• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

B. Profil Perusahan Tambang

Perusahan tambang ini bernama PT. Surya Saga Utama (SSU) yang beralamat di Jl. Balang Baru No. 8 RT. 003 RW. 002 Kel. Balang Baru, Kec. Tamalate, Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan. Direksi utama atas nama Ir. Suryati Makbul dan Komisari utama atas nama Makbul As’ad. Pada tahun 2015 , awal perintisan pabrik smelter yang bergerak pada sector produksi feronikel yang dipimpin oleh Alex yang berwarga Rusia. Kemudian, ditahun 2016 menjelang tahun 2017 Alex diganti oleh Andre, hanya durasi beberapa bulan Andre digantikan oleh Hari Sutarta. Hari Sutarta lalu digantikan oleh pimpinan baru PT. Surya Saga Utama (SSU) oleh Kasra Jaru Munara hingga

saat ini. Status perizinan kegiatan pertambangan PT. Surya Saga Utama (SSU) dilaksanakan setelah mendapatkan izin pertambangan berupa Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi Berdasarkan Keputusan Bupati Bombana No. 291 Tahun 2011 dengan luas lahan 1.299 Ha. Hingga sampai saat ini lokasi pertambangan dari tahun 2016 sampai saat ini wilayah Produktif 500 Ha dari 1.563 Ha jumlah Izin Usaha Pertambangan (IUP). Mitra dari perusahaan PT. Surya Saga Utama (SSU) adalah Blackspace Group yang berasal dari Negara Rusia yang membantu dalam pemasaran keluar negeri. Lokasi kegiatan pertambangan nikel PT. Surya Saga Utama berserta infrastruktur terletak dalam bats koordinat Astronomi 121 53’ 19.1 - 121 56’ 7,5” Bujur Timur dan 5 6’ 8.8” – 5 8’ 41.3” Lintang Selatan. Dan Wilayah izin usaha pengolahan dan pemurnian bijih nikel ini berlokasi di Kecamatan Kabaena Utara Kabupaten Bombana, seluas 218,2 Ha.

1. Iklim

Keadaan iklim di kecamatan Kabaena Utara yaitu musim hujan, musim kemarau. Dimana musim hujan biasanya terjadi pada bulan November hingga sampai bulan April tahun berikutnya, sedangkan musim kemarau dimulai dari bulan Mei hingga sampai bulan Oktober. Iklim tersebut secara langsung memengaruhi pola tanam serta mata pencaharian masyarakat.

2. Tingkat Pendidikan

Salah satu faktor utama keberhasilan pembangunan di suatu daerah adalah tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang cukup dan

berkualitas, ketersediaan fasilitas pendidikan yang sangat menunjang dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kecamatan kabaena utara dari segi fasilitas pendidikan memiliki 6 gedung sekolah Taman Kanak-kanak (TK), 8 gedung Sekolah Sekolah Dasar (SD), 2 tingkat pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan 1 sekolah Madrasah Tsanawiah Swasta (MTS).

3. Mata Pencaharian

Kecamatan kabaena utara merupakan Kecamatan yang terletak di wilayah perkebunan, pertanian dan perikanan maka sebagian besar penduduknya bermata pencaharian nelayan, petani, peternak, pedagang, pertukangan. Berkebun, bertani dan nelayan merupakan mata pencaharian pokok Masyarakat pada umumnya.

4. Pola Penggunaan Tanah

Penggunaan lahan diklasifikasikan kedalam 12 kategori yaitu; sawah, tanah pekarangan, tanah untuk bangunan dan halaman sekitarnya, tanah kebun, tanah ladang, tanah padang rumput, tanah rawa yang tidak dapat ditanami, tanah tambak, kolam dan empang, tanah lahan yang sementara tidak diusahakan, lahan tanaman kayu-kayuan, tanah hutan negara, tanah perkebunan dan tanah lain -lain. Konversi lahan menunjukkan adanya dinamika pemanfaatan tanah, dimana telah terjadi peningkatan pemanfaatan lahan ladang tambak, kolam, dan empang.

5. Sarana Dan Prasarana

Kemajuan suatu daerah dilihat dari infrastruktur bangunan dan adapun sarana dan prasarana Kabaena Utara yaitu, Kantor Kecamatan 1 unit Kantor desa 6 unit, Puskesmas 1 unit, posyandu 10 unit, puskesdes 3 unit, perusahaan air bersih 2 unit dari gotong royong masyarakat dan 4 unit bantuan dari pemerintah, masjid 7 unit, Musholah 4 unit, Pura 2 unit, Jembatan tani 1 unit, Pasar 1 unit, Lapangan Futsal 1 unit.

6. Agama

Penduduk Kecamata Kabaena Utara Kabupaten Bombana adalah pemeluk Agama Islam berjumlah 4.375 dan pemeluk agama hindu berjumlah 102penduduk sehingga jumlah sarana peribadatan yang ada sebanyak 11 unit yaitu 11 unit masjid atau musholah dan 2 unit pura.

7. Pembagian Wilayah

Kecamatan ini merupakan hasil pemekaran dari Kecamatan Kabaena yang telah mekar menjadi enam kecamatan pemekaran, diantaranya adalah Kecamatan Kabaena, Kecamatan Kabaena Barat, Kecamatan Kabaena Tengah, Kabaena Timur, Kabaena Selatan, dan Kecamatan Kabaena Utara itu sendiri.Kecamatan Kabaena Utara terdiri dari 6 desa. Sebelumnya, ada 1 UPT yang sekarang telah bergabung dengan Desa Tedubara. Dapat dilihat bahwa, Desa Tedubara memiliki wilayah terluas yakni 61,13 km²,

sedangkan Desa Sangia Makmur memiliki wilayah terkecil yang hanya seluas 3,83 km². Secara administratif, Ibukota Kecamatan Kabaena Utara adalah Desa Tedubara. Desa Larolanu merupakan desa yang paling jauh dari ibukota kecamatan yaitu mencapai 22 kilometer, sedang yang paling dekat adalah Desa Sangia Makmur yang berjarak 1.5 kilometer ke ibukota kecamatan.

8. Masalah Yang Dihadapi Kecamatan

Adapun masalah atau permasalahan yang dihadapi Kecamatan Kabaena Utara saat ini masih banyak, diantaranya adalah belum optimalnya pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di Kecamatan Kabaena Utara , baik potensi sumber daya alam yang ada di darat, maupun sumber daya alam yang ada di laut. Disisi lain kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat mengelolah Sumber Daya Alam (SDA) yang ada juga merupakan masalah tersendiri.

Secara administratif Blok IUP Operasi Produksi PT. Surya Saga Utama (SSU) terletak pada Kecamatan Kabaena Utara Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara, dengan luas Blok IUP Operasi produksi 1.299 Ha. Untuk saat ini kelokasi dapat ditempuh dengan menggunakan pesawat dari Makassar ke KotaKendari ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara, kemudian dilanjutkan dengan menggunakan jalur darat menuju ke pelabuhan rakyat menggunakan kapal laut menuju Pulau Kabaena tepatnya pada Kelurahan Sikeli yang merupakan pelabuhan rakyat Pulau Kabaena, dari Desa tersebut akan

dilanjutkan menggunakan jalur darat menuju ke wilayah IUP Operasi Produksi PT. Surya Saga Utama (SSU) di Kecamatan Kabaena Utara. PT. Surya Saga Utama (SSU) adalah salah satu perusahan tambang di Pulau kabaena yang telah membangun smelter, smelter adalah sebuah fasilitas pengolahan hasil tambang yang berfungsi meningkatkan kandungan logam seperti timah, nikel, emas dan perak hingga mencapai tingkat yang memenuhi standar sebagai bahan baku produk akhir.

C. Tata Kelola Lingkungan PascaTambanng Di Kecamatan Kabaena Utara