• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PELAKSANAAN MAGANG

B. Program Acara Bonita Show

Kata program berasal dari bahasa Inggris yaitu programme atau program yang berarti acara atau rencana. Undang- undang penyiaran Indonesia tidak menggunakan istilah kata program untuk acara, tetapi menggunakan istilah siaran, yang didefinisikan sebagai pesan atau rengkaian pesan yang disajikan dalam berbagai bentuk. Namun kata program lebih sering digunakan dalam dunia penyiaran di Indonesia, daripada kata siaran untuk mengacu pada pengertian sebuah acara. (Morrisan, 2005: 97)

Program adalah segala hal yang ditampilkan stasiun penyiaran untuk memenuhi kebutuhan khalayaknya. Program dapat dianalogikan dengan sebuah produk atau barang (goods) atau pelayanan (services) yang dijual kepada pihak lain.

Dengan demikian, program adalah sebuah produk yang dibutuhkan oleh khalayak sehingga mereka bersedia untuk menikmatinya.

terdapat 2 jenis program televisi, yaitu: 1. Program Hiburan

Segala bentuk siaran yang bertujuan untuk menghibur audience dalam bentuk musik, lagu, cerita, dan permainan. Program yang temasuk dalam ketegori hiburan adalah drama, musik, dan permainan (game). Terbagi menjadi bebrapa jenis program hiburan, yaitu: musik, drama, game, hiburan

2. Program informasi

segala jenis siaran yang bertujuan untuk memberitahuakan tambahan pengetahuan (informasi) kepada khalayak audience. Program tersebut secara garis besar terbagi kembali menjadi dua, yaitu: hard news dan soft news.

C. PROGRAM INFORMASI

Dalam bukunya (Morrisan, 2005:102), menyebutkan bahwa program informasi dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

1. Hard News (Berita keras)

Segala bentuk informasi yang penting dan menarik yang harus segera disiarkan oleh media penyiaran karena sifatnya

yang harus segera ditayangkan agar dapat diketahui oleh khalayak audience secepatnya.

Berita keras, masi dikelopmokan juga menjadi beberapa macam, diantaranya:

Straight news

Staright News, straight yang berarti langsung, sedangkan news sendiri yang berarti berita. Jadi straight news merupakan program informasi yang menyajikan berita secara singkat dan cepat tidak mendetail, hanya menyajikan berita terpenting yang mencakup unsur 5W+1H (What, When, Where, Who, Why, dan How) terhadap berita yang disajikan. Karena ketrikatan oleh waktu tayang (deadline), yang berhubungan dengan sifat informasinya yang cepat sekali basi ( ketinggalan / tidak update) apabila terlambat disajikan kepada audience.

Features

Features adalah berita ringan yang dikemas secara menarik, menarik disini dalam artian sajian informasi yag lucu, unik dan aneh, yang dapat menimbulkan kekaguman pada

setiap audience yang menyaksikanya. Padahal, apabila ditijau berdasarkan berita-berita yang diangkat semacam itu, feature masuk kedalam jenis berita softnews karena mengingat sifatnya yang tidak terlalu

mengikat waktu penayangan. Namun

terdapat pertimbangan lain dalam

penggolongan feature kenapa masuk

kedalam golongan hard news yaitu, karena

durasi penayangannya yang singkat

(biasanya kurang dari 5 menit), dan menjadi bagian dari program berita.

Infotainment

Infotainment, berasal dari kata information yang berarti informasi, dan entertainment yang berarti hiburan, namun infotaiment bukan diartikan sebagai berita hiburan, ataupun informasi hiburan. Akan tetapi, infotainment sendiri disini diartian sebagai berita yang menyajiakan mengenai seluk beluk orang-orang yang dikenal oleh masyrakat seperti celebrity, politikus, ataupun semua informasi yang berhubungan

dengan mereka yang mempunyai andil, bekerja didunia entertainment. Kerena sifatnya yang harus segera ditayangkan maka infptainmet termasuk dalam golongan

hard news, seiring perkembangangya

infotaiment disajikan dengn program berita tersendiri yang terpisah dan menampilkan berita mengenai kehidupan selebritis.

2. Soft News

informasi yang penting dan menarik yang disampaikan secara mendalam (indepth) namun tidak bersifat harus segera ditayangkan. Soft news pun juga terbagi menjadi berbagai macam, antara lain:

Current affair

Current affair adalah program berita yang menyangkut ataupun menitik beratkan pada kekinian (update, teraktual). Menyajikan berita informasi yang terkait dengan suatu berita penting sebelumnya dibuat secara lengkap dan mendalam.current affair cukup

terikat waktu dalam penayangannya.

Batasan dari program informai current affair ini adalah selama isu yang dibahas masih

mendapat perhatian dari khalayak. Misalnya program yang menyajikan berita mengenai

kehidupan masyrakat setelah ditempa

bencana alam dahsyat. Misalnya, kehidupan korban bencana alam pasca tsunami Aceh, kehidupan korban lumpur lapindo, kondisi kota padang pariaman pasca gempa di Sumatra Barat, kondisi masyarakat pasca gempa Jogjakarta.

Magazines

Kenapa dinamakan magazine? Hal ini dikarenakan tema ataupun topik yang disajikan mirip dengan majalah, dalam

penyajianya menampilkan

informasi-informasi ringan namun dengan pembahasan yang mendalam. Magazine bisa juga disebut dengan features, yang membedakanya

adalah durasi magazine lebih lama

dibandingkan dengan features. Magazine lebih menekankan pada aspek menarik dari tema atau topic yang diangkat pada saat itu, dibandingkan mengangkat aspek pentingnya. Documentary

Merupakan program informasi yang bertujuan untuk memberikan pendidikan, pengetahuan tetapi tidak terikat dengan sebuah landasan teori, disajikan secara menarik, yang diharapkan dari program tersebut dapat menarik keingin tahuan audience tentang tema ataupun topki yang diangkat pada saat itu. Misalnya, progam documenter yang meliput kehidupan suku yang menempati suatu pedalaman, atau program documenter yang meliput beberapa kebiasaan adat budaya yang ada pada suku sebuah Negara. Misalnya, liputan mengenai kehidupan suku dani di lembah baliem, Papua, ritual adat lompat batu yang harus dilakukan seorang pejaka yang ingin pergi merantau di pulau Nias.

Talk Show

Talk show sacara umum, bisa dikatakan sebagai perbincangan. Menampilkan satu ataupun beberapa orang yang dikumpulkan untuk membahas suatu topik permasalah tertentu. Biasanya dipandu oleh seorang

pembawa acara, dan biasanya yang diundang adalah mereka yang berpengalaman dan menegatahui betul mengae ai masalah yang sedang dibahas.

Program informasi dalam katagori berita keras (hard news) dapat dibedakan dengan berita lunak (soft news) berdasarkan sifatnya, sebagaimana dijelaskan dalam table berikut ini:

Hard News Soft News

Harus ada peristiwa terlebih dahulu Tidak musti ada peritiwa terlbih dahulu Peristiwa harus aktual dan baru terjadi Tidak musti aktual

Harus segera disiarkan Tidak bersifat segera (timeless)

Mengutamakan informasi terpenting saja

Menekankan pada detail

Tidak menekankan sisi human interest Sangat menekankan sisi human interest

Laporan tidak mendalam (singkat) Laporan bersifat mendalam

Teknik penulisan piramida tegak Teknik penulisan piramida terbalik

Ditayangkan dalam program berita Ditayangkan dalam program lainya

D. PROGRAM TALK SHOW

Pengertian Talk Show

interview (wawancara) baik didalam studio maupun diluar studio dan diskusi panel di televisi.

( Wibowo, 2007: 67)

Untuk memperkuat pernyataan diatas, Talk show dapat diartikan pula dialog, debat, adu argumentasi secara blak-blakan apa adanya. Dimana sang pembicara bebas membantah, sang moderator boleh mengkritik, sang bintang tamu boleh menangis, bila memang perlu. Yang paling penting adalah berbicara. (Naratama, 2004: 147)

E. TUGAS PRODUSER

1. Pengertian Produser

Secara mendasar, Produser adalah seseorang yang bertanggung jawab pada keseluruhan proses produksi suatu program acara. Mulai dari perencanaan produksi hingga tahap akhir suatu produksi. Seorang produser harus memiliki suatu visi misi yang kuat. Produser menegmbangkan gagasan bagaimana produksi itu, selain menghibur dapat menjadi suatu sajian yang bernilai, dan memiliki makna. (Wibowo, 2007: 23)

Selain memiliki kewenangan, seorang produser tidak lepas dari sebuah tugas dan andil yang cukup besar dan berpangaruh bagi keberlasungan sebuah produksi. Apalagi pada suatu proses produksi program acara talk show, yang penyajianya menggunakan sebuah narasi. Narasi tidak akan dapat dikerjakan tanpa adanya sebuah ide cerita. Dalam hal ini, produser dituntut untuk memberikan ide cerita. Produser bisa memberikan ide cerita itu secara lisan, tetapi bisa juga memberikan sinopsisnya saja. (Lutters, 2010: 49)

Selain tugas produser sesuai dengan pernyataan diatas, menurut (Wibowo, 2007: 67) terdapat Beberapa tugas penunjang lain,diantaranya:

1. seorang produser harus terus menerus melakukan riset. 2. terus menerus mengetahui minat penonton.

3. produser harus membuat out-line dari sajiannya terlebih dahulu

4. produser harus memulai membuat materi dengan uraian yang nantinya dapat membangkitkan rasa ingin tahu dari penonton.

5. terutama untuk program talk show yang harus dilakukan oleh seorang produser adalah melakukan konsultasi dengan penulis naskah, melakukan analisa dan bedah naskah.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tugas dan tanggung jawab dari seorang produser dapat dikatakan juga sebgai

kontribusinya untuk membuat program acara yang dibuat nantinya menjadi sebuah program yang menarik dan dapat bertahan lama.

F. TUGAS ASISTEN PRODUSER

Setiap produksi program acara televisi, biasanaya seorang produser akan dibantu oleh satu atau beberapa orang asisten. Istiah yang sering digunakan bagi asisten produser ini adalah associate producer. Yang bertugas membantu memepersiapakan mencari dan menghubungi pihak yang dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan untuk memproduksi suatu acara. Mulai membantu dari tahapan pra produksi, produksi, hingga pasca produksi. Dalam tahap pra produksi kegiatan dimulai dari pembahasan ide (gagasan awal) sampai dengan pelaksanaan pengambilan gambar, penulisan naskah (shooting script, skenario), dan perencanaan lain yang mendukukng proses produksi dan pasca produksi. Namun perlu diingat bahwa setiap apa yang direncanakan diatas kertas dalam prakteknya sering menyimpang dengan berbagi alas an yang terjadi pada proses pembuatan saat dilapangan. Tahap produksi, tahap ini lebih tepat disebut dengan tahapa taping, yaitu pengambilan gambar didalam maupun diluar studio dan setelah pengambilan gambar selesai dilakukan, hendaknya harus dicek ulang apabila ada kesalahan pengambilan gambar dapat diulangi kembali. Tahap terakhir adalah pasca produksi, dalam hal ini asisten produser membantu produser untuk membantu menuangkan kembali apa yang

sudah dikerjakan pada taha pra produksi dan tahap produksi. (Riswandi, 2009: 47)

Seorang asisten produser, sering sekali juga berperan sebagai script writer hal ini dibuktikan dengan tugasnya membantu produser dalam membuat naskah. Dalam pembuatan naskah tersebut Seorang asisten produser memberikan garis-garis besar cerita dan dalam banyak hal menentukan struktur keseluruhan suatu produksi. Penulis naskah terlebih dulu menulis ringkasan awal suatu proyek produksi yang disebut dengan treatment yang menjadi dasar penulisan naskah. Dalam hal ini skrip berfungsi sebagai cetak biru yang akan memandu produksi yang sebenarnya. (lutters, 2010:50)

G. NASKAH DAN FUNGSI NASKAH

1. Naskah

Naskah adalah Penjelasan secara verbal atas kejadian yang sedang berlangsung. Manakala kita akan menulis naskah untuk televisi, maka didalam benak kita hendaknya yang tercipta pertama kali adalah gambar-gambar yang akan dituangkan kedalam bentuk bahasa tulis. Kita menuangkan bahasa gambar kedalam bahaa tulis, dengan kata lain tulisan tersebut merupakan ungkapan dari thinking in pictures yang artinya berfikir dalam gambar sebagai dasar

penulisan naskah terbagi atas dua tahap, yaitu tahap visulisasi dan tahap pikturisasi. Visualisasi sendiri mempunyai arti ungkapan dari gambar demi gambar yang ada di benak kita, sedangkan pikturisasi adalah gambar demi gambar yang sudah divisualisasikan itu sebenarnya masih berdiri sendiri, dan kita harus merangkaikan gambar demi gambar sehingga membentuk makna tertentu. Kedua tahap tersebut merupakan sebuah konsekuensi dari karakter televisi yang hanya bisa ditampilkan apabila melalui dua tahap tersebut.

( Pareno, 2003:xx)

2. Fungi Naskah

Dalam pembuatan Naskah, seorang asisten produser atau script writer harus memusatkan pada penulisanya. Dari sebuah penulisan tersebut seorang asisten produser atau script writer diharapkan dapat lebih menguasai masalah-masalah teknis dan akan terbiasa berfikir dalam gambar yang disebut dengan thinking in picture tersebut. Didalam bangku perkuliahan di bidang komunikasi yang dimaksud dengan Menulis Naskah adalah menulis shooting script. Sesuai dengan namanya yang berarti naskah untuk shooting, semuanya bersifat teknis. Dengan demikian adapun fungsi naskah atau shooting script sebagai berikut:

1. Sebagai petunjuk dan pedoman bagi pengarah acara / sutradara

2. Sebagai petunjuk dan pedoman bagi pemain / tokoh

3. Sebagai petunjuk dan pedoman bagi kamerawan

Yang kesemuanya digunakan untuk mempermudah dalam memahami susunan setiap jalan cerita oleh tugas masing-masing crew yang bertugas dalam produksi program tersebut. (Pareno, 2003:xxiii)

commit to user

BAB III

DISKRIPSI LEMBAGA INSTANSI

A. Sejarah Berdirinya TV Borobudur

TV Borobudur adalah TV Lokal Pertama di Jawa Tengah yang berslogan TVB TV-ne Jawa Tengah. Visi awal TV Borobudur adalah menjadi Stasiun TV dan Production House yang baik dan diminati pemirsa pada umumnya, pemasang iklan pada khususnya sehingga mampu mendukung program pembangunan Jawa Tengah melalui siarannya untuk kesejahteraan masyarakat lahir dan batin. Misi awalnya adalah meningkatkan mental dan spiritual masyarakat yang berketuhanan sehingga memiliki iman serta semangat yang kokoh dalam pengabdian kepada Bangsa dan Negara pada umumnya, dan masyarakat Jawa Tengah pada khususnya. Selain itu, juga untuk menumbuhkembangkan seni budaya Indonesia pada umumnya dan seni budaya Jawa Tengah pada khususnya agar menjadi hiburan sehat yang mampu membangun kreatifitas, sehingga tidak saja berperan sebagai filter atas imbas negatif budaya asing, tapi juga mampu menarik investor dan wisatawan ke Jawa Tengah. Serta meningkatkan potensi sumber daya manusia sehingga mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional dalam rangka pendistribusian berbagai informasi pembangunan, pendidikan, ekonomi, politik, sosial, industri,

pertanian, budaya, dan pariwisata. TV Borobudur yang berdiri di bawah PT Televisi Semarang ini didirikan oleh Bapak Hengky Gunawan Prasetiyo beserta istri Ibu Silvia Sugiarto. Bapak Hengky Gunawan Prasetiyo bertindak sebagai Direktur dan Ibu Silvia Sugiarto bertindak sebagai Komisaris.

TV Borobudur mengudara di Channel 47 UHF dengan cakupan area meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Kudus, Kabupaten Kendal, Kabupaten Grobogan, Sebagian Pati, Blora, Sragen, Parakan, Pemalang, dan Pekalongan. Perekrutan karyawan tahapan pertama dilakukan tahun 2002. Dimulai dari seleksi untuk bagian Programa, Administrasi, dan Keuangan. Kemudian dilanjutkan dengan bagian lain seperti Produksi (Cameraman, Audioman, Editor, FD, PD, Presenter, Grafis, Dokumentasi), Pemberitaan (Redaktur, Reporter, Cameraman), Studio (VTR), dan Transmitter. Dibantu oleh Konsultan dari Jakarta yakni Bapak Tarigan Terkelin dan Bapak Kris Kereh sebagai Asisten, karyawan-karyawan pertama TV Borobudur diberikan pengetahuan dan pengarahan tentang pertelivisian. Juga diberikan bimbingan dari sebagian karyawan terpilih dari Bambang TVRI Semarang (Bapak Bambang (PA), Bapak Kardi (Teknik), Bapak Amanu & Bapak (Redaksi), Bapak Andi (Programa). Khusus untuk Transmitter TV Borobudur mendatangkan ahli dari Surabaya Bapak Agus.

Pelatihan sesungguhnya berkenaan dengan Produksi Pertelevisian diberikan pada awal tahun 2003 oleh Lembaga Pendidikan Pertelivisian dari Yogyakarta pimpinan Bapak Fred Wibowo. setelah melalui persiapan yang cukup matang mulai akhir 2002 hingga catur wulan pertama 2003, maka pada tanggal 12 Mei 2003 secara resmi TV Borobudur mengudara dengan ditandai Siaran Live Grand Launching TV Borobudur dari Ruang Poncowati Hotel Patra Jasa Semarang Pukul 18.00-selesai.

Untuk pertama kalinya TV Borobudur menggunakan 2 lokasi sekaligus sebagai tempat operasional. Yang pertama adalah Kantor di Jalan Sultan Agung No 115 A Semarang. Kantor ini digunakan sebagai tempat aktifitas yang berhubungan dengan Administrasi, Marketing, Traffic, Programa, dan Direksi serta Komisaris. Sementara yang ke 2 adalah Kantor di Jalan Setia Budi No 5 A Semarang. Kantor ini digunakan sebagai tempat aktifitas bagian Produksi, Pemberitaan, Editing, Master Control, Studio Control, dan Ruang Studionya itu sendiri, serta Transmiter. Jam siaran TV Borobudur awalnya hanya 4 jam, mulai dari pukul 18.00 hingga 22.00. Setelah itu jam siarannya ditambah hingga 7 jam, mulai pukul 15.00 hingga 22.00. Program In House pertama yang dikerjakan oleh Bagian Produksi TV Borobudur adalah Wajan atau Wayang Jenaka. Setelah itu diikuti program-program lain seperti

Malam Qolbu, Memedi, Semarang Undercover, BMP, Uenak Tenan, dan Dalang Kontrang-Kantring.

Sementara itu, program-program Live meliputi Dokter Anda, Senandung Rindu, Akustik, dan Campursarinan. dengan menggandeng Pemerintah Kota Semarang TV Borobudur

mempunyai program khusus Semarang Atlas yang sampai

sekarang masih berjalan dengan berganti nama menjadi Dinamika Semarang. Beragam bentuk kesulitan menyertai lahirnya TV Borobudur ini. Karena iklim bisnis pada saat itu belum mengenal dan tidak tahu yang namanya televisi lokal. Kebanyakan dari mereka tidak percaya bahwa berbisnis dengan televisi lokal akan mendatangkan keuntungan serta kebaikan. Kerja keras dan usaha demi usaha dilakukan oleh semua divisi di TV Borobudur, sampai akhirnya sedikit demi sedikit pelaku bisnis mulai melirik. Mereka mulai yakin dan menaruh kepercayaan terhadap keberadaan TV Borobudur. Pelan-pelan tayangan TV Borobudur diwarnai dengan iklan. Kepemilikan pribadi dan sistem kekeluargaan yang diterapkan diyakini bisa membawa TV Borobudur pada keberhasilan. Dan nyatanya hal itu mampu mempertahankan TV Borobudur berdiri secara mandiri hingga lebih dari 7 tahun.Tepat 5 bulan setelah TV Borobudur merayakan ulang tahunnya yang pertama, tepatnya pada tanggal 12 Oktober 2004, dengan alasan pengembangan, kepraktisan, dan perbaikan, serta penggunaan aset

gedung dan studio yang besar, layak, dan kompatibel, maka TV Borobudur secara total memindahkan kantor dan studionya ke Gedung SCJ Plaza Lantai 5-6 Matahari Johar Semarang.

Di kantor baru inilah TV Borobudur memulai sesuatu yang baru. Studio yang awalnya dipunyai TV Borobudur di Jalan Setiabudi ukurannya kecil dan hanya ada 1 ruang, maka di kantor baru TV Borobudur mempunyai 3 buah Studio sekaligus. Kepindahan tempat operasional diikuti pula oleh perubahan program-program serta jam siarannya. Yang pada awalnya hanya On Air 7 jam, per 12 Oktober 2004 TV Borobudur On Air selama 17,5 jam, mulai dari pukul 06.30 hingga 24.00. Sungguh perubahan yang luar biasa. Penambahan jam siaran tersebut diikuti pula dengan penambahan program acara. Untuk menambah variasi dan warna siarannya, TV Borobudur juga menayangkan program-program dari luar serta melakukan kerja sama dengan TV lain diantaranya TA TV Solo.Pola siaran seperti tersebut di atas terus berlanjut hingga kurang lebih 6 tahun dengan berbagai perubahan acara dan jam tayang. Namun pada akhir tahun 2010, tepatnya pada tanggal 15 November 2010, secara resmi manajemen TV Borobudur berada di bawah Manajemen Kompas TV network. Dengan adanya pergantian tersebut maka perubahan besar-besaran pun terjadi. Mulai perpindahan ruang per ruang hingga sistem kerja dan struktur Organisasi.

B. Latar Belakang Berdirinya TV Borobudur

Berpijak pada motivasi untuk memberikan sumbangsih terbaik bagi masyarakat, dengan keyakinan bahwa media televisi merupakan salah satu media yang mampu menyajikan berbagai informasi, berita, hiburan dan edukasi secara audio visual, maka PT. Televisi Semarang Indonesia, yang lebih dikenal dengan TV Borobudur Semarang lahir ke tengah publik. TV Borobudur Semarang yang merasa lahir dari “rahim” sosio cultural masyarakat Jawa tengah, kemudian menggeliat penuh semangat dengan mencoba mengekspresikan diri dalam kemasan berbagai program acara yang mengakar pada keberagaman nilai-nilai tradisi yang pluralistik, meski tanpa mengabaikan perkembangan “jiwa jaman”. Dengan demikian TV Borobudur tetap menyajikan berbagai acara dengan spirit content local yang terkemas dalam kemasan aktual.

Dengan cara di atas, TV Borobudur tetap diharapkan dapat melekat dihati masyarakat, karena kedekatan emosional dan sosio culturalnya. Berdasarkan alasan tersebut, TV Borobudur Semarang tetap tumbuh berkembang dengan membuka kemitraan dengan berbagai pihak. Maka di tengah lahirnya berbagai Stasiun Televisi local yang semakin menjamur, TV Borobudur tetap menyikapinya tidak semata-mata sebagai kompetiter, tapi tetap sebagai partner yang saling membutuhkan.

Untuk itulah, maka TV Borobudur akan tetap berupaya keras memberikan program acara yang terbaik bagi semua public di wilayah jangkauan siarnya, yaitu wilayah Semarang, Ungaran, Salatiga, Ambarawa, Purwodadi, Grobogan, Demak, Kudus, Pati, Jepara, Weleri, Kendal, Batang, Pekalongan, dan pemalang. Dan rencana kedepan, TV Borobudur akan memperluas coverage areanya sampai keseluruh Jawa Tengah.

C. Perkembangan TV Borobudur

Informasi dan hiburan merupakan kebutuhan yang penting dalam era modern seperti masa kini. Informasi dan hiburan sudah merupakan kebutuan semua golongan yang ada dalam masyarakat. Perkembangan media informasi sangat pesat ditengah krisis yang tengah terjadi pada bangsa Indonesia. Pertumbuhan media masa berupa media tulis dan media eletronika berlangsung dengan cepat. Seiring dengan otonomi daerah yang dikumandangkan pemerintah, di daerah telah tumbuh media informasi seperti stasiun televisi. Indonesia telah banyak yang memiliki stasiun televisi local yang dikelola oleh pihak swasta. Semarang tak ketinggalan juga telah memiliki stasiun televise swasta local. Televisi Borobudur merupakan stasiun televisi swasta pertama di Jawa Tengah khususnya di Semarang. Sebagai stasiun televisi yang masih muda

usianya stasiun televise ini memerlukan pembanahan dalam berbagai bidang supaya dapat bersaing dengan siaran lain.

Untuk dapat bersaing terutama dengan stasiun televise swasta nasional Televisi Borobudur sangat membutuhkan sarana dan prasarana yang memadai yang bisa menunjang kinerjanya dalam menghasilkan produk yang maksimal. Sejak berdirinya, Stasiun Televisi Borobudor telah mengalami perkembangan yang cukup memadai. Hal tersebut dapat dilihat dari program acaranya yang meliputi kualitas dan jam tayang yang emakin di tambah dan juga pada wilayah pasaran yang semakin bertambah. Pada awalnya jangkauan televise Borobudur hanya pada kota Semarang, kemudian bertambah pada kabupaten Semarang, Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Demak. Hingga saat ini TVB telah mempunyai sasaran pemirsa sekitar 5 juta orang. Sasaran pasar berikutnya adalah seluruh wilayah Jawa Tengah secara bertahap sesuai dengan kemampuannya. Pasaran pasaran Borobudor yang meliputi Jawa Tengah merupakan pasar yang potensial mengingat

Dokumen terkait