buyung Poetra Sembada Tbk 4. ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 5. KAEF Kimia Farma Tbk

6. MYOR Mayora Indah Tbk 7. SKMB Sekar Bumi Tbk 8 SKLT Sekar Laut Tbk

9. DVLA Darya-Varia Laboratoria Tbk 10. INDF Indofood Sukses Makmur Tbk 11. KLBF Kalbe Farma Tbk

12. SIDO Industri Jamu & Farmasi Sido Muncul Tbk 13. KINO Kino Indonesia Tbk

14. TCID Mandom Indonesia Tbk 15. CINT Chitose Internasional Tbk 16. WOOD Integra Indocabinet Tbk

(sumber: Idx Monthy Statistics)

D. Sumber Data

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan data sekunder. Menurut Bungin (2017) data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber kedua. Penelitian ini menggunakan data yang dipublikasikan oleh Indonesian Stock Exchange (IDX) berupa laporan keuangan dan referensi buku sesuai dengan judul penelitian yang dilakukan.

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik yang penulis gunakan dalam pengumpulan data adalah dokumentasi. Dokumentasi merupakan data yang tidak langsung

Gambar

Gambar 2. 1  Kerangka Berpikir
Tabel 4. 5  Hasil Uji Normalitas
Tabel 4. 6  Uji Autokorelasi  Runs Test  Unstandardized  Residual  Test Value a -166,42848
Tabel 4. 10  Hasil Uji t (Parsial)
+2

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan perhitungan antara pertambahan bobot badan yang dicapai dengan jumlah bahan kering pakan yang dikonsumsi per hari, temyata bahwa efisiensi pakan

Dengan demikian dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknik induksi ada peningkatan hasil belajar matematika penjumlahan dan pengurangan bilangan

“Pada umumnya yang datang berkunjung ke Samosir adalah wisatawan, setidaknya memerlukan 3 hari untuk dapat mengelilingi seluruh objek wisata yang ada di Kabupaten Samosir, hal ini

bahwa Lambang Daerah merupakan wujud dari identitas Daerah Kabupaten Murung Raya dan jati diri yang khas dalam rangkaian upaya memacu semangat untuk maju,

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang terakhir diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012

Permasalahan pertama di Desa Petir adalah permasalahan dimana sebenarnya sudah ada aliran air yang akan mengairi sawah di sekitarnya, tetapi debit yang dibutuhkan kurang

Sambaran petir pada saluran transmisi tegangan tinggi dapat menyebabkan terganggunya penyaluran tenaga listrik yang berakibat terjadinya lompatan api pada isolator

“PENGGUNAAN FILLER SEMEN PORTLAND PADA AC-WC HALUS SPESIFIKASI JALAN BINA MARGA 2010” ini dan seluruhnya adalah benar - benar karya saya sendiri, dan saya tidak