• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 PROFIL KABUPAEN KUTAI KARTANEGARA

4.6 Kondisi Sosial dan Perekonomian

4.6.1 Profil Sosial dan Budaya

Kondisi sosial budaya Kabupaten Kutai Kartanegara sangat beragam dikarenakan penduduknya yang heterogen dengan berbagai suku yang masing-masing masih mempunyai kebiasaan atau adat yang masih melekat. Disamping itu pola penghidupan khususnya masyarakat pedalaman sangat khas baik cara bermasyarakat maupun cara bercocok tanam yang masih mengikuti cara nenek moyang yaitu berpindah-pindah. Disatu pihak berbagai ragam kegiatan penduduk yang mempunyai ciri tersendiri tersebut merupakan satu potensi yang dapat dikembangkan sebagai aset budaya untuk dijadikan suatu atraksi atau tontonan yang menarik bagi masyarakat maupun pengunjung.

Kebiasaan penduduk pedalaman dan merupakan pemandangan khas adalah pemukiman yang cenderung berada di antara hutan dan tepian sungai. Suatu kondisi sungai yang telah menyatu dengan alam (hutan maupun sungai). Karena itu pola tanamnya masih tradisional atau berpindah dari satu lahan ke lahan yang lain dengan rentan waktu yang cukup lama antara 5 – 10 tahun, dengan maksud lahan yang ditinggalkan telah subur kembali. Budaya Kutai sangat terkenal di mancanegara terutama seni tradisionalnya baik berupa tari-tarian, rumah adat (lamin) maupun kerajinan tangan berupa patung kayu. Lamin merupakan rumah panjang berbentuk panggung dengan panjang 100 – 150 m yang mempunyai fungsi tempat tinggal dan dapat digunakan untuk upacara adat penyambutan tamu, ritual, kesenian dan juga penginapan bagi para pengunjung.

Disamping aspek budaya, pengembangan berbagai bidang di wilayah Kab.Kutai Kartanegara di tahun 2007 mengalami peningkatan seperti pendidikan dan kesehatan. Namun peningkatan ini juga diikuti dengan naiknya angka kriminalitas.

4.6.1.1 Pendidikan

Pendidikan formal merupakan suatu proses yang berjenjang dari SD hingga perguruan tinggi. Untuk menunjang keberhasilan pembangunan bidang pendidikan, pendidikan formal yang umumnya diselenggarakan di sekolah-sekolah, tidak hanya dibawahi oleh Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) saja, tetapi ada juga yang dibawahi oleh Departemen di luar Depdiknas, seperti Departemen Agama, Departemen Kesehatan, Departemen Sosial, Departemen Pertanian, dan lain-lain.

Banyaknya sekolah dari tingkat SD hingga SMU/SMK sejak tahun pembelajaran 2005/2006 hingga 2006/2007 tercatat adanya peningkatan. Secara umum sekolah-sekolah baik negeri maupun swasta yang berada di bawah Diknas jumlahnya jauh lebih besar bila dibandingkan dengan yang di luar Diknas. Pada tahun 2006/2007 dari SD hingga SMU dan SMK baik negeri maupun swasta tercatat jumlah sekolah sebanyak 621 sekolah, yang terdiri atas 445 untuk tingkat SD, 103 untuk tingkat SLTP, dan 73 untuk tingkat SMU/SMK umum dan kejuruan. Dibanding dengan tahun sebelumnya, jumlah sekolah yang berada dibawah Diknas naik sebanyak 7,44 persen.

Perbandingan atau rasio antara guru dan murid akan menggambarkan beban yang harus dihadapi seorang guru dalam mengajar. Tenaga pengajar di Kabupaten Kutai Kartanegara untuk semua jenjang pendidikan sudah memadai walaupun pada tingkat SD mencatat beban guru relatif lebih berat dibanding jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Hal ini dikarenakan semakin tinggi jenjang pendidikan, membutuhkan tenaga pengajar yang menguasai bidang/ilmu pengetahuan yang diajarkan. Rasio murid Guru pada sekolah Dasar (SD) di bawah Diknas dalam periode 2006/2007 sekitar 15, artinya seorang guru dalam mengajar harus menghadapi 15 orang murid. Sedangkan beban yang harus dihadapi oleh seorang guru SLTP dan SMU/SMK hanya sekitar 12-14 orang murid.

Gambar 4-7

Rasio Murid Terhadap Guru di Sekolah Negeri Tahun 2006 - 2007

Sumber : Kab. Kukar dalam Angka, 2008

Untuk mengetahui tingkat kualitas kondisi penduduk Kabupaten Kutai Kartanegara yang terus meningkat tiap tahunnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 4-13

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Kutai Kartanegara

KOMPONEN

Component 2002 2006 2007

[1] [2] [3] [4]

1. Angka Harapan Hidup (tahun) 66,2 67,5 67,8 0,00 5,00 10,00 15,00 20,00 25,00 30,00 35,00 SD SMP SMA/SMK

KOMPONEN

Component 2002 2006 2007

2. Angka Melek Huruf (persen) 95,7 96,41 96,41 3. Rata-rata Lama Sekolah (tahun) 7,7 8,30 8,31 4. Pengeluaran Perkapita Riil yang Disesuaikan (ribuan) 592,5 622,4 622,8

5. IPM 67,8 71,5 71,6

6. Peringkat IPM Dalam Prop. Kaltim 9 10 10 7. Peringkat IPM Secara Nasional 114 143

Sumber: Kab. Kukar dalam Angka, 2008

Prasarana Pendidikan

Keberadaan Fasilitas Pendidikan merupakan salah satu indikator dari pembangunan wilayah yang baik. Kebutuhan penduduk akan fasilitas pendidikan memang tidak dapat dipisahkan karena pendidikan sudah menjadi kebutuhan primer. Selain itu pendidikan merupakan modal pembangunan yang utama karena pendidikan yang baik akan menghasilkan Sumbedaya Manusia yang baik dan berkualitas.

Tabel 4-14

Jumlah Prasarana Pendidikan di Kabupaten Kutai Kartanegara

No Kecamatan SD SMP SMA 1 Samboja 44 16 9 2 Muara Jawa 22 8 4 3 Sanga-Sanga 16 5 3 4 Loa Janan 30 11 8 5 Loa Kulu 30 13 4 6 Muara Muntai 18 7 3 7 Muara Wis 11 7 1 8 Kota Bangun 37 9 6 9 Tenggarong 45 17 13 10 Sebulu 27 9 4 11 Tenggarong Seberang 34 14 6 12 Anggana 21 9 1 13 Muara Badak 28 13 4 14 Marang Kayu 27 12 5 15 Muara Kaman 34 13 3 16 Kenohan 14 5 1 17 Kembang Janggut 20 4 2 18 Tabang 14 2 2 Tahun 2009 472 174 79 Tahun 2008 453 142 73

Sumber : Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2010

Berdasarkan data pada Kabupaten Dalam Angka Tahun 2010, jumlah fasilitas pendidikan dari SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA/SMK dari tahun 2007/2008 hingga 2008/2009 tercatat adanya peningkatan. Pada tahun 2008, jumlah SD ada 453 unit sedangkan pada tahun 2009 menjadi 472 unit. Sedangkan jumlah pertambahan fasilitas sekolah paling banyak adalah pada level SMP dimana terdapat penambahan sebanyak 32 unit sekolah, dari pada tahun 2008

berjumlah 142 unit menjadi 174 unit pada tahun 2009. Peningkatan jumlah fasilitas pendidikan ini mengindikasikan adanya upaya yang positif untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang ada.

4.6.1.2 Kesehatan

Pada dasarnya pembangunan di bidang kesehatan bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara mudah, merata, dan murah. Dengan meningkatnya pelayanan kesehatan, pemerintah berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Salah satu upaya pemerintah dalam rangka memeratakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat adalah dengan penyediaan sarana ke-sehatan terutama puskesmas dan puskesmas pembantu karena kedua fasilitas tersebut dapat menjangkau segala lapisan masyarakat hingga ke daerah terpencil.

Gambar 4-8

Grafik Jumlah Sarana Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009

Sarana kesehatan yang dimiliki oleh Kabupaten Kutai Kartanegara tersedia dari lingkup pelayanan lingkungan sampai lingkup pelayanan wilayah kecamatan hingga kabupaten. Kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat lingkup kecamatan dilayani oleh puskesmas dan rumah sakit. Berdasarkan data Kabupaten Kutai Kartanegara Dalam Angka 2009, sarana kesehatan yang dimiliki Kabupaten Kutai Kartanegara meliputi Rumah Sakit, Puskesmas dan Puskesmas Pembantu. Pelayanan Rumah Sakit hanya difokuskan di pusat kota KecamatanSamboja dan Kecamatan Tenggarong dengan pertimbangan aksesibilitas yang sudah bagus serta jangkauan pelayanan yang luas dan mudah untuk dakses. Selain melayani wilayah Kecamatan Samboja dan Kecamatan Tenggarong diharapkan mampu melayani kebutuhan kesehatan masyarakat dikecamatan sekitar maupun di luar wilayah kabupaten. Untuk pelayanan kesehatan berupa Puskesmas dan Puskesmas Pembantu telah tersebar dengan merata di seluruh kecamatan

Upaya Pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan tercermin adanya pembangunan dan perbaikansarana kesehatan. Pada tahun 2009 tercatat jumlah rumah sakit yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara tercatat 2 (dua) buah yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) A.M. Parikesit di Kecamatan Tenggarong dan RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti di Kecamatan Samboja. Sedangkan jumlah Puskesmas dan Puskesmas Pembantu yang telah didirikan masing- masing sebanyak 30 dan 180 buah. Jumlah dokter yang melayani di puskesmas sebanyak 89 dokter umum dan 37 dokter gigi.

Tabel 4-15

Jumlah Fasilitas Kesehatan Menurut Jenisnya

No Kecamatan RUMAH SAKIT PUSKESMAS PUSKESMAS PEMBANTU Jumlah Perawatan Non Perawatan 1 Samboja 1 0 3 18 22 2 Muara Jawa 0 1 0 8 9 3 Sanga-Sanga 0 1 0 5 6 4 Loa Janan 0 0 3 5 8 5 Loa Kulu 0 0 1 12 13 6 Muara Muntai 0 1 0 8 9 7 Muara Wis 0 0 1 4 5 8 Kota Bangun 0 2 0 8 10 9 Tenggarong 1 0 3 10 14 10 Sebulu 0 2 0 11 13 11 Tenggarong Seberang 0 0 2 15 17 12 Anggana 0 1 0 9 10 13 Muara Badak 0 2 0 15 17 14 Marang Kayu 0 2 0 13 15 15 Muara Kaman 0 1 0 18 19 16 Kenohan 0 1 0 7 8 17 Kembang Janggut 0 1 0 9 10 18 Tabang 0 1 1 5 7 Total 2 16 14 180 212

Sumber: Hasil Analisis Kabupaten Kutai Kartanegara Dalam Angka 2011

Pembiayaan kesehatan di Kabupaten Kutai Kartanegara antara tahun 2004-2006 secara kuantitas menunjukkan kenaikan yang cukup berarti, yaitu dari Rp 30,84 milyar pada tahun 2004 meningkat menjadi Rp 37,37 milyar pada tahun 2005. Pada tahun 2006 kembali mengalami peningkatan menjadi Rp 45,77 milyar. Secara total, biaya kesehatan per kapita di Kabupaten Kutai Kartanegara untuk tahun 2004 sebesar Rp 56.291, tahun 2005 Rp 68.279, dan tahun 2005 mencapai Rp 85.377. Jumlah ini masih berada di bawah standar anggaran di tingkat internasional yang ditetapkan oleh Bank Dunia, yaitu sebesar Rp 120.500 per kapita per tahun, baik untuk kebutuhan biaya minimal maupun normatif.

Dokumen terkait