• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

A. Temuan Penelitian

1. Profil Sekolah SMKN 10 Kota Bekasi

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 10 Kota Bekasi berlokasi di Jl. Servas RT 07/04 Kelurahan Jatimurni Kecamatan Pondok Melati, Bekasi 17414.

SMKN 10 Kota Bekasi adalah sekolah menengah yang didirikan oleh Pemerintah Kota Bekasi dengan bernaung dibawah Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Kehadiran SMKN 10 Kota Bekasi ini sangat dipengaruhi oleh keinginan masyarakat terhadap sekolah kejuruan di bidang teknologi dan industri di Bekasi dan juga merupakan upaya dari pemerintah Kota Bekasi dalam memberikan layanan pendidikan yang semakin baik dan terjangkau secara geografis.

Berdasarkan Surat Keputusan Pendirian Sekolah No.

421/kep.1189-DIK2 Sekolah SMKN 10 Kota Bekasi resmi berdiri pada tanggal 2 Februari 2011 dan mulai beroperasi pada tanggal 19 Juni 2014. Memiliki perserta didik sebanyak 476 siswa/i yang terdiri dari 307 siswa dan 169 siswi, serta memiliki 33 Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) yang terdiri dari 17 Guru dan 16 Tenaga Kependidikan (Tendik). SMKN 10 Kota Bekasi menggunakan kurikulum 2013 edisi revisi dengan 4 kompetensi keahlian yang terdiri dari Teknik Kendaraan

Ringan Otomotif, Teknik Ototronik, Teknik Mekatronik dan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran.

Visi dari sekolah SMKN 10 Kota Bekasi yaitu

“Menghasilkan sumber daya manusia yang berakhlah mulia dan kompeten di bidangnya sehingga dapat diterima Dunia Usaha/Dunia Industri bertaraf nasional dan internasional.”

Dengan Misi:

a. Menyiapkan Sumber Daya Manusia dalam meningkatkan keimanan dan kepribadian yang berakhlak mulia sebagai bagian masyarakat.

b. Menyiapkan siswa menjadi tenaga kerja yang trampil dan produktif di Dunia Usaha/Industri.

c. Mengembangkan diri siswa dengan menggali potensi diri, membina mengarahkan minat dan bakat siswa sebagai calon tenaga kerja yang berakhlak mulia dan professional.

d. Menyiapkan SMK yang mampu mensinkronisasi dan memvaliditasi Kurikulum dengan Dunia Usaha/Dunia Industri yang bermutu dan profesional dengan orientasi masa depan yang lebih baik.

e. Memberikan system pembelajaran sesuai perkembangan teknologi.

Sarana dan Prasarana yang tersedia di SMKN 10 Kota Bekasi terdiri dari ruang siswa, lab. komputer, perpustakaan dan lapangan olahraga juga dilengkapi dengan perpustakaan digital.

Pada 22 Juni 2020 SMKN 10 Kota Bekasi resmi melepas kepala sekolah Ibu Lia Yuni Amalia, M.Pd dan memperkenalkan kepala sekolah baru yaitu Bapak R.

Prawoto Hari Wibowo, M.Pd. Berikut adalah struktur organisasi SMK Negeri 10 Kota Bekasi.

Gambar 11. Bagan Struktur Organisasi SMKN 10 Kota Bekasi

Gambar 12. Logo SMKN 10 Kota Bekasi 2. Karakteristik Responden

Dalam penelitian ini, teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling yaitu mengambil sample dengan pertimbangan tertentu dan berdasarkan tujuan penelitiannya. Dengan artian bahwa ada pertimbangan tertentu untuk menjadi responden dalam penelitian ini, yaitu siswi anggota ekstrakulikuler Keputrian SMKN 10 Kota Bekasi yang aktif menggunakan Media Sosial Tik Tok. Jumlah responden dinyatakan dari hasil observasi awal sebanyak 75 siswi yang menjadi responden dalam penelitin ini.

Dari 75 responden yang telah terkumpul, peneliti mendapat data mengenai responden yang menjadi sample dalam penelitian ini dan akan diklasifikasikannya berdasarkan usia dan kelas.

a. Usia

Gambar 13. Diagram Usia Responden Diagram diatas menujukkan keseluruhan responden berdasarkan usianya. Maka dapat disimpulkan bahwa responden dengan usia 15 tahun sebanyak 17 orang dengan persentase 22,7%, responden berusia 16 tahun sebanyak 29 orang dengan persentase 38,7% dan sisanya responen yang berusia 17 tahun sebanyak 29 orang dengan persentase 38,7%.

Dengan begitu sebagian besar responden dalam penelitian ini berusia antara 16 dan 17 tahun.

b. Kelas

Gambar 14. Diagram Berdasarkan Kelas Responden

Berdasarkan diagram diatas menyatakan bahwa mayoritas responden berasal dari kelas sepuluh (X) yaitu sebanyak 31 orang atau 41,3%, dan sisanya kelas sebelas (XI) sebanyak 21 orang atau 28%, kelas dua belas (XII) sebanyak 23 orang atau 30,7%.

B. Analisis Data dan Pembahasan 1. Uji Validitas variabel X dan Y

Uji validitas dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung dengan r tabel untuk degree of freedom (df) = n-2, dalam hal ini n adalah junlah sample. Jika r hitung lebih besar dari pada r tabel dan nilai postif maka butiran pernyataan atau indicator tersebut dinyatakan valid.71

71 Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS 19, (Semarang: Undip, 2011), h. 53.

Uji instrumen ini diteliti kepada 30 responden dari sisiwi SMK Nuruh Hikmah II Bekasi. Uji validitas ini menggunakan tingkat kepercayaan 95%. Yang mana df = 28 (df = 30-2). Sehingga diperoleh r tabel adalah 0,361, dengan dasar pengambilan keputusan pada uji validitas sebagai berikut:

a. Jika r hitung > 0,361 (r tabel), maka pernyataan tersebut valid

b. Jika r hitung < 0,361 (r tabel), maka pernyataan tersebut tidak valid.

Tabel 10. Uji Instrument Variabel X (Sebelum Validitas)

r Tabel Kesimpulan Pernyataan 1 0,383 0,361 Valid

Tabel 10. Lanjutan

r Tabel Kesimpulan Pernyataan 16 -0,380 0,361 Tidak Valid Pernyataan 17 -0,280 0,361 Tidak Valid Pernyataan 18 0,502 0,361 Valid Pernyataan 30 -0,050 0,361 Tidak Valid Pernyataan 31 0,372 0,361 Valid Pernyataan 32 0,417 0,361 Valid Tabel 11. Hasil Uji Instrumen Variabel Y (Sebelum

Validitas)

r Tabel Kesimpulan Pernyataan 1 0,728 0,361 Valid

Tabel 11. Lanjutan

r Tabel Kesimpulan Pernyataan 11 0,641 0,361 Valid Pernyataan 12 0,616 0,361 Valid Pernyataan 13 0,485 0,361 Valid Pernyataan 14 0,528 0,361 Valid Pernyataan 15 0,675 0,361 Valid Pernyataan 16 -0,549 0,361 Tidak Valid Pernyataan 17 0,650 0,361 Valid Pernyataan 18 0,367 0,361 Valid Pernyataan 19 0,633 0,361 Valid Pernyataan 20 0,450 0,361 Valid Pernyataan 21 -0,232 0,361 Tidak Valid Pernyataan 22 0,325 0,361 Tidak Valid Pernyataan 23 0,620 0,361 Valid Pernyataan 29 0,359 0,361 Tidak Valid Pernyataan 30 0,056 0,361 Tidak Valid Pernyataan 31 0,432 0,361 Valid Pernyataan 32 0,456 0,361 Valid Pernyataan 33 0,739 0.361 Valid Pernyataan 34 0,070 0.361 Tidak Valid Pernyataan 35 0,405 0.361 Valid Pernyataan 36 0,360 0.361 Tidak Valid Pernyataan 37 0,304 0.361 Tidak Valid Pernyataan 38 -0,164 0.361 Tidak Valid Pernyataan 39 0,612 0.361 Valid

Tabel 11. Lanjutan

r Tabel Kesimpulan Pernyataan 45 0,581 0,361 Valid

Pernyataan 46 0,351 0,361 Tidak Valid Pernyataan 47 0,259 0,361 Tidak Valid Pernyataan 48 0,424 0,361 Valid Pernyataan 49 0,080 0,361 Tidak Valid Pernyataan 50 0,635 0,361 Valid Pernyataan 51 0,637 0,361 Valid Pernyataan 52 0,380 0,361 Valid Pernyataan 53 0,350 0,361 Tidak Valid Pernyataan 54 0,678 0,361 Valid Pernyataan 55 0,484 0,361 Valid Pernyataan 56 0,179 0,361 Tidak Valid

Dari hasil uji validitas diatas menyatakan bahwa variabel X yang terdiri dari 32 pernyataan terdapat 6 pernyataan yang tidak valid dan untuk variabel Y yang terdiri dari 56 pernyataan terdapat 16 pernyataan yang tidak valid. Sehingga total keseluruhan pernyatan yang tidak valid antara variabel X dan Y sebanyak 22 pernyataan dan 66 pernyataan dinyatakan valid. Maka selanjutnya akan di uji sebanyak 66 pernyataan kepada 75 responden sisiwi SMKN 10 Kota Bekasi yang mengikuti ekstrakulikuler Keputrian.

Dalam uji validitas ini menggunakan tingkat kepercayaan 95% yang mana df=n-2 (75-2) sehingga nilai df dalam penilitian ini yaitu 73. Dengan begitu nilai r tabelnya adalah 0,227. Dasar pengambilan keputuasan pada uji validitas adalah sebagai berikut:

a. Jika r hitung > 0,227 (r tabel), maka pernyataan tersebut valid

b. Jika r hitung < 0,227 (r tabel), maka pernyataan tersebut tidak valid

Tabel 12. Uji Instrument Variabel X Item

Pernyataan

Koefisien r Hitung

Koefisien

r Tabel Kesimpulan Pernyataan 1 0,285 0,227 Valid

Tabel 13. Hasil Uji Instrumen Variabel Y

r Tabel Kesimpulan Pernyataan 1 0,362 0,227 Valid

Tabel 13. Lanjutan Item

Pernyataan

Koefisien r Hitung

Koefisien

r Tabel Kesimpulan Pernyataan 35 0,228 0,227 Valid Pernyataan 36 0,384 0,227 Valid Pernyataan 37 0,313 0,227 Valid Pernyataan 38 0,251 0,227 Valid Pernyataan 39 0,326 0,227 Valid Pernyataan 40 0,254 0,227 Valid

Berdasarkan pada tabel 12 dan 13 diatas menyatakan bahwa pada uji validitas ini, seluruh pernyataan pada variabel X dan Y memiliki r hitung > r tabel, sehingga seluruh pernyataan dapat dikatakan valid.

2. Uji Reliabilitas Variabel X dan Y

Uji Reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan teknik rumus Cronbach’s Alpha dan dibantu dengan fasilitas SPSS versi 22 for Windows. Hasil koefisisen reliabilitas Cronbach’s Alpha pada penilitain ini dijelaskan pada tabel berikut:

Tabel 14. Koefisien Reliabilitas

Reliability Statistics Variabel penggunaan Media Sosial

Tik Tok (X)

Cronbach's Alpha N of Items

.704 26

Berdasarkan uji reliablitas diatas variabel X (Penggunaan Media Sosial Tik Tok) diperoleh koefisien sebesar 0,704 dari 26 pernyataan dan variabel Y (Pengungkapan Diri/Self Disclosure) sebesar 0,744 dari 40 pernyataan. Alat ukur dikatakan reliabel apabila Cronbach's Alpha yang dihasilkan > 0,60. Dengan begitu, dapat dikatakan bahwa instrumen penelitian ini reliabel karena berada pada angka 0,61 - 0,80.

3. Uji Asumsi Klasik

Sebelum melakukan pengujian regresi linier berganda ada beberapa uji asumsi klasik yang harus dipenuhi agar kesimpulan dari regresi linier berganda tidak menjadi bias, diantaranya adalah uji normalitas, uji heteroskedasitas, dan uji multikolinieritas. Berikut adalah hasil uji asumsi klasik ada penelitian ini dengan menggunakan fasilitas SPSS versi 22 for Windows.

Reliability Statistics

Pengungkapan Diri/ Self Disclosure (Y)

Cronbach's Alpha N of Items

.744 40

a. Uji Normalitas

Tabel 15. Hasil Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 75

Normal Parametersa,b

Mean .0000000

Std. Deviation 5.52444421

Most Extreme Differences

Absolute .074

Positive .074

Negative -.045

Test Statistic .074

Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

d. This is a lower bound of the true significance.

Berdasarkan tabel 11 hasil pengujian statictic terlihat bahwa nilai uji Kolmogorov-Sirnov adalah 0,074 dan Asymp. Sig. .200c..Maka hasil penelitian ini menunjukan bahwa signifikan. 200c ≥0,05 yang artinya data residual dari data yang digunakan berdistribusi normal dan model regresi layak digunakan utnuk memprediksi semua variabel independent.

Gambar 15. Garfik Hasil Uji P-Plot

Model regresi dikatakan memenuhi asumsi klasik apabila data tersebut menyebar disekitar garis diagonal atau grafik histogramnya. Pada grafik histogram diatas terlihat bahwa grafik histogram diatas tidak berbelok ke kanan ataupun ke kiri dan titik-titik pada grafik tersebit juga menyebar disekitar garis diagonal serta penyebarannya pun mengikuti arah garis diagonal.

Hasil ini mengartikan bahwa model regresi tersebut memenuhi asusmi normalitas dan berdistribusi normal.

b. Uji Heteroskedastisitas

Tabel 16. Hasil Uji Heteroskedastisitas Uji Glejser

a. Dependent Variable: Abs_Res

Dari hasil uji glejser di atas menunjukna bahwa nilai signifikan antara variabel independen Informasi dengan absolut residual yaitu 0,418, varibel Identitas Pribadi dengan absolut residual 0,897, variabel Integrasi dan Interaksi Sosial dengan absolut residual 0,574 dan variabel Hiburan dengan absolut residual 0,086. Dari keempat veriabel independen tersebut memiliki siginifikan > 0,05 sehingga dapat dikatakan tidak terjadi masalah heteroskedastisitas.

Gambar 16. Garfik Hasil Uji Scatterplot Model penelitian yang baik adalah penelitain yang tidak terjadi heteroskedastisitas. Pada gambar 11 menujukan bahwa titik-titik menyebar secara acak serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka nol pada sumbu y dan tidak membentuk pola tertentu.

Hasil ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada penelitian ini.

c. Uji Multikolinearitas

Tabel 17. Hasil Uji Multikolinearitas

Coefficientsa

Model

Collinearity Statistics

Tolerance VIF

1 (Constant)

Informasi .693 1.443

Identitas Pribadi .713 1.402

Integrasi dan Interaksi Sosial .643 1.556

Hiburan .774 1.292

a. Dependent Variable: Pengungkapan Diri (Self Disclosure)

Berdasarkan tabel 17 dapat dilihat bahwa data dalam penelitian ini tidak terdapat multikolonieritas.

Hal tersebut dapat dilihat dari nilai tolerance setiap variabel berada diatas 0.100 yaitu variabel informasi berada di angka 0,693, variabel identitas Pribadi berada di angka 0,713, variabel Integrasi dan Interaksi Sosial berada di angka 0,643 dan variabel Hiburan berada di angka 0,774. Selain itu nilai VIF pada keempat variabel tersebut juga berada dibawah 10, diantaranya varaibel Informasi sebesar 1,443, variabel Identitas Pribadi sebesar 1,402, varibel Integrasi dan Interaksi Sosial sebesar 1,556 dan variabel Hiburan sebesar 1,292. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini terbebas dari gejala multikolinearitas.

Dengan artian bahwa setiap variabel independen pada penelitian ini tidak memiliki pengaruh yang kuat.

4. Analisis Regresi Linier Berganda

Dalam penelitian ini menggunakan regersi linier berganda untuk membuktikan sejauh mana pengaruh Penggunaan Media Sosial Tik Tok terhadap Pengungkapan Diri (Self Disclosure) Siswi SMKN 10 Kota Bekasi.

Dalam perhitungannya menggunakan fasilitas SPSS versi 22 for Windows dan didapatkan hasil sebagai berikut:

Tabel 18. Hasil Uji Regresi Linier Berganda

Coefficientsa

a. Dependent Variable: Pengungkapan Diri (Self Disclosure)

Dari tabel 18 hasil perhitungan pengolahan data diperoleh persamaan regresi berganda sebagai berikut:

Y = 31,092+2,131 𝐗𝟏- 0,141 𝐗𝟐+1,187 𝐗𝟑+ 1,071 𝐗𝟒 Koefisien-koefisien persamaan regresi linier berganda diatas dapat diartikan sebagai berikut:

a. α = 31,092 mempunyai arti jika variabel X yang terdiri dari Informasi, Identitas Pribadi, Integrasi dan Interaksi Sosial dan Hiburan = 0 (nol), maka nilai variabel Y Pengungkapan Diri (Self Disclosure) akan menunjukan tingkat atau sebesar 31,092 dalam artian jika tidak ada Informasi, Identitas Pribadi, Integrasi dan Interaksi Sosial dan Hiburan maka nilai Pengungkapan Diri (Self Disclosure) sebesar 31,092 point.

b. Variabel X1 Informasi memiliki koefisien regersi sebesar 2,131 yang berarti koefisien variabel Informasi memiliki arah regresi positif, dimana setiap kenaikan 1 (satu) point pada nilai X1 Informasi maka nilai Y (Pengungkapan Diri/Self Disclosure) akan meningkat sebesar 2,131 point.

c. Variabel X2 Identitas Pribadi memiliki koefisien regersi sebesar (-0,141) yang berarti koefisien variabel Informasi memiliki arah regresi negatif, dimana setiap kenaikan 1 (satu) point pada nilai X2 Identitas Pribadi maka nilai Y (Pengungkapan Diri/Self Disclosure) akan meningkat sebesar (-1,141) point.

d. Variabel X3 Integrasi dan Interaksi Sosial memiliki koefisien regersi sebesar 1,187 yang berarti koefisien variabel Integrasi dan Interaksi Sosial memiliki arah regresi positif, dimana setiap kenaikan 1 (satu) point pada nilai X3 Integrasi dan Interaksi Sosial maka nilai

Y (Pengungkapan Diri/Self Disclosure) akan meningkat sebesar 1,187 point.

e. Variabel X4 Hiburan memiliki koefisien regersi sebesar 1,071 yang berarti koefisien variabel Hiburan memiliki arah regresi positif, dimana setiap kenaikan 1 (satu) point pada nilai X4 Integrasi dan Interaksi Sosial maka nilai Y (Pengungkapan Diri/Self Disclosure) akan meningkat sebesar 1,071 point.

5. Uji F-Test (Simultan)

Dalam penelitian ini pengujian secara simultan menggunakan uji F atau ANOVA (Analysisi Of Variance).

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh secara bersama-sama antara variabel independen yang terdiri dari Informasi, Identitas Pribadi, Integrasi dan Interaksi Sosial dan Hiburan. Hasil pengujian F sebagai berikut:

Tabel 19. Hasil Uji F-Test

ANOVAa

Model

Sum of Squares df

Mean

Square F Sig.

1 Regression 7141.905 4 1785.476 55.341 .000b Residual 2258.442 70 32.263

Total 9400.347 74

a. Dependent Variable: Pengungkapan Diri (Self Disclosure) b. Predictors: (Constant), Hiburan, Integrasi dan Interaksi Sosial, Identitas Pribadi, Informasi

Berdasarkan hasil uji F diatas menunjukan hasil signifikansi sebesar 0,000. Artinya nilai signifikansi uji F yang didapatkan lebih kecil dari 0,05 atau 5%. Maka dapat disimpulkan H0 ditolak dan menerima H1, artinya terdapat pengaruh secara simultan oleh variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y).

6. Uji T-Tes (Parsial)

Tabel 20. Hasil Uji T-Tes

Coefficientsa

Model T Sig.

1 (Constant) 4.171 .000

Informasi 7.947 .000

Identitas Pribadi -.387 .700 Integrasi dan

Interaksi Sosial 4.879 .000

Hiburan 2.774 .007

a. Dependent Variable: Pengungkapan Diri (Self Disclosure)

Berdasarkan hasil uji T-Tes pada tabel 20 dapat dijelaskan bahwa nilai dari masing-masing variabel adalah sebagai berikut:

a. Dari hasil perhitungan uji T-Tes diatas dapat diketahui nilai signifikansi dari variabel Informasi (X1) sebesar 0,00 atau 0% dengan alpha 0,05 atau 5% yang berarti nilai signifikan lebih kecil dari alpha. Maka dapat disimpulkan bahwa 𝐻0 ditolak dan H1 diterima yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara

variabel Informasi (X1) terhadap variabel Pengungkapan Diri/Self Disclosure (Y).

b. Dari hasil perhitungan uji T-Tes diatas dapat diketahui nilai signifikansi dari variabel Identitas Pribadi (X2) sebesar 0,70 atau 7% dengan alpha 0,05 atau 5% yang berarti nilai signifikan lebih besar dari alpha. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak yang artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel Identitas Pribadi (X2) terhadap variabel Pengungkapan Diri/Self Disclosure (Y).

c. Dari hasil perhitungan uji T-Tes diatas dapat diketahui nilai signifikansi dari variabel Integrasi dan Interaksi Sosial sebesar (X3) 0,00 atau 0% dengan alpha 0,05 atau 5% yang berarti nilai signifikan lebih kecil dari alpha. Maka dapat disimpulkan bahwa 𝐻0 ditolak dan H1 diterima yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel Integrasi dan Interaksi Sosial (X3) terhadap variabel Pengungkapan Diri/Self Disclosure (Y).

d. Dari hasil perhitungan uji T-Tes diatas dapat diketahui nilai signifikansi dari variabel Hiburan (X4) sebesar 0,007 atau 0,7% dengan alpha 0,05 atau 5% yang berarti nilai signifikan lebih kecil dari alpha. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel Hiburan (X4) terhadap variabel Pengungkapan Diri/Self Disclosure (Y).

7. Uji Koefisien Korelasi

Tabel 21. Hasil Uji Koefisien Korelasi

Correlations

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Berdasarakan hasil uji koefisien korelasi pada tabel 21 diatas, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

a. Nilai korelasi variabel Informasi (X1) dan variabel pengungkapan diri/Self Disclosure (Y) adalah

sebesar 0,796. Selanjutnya berdasarakan uji signifikan hasilnya adalah 0,000 yang berarti bahwa terdapat hubungan dengan tingkat kuat antara variabel Informasi (X1) dan variabel Pengungkapan Diri/Self Disclosure (Y).

b. Nilai korelasi variabel Identitas Pribadi (X2) dan variabel Pengungkapan Diri/Self Disclosure (Y) adalah sebesar 0,350. Selanjutnya berdasarakan uji signifikan hasilnya adalah 0,002 yang berarti bahwa terdapat hubungan dengan tingkat rendah antara variabel Identitas Pribadi (X2) dan variabel Pengungkapan Diri/Self Disclosure (Y).

c. Nilai korelasi variabel Integrasi dan Interaksi Sosial (X3) dan variabel Pengungkapan Diri/Self Disclosure (Y) adalah sebesar 0,671. Selanjutnya berdasarakan uji signifikan hasilnya adalah 0,000 yang berarti bahwa terdapat hubungan dengan tingkat kuat antara variabel Integrasi dan Interaksi Sosial (X3) dan variabel Pengungkapan Diri/Self Disclosure (Y).

d. Nilai korelasi variabel Hiburan (X4) dan variabel Pengungkapan Diri/Self Disclosure (Y) adalah sebesar 0,459. Selanjutnya berdasarakan uji signifikan hasilnya adalah 0,000 yang berarti bahwa terdapat hubungan dengan tingkat sedang antara variabel Hiburan (X4) dan variabel Pengungkapan Diri/Self Disclosure (Y).

8. Uji Koefisisen Determinasi

Tabel 22. Hasil Uji Koefisien Determinasi

Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

Durbin-Watson

1 .872a .760 .746 5.68009 1.664

a. Predictors: (Constant), Hiburan, Integrasi dan Interaksi Sosial, Identitas Pribadi, Informasi

b. Dependent Variable: Pengungkapan Diri (Self Disclosure)

Berdasarkan tabel 22 hasil uji koefisien determinasi menunjukan nilai R square atau R2 sebesar 0,760. Ini artinya variabel Penggunaan Media Sosial Tik Tok yang terdiri dari variabel Informasi (X1), variabel Identitas Pribadi (X2), variabel Integrasi dan Interaksi Sosial (X3), dan variabel Hiburan (X4) berpengaruh terhadap Pengungkapan Diri (Self Disclosure) sebesar 0,760 atau 76%, sedangkan sisanya 24% dipengaruhi atau dapat dijelaskan oleh variabel lain diluar dari variabel dalam penelitian ini. Apabila nilai R square atau R2 mendekati angka 1, maka hal ini menunjukan adanya hubungan yang sangat tinggi.

114 A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Dari pengolahan data dapat diketahuai bahwa adanya pengaruh penggunaan Media Sosial Tik Tok terhadap Pengungkapan Diri (Self Disclosure) Siswi SMKN 10 Kota Bekasi. Hasil ini peroleh melalui uji F-Tes Simultan yang menunjukan bahwa Penggunaan Media Sosial Tik Tok (X) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Pengungkapan Diri/Self Disclosure (Y) dengan nilai signifikan 0,000. Kemudian berdasarkan hasil uji T-Tes parsial yang didapatkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel Infromasi (X1) dengan signifikan 0,000, variabel Integrasi dan Interaksi Sosial (X3) dengan signifikan 0,000, dan variabel Hiburan (X4) dengan signifikan 0,007 terhadap Pengungkapan Diri (Self Disclosure). Sedangkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel Identitas Pribadi (X2) terhadap pengungkapan diri (Self Disclosure) dengan nilai signifikan 0,700.

2. Berdasarkan hasil uji koefisien korelasi antara variabel Penggunaan Media Sosial Tik Tok (X) dengan variabel Pengungkapan Diri (Self Disclosure) memiliki hubungan

yang sangat kuat dengan nilai korelasi 0,872. Selain itu besar pengaruh Penggunaan Media Sosial Tik Tok (X) terhadap pengungkapan diri (Self Disclosure) adalah sebesar 76% sedangkan sisanya 24% dipengaruhi oleh variabel lain di luar dari variabel dalam penelitian ini.

B. Saran

Setelah peneliti mendapatkan kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti ingin memberikan sara kepada peneliti selanjutnya juga siswa/i yang aktif menggunakan media sosial Tik Tok, yaitu:

1. Saran Teoritis

a. Dengan adanya penelitian ini peneliti ingin memberikan referensi lebih lanjut untuk penelitian kuantitatif maupun mengenai pengaruh penggunaan media sosial terhadap pengungkapan diri (Self Disclosure).

b. Kepada peneliti selanjutnya diharapkan untuk meneliti factor-faktor lain diluar variabel yang telah diteliti dalam penelitian ini, agar memperoleh hasil yang lebih bervariatif dan betmanfaat kususnya dalam lingkup new media.

2. Saran Praktis

a. Peneliti berhadap para siswa/i yang aktif dalam bermedia sosial Tik Tok supaya dapat lebih bijak lagi dalam berbagi informasi di media sosial Tik Tok khusunya yang terkait infromasi pribadi yang biasanya

disembunyikan, karena terbukti dalam penelitian ini bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan media sosial Tik Tok dengan pengungkapan diri (Self Disclosure) pada siswa. Tetap menjaga ranah privasi di media sosial Tik Tok, karena jika terlalu terbuka juga bisa menimbulkan dampak negatif bagi penggunanya

b. Alangka baiknya untuk pengguna media sosial Tik Tok lebih banyak memberikan informasi yang positif agar dapat diserap dengan baik pula oleh pengguna media sosial Tik Tok lainnya, sekaligus dapat menjadi sarana berdakwah yang cukup efektif.

DAFTAR PUSTAKA Buku

Amin, Samsul Munir. 2009. Ilmu Dakwah. Jakarta: Amzah.

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik Edisi Revisi VI. Jakarta: Rineka Cipta.

Bungin, Burhan. 2017. Penelitian Kualitataif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Departemen Agama RI. 2015. Al-Qur’an dan Terjemahnya: Juz 1-30. Depok: Penerbit SABIQ.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Nasional. 1996. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Devito, Joseph A. 2011. Komunikasi Antar Manusia. Tangerang Selatan: Karisma Publishing Group Fajar.

Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

____________. 2013. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 21 Update PLS Regresi. Semarang:

Badan Penerbit Univerisitas Diponegoro.

Iskandar. 2008. Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kuantitatif dan Kualitataif). Jakarta: GP Press.

Juddi, Moh. Faidol, dkk. 2019. Communication and Information Beyond Boundaries: Seminar Macom III Book Chapter.

Jakarta: Aksel Media Akselerasi.

Juliandi A, Irfan dan Manurung S. (2014). Metodologi Penelitian Bisnis: Konsep dan Aplikasi. Medan: UMSU Press.

Kriyanto, Rachmat. 2010. Teknik Praktis Riset Komuikasi. Jakarta:

Kencana Prenada Media.

Liliweri, Alo. 2015. Komunikai Antar-Personal. Jakarta: Kencana.

Marhaeni. 2009. Ilmu Komunikasi: Teori & Praktik. Yogyakarta:

Graha Ilmu.

McQuail, Dennis. 2002. Teori Komunikasi Massa, Jakarta:

Erlangga.

Misbahudin dan Iqbal Hasan. 2013. Analisis Data Penelitian Dengan Statistik. Jakarta: Bumi Akarsa.

Nasrullah, Rulli. 2015. Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Notoatmodjo, Soekidjo, 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan.

Jakarta: Rineka Cipta.

Nurhadi, Zikir Fachrul. 2017. Teori Komunikasi Kontemporer.

Depok: Kencana.

Nurhalimah, Sitti, dkk, 2019. Media Sosial dan Masyarakat Pesisir: Refleksi Pemikiran Mahasiswa Bidikmisi.

Yogyakarta: Deepublish Publisher.

Nurudin. 2007. Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Palangan, Gilang Pandu, dkk. 2018. Analisi Data Statistik Menggunakan SPSS. Jakarta: UM Press.

Prasetyo, Bambang dan Lina Miftahul Jannah. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Priyatno, Duwi. 2013. Analisis korelasi, Regresi, dan Multivariate dengan SPSS. . Yogyakarta: Gava Media

Puntoadi, Danis. 2011. Menciptakan Penjualan Melalui Social Media. Jakarta: PT Elex Komputindo.

Rakhmat, Jalaluddin. 2007. Psikologi Komunikasi. Bandung:

Remaja Rosdakarya.

Sanwar, Aminudin. 2009. Ilmu Dakwah Suatu Pengantar Studi.

Semarang: Gunungjati.

Singarimbun, Masri dan Sofian Effendy. 2006. Metode Penelitian

Singarimbun, Masri dan Sofian Effendy. 2006. Metode Penelitian

Dokumen terkait