• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

B. Analisis Data dan Pembahasan

2. Uji Reliabilitas Variabel X dan Y

Reliabilitas bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten, apabila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat penguku yang sama pula.

Kriteria suatu instrumen penelitian dikatakan reliabel dengan menggunakan teknik Alpha Cronbach, yang di mana bila koefisien (ri) > 0,6. Adapun rumusnya sebagai berikut:52

๐‘Ÿ๐‘– = ๐‘˜

(๐‘˜ โˆ’ 1) {1 โˆ’ โˆ‘ ๐‘ ๐‘–2 ๐‘ ๐‘–2 } ๐‘Ÿ๐‘– = Reliabilitas instrumen

๐‘˜ = Banyaknya butir pernyataan atau banyaknya soal

โˆ‘ ๐‘ ๐‘–2 = Jumlah varians butir ๐‘ ๐‘–2 = Varians total

I. Teknik Pengumpulan Data

Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, sebagai berikut:

1. Kuesioner

Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk

52 Sofyan Siregar, Statistik Parametik untuk Penelitian Kunatitaif, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2013), h. 90.

dijawab.53 Kuesioner tersebut akan disebar kepada siswi anggota ekstrakulikuler Keputrian Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 10 Kota Bekasi yang menggunakan media sosial Tik Tok.

2. Dokumentasi

Dokumentasi adalah kumpulan catatan peristiwa-peristiwa yang telah lalu, biasanya berupa tulisan, seperti surat, jurnal, buku, majalah, buku harian, atau dapat berupa gambar, karya monumental dan dokumen-dokumen lainnya.54

J. Teknik Pengolahan Data

Metode pengolahan data menggunakan tabulasi dan SPSS. Langkah-langkah pengolahan data secara manual menurut Notoatmodjo, adalah sebagai berikut:55

1. Editing (Penyuntungan Data)

Hasil wawancara atau angket yang diperoleh atau dikumpulkan melalui kuesioner perlu disunting atau diedit terlebih dahulu. Jika ternyata masih ada data atau infromasi yang tidak lengkap dan tidak mungkin dilakukan wawancara ulang, maka kuesioner tersebut dikeluarkan.

53 Iskandar, Metodologi Pnenelitian Pendidikan dan Sosial (Kuantitatif dan Kualitataif), (Jakarta: GP Press, 2008), h. 77.

54 Burhan Bungin, Penelitian Kualitataif, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2017), h. 125-126.

55 Soekidjo Notoatmodjo, Metodologi Penelitian Kesehatan, (Jakarta:

Rineka Cipta, 2010), h. 45.

2. Coding (Memasukkan Data)

Setelah semua kuesioner diedit atau disunting, selanjutnya dilakukan pengkodean dan coding, mengubah data berbentuk kalimat atau huruf menjadi data angka atau bilangan.

3. Processing (Memasukkan data)

Jawaban-jwaban dari masing-masing responden yang dalam bentuk kode (angka atau huruf) dimasukkan ke dalam program atau software komputer.

4. Cleaning (Pembersihan Data)

Apabila semua data dari setiap sumber data atau responden selesai dimasukkan, perlu dicek kembali untuk melihat kemungkinan- kemungkinan adanya kesalahan-kesalahan kode, ketidak-lengkapan dan sebagainya, kemudian dilakukan pembetulan atau koreksi.

K. Teknik Analisa Data

Penelitian ini menggunakan teknik anlisis data dengan jenis statistik parametik. Statistik prametik adalah statistik yang mempertimbangkan jenis sebaran/distribusi data yang berdistribusi normal dan memiliki varian homogen. Pada umunya, data yang digunakan pada statistik prametrik bersifat interval dan rasio.56

56 Sofyan Siregar, Statistik Parametik untuk Penelitian Kunatitaif, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2013), h. 2-3.

1. Uji Asumsi Klasik

Pengujian jenis ini digunakan untuk menguji asumsi, apakah model regresi yang digunakan dalam penelitian ini layak atau tidak. Uji asumsi klasik digunakan untuk memastikan bahwa multikolineritas, heteroskedasitas tidak terdapat dalam model yang digunakan dan data yang dihasilkan normal. Uji asusmsi klasik terdiri dari:

a. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemuakam adanya korelasi antar variabel bebas. Pada model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antara variabel bebas.

Jika dalam variabel bebas saling berkolerasi, maka variabel ini tidak arthogonal. Variabel arthogonal yaitu variabel bebas yang nilai korelasi antar sesama variabel bebas sama dengan nol.57

Dari penjelasan ini maka dapat disimpulkan uji multikolinearitas untuk mengetahui apakah ada korelasi antar variabel bebas, jika terdapat masalah multikolineritas maka model regersi ini tidak baik.

Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi yang tinggi diantara variable bebas, dengan ketentuan : 1) Jika VIF < 10, maka tidak terjadi multikolinearitas.

57 Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS, (Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2011), h. 105.

2) Jika VIF > 10, maka terjadi multikolinearitas.

3) Jika tolerance > 0,1 maka tidak terjadi multikolinearitas.

4) Jika tolerance < 0,1 maka terjadi multikolinearitas b. Uji Heteroskedastisitas

Menurut Priyanto โ€œheteroskedastisitas adalah keadaan dimana terjadinya ketidaksamaan varian dari residual pada model regresi.โ€58

Dapat disimpulkan uji heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual suatu pengamatan ke pengamatan lain, jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain berbeda maka disebut heteroskedastisitas. Bentuk pengujian yang digunakan untuk metode informasi atau metode grafik scatterplot.

Menurut Juliandi dan Irfan Dasar analisis untuk menentukan ada atau tidaknya heterokedastitas adalah sebagai berikut:59

1) Ada pola tertentu, seperti titik โ€“titik yang membentuk pola yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyamping) maka mengindikasikan telah terjadi heterokedastisitas.

58 Duwi Priyanto, Analisis Korelasi, Regresi, dan Multivariate dengan SPSS, (Yogyakarta: Gava Media, 2013), h. 60.

59 A. Juliandi, Irfan dan S. Manurung, Metodologi Penelitian Bisnis;

Konsep dan Aplikasi, (Medan UMSU Press, 2014), h. 162.

2) Jika ada pola yang jelas, serta titik โ€“ titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heterokedastisitas.

c. Uji Normalitas

Menurut Misbahuddin dan Hasan menjelaskan

โ€œuji normalitas adalah uji prasyarat tentang kelayakan data untuk dianalisis dengan menggunakan statistic parametrik atau statistic nonparametric.โ€60

Melalui uji ini data hasil penelitian dapat diketahui apakah data tersebut berdistribusi normal atau tidak normal. Jika asumsi ini tidak terpenuhi maka hasil uji statistic menjadi tidak valid khususnya untuk ukuran sampel kecil. Dalam metode penelitian ini metode yang dikembangkan yaitu analisis statistic oleh Jarque-Bera (JB). Jika value lebih kecil dari ฮฑ (tingkat signifikansi 5%), Maka data tidak berdistribusi normal.

โ€œMenurut Juliandi dan Irfan dasar pengambilan keputusan sebagai berikut:61

1) Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukan pola distribusi normal maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

2) Jika data menyebar jauh dari diagonal dan /atau tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik

60 Misbahudin dan Iqbal Hasan, Analisis Data Penelitian dengan Statistika, (Jakarta: Bumi aksara, 2013), h. 278.

61 A. Juliandi, Irfan dan S. Manurung, Metodologi Penelitian Bisnis;

Konsep dan Aplikasi, (Medan UMSU Press, 2014), h. 160.

histogram tidak menunjukan pola distribusi normal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.

3) Jika grafik membentuk semacam lonceng dan tidak condong ke kiri atau ke kanan maka data berdistribusi normal.

4) Jika grafik terlihat terlalu condong ke kiri atau ke kanan dan jauh dari bentuk lonceng, maka data tidak berdistribusi normal.

5) Jika angka signifikan > 0,05 maka data mempunyai distribusi yang normal.

6) Jika angka signifikan < 0,05 maka data tidak mempunyai distribusi yang normal.โ€

2. Uji Regresi Linier Berganda

Regresi linier berganda merupakan kelajutan dari regresi linier sederhana, Regresi linier berganda hadir ntuk menutupi kelemahan regresi linier sederhana ketika terdapat lebih dari satu variabel independen (X) dan satu variabel dependen (Y).62

Regresi linier berganda digunakan oleh peneliti jika peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan variabel independen, bila dua variabel Secara umum rumus persamaan regresi linier berganda adalah:

62 Robert Kurniawan Budi Yuniarto, Analisis Regresi: Dasar dan Penerapan dengan R, (Jakarta: Kencana, 2016), h. 91.

๐‘Œ = ๐›ฝ0+ ๐›ฝ1๐‘‹1+ ๐›ฝ2๐‘‹2+ ๐›ฝ3๐‘‹3+ ๐›ฝ4๐‘‹4 Keterangan:

Y = Penggunaan Media Sosial Tik Tok

๐‘‹2 = Identitas pribadi

๐›ฝ0 = Konstanta ๐‘‹3 = Integrasi dan Interaksi Sosial ๐›ฝ1 = Koefisien regresi

masing-masing variabel

๐‘‹4 = Diversi/ hiburan

๐‘‹1 = Informasi

3. Uji F (Uji Secara Simultan/Bersama-sama)

Uji statistic F yaitu untuk mengetahui pengaruh variabel independent secara serentak terhadap variabel dependen, apakah pengaruhnya signifikan atau tidak.63

Dapat disimpulkan uji statistic F digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independent secara bersama-sama terhadap varaibel dependen.

Untuk melakukan uji F adalah dengan membandingkan hasil besarnya peluang melakukan kesalahan (tingkat signifikan) yang muncul, dengan tingkat peluang munculnya kejadian yang ditentukan sebesar 5% atau 0,05 pada output, untuk mengambil keputusan menolak atau menerima hipotesis nol (H0).

Tingkat signifikan yang digunakan adalah 5% dengan:

63 Duwi Priyatno, Analisis korelasi, Regresi, dan Multivariate dengan SPSS, (Yogyakarta: Gava Media, 2013), h. 48

df1= k-1 dan df2= n-k-1 Keterangan:

n = Jumlah pengamatan

k = Jumlah variabel independent

Kriteria pengambilan keputusan adalah:

a. Tidak Berpengaruh Signifikan

Jika signifikan > ฮฑ (0.05), maka H0 diterima dan hipotesis yang diajukan (Ha) ditolak, artinya secara parsial dari variabel independent (X1, X2, X3 dan X4) tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependent (Y).

b. Berpengaruh Signifikan

Jika signifikan < ฮฑ (0.05), maka Ho ditolak dan hipotesis yang diajukan (Ha) diterima, artinya secara persial dari variabel independent (X1, X2, X3, dan X4) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependent (Y).

4. Uji t (Uji Secara Persial/Individu)

Uji persial atau uji statistic t pada dasarnya untuk mengetahui seberapa besar variabel independen secara individual dalam menerangkan variabel dependen. 64

Dapat disimpulkan bahwa uji statistic t digunakan untuk menetahui pengaruh variabel independen secara

64 Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 21 Update PLS Regresi, (Semarang: Badan Penerbit Univeristas Diponegoro, 2013), h. 97.

individual atau parsial terhadap variabel dependen apakah pengaruhnya signifikan atau tidak.

Uji t digunakan untuk menguji variabel independen secara individu berpengaruh dominan dengan taraf signifikan 5%. Tingkat signifikan yang digunakan adalah 5% dengan:

df = (n-k-1) Keterangan:

n = Jumlah pengamatan k = Jumlah variabel

Kriteria pengambilan keputusan adalah:

H0 diterima jika t hitung < t tabel

H1 ditolak jika t hitung > t tabel

Ditinjau dari tingkat signifikan yaitu:

a. Tidak Berpengaruh Signifikan

Jika signifikan > ฮฑ (0.05), maka (Ho) diterima dan hipotesis yang diajukan (H1) ditolak, artinya secara parsial dari variabel independent (X1 dan X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependent (Y).

b. Berpengaruh Signifikan

Jika signifikan < ฮฑ (0.05), maka (H0) ditolak dan hipotesis yang diajukan (H1) diterima, artinya secara persial dari variabel independent (X1 dan X2) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependent (Y).

5. Uji Koefisien Korelasi

Menurut Rachmat Kriyantono โ€œAnalisis hubungan adalah analisis yang digunakan uji statistic inferensial dengan tujuan untuk melihat derajat hubungan diantara dua atau lebih veriabel. Kekuatan yang menunjukkan derajat hubungan ini disebut koefisien asosiasi (korelasi).โ€65

Tabel 9. Pedoman Untuk Memberikan Insterpretasi Koefisien Korelasi66

Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,00 โ€“ 0,199 Sangat Rendah

0,21 โ€“ 0,399 Rendah

0,40 โ€“ 0, 599 Sedang

0,60 โ€“ 0,799 Kuat

0,80 โ€“ 1,000 Sangat Kuat

Selain itu ada beberapa ketentuan lain yang berlaku mengenai sifat da nilai yang berlaku mengenai sifat dan nilai hubungan (korelasi) yaitu:67

a. Nilai hubungan (korelasi) anatar variabel X dan Y berkisar antara -1 sampai dengan +1

b. Hubungan sifat positif terjadi bila โ€œsemakin besar nilai variabel X maka semakin besar pula nilai variabel Y atau sebaliknya.โ€™

65 Rachmat Kriyantono, Teknik Praktis Riset Komunikasi, (Jakarta:

Kencana Prenada Media, 2010), h. 172.

66 Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis, (Bandung: Alfabeta, 2009), h.

257.

67 Rachmat Kriyantono, Teknik Praktis Riset Komunikasi, (Jakarta:

Kencana Prenada Media, 2010), h. 173.

c. Hubungan bersifat negatif terjadi bila โ€œsemakin kecil nilai variabel X maka semaking kecil nilai variabel Y atau sebaliknya.โ€

d. Bila nilai koefisien hubungan sama dengan 0, berarti tidak ada hubungan antar variabel.

e. Bila nilai koefisien hubungan sama dengan 1 atau sama dengan -1, berarti terjadi hubungan sempurna.

Yang pertama disebut mempunyai hubungan (korelasi) yang sempurna postif dan yang kedua adalah hubungan sempurna negatif.

Dasar Pengambilan Keputusan:68

Ada dua cara pengambilan keputusan dalam analisis korelasi yakni dengan melihat nilai signifikan dan tanda bintang yang diberikan pada output program SPSS.

a. Berdasarkan nilai signifikan: Jika nilai signifikan <

0,05 maka terdapat korelasi, sebaliknya jika nilai signifikan > 0.05 maka tidak terdapat korelasi b. Berdasarkan tanda bintang (*) yang diberikan SPSS:

Jika terdapat tanda bintang pada pearson correlation maka antara variabel yang dianalisis terjadi korelasi, sebaliknya jika tidak terdapat tanda bintang pada pearson correlation maka antara variabel yang dianalisis tidak terjadi korelasi.

Pada penelitian ini, penelitian menggunakan teknik statistic Pearsonโ€™s Corellation Product Moment. Rumus

68 Gilang Pandu Palangan, dkk., Analisis Data Statistik Menggunakan SPSS, (Jakarta: UM Press, 2018), h. 43.

ini digunakan untuk mengetahui koefisien korelasi dan membuktikan hipotesis hubungan antara variabel lainnya. Berikut ini adalah rumus Pearsonโ€™s Corellation Product Moment:69

๐‘Ÿ =

๐‘ โˆ‘ ๐‘‹๐‘Œโˆ’โˆ‘ ๐‘Œ

โˆš[๐‘.โˆ‘ ๐‘‹2โˆ’(โˆ‘ ๐‘‹)2].[๐‘.๐‘Œ2โˆ’(โˆ‘ ๐‘ฆ)2]

Keterangan :

r = Koefisien korelasi Pearsonโ€™s Correlation Product Moment

N = Jumlah individu dalam sampel

X = Skor yang diperoleh subjek dalam setiap item Y = Skor total yang diperoleh subjek dalam setiap

item

โˆ‘ X = Jumlah skor dalam variabel X

โˆ‘ Y = Jumlah skor dalam variabel Y

โˆ‘ X2 = Jumlah kuadrat masing- masing skor Y

โˆ‘ XY = Jumlah skor perkalian variabel X dan Y 6. Kofisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi merupakan alat ukur untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen, koefisisen determinasi bertujuan untuk mengukur seberapa jauh

69 Rachmat Kriyantono, Teknik Praktis Riset Komunikasi, (Jakarta:

Kencana Prenada Media, 2010), h. 175-176.

kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen.70

Berdasarkan pendapat tersebut koefisien determinasi adalah menentukan masalah berapa besar kontribusi variabel independen dan dependen.

Nilai koefisien determinasi adalah antara nol sampai satu. Apabila nilai R2 semakin mendekati angka satu, maka semakin baik kemampuan model dalam menerangkan variabel dependen. Sebaliknya, jika mendekati nol maka dapat dikatakan bahwa variabel independen lemah menjelaskan variabel dependen.

70 Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 21 Update PLS Regresi, (Semarang: Badan Penerbit Univeristas Diponegoro, 2013), h. 97.

87 A. Temuan Penelitian

1. Profil Sekolah SMKN 10 Kota Bekasi

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 10 Kota Bekasi berlokasi di Jl. Servas RT 07/04 Kelurahan Jatimurni Kecamatan Pondok Melati, Bekasi 17414.

SMKN 10 Kota Bekasi adalah sekolah menengah yang didirikan oleh Pemerintah Kota Bekasi dengan bernaung dibawah Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Kehadiran SMKN 10 Kota Bekasi ini sangat dipengaruhi oleh keinginan masyarakat terhadap sekolah kejuruan di bidang teknologi dan industri di Bekasi dan juga merupakan upaya dari pemerintah Kota Bekasi dalam memberikan layanan pendidikan yang semakin baik dan terjangkau secara geografis.

Berdasarkan Surat Keputusan Pendirian Sekolah No.

421/kep.1189-DIK2 Sekolah SMKN 10 Kota Bekasi resmi berdiri pada tanggal 2 Februari 2011 dan mulai beroperasi pada tanggal 19 Juni 2014. Memiliki perserta didik sebanyak 476 siswa/i yang terdiri dari 307 siswa dan 169 siswi, serta memiliki 33 Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) yang terdiri dari 17 Guru dan 16 Tenaga Kependidikan (Tendik). SMKN 10 Kota Bekasi menggunakan kurikulum 2013 edisi revisi dengan 4 kompetensi keahlian yang terdiri dari Teknik Kendaraan

Ringan Otomotif, Teknik Ototronik, Teknik Mekatronik dan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran.

Visi dari sekolah SMKN 10 Kota Bekasi yaitu

โ€œMenghasilkan sumber daya manusia yang berakhlah mulia dan kompeten di bidangnya sehingga dapat diterima Dunia Usaha/Dunia Industri bertaraf nasional dan internasional.โ€

Dengan Misi:

a. Menyiapkan Sumber Daya Manusia dalam meningkatkan keimanan dan kepribadian yang berakhlak mulia sebagai bagian masyarakat.

b. Menyiapkan siswa menjadi tenaga kerja yang trampil dan produktif di Dunia Usaha/Industri.

c. Mengembangkan diri siswa dengan menggali potensi diri, membina mengarahkan minat dan bakat siswa sebagai calon tenaga kerja yang berakhlak mulia dan professional.

d. Menyiapkan SMK yang mampu mensinkronisasi dan memvaliditasi Kurikulum dengan Dunia Usaha/Dunia Industri yang bermutu dan profesional dengan orientasi masa depan yang lebih baik.

e. Memberikan system pembelajaran sesuai perkembangan teknologi.

Sarana dan Prasarana yang tersedia di SMKN 10 Kota Bekasi terdiri dari ruang siswa, lab. komputer, perpustakaan dan lapangan olahraga juga dilengkapi dengan perpustakaan digital.

Pada 22 Juni 2020 SMKN 10 Kota Bekasi resmi melepas kepala sekolah Ibu Lia Yuni Amalia, M.Pd dan memperkenalkan kepala sekolah baru yaitu Bapak R.

Prawoto Hari Wibowo, M.Pd. Berikut adalah struktur organisasi SMK Negeri 10 Kota Bekasi.

Gambar 11. Bagan Struktur Organisasi SMKN 10 Kota Bekasi

Gambar 12. Logo SMKN 10 Kota Bekasi 2. Karakteristik Responden

Dalam penelitian ini, teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling yaitu mengambil sample dengan pertimbangan tertentu dan berdasarkan tujuan penelitiannya. Dengan artian bahwa ada pertimbangan tertentu untuk menjadi responden dalam penelitian ini, yaitu siswi anggota ekstrakulikuler Keputrian SMKN 10 Kota Bekasi yang aktif menggunakan Media Sosial Tik Tok. Jumlah responden dinyatakan dari hasil observasi awal sebanyak 75 siswi yang menjadi responden dalam penelitin ini.

Dari 75 responden yang telah terkumpul, peneliti mendapat data mengenai responden yang menjadi sample dalam penelitian ini dan akan diklasifikasikannya berdasarkan usia dan kelas.

a. Usia

Gambar 13. Diagram Usia Responden Diagram diatas menujukkan keseluruhan responden berdasarkan usianya. Maka dapat disimpulkan bahwa responden dengan usia 15 tahun sebanyak 17 orang dengan persentase 22,7%, responden berusia 16 tahun sebanyak 29 orang dengan persentase 38,7% dan sisanya responen yang berusia 17 tahun sebanyak 29 orang dengan persentase 38,7%.

Dengan begitu sebagian besar responden dalam penelitian ini berusia antara 16 dan 17 tahun.

b. Kelas

Gambar 14. Diagram Berdasarkan Kelas Responden

Berdasarkan diagram diatas menyatakan bahwa mayoritas responden berasal dari kelas sepuluh (X) yaitu sebanyak 31 orang atau 41,3%, dan sisanya kelas sebelas (XI) sebanyak 21 orang atau 28%, kelas dua belas (XII) sebanyak 23 orang atau 30,7%.

B. Analisis Data dan Pembahasan 1. Uji Validitas variabel X dan Y

Uji validitas dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung dengan r tabel untuk degree of freedom (df) = n-2, dalam hal ini n adalah junlah sample. Jika r hitung lebih besar dari pada r tabel dan nilai postif maka butiran pernyataan atau indicator tersebut dinyatakan valid.71

71 Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS 19, (Semarang: Undip, 2011), h. 53.

Uji instrumen ini diteliti kepada 30 responden dari sisiwi SMK Nuruh Hikmah II Bekasi. Uji validitas ini menggunakan tingkat kepercayaan 95%. Yang mana df = 28 (df = 30-2). Sehingga diperoleh r tabel adalah 0,361, dengan dasar pengambilan keputusan pada uji validitas sebagai berikut:

a. Jika r hitung > 0,361 (r tabel), maka pernyataan tersebut valid

b. Jika r hitung < 0,361 (r tabel), maka pernyataan tersebut tidak valid.

Tabel 10. Uji Instrument Variabel X (Sebelum Validitas)

r Tabel Kesimpulan Pernyataan 1 0,383 0,361 Valid

Tabel 10. Lanjutan

r Tabel Kesimpulan Pernyataan 16 -0,380 0,361 Tidak Valid Pernyataan 17 -0,280 0,361 Tidak Valid Pernyataan 18 0,502 0,361 Valid Pernyataan 30 -0,050 0,361 Tidak Valid Pernyataan 31 0,372 0,361 Valid Pernyataan 32 0,417 0,361 Valid Tabel 11. Hasil Uji Instrumen Variabel Y (Sebelum

Validitas)

r Tabel Kesimpulan Pernyataan 1 0,728 0,361 Valid

Tabel 11. Lanjutan

r Tabel Kesimpulan Pernyataan 11 0,641 0,361 Valid Pernyataan 12 0,616 0,361 Valid Pernyataan 13 0,485 0,361 Valid Pernyataan 14 0,528 0,361 Valid Pernyataan 15 0,675 0,361 Valid Pernyataan 16 -0,549 0,361 Tidak Valid Pernyataan 17 0,650 0,361 Valid Pernyataan 18 0,367 0,361 Valid Pernyataan 19 0,633 0,361 Valid Pernyataan 20 0,450 0,361 Valid Pernyataan 21 -0,232 0,361 Tidak Valid Pernyataan 22 0,325 0,361 Tidak Valid Pernyataan 23 0,620 0,361 Valid Pernyataan 29 0,359 0,361 Tidak Valid Pernyataan 30 0,056 0,361 Tidak Valid Pernyataan 31 0,432 0,361 Valid Pernyataan 32 0,456 0,361 Valid Pernyataan 33 0,739 0.361 Valid Pernyataan 34 0,070 0.361 Tidak Valid Pernyataan 35 0,405 0.361 Valid Pernyataan 36 0,360 0.361 Tidak Valid Pernyataan 37 0,304 0.361 Tidak Valid Pernyataan 38 -0,164 0.361 Tidak Valid Pernyataan 39 0,612 0.361 Valid

Tabel 11. Lanjutan

r Tabel Kesimpulan Pernyataan 45 0,581 0,361 Valid

Pernyataan 46 0,351 0,361 Tidak Valid Pernyataan 47 0,259 0,361 Tidak Valid Pernyataan 48 0,424 0,361 Valid Pernyataan 49 0,080 0,361 Tidak Valid Pernyataan 50 0,635 0,361 Valid Pernyataan 51 0,637 0,361 Valid Pernyataan 52 0,380 0,361 Valid Pernyataan 53 0,350 0,361 Tidak Valid Pernyataan 54 0,678 0,361 Valid Pernyataan 55 0,484 0,361 Valid Pernyataan 56 0,179 0,361 Tidak Valid

Dari hasil uji validitas diatas menyatakan bahwa variabel X yang terdiri dari 32 pernyataan terdapat 6 pernyataan yang tidak valid dan untuk variabel Y yang terdiri dari 56 pernyataan terdapat 16 pernyataan yang tidak valid. Sehingga total keseluruhan pernyatan yang tidak valid antara variabel X dan Y sebanyak 22 pernyataan dan 66 pernyataan dinyatakan valid. Maka selanjutnya akan di uji sebanyak 66 pernyataan kepada 75 responden sisiwi SMKN 10 Kota Bekasi yang mengikuti ekstrakulikuler Keputrian.

Dalam uji validitas ini menggunakan tingkat kepercayaan 95% yang mana df=n-2 (75-2) sehingga nilai df dalam penilitian ini yaitu 73. Dengan begitu nilai r tabelnya adalah 0,227. Dasar pengambilan keputuasan pada uji validitas adalah sebagai berikut:

a. Jika r hitung > 0,227 (r tabel), maka pernyataan tersebut valid

b. Jika r hitung < 0,227 (r tabel), maka pernyataan tersebut tidak valid

Tabel 12. Uji Instrument Variabel X Item

Pernyataan

Koefisien r Hitung

Koefisien

r Tabel Kesimpulan Pernyataan 1 0,285 0,227 Valid

Tabel 13. Hasil Uji Instrumen Variabel Y

r Tabel Kesimpulan Pernyataan 1 0,362 0,227 Valid

Tabel 13. Lanjutan Item

Pernyataan

Koefisien r Hitung

Koefisien

r Tabel Kesimpulan Pernyataan 35 0,228 0,227 Valid Pernyataan 36 0,384 0,227 Valid Pernyataan 37 0,313 0,227 Valid Pernyataan 38 0,251 0,227 Valid Pernyataan 39 0,326 0,227 Valid Pernyataan 40 0,254 0,227 Valid

Berdasarkan pada tabel 12 dan 13 diatas menyatakan bahwa pada uji validitas ini, seluruh pernyataan pada variabel X dan Y memiliki r hitung > r tabel, sehingga seluruh pernyataan dapat dikatakan valid.

2. Uji Reliabilitas Variabel X dan Y

Uji Reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan teknik rumus Cronbachโ€™s Alpha dan dibantu dengan fasilitas SPSS versi 22 for Windows. Hasil koefisisen reliabilitas Cronbachโ€™s Alpha pada penilitain ini dijelaskan pada tabel berikut:

Tabel 14. Koefisien Reliabilitas

Reliability Statistics Variabel penggunaan Media Sosial

Tik Tok (X)

Cronbach's Alpha N of Items

.704 26

Berdasarkan uji reliablitas diatas variabel X (Penggunaan Media Sosial Tik Tok) diperoleh koefisien sebesar 0,704 dari 26 pernyataan dan variabel Y (Pengungkapan Diri/Self Disclosure) sebesar 0,744 dari 40 pernyataan. Alat ukur dikatakan reliabel apabila Cronbach's Alpha yang dihasilkan > 0,60. Dengan begitu, dapat dikatakan bahwa instrumen penelitian ini reliabel karena berada pada angka 0,61 - 0,80.

3. Uji Asumsi Klasik

Sebelum melakukan pengujian regresi linier berganda ada beberapa uji asumsi klasik yang harus dipenuhi agar kesimpulan dari regresi linier berganda tidak menjadi bias, diantaranya adalah uji normalitas, uji heteroskedasitas, dan uji multikolinieritas. Berikut adalah hasil uji asumsi klasik ada penelitian ini dengan menggunakan fasilitas SPSS versi 22 for Windows.

Reliability Statistics

Pengungkapan Diri/ Self Disclosure (Y)

Cronbach's Alpha N of Items

.744 40

a. Uji Normalitas

Tabel 15. Hasil Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 75

Normal Parametersa,b

Mean .0000000

Std. Deviation 5.52444421

Most Extreme Differences

Absolute .074

Positive .074

Negative -.045

Test Statistic .074

Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

d. This is a lower bound of the true significance.

Berdasarkan tabel 11 hasil pengujian statictic terlihat bahwa nilai uji Kolmogorov-Sirnov adalah 0,074 dan Asymp. Sig. .200c..Maka hasil penelitian ini menunjukan bahwa signifikan. 200c โ‰ฅ0,05 yang artinya data residual dari data yang digunakan berdistribusi normal dan model regresi layak digunakan utnuk memprediksi semua variabel independent.

Gambar 15. Garfik Hasil Uji P-Plot

Model regresi dikatakan memenuhi asumsi klasik apabila data tersebut menyebar disekitar garis diagonal atau grafik histogramnya. Pada grafik histogram diatas terlihat bahwa grafik histogram diatas tidak berbelok ke kanan ataupun ke kiri dan titik-titik pada grafik tersebit juga menyebar disekitar garis diagonal serta penyebarannya pun mengikuti arah garis diagonal.

Hasil ini mengartikan bahwa model regresi tersebut memenuhi asusmi normalitas dan berdistribusi normal.

b. Uji Heteroskedastisitas

Tabel 16. Hasil Uji Heteroskedastisitas Uji Glejser

a. Dependent Variable: Abs_Res

Dari hasil uji glejser di atas menunjukna bahwa nilai signifikan antara variabel independen Informasi dengan absolut residual yaitu 0,418, varibel Identitas Pribadi dengan absolut residual 0,897, variabel

Dari hasil uji glejser di atas menunjukna bahwa nilai signifikan antara variabel independen Informasi dengan absolut residual yaitu 0,418, varibel Identitas Pribadi dengan absolut residual 0,897, variabel

Dokumen terkait